- MATERI CREDIT -
CHARACTER
Aspek Karakter
Calon Nasabah
Bertanggung jawab
Jujur
terbuka serta tidak ada indikasi negatif / spekulasi.
Credit checking baik
Trade checking baik
Verifikasi karakter bisnis calon nasabah yang berhubungan dengan kreditornya, seperti:
lembaga pembiayaan atau bank
Verifikasi karakter bisnis calon nasabah dalam menjalankan usahanya, berhubungan dengan customer dan supplier.
Parameter Analisa Karakter
Lama usaha &
lama tinggal
Jika bertanggung jawab memenuhi kewajiban
USIA
Sudah menikah, harmonis dan punya anak
seorang penipu memiliki kecenderungan untuk berpindah-pindah tempat, dan
semakin lama seseorang tinggal / bekerja di suatu tempat maka lingkungan akan
semakin mengenali karakter Ybs Bila seseorang sudah memiliki tanggungan umumnya sudah tidak cenderung berspekulasi ; orang yang telah bercerai memiliki resiko yang lebih tinggi daripada single ataupun menikah.
Semakin bertambah usia umumnya semakin bertanggung jawab
Sinkronisasi pengakuan
Penghasilan vs kondisi perabotan, nilai rek listrik, hasil cek lingkungan, dll kejujuran calon nasabah tercermin dari sinkron / tidaknya antara suatu
informasi yang diadukan dengan informasi lainnya
Biaya listrik, telp, atau hutang terhadap kreditur lain tercermin dalam perilaku history pembayaran di masa lampau.
Analisa Karakter Penjelasan Apakah history
payment selalu merupakan indikasi Character?
History yang buruk selalu merupakan
indikasi karakter. Bila karakter memburuk karena masalah kapasitas, maka Debitur harus menunjukkan itikad baik misalnya meminta restrukturisasi dan mengembalikan unit, dll.
Pengajuan mobil, history motor – dan sebaliknya?
Bila dg angsuran yg lebih kecil bermasalah dg Character, apalagi dengan angsuran lebih besar
Sudah angsuran ke berapa history tersebut valid?
History memprediksi masa depan bila sudah angsuran ke-7 (ADDM/B)
Bagaimana
history payment yg baik?
Pada dasarnya hispay yang baik adalah tidak pernah melewati tgl JT (ovd=0).
Untuk pemb retail, keterlambatan <10 hari masih dikategorikan Good dengan
pertimbanngan aspek metode/cara pembayaran
Untuk pemb korporasi, keterlambatan > 3 hari sudah menjadi perhatian khusus.
Bagaimana
klasifikasi history payment menurut OJK ?
a. Kol 1: Lancar (overdue 0 - 10 hari )
b. Kol 2: Dalam Pengawasan Khusus (ovd
>10 – 90 hari)
c. Kol 3: Kurang Lancar (overdue 91 – 120 hari)
d. Kol 4: Diragukan (overdue 121 – 180 hari) e. Kol 5: Macet (overdue > 180 hari)
Untuk history yg buruk Surat Lunas dari Kreditur sebagai bukti tanggung jawab ybs untuk menyelesaikan kewajibannya.
Analisa Karakter
Analisa Karakter
Apakah history payment selalu merupakan indikasi
Character?
Sudah angsuran ke berapa history tersebut valid?
Pengajuan mobil, history motor – dan
sebaliknya?
History yang buruk selalu merupakan indikasi karakter.
Bila karakter memburuk karena masalah kapasitas, maka Debitur harus
menunjukkan itikad baik misalnya meminta
restrukturisasi dan
mengembalikan unit, dll.
Bila dg angsuran yg lebih kecil bermasalah dg
Character, apalagi dengan angsuran lebih besar
History memprediksi masa depan bila sudah angsuran ke-7 (ADDM/B)
Bagaimana klasifikasi history payment
menurut OJK ? Bagaimana history
payment yg baik?
Pada dasarnya hispay yang baik adalah tidak pernah melewati tgl JT (ovd=0).
Untuk pemb retail,
keterlambatan <10 hari masih dikategorikan Good dengan pertimbanngan aspek
metode/cara pembayaran Untuk pemb korporasi,
keterlambatan > 3 hari sudah menjadi perhatian khusus.
a. Kol 1: Lancar (overdue 0 - 10 hari )
b. Kol 2: Dalam Pengawasan Khusus (ovd >10 – 90 hari) c. Kol 3: Kurang Lancar
(overdue 91 – 120 hari) d. Kol 4: Diragukan (overdue
121 – 180 hari)
e. Kol 5: Macet (overdue > 180 hari)
Untuk history yg buruk Surat Lunas dari Kreