• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABLE OF CONTENTS. No. Title Media Source Page

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TABLE OF CONTENTS. No. Title Media Source Page"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Daily News Update Page 1

TABLE OF CONTENTS

No. Title Media Source Page

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Ministry of EMR Gives Award for Good Mining Practices Business Actors

Kementerian ESDM Beri Penghargaan untuk Pelaku Good Mining Practices

Restatement! Initially Profit, Antam's 1H-2020 Loss Rp. 159 M

Restatement! Awalnya Laba, 1H-2020 Antam Malah Rugi Rp.159 M

Martabe Gold Mine Wins Consecutive Awards

Tambang Emas Martabe Raih Penghargaan Beruntun

Full Capacity, Freeport Will Produce 1.5 Million Ounces of Gold Next Year

Kapasitas Penuh, Freeport Bakal Hasilkan 1,5 Juta Ons Emas Tahun Depan

KPC Wins The Most Sustainable Mining Company 2021

KPC Raih The Most Sustainable Mining Company 2021

MEMR Wants to Make Long-Term Coal Stock Safe, Here's How

ESDM Mau Bikin Stok Batu Bara Jangka Panjang Aman, Begini Caranya

Decline in Indonesia's Coal Production Affects Market Prices

Penurunan Produksi Batu Bara Indonesia Pengaruhi Harga di Pasar

UK uses coal power plant again, coal price hits record

Inggris kembali menggunakan PLTU batubara, harga batu bara cetak rekor

Up Again, Record Again, Coal Prices Soared 163% This Year

Naik Lagi, Rekor Lagi, Harga Batu Bara Meroket 163% Tahun Ini

Jakarta to jolt sliding nickel price – report

Metso Outotec invests in Lappeenranta filtration technology centre

KESDM

CNBC Indonesia

Media Indonesia

Dunia Tambang

CNBC Indonesia

DetikFinance

Bisnis

Kontan

CNBC Indonesia

Mining.com Int'l Mining

3

6

9

11

13

16

18

20

23

24

26

(2)

Daily News Update Page 2

12.

13.

14.

15.

Coal prices are roaring back amid a global energy crunch Top of the crop: September’s best mining innovations Ausstralian resource exports set for record heights

Coal India to raise fuel supply to 1.6 million tonnes per day by October-end

The SMH

Australian Mining Mining Weekly Financial Express

28

29

30

31

(3)

Daily News Update Page 3

Ministry of EMR Gives Award for Good Mining Practices

Business Actors

T HE MINISTRY of Energy and Mineral Resources (MEMR) expresses its appreciation to the Mining Business Entities and Mining Services Business Entities that have implemented Good Mining Practices, by awarding the Achieve- ment Award for the Implementation of Good Mineral and Coal Mining Engineering Rules in 2021.

These awards are given to mining business entities that have implemented good mining engineering principles and as a driver and motivator to be able to achieve the highest achievements in Mining Technical management, Mining Safety Management, Mining Environmental Management, Mineral and Coal Conser- vation Management, and Management of Standardization and Business of Mineral and Coal Mining Services.

"Thank you for holding this event as a means of awarding achievements, appreciation to mining business entities and mining service companies who have made efforts to comply with technical rules, conserve resources and reserves, create safe working conditions, and protect the environment by implementing good and correct mining practices, or so-called good mining practices," said Minister of EMR Arifin Tasrif in his remarks at the award presentation, Wednesday (29/9).

Kementerian ESDM Beri Penghargaan untuk Pelaku

Good Mining Practices

K EMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan apresiasi kepada Badan Usaha Pertambangan dan Badan Usaha Jasa Pertambangan yang telah melaksanakan Good Mining Practices, dengan memberikan Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Mineral dan Batubara yang Baik Tahun 2021.

Penghargaan-penghargaan tersebut diberi- kan kepada badan usaha pertambangan yang telah menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik dan sebagai pendorong serta pemberi motivasi untuk dapat mencapai prestasi setinggi-tingginya dalam pengelolaan Teknis Pertambangan, Pengelolaan Keselamatan Pertambangan, Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertam- bangan, Pengelolaan Konservasi Mineral dan Batubara, serta Pengelolaan Standar- disasi dan Usaha Jasa Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Terima kasih atas terselenggaranya acara

ini sebagai ajang pemberian prestasi, apre-

siasi kepada badan usaha pertambangan

dan badan usaha jasa pertambangan yang

telah melakukan upaya untuk mematuhi

kaidah teknis, melakukan konservasi

sumber daya dan cadangan, menciptakan

kondisi kerja yang aman, dan perlindungan

terhadap lingkungan hidup dengan me-

nerapkan praktek pertambangan yang baik

dan benar, atau disebut good mining

practices," tutur Menteri ESDM Arifin

Tasrif dalam sambutannya pada penye-

rahan penghargaan tersebut, Rabu (29/9).

(4)

Daily News Update Page 4

On that occasion, Arifin said, Law Number 3 of 2020 concerning Amendments to Law Number 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining mandates five basic principles of the management area of the national mineral and coal mining sub-sector, namely economic growth, energy security, no the occurrence of resource scarcity, prevention of environmental degradation, and sustainable development.

"These principles are an effort to mitigate the national and global challenges that are currently being and will be faced by the national mining industry, including mineral and coal commodity deposits of good quality which will decrease in number and will be deeper in the earth.

This will demands an increase in the complexity of mining operations as well as an increase in safety risks," he added.

From an economic point of view, continued Arifin, mining operating costs tend to increase, as well as pressure from instability and fluctuations in commodity prices, requiring the mining industry to always improve efficiency and increase productivity, amid the challenges of operating complexity and increasing safety risks, as well as managing environmental, social, and environmental risks. gover- nance.

Regarding this aspect of environmental management, the hopes and aspirations of the community so that mining business activities are in line with environmental protection efforts are getting stronger.

"The international world also wants a shift in development patterns towards carbon neutral through the use of NRE and economic acceleration based on digital technology will be an important change in our economy," said Arifin.

Pada kesempatan tersebut, Arifin mengata- kan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertam- bangan Mineral dan Batubara meng- amanatkan lima prinsip dasar area penge- lolaan subsektor pertambangan mineral dan batubara nasional, yakni pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, tidak terjadi- nya kelangkaan sumber daya, pencegahan degradasi lingkungan, dan pembangunan yang berkelanjutan.

"Prinsip-prinsip tersebut merupakan upaya mitigasi atas tantangan nasional dan global yang sedang dan akan dihadapi oleh industri pertambangan nasional, antara lain endapan komoditas mineral dan batubara dengan kualitas yang baik akan semakin berkurang jumlahnya dan semakin berada jauh di dalam perut bumi.

Hal ini akan menuntut adanya peningkatan kompleksitas operasi penambangan dan juga peningkatan risiko keselamatan,"

imbuhnya.

Dari sisi keekonomian, lanjut Arifin, biaya operasi penambangan cenderung mening- kat, serta tekanan ketidakstabilan dan fluktuasi harga komoditas menuntut industri pertambangan untuk selalu me- ningkatkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas, di antara tantangan kom- pleksitas operasi dan risiko keselamatan semakin meningkat, serta pengelolaan risk environmental, social, and governance.

Terkait dengan aspek pengelolaan ling- kungan ini, harapan dan aspirasi masya- rakat agar kegiatan usaha pertambangan sejalan dengan upaya perlindungan ling- kungan hidup semakin menguat.

