P a g e 1 | 43
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA (
LPPD )
TAHUN 2019
DISUSUN OLEH:
PEMERINTAH DESA POLOSIRI
P a g e 2 | 43
PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG
KECAMATAN BAWEN
DESA POLOSIRI
JL. Palagan No. 32 Telp 087 700 143 629 Kode Pos 50661
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya, sehingga Laporan Penyelenggaran Pemerintah Desa, Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Tahun 2019 dapat diselesaikan. Sebab sebagai perwujudan dari pertanggungjawaban Kepala Desa dalam menjalankan roda pemerintahan desa selama 1 ( Satu ) tahun, Kepala Desa harus menyampaikan Laporan Penyelenggaran Pemerintah Desa kepada Bupati yang disampaikan melalui Camat. Selama Kepala Desa menjabat telah melakukan berbagai kegiatan yang timbul sebagai bentuk dari penggunaan dan pengelolaan keuangan desa yang anggarannya didapatkan dari pemerintah baik pusat maupun daerah yang harus dipertanggungjawabkan baik secara moral kepada masyarakat desa maupun secara kedinasan kepada atasannya.
Kepala Desa dalam mengelola keuangan desa telah menggunakan anggaran baik dari pemerintah pusat maupun daerah untuk berbagai bidang kegiatan yang terdiri dari bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pembangunan desa, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang pembinaan kemasyarakatan. Kepala Desa telah memberikan kemampuan terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat desa Polosiri dan melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan oleh pemerintahan di atasnya secara sungguh-sungguh. Namun perlu disadari bahwa tiada hal yang sempurna selain Tuhan Yang Maha Esa. Demikian juga dengan Kepala Desa yang meskipun telah berupaya sekuat pikiran dan tenaga namun masih ada saja kekurangan dan kesalahan. Maka, pembinaan dan bimbingan dari pihak-pihak terkaitpun masih sangat diharapkan untuk dapat memperbaiki kegiatan-kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab kepala Desa mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan dan pelaporannya.
Dengan ini Kepala Desa menyampaikan pertanggungjawaban atas segala kegiatan penggunaan dan pengelolaan keuangan di desa Polosiri selama 1 tahun melalui Laporan Penyelenggaran Pemerintah Desa Kepala Desa Polosiri tahun 2019. Kami menyadari laporan pertanggungjawaban yang kami sampaikan masih jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat menerima kritik dan saran sehingga kami dapat melakukan perbaikan di waktu mendatang. Harapan kami, dengan selesainya
P a g e 3 | 43 laporan pertanggungjawaban Kepala Desa ini masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengambil manfaatnya.
Polosiri, 01 Januari 2020 Kepala Desa Polosiri
Ttd.
P a g e 4 | 43
PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG
KECAMATAN BAWEN
DESA POLOSIRI
JL. Palagan No. 32 Telp 087 700 143 629 Kode Pos 50661
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA ( LPPD ) KEPALA DESA POLOSIRI KECAMATAN BAWEN
KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2019
BAB I PENDAHULUAN
A. DASAR HUKUM
Undang - Undang Nomor 06 Tahun 2014 sangat memberikan peluang bagi pemerintah desa untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas desa dengan mengedepankan kepentingan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Implementasi dari paradigma tersebut juga mensyaratkan perlunya penerapan prinsip akuntabilitas dalam penyelenggaraan urusan desentralisasi, tugas pembantuan dan tugas umum pemerintah lainnya.
Akuntabilitas publik merupakan landasan bagi proses penyelenggaraan pemerintahan, yang diperlukan karena aparatur pemerintah harus mempertanggungjawabkan tindakan dan pekerjaannya, baik kepada publik maupun kepada lembaga dimana dia bekerja. Dengan akuntabilitas publik setiap aparat harus dapat menyajikan informasi yang benar dan lengkap untuk menilai kinerjanya, baik yang dilakukan oleh masyarakat, instansi kerjanya, kelompok pengguna pelayanannya maupun profesinya. Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimanakah pertanggungjawaban hendak dilaksanakan dan bagaimana realitas pelaksanaannya dan apa dampaknya. Oleh karenanya, sebagai salah perwujudan akuntabilitas, sekaligus pelaksanaan prinsip tata pemerintahan yang baik, maka pada akhir jabatannya Kepala Desa wajib melaporkan penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk kepada pemerintah yang lebih tinggi melalui Laporan Penyelenggaran Pemerintah Desa ( LPPD ).
Secara yuridis formal, penyampaian Laporan Penyelenggaran Pemerintah Desa ( LPPD ) telah diamanatkan dalam ketentuan Pasal 27 huruf (b) Undang - Undang Nomor 06 Tahun 2014 tentang Desa dan Pasal 5, Pasal 6 dan Pasal 7 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2016 tentang Laporan Kepala Desa.
P a g e 5 | 43 Pemerintah Daerah mengharuskan pada pemerintah desa agar melakukan pelaporan penggunaan dan pengelolaan keuangan desa yang dilaksanakannya. Pelaporan tersebut selain berguna sebagai pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang diterimanya juga berfungsi sebagai bahan kontrol dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa. Evaluasi dilakukan terhadap kegiatan mulai dari perencanaan tahunan desa yang tertuang dalam Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDesa) maupun perencanaan jangka menengah 6 (enam) tahunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) terhadap konsistensi pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan dan pelaporan atau pertanggungjawaban kegiatan melalui Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan (LPJ).
Dari evaluasi yang dilakukan tersebut akan didapatkan data tentang keunggulan maupun kelemahan dari suatu program atau kegiatan, keberhasilan maupun kekurangan dari suatu pelaksanaan kegiatan. Data yang dihasilkan tersebut dapat digunakan untuk melakukan perbaikan-perbaikan akan program kebijakan yang sudah dan akan dilakukan selanjutnya. Dengan perbaikan-perbaikan tersebut diharapkan nantinya visi desa Polosiri dapat tercapai. Adapun visi desa Polosiri adalah:
“ MBANGUN DESO,NOTO WARGO JILID II“
TERWUJUDNYA KEPALA DESA POLOSIRI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG YANG
BERMARTABAT
BERSIH,MAKMUR,TAQWA,BERPENDIDIKAN AMAN DAN TENTRAM
Sebagai dasar dalam penyusunan Laporan Penyelenggaran Pemerintah Desa (LPPD) Kepala Desa Polosiri adalah :
SK Bupati Semarang Nomor 141/0190/2019 yang berinduk pada, Landasan Idiil : Pancasila
Landasan Konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945 Landasan Operasional :
1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125);
2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126);
3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan
P a g e 6 | 43 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57);
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2093);
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2094);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 tahun 2016 tentang Laporan Kepala Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1099);
9. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 21 Tahun 2006 tentang Peraturan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Semarang Tahun 2006 Nomor 21 Seri D Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Semarang Nomor 16);
10. Peraturan Bupati Semarang Nomor 70 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Alokasi Dana Desa dan Bagi Hasil Pajak Daerah dan Restribusi Daerah Kabupaten Semarang Tahun 2017;
11. Peraturan Bupati Semarang Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa Setiap Desa Kabupaten Semarang Tahun 2017;
12. Peraturan Desa Polosiri Nomor 01 Tahun 2013 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Polosiri Tahun Anggaran 2013;
13. Peraturan Desa Polosiri Nomor 02 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Polosiri Tahun 2012 - 2018;
14. Peraturan Desa Polosiri Nomor 01 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Polosiri Tahun Anggaran 2015;
15. Peraturan Desa Polosiri Nomor 04 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Polosiri Tahun Anggaran 2016;
16. Peraturan Desa Polosiri Nomor 05 Tahun 2015 Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Polosiri Tahun Anggaran 2016;
17. Peraturan Desa Polosiri Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) Desa Polosiri Tahun Anggaran 2017;
18. Peraturan Desa Polosiri Nomor 02 Tahun 2016 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Polosiri Tahun Anggaran 2017;
P a g e 7 | 43 19. Peraturan Desa Polosiri Nomor 03 Tahun 2017 Tentang Perubahan Anggaran
Pendapatan Dan Belanja Desa Polosiri Tahun Anggaran 2017;
20. Peraturan Desa Polosiri Nomor 07 Tahun 2017 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Desa Polosiri Tahun 2018;
21. Peraturan Desa Polosiri Nomor 04 Tahun 2019 Tentang Anggaran Perubahan Pendapatan Dan Belanja Desa Polosiri Tahun Anggaran 2019.
