• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA"

Copied!
228
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

KABUPATEN BANYUWANGI

TAHUN 2018

(3)
(4)
(5)

DAFTAR ISI

Halaman

BAB I

PENDAHULUAN

1

1.1

Latar Belakang Penyusunan Prioritas Anggaran Sementara

(PPAS) APBD TahunAnggaran 2018

1

1.2.

Tujuan Penyusunan Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) APBD

Tahun Anggaran 2018

4

1.3.

Dasar Hukum

4

BAB II

RENCANA PENDAPATAN DAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN

DAERAH

8

BAB III

PRIORITAS BELANJA DAERAH

13

BAB IV

PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN URUSAN

PEMERINTAHAN DAN PROGRAM / KEGIATAN

26

4.1.

Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Urusan

26

4.2.

Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Program / Kegiatan

31

BAB V

RENCANA PEMBIAYAAN DAERAH

215

(6)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara

(PPAS) APBD Tahun Anggaran 2018

Tahun 2018 adalah tahun ketiga dari periode kedua Pemerintahan

Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko untuk

mewujudkan cita-cita peningkatan kesejahteraan rakyat Banyuwangi,

sebagaimana komitmen yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Banyuwangi

2016-2021. Untuk itu pada tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

akan bergerak lebih maju lagi, fokus pada kebijakan pemerataan ekonomi yang

berkeadilan.

Melalui Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018 ini,

dirancang program dan kegiatan dengan batas maksimal anggaran sebagai

acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) sebagai dasar

penyusunan APBD. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)

Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018 merupakan tindak lanjut dari Rencana

Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018 dan

Kebijakan Umum APBD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018, disusun dalam

rangka sinkronisasi program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah

daerah beserta target kinerjanya dengan program kegiatan yang telah

ditetapkan dalam dokumen perencanaan Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan

Pemerintah Pusat.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah

dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang

Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun

2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, maka seluruh rencana

pembangunan yang akan dianggarkan dalam APBD dan telah disepakati

dalam Kebijakan Umum Angggaran antara Dewan Perwakilan Rakyat

Daerah dengan Pemerintah Daerah terlebih dahulu dibuat kesepakatan lagi

(7)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

2

antara Pemerintah Daerah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

dalam bentuk Nota Kesepakatan tentang Prioritas Plafon Anggaran Sementara,

Rancangan PPAS disusun dengan tahapan :

- Menentukan prioritas program/kegiatan untuk masing-masing urusan.

- Menentukan target kinerja yang akan dicapai pada tahun 2018,

- Menyusun

plafon

anggaran

sementara

untuk

masing-masing

program/kegiatan.

Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2018 mengacu pada Rencana

Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018 yang

disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021, Rencana Pembangunan

Jangka Panjang Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2005-2025, Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 dan Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun

2014-2019.

Adapun dalam menentukan target kinerja yang akan dicapai,

didasarkan hasil evaluasi menyeluruh capaian kinerja hingga tahun 2017 dalam

rangka mengetahui perkembangan hasil dan kesesuaian arah antara

pencapaian visi, misi, dan sasaran prioritas pembangunan daerah yang telah

dicapai, guna memproyeksi berbagai asumsi kondisi perekonomian dan

pembangunan pada tahun 2018.

Secara umum indikator kesejahteraan mengalami perbaikan, terutama

ditunjukkan oleh penurunan tingkat kemiskinan dan gini ratio, serta

pengurangan tingkat pengangguran. Indeks Pembangunan Manusia yang

menunjukkan peningkatan dari 68,08 tahun 2015 menjadi 69 tahun 2016.

Indeks Pendidikan meningkat dari 56,82 tahun 2015 menjadi 57,96 tahun 2016.

Indeks Kesehatan meningkat dari 76,97 tahun 2015 menjadi 77,09 tahun 2016.

Indeks Daya Beli meningkat dari 37,88 tahun 2015 menjadi 39,76 tahun 2016.

Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk

masing-masing urusan baik menurut SKPD maupun menurut prioritas program yang

akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat

diperlukan kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

(8)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

3

dengan DPRD Kabupaten Banyuwangi, untuk kemudian menjadi dasar dalam

penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Sedangkan dalam menyusun plafon anggaran sementara untuk

masing-masing program/kegiatan, dilakukan secara sistimatis dengan

mempertimbangkan alokasi sumberdaya manusia yang dimiliki, sarana

prasarana, dan sumber daya lainnya. Pemerintah daerah dalam melaksanakan

proses rencana anggaran mengacu sistem Anggaran Berbasis Kinerja (ABK).

Penganggaran berbasis kinerja merupakan metode penganggaran yang

mengkaitkan antara capaian kinerja yang akan dicapai dengan penyediaan

dana melalui program dan kegiatan dengan keluaran dan hasil yang

diharapkan termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dari keluaran secara

terukur.

Dengan ketersediaan anggaran yang terbatas, selanjutnya guna

mendapatkan program kegiatan dalam prioritas dan plafon anggaran

sementara tahun anggaran 2018 sebagaimana yang diharapkan maka

dilaksanakan tahapan sebagai berikut :

a. Menentukan urusan wajib dan urusan pilihan yang menunjang program

prioritas Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018 ;

b. Menentukan program kegiatan yang mendukung pencapaian target kinerja

tahun 2018;

c. Menentukan program kegiatan yang menunjang pencapaian program

prioritas Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018 yang telah disinkronisasi

dengan program kegiatan Provinsi Jawa Timur dan Pusat;

d. Menyusun plafon anggaran sementara untuk masing-masing program

kegiatan berdasarkan capaian kinerja yang diraih serta sesuai dengan

kemampuan keuangan daerah.

e. Mengindentifikasi program kegiatan yang memiliki utilitas yang tinggi dan

memiliki multiplayer effect yang terkait dengan pencapaian prioritas

pembangunan.

f. Mengindentifikasi program kegiatan dalam rangka penyediaan fasilitas

umum dan fasilitas sosial serta fasilitas yang mampu mendorong

percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi.

(9)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

4

g. Mengidentifikasi program kegiatan yang bersifat specific grant sehingga

tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Dengan tahapan sebagaimana diatas diharapkan penentuan prioritas

dan plafon anggaran sementara APBD Kabupaten Banyuwangi Tahun

Anggaran 2018 dapat memenuhi beberapa kriteria dalam pengelolaan

keuangan daerah seperti azas keadilan, kepatutan dan manfaat yang optimal

untuk masyarakat. Dengan penetapan program kegiatan dalam PPAS

Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018 maka Prioritas Pembangunan Kabupaten

Banyuwangi yang dijabarkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah diharapkan

dapat lebih fokus, terlaksana dan mencapai target yang diinginkan.