"Dunia internasional juga menghendaki

adanya pergeseran pola pembangunan

menuju karbon netral melalui penggunaan

EBT serta akselerasi ekonomi berbasis

teknologi digital akan menjadi perubahan

penting dalam ekonomi kita," tegas Arifin.

(5)

Daily News Update Page 5

Arifin also emphasized that the govern- ment always prioritizes the sustainability of the function of the natural environment and the social function of society with its economic benefits. The challenges that will be faced by the mining industry will increase in the future.

"Currently the Ministry of EMR through the Directorate General of Mineral and Coal is structuring mining activities after the issuance of Government Regulation Number 96 of 2021, concerning the Implementation of Mineral and Coal Mining Business Activities, in addition to the completion of other regulations of Law No. Minerba can exist and be competitive,"

said Arifin.

Arifin also acknowledged that in the digital information era, the Government imple- ments adaptive guidance and supervision with technology, so that with a wider range of control over mining and coal business activities in the future, it can be carried out effectively, efficiently, and can reach all mining areas.

"I hope that the Director General of Mineral and Coal can immediately adjust and improve the system of supervisory equipment and increase the competence of supervisory officers to answer these issues and challenges," he said.

On the same occasion, the Director General of Mineral and Coal Ridwan Djamaluddin said that this award is proof of the accountability of mining business actors to the community.

"This award ceremony is proof of our responsibility to the public that this mining activity is an industry that we try our best to provide the maximum benefit. Besides that,...

Arifin pun menekankan bahwa pemerintah selalu mengedepankan keberlanjutan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial masyarakat dengan manfaat ekonominya.

Tantangan yang akan dihadapi industri pertambangan akan semakin meningkat ke depan.

"Saat ini Kementerian ESDM melalui Ditjen Minerba sedang melakukan penataan kegiatan pertambangan setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, di samping penyelesaian peraturan UU No. 3 Tahun 2020 lainnya, yang tentunya di- harapkan dapat menjadikan pengusahaan pertambangan minerba dapat eksis dan kompetitif," tutur Arifin.

Arifin juga mengakui bahwa dalam era informasi digital, Pemerintah menerapkan pembinaan dan pengawasan yang adaptif dengan teknologi, sehingga dengan rentang kendali pengawasan kegiatan usaha minerba yang akan semakin luas ke depan- nya dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan dapat menjangkau seluruh wilayah pertambangan.

"Saya berharap Dirjen minerba dapat segera menyesuaikan dan meningkatkan sistem perangkat pengawasan beserta peningkatan kompetensi aparat pengawas untuk menjawab isu dan tantangan tersebut," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa peng- hargaan ini adalah bukti pertanggung- jawaban pelaku usaha pertambangan kepada masyarakat.

"Acara penghargaan ini sebagai bukti

pertanggungjawaban kita kepada publik

bahwa kegiatan pertambangan ini adalah

industri yang kita upayakan sebaik-baik-

nya untuk memberikan manfaat sebesar-

besarnya. Selain itu...

(6)

Daily News Update Page 6

Besides that, it also maintains the safety of the perpetrators and protects the environment in the long term. our efforts to account for the activities of all of us, mining people to the public," said Ridwan.

For information, the awarding of the Achievement Award for the Implemen- tation of Good Mining Engineering Rules is a series of events to commemorate the 76th Mining Anniversary which fell on September 28, 2021. The Best Award for the Implementation of Good Mining Engineering Rules was given to PT Arutmin Indonesia Tambang Senakin for the Group of Business Entities Holders of Coal Mining Concession Work Agreements, Mining Business Permits and Special Mining Business Permits for Coal Commodities. Meanwhile, the list of other award recipients can be seen in the Attachment to this Press Release on the MEMR website.

(DKD)

Selain itu juga menjaga keselamatan para pelakunya dan menjaga lingkungan dalam jangka panjang. Jadi good mining practices ini sesungguhnya adalah upaya kita memper- tanggungjawabkan kegiatan kita semua, insan-insan pertambangan kepada publik,"

tandas Ridwan.

Sebagai informasi, Penyerahan Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertam- bangan yang Baik merupakan rangkaian acara Peringatan Hari Jadi Pertambangan ke- 76 yang jatuh pada 28 September 2021 lalu.

Adapun Penghargaan Terbaik Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik diberikan kepada PT Arutmin Indonesia Tambang Senakin untuk Kelompok Badan Usaha Pemegang Perjanjian Karya Peng- usahaan Pertambangan Batubara, Izin Usaha Pertambangan dan Izin Usaha Pertambangan Khusus Komoditas Batubara. Sementara untuk daftar penerima penghargaan lainnya, dapat dilihat di Lampiran Siaran Pers ini di website KESDM.

(DKD)

Restatement! Initially Profit, Antam's 1H-2020 Loss Rp159 M

Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia

T HE STATE-owned gold and nickel mining company, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) released its financial performance in the first semester of 2021 which recorded a profit.

It's just that there are other things beyond the presentation of Antam's performance achievement data during the first semester of 2021, namely changes in the financial performance figures for the first semester of 2020 which are presented again in the financial statements of the first semester of 2021. This is different from...

Restatement! Awalnya Laba, 1H-2020 Antam Malah Rugi

Rp159 M

Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia

E MITEN BUMN tambang emas dan nikel, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merilis kinerja keuangan semester I-2021 yang mencetak laba.

Hanya saja ada hal lain di luar penyajian

data pencapaian kinerja Antam sepanjang

semester pertama 2021 yakni perubahan

angka kinerja keuangan semester I-2020

yang disajikan kembali di laporan

keuangan semester I-2021. Ini berbeda

dibandingkan dengan...

(7)

Daily News Update Page 7

This is different from the performance of the first semester of 2020 which was published on August 3, 2020.

In the first half of 2021, Antam recorded a net profit of Rp 1.16 trillion. This performance is in contrast to the same period in the previous year which lost Rp 159.40 billion.

In fact, in a report published last August, Antam recorded a net profit in the first semester of 2020 (not a loss as reported in September 2021). The net profit in the first semester of 2020, which was reported at that time, reached Rp. 84.82 billion, a decrease of 80.18% from the same period in 2019, net profit of Rp. 428 billion.

Based on data from the financial statements for the first half of 2020, the decline in net profit was in line with Antam's declining sales in the first 6 months of this year.

However, on the restatement, last year Antam actually lost Rp 159.40 billion.

ANTM's Corporate Secretary, Yu lan Kustiyan, explained the problem to the Indonesia Stock Exchange (IDX) after the stock exchange authority questioned this.

Yulan said that the company had previously submitted an appendix 4D half year report document which contained a limited review of the mid-2020 consolidated financial statements.

In the financial statements, there is a restatement of the mid-2020 consolidated financial statements.

"The restatement is carried out in line with the fulfillment of the rules of Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) number 8 regarding events after the reporting period, in which the company records events that occur after the reporting date which are aligned with the 2020 annual consolidated financial statements audited,"

said Yulan Kustiyan, quoted by Antara, Thursday (30/9/2021) in the IDX infor- mation disclosure.

Ini berbeda dibandingkan dengan kinerja semester I-2020 yang dipublikasikan pada 3 Agustus 2020.

Pada semester pertama 2021, Antam men- catatkan laba bersih senilai Rp 1,16 triliun.

