• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 PERANCANGAN, SIMULASI dan PABRIKASI ANTENA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 PERANCANGAN, SIMULASI dan PABRIKASI ANTENA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

PERANCANGAN, SIMULASI dan PABRIKASI ANTENA

3.1 Bahan dan Spesifikasi Antena Rancangan

Antena mikrostrip segiempat susun empat elemen pada tesis ini dirancang untuk beroperasi pada frekuensi kerja sekitar 2,3GHz dengan spesifikasi seperti terlihat pada Gambar 3.1 (a) dan Gambar 3.1 (b):

(a)

(b)

Gambar 3.1 Spesifikasi antena yang akan dibuat. (a) rancangan antena susun empat elemen tanpa beban stub, (b) rancangan antena susun empat elemen dengan beban stub.

Substrat yang digunakan adalah tipe NHL 4806 grade FR4 dengan spesifikasi seperti pada Tabel 3.1.

(2)

Tabel 3.1 Parameter substrat yang digunakan Parameter substrat Spesifikasi

Jenis substrat NHL 4806 Ketebalan dielektrik 1,6 ± 0,130 mm

Rugi tangensial 0,0265 Konstanta dielektrik 4,3

Tebal konduktor 1 oz/ft2 (35 m)

3.2 Peralatan yang Digunakan

Selama perancangan dan persiapan pengukuran antena mikrostrip, digunakan piranti keras dan lunak. Antara lain adalah:

1. Substrat NHL 4806 grade FR4 2. Kabel koaksial 50 ohm.

3. Bubuk FeCl3, kertas, selotip, cutter, nampan plastik dan air panas.

4. SMA konektor dengan impedansi karakteristik 50 ohm.

5. Piranti lunak PCAAD 5.0 (Personal Computer-Aided Antenna Design versi 5.0) untuk perancangan patch segiempat dan untuk menentukan nilai impedansi masukan patch tersebut pada frekuensi kerjanya.

6. Piranti lunak Microwave Office 2002 untuk simulasi hasil perancangan. Hasil yang dilihat meliputi Return loss, VSWR, Input impedance, dan gain.

3.3 Perancangan Antena Mikrostrip Segiempat 3.3.1. Penentuan Dimensi Patch

Optimasi patch dengan menggunakan PCAAD 5.0 untuk frekuensi kerja berada di sekitar 2,3 GHz adalah seperti yang terlihat pada Tabel 3.2.

Sebagai saluran pencatu pada masing-masing elemen tunggal digunakan saluran mikrostrip 50. Lebar saluran diperoleh dengan menggunakan PCAAD 5.0. Agar saluran mikrostrip ini matching dengan impedansi masukan patch maka digunakan inset. Nilai kedalaman inset yo diperoleh dengan menggunakan persamaan (2.34) dimana dalam memperoleh nilai resonant input resistance dari patch segiempat digunakan bantuan PCAAD 5.0. Resonant input resistance adalah komponen real dari impedansi masukan patch segiempat tersebut.

(3)

Tabel 3.2 Optimasi patch tunggal dengan PCAAD 3.0

Parameter Nilai

Panjang antena (l) 3,12 cm Lebar antena (w) 3,12 cm Frekuensi tengah 2,3 GHz Impedansi Saluran Mikrostrip 50 

Bandwidth 3,3 %

Efisiensi 48,7 %

Direktivitas 6,1 dB

Adapun untuk menentukan lebar celah inset dan panjang saluran transmisi digunakan bantuan Microwave Office 2002. Gambar 3.2 adalah beberapa parameter dimensi yang diperlukan dan hasil optimasi dari PCAAD 5.0 dan Microwave Office 2002 dirangkum dalam Tabel 3.3 berikut.

Gambar 3.2 Parameter dimensi yang dibutuhkan pada setiap elemen tunggal antenna

Tabel 3.3 Optimasi parameter-parameter inset dengan PCAAD 5.0 dan Microwave Office 2002

Parameter Nilai

Lebar Saluran transmisi (Wo) 0,31 cm Panjang Saluran transmisi (Lo) 1,655 cm Resonant input resistance (Rin) 275,2 

Kedalaman inset (yo) 1,2 cm Lebar celah (W1) 0,05 cm

(4)

3.3.2 Hasil Simulasi Antena Mikrostrip Segiempat Elemen Tunggal

Dengan menggunakan spesifikasi substrat pada Tabel 3.1 dan optimasi yang terangkum dalam Tabel 3.2 dan Tabel 3.3. Diperoleh hasil simulasi seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.4.