1.2. Tujuan Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)

APBD Tahun Anggaran 2018

Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Kabupaten Banyuwangi

Tahun Anggaran 2018 disusun dengan tujuan :

1. Sinkronisasi dan Keterpaduan Program Kegiatan Kabupaten Banyuwangi

dengan Pemerintah propinsi dan Pemerintah Pusat yang didasarkan atas

Prioritas Pembangunan yang telah ditetapkan.

2. Sebagai penjabaran dari Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan

Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018.

3. Sebagai dasar acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan pagu maksimal pada setiap

rancangan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2018 yang telah

disepakati.

1.3 Dasar Hukum

1. Undang-Undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

3. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan

dan Tanggungjawab Keuangan Daerah.

4. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional

(10)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

5

5. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan

Jangka Panjang Nasional 2005-2025

7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang

8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-Undangan

9. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan dan

Pertanggungjawaban Keuangan Daerah

11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman

Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

12. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman

Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

13. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional.

14. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi

Perangkat Daerah

15. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008, tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanakan Rencana

Pembangunan Daerah

17. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata

Ruang Wilayah Nasional

18. Peraturan Presiden Nomor 02 Tahun 2015 Tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019;

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Tata Cara

Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 Tentang

Perubahaan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun

2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

(11)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

6

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2007 tentang Tata Cara

Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan

Belanja Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang

Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2011 tentang

Penyelenggaraan Tugas dan Wewenang Gubernur Sebagai Wakil

Pemerintah di Wilayah Provinsi ;

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2016 tentang Pedoman

Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran

2016 ;

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara

Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata

Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

25. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No. 5 Tahun 2012 tentang Tata

Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur 2011-2031

26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2014 Tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur

Tahun 2014-2019

27. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur

Tahun 2005-2025.

28. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 15 Tahun 2011

Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten

Banyuwangi Tahun 2005-2025.

29. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2012 Tentang

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2032

30. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2016 tentang

(12)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

7

31. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 7 Tahun 2016 tentang

Rencana

Pembangunan

Jangka

Menengah

Daerah

Kabupaten

Banyuwangi Tahun 2016-2021;

32. Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 27 Tahun 2017 tentang Rencana

Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018

(13)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

8

BAB II

RENCANA PENDAPATAN DAN PENERIMAAN

PEMBIAYAAN DAERAH

Dalam APBD 2018, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan

komitmennya untuk menjaga keberlanjutan reformasi struktural atas kebijakan APBD

melalui tiga pilar utama yaitu 1) Optimalisasi pendapatan daerah, 2) Pengelolaan

belanja negara secara produktif dan berkualitas, dan 3) Pengelolaan pembiayaan

dengan prinsip kehati-hatian (prudent). Optimalisasi pendapatan daerah dilakukan

dengan tetap memperhatikan efektifitas pelaksanaannya serta mendapat dukungan

dari masyarakat. Upaya tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi

perkembangan perekonomian, potensi yang belum tergali, pelayanan sesuai dengan

ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penggalian potensi pendapatan

daerah harus mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder terkait dan dalam

bingkai dalam sistem dan tata kelola yang baik.

Rasionalisasi target pajak dan retribusi daerah yang dipandang dapat

menggairahkan dunia usaha maupun masyarakat luas khususnya dalam menunjang

produk unggulan daerah yang berorientasi pasar, baik domestik maupun ekspor

terus diupayakan dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pendapatan Daerah yang terdiri dari 3 komponen yaitu Pendapatan Asli

Daerah, Penerimaan Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang

Sah merupakan sumber-sumber pendapatan yang dialokasikan untuk pendanaan

program kegiatan dalam bentuk belanja tidak langsung dan belanja langsung.

Peningkatan pendapatan daerah diharapkan dapat memperbesar ruang fiskal

daerah sehingga dana daerah dalam satu tahun anggaran yang bisa digunakan

secara bebas sesuai dengan kebutuhan daerah akan semakin besar, Dengan

demikian pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terkait dengan program

prioritas akan semakin nyata. Hal ini karena sebagian besar pendapatan daerah

dari dana transfer harus dipergunakan untuk belanja wajib (mandatory budget)

seperti Belanja Pegawai atau Gaji PNS dan juga terdapat pendapatan yang bersifat

(14)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

9

peningkatan Pendapatan Asli Daerah menjadi tumpuan utama dalam memperbesar

Ruang Fiskal daerah.

Penerimaan Pembiayaan merupakan semua penerimaan yang perlu dibayar

kembali baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun

anggaran berikutnya. Komposisi penerimaan pembiayaan berasal dari Sisa Lebih

Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA), dan Penerimaan Kembali Pinjaman Daerah.

Penerimaan pembiayaan daerah sebagian besar berasal dari SILPA yang

merupakan hasil efesiensi atas pelaksanaan kegiatan seperti sisa mati yang berasal

dari Hasil lelang dan Negosiasi, dan juga pelampauan target pendapatan seperti

Pajak dan Retribusi Daerah serta bagi laba atas penyertaan modal daerah pada

pihak ketiga.

Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran 2018

diproyeksikan akan mencapai Rp. 2.971.164.012.819,91 Bila dibandingkan dengan

target pendapatan daerah Tahun 2017 sebesar Rp. 2.692.920.422.299,60 terdapat

kenaikan sebesar (10,33) persen atau sebesar Rp. 278.243.590.520,31 . Adapun

target pendapatan daerah tahun 2018 terdiri dari :

a. Pendapatan Asli Daerah diproyeksikan akan mencapai Rp. 527.381.378.134,91

mengalami peningkatan 35,71 persen atau sebesar Rp. 138.763.916.487,31

dibandingkan dengan target pada APBD tahun Anggaran 2017 yaitu sebesar

Rp. 388.617.461.647,60 yang terdiri dari :

• Pajak Daerah diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp. 205.679.911.409,76

mengalami peningkatan 38,01 persen atau sebesar Rp. 56.652.498.506,76

dibandingkan dengan target pada APBD tahun Anggaran 2017 yaitu sebesar

Rp. 149.027.412.903,00

• Retribusi

Daerah

diproyeksikan

akan

mencapai

sebesar

Rp. 61.855.457.747,54 mengalami kenaikan 70,46 persen atau sebesar Rp.