Kinerja ini berkebalikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang merugi Rp 159,40 miliar.

Padahal, dalam laporan yang dipublikasikan Agustus tahun lalu, Antam mencatatkan laba bersih di semester I-2020 (bukan rugi

sebagaimana dilaporkan September 2021 ini).

Laba bersih semester I-2020 yang dilaporkan saat itu mencapai Rp 84,82 miliar, berkurang hingga 80,18% dari periode yang sama tahun 2019 laba bersih Rp 428 miliar.

Berdasarkan data laporan keuangan semester I-2020, penurunan laba bersih itu seiring dengan jumlah penjualan Antam yang melorot pada periode 6 bulan pertama tahun ini.

Namun pada penyajian kembali, Antam tahun lalu justru merugi Rp 159,40 miliar.

Sekretaris Perusahaan ANTM, Yulan Kustiyan menjelaskan duduk persoalan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah otoritas bursa mempertanyakan hal ini.

Yulan mengatakan, perusahaan sebelumnya telah menyampaikan dokumen appendix 4D

half year report yang berisi penelaahan ter- batas (limited review) atas laporan keuangan konsolidasian tengah tahun 2020.

Dalam laporan keuangan tersebut, terdapat penyajian kembali (restatement) atas laporan keuangan konsolidasian tengah tahun 2020.

"Penyajian kembali dilakukan sejalan dengan

pemenuhan kaidah Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 8 tentang peristiwa setelah periode pelaporan, di mana perusahaan membukukan peristiwa yang terjadi setelah tanggal pelaporan yang di- selaraskan dengan laporan keuangan konso-

lidasian tahunan 2020 yang diaudit," kata

Yulan Kustiyan, dikutip Kamis (30/9/2021)

dalam keterbukaan informasi BEI.

(8)

Daily News Update Page 8

Yulan continued, the restatements in the mid-2020 consolidated financial state- ments with limited review have been recorded and reflected in the 2020 annual consolidated financial statements.

Meanwhile, the restatement is entirely non-cash so it has no effect on the company's consolidated cash balance and EBITDA.

"The latest company performance as stated in the mid-2021 consolidated financial statements and the mid-2020 consolidated financial statements can be accessed on the Antam website, the IDX website and the Australian Securities Exchange," he said.

Referring to the company's financial report, in the first half of this year, the skyrocketing profit was in line with Antam's 87.01% year-on-year (YOY) increase in operating income to Rp 17.27 trillion. Meanwhile, at the end of June 2020, the company recorded a profit of Rp 9.23 trillion in revenue.

This increase in sales also increased the cost of goods sold to Rp 14.10 trillion from the previous Rp 7.92 trillion.

Total operating expenses rose to Rp 1.64 trillion from the previous Rp 1.03 trillion.

Meanwhile, the company's financial burden fell to Rp 291.25 billion from the previous Rp 432.40 billion.

In addition, there is an improvement in terms of profits from associates, which previously lost Rp. 25.89 billion to gain Rp.

241.77 billion. Although financial income fell to Rp 41.73 billion from Rp 51.78 billion.

The company also recorded a gain from the foreign exchange difference of Rp 135.25 billion from a loss of Rp 26.26.73 billion.

Meanwhile, other income rose to Rp 53.17 billion from Rp 21.96 billion.

Yulan melanjutkan, penyajian kembali dalam laporan keuangan konsolidasian tengah tahun 2020 dengan penelaahan terbatas telah dibukukan dan terefleksikan pada laporan keuangan konsolidasian tahunan 2020.

Adapun, penyajian kembali seluruhnya bersifat non-kas sehingga tidak ber- pengaruh terhadap saldo kas dan EBITDA konsolidasian perusahaan.

"Kinerja perusahaan terkini yang tertuang dalam laporan keuangan konsolidasian tengah tahun 2021 dan laporan keuangan konsolidasian tengah tahun 2020 dapat diakses pada website Antam, website BEI

dan Australian Securities Exchange," katanya.

Mengacu laporan keuangan perusahaan, pada semester pertama ini, meroketnya perolehan laba seiring dengan kenaikan pendapatan usaha Antam hingga 87,01%

secara tahunan (year-on-year/YOY) ke posisi Rp 17,27 triliun. Sedangkan pada akhir Juni 2020 lalu tercatat laba penda- patan perusahaan senilai Rp 9,23 triliun.

Peningkatan penjualan ini juga menambah beban pokok penjualan menjadi Rp 14,10 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 7,92 triliun.

Beban usaha total naik menjadi Rp 1,64 triliun dari sebelumnya Rp 1,03 triliun.

Sedangkan beban keuangan perusahaan turun menjadi Rp 291,25 miliar dari sebelumnya Rp 432,40 miliar.

Selain itu terdapat perbaikan dari sisi keuntungan dari entitas asosiasi yang sebelumnya rugi Rp 25,89 miliar menjadi untung Rp 241,77 miliar. Meski pendapatan keuangan turun menjadi Rp 41,73 miliar dari Rp 51,78 miliar.

Perusahaan juga mencatatkan keuntungan

dari selisih kurs senilai Rp 135,25 miliar

dari rugi Rp 26,26,73 miliar. Sedangkan

penghasilan lain-lain naik menjadi Rp 53,17

miliar dari Rp 21,96 miliar.

(9)

Daily News Update Page 9

During that period, ANTM's asset value was recorded at Rp 32.29 trillion, a slight increase from the position at the end of December 2020 which was valued at Rp

31.72 trillion. Current assets reached Rp 9.90

trillion and non-current assets amounted to Rp 22.38 trillion.

In the liability account, there was a decline during the first semester of 2021 to Rp 12.45 trillion from the previous Rp 12.69 trillion. Short-term liabilities were recorded at Rp 7.85 trillion and long-term liabilities were closed at Rp 4.59 trillion.

The company's equity at the end of June 2021 reached Rp 19.83 trillion, a slight increase from the position at the end of December 2020 which was Rp 19.03 trillion.

(tas/tas)

Pada periode tersebut, tercatat nilai aset ANTM menjadi sebesar Rp 32,29 triliun, naik tipis dari posisi akhir Desember 2020 yang senilai Rp 31,72 triliun. Aset lancar tercatat mencapai Rp 9,90 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 22,38 triliun.

Di pos liabilitas, terjadi penurunan sepanjang semester I-2021 menjadi Rp 12,45 triliun dari sebelumnya Rp 12,69 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 7,85 triliun dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka Rp 4,59 triliun.

Ekuitas perusahaan di akhir Juni 2021 lalu mencapai Rp 19,83 triliun, naik tipis dari posisi akhir Desember 2020 yang sebesar Rp 19,03 triliun.

(tas/tas)

Martabe Gold Mine Wins Consecutive Awards

Yoseph Pencawan

P T AGINCOURT Resources won consecutive awards this week. Most recently, the manager of the Martabe Gold Mine in South Tapanuli Regency, North Sumatra, is considered to be the best in environmental management for mining businesses in the country.

PT Agincourt Resources (PTAR) External Relations Director Sanny Tjan said his company had won the 2021 Good Mineral and Coal Mining Engineering Achievement Award which was announced by the Directorate General of Mineral and Coal of the Ministry of Energy and Mineral Resources (MEMR) on Wednesday (29/9).

Tambang Emas Martabe Raih Penghargaan Beruntun

Yoseph Pencawan

P T AGINCOURT Resources menyabet penghargaan secara beruntun, pekan ini.