B. Maksud dan Tujuan
Adapun Maksud dan Tujuan dari pembuatan Laporan Penyelenggaran Pemerintah Desa ( LPPD ) Kepala Desa Polosiri Adalah :
1. Menyampaikan Pelaksanaan Pemerintahan Desa baik bidang pemerintahan desa, Pembinaan Kemasyarakatan desa, Pemberdayaan Masyarakat desa selama tahun 2019.
2. Menjelaskan kepada Bapak Bupati dalam melaksanakan pemerintahan desa tahun 2019 dengan bersih dan transparan.
3. Menjelaskan kepada Bapak Camat, BPD dan stek holder yang terkait dalam melaksanakan pemerintahan desa tahun 2019 dengan bersih dan transparan.
4. Sebagai Laporan Akhir dari Kepala Desa selama 1 tahun menjabat Kepala desa di tahun 2019.
C. Kondisi Geografis 1. Batas Administrasi
Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang secara geografis terletak pada 110°14’54,75’’ sampai dengan 110°39’3’’ Bujur Timur dan 7°3’57” sampai dengan 7°30’ Lintang Selatan. Secara administratif letak geografis Desa Polosiri dibatasi oleh 4 Desa pada sisi-sisinya. Di sisi barat, Wilayah berbatasan dengan Desa Kandangan Kecamatan Bawen, di sisi selatan berbatasan dengan Desa Delik Kecamatan Tuntang , wilayah timur Desa Polosiri berbatasan dengan Wilayah Desa Ngajaran Kecamatan Tuntang dan sebelah utara berbatasan dengan Desa Jati Runggo Kecamatan Pringapus.
2. Luas Wilayah
Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Luas Kabupaten Semarang secara keseluruhan sebesar 512,80 Ha, secara administratif terdiri 6 wilayah Dusun, 6 Rukun Warga (RW), dan 27 Rukun Tetangga (RT).
3. Topografis
Ketinggian wilayah Desa Polosiri berada pada kisaran antara 450-700 mdl di atas permukaan laut (dpl), dengan ketinggian terendah berada di Dusun Soko dan tertinggi di Dusun Krajan Polosiri.
P a g e 8 | 43
4. Dusun Rawan Bencana Alam
Di Desa Polosiri Kecamatan Bawen terdapat dusun rawan bencana yaitu dusun yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam. Desa rawan bencana alam berupa kawasan rawan longsor dan kawasan rawan banjir.
a. Rawan Tanah Longsor
Dusun rawan bencana gerakan tanah atau longsor merupakan wilayah dengan kondisi permukaan tanah mudah longsor/bergerak karena pada dusun tersebut terdapat zona tanah bergerak atau wilayah yang kondisi permukaan tanahnya mudah longsor/ bergerak akibat adanya patahan atau pergeseran batuan induk pembentuk tanah atau karena kemiringan yang tajam/curam. Di wilayah Desa Polosiri kawasan rawan tanah longsor berada di Dusun Krajan Polosiri, Dusun Soko, dan Dusun Kaliputih.
b. Rawan Banjir
Desa rawan bencana banjir merupakan kawasan yang sering/berpotensi tinggi mengalami bencana alam berupa banjir atau tempat-tempat yang secara rutin setiap musim hujan tergenang lebih dari enam jam pada saat hujan turun dalam keadaan normal. Pada wilayah Desa Polosiri terjadi di wilayah Dusun Krajan Polosiri dan Dusun Kaliputih. Disamping itu di beberapa wilayah dusun juga berpotensi rawan banjir sebagai akibat dari berkembangnya permukiman dan menurunnya kualitas lingkungan.
5. Penggunaan Lahan dan Iklim
Dari luas wilayah Desa Polosiri 512,80 Ha yang digunakan sebagai areal persawahan hanya sebesar 169 Ha. Luas lahan sawah tersebut adalah sawah irigasi sederhana 34 Ha, irigasi ½ Teknis 35,45 , sawah tadah Hujan 25 Ha, Sementara lahan areal bukan sawah meliputi pekarangan dan bangunan 126 Ha, tegalan 74,35 Ha ,dan kebun 49 Ha.
Wilayah Desa Polosiri memiliki iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 2.000 s/d 2500 mm/tahun, suhu udara berkisar antara 18-32 derajat C, kecepatan angin 0,37-0,71 knot, dan kelembaban udara 38,5-98%.
C.1 Kondisi Demografis
Jumlah Penduduk Desa Polosiri akhir tahun 2018 sebanyak 3.272 yang terdiri dari :
- Laki – laki : 1.628 jiwa.
- Perempuan : 1.644 jiwa
- Jumlah Kepala Keluarga : 1.237 KK
P a g e 9 | 43
- Jumlah RT : 27 RT
1. Jumlah Penduduk menurut mata pencaharian :
NO URAIAN LK PR JUMLAH
1
Belum bekerja
371 373 744
2 Pengurus rumah tangga - 116 116
3 Pelajar/Mahasiswa 197 138 335 4 Pensiunan 2 1 3 5 PNS 7 4 11 6 Anggota TNI 1 - 1 7 Anggota Polri 1 - 1 8 Perdagangan 4 2 6 9 Petani/pekebun 202 152 354 10 Nelayan/perikanan 1 - 1 11 Karyawan swasta 343 429 772 12. Karyawan honorer 1 - 1
13. Buruh harian lepas 355 332 687
14. Buruh tani/perkebunan 12 7 19 15. Tukang las 1 - 1 16. Tukang jahit 1 - 1 17. Guru/Dosen 2 2 4 18. Bidan 4 3 7 19. Sopir 1 - 1 20. Pedagang 3 1 4 21. Perangkat Desa 8 4 12 22. Kepala Desa 1 1 23. Wiraswasta 118 82 200
P a g e 10 | 43 2. Jumlah Penduduk menurut agama :
Islam 3.243 orang
Kristen 24 orang Katolik 5 orang
3. Jumlah Penduduk berdasarkan kelompok umur :
No Usia Jumlah 1 0-4 138 2 4-9 269 3 10-14 205 4 15-19 221 5 20-24 247 6 25-29 267 7 30-34 258 8 35-39 252 9 40-44 257 10 45-49 231 11 50-54 227 12 55-59 224 13 60-64 174 14 65-69 114 15 70-74 71 16 >75 119 Jumlah 3.274
4. Penduduk berdasarkan tingkat pendidikan :
5. Sarana dan Fasilitas Pendidikan : - Kantor Desa 1 Buah
- PKD 1 Buah
- Pamsimas 1 Buah
- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2 buah. - Sekolah Dasar (SD) 2 buah.
- TPA 6 buah.
No. Uraian Jumlah
1 Belum sekolah 679 2 Belum SD/sederajat 164 3 SD/sederajat 1320 4 SLTP/sederajat 645 5 SLTA/sederajat 415 6 Diploma III 19 7 S I 24 8 S II 4
P a g e 11 | 43 6. Sarana Ibadah :
- Masjid : 6 buah
- Mushola : 12 buah
D. Kondisi Ekonomi Desa 1. Potensi Unggulan Desa
Dalam memacu perkembangan wilayah dengan berbekal potensi yang ada di wilayah desa, Pemerintah Desa Polosiri tetap berpegang pada aspek integritas, sinergitas dan kontinuitas di dalam melaksanakan pembangunan Desa. Oleh karena itu pembangunan Desa yang dilaksanakan saat ini merupakan kelanjutan dari pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya dengan upaya terus menggali, mengembangkan dan melestarikan potensi unggulan Desa yang dimiliki.
Potensi unggulan yang dimiliki oleh Desa Polosiri terutama di bidang pertanian dan Peternakan. Hal ini tidak terlepas dari posisi geografis Desa Polosiri yang mempunyai letak strategis serta anugerah potensi dan kekayaan alam yang tidak dimiliki oleh Desa lain sebagai modal yang harus dikelola dengan seoptimal mungkin.