25.568.844.990,14 dibandingkan dengan target pada APBD tahun Anggaran

2017 yaitu sebesar Rp. 36.286.612.757,40.

• Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan diproyeksikan akan

mencapai sebesar Rp. 21.965.034.996,47 mengalami kenaikan 20,62 persen

atau sebesar Rp. 3.755.532.559,27 dibandingkan dengan target pada APBD

tahun Anggaran 2017 yaitu sebesar Rp. 18.209.502.437,20.

(15)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

10

• Lain-lain PAD yang Sah diproyeksikan akan mencapai sebesar

Rp. 237.880.973.981,14 meningkat sebesar 28,52 persen atau sebesar

Rp. 52.787.040.431,14 dibandingkan dengan target pada APBD tahun

Anggaran 2017 yaitu sebesar Rp. 185.093.933.055,00.

b. Dana Perimbangan, dana transfer dari pemerintah pusat yang diterima

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada Tahun Anggaran 2018 diproyeksikan

sebesar Rp. 1.918.404.570.033,00 naik dibandingkan dari penerimaan pada

tahun anggaran 2017 yaitu sebesar Rp. 73.068.534.033,00 atau naik sebesar

3,98

persen

dari

APBD

Tahun

Anggaran

2017

sebesar

Rp. 1.845.336.036.000,00 Dana perimbangan sebagaimana tersebut diatas

terdiri dari :

• Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak / Sumber Daya Alam sebesar Rp.

100.026.880.033,00 tidak mengalami perubahan dari tahun 2017.

• Dana Alokasi Umum Tahun 2018 mengalami proyeksi penurunan dari tahun

2017 yang diproyeksikan sebesar Rp. 1.375.784.247.000,00 atau sesuai

alokasi pada APBD Perubahan 2017, menurun dibandingkan dari penerimaan

DAU pada tahun anggaran 2017 yaitu sebesar Rp. 1.400.384.500.000,00

atau turun sebesar 1,76 persen dari semula.

• Dana

Alokasi

Khusus

mengalami

kenaikan

sebesar

Rp. 442.593.443.000,00 atau sebesar 23,30 persen dari APBD Tahun

Anggaran 2017 sebesar Rp. 358.964.222.000,00.

c. Lain-lain Pendapatan Yang Sah tahun 2018 diproyeksikan sebesar

Rp. 525.378.064.652,00 mengalami kenaikan sebesar 14,47 persen dari APBD

Tahun Anggaran 2017 Rp. 458.966.924.652,00.

Proyeksi penerimaan yang berasal dari Lain-lain Pendapatan yang Sah pada

tahun 2018 berasal dari :

• Pendapatan

hibah

pada

tahun

2018

diproyeksikan

sebesar

Rp. 128.751.117.989,00 sama dengan tahun sebelumnya.

• Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintahan daerah lainnya pada tahun

2018 diproyeksikan sama dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar

Rp. 150.532.440.663,00.

(16)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

11

• Dana

Penyesuaian

dan

Otonomi

Khusus

diproyeksikan

sebesar

Rp. 246.094.506.000,00 pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 36,96

persen dari APBD Tahun Anggaran 2017 Rp. 179.683.366.000,00.

Penetapan Pendapatan Asli Daerah dilaksanakan dengan menggunakan

ketentuan Peraturan Daerah yang baru sebagaimana diamanatkan dalam

Undang-undang Nomor 28 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta

kondisi obyektif di lapangan dengan berbagai upaya intensifikasi dan ekstensifikasi

yang dilakukan oleh dinas penghasil.

Adapun Proyeksi Penerimaan daerah yang berasal dari pos penerimaan

pembiayaan daerah berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran

Sebelumnya (SILPA) dan Penerimaan setoran penyertaan modal / pinjaman. Total

Penerimaan

pembiayaan

daerah

tahun

anggaran

2018

sebesar

Rp.

29.000.000.000,00 yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu

(SILPA) sebesar Rp. 29.000.000.000,00 dan penerimaan kembali pemberian

pinjaman sebesar Rp.0,00 serta untuk penerimaan kembali pemberian piutang

daerah sebesar Rp.0,00. Proyeksi SILPA sebagaimana diatas merupakan perkiraan

yang terukur dimana dengan asumsi bahwa terdapat efisiensi dalam penggunaan

penyerapan anggaran oleh SKPD dan adanya pelampauan target Pendapatan

Daerah yang telah ditetapkan dalam Peraturan daerah.

Hal ini berarti terdapat pemanfaatan anggaran yang optimal oleh SKPD,

selain itu juga diharapkan besarnya proyeksi angka SILPA didominasi oleh

kemampuan pelampauan target pendapatan bukan oleh tidak optimalnya

pelaksanaan program kegiatan sehingga mengakibatnya tidak dilaksanakan

penyerapan anggaran yang tersedia. Kondisi pelampauan target yang maksimal

dan pelaksanaan program kegiatan yang optimal merupakan harapan dalam

penyediaan SILPA sehingga pemanfaatan APBD untuk belanja dapat maksimal.

Proyeksi pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan daerah

sebagaimana terdapat dalam Tabel 2.1.

(17)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

12

Tabel 2.1.

Target Pendapatan Daerah dan Penerimaan Pembiayaan Daerah

Tahun Anggaran 2018

No

Uraian

Target Tahun

Anggaran 2018

Dasar Hukum

I

PENDAPATAN DAERAH

1

Pendapatan Asli Daerah

527.381.378.134,91

1.1

Pajak Daerah

205.679.9114.09,76

1.2

Retribusi Daerah

61.855.457.747,54

1.3

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

21.965.034.996,47

1.4

Lain-lain PAD yang Sah

237.880.973.981,14

2

Dana Perimbangan

1.918.404.570.033,00

2.1

Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak / SDA

100,026,880,033.00

2.2

Dana Alokasi Umum

1,375,784,247,000.00

2.3

Dana Alokasi Khusus

442.593.443.000,00

3

Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah

525.3780.646.520 ,00

3.1

Pendapatan Hibah

128,751,117,989.00

3.2

Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemda Lainnya

150,532,440,663.00

3.3

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

246.094.506.000,00

3.4

Bantuan Keuangan dari Propinsi dan Pemda Lainnya

-

JUMLAH PENDAPATAN DAERAH

2.971.164.012.819,91

II

PEMBIAYAAN DAERAH

1

Penerimaan Pembiayaan Daerah

29.000.000.000,00

1.1

Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Sebelumnya

(SILPA)