Yang terbaru, pengelola Tambang Emas Martabe di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, itu dinilai menjadi yang terbaik dalam pengelolaan lingkungan hidup usaha pertambangan di Tanah Air.

Direktur Hubungan Eksternal PT Agincourt

Resources (PTAR) Sanny Tjan mengatakan,

perusahaannya telah meraih Penghargaan

Prestasi Penerapan Kaidah Teknik

Pertambangan Mineral dan Batubara yang

Baik tahun 2021 yang diumumkan Ditjen

Mineral dan Batubara Kementerian ESDM

(KESDM) pada Rabu (29/9).

(10)

Daily News Update Page 10

"PTAR was awarded the Main Award for the Environmental Management aspect of Mineral and Coal Mining," he said, Wednesday (29/9).

This is a government award to mining companies that have carried out their business activities with the best efforts, especially in the application of mining rules.

Sanny Tjan said that so far, environmental protection from the impact of Martabe Gold Mine operational activities has been one of the company's highest priorities.

Environmental management at the Martabe Gold Mine has remained unchanged since the commencement of operations. Starting from downstream water protection, tailings and waste rock management, process waste water management and the management and reduction of greenhouse gas emissions.

In addition, energy management, legal and environmental compliance, biodiversity protection, and safe and stable mine closure.

The day before, PTAR won a prestigious award at the 2021 Subroto Awards in the field of Mineral and Coal Non-Tax State Revenue (PNBP) Compliance.

PTAR won first place in the Mandatory Pay category with the highest level of payment compliance in the sub-category of Contract of Work (KK) holders.

The award was given online by the Minister of EMR, Arifin Tasrif. This is the second time PTAR has received the same award after previously being given in 2019.

The award is given to companies that are considered to have contributed and fulfilled their obligations well, ranging from royalty payments, reclamation guarantees, to mine closure guarantees.

"PTAR dianugerahi Penghargaan Utama untuk aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara,"

ungkapnya, Rabu (29/9).

Ini merupakan penghargaan pemerintah kepada perusahaan pertambangan yang telah melakukan kegiatan usahanya dengan upaya terbaik, terutama dalam penerapan kaidah pertambangan.

Sanny Tjan mengutarakan, selama ini perlindungan lingkungan dari dampak kegiatan operasional Tambang Emas Martabe merupakan salah satu prioritas tertinggi perusahaan.

Pengelolaan lingkungan di Tambang Emas Martabe tetap tidak berubah sejak dimulai- nya kegiatan operasi. Mulai dari perlin- dungan perairan hilir, pengelolaan tailings dan batuan sisa, pengelolaan air sisa proses serta pengelolaan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Selain itu, manajemen energi, kepatuhan hukum dan lingkungan, perlindungan ke- anekaragaman hayati, hingga penutupan tambang secara aman dan stabil.

Sehari sebelumnya, PTAR meraih anugerah bergengsi di ajang Penghargaan Subroto 2021 bidang Kepatuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Mineral dan Batu Bara.

PTAR menyabet juara pertama dari kategori Wajib Bayar dengan tingkat kepatuhan pembayaran tertinggi di sub kategori per- usahaan Pemegang Kontrak Karya (KK).

Penganugerahan penghargaan dilakukan secara daring oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif. Ini kali kedua penghargaan yang sama diterima PTAR setelah sebelumnya diberikan pada 2019.

Penghargaan itu diberikan kepada per-

usahaan yang dinilai telah berkontribusi dan

menunaikan kewajiban dengan baik mulai

dari pembayaran royalti, jaminan reklamasi,

hingga jaminan penutupan tambang.

(11)

Daily News Update Page 11

In fact, said Sanny, PTAR does not only contribute to PNBP. During 2020 the company distributed US$1.9 million for community development programs.

Most of the funds are focused not only on preventing and overcoming the impact of the COVID-19 pandemic, such as improving facilities, health equipment and food packages.

But also on initiatives to implement community management plans. Such as infrastructure support, education, health, community relations and local business empowerment activities.

A few days earlier PTAR also received an award for the Covid-19 Prevention and Control Program (P2) at Work in the Gold category from the North Sumatra Provincial Government.

This award is given because PTAR is considered to have taken various steps in preventing and dealing with COVID-19 in its work environment.

(N-2)

Bahkan, kata Sanny, PTAR tidak hanya berkontribusi untuk PNBP. Selama 2020 perusahaannya mendistribusikan dana sebesar US$1,9 juta untuk program pengem- bangan masyarakat.

Sebagian besar dana difokuskan bukan saja pada pencegahan dan penanggulangan dampak pandemi covid-19, seperti pening- katan fasilitas, peralatan kesehatan dan paket sembako.

Namun juga pada inisiatif untuk melak- sanakan rencana pengelolaan masyarakat.

Seperti dukungan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hubungan masyarakat dan kegiatan pemberdayaan usaha lokal.

Beberapa hari sebelumnya PTAR juga mendapat penghargaan Program Pencegah- an dan Penanggulangan (P2) Covid-19 di Tempat Kerja kategori Gold dari Pemprov Sumut.

Penghargaan ini diberikan karena PTAR dinilai sudah melakukan berbagai langkah dalam pencegahan dan penangulangan covid-19 di lingkungan kerjanya.

(N-2)

Full Capacity, Freeport Will Produce 1.5 Million Ounces of

Gold Next Year

Author: Edo Fernando, Editor: Faris Primayudha

P T FREEPORT Indonesia's gold and copper production next year is predicted to be at 1.5 million ounces and 1.5 billion pounds, respectively. This number indicates an increase of 15 percent if you look at production projects this year, which will reach...

Kapasitas Penuh, Freeport Bakal Hasilkan 1,5 Juta Ons

Emas Tahun Depan

Penulis: Edo Fernando, Editor: Faris Primayudha

P RODUKSI emas dan tembaga PT Freeport

Indonesia pada tahun depan, masing-

masing diprediksi bakal berada di angka 1,5

juta ons dan 1,5 miliar pon. Jumlah tersebut

mengindikasikan adanya peningkatan

sebesar 15 persen jika melihat proyek

produksi di tahun ini yang jumlahnya bakal

mencapai...

(12)

Daily News Update Page 12

which will reach 1.3 million ounces of gold and 1.3 billion pounds of copper. This is as stated by Tony Wenas as the President Director of Freeport Indonesia.

“Next year the plan is to carry out full production, 1.5 million ounces of gold and 1.5 billion pounds of copper which is valid for the next several years. Next year Freeport's underground mine has a capacity of 100 percent, and so on until 2041," explained Tony Wenas.

Tony further explained that Freeport Indonesia has two mining methods for the Grasberg mine. The first is an open pit or open pit and underground mining or underground mining. For open-pit mining, Tony explained that the mining process had already been completed. This means that for open pit mining no more mining activities are carried out. Thus, all production will be carried out in under- ground mines.

For information, Freeport Indonesia's underground mine has been developed for seven years. In 2015, the mining capacity has reached 90 percent, and it is certain that next year it will reach full capacity, namely 100 percent. Therefore, the company concluded, the amount of production will touch 1.3 billion pounds of copper and 1.3 million ounces of gold this year.