Tabel 3.4 Hasil simulasi port tunggal dari antena mikrostrip segiempat elemen tunggal

Parameter Nilai

Frekuensi resonansi (fr) 2,3 GHz

VSWR pada saat fr 1,3819

Impedansi pada saat fr 59,929 Ω

Return loss (pada saat fr) 15,09 dB

f bawah f tengah f atas

2,2574 GHz 2,3 GHz 2,3451 GHz

Berdasarkan data pada Tabel 3.4 dapat dilakukan perhitungan persentase bandwidth, yaitu:

% 81 , 3

% 3 100

, 2

2,2574 - 2,3451

% tengah 100

f

bawah f - atas

% f

bandwidth

Gambar 3.3 dan Gambar 3.4 menunjukkan hasil plot pengukuran return loss dan Smith chart dari antena tersebut.

(5)

1 1.5 2 2.5 3 3.5 Frequency (GHz)

Graph 1

-20 -15 -10 -5 0

2.2574 GHz

-10 dB 2.3451 GHz

-10 dB

2.3 GHz -15.9 dB

DB(|S[1,1]|) KF_1

Gambar 3.3 Plot return loss antena mikrostrip segiempat elemen tunggal, pada hasil simulasi Program Microwave Office 2002

0 1.01.0-1.0 10.0

10.0

0. -1 0

5.0

5.0

.0 -5

2.0

2.0

2- 0 .

3.0

3.0

.0 -3

4.0

4.0

.0 -4

0.2

2 0.

-0.2

0.4

. 0 4

-0.4

0.6

.0 6

-0.6

0.8

0.8

-0.8

Graph 2

Swp Max 3.5GHz

Swp Min 1GHz

2.3 GHz r 1.1572 x -0.31207 Z[1,1]

KF_1

Gambar 3.4 Plot Smith chart antena mikrostrip segiempat elemen tunggal, pada hasil simulasi program Microwave Office 2002

(6)

3.3.3 Penentuan Dimensi Rangkaian Pencatu Antena Susun Empat

Untuk menentukan beberapa parameter rangkaian pencatu untuk antena susun empat elemen digunakan PCAAD 5.0 dan optimasi dengan Microwave Office 2002.

Dapat dilihat pada Gambar 3.5, beberapa parameter dimensi yang digunakan dalam rangkaian pencatu.

Gambar 3.5 Parameter dimensi rangkaian pencatu yang dibutuhkan pada antena susun empat elemen

Berikut pada Tabel 3.5 adalah hasil optimasi dari PCAAD 5.0 dan Microwave Office 2002 untuk beberapa parameter tersebut.

Tabel 3.5 Optimasi parameter-parameter rangkaian pencatu antena susun empat elemen dengan PCAAD 5.0 dan Microwave Office 2002

No Parameter Impedansi (Ohm) Dimensi (cm) Panjang Lebar

1 A 50 0,3 0,31

2 B 35,35 1 0,53

3 C 25 1 0,85

4 D 50 0,31 12,8

5 E 50 0,53 0,31

6 F 35,35 1,56 0,53

7 G 25 1 0,85

8 H 50 0,31 6,55

(7)

3.3.4 Hasil Simulasi Antena Mikrostrip Segiempat Susun Dua Elemen

Dengan menggunakan spesifikasi substrat pada Tabel 3.1 dan optimasi yang terangkum dalam Tabel 3.4, dilakukan juga simulasi untuk antena mikrostrip segiempat susun dua elemen. Diperoleh hasil simulasi seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6 Hasil simulasi port tunggal dari antena mikrostrip segiempat susun dua elemen

Parameter Nilai

Frekuensi resonansi (fr) 2,3 GHz VSWR pada saat fr 1,0487

Impedansi pada saat fr 52,436 Ω

Return loss (pada saat fr) 32,471 dB f bawah

f tengah f atas

2,2213 GHz 2,3 GHz 2,3782 GHz

Berdasarkan data pada Tabel 3.6 dapat dilakukan perhitungan persentase bandwidth, yaitu:

% 82 , 6

% 3 100

, 2

2,2213 - 2,3782

% tengah 100

f

bawah f - atas

% f

bandwidth

Gambar 3.6 dan Gambar 3.7 menunjukkan hasil plot pengukuran return loss dan Smith chart dari antena tersebut.