29.000.000.000,00

1.2

Penerimaan Setoran Penyertaan Modal / Pinjaman

-

1.3

Penerimaan kembali Piutang Daerah

-

JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH

29.000.000.000,00

JUMLAH DANA TERSEDIA ( I + II )

3.000.164.012.819,91

(18)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

13

BAB III

PRIORITAS BELANJA DAERAH

Prioritas Belanja Daerah Kabupaten Banyuwangi pada Tahun Anggaran

2018 difokuskan pada pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Prioritas program

dan kegiatan pada belanja daerah pada APBD 2018 diharapkan berfungsi sebagai

stimulasi dan fasilitasi bagi warga masyarakat untuk dapat berperan aktif terlibat

mengambil tanggung jawab dalam kerja bersama membangun Banyuwangi serta

mendapatkan manfaat dari pembangunan daerah. Selain itu Prioritas Belanja

Daerah ditetapkan dengan mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan

pembangunan pada tahun-tahun sebelumnya dan isu-isu strategis yang

berkembang di tingkat Propinsi Jawa Timur dan Nasional. Prioritas belanja

daerah sebagaimana dimaksud dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah

(RKPD) Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran 2018 dalam implementasikan

dibutuhkan keterpaduan dan sinkronisasi dengan program kegiatan terutama yang

menjadi persoalan bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Jawa Timur

dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Prioritas Belanja Daerah pada Tahun 2018 mengacu pada prioritas

pembangunan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja

Pembangunan Daerah yang telah disinkronisasi dengan isu-isu strategis tingkat

nasional dan provinsi Jawa Timur yang diarahkan untuk meningkatkan

kesejahteraan rakyat, yang ditunjukkan oleh membaiknya berbagai indikator

pembangunan sumber daya manusia, antara lain meningkatnya pendapatan per

kapita; menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran sejalan dengan

pertumbuhan ekonomi yang berkualitas disertai dengan berkembangnya lembaga

jaminan sosial; meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat yang didukung

dengan pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang mantap; meningkatnya

derajat kesehatan dan status gizi masyarakat; meningkatnya kesetaraan gender;

meningkatnya tumbuh kembang optimal, dan perlindungan anak; menurunnya

kesenjangan kesejahteraan antarindividu, antarkelompok masyarakat, dan

antarkelompok masyarakat.

(19)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

14

Dengan memperhatikan identifikasi sebagaimana diatas, prioritas

pembangunan daerah Kabupaten Banyuwangi tertuang dalam Sembilan Tujuan

Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, sebagai berikut :

1. Peningkatan Layanan Bidang Pendidikan Yang Berkualitas, Merata Dan

Terjangkau Bagi Seluruh Masyarakat

2. Peningkatan Layanan Bidang Kesehatan Yang Berkualitas, Merata Dan

Terjangkau Bagi Seluruh Masyarakat

3. Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Lainnya

4. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas Dan Inklusif

5. Meningkatkan Infrastruktur Ekonomi Yang Berkualitas

6. Meningkatkan Infrastruktur Sosial Yang Berkualitas

7. Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup Dalam Menjamin Pembangunan

Berkelanjutan

8. Meningkatkan Sumber Daya Daerah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Dan

Pengarustamaan Gender Serta Perlindungan Anak

9. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih Serta Layanan

Publik Yang Berkualitas Berbasis Teknologi Informasi

3.1. Kebijakan Belanja Berdasarkan Urusan Pemerintahan Daerah.

Kebijakan belanja daerah berdasarkan urusan pemerintah daerah

sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014

tentang Pemerintahan Daerah diprioritaskan untuk melindungi dan

meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi

kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan

dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak

serta mengembangkan sistem jaminan sosial.

Program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi

Tahun 2018 terdiri dari program dan kegiatan pada setiap Satuan Kerja

Perangkat Daerah yang dikelompokkan pada masing-masing urusan, yang

meliputi program dan kegiatan dalam kerangka regulasi dan kegiatan

dalam rencana kerja anggaran. Rencana kerja regulasi adalah kegiatan

pemerintah yang bersifat pengaturan, memfasilitasi dan mendorong agar

kegiatan masyarakat senantiasa dapat tumbuh berkembang serta

(20)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

15

berpartisipasi dalam pembangunan. Adapun rencana kerja anggaran

adalah kegiatan pemerintah dalam rangka penyedian barang dan jasa

sesuai dengan kewajiban pemerintah yang tidak dapat dihasilkan oleh

masyarakat sendiri.

Belanja daerah disusun berdasarkan prestasi kerja yaitu anggaran

disusun berdasarkan atas target kinerja yang ditetapkan sehingga setiap

perangkat daerah bertanggungjawab meningkatkan daya kreatifitas dan

inovasi

pemerintah

daerah

untuk

memberikan

pelayanan

dan

pemberdayaan masyarakat dengan target terukur.

Di samping itu, Penyusunan belanja daerah diprioritaskan untuk

menunjang efektivitas pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan

Perangkat daerah dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan

daerah yang menjadi tanggung jawabnya. Pelaksanaan program kegiatan

oleh masing-masing Perangkat Daerah harus mempunyai tolok ukur yang

jelas serta specific, Measurable, Acceptable, Reliable, Time (SMART).

Dengan anggaran yang terbatas maka pencapaian target indikator

kinerja menuntut kreatifitas masing-masing Perangkat Daerah dan

diperlukan koordinasi yang efektif intern dan antar Perangkat Daerah serta

dengan seluruh stake holder terkait sehingga pencapain target indikator

dimaksud dalam implementasinya berjalan secara efektif dan efesien.