In the first half of 2021, the gold produced by Freeport is known to be at 597 thousand ounces. This number has increased by 75.05 percent compared to the same period in 2020. As for gold sales in that period, it was recorded at 558 thousand ounces, which increased by 74.92 percent when compared to 2020 at 319 thousand ounces.

yang jumlahnya bakal mencapai 1,3 juta ons

emas dan 1,3 miliar pon tembaga. Hal tersebut

seperti yang disampaikan oleh Tony Wenas

selaku Presiden Direktur Freeport Indonesia.

“Tahun depan rencananya bakal melakukan produksi penuh, 1,5 juta ons emas dan 1,5 miliar pon tembaga yang berlaku untuk beberapa tahun berikutnya. Tahun depan tambang bawah tanah Freeport sudah berkapasitas 100 persen, dan seterusnya sampai dengan tahun 2041 nanti,” jelas Tony Wenas.

Lebih lanjut Tony memaparkan bahwa Freeport Indonesia memiliki dua metode penambangan untuk tambang Grasberg.

Pertama adalah tambang terbuka atau open pit dan tambang bawah tanah atau under- ground mining. Untuk tambang terbuka dijelaskan Tony sudah selesai proses penam- bangannya. Ini berarti bahwa untuk penambangan terbuka tidak ada lagi aktivitas penambangan yang dilakukan.

Dengan demikian, produksi seluruhnya bakal dilakukan di tambang bawah tanah.

Sebagai informasi, tambang underground Freeport Indonesia sudah dikembangkan sejak tujuh tahun silam. Pada tahun 2015, kapasitas penambangannya sudah mencapai 90 persen, dan dipastikan tahun depan akan menyentuh kapasitas penuh yakni 100 persen. Oleh karena itu, pihak perusahaan mengambil kesimpulan, besaran produksi- nya akan menyentuh 1,3 miliar pon tembaga dan emas sebesar 1,3 juta ons di tahun ini.

Di semester pertama tahun 2021, emas yang

dihasilkan Freeport diketahui berada di

angka 597 ribu ons. Jumlah ini mengalami

kenaikan sebesar 75,05 persen jika di-

bandingkan periode yang sama pada tahun

2020. Sedangkan untuk penjualan emasnya

di periode itu, tercatat sebesar 558 ribu ons

yang mengalami kenaikan sebesar 74,92

persen jika dibandingkan pada tahun 2020

di angka 319 ribu ons.

(13)

Daily News Update Page 13

KPC Wins The Most Sustainable Mining Company 2021

News - yun, CNBC Indonesia

P T KALTIM Prima Coal (KPC) which is a subsidiary of PT Bumi Resources Tbk (BUMI) won an award, namely The Most Sustainable Mining Company 2021 at the CNBC Indonesia Award 2021.

"Thank you for the award given by CNBC Indonesia, KPC is proud to get this. With this, KPC is encouraged to maintain performance so that it can carry out mining that follows the rules of good mining that always pays attention to environmental effects," said Acting Chief Executive Officer (CEO) KPC, Ido Hutabarat in the event "The Best Energy and Mining Companies" in Jakarta, Wednesday (29/9/

2021).

On that occasion, Ido said that currently with the improvement due to the pandemic, the demand for coal is increasing. Even so, the increase in demand is due to China's sluggish production, while domestic supply, for example for PLN, is also high, reaching 110 million tons this year.

"KPC as a national company prioritizes domestic needs. Prioritize it because as a national company, several countries abroad are recovering. Demand is rising, especially countries in Asia," he concluded.

In the study of the CNBC Indonesia Research Team, PT Kaltim Prima Coal (KPC) is one of the coal producers that continues to improve its mining manage- ment so that it is in line with environ- mental, social and good governance (ESG) principles. KPC is...

KPC Raih The Most Sustainable Mining Company 2021

News - yun, CNBC Indonesia

P

T KALTIM Prima Coal (KPC) yang merupa- kan anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meraih penghargaan yaitu The Most

sustainable Mining Company 2021 dalam ajang CNBC Indonesia Award 2021.

"Terima kasih atas penghargaan yang diberikan CNBC Indonesia, KPC bangga mendapatkan ini. Dengan ini, KPC terpacu

tetap menjaga performance sehingga dapat melaksanakan pertambangan yang mengikuti kaidah good mining yang selalu perhatikan efek lingkungan," ujar Acting Chief Executive Officer (CEO) KPC, Ido Hutabarat dalam ajang

"The Best Energy and Mining Companies" di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Pada kesempatan tersebut, Ido mengatakan bahwa saat ini dengan semakin adanya perbaikan akibat pandemi, permintaan batu bara semakin meningkat. Meski begitu, per- mintaan kenaikan memang disebabkan karena produksi China yang seret, semen- tara pasokan dalam negeri misalnya untuk PLN juga tinggi, mencapai 110 juta ton tahun ini.

"KPC sebagai perusahaan nasional me- mentingkan kebutuhan dalam negeri.

Prioritaskan karena sebagai prerusahaan nasional, luar negeri pun beberapa negara recover. Demand naik, terutama negara di Asia," pungkasnya.

Dalam kajian Tim Riset CNBC Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan salah satu produsen batu bara yang terus mem- perbaiki tata kelola penambangannya agar sejalan dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola baik (environment, social, and governance/ESG). KPC merupakan...

(14)

Daily News Update Page 14

KPC is the largest coal producer in Indonesia with coal reserves reaching more than 1 billion tons.

Its production volume reaches more than 60 million tons per year. If the national coal production per year reaches 600 million tons, then KPC's production contributes 10%. Uniquely, the company is committed to supplying its products for local and export needs in a balanced way.

KPC merupakan produsen batu bara terbesar di Indonesia dengan cadangan batu bara mencapai lebih dari 1 miliar ton.

Volume produksinya mencapai lebih dari 60 juta ton per tahun. Apabila produksi batu bara nasional per tahun mencapai 600 juta ton, maka produksi KPC menyumbang 10%.

Uniknya, perseroan berkomitmen memasok produknya untuk kebutuhan lokal dan ekspor secara seimbang.

Major Issuers of Coal Exporters

Issuers Export Semester I-2021 Sales Semester I-2021 Percentage (%)

ADRO 1180 1560 75

BYAN 949.36 1020 93

INDY 740.25 1029 57

GEMS 448.52 733.59 61

BUMI 229 421.86 54

Table: Arif Gunawan Source: BEI

The Company applies nine aspects of Good Mining Practice (GMP) as an applicable framework, which can be applied to a technical level as an implementation of the basic concepts of mining governance issued by the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM).

Leading in FABA Management

No kidding, KPC carries out ISO 14001 certified environmental management where mine design and planning strategies are carried out by prioritizing environmental aspects. An environmental monitoring program is run extensively and comprehensively during mining.

To prevent and minimize the potential for environmental pollution, GMP procedures are carried out starting from acid mine water management, maintenance of liver diversity, water conservation, energy resource efficiency, to restoration of post- mining land that has reached 800 hectares.

Perseroan menerapkan sembilan aspek Good

Mining Practice (GMP) sebagai kerangka

kerja aplikatif, yang bisa diterapkan ke tataran teknis sebagai implementasi dari konsep dasar tata penambangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Terdepan dalam Pengelolaan FABA Tidak main-main, KPC menjalankan penge- lolaan lingkungan bersertifikat ISO 14001 di mana desain tambang dan strategi peren- canaan dijalankan dengan mengedepankan aspek lingkungan. Program pemantauan lingkungan dijalankan secara luas dan komprehensif selama penambangan.

Untuk mencegah dan meminimalisir potensi

pencemaran lingkungan, prosedur GMP

dijalankan mulai dari pengelolaan air asam

tambang, pemeliharaan keanekaragaman

hati, konservasi air, efisiensi sumber energi,

hingga restorasi lahan pascatambang yang

telah mencapai 800 hektare.

(15)

Daily News Update Page 15

KPC Mining Sustainability Concrete Steps

PROGRAM ACHIEVEMENTS

Fuel Efficiency Using Overland Conveyor (OLC) to replace haul trucks

Energy Source Efficiency Penghematan listrik di kantor & lokasi tambang Water Conservation Utilization of rainwater and water in post-mining

reservoirs and recycled water

Emissions Monitoring and Control Regular maintenance of the engine to maintain the effectiveness of combustion

Biodiversity Maintenance Revegetation of 1.2 million plants in the reclamation area

Spill Handling Oil contaminated soil treated with petrophylic bacteria (bioremediation)

Acid Mine Water Management (AAT) Mine waste material with low pH is treated with FABA to make it safer Management Of Hazardous Wastes

and Toxic (B3) Utilization, processing, until sent to a licensed third party to be managed

Post Mining Area Restoration Covers 800 hectares near Kutai National Park

Table: Arif Gunawan Source: Sustainability Report

In Indonesia, KPC is a pioneer in the use of coal ash and dust (Fly Ash Bottom Ash/

FABA) into value-added products, from its two mine mouth steam power plants with a total capacity of 36 megawatts (MW).

The trial of the use of FABA has been carried out since 2000, which resulted in the final results in the form of cement, mixed concrete, paving blocks and sand substitution. Recently, the company has successfully processed FABA as a potential acid forming (PAF) material.

The trial was a success, where FABA was successfully processed into an oxygen diffusion barrier and acid neutralizing alkaline material, so that coal waste becomes safe for the environment because it does not trigger the creation of acidic substances when in contact with free air.

The use of FABA as raw material for PAF in the early stages began in November 2018 at Galaxy Dump, a 2.6 hectare area of Pinang with 40,500 tonnes of FABA.

Di Indonesia, KPC menjadi pelopor pemanfaatan

abu dan debu batu bara (Fly Ash Bottom

Ash/FABA) menjadi produk bernilai tambah, dari dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang (mine mouth) berkapasitas total 36 megawatt (MW) miliknya.

Uji coba pemanfaatan FABA dilakukan sejak tahun 2000, yang berujung pada hasil akhir berupa semen, campura beton, paving block dan substitusi pasir. Terbaru, perseroan sukses mengolah FABA sebagai penudung material berpotensi asam (Potential Acid Forming/PAF).

Uji coba tersebut sukses, di mana FABA berhasil

diolah menjadi penghalang difusi oksigen dan materi alkali penetral asam, sehingga limbah batu bara menjadi aman bagi lingkungan karena tidak memicu terciptanya zat asam ketika bersentuhan dengan udara bebas.

Penggunaan FABA sebagai bahan baku PAF

tahap awal dimulai November 2018 di Galaxy

Dump, area Pinang seluas 2,6 hektare dengan

40.500 ton FABA.

(16)

Daily News Update Page 16

The use of FABA phase I was continued even when the pandemic hit, and it was only completed in the first quarter of 2020.

This year, the use of FABA for similar projects is targeted at 30,000 tons, an increase from last year's achievement of 15,000 tons. It doesn't stop there, KPC also uses FABA as a mixed raw material with rejected coal for the manufacture of low grade coal.

(yun/yun)

Pemanfaatan FABA tahap I tersebut di- lanjutkan bahkan ketika pandemi mendera, dann baru selesai pada kuartal I-2020.

Tahun ini, pemanfaatan FABA untuk proyek serupa ditargetkan sebanyak 30.000 ton atau naik dari capaian tahun lalu sebanyak 15.000 ton. Tidak berhenti di situ, KPC juga memanfaatkan FABA sebagai bahan baku campuran dengan rejected coal untuk pem- buatan low grade coal.

(yun/yun)

MEMR Wants to Make Long- Term Coal Stock Safe, Here's

How

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance

T HE MINISTRY of Energy and Mineral Resources is looking for ways to make coal supply more stable. Some of them are in the form of long-term contracts and direct coal extraction from mining companies.

The Directorate General of Mineral and Coal of the Ministry of EMR has also set a minimum percentage of coal DMO for PKP2B, IUPK, and IUP holders in 2021 at 25% of the planned production.

"We are also trying to supply coal directly from mining companies. Through the Directorate General of Mineral and Coal, a minimum DMO (Domestic Market Obligation) percentage of coal for PKP2B, IUPK and IUP holders in 2021 is set at 25%

of the production plan," said the Director of Coal Business Development at the Ministry of EMR, Sujatmiko through his statement in a webinar with the theme 'Strengthening Energy Security through the National Coal Supply Procurement Strategy', Wednesday (29/9/2021).

ESDM Mau Bikin Stok Batu Bara Jangka Panjang Aman, Begini

Caranya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance

K EMENTERIAN ESDM tengah mencari cara agar pasokan batu bara lebih stabil.

Beberapa di antaranya berupa kontrak jangka jangka panjang dan pengupayaan batu bara langsung dari perusahaan tambang.

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM juga menetapkan persentase minimal DMO batu bara peme- gang PKP2B, IUPK, dan IUP tahun 2021 sebesar 25% dari rencana produksi.

"Kami juga pengupayaan pasokan batu bara langsung dari perusahaan tambang.

Melalui Ditjen Minerba ditetapkan persen- tase minimal DMO (Domestic Market Obligation) batu bara pemegang PKP2B, IUPK, dan IUP tahun 2021 sebesar 25%

dari rencana produksi," kata Direktur

Pembinaan Pengusahaan Batubara Kemen-

terian

ESDM Sujatmiko melalui keterangan

-

nya dalam webinar tema 'Penguatan

Ketahanan Energi Melalui Strategi

Pengadaan Pasokan Batu Bara Nasional',

Rabu (29/9/2021).

(17)

Daily News Update Page 17

On that occasion, Deputy President Director of PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo talked about PLN's strategy towards energy security and the transition to the use of new and renewable energy.

He explained that currently PLN is seeking a balance between the exploitation of energy security and revenue for the state.

PLN has made various efforts to simplify the process of coal procurement and payments, such as by digitizing payments, as well as through long-term contracts with miners.

However, Darmawan also conveyed PLN's readiness in dialogue with other coal stakeholders such as traders.

"It's only the beginning that in the future we will continue to collaborate and discuss what is the concern of energy and coal supplier entrepreneurs. PLN will be very open with suggestions and inputs to build this nation together," said Darmawan.

Chairman of the Indonesian Coal and Energy Suppliers Association (Aspebindo) Anggawira said the purpose of the event was to provide a place and forum for communication between entrepreneurs and policy makers, especially in the field of national energy and coal suppliers.

Head of Trade, Industry, ESDM BPP HIPMI Iskandarsya Rama Datau also added the importance of encouraging the role of young, innovative entrepreneurs for the national coal industry and providing coal supplies for PLN.

Nasri Sebayang, former Director of Construction and Renewable Energy of PT PLN who now serves as Chairman of the IKPLN Expert Board, views that long-term contracts with large miners are not sufficient to ensure the continuity of the national coal supply.