(8)

1 1.5 2 2.5 3 3.5 Frequency (GHz)

Graph 1

-40 -30 -20 -10 0

2.3782 GHz -10 dB 2.2213 GHz

-10 dB

2.3 GHz -32.471 dB

DB(|S[1,1]|) KF_1

Gambar 3.6 Plot return loss antena mikrostrip segiempat susun dua elemen, pada hasil simulasi program Microwave Office 2002

0 1.01.0-1.0 10.0

10.0

0. -1 0

5.0

5.0

.0 -5

2.0

2.0

2- 0.

3.0

3.0

.0 -3

4.0

4.0

.0 -4

0.2

2 0.

-0.2

0.4

. 0 4

-0.4

0.6

.0 6

-0.6

0.8

0.8

-0.8

Graph 3

Swp Max 3.5GHz

Swp Min 1GHz

2.3 GHz r 1.0487 x 0.0014568

Z[1,1]

KF_1

Gambar 3.7 Plot Smith chart antena mikrostrip segiempat susun dua elemen, pada hasil simulasi program Microwave Office 2002

(9)

3.3.5 Hasil Simulasi Antena Mikrostrip Segiempat Susun Empat Elemen

Dengan menggunakan spesifikasi substrat pada Tabel 3.1 dan optimasi yang terangkum dalam Tabel 3.4, simulasi antena mikrostrip segiempat susun empat elemen, memberikan hasil seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7 Hasil simulasi port tunggal dari antena mikrostrip segiempat susun empat elemen

Parameter Nilai

Frekuensi resonansi (fr) 2,3 GHz

VSWR pada saat fr 1,0221

Impedansi pada saat fr 50,878Ω

Return loss (pada saat fr) 39,219 dB f bawah

f tengah f atas

2,2156 GHz 2,3 GHz 2,3841 GHz

Berdasarkan data pada Tabel 3.7 dapat dilakukan perhitungan persentase bandwidth, yaitu:

% 33 , 7

% 3 100

, 2

2,2156 - 2,3841

% tengah 100

f

bawah f - atas

% f

bandwidth

Gambar 3.8 dan Gambar 3.9 menunjukkan hasil plot pengukuran return loss dan Smith chart dari antena tersebut. Gambar 3.10 menunjukkan hasil plot pengukuran gain dari antena tersebut.

(10)

1 1.5 2 2.5 3 3.5 Frequency (GHz)

Graph 1

-40 -30 -20 -10 0

2.2156 GHz -10 dB

2.3841 GHz -10 dB

2.3 GHz -39.219 dB

DB(|S[1,1]|) KF_1

Gambar 3.8 Plot return loss antena mikrostrip segiempat susun empat elemen, pada hasil simulasi program Microwave Office 2002

0 1.01.0-1.0 10.0

10.0

0. -1 0

5.0

5.0

.0 -5

2.0

2.0

2- 0.

3.0

3.0

.0 -3

4.0

4.0

.0 -4

0.2

2 0.

-0.2

0.4

. 0 4

-0.4

0.6

.0 6

-0.6

0.8

0.8

-0.8

Graph 4

Swp Max 3.5GHz

Swp Min 1GHz

2.3 GHz r 1.0175 x -0.01349 Z[1,1]

KF_1

Gambar 3.9 Plot Smith chart antena mikrostrip segiempat susun empat elemen, pada hasil simulasi program Microwave Office 2002

(11)

Gambar 3.10 Plot gain antena mikrostrip segiempat susun empat elemen, pada hasil simulasi program Microwave Office 2002

3.3.6 Penentuan Dimensi Beban dan Posisi Beban

Beban berupa stub yang diletakkan tegak lurus terhadap patch, memiliki berbagai kemungkinan variasi dimensi, variasi pemilihan penempatan dan variasi posisi.

