• Tidak ada hasil yang ditemukan

24 PROKSI KEMERDEKAAN DAN KONSTITISI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "24 PROKSI KEMERDEKAAN DAN KONSTITISI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

 Di tengah-tengah situasi yang semakin terdesak, pemerintah Jepang di Tokyo

menjanjikan memberi kemerdekaan bagi Indonesia (7 September 1944)

(3)

 Para pemimpin Indonesia menentukan sikap untuk menyatakan kemerdekaan atas

(4)

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara

(5)

Pertama: dari sudut pandang politik,

proklamasi mengandung arti pernyataan bangsa Indonesia melalui pemimpinnya, Soekarno-Hatta, yang ditujukan kepada

seluruh rakyat Indonesia dan seluruh dunia bahwa sejak saat itu bangsa Indonesia

(6)

Kedua: dari sudut pandang hukum,

proklamasi mengandung arti sebagai pernyataan bangsa Indonesia melalui

(7)

 Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah “norma pertama” tata hukum Republik Indonesia.  Pengesahan UUD 1945 oleh PPKI pada

(8)

 Rancangan UUD dari BPUPKI dengan

beberapa perubahan akhirnya ditetapkan dan disahkan oleh Panitia Persiapan

Kemerdekaan Indonesia dalam sidangnya tanggal 18 Agustus1945. Sidang itu

(9)

Keseluruhan naskah UUD Negara RI Tahun 1945 itu kemudian dimuat dalam Berita Republik Indonesia tahun ke II nomer 7, terdiri atas tiga bagian, yakni:

 Bagian Pembukaan

 Bagian Batang Tubuh

(10)

Tidak terlepas dari:

(a) pandangan tokoh-tokoh bangsa Indonesia sebagai perancang dan yang menetapkan UUD 1945, dan

(11)

 Pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan:

◦ Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Negara mengatasi segala paham golongan, mengatasi segala paham perseorangan.

(12)

◦ Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan

perwakilan.

◦ Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. UUD mewajibkan pemerintah dan

lain-lain penyelenggara negara untuk

(13)

UUD menciptakan pokok-pokok pikiran

yang terkandung dalam pembukaan

dalam pasal-pasalnya.

Pokok-pokok pikiran tersebut meliputi

suasana kebatinan dari UUD Negara

Indonesia. Pokok-pokoki pikiran ini

mewujudkan cita-cita hukum

(Rechtsidee)

yang menguasai hukum

dasar negara, baik hukum dasar yang

tertulis (UUD) maupun hukum dasar yang

tidak tertulis. UUD menciptakan

(14)

 Telah cukup jikalau UUD hanya memuat

aturan-aturan pokok, hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk

menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Terutama bagi negara

baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan yang

menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah

(15)

 Prof. Dr. Mr. R. Supomo menyatakan antara lain

bahwa semangat kebatinan, struktur

kerohanian bangsa Indonesia bersifat dan

bercita-cita persatuan hidup, persatuan kawulo dan gusti yaitu persatuan antara dunia luar dan dunia batin, antara mikrokosmos dan

makrokosmos, antara rakyat dan

pimpinan-pimpinannya. Negara Indonesia harus berdasar atas aliran pikiran integralistik, negara yang

bersatu dengan seluruh rakyatnya, yang

(16)

Ir. Soekarno menyatakan bahwa UUD

1945 adalah sekedar UUD sementara,

UUD kilat, bahwa barangkali boleh

dikatakan pula, inilah

revolutie grondwet.

Nanti kita membuat UUD yang lebih

sempurna dan lengkap.

S. Kolopaking juga mengemukakan

bahwa: pertama, UUD sebaiknya jangan

terlalu panjang; kedua, supaya UUD

(17)

Setelah UUD 1945 diadakan perubahan sebanyak empat kali berturut-turut

(tahun1999, 2000, 2001, dan 2002) dengan menggunakan cara adendum, maka naskah UUD Negara RI Tahun 1945 selengkapnya meliputi naskah UUD 1945, Perubahan

(18)

Hasil perubahan itu menjadikan UUD 1945 terdiri atas:

 Pembukaan (tidak diubah)  Pasal-pasal:

21 bab ◦ 73 pasal ◦ 170 ayat

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan

“Untuk membentuk pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia pada alenia ke empat terdapat diktum bahwa tujuan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk

"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk

Ini berarti bahwa tujuan negara yang secara material dirumuska sebagai “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah negara Indonesia dan untuk

Kemudian dari pada itu membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia jang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan untuk memadjukan