D.1 Kondisi Pembangunan Kewilayahan
Secara kewilayahan, dusun-dusun di Desa Polosiri memiliki kondisi, potensi dan permasalahan yang berbeda-beda, dimana dipengaruhi oleh kondisi sumberdaya ekonomi yang tidak sama. Sumberdaya ekonomi yang paling mendasar adalah letak geografis dan sumberdaya alam. Terdapat beberapa dusun yang secara geografis terletak pada jalur perekonomian regional seperti pada jalur jalan Bawen - Ambarawa, yang tentunya lebih memberikan peluang perkembangan ekonomi lokal dibandingkan dengan dusun yang tidak dilalui jalur ekonomi regional. Namun secara keseluruhan kondisi pertumbuhan perekonomian maupun pembangunan Desa Polosiri adalah merata.
Kondisi Kemiskinan
Kondisi kemiskinan suatu Desa pada dasarnya dapat di kategori menjadi dua kategori, pertama kemiskinan kronis (chronic poverty) yang terjadi terus menerus atau disebut juga sebagai kemiskinan struktural - Fakir Miskin; dan yang kedua kemiskinan sementara (transient poverty) yang ditandai dengan menurunnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara sementara sebagai akibat dari perubahan kondisi normal menjadi kondisi kritis, krisis ekonomi, bencana alam dan bencana sosial, seperti korban konflik sosial, yang jumlahnya relatif lebih besar dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat dan ekonomi global pada suatu Desa. Untuk
P a g e 12 | 43 mengetahui kondisi kemiskinan di Desa Polosiri Kabupaten Semarang digunakan 2 (dua) pendekatan pendataan, yaitu melalui data Persentase Penduduk Miskin dan Jumlah Rumah Tangga Miskin, dengan kriteria yang berbeda.
1. Persentase Penduduk Miskin
Persentase Penduduk Miskin dihitung berdasarkan pada hasil Survey Susenas, dimana angka yang diperoleh adalah angka makro. Penentuan penduduk miskin berdasarkan garis kemiskinan dihitung berdasarkan pemenuhan kebutuhan baik pangan maupun non pangan. Garis kemiskinan setara dengan pemenuhan 2100 kkal perkapita.
2. Jumlah Rumah Tangga Miskin
Dalam rangka penanggulangan kemiskinan Desa diperlukan data kemiskinan secara jelas baik nama, alamat dan permasalahan yang dihadapi oleh suatu kepala keluarga atau kepala rumah tangga. Berdasarkan hal tersebut data kemiskinan diperoleh dengan menggunakan 14 kriteria sebagai berikut :
a. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m² per orang;
b. Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bamboo/kayu murahan;
c. Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bamboo/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester;
d. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain;
e. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik;
f. Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan;
g. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah;
h. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu; i. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun;
j. Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari;
k. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik;
l. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan 0,5 Ha. Buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp. 600.000,00 perbulan;
m. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga tidak sekolah/tak tamat SD/hanya SD;
P a g e 13 | 43 n. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp.
500.000,00 seperti sepeda motor (kredit/non kredit), emas, ternak, kapal motor atau barang modal lainnya.
Dari keempat belas kriteria tersebut, kondisi jumlah keluarga miskin Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Kabupaten Semarang tahun 2019 berdasarkan hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) Tahun 2019 dapat dilihat sebagaimana tabel di bawah :
Jumlah Rumah Tangga dan Anggota Rumah Tangga Sasaran
Hasil PPLS 2019 di Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang
JUMLAH PENDUDUK DI TIAP – TIAP DUSUN SE- DESA POLOSIRI
No. Nama Dusun Jml KK
1 POLOSIRI 52 2 PRENGGAN 15 3 SOKO 21 4 WANGON 27 5 TAPEN 26 6 KALIPUTIH 19 160 JUMLAH
Jumlah KK Miskin Se-Desa Polosiri
LK PR 1 POLOSIRI 605 616 505 2 PRENGGAN 180 201 145 3 SOKO 134 129 91 4 WANGON 196 210 137 5 TAPEN 207 203 223 6 KALIPUTIH 295 273 146 1617 1632 1247 PENDUDUK KK JUMLAH TOTAL NO DUSUN
P a g e 15 | 43
BAB II
PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDesa)
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN A. Visi
MBANGUN DESO,NOTO WARGO JILID II
Dengan mempertimbangkan kondisi dan permasalahan serta kebutuhan yang dihadapi oleh masyarakat 6 (enam ) tahun ke depan, maka ditetapkan Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Semarang Tahun 2018 - 2024 sebagai berikut :
TERWUJUDNYA KEPALA DESA POLOSIRI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG YANG
BERMARTABAT
BERSIH,MAKMUR,TAQWA,BERPENDIDIKAN AMAN DAN TENTRAM
Dengan Visi tersebut, Kepala Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang periode 2018 - 2024 hendak mewujudkan Kepala Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang dengan kondisi :
Bersih : artinya Bersih pangkal sehat, kata pepatah ini perlu diwujudkan secara nyata. Bersih
dalam artian bersih dari limbah padat ataupun cair. Sampah tidak boleh dipandang sebelah mata, dalam perkembangan penduduk yang padat permasalahan yang paling utama adalah sanitasi.
Makmur : artinya Makmur identik dengan sejahtera. Kemakmuran dan kesejahteraan adalah
tujuan dari segala usaha dan daya upaya. Indikator makmur/sejahtera masih bervariasi. Untuk mengatur tingkat kemakmuran ada berbagai macam cara indikator. Namun kenyataan bahwa masyarakat masih banyak yang masuk dalam Pra-sejahtera. Sebenarnya banyak potensi yang masih belum tergali dan kurang tersentuh untuk memacu tingkat kesejahteraan masyarakat. Ada beberapa Prilaku dan pola masyarakat yang perlu disadarkan untuk meningkatakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan ditunjukkan dengan terjadinya penurunan angka kemiskinan dan jumlah keluarga Pra Sejahtera.
Taqwa : Hakekat pembangunan adalah membangun manusia seutuhnya, sebelum melangkah menuju pembangunan fisik terlebih dahulu perlu dibangun pelaku-pelaku pembangunan yaitu manusia. Manusia sebagai pelaku pembangunan harus memiliki jiwa dan kepribadian yang baik guna menghasikan pembangunan yang baik pula. Maka sikap Taqwa sangat perlu dipupuk dikalangan umat beragama untuk membina dan menjaga kerukunan umat beragama.
Berpendidikan : Undang-undang SisDiknas mengamanatkan bahwa pendidikan bukan hanya
tanggung jawab pelaku pendidikan namun menjadi bagian dan beban bersama antara Pemerintah, Masyarakat dan Praktisi Pendidikan. Untuk menelurkan generasi yang cerdas perlu adanya langkah nyata sesuai Undang-Undang SisDiknas, maka Pemerintah Desa pun tidak boleh ketinggalan dalam mengambil kebijakan untuk mewujudkan program tersebut.
Aman dan Tentram : Modal utama untuk menumbuhkan serta mengembangkan perekonomian
adalah tidak lepas dari adanya sesuatu kondisi yang aman dan kondusif, rasa aman akan membangkitkan potensi Sumber Daya Manusia SDM yang merupakan pengelola pembangunan.
P a g e 16 | 43 Untuk itu masalah keamanan juga masalah yang serius perlu ditangani Pemerintah Desa untuk menjamin rasa tentram bagi seluruh warga masyarakat.
B. Misi
Guna mewujudkan Visi tersebut, misi yang akan ditempuh oleh Pemerintah Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME serta meningkatkan kerukunan antar umat beragama, warga masyarakat di semua dusun.
Sasaran :
Terwujudnya Kehidupan beragama dan bermasyarakat yang rukun, toleran, aman, nyaman dan berbudaya dengan tatanan masyarakat yang bertaqwa, memahami, dan mengamalkan nilai luhur ajaran agama serta menjunjung tinggi nilai – nilai kearifan budaya lokal yang diimplementasikan pada setiap bentuk kehidupan.
Prioritas dan Kebijakan :
Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama.
Program Peningkatan Kerukunan Antar Umat Beragama.
Program Peningkatan Kelestarian dan Pemeliharaan Kearifan Budaya Lokal.