Pada tesis ini, digunakan hanya satu variasi dimensi beban yaitu beban dengan lebar 2 mm, panjang 0,5λd. Adapun acuan posisinya ditentukan sebagaimana yang diperlihatkan pada Gambar 3.11.

Gambar 3.11 Acuan posisi beban terhadap elemen peradiasi

(12)

Sesuai dengan acuan pada Gambar 3.11 maka posisi beban yang membentuk jarak dengan patch dianggap posisi dengan tanda negatip, misal -3 mm, sedangkan posisi tepat menyentuh patch disebut posisi 0 mm dan posisi beban yang bertumpuk dengan patch dianggap posisi dengan tanda positip, misal +1 mm. Untuk selanjutnya pada tesis ini acuan tersebut digunakan. Sehingga panjang beban dapat berubah seiring dengan perubahan posisi beban ke arah patch atau saat posisi dengan tanda positip.

Untuk variasi penempatan beban, berikut pada Gambar 3.12 adalah penentuan nama titik penempatan untuk berbagai variasi penempatan yang dilakukan.

Gambar 3.12 Acuan nama titik penempatan beban

Pada tesis ini, simulasi untuk penentuan posisi dan penempatan beban dilakukan untuk berbagai variasi yang terangkum dalam Tabel 3.8 berikut.

Tabel 3.8 Variasi titik penempatan dan posisi beban No Penempatan

Beban Posisi Beban

1 1 0 s/d +22

2 2 0 s/d +22

3 3 0 s/d +22

4 4 0 s/d +22

5 1 & 2 +4 s/d +22 6 1 & 4 +4 s/d +22 7 2 & 3 +4 s/d +22 8 3 & 4 +4 s/d +22 9 1,2,3 & 4 +4 s/d +22

(13)

3.3.7 Hasil Simulasi Antena Mikrostrip Segiempat Susun Empat Elemen dengan Beban Stub

Dengan menggunakan spesifikasi dimensi beban 0,5d x 2 mm, dan variasi titik penempatan dan posisi beban yang terangkum dalam Tabel 3.8, berikut adalah hasil simulasi yang terangkum dalam Tabel 3.9, Tabel 3.10 dan Tabel 3.11.

Tabel 3.9 Hasil simulasi port tunggal dari antena mikrostrip segiempat susun empat elemen dengan beban stub, konfigurasi satu titik

No Titik

Penempatan

Posisi Frekuensi Resonansi (GHz) Return

Loss Bandwidth

(mm) fn fl fc fh (dB) % MHz

1 1 0 f1 2,2678 2,3 2,4067 12,695 6,04 138,90 4 f1 2,2855 2,3566 2,4277 11,361 6,03 142,20 8 f1 2,2955 2,4 2,4507 14,893 6,47 155,20 12 f1 1,9559 2,1 2,1619 17,719 9,81 206,00 f2 2,3025 2,4 2,4388 11,918 5,68 136,30 BW Total 15,49 342,30 16 f1 1,8374 1,9 2,0405 17,876 10,69 203,10 f2 2,1668 2,3 2,3556 14,411 8,21 188,80 f3 2,5285 2,6911 2,8537 13,031 12,08 325,20 BW Total 30,98 717,10 20 f1 1,9482 2 2,0299 12,646 4,09 81,70

f2 2,2139 2,3 2,3827 24,607 7,34 168,80 BW Total 11,42 250,50 22 f1 1,9618 2 2,0263 12,216 3,23 64,50

f2 2,2263 2,3 2,3825 21,883 6,79 156,20 BW Total 10,02 220,70 2 2 0 f1 2,2467 2,3 2,3958 16,614 6,48 149,10