Dalam kesempatan itu, Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo bicara mengenai strategi PLN menuju ketahanan energi dan transisi menuju penggunaan energi baru terbarukan. Ia menjelaskan bahwa saat ini PLN mengupayakan adanya

keseimbangan antara pengusahaan ketahanan

energi dengan adanya penerimaan bagi negara.

PLN telah mengupayakan berbagai upaya untuk menyederhanakan proses pengadaan batu bara dan pembayaran seperti dengan adanya digitalisasi payment, serta melalui kontrak jangka panjang dengan penambang.

Kendati demikian Darmawan juga menyam- paikan kesiapan PLN dalam berdialog dengan stakeholder batu bara lain seperti trader.

"It's only beginning ke depan kita terus kolaborasikan dan kita rembukan apa yang menjadi concern pengusaha pemasok energi dan batu bara. PLN akan dengan sangat terbuka dengan usul dan masukan untuk membangun bangsa ini bersama-sama," ujar Darmawan.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengatakan tujuan dari acara tersebut ialah memberikan tempat dan wadah komunikasi pengusaha dengan pengambil kebijakan khususnya di bidang pemasok energi dan batu bara nasional.

Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian, ESDM BPP HIPMI Iskandarsya Rama Datau juga menambahkan pentingnya mendorong peran pengusaha muda yang penuh inovasi bagi industri batu bara nasional dan menyediakan pasokan batu bara untuk PLN.

Nasri Sebayang mantan Direktur Konstruksi

dan Energi Terbarukan PT PLN yang kini

menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar IKPLN

memandang kontrak jangka panjang dengan

penambang besar belum cukup untuk

menjamin kelangsungan pasokan batu bara

nasional.

(18)

Daily News Update Page 18

"The solution is that all the potential of the nation's children, especially those related to the coal business, must be utilized optimally. Both through large miners who have sufficient infrastructure and capital as well as small and medium-sized miners who work with traders through long-term contacts and volume certainty that can fulfill the DMO. All parties can collaborate and work together for the main supply to PLN and then to other end users," he said.

(acd/ara)

"Solusinya seluruh potensi anak bangsa khususnya yang terkait bisnis batu bara harus dimanfaatkan secara optimal. Baik melalui penambang besar yang memiliki infrastruktur dan modal cukup juga dengan penambang menengah kecil yang bekerja bersama trader melalui kontak jangka panjang dan kepastian volume yang dapat memenuhi DMO. Semua pihak bisa kolaborasi dan bekerja sama untuk pasokan utama ke PLN lalu ke end user lainnya," katanya.

(acd/ara)

Decline in Indonesia's Coal Production Affects Market Prices

Author: Rayful Mudassir

C OAL production in Indonesia has the potential to experience a considerable decline throughout September 2021. This condition is projected to contribute to the increase in world coal prices.

As is known, the increase in the price of Newcastle thermal coal reached US$210 per metric ton on Wednesday (29/9/

2021). The luster of black gold is increasingly becoming in line with low coal production accompanied by high export demand.

Broadly speaking, the high world demand for coal is due to the economic recovery in almost all countries. This is because electricity consumption has skyrocketed, thus requiring more raw materials.

In Indonesia, coal production fell considerably from the previous month's results. The realization of Indonesian coal based on the Indonesian Minerba One Data (MODI) data was only 35.47 million tons as of September 29, 2021.

Penurunan Produksi Batu Bara Indonesia Pengaruhi Harga di

Pasar

Author: Rayful Mudassir

P RODUKSI batu bara di Indonesia berpotensi mengalami penurunan cukup dalam sepanjang September 2021. Kondisi itu diproyeksi turut berkontribusi pada meningkatnya harga batu bara dunia.

Seperti diketahui, peningkatan harga batu bara thermal Newcastle tembus hingga US$210 per metrik ton pada Rabu (29/9/

2021). Kilauan emas hitam kian menjadi seiring dengan rendahnya produksi batu bara yang diiringi tingginya permintaan ekspor.

Secara garis besar, tingginya permintaan dunia pada batu bara terjadi akibat pemulihan ekonomi di hampir seluruh negara. Pasalnya, konsumsi listrik melonjak tajam, sehingga memerlukan lebih banyak bahan baku.

Di Indonesia, produksi batu bara turun

jauh dari hasil bulan sebelumnya. Realisasi

batu bara Indonesia berdasarkan data

minerba one data Indonesia (MODI) hanya

35,47 juta ton per 29 September 2021.

(19)

Daily News Update Page 19

Of this amount, only 5.16 million tons have been distributed for domestic needs, while the realization of exports so far this month is only 5.62 million tons. In fact, September 2021 only has one day left.

This figure is much different when compared to the realization of coal production in August 2021 which reached 51.46 million tons. Of this amount, 13.5 million tons of which are for the domestic market and 20.65 million tons have been channeled for exports.

Overall, the coal production target reaches 625 million tons. Meanwhile, the realization of production was 70.72 percent or 442.02 million tons. In addition, from the export target of 487.50 million tons, the realization of exports is still low, at 44.30 percent or 215.94 million tons.

Chairman of the Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo agrees that the supply and demand issue will determine changes in world coal prices.

Currently, a number of countries including China need more coal to meet the country's energy needs. However, the request could not be fulfilled properly due to weather factors.

"It is possible that some mines will face flooding, which will affect production," he told Bisnis, Wednesday (29/9/2021).

In addition, Singgih also admitted that he was surprised by the skyrocketing world coal prices. According to him, this condition must be viewed with a broader perspective, because the price of energy raw materials will affect other products.

In addition to being more burdensome for the industry, the high price of raw materials will directly affect production costs. This will then increase the price of end user products, which are generally imported by Indonesia.

Dari jumlah tersebut, hanya 5,16 juta ton telah disalurkan untuk kebutuhan domestic, sedangkan realisasi ekspor sepanjang bulan ini hanya 5,62 juta ton. Padahal, September 2021 tersisa tinggal sehari lagi.

Angka tersebut jauh berbeda jika dibanding- kan dengan realisasi produksi batu bara pada Agustus 2021 yang mencapai 51,46 juta ton. Dari jumlah tersebut, 13,5 juta ton di antaranya untuk pasar domestik dan 20,65 juta ton telah disalurkan untuk ekspor.

Secara keseluruhan, target produksi batu bara mencapai 625 juta ton. Sementara itu, realisasi produksi 70,72 persen atau 442,02 juta ton. Selain itu, dari target ekspor 487,50 juta ton, realisasi ekspor hingga kini masih rendah, yakni 44,30 persen atau 215,94 juta ton.

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengamini perkara supply dan demand akan menentukan per- ubahan harga batu bara dunia.

Saat ini, sejumlah negara termasuk China memerlukan lebih banyak batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi di negara tersebut. Namun, permintaan itu tak dapat dipenuhi dengan baik akibat faktor cuaca.

“Kemungkinan masih akan terjadi beberapa tambang menghadapi banjir, sehingga mem- pengaruhi produksi,” katanya kepada Bisnis, Rabu (29/9/2021).

Selain itu, Singgih juga mengaku kaget dengan meroketnya harga batu bara dunia.

Kondisi tersebut menurutnya harus dilihat dengan kacamata yang lebih luas, karena harga bahan baku energi akan mem- pengaruhi produk lainnya.