2. Mewujudkan harmonisasi kelembagaan dan peningkatan pelayanan aparatur desa pemenuhan pelayanan publik.
Sasaran :
A. Terciptanya sistem yang transparan, profesional, bersih dan akuntabel sehingga dapat meningkatkan pelayanan umum berdasarkan standar pelayanan minimal. B. Meningkatkannya kapasitas Pemerintah Desa dalam mengatur dan mengurus
rumah tangganya sendiri dengan memberdayakan potensi masyarakat desa untuk meningkatkan pelayanan kesejahteraan masyarakat desa.
Prioritas dan Kebijakan :
Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Pemerintah Desa Yang Efektif dan Efisien.
Program Meningkatkan kapasitas aparatur yang bersih dan profesional.
Program Peningkatan kapasitas Pemerintah Desa.
Program Pemberdayaan Lembaga – Lembaga Desa.
Program Pengembangan partisipasi Masyarakat dalam pembangunan.
3. Menumbuhkan ekonomi masyarakat yang berbasis pada penggalian potensi dan peluang yang ada.
Sasaran :
Meningkatnya perekonomian desa dengan mengembangkan berbagai potensi unggulan desa terutama sektor pertanian dalam suatu sistem pembangunan agribisnis dengan basis ekonomi kerakyatan yang ditopang oleh usaha mikro kecil, menengah dan BUMDES.
Prioritas dan Kebijakan :
Program Peningkatan Produksi dan produktifitas Pertanian / Perkebunan/ Kehutanan.
Program Pengembangan UMKM dan BUMDES.
P a g e 17 | 43 4. Menjunjung tinggi dan mengedepankan musyawarah semua aspek.
Sasaran :
Permasalahan dan perencanaan pembangunan perlu diupayakan untuk selalu bermusyawarah guna didapat Pemerintah Desa yang bersih dan bermartabat.
Prioritas dan Kebijakan :
Program Peningkatan Pendidikan Masyarakat.
Program Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat.
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Program Peningkatan Keahlian dan Ketrampilan masyarakat Perdesaan.
Program Pengembangan Olahraga, Pelestarian seni, Wisata dan Budaya.
5. Melakukan langkah-langkah terobosan dengan selalu berkomunikasi, berkoordinasi, dan berkonsultasi dengan wakil-wakil rakyat baik itu Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Institusi Pemerintah.
Sasaran :
A. Untuk mengurangi beban masyarakat sehingga Pembangunan Desa bisa tetap dilaksanakan secara merata dan kontinue.
B. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur yang mendukung Peningkatan Sosial Ekonomi masyarakat secara proporsional, berkualitas dan berkelanjutan.
Prioritas dan Kebijakan :
Program Peningkatan Infrastruktur Perdesaan.
Program Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur wilayah dari lingkup RT, Dusun dan Desa.
C. Tujuan
Sesuai dengan misi pembangunan tersebut dirumuskan tujuan yang ingin dicapai sebagai berikut :
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
2. Mewujudkan masyarakat cerdas, kreatif, berbudaya, berkarakter dan menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan ketaqwaan.
3. Meningkatkan kegiatan usaha ekonomi daerah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. 4. Mewujudkan pelaksanaan pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pembangunan yang
efektif, efisien dan akuntabel.
5. Menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan investasi.
6. Mewujudkan infrastruktur pembangunan yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah. 7. Mewujudkan peran serta dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan tanpa
membedakan gender dengan memperhatikan hak–hak anak.
8. Memanfaatkan sumberdaya alam secara optimal dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
D. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu masa bakti Bupati Semarang tahun 2019 dirumuskan sesuai dengan tujuan pembangunan sebagai berikut:
P a g e 18 | 43 Tujuan 1 : Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dengan sasaran :
a. Terpenuhinya jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin;
b. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas;
c. Terwujudnya pola hidup bersih dan sehat pada masyarakat (upaya promotif dan preventif kesehatan di masyarakat);
d. Meningkatnya sanitasi lingkungan dan terpenuhinya kebutuhan air bersih;
e. Terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil dan menyusui, anak balita, serta anak sekolah dasar; f. Terwujudnya norma keluarga kecil yang berkualitas dan sejahtera;
g. Terwujudnya sarana prasarana kesehatan di wilayah selatan.
Tujuan 2 : Mewujudkan masyarakat cerdas, kreatif, berbudaya, berkarakter dan menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan ketaqwaan, dengan sasaran :
a. Meningkatnya akses pelayanan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing pada semua jenjang pendidikan;
b. Meningkatnya jumlah dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan baik formal maupun non formal;
c. Tersedianya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi standard kompetensi, yang memiliki Intelligence Quotient, Emotional Quotient dan Spiritual Quotient;
d. Tersedianya tenaga kerja terampil dan berkualitas sesuai kebutuhan serta memiliki daya saing;
e. Tumbuhnya sikap atau perilaku kewirausahaan masyarakat sehingga mampu menciptakan lapangan kerja;
f. Terwujudnya sinergitas antara pemerintah, lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan dalam pendidikan budi pekerti, budaya dan agama.
Tujuan 3 : Meningkatkan kegiatan usaha ekonomi desa dengan memanfaatkan sumberdaya lokal, dengan sasaran :
a. Terwujudnya sentra/klaster usaha skala UMKM dengan produk khas desa yang memiliki daya saing;
b. Terwujudnya kawasan industri yang dapat menyerap tenaga kerja lokal; c. Meningkatnya akses petani terhadap sarana produksi, modal dan pemasaran;
d. Terwujudnya diversifikasi usaha pertanian menuju agrobisnis, agroindustri dan agrowisata dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk dan daya tarik usaha sektor pertanian; e. Diterapkannya teknologi tepat guna berwawasan lingkungan dalam rangka pengembangan
jenis dan kualitas produk industri lokal;
f. Berkembangnya industri pariwisata yang berbasis masyarakat dan budaya lokal;
g. Tumbuhkembangnya kelompok usaha produktif, badan usaha milik petani dan lembaga keuangan mikro antara lain melalui kemitraan bisnis dan pengembangan program tanggungjawab sosial perusahaan (CSR).
Tujuan 4 : Mewujudkan pelaksanaan pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pembangunan yang efektif, efisien dan akuntabel, dengan sasaran :
P a g e 19 | 43 a. Mantapnya administrasi pemerintahan dalam penerapan Information Communication and
Technology (ICT) melalui Electronic Government dalam rangka peningkatan kualitas, pemerataan pelayanan publik dan pembangunan sistem data (data base);
b. Meningkatnya disiplin, kompetensi dan profesionalisme aparatur pemerintah, sehingga responsif terhadap perubahan paradigma pemerintahan;
c. Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan ketatalaksanaan satuan kerja perangkat desa; d. Terciptanya transparansi dalam pelaksanaan pembangunan;
e. Meningkatnya kemampuan manajemen Pemerintahan dan pembangunan melalui perencanaan dan penganggaran yang responsive gender, dan berbasis data dan arah kebijakan prioritas yang didukung pengendalian dan pengawasan secara optimal.
Tujuan 5 : Menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan investasi, dengan sasaran :
a. Tersedianya dokumen tata ruang sebagai acuan pemanfaatan ruang;
b. Meningkatnya pelayanan perizinan yang tertib, tepat waktu, transparan dan akuntabel;
c. Meningkatnya keamanan dan budaya tertib masyarakat, penegakan keadilan serta supremasi hukum;
d. Tersedianya regulasi dan promosi yang mendukung investasi.
Tujuan 6 : Mewujudkan infrastruktur pembangunan yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah, dengan sasaran :
a. Tersedianya sarana dan prasarana transportasi yang berkualitas dan merata; b. Tersedianya jaringan irigasi dan sumber-sumber air untuk pertanian;
c. Tersedianya prasarana olahraga, ruang publik, dan ruang terbuka hijau di perkotaan; d. Tersedianya sarana dan prasarana air bersih yang memadai;
e. Tersedianya rumah layak huni dan rumah bersanitasi; f. Tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan sampah; g. Terpenuhinya kebutuhan energi listrik;
h. Terpenuhinya sarana dan prasarana perdagangan.