4 f1 1,9791 2 2,0129 10,896 1,69 33,80 f2 2,2542 2,3 2,4073 14,974 6,66 153,10

BW Total 8,35 186,90 8 f1 2,2642 2,3 2,3872 13,33 5,35 123,00 12 f1 2,2815 2,3 2,3458 11,378 2,80 64,30 16 f1 1,9902 1,9992 2,0096 10,475 0,97 19,40 20 f1 1,9844 1,9992 2,0125 10,78 1,41 28,10 22 f1 1,9836 1,9992 2,0127 10,814 1,46 29,10 3 3 0 f1 2,2342 2,3 2,3647 21,582 5,67 130,50

f2 2,9378 2,9998 3,0752 16,357 4,58 137,40 BW Total 10,25 267,90 4 f1 2,2578 2,3 2,4071 14,304 6,49 149,30 8 f1 1,9714 2 2,0144 11,021 2,15 43,00

f2 2,2684 2,3 2,3758 12,751 4,67 107,40 BW Total 6,82 150,40

(14)

12 f1 1,8354 1,9 2,0152 14,563 9,46 179,80 f2 2,284 2,3 2,3407 11,154 2,47 56,70

BW Total 11,93 236,50 16 f1 1,995 2 2,0044 10,27 0,47 9,40 20 f1 1,9838 2 2,0142 10,91 1,52 30,40 22 f1 1,9825 2 2,0143 10,968 1,59 31,80 4 4 0 f1 2,2662 2,3 2,4085 12,881 6,19 142,30

4 f1 2,2802 2,4 2,4291 12,177 6,20 148,90 8 f1 2,2968 2,4 2,452 15,362 6,47 155,20 12 f1 1,9662 2,1 2,1623 17,72 9,34 196,10

f2 2,3343 2,4 2,4294 11,228 3,96 95,10 BW Total 13,30 291,20 16 f1 1,8351 1,9 2,0264 18,782 10,07 191,30 f2 2,1656 2,3 2,347 13,47 7,89 181,40 f3 2,5801 2,7168 2,8535 14,122 10,06 273,40 BW Total 28,02 646,10 20 f1 1,7861 1,797 1,8188 11,078 1,82 32,70

f2 1,9468 1,9992 2,0558 16,63 5,45 109,00 f3 2,9271 3,1014 3,2757 12,21 11,24 348,60 BW Total 18,51 490,30 22 f1 1,9716 1,9992 2,0179 11,325 2,32 46,30

f2 2,2252 2,3 2,3822 22,697 6,83 157,00 BW Total 9,14 203,30

Tabel 3.10 Hasil simulasi port tunggal dari antena mikrostrip segiempat susun empat elemen dengan beban stub, konfigurasi dua titik

No Titik Penempatan

Posisi Frekuensi Resonansi (GHz) Return Loss Bandwidth

(mm) fn fl fc fh (dB) % MHz

1 1 & 2 +4, +4 f1 2,3084 2,4 2,4454 14,300 5,71 137,00 +4, +22 f1 2,3702 2,4 2,4414 10,676 2,97 71,20 +22, +4 f1 1,9567 2 2,0244 12,041 3,38 67,70 f2 2,2209 2,3 2,3912 29,679 7,40 170,30 +22, +22 f1 1,9614 2 2,0288 12,384 3,37 67,40 f2 2,2311 2,3 2,3684 15,823 5,97 137,30

2 1 & 4 +4, +4 f1 2,3274 2,4 2,4335 12,473 4,42 106,10 +22, +22 f2 2,2201 2,3 2,3788 26,359 6,90 158,70

3 2 & 3 +4, +4 f1 2,2757 2,3483 2,4209 11,753 6,18 145,20 +22, +22 f1 1,9863 1,9992 2,011 10,664 1,24 24,70

4 3 & 4 +4, +4 f1 2,3089 2,4057 2,4451 13,708 5,66 136,20 +4, +22 f1 2,213 2,3 2,3906 29,252 7,72 177,60 +22, +4 f1 2,3718 2,4 2,4107 10,631 1,62 38,90 +22, +22 f1 1,9628 2 2,0281 12,312 3,26 65,30 f2 2,2309 2,3 2,3676 15,765 5,94 136,70

(15)

Tabel 3.11 Hasil simulasi port tunggal dari antena mikrostrip segiempat susun empat elemen dengan beban stub, konfigurasi empat titik