Guna Sinkronisasi pelaksanaan program yang mana indikator dan

target capaiannya telah ditetapkan maka diperlukan kearifan bersama

dalam mencermati masing-masing program kegiatan sehingga terdapat

simpul kegiatan yang saling menunjang dan melengkapi baik internal

maupun eksternal Perangkat Daerah secara simultan sehingga target

indikator yang telah ditetapkan dapat tercapai atau jika memungkinkan

mampu melampaui dari target yang telah ditetapkan sebagaimana berikut

ini :

(21)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

16

Tabel 3.1. Target Kinerja Program Prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

1

Peningkatan Layanan Bidang Pendidikan

Yang Berkualitas, Merata Dan Terjangkau

Bagi Seluruh Masyarakat

1.1 Meningkatnya Akses Pelayanan Bidang

Pendidikan

1

APK PAUD Formal

%

81,93

Dinas Pendidikan

2

Harapan Lama Sekolah

Tahun

12,32

Dinas Pendidikan

3

Angka Melanjutkan Perguruan

Tinggi

%

23

Dinas Pendidikan

4

Rata-rata Lama Sekolah

Tahun

7,2

Dinas Pendidikan

5

Persentase pengunjung

perpustakaan

%

89

Dinas Perpustakaan dan

Arsip

1.2 Meningkatnya Kualitas Layanan Pendidikan

1

Presentase PAUD Formal

Berakreditasi A

%

84,01

Dinas Pendidikan

2

Presentase Pendidikan Dasar

Berakreditasi A

%

62,5

Dinas Pendidikan

3

Lembaga Kursus dan Pelatihan

Berakreditasi (%)

%

18,32

Dinas Pendidikan

2

Peningkatan Layanan Bidang Kesehatan

Yang Berkualitas, Merata Dan Terjangkau

Bagi Seluruh Masyarakat

2.1 Meningkatnya Akses Pelayanan Bidang

Kesehatan

1

Cakupan Pelayanan Kesehatan

Masyarakat

%

80

Dinas Kesehatan

2

Indeks Kesehatan Keluarga

Banyuwangi

skala

0,691

Dinas Kesehatan

3

Cakupan KB Aktif

%

69

Dinas Kesehatan

4

Persentase remaja bermasalah

dengan seks bebas, Napza,

termasuk HIV/AIDS

(22)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

17

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

5

Angka laju pertumbuhan

penduduk

%

0,35

Dinas Kesehatan

6

Persentase peran serta

masyarakat dalam pelayanan

KB/KR mandiri

%

70

Dinas Kesehatan

2.2 Meningkatnya Kualitas Kesehatan

1

Angka Kematian Ibu per 100.000

Kelahiran hidup

per 100.000

Kelahiran

hidup

98

Dinas Kesehatan

2

Persentase Fasilitas Kesehatan

Terakreditasi

%

60

Dinas Kesehatan

3

Angka Kematian Bayi

per 1000

Kelahiran

Hidup

8,26

Dinas Kesehatan

4

Tingkat Kesehatan Rumah Sakit

skala

74

Dinas Kesehatan

3

Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Lainnya

3.1 Tercukupinya Ketersediaan Pangan

1

Persentase penurunan penduduk

rawan pangan

%

0,3

Dinas Perikanan dan

Pangan

2

Koefisien variasi harga pangan

ditingkat konsumen/produsen

%

5

Dinas Perikanan dan

Pangan

3

Persentase keamanan pangan

%

80

Dinas Perikanan dan

Pangan

3.2 Meningkatnya Perlindungan Sosial dan

Masyarakat

1

Persentase Angka Penyandang

Masalah Kesejahteraan Sosial

(PMKS)

%

12,8

Dinas Sosial

3.3 Meningkatnya Kesadaran dan Pemahaman

Masyarakat akan Keragaman Budaya

1

Indeks Gotong Royong

Indeks

0,59

Bakesbangpol

3.4 Meningkatnya Ketenteraman, Ketertiban Umum

dan Perlindungan Masyarakat

1

Persentase pelanggaran Perda

%

5

Satuan Pol PP

2

Indeks Rasa Aman

Indeks

0,51

Satuan Pol PP

3

Persentase resiko bencana pd

KRB

(23)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

18

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

4

Persentase desa tangguh

bencana di KRB

Desa

2

BPBD

5

Persentase korban bencana

tertangani

%

75

BPBD

6

Persentase pemenuhan

kebutuhan dasar

%

65

BPBD

7

Persentase pemulihan kerusakan

bencana yang tertangani

%

45

BPBD

8

Persentase angka konflik SARA di

masyarakat

%

0

Bakesbangpol

9

Persentase angka partisipasi

masyarakat dalammenggunakan

hak-hak politik untuk

pembangunan daerah

%

65

Bakesbangpol

4

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Yang

Berkualitas Dan Inklusif

4.1

Menurunnya Kesenjangan Antar Wilayah

1

Gini rasio pendapatan IKM antar

wilayah

rasio

0,37

Dinas Perindustrian dan

Perdagangan

2

Gini rasio pendapatan UMKM

antar wilayah kecamatan

rasio

0,22

Dinas Koperasi dan Usaha

Mikro

4.2 Menurunnya Tingkat Pengangguran

1

Tingkat Pengangguran Terbuka

persen

1,71

Dinas Tenaga Kerja dan

Transmigrasi

2

Jumlah pemuda terampil

Orang

400

Dinas Pemuda dan OR

3

Jumlah partisipasi pemuda dalam

bidang kepeloporan,duta anti

narkoba dan penggiyat

pembangunan perdesaan

orang

310

Dinas Pemuda dan OR

4.3

Meningkatnya Investasi PMA dan PMDN

1

Realisasi Investasi PMA dan

PMDN

Trilyun

1,85

Dinas PM dan PTSP

2

Indeks Kepuasan Masyarakat

(IKM)