Tujuan 7 : Mewujudkan peran serta dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan tanpa membedakan gender dengan memperhatikan hak-hak anak, dengan sasaran :
a. Meningkatnya peranserta dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa;
b. Meningkatnya pemberdayaan perempuan dan penyandang masalah sosial dalam proses pembangunan di segala bidang guna peningkatan kualitas hidup;
c. Meningkatnya pemenuhan kebutuhan terhadap hak-hak anak melalui sinergitas pemerintah, masyarakat dan swasta;
d. Meningkatnya pemberdayaan kelembagaan desa dan masyarakat.
Tujuan 8 : Memanfaatkan sumberdaya alam secara optimal dan berkelanjutan, dengan sasaran :
a. Diterapkannya teknologi tepat guna dalam upaya pelestarian sumberdaya alam;
P a g e 20 | 43 berkelanjutan;
c. Terkendalinya pengelolaan sumberdaya alam dan kerusakan lingkungan; d. Terwujudnya konservasi lahan melalui pengembangan hutan rakyat;
e. Meningkatnya penggunaan pupuk organik dalam pengembangan usaha pertanian;
f. Terkendalinya pemanfaatan lahan untuk pembangunan ekonomi dan investasi daerah yang sesuai dengan RTRW .
E. Strategi, Arah Kebijakan Desa
Mengacu pada upaya pencapaian sasaran pokok kebijakan pembangunan guna melanjutkan pembangunan tahun tahun sebelumnya berdasarkan RPJDesa periode sebelumnya maka straaategi pembangunan Desa dirumuskan sebagai berikut :
1. Strategi diBidang penyelenggaraan pemerintahan antara lain: a. penetapan dan penegasan batas Desa;
b. pendataan Desa;
c. penyusunan tata ruang Desa;
d. penyelenggaraan musyawarah Desa; f. pengelolaan informasi Desa;
g. penyelenggaraan perencanaan Desa;
h.penyelenggaraan evaluasi tingkat perkembangan pemerintahan Desa; i. penyelenggaraan kerjasama antar Desa;
j. pembangunan sarana dan prasarana kantor Desa;
2. Strategi Bidang pelaksanaan pembangunan Desa antara lain:
A. Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan infrasruktur dan lingkungan desa antara lain:
1. jalan pemukiman;
2. jalan Desa antar permukiman ke wilayah pertanian; 3. lingkungan permukiman masyarakat dusun; dan
4. infrastruktur Desa lainnya sesuai kond Pembangunan,
B. PEMBANGUNAN, PEMANFAATAN DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN ANTARA LAIN:
1. air bersih berskala Desa; 2. sanitasi lingkungan;
3. pelayanan kesehatan Desa seperti Posyandu; 4. sarana dan prasarana kesehatan lainnya
C. PEMBANGUNAN, PEMANFAATAN DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ANTARA LAIN:
1. taman bacaan masyarakat; 2. pendidikan anak usia dini;
P a g e 21 | 43
3. kegiatan belajar masyarakat;
4. pengembangan dan pembinaan sanggar seni; dan
5. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan lainnya .
D. PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF SERTA PEMBANGUNAN, PEMANFAATANDAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA EKONOMI ANTARA LAIN
1. Pembentukan dan pengembangan BUM desa; 2. Penguatan permodalan BUM desa;
3. Pembibitan tanaman pangan; 4. Pengelolaan lahan pertanian; 5. Pengelolaan usaha hutan desa; 6. Kolam ikan dan pembenihan ikan; 7. Kandang ternak;
8. Sarana dan prasarana ekonomi
E. PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP ANTARA LAIN : 1.Penghijauan ;
3. Strategi diBidang Pembinaan Kemasyarakatan antara lain: a. Pembinaan lembaga kemasyarakatan;
b. penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban; c. pembinaan kerukunan umat beragama;
d. pengadaan sarana dan prasarana olah raga; e. pembinaan lembaga adat;
f. pembinaan kesenian dan sosial budaya masyarakat; 4. Strategi di Bidang Pemberdayaan Masyarakat antara lain:
a. Pelatihan usaha ekonomi, pertanian, perikanan dan perdagangan; b. Pelatihan teknologi tepat guna;
c. Pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bagi kepala desa, perangkat desa, dan Badan Pemusyawaratan Desa;
d. Peningkatan kapasitas masyarakat, antara lain: e. Kader pemberdayaan masyarakat desa;
f. Kelompok usaha ekonomi produktif; g. Kelompok perempuan,
h. Kelompok tani,
i. Kelompok masyarakat miskin, j. Kelompok pengrajin,
P a g e 22 | 43
l. Kelompok pemuda;
F. Arah Kebijakan Pembangunan Desa
Kebijakan adalah arah atau tindakan yang diambil oleh pemerintah Desa Polosiri kecamatan Bawen Kabupaten Semarang untuk mencapai tujuan. Perumusan arah kebijakan pembangunan daerah dilakukan agar dalam pelaksanaannya akan lebih terfokus.
Kebijakan pembangunan pemerintah desa Polosiri kecamatan Bawen Kabupaten Semarang yang dipilih dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai visi-misi Kepala Desa periode 2018 -2024 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan.
Kebijakan ini diarahkan dalam rangka mencapai tujuan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, melalui :
a. Peningkatan upaya promosi kesehatan dan monitoring terhadap gizi ibu hamil, balita dan perbaikan gizi masyarakat termasuk penanaman tanaman obat keluarga.
b. Peningkatan budaya hidup bersih dan sehat, serta upaya penyehatan lingkungan melalui penyediaan kebutuhan permukiman dan lingkungan sehat termasuk penyediaan air bersih.
c. Penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang merata antara desa dan kota, melalui peningkatan kualitas pelayanan Puskesmas, RSU dan revitalisasi Pos Kesehatan Desa dan Posyandu.
d. Penyediaan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan penyandang cacat, lanjut usia dan masalah sosial lainnya.
e. Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Kesehatan yang memadai dan merata.
2. Meningkatkan pelayanan pendidikan baik formal maupun non formal,
Kebijakan ini diarahkan dalam rangka mencapai tujuan mewujudkan masyarakat cerdas, kreatif, berbudaya, berkarakter dan menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan ketaqwaan, melalui :
a. Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam rangka pembentukan karakter anak-anak/anak usia dini.
b. Pengembangan pendidikan formal maupun non formal dalam rangka pembentukan karakter bangsa (muatan lokal).
c. Pengembangan pendidikan non formal dalam upaya mengatasi anak putus sekolah dan penyediaaan tenaga terampil berupa pelatihan ketrampilan, magang dan pendampingan, dengan melibatkan instansi terkait.
d. Penyediaan infrastruktur jalan dan pengembangan moda transportasi yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah.
e. Penyediaan fasilitas umum perdesaan yang memadai berupa jalan, jembatan, irigasi, embung, sarana air bersih, perumahan dan permukiman, sanitasi lingkungan, sarana dan prasarana kesehatan, pendidikan, penerangan, pemerintahan dan pasar tradisional serta lainnya.
P a g e 23 | 43 f. Penataan infrastruktur perkotaan berupa trotoar, drainase, manajemen trafik, ruang
terbuka hijau, lampu penerangan jalan dan lain-lain.
g. Penyediaan prasarana dan ruang publik perkotaan seperti gedung olah raga, taman, gedung olah raga serta ruang publik lainnya.
h. Peningkatan pengelolaan persampahan dan limbah.
3. Mengoptimalkan pengelolaan potensi desa yang berwawasan lingkungan.
Kebijakan ini diarahkan dalam rangka mencapai tujuan meningkatnya kegiatan usaha ekonomi daerah dan termanfaatkannya sumberdaya alam secara optimal dan berkelanjutan, melalui :
a. Pembentukan sentra/klaster usaha skala UMKM dengan produk khas desa yang memiliki daya saing.
b. Peningkatan akses petani terhadap sarana produksi, modal dan pemasaran serta teknologi pertanian.
c. Diversifikasi usaha pertanian menuju agrobisnis, agroindustri dan agrowisata dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk dan daya tarik usaha sektor pertanian.
d. Fasilitasi pengembangan objek-objek wisata yang berbasis masyarakat dan budaya lokal, dengan memanfaatkan sumberdaya alam (agrowisata).
e. Penerapan teknologi tepat guna berwawasan lingkungan dalam rangka pengembangan jenis dan kualitas produk industri lokal serta pelestarian sumberdaya alam.
f. Pembentukan jejaring kerjasama dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan berkelanjutan.
g. Pengendalian pemanfaatan sumberdaya alam dan kerusakan lingkungan serta pelestarian sumber-sumber air.
4. Mengembangkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat.
Kebijakan ini diarahkan dalam rangka mewujudkan peran serta dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan tanpa membedakan gender dengan memperhatikan hak-hak anak, melalui :
a. Peningkatan kapasitas kelembagaan desa dan peran serta masyarakat serta organisasi kemasyarakatan dalam proses pembangunan .
b. Pemberdayaan penyandang masalah sosial guna peningkatan kualitas hidup.
c. Pemberdayaan perempuan dalam proses pembangunan, serta pemenuhan kebutuhan dan perlindungan terhadap hak-hak anak dan perempuan melalui sinergitas pemerintah, masyarakat dan swasta.
d. Peningkatan peran serta masyarakat dalam menumbuhkan minat baca masyarakat melalui penyediaan bahan bacaan.
5. Mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) dan kepastian hukum.
Kebijakan ini diarahkan dalam rangka terlaksanakannya pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pembangunan yang efektif, efisien dan akuntabel, serta terciptanya iklim yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan investasi, melalui :
a. Penerapan jaringan Information Comunication and Technology (ICT) melalui E-Gov dalam rangka peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan publik.
P a g e 24 | 43 b. Peningkatan akses masyarakat terhadap informasi publik.
c. Peningkatan disiplin, kompetensi, profesionalisme dan pemerataan penempatan aparatur pemerintah yang responsif terhadap perubahan paradigma pemerintahan.
d. Peningkatan kesejahteraan aparatur pemerintah desa
e. Peningkatan kemampuan manajemen pembangunan melalui perencanaan dan penganggaran yang responsif gender dan berbasis data dan arah kebijakan prioritas yang didukung pengendalian dan pengawasan secara optimal.
f. Penerapan pelayanan perizinan yang tertib, tepat waktu, transparan dan akuntabel yang mengacu pada dokumen tata ruang yang telah ditetapkan.
g. Pengembangan budaya tertib, penegakan keadilan dan supremasi hukum.
G. Agenda Pembangunan Tahunan
Untuk menjamin pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan maka pada setiap tahun anggaran pelaksanaan RPJM Desa Polosiri kecamatan bawen Kabupaten Semarang 2018-2024 dijabarkan dalam agenda tahunan sebagai berikut :
1. Tahun 2018 : merupakan tahun penahapan sosialisasi dan konsolidasi visi-misi pasca pemilihan kepala desa, dan lanjutan pelaksanaan pembangunan sesuai RKPDesa tahun 2012.
2. Tahun 2019 : merupakan tahun pemantapan konsolidasi dan pembenahan infrastruktur dasar dalam upaya pemenuhan pelayanan dasar menuju masyarakat yang mandiri, tertib dan sejahtera. Pada tahun ini difokuskan pada dua hal, yaitu:
a. Konsolidasi dan penyiapan instrumen perencanaan pembangunan desa sebagai acuan pemanfaatan secara optimal sumberdaya alam maupun buatan sesuai dengan RTRW Desa , serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, sehingga mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Serta penyiapan penerapan teknologi komunikasi dan informasi melaui electronic government di lingkungan Kabupaten Semarang dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kebebasan akses informasi bagi masyarakat.
b. Pembenahan sarana dan prasarana pelayanan dasar diprioritaskan pada : 1) Pemenuhan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
2) Melengkapi secara bertahap sarana dan prasarana pendidikan dasar yang menjamin proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan baik.
3) Memantapkan administrasi pemerintahan dengan penerapan teknologi komunikasi dan informasi melalui electronic government di lingkungan Kabupaten Semarang dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kebebasan akses informasi bagi masyarakat. 3. Tahun 2020 - 2022 : merupakan tahun percepatan pencapaian masyarakat yang mandiri, tertib
dan sejahtera melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan, peningkatan SDM dan pelayanan publik. Pada tahun ini pembangunan difokuskan pada lima hal, yaitu :
a. Peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM baik aparat maupun masyarakat.
b. Memanfaatkan secara optimal sumberdaya daerah sesuai dengan RTRW Kabupaten Semarang serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna untuk mendorong terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
P a g e 25 | 43 c. Membangun dan mengembangkan jaringan bisnis untuk memaksimalkan potensi ekonomi
lokal melalui UMKM secara mandiri.
d. Penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur daerah terutama di kawasan perdesaan dan perbatasan, revitalisasi kawasan Bandungan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi daerah.
e. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang menjamin tercapainya kesejahteraan masyarakat.
4. Tahun 2023 – 2024 : merupakan tahun perwujudan masyarakat Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang yang berdaya saing tinggi, mandiri, tertib dan sejahtera. Pembangunan pada tahun ini difokuskan pada tiga hal, yaitu:
a. Memantapkan pemanfaatan sumberdaya desa secara berkelanjutan serta pengembangan jaringan bisnis ekonomi lokal melalui UMKM yang diarahkan pada pengelolaan usaha oleh pelaku bisnis secara mandiri.
b. Mewujudkan masyarakat yang berkemampuan (empowered) dan berdaya saing (competitive) yang mengarah pada kemandirian, melalui peran aktif pemerintah, swasta dan masyarakat.
Mewujudkan perilaku aparatur pemerintah dan masyarakat yang selalu berpegang pada aturan dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
H. Gambaran Pengelolaan Keuangan Desa Dan Kerangka Pendanaan/Arah Kebijakan Keuangan
Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban desa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang, termasuk segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban desa. Penyelenggaraan fungsi pemerintahan desa akan terlaksana secara optimal apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemberian sumber-sumber penerimaan yang cukup kepada desa sesuai peraturan perundang-undangan (money follow function).
Kerangka Hubungan Antara Kebijakan Keuangan Desa/ APBDesa Dengan RKPDesa dan Visi Misi, Strategi RPJMDesa
Kebijakan Keuangan Desa/APBDes
RKPD 1 RKPD 3 RKPD 4 RKPD 5 RKPD 2 RPJMDESA VISI, MISI, STRATEGI
RKPD 6
P a g e 26 | 43 Arah kebijakan keuangan desa yang dirumuskan oleh Pemerintah Desa adalah sebagai berikut :
1. Arah kebijakan belanja APBDes digunakan sepenuhnya untuk mendukung kebijakan prioritas strategis jangka menengah lima tahunan.
2. Untuk menjamin ketersediaan dana maka kebijakan pendapatan diarahkan untuk mendapatan berbagai sumber pendanaan dalam jumlah yang memadahi.
Berdasarkan struktur APBDes, kebijakan keuangan desa juga perlu dirinci berdasarkan komponen masing-masing, yang meliputi Kebijakan Pendapatan, Kebijakan Belanja dan Kebijakan Pembiayaan. Adapun hubungan strategi dengan (arah kebijakan) komponen APBDes dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Kerangka Hubungan Antara Strategi dan Komponen APBD
Gambar di atas menunjukan pola hubungan antara proses perencanaan kegiatan dengan aktifitas keuangan. Satuan terkecil dari perencanaan strategik adalah program dan kegiatan. Melalui analisis belanja, standar pelayanan, dan standar harga atas komponen belanja tiap kegiatan dapat dihitung kebutuhan belanja. Dengan demikian arah kebijakan belanja Desa pada prinsipnya adalah agar belanja dapat lebih optimal dalam mendukung seluruh kegiatan. Adapun belanja yang tidak memiliki nilai tambah (non value-added) diminimalisir.
Program/
Kegiatan
Visi Misi Strategi
A R A H K E B I J A K A N A P E N D A P A T A N B E L A N J A P E M B I A Y A A N ……… …. ( - ) ……….. (=) …….. P1 P2 P3 A. P 4 P5 P~
P a g e 27 | 43
A. Kinerja Keuangan Masa Lalu
Analisis Pengelolaan Keuangan Desa dimaksudkan untuk menghasilkan gambaran tentang kapasitas atau kemampuan keuangan desa dalam mendanai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa. Sedangkan Pengeloaan keuangan desa diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), maka analisis pengelolaan keuangan desa dilakukan terhadap APBDes dan Laporan Keuangan Desa sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelumnya.