No Titik Penempatan

Posisi Frekuensi Resonansi (GHz) Return Loss Bandwidth

(mm) fn fl fc fh (dB) % MHz

1 1, 2, 3, & 4 +4, +4, +4, +4 f1 1,3532 1,4 1,4507 17,092 6,96 97,50 f2 2,3221 2,4 2,4637 18,519 5,90 141,60 +4, +22, +22, +4 f1 2,3829 2,4 2,4165 10,977 1,40 33,60 +22, +4, +4, +22 f1 2,2634 2,3 2,3452 13,008 3,56 81,80 +22, +22, +22, +22 f1 2,1979 2,3 2,3414 13,372 6,24 143,50

3.4 Pembuatan/Pabrikasi Antena Mikrostrip dan Beban Stub

Proses pembuatan rancangan antena mikrostrip dilakukan dengan menggunakan teknik etching. Proses etching yang dilakukan menggunakan peralatan yang sederhana.

Proses ini membutuhkan bubuk FeCl3, kertas, selotip, cutter, nampan plastik, dan air panas. Proses ini merupakan bentuk sederhana dari teknik sablon pada umumnya.

Tahap pertama pembuatan yaitu pencetakan hasil rancangan (hasil print-out program Visio) pada kertas, kemudian hasil print-out tersebut ditempel pada permukaan substrat yang telah dilapisi dengan selotip seluruh permukaannya (atas dan bawah).

Kemudian dilapisi lagi dengan selotip untuk area yang terdapat gambar antena. Setelah itu kerat dengan cutter, untuk area antena yang diinginkan permukaan selotipnya tetap tertinggal di permukaan substrat, sedangkan area di luar antena dikelupas.

Setelah terbentuk substrat dengan hasil cetakan tersebut, lalu direndam dalam nampan berisi larutan FeCl3, goyang-goyang nampan sehingga hasil reaksi kimia menyisakan bagian tembaga sesuai dengan rancangan yang tercetak. Semua proses di atas terangkum dalam Gambar 3.13.

Beban stub yang digunakan pada penelitian ini sedikit berbeda dengan yang digunakan pada penelitian penulis sebelumnya. Jika sebelumnya beban dibuat dari lempengan tembaga yang diamplas, pada penelitian kali ini dibuat dari substrat yang sama, namun lapisan tembaga bagian bawah/ground dihilangkan.

Proses pembuatan beban stub hampir sama dengan proses pembuatan antena.

Namun cetakannya lebih sederhana, hanya berupa persegi panjang berukuran 0,5λd x 2 mm. Tahap berikutnya juga melalui tahap etching seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

(16)

(a)

(b)

Gambar 3.13 Tahapan proses pembuatan antena dengan teknik etching sederhana, (a).

mencetak rancangan antenna pada permukaan substrat, (b). Menyiapkan larutan FeCl3 untuk proses etching

(17)

Berikut pada Gambar 3.14 adalah beban stub yang digunakan.

Gambar 3.14 Beban stub dimensi 0,5λd x 2 mm

Setelah pembuatan/pabrikasi ukuran-ukuran yang diperoleh diukur kembali.

Untuk hasil pabrikasi antena susun empat elemen tanpa beban stub, berikut dalam Tabel 3.12 terangkum data dimensi antena, yang diukur dengan penggaris dengan unit dimensi terkecil 0,5mm.

Tabel 3.12 Perbedaan dimensi yang dirancang dan hasil pabrikasi pada antena susun empat elemen

Parameter

Nilai

Perbedaan Dimensi

Rancangan Dimensi Fabrikasi

(cm) (cm) (%)

Panjang patch antena (L) 3,12 3,1 0,64%

Lebar patch antena (W) 3,12 3,1 0,64%

Panjang saluran transmisi (Lo) 1,655 1,65 0,30%

Kedalaman inset (Yo) 1,2 1,2 0,00%

Lebar celah inset (W1) 0,05 0,05 0,00%

Lebar saluran transmisi (Wo) 0,31 0,3 3,23%

Rangkaian Pencatu Panjang Lebar Panjang Lebar (%) (%)

A 0,31 0,31 0,3 0,3 3,23% 3,23%

B 1 0,53 1 0,55 0,00% 3,77%

C 1 0,85 1 0,85 0,00% 0,00%

D 0,31 12,8 0,3 12,8 3,23% 0,00%

E 0,53 0,31 0,5 0,3 5,66% 3,23%

F 1,56 0,53 1,55 0,55 0,64% 3,77%

G 1 0,85 1 0,85 0,00% 0,00%

H 0,31 6,55 0,3 6,5 3,23% 0,76%

Beban stub

Dimensi

Rancangan Dimensi Fabrikasi

(%)