(24)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

19

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

4.4 Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi

Sektor Unggulan

1

Persentase pertumbuhan sektor

industri pengolahan dalam PDRB

%

7,06

Dinas Perindustrian dan

Perdagangan

2

Persentase pertumbuhan sektor

perdagangan dalam PDRB

%

7,84

Dinas Perindustrian dan

Perdagangan

3

Persentase tertib niaga

%

90

Dinas Perindustrian dan

Perdagangan

4

Persentase koperasi berkualitas

%

9,84

Dinas Koperasi dan Usaha

Mikro

5

Persentase UKM terhadap UMKM

%

12

Dinas Koperasi dan Usaha

Mikro

6

Persentase Pertumbuhan Sektor

Pertanian dalam PDRB

%

3,41

Dinas Pertanian

7

Persentase pertumbuhan sub

sektor perikanan unggulan dalam

PDRB

%

3,33

Dinas Perikanan dan

Pangan

8

Persentase peningkatan volume

produksi perikanan

%

3

Dinas Perikanan dan

Pangan

9

Persentase peningkatan nilai

produksi perikanan

%

10

Dinas Perikanan dan

Pangan

10

Persentase peningkatan jumlah

kelompok perikanan yang naik

kelas

%

7

Dinas Perikanan dan

Pangan

4.5 Meningkatnya Pemanfaatan Potensi Pariwisata

dan Kebudayaan Bagi Masyarakat

1

Persentase Jumlah Kunjungan

Wisatawan

%

30

Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata

2

Lenght Of Stay

hari

4

Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata

3

Budaya lokal yang dikembangkan

jadi daya tarik wisata

kegiatan

24

Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata

5

Meningkatkan Infrastruktur Ekonomi Yang

Berkualitas

(25)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

20

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

5.1 Meningkatnya Infrastruktur Ekonomi yang

Berkualitas

1

Persentase panjang jalan kondisi

baik dengan kecepatan > 20 KM

%

98,43

DPU CKTR

2

Peningkatan Jumlah jembatan

yang berfungsi baik

Unit

20

DPU CKTR

3

Persentase jalan yang memiliki

saluran drainase/gorong-gorong

yang berfungsi baik

%

0,51

DPU CKTR

4

Peningkatan Jumlah bangunan

pelayanan publik berfungsi baik

Unit

75

DPU CKTR

5

Peningkatan jumlah bangunan ber

IMB

Unit

1.000,00

DPU CKTR

6

Persentase ketersediaan air pada

musim hujan dan musim kemarau

(degradasi DAS)

%

81

DPU Pengairan

7

Jumlah Tampungan Air

Terbangun

Tampungan

50,00

DPU Pengairan

8

Meningkatan lembaga masyarakat

dalam pemanfaatan sumberdaya

air

%

55,00

DPU Pengairan

9

Proporsi jaringan irigasi dalam

kondisi baik dan teknis

%

91

DPU Pengairan

10

Penertiban, pemanfaatan tanah

stren pengairan/ sempadan

sungai/ penyelamatan aset negara

%

50,00

DPU Pengairan

11

Peningkatan partisipasi

masyarakat dalam pengelolaan air

%

65,00

DPU Pengairan

12

Pembentukan/ peningkatan

lembaga pengelola irigasi

%

55,00

DPU Pengairan

13

Persentase Ketersediaan Sarana

dan Prasarana Perhubungan

(26)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

21

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

14

Menurunnya indeks angka

kecelakaan lalu lintas

%

37,61

Dinas Perhubungan

15

Persentase panjang jalan terlayani

LPJU

%

37

Dinas Perhubungan

6

Meningkatkan Infrastruktur Sosial Yang

Berkualitas

6.1 Meningkatkan Infrastruktur Sosial yang

Berkualitas

1

Persentase Kecukupan Luasan

RTH Publik

%

0,425

DPU CKTR

1

Peningkatan Jumlah masyarakat

miskin yang terlayani MCK

KK

500

Dinas Perumahan dan

Permukiman

7

Meningkatkan Sumber Daya Daerah

Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Dan

Pengarustamaan Gender Serta Perlindungan

Anak

7.1 Meningkatnya Kapasitas Pemberdayaan

Kelompok Masyarakat

1

Indeks Desa Membangun

skala

0,72

Dinas PMPD

2

Jumlah Atlit berprestasi tingkat

Kabupaten , Provinsi dan Nasional

orang

400

Dinas Pemuda dan OR

3

Jumlah partisipasi Masyarakat

dalam Event Olahraga rekreasi

orang

10.500,00 Dinas Pemuda dan OR

4

Persentase ketersediaan sarana

prasarana fasilitas umum dan

infrastruktur

%

50

Dinas Pemuda dan OR

7.2 Terwujudnya Pemberdayaan Responsif Gender

1

Persentase organisasi perempuan

yang berdaya

%

68

Dinas PP dan KB

2

Persentase kelompok usaha

perempuan yang mandiri

%

25

Dinas PP dan KB

7.3 Meningkatnya Perlindungan Terhadap

Perempuan dan Anak

1

Persentase penanganan kasus

kekerasan perempuan dan anak

serta traficking

%

75

Dinas PP dan KB

8

Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup

Dalam Menjamin Pembangunan

Berkelanjutan

(27)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

22

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

8.1 Meningkatnya Kualitas Lingkungan

1

Indeks kualitas lingkungan hidup

skala

67,16

Dinas Lingkungan Hidup

9

Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan

Yang Baik Dan Bersih Serta Layanan Publik

Yang Berkualitas Berbasis Teknologi

Informasi

9.1 Meningkatnya Akuntabilitas Instansi Pemerintah

dan Kualitas Layanan Publik

1

Persentase raperda yang

disahkan menjadi perda tepat

waktu

%

62

Sekretariat DPRD

2

Skor APIP

Skor

70

Sekretariat Daerah

3

Persentase Implementasi

Regulasi Pemerintahan

Kecamatan/Kelurahan/Desa

%

86

Sekretariat Daerah

4

Indeks Kepuasan Masyarakat

indeks

79

Sekretariat Daerah

5

Persentase Proses Pengadaan

Barang dan Jasa Yang Efisien

%

85

Sekretariat Daerah

6

Persentase akurasi updating data

kepegawaian

%

80

BKD

7

Persentase kompetensi PNS di

Kabupaten Banyuwangi

%

50

BKD

8

Persentase penempatan PNS

sesuai dengan analisis jabatan

%

70

BKD

9

Persentase ketepatan waktu

kenaikan pangkat PNS

%

70

BKD

10

Persentase kualitas pelaksanaan

pembinaan karier PNS

%

77,5

BKD

11

Persentase peningkatan kualitas

SDM aparatur

%

70

BKD

12

Persentase penilaian dan

kapasitas kinerja aparatur

%

80

BKD

13

Persentase penurunan

kasus-kasus pelanggaran disiplin PNS

(28)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

23

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

14

Persentase terpenuhinya aspek

kualitas dalam dokumen

perencanaan

%

85

Bappeda

15

Persentase capaian kinerja SKPD

%

90

Bappeda

16

Persentase policy brief bidang

perencanaan pembangunan yang

dimanfaatkan bupati dalam

perumusan kebijakan

%

80

Bappeda

17

Persentase policy brief bidang

penelitian dan pengembangan

yang dimanfaatkan bupati dalam

perumusan kebijakan

%

80

Bappeda

14

Persentase Pelayanan KTP - el

kurang dari 2 jam

%

80

Dinas Kependudukan dan

Capil

15

Persentase database

kependudukan yang valid dan

update

%

87

Dinas Kependudukan dan

Capil

16

Persentase bayi lahir procot

pulang bawa akta

%

80

Dinas Kependudukan dan

Capil

17

Persentase Informasi Statistik

Sektoral Daerah yang Dikelola

%

100

Dinas Komunikasi dan

Informatika

18

Persentase Pengamanan

Informasi Daerah

%

100

Dinas Komunikasi dan

Informatika

19

Persentase arsip statis dan

dinamis yang dikelola

%

87

Dinas Perpustakaan dan

Arsip

20

Persentase arsip daerah yang di

rawat

%

87

Dinas Perpustakaan dan

Arsip

21

Persentase jumlah penyelamatan

arsip - arsip vital

%

87

Dinas Perpustakaan dan

Arsip

(29)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

24

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

Kinerja Birokrasi

2

Persentase rekomendasi temuan

yang selesai ditindaklanjuti :

keuangan negara/daerah dan

administrasi

%

36,2

Inspektorat

3

Persentase hasil evaluasi SAKIP

SKPD dengan nilai minimal A

%

60

Inspektorat

4

Indeks Reformasi Birokrasi (IRB)