P a g e 28 | 43
BAB III
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANAJA DESA A. Pendapatan Desa dan Belanja Desa
Pemerintah Desa Polosiri setiap tahun menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dengan jumlah nominal yang berbeda dengan tahun anggaran sebelumya menurut dana transfer yang diberikan dari pemerintah pusat dan daerah. Sebelum menyusun APBDes, pemerintah desa Polosiri juga menyusun rencana kegiatan (RKPDes) yang berisi kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu satu tahun anggaran kedepan beserta dengan rincian anggaran belanja. Berikut adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Polosiri selama satu periode masa jabatan Kepala Desa :
Tabel 1.6
Pendapatan Desa Polosiri tahun 2019
Pendapatan 2019 DD 854.215.359 ADD 495.658.580 BHPDRD 84.909.821 PADes 70.000.000 PB Kabupaten 67.250.000 PB Provinsi 255.000.000 Total 1.827.033.760 Tabel 1.7
Belanja Desa Polosiri tahun 2019
Belanja 2019 Pemerintahan 512.950.439 Pembangunan 918.033.859 Pembinaan 70.750.000 Pemberdayaan 316.299.462 Total 1.827.033.760
P a g e 29 | 43
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA POLOSIRI
A. URUSAN HAK ASAL USUL DESA
Berdasarkan Undang-undang Nomor 06 tahun 2014 tentang Desa yang dimaksud adalah Desa dan Desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam konteks Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, dalam melaksanakan tugas pelayanan, Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan serta Pemberdayaan Masyarakat maka Desa selain memiliki sumber Pendapatan Asli Desa sesuai dengan Undang-undang Nomor 06 tahun 2014 tentang Desa, Desa juga berhak untuk mendapatkan Dana Desa dari APBN dan Alokasi Dana Umum yang diterima oleh Desa.
Pemerintahan Desa Polosiri juga melaksanakan kegiatan yang berdasarkan hak asal-usul tersebut dengan melihat asas partisipatif melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada di desa dalam menggali dan mengangkat potensi Desa yang ada. Namun usaha dalam rangka menggali dan mengangkat potensi desa tersebut masih belum sesuai harapan Pemerintah Desa Polosiri karena masih kurangnya dana, SDM, pendapatan masyarakat desa serta Pendapatan Asli Desa Jombor yang hingga saat ini hanya mengandalkan hasil dari Pengelolaan Tanah Kas Desa/bengkok yang luasnya tidak seberapa.
1. Pelaksanaan Kegiatan
Program kegiatan desa dan pembangunan di Desa Polosiri dilaksanakan menurut dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahunan. Yang mana RKPDes tersebut merupakan dokumen yang berisi kegiatan-kegiatan yang dihasilkan dari penggalian aspirasi dari masyarakat yang dilaksanakan pada agenda perencanaan pembangunan musyawarah dusun (musdus). Dari musdus, kemudian data usulan aspirasi/usulan masyarakat tersebut diinventarisir dan diidentivikasi yang kemudian akan disahkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di tingkat desa. Kegiatan-kegiatan yang sudah ditampung dalam bank data kegiatan pembangunan yang telah disahkan dengan berita acara melalui Musrenbangdes kemudian akan
P a g e 30 | 43 disusun dalam sebuah dokumen RKPDes yang akan menjadi prioritas pelaksanaan kegiatan di tahun berikutnya.
2. Tingkat Pencapaian
Keberhasilan pembangunan di desa Polosiri tidak lepas dari peran serta dan dukungan masyarakat. Adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam melaksakan kegiatan baik pembangunan maupun pemberdayaan dan pembinaan masyarakat membuat kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di desa Polosiri menjadi lancar dan baik sehingga hasilnya dapat dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Di Desa Polosiri tingkat pencapaian pembangunannya yang hampir merata disegala bidang dan sumber anggaran yaitu Pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa, Dana Desa, BHPRD.
Tingkat Pencapaian pelaksanaan program Alokasi Dana Desa, Dana Desa dan BHPDRD meskipun belum mampu dilaksanakan sepenuhnya, namun kegiatan-kegiatan pokok yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak berhasil dilaksanakan dengan baik. Adanya kegiatan desa yang tidak bisa dilaksanakan disebabkan oleh mepetnya jadwal waktu pelaksanaan kegiatan dengan kegiatan yang lainnya dan jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah diatasnya.
3. Satuan Pelaksanaan kegiatan Desa
Susunan Organisasi dan Tata kerja Pemerintahan Desa Polosiri berdasarkan Peraturan Menteri dalam negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa.
Kegiatan pemerintahan dilaksanakan menurut ketentuan dari peraturan yang berlaku. Dari Kepala Desa, perangkat desa, lembaga desa hingga ke RT/RW berjalan dengan baik.
Tabel 1.8
Data Perangkat Desa Polosiri
NO N A M A J A B A T A N TEMPAT & TANGGAL LAHIR
1 NURGIYANTO KADES KAB. SMG 07-05-1981
2 PURBO SETYAWAN SEKDES KAB. SMG 23-09-1985
3 WAHYU PURWOKO KASI PEMERINTAHAN KAB. SMG 28-08-1980
P a g e 31 | 43
5 SUJARWO KASI PEMBANGUNAN KAB. SMG 29-07-1960
6 SUJIYATUN KAUR KEUANGAN KAB. SMG 01-08-1968
7 TETYA SUSIANTI KAUR UMUM/PERENCANAAN KAB. SMG 31-08-1981
8 UMIYATUN KEPALA DUSUN KRAJAN POLOSIRI KAB. SMG 07-02-1976
9 YOTO KEPALA DUSUN SOKO KAB. SMG 09-07-1983
10 ZAENAL ARIFIN KEPALA DUSUN WANGON KAB. SMG 2707-1974 11 RISMI ARIYANTI KEPALA DUSUN TAPEN KAB. SMG 19-07-1993 12 SUKARDI KEPALA DUSUN PRENGGAN KAB. SMG 22-10-1960 13 SUTARMIN KEPALA DUSUN KALIPUTIH KAB. SMG 04-06-1963
4. TUGAS – TUGAS APARAT PEMERINTAH DESA 1. Kepala Desa mempunyai tugas, wewenang dan fungsi :
Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan .
Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Desa mempunyai fungsi :
a. penyelenggaraaan pemerintahan desa, seperti tata pemerintahan, penetapan peraturan di desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban, melakukan upaya perlindungan masyarakat, administrasi kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah;
b. pelaksanaan pembangunan, seperti pembangunan sarana prasarana perdesaan, dan pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan;
c. pembinaan kemasyarakatan, seperti pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, partisipasi masyarakat, sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan;
d. pemberdayaan masyarakat, seperti tugas sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna; dan
e. menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat dan lembaga lainnya.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Kepala Desa mempunyai kewajiban :
a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
c. memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat; d. melaksanakan kehidupan demokrasi;
e. melaksanakan prinsip tata pemerintahan desa yang bersih dan bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme;
f. menjalin hubungan kerja dengan seluruh mitra kerja pemerintahan desa; g. menaati dan menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan;
h. menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa yang baik;
i. melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan desa; j. melaksanakan urusan yang menjadi kewenangan desa;
k. mendamaikan perselisihan masyarakat di desa; l. mengembangkan pendapatan masyarakat dan desa;
P a g e 32 | 43 m. membina, mengayomi dan melestarikan nilai-nilai sosial-budaya dan
adat-istiadat;
n. memberdayakan masyarakat dan kelembagaan di desa; dan
o. mengembangkan potensi sumber daya alam dan melestarikan lingkungan hidup.
Selain kewajiban sebaimana dimaksud diatas Kepala Desa mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada Bupati, memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD, serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat.
Laporan penyelenggaraan pemerintahan desa sebagaimana dimaksud diatas disampaikan kepada Bupati melalui Camat 1 (satu) kali dalam satu tahun.
Laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD sebagaimana dimaksud pada diatas disampaikan 1 (satu) kali dalam satu tahun dalam musyawarah BPD.
Menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat, dapat berupa selebaran yang ditempelkan pada papan pengumuman atau diinformasikan secara lisan dalam berbagai pertemuan masyarakat desa, radio komunitas atau media lainnya.