(cm) (cm)

Lebar beban 0,2 0,2 0,00%

Panjang beban 3,12 3,1 0,64%

(18)

3.5 Diagram Alir Proses Perancangan dan Pembuatan Antena

Mulai

Menentukan frekuensi kerja antena

Jenis Substrat NHL4806 grade FR4

Menentukan dimensi patch antena (optimasi dengan PCAAD 5.0)

Menentukan dimensi saluran mikrostrip & inset

untuk antena mikrostrip segiempat elemen tunggal

(optimasi dengan PCAAD 5.0 &

Microwave Office)

Dimensi-dimensi yang dihasilkan sesuai dengan frekuensi kerja dan

nilai VSWR 2 ?

Ya Tidak

Menentukan dimensi saluran mikrostrip dengan transformer ?/4, untuk antena mikrostrip segiempat susun dua elemen

(optimasi dengan PCAAD 5.0 &

Microwave Office)

Dimensi-dimensi yang dihasilkan sesuai dengan frekuensi kerja dan

nilai VSWR 2 ?

Ya Tidak

Menentukan dimensi saluran mikrostrip dengan transformer ?/4, untuk antena mikrostrip segiempat

susun empat elemen (optimasi dengan PCAAD 5.0 &

Microwave Office)

Dimensi-dimensi yang dihasilkan sesuai dengan frekuensi kerja dan

nilai VSWR 2 ?

Ya Tidak

1







1

Menambah beban berupa stub/stripline, ?d/4x2mm dengan konfigurasi titik penempatan dan posisi yang berbeda-beda, tegak lurus

patch peradiasi (optimasi dengan Microwave Office)

Meningkatkan Bandwidth ?

Ya

Pabrikasi antena mikrostrip segiempat susun empat elemen & beban

stub/stripine

Melakukan pengukuran parameter port tunggal terhadap hasil pabrikasi untuk tiap konfigurasi titik penempatan

dan posisi beban

Melakukan pengukuran meliputi pola radiasi dan gain untuk antena mikrostrip segiempat susun empat elemen tanpa beban stub/stripline

Membandingkan karakteristik antena

Selesai Mengubah konfigurasi

titik dan posisi beban stub/stripline

Tidak

Gambar 3.15 Diagram alir proses perancangan dan pembuatan antena

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya informasi dalam prospektus tersebut diharapkan akan dapat mempengaruhi keputusan investor dalam menanamkan modalnya pada perusahaan yang akan go

Dari 35 (tiga puluh lima) pendaftar,2 (dua) peserta lelang yang memasukkan dokumen penawaran yakni CV Tetra prima dan Meddina. Karya Utama serta telah dibuka

Jumlah penduduk Yang menderita stroke di kabupaten sleman Angka penderita stroke yang ada di Yogyakarta, di kabupaten sleman khususnya memiliki angka tertinggi begitu juga

Dari Gambar V.7 dapat dilihat bahwa rata-rata jumlah jawaban benar kemampuan kognitif berhitung paling tinggi pada perlakuan jenis aromaterapi peppermint dan jenis

36 Rabu 15-Apr-15 14.00 AULA STERDAM III JL.ACEH Undangan rapat koordinasi dalam rangka akrya bakti kesiapan KAA 37 Rabu 15-Apr-15 15.00 Kantor Kecamatan Bandung Wetan

Di bagian atas dari tiap tab terdapat check box yang memungkinkan pengguna mengikutsertakan (dengan membubuhkan tanda ‘ P ’) atau tidak mengikutsertakan (dengan menghilangkan tanda

Ada beberapa tahapan dalam perancangan antena ini, diantaranya adalah penentuan spesifikasi substrat yang akan digunakan, penentuan dimensi substrat, penentuan jarak

4.4.5 Pengukuran Port Tunggal Antena Mikrostrip Segiempat Susun Empat Elemen dengan Beban Saluran Mikrostrip dengan Penempatan pada Titik 1 dan 2 Hasil pengukuran port tunggal