PMPRB

Nilai indeks

RB

83

Inspektorat

5

Persentase penurunan temuan

berulang kode 01, 02 dan 03

%

29

Inspektorat

6

Persentase Peningkatan Potensi

Pendapatan Daerah

%

12

Bapenda

7

Persentase Pengendalian

Administrasi Dinas Penghasil

Berbasisi IT

%

17

Bapenda

8

Persentase Penetapan Pajak dan

Retribusi Yang Ditagih

%

100

Bapenda

9

Persentase Realisasi PBB

%

74

Bapenda

10

Persentase Realisasi BPHTB

%

45,2

Bapenda

11

Persentase Pengguna Anggaran

yang tepat waktu penyusunan

Anggaran

%

89

BPKAD

12

Persentase Penggunaan

Anggaran yang tepat waktu

pelaksanan Anggaran

%

89

BPKAD

13

Persentase Pengguna Anggaran

yang tepat waktu penyampaian

pertanggungjawaban

%

89

BPKAD

14

Persentase Pengguna Barang

tepat waktu menatausahaan

Barang Milik Daerah

(30)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

25

No.

Tujuan / Sasaran

Indikator Kinerja Program Prioritas

Target Kinerja 2018

Perangkat Daerah

Penanggung Jawab

Satuan

Target

15

Indek Kepuasan Masyarakat

terhadap layanan pemerintahan

desa

%

78,5

Dinas PMPD

9.3 Meningkatnya Penggunaan Sistem Informasi

Daerah

1

% Cakupan Jangkauan TIK

%

70

Dinas Komunikasi dan

Informatika

2

% Persentase Perangkat Daerah

dan Unit Kerja yang

Mengimplementasikan IT Baik

%

70

Dinas Komunikasi dan

Informatika

(31)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

26

BAB IV

PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN URUSAN

PEMERINTAHAN DAN PROGRAM / KEGIATAN

4.1. Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Urusan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah, belanja daerah digunakan untuk pelaksanaan

urusan pemerintahan konkuren yang menjadi kewenangan daerah yang

terdiri atas urusan pemerintahan wajib dan urusan pemerintahan pilihan.

Belanja daerah tersebut diprioritaskan untuk mendanai urusan

pemerintahan wajib terkait pelayanan dasar yang ditetapkan dengan

standar pelayanan minimal serta berpedoman pada standar teknis dan harga

satuan regional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Belanja daerah untuk urusan pemerintahan wajib yang tidak terkait

dcngan pelayanan dasar dan urusan pemerintahan pilihan berpedoman

pada analisis standar belanja dan standar harga satuan regional.

Urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar

rneliputi: (a) pendidikan, (b) kesehatan, (c) pekerjaan umum dan

penataan ruang, (d) perumahan rakyat dan kawasan permukiman, (e)

ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat, dan (f)

sosial. Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan

pelayanan dasar meliputi: (a) tenaga kerja, (b) pemberdayaan

perempuan dan perlindungan anak, (c) pangan, (d) pertanahan, (e)

lingkungan hidup, (f) administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, (g)

peroberdayaan masyarakat dan desa, (h) pengendalian penduduk dan

keluarga berencana, (i) perhubungan, (j) komunikasi dan informatika, (k)

koperasi, usaha kecil, dan menengah, (l) penanaman modal, (m)

kepemudaan dan olahraga, (n) statistik, (o) persandian, (p) kebudayaan,

(q) perpustakaan, dan (r) kearsipan. Urusan pemerintahan pilihan

meliputi: (a) kelautan dan perikanan, (b) pariwisata, (c) pertanian, (d)

kehutanan, (e) energi dan sumber daya mineral, (f) perdagangan, (g)

perindustrian, dan (h) transmigrasi.

(32)

PPAS APBD Tahun Anggaran 2018

27

Pemerintah daerah menetapkan target capaian kinerja setiap belanja,

baik dalam konteks daerah, perangkat daerah, maupun program dan

kegiatan, yang bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan

anggaran dan memperjelas efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

Program dan kegiatan harus memberikan informasi yang jelas dan

terulrur serta rnemiliki korelasi langsung dengan keluaran yang diharapkan

dari program dan kegiatan.

Anggaran belanja daerah dilaksanakan untuk memenuhi kewajiban

pemerintah daerah. Pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah yang

tercermin dari program prioritas daerah (Kabupaten Banyuwangi) harus tetap

memperhatikan pada sinkronisasi perencanaan dan penganggaran dengan

Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Nasional oleh karena pembangunan

daerah merupakan bagian integral dari pembangunan propinsi Jawa Timur

dan NKRI yang disesuaikan dengan potensi, kondisi, aspirasi, karakteristik

serta permasalahan pembangunan di daerah.

Total belanja daerah Kabupaten Banyuwangi pada Tahun Anggaran

2018 diproyeksikan akan mencapai Rp. Rp. 3.000.164.0128.19,911 yang

diproyeksikan

terdiri

dari

belanja

tidak

langsung

sebesar

Rp. 1.637.373.993.731,91 dan belanja langsung Rp. 1.362.790.019.088,00

yang masing-masing yang terdiri dari belanja pegawai, belanja hibah, belanja

bantuan sosial, belanja bagi hasil pajak propinsi, belanja bagi hasil kepada

pemerintah provinsi / kabupaten / kota / pemerintahan desa, belanja bantuan

keuangan kepada provinsi / kabupaten / kota / pemerintahan desa, belanja

bantuan keuangan khusus kepada provinsi / kabupaten / kota / pemerintahan

desa dan belanja tidak terduga. Sedangkan belanja langsung terdiri dari

belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. Belanja tidak

langsung

dipergunakan

untuk

belanja

pegawai

sebesar

Rp.