Laporan digunakan oleh Bupati sebagai dasar melakukan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan sebagai bahan pembinaan lebih lanjut. Laporan akhir masa jabatan Kepala Desa disampaikan kepada Bupati melalui Camat dan kepada BPD.
Kepala Desa mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan penyelenggaraan urusan rumah tangganya, melaksanakan koordinasi, menggerakkan peran serta masyarakat dalam pembangunan, melaksanakan tugas dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten termasuk ketentraman dan ketertiban masyarakat dan menyelenggarakan kegiatan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan lainnya.
2. Sekretaris Desa mempunyai tugas :
a. Menyelenggarakan pembinaan dan pelaksanaan administrasi Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan serta memberikan pelayanan ketatausahaan kepada Kepala Desa.
b. Sekretaris Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam menjalankan tugas dapat dibantu oleh Kepala Urusan Keuangan dan Kepala Urusan Umum dan Perencanaan.
Sekretaris Desa mempunyai fungsi :
a. pelaksanaan urusan ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi surat menyurat, arsip, dan ekspedisi;
b. pelaksanaan urusan umum seperti penataan administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor, penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi, perjalanan dinas, dan pelayanan umum;
P a g e 33 | 43 c. pelaksanaan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi
keuangan, administrasi sumber – sumber pendapatan dan pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan administrasi penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD dan lembaga kemasyarakatan desa;
d. pelaksanaan urusan perencanaan seperti menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan, melakukan monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan laporan.
2. Kepala Seksi Pemerintahan mempunyai tugas :
Melaksanakan koordinasi penyusunan program dan fisilitasi kegiatan dibidang Pemerintahan yang terdiri dari :
a. Mengumpulkan, mengolah, mengevaluasi data bidang pemerintahan, ketentraman dan ketertiban;
b. Mengumpulkan bahan dalam rangka pembinaan wilayah dan masyarakat; c. melakukan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat di bidang
pemerintahan, ketentraman dan ketertiban;
d. memfasilitasi pelaksanaan demokratisasi dan politik;
e. membantu tugas-tugas dibidang administrasi kependudukan dan pertanahan;
f. menyiapkan bahan rapat Kepala Desa. Kepala Urusan Pemerintahan mempunyai fungsi :
a. pelaksanakan manajemen tata pemerintahan;
b. pelaksanaan fasilitasi penyusunan rancangan regulasi desa; c. pembinaan masalah pertanahan;
d. pembinaan ketentraman dan ketertiban; e. pembinaan upaya perlindungan masyarakat; f. pengelolaan administrasi kependudukan; dan g. pengelolaan Profil Desa.
3. Kepala Seksi Pelayanan Umum mempunyai tugas :
Kepala Urusan Pelayanan Umum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan program dan fasilitasi kegiatan dibidang pelayanan umum yang terdiri dari :
a. mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data serta membina dibidang penyuluhan dan hak kewajiban masyarakat;
b. membantu pelaksanaan pelayanan Keagamaan, sosial budaya Kemasyarakatan;
c. menyiapkan bahan rapat Kepala Desa.
P a g e 34 | 43 a. pelaksanaan penyuluhan dan motivasi terhadap pelaksanaan hak dan
kewajiban masyarakat;
b. peningkatan upaya partisipasi masyarakat; c. pelestarian nilai sosial budaya masyarakat; d. pelayanan keagamaan; dan
e. pelayanan administrasi ketenagakerjaan.
4. Kepala Seksi Kemasyarakatan mempunyai tugas :
Kepala Urusan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan program dan fasilitasi kegiatan dibidang kemasyarakatan yang terdiri dari :
a. mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data serta membina dibidang keagamaan dan pendidikan;
b. mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data serta membina dibidang kesehatan masyarakat, pelayanan dan bantuan sosial kemasyarakatan;
c. mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data serta membina dibidang kepemudaan, pemberdayaan perempuan dan keluarga, olah raga dan kebudayaan;
d. menyiapkan bahan rapat Kepala Desa.
Kepala Urusan Kemasyarakatan mempunyai fungsi :
a. pelaksanaan pembangunan sarana prasarana perdesaan;
b. pelaksanaaan pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan;
c. pelaksanaan sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna.
5. Kepala Urusan Keuangan mempunyai tugas :
a. pengurusan administrasi keuangan;
b. administrasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran; c. verifikasi administrasi keuangan; dan
d. dministrasi penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD dan Unsur Staf Perangkat Desa.
6. Kepala Urusan Umum dan Perencanaan mempunyai tugas :
a. tata naskah dinas;
b. administrasi surat menyurat; c. arsip dan ekspedisi;
d. penataan administrasi perangkat desa;
e. penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor; f. penyiapan rapat;
P a g e 35 | 43 g. pengadministrasian aset;
h. inventarisasi aset; i. perjalanan dinas; j. pelayanan umum;
k. menyusun rencana pembangunan jangka menengah desa; l. menyusun rencana kerja pemerintah desa;
m. menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja desa; n. menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan; o. melakukan monitoring dan evaluasi program; dan
p. penyusunan laporan.
7. Kepala Dusun mempunyai tugas :
a. membantu melaksanakan tugas Kepala Desa di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;
b. melaksanakan sebagian kegiatan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan serta Ketentraman dan Ketertiban diwilayah kerjanya; c. melaksanakan keputusan dan kebijakan Kepala Desa;
d. membina dan meningkatkan swadaya dan kerukunan masyarakat; Kepala Dusun mempunyai fungsi :
a. pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat, mobilitas kependudukan, penataan dan pengelolaan wilayah; b. pengawasan pelaksanaan pembangunan di wilayahnya;
c. pelaksanaan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya; dan
d. pelaksanaan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Adapun Lembaga Desa yang membantu dalam pelaksanaan Pemerintahan Desa adalah BPD, LKMD, RW, RT dan PKK.
5. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Anggaran yang telah dituangkan dalam APBDes setiap tahunnya telah dilaksanakan sesuai rencana yang ditetapkan dan semua pelaksanaan kegiatan di desa lebih difokuskan pada pekerjaan-pekerjaan yang dianggap sangat perlu dan darurat.
Untuk pekerjaan yang pelaksanaannya menggunakan/membutuhkan dana yang besar sehingga tidak mampu dibiayai dengan APBDes, maka diajukan ke Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Propinsi dan atau ke Pemerintah Pusat.
P a g e 36 | 43
6. Proses Perencanaan Pembangunan
Partisi masyarakat dalam pelaksanaan Pembangunan di Desa Polosiri masih berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari tradisi gotong royong yang masih terus berjalan dengan dan dipertahankan. Gotong royong menjadi salah satu sarana silaturahmi dan kerjasama antar warga sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kebersamaan antar masyarakat, termasuk dalam persiapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.
Oleh karena hampir setiap kegiatan pembangunan desa melibatkan partisipasi dan kontribusi dari masyarakat, maka sebelum pelaksanaan kegiatan pembangunan dilakukan, terlebih dahulu diadakan musyawarah di tingkat dusun yang selanjutnya hasil musyawarah tingkat dusun tersebut dibawa ke musyawarah tingkat desa yang disebut Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES). Kemudian dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dirumuskan untuk menjadi Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) berskala tahunan, dengan terlebih dahulu mencermati dokumen RPJMDes yang ada dan tidak keluar dari kegiatan-kegiatan yang ada dalam RPJMdes periode berjalan.
7. Sarana dan Prasarana
Dalam rangka pemerataan Pembangunan Desa Polosiri menuju Desa
POLOSIRI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG YANG BERMARTABAT BERSIH,MAKMUR,TAQWA,BERPENDIDIKAN AMAN DAN TENTRAM diperlukan partisipasi dari seluruh masyarakat melalui pembangunan skala desa. Guna pelaksanaan program tersebut diperlukan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ataupun pemeliharaan sarana dan prasarana desa.
Secara umum sarana dan prasarana yang ada di Desa Polosiri Kecamatan Bawen sudah cukup lengkap mengingat penduduk hanya 3.274 jiwa. sebagaimana tergambar dalam table 2.7 sebagai berikut :
Tabel 2.7
Sarana dan Prasarana Desa
No Jenis Sarana dan Prasarana Desa Jumlah Keterangan
1. Kantor Desa 1
2. Gedung Balai Desa 1
3. Gedung PKD 1
4. Gedung PAUD 2