Selain akan semakin memberatkan industri,

tingginya harga bahan baku secara langsung

akan mempengaruhi biaya produksi. Hal itu

kemudian akan membuat harga produk end

user yang umumnya diimpor Indonesia ikut

terdongkrak.

(20)

Daily News Update Page 20

“Energy is part of the cost element for production. So high, the output is also high.

We are still a user country, and many imports from them too. It will go up too,"

he explained.

With regard to production, the Executive Director of the Indonesian Coal Entre- preneurs Association (APBI) Hendra Sinadia has projected a decline in coal production by the end of the year.

“For the price prospect, frankly, we can't predict. Likewise for production until the end of the year. It may not reach the target of 625 million tons,” he told Bisnis recently.

According to him, the situation occurred due to two main factors, namely high rainfall in the production area, and limited heavy equipment at the mine site.

Editor : Lili Sunardi

“Energi bagian dari elemen biaya untuk produksi. Begitu tinggi, output-nya ikut tinggi. Kita kan masih negara user, dan banyak impor dari mereka juga. Itu akan naik juga,” terangnya.

Berkaitan dengan produksi, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia telah memproyeksikan penurunan produksi batu bara hingga akhir tahun.

“Untuk prospek harga terus terang kami tidak bisa memprediksi. Demikian pula untuk produksi sampai akhir tahun.

Mungkin tidak mencapai target 625 juta ton,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurutnya, situasi itu terjadi akibat dua faktor utama, yakni curah hujan tinggi di wilayah produksi, dan keterbatasan alat berat di lokasi tambang.

Editor : Lili Sunardi

UK uses coal power plant again, coal price hits record

Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

T HE RISING trend in coal prices is proof that coal is one of the most needed commo- dities. Even the UK and several countries in Europe are again using coal-based power plants to overcome the energy crisis.

Wednesday (29/9), coal price for October 2021 delivery contract rose 2.07% to US$

212 per ton.

For this reason, Energy Watch Executive Director Mamit Setiawan and ReforMiner Institute Executive Director Komaidi Notonegoro told reporters on Tuesday (28/9) that...

Inggris kembali menggunakan PLTU batubara, harga batubara

cetak rekor

Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

T

REN harga batubara yang melesat menjadi bukti bahwa batubara menjadi salah komoditas yang sangat dibutuhkan. Bahkan Inggris dan beberapa Negara di Eropa kembali meng- gunakan PLTU berbasis batubara untuk meng- atasi krisis energi.

Rabu (29/9), harga batubara untuk kontrak pengiriman Oktober 2021 naik 2,07% menjadi US$ 212 per ton.

Karena itu kini, Direktur Eksekutif Energi Watch Mamit Setiawan dan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro pada wartawan, Selasa (28/9) menyarankan,...

(21)

Daily News Update Page 21

that Indonesia should be asked to optimize existing coal-fired power plants, rather than forcing them to use renewable energy that is not ready and at the expense of meeting its needs. national electricity. On the other hand, to switch to new and renewable energy (EBT) Indonesia is considered to still need more time, preparing a clear transformation program.

"If we look at the United States, NRE is only 12% in 2020. If Britain has long used fossils, Britain has used coal for 400 years, since the industrial revolution era," said Komaidi, Wednesday (29/9). This week, the energy crisis hit the UK and several European countries. This realizes that it cannot necessarily rely on and completely depend on new and renewable energy.

Moreover, at this time, gas prices have skyrocketed by 250% due to limited supply in the West. Komaidi believes that coal technology will remain the dominant energy source in Indonesia's power plants.

This condition is expected by the government to think realistically to use the cheapest energy.

Komaidi also said that Indonesia needs to be careful in addressing this energy transition problem. According to him, NRE can be developed, but if it can't be competitive, don't force it.

He added that even though it uses coal, the new PLTU currently uses advanced technology. Among them is the USC (Ultra Super Critical) PLTU whose production costs can be calculated.

"EBT is a complement, not a substitute. If it is likened to food on the table, NRE is like chili sauce, not rice. This is in line with what is stated in the General National Energy Plan where fossil consumption is still large in 2050, and NRE is only 23 percent of the maximum," said Komaidi.

menyarankan, Indonesia diminta meng- optimalkan pembangkit listrik bertenaga batubara yang ada, ketimbang memaksakan menggunakan energi terbarukan yang belum siap dan mengorbankan pemenuhan kebutuhan listrik nasional. Di sisi lain, untuk beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT) Indonesia dinilai masih membutuhkan waktu lebih, mempersiapkan program transformasi yang jelas.

"Kalau kita lihat di Amerika Serikat, EBT hanya 12% di tahun 2020. Kalau Inggris sudah lama pakai fosil, Inggris sudah 400 tahun pakai batubara, sejak era revolusi industri," tutur Komaidi, Rabu (29/9).

Pekan ini, krisis energi melanda Inggris dan beberapa negara Eropa. Ini menyadarkan bahwa tidak bisa serta merta mengandalkan dan bergantung sepenuhnya kepada energi baru terbarukan.

Apalagi saat ini, harga gas meroket 250%

karena keterbatasan pasokan di Barat.

Komaidi yakin, teknologi batubara akan tetap menjadi energi yang dominan di pembangkit listrik Indonesia. Kondisi ini diharapkan pemerintah berpikir realistis untuk menggunakan energi yang termurah.

Komaidi juga mengatakan, Indonesia perlu berhati-hati menyikapi masalah transisi energi ini. Menurut dia, EBT bisa dikem- bangkan, tapi jika belum bisa kompetitif, jangan dipaksakan.

Ditambahkan sekalipun menggunakan batubara, PLTU baru saat ini sudah pakai teknologi maju. Di antaranya PLTU USC (Ultra Super Critical) yang bisa dihitung biaya produksinya.

"EBT sebagai pelengkap, bukan pengganti.

Kalau diibaratkan makanan di meja, EBT itu

ibarat sambal, bukan nasi nya. Hal ini sejalan

dengan yang dituangkan Rencana Umum

Energi Nasional dimana 2050 konsumsi fosil

masih besar, dan EBT hanya 23 persen

maksimal," ujar Komaidi.

Referensi

Dokumen terkait

Di dalam RPP tentang Perubahan Keenam atas PP Nomor 23 Tahun 2010 Pasal 112 disebutkan PKP2B bisa memiliki wilayah sesuai dengan rencana kerja mereka yang telah

Direktur PT Bhimasena Power Indonesia Djoko Budi Santoso di Batang, Senin, mengata- kan bahwa penyaluran bantuan konsentrator oksigen ini sebagai wujud komitmen PT Adaro

Menurut pemberitaan CNBC Indonesia, Jumat (22/10), berdasarkan data bea cukai China pengiriman batu bara jenis brown thermal dan coking dari Indonesia me- nembus 21

Jawab: Kalau dibilang unggul sebenarnya tidak, karena saya masih baru mencoba perbandingan dengan usaha lain yang sejenis guna melihat hasil kinerja dari usaha saya selama ini

Akan tetapi HCl yang dialirkan ke parit untuk penetralan tidak diatur dengan baik sehingga HCl dibiarkan terus mengalir akibatnya penggunaan HCl kurang

Ketika semua pihak menyadari tentang konsekuensi yang muncul dari segala bentuk perselisihan hubungan industrial yang terjadi dan menyadari sepenuhnya bahwa mereka

ASTER

Mengingat bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pelanggan dalam menggunakan produk air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah citra