1.198.634.198.690,91 dan belanja langsung Non Pegawai (non gaji) sebesar

Rp. 438.739.795.041,00. Plafon anggaran sementara belanja daerah

Kabupaten Banyuwangi berdasarkan urusan pemerintahan dan satuan kerja

perangkat daerah sebagaimana tersaji dalam Tabel 4.1.

(33)

PLAFON ANGGARAN

SEMENTARA (Rp)

KET

2

3

4

URUSAN WAJIB (PELAYANAN DASAR)

01 01

Pendidikan

1.079.655.143.884

35,99

01 01

01 Dinas Pendidikan

1.079.655.143.884

01 02

Kesehatan

276.009.437.000

9,20

01 02

01 Dinas Kesehatan

147.392.437.000

01 02

02 RSUD Blambangan

81.000.000.000

01 02

03 RSUD Genteng

47.617.000.000

01 03

Pekerjaan Umum dan Penataan

Ruang

345.043.000.000

11,50

01 03

01 Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya dan

Penataan Ruang

242.673.000.000

01 03

02 Dinas Pekerjaan Umum Pengairan

102.370.000.000

01 04

Perumahan Rakyat dan Kawasan

Permukiman

5.400.000.000

0,18

01 04

01 Dinas Perumahan dan Kawasan

Permukiman

5.400.000.000

01 05

Ketentraman, Ketertiban Umum dan

Perlindungan Masyarakat

12.637.866.000

0,42

01 05

01 Satuan Polisi PP

9.237.866.000

01 05

02 Badan Penanggulangan Bencana

Daerah

3.400.000.000

01 06

Sosial

5.190.000.000

0,17

01 06

01 Dinas Sosial

5.190.000.000

02

URUSAN WAJIB (NON PELAYANAN DASAR)

02 01

Tenaga Kerja

3.000.464.100

0,10

02 01

01 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

3.000.464.100

02 02

Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak

2.866.039.000

0,10

02 02

01 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan

KB

2.866.039.000

02 03

Pangan

2.020.499.600

0,07

02 03

01 Dinas Perikanan dan Pangan

2.020.499.600

02 05

Lingkungan Hidup

23.579.000.000

0,79

02 05

01 Dinas Lingkungan Hidup

23.579.000.000

02 06

Administrasi Kependudukan dan

Pencatatan Sipil

9.053.219.000

0,30

02 06

01 Dinas Kependudukan dan Pencatatan

Sipil

9.053.219.000

02 07

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

5.685.904.700

0,19

02 07

01 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

5.685.904.700

02 08

Pengendalian Penduduk dan Keluarga

Berencana

6.920.251.000

0,23

Tabel 4.1

PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN URUSAN PEMERINTAHAN

URUSAN/SKPD

1

01

(34)

PLAFON ANGGARAN

SEMENTARA (Rp)

KET

2

3

4

URUSAN/SKPD

1

02 08

01 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB

6.920.251.000

02 09

Perhubungan

63.789.568.000

2,13

02 09

01 Dinas Perhubungan

63.789.568.000

02 10

Komunikasi dan Informatika

9.324.000.000

0,31

02 10

01 Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian

9.324.000.000

02 11

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

7.074.000.000

0,24

02 11

01 Dinas Koperasi dan Usaha Mikro

7.074.000.000

02 12

Penanaman Modal

5.228.000.000

0,17

02 12

01 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu

Satu Pintu

5.228.000.000

02 13

Kepemudaan dan Olah Raga

16.897.312.500

0,56

02 13

01 Dinas Pemuda dan Olah Raga

16.897.312.500

02 14

Statistik

800.000.000

0,03

02 14

01 Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian

800.000.000

02 15

Persandian

345.000.000

0,01

02 15

01 Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian

345.000.000

02 16

Kebudayaan

8.430.000.000

0,28

02 16

01 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

8.430.000.000

02 17

Perpustakaan

2.814.000.000

0,09

02 17

01 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

2.814.000.000

02 18

Kearsipan

759.208.350

0,03

02 18

01 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

759.208.350

3

URUSAN PILIHAN

03 01

Kelautan dan Perikanan

6.767.219.400

0,23

03 01

01 Dinas Perikanan dan Pangan

6.767.219.400

03 02

Pariwisata

11.105.000.000

0,37

03 02

01 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

11.105.000.000

03 03

Pertanian

33.745.000.000

1,12

03 03

01 Dinas Pertanian

33.745.000.000

03 06

Perdagangan

18.077.900.000

0,60

03 06

01 Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Sipil

18.077.900.000

03 07

Perindustrian

3.832.100.000

0,13

03 07

01 Dinas Perindustrian dan Perdagangan

3.832.100.000

03 08

Transmigrasi

275.000.000

0,01

03 08

01 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

KB

275.000.000

4

URUSAN PEMERINTAHAN UMUM

04 01

Pemerintahan Umum

467.846.971.791

15,59

04 01

01 Kecamatan Banyuwangi

4.708.145.500

04 01

02 Kecamatan Giri

1.450.750.000

Gambar

Tabel 3.1. Target Kinerja Program Prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018

Referensi

Dokumen terkait

Sistem klasifikasi tanah adalah suatu pengaturan beberapa jenis tanah yang berbeda – beda tapi mempunyai sifat serupa ke dalam kelompok- kelompok dan subkelompok

Hasil pasien yang diobati di Pondok Pesantren Jam’iyah Dzikir Asmaul Husna Wa Tahfidzul Qur’an Sawah Besar Gayamsari Semarang sembuh total, dengan waktu singkat, dan

Tujuan penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2021 adalah menginformasikan prioritas pembangunan daerah dikaitkan dengan sasaran

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2018 merupakan pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara

mengatasi kesenjangan fiskal, membantu pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang tidak tersedia atau tidak cukup tersedia alokasi dananya dan/atau menerima manfaat

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2017 merupakan pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara

Mataram terhadap keberadaan peraturan daerah tersebut, lalu upaya apa saja yang telah dilakukan serta apa yang menyebabkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 4 Tahun

Sebagai sebuah materi dalam pembelajaran sejarah, materi PDRI menjadi bagian dari pembelajaran bagi siswa, Beragam jenis-jenis buku yang diterbitkan oleh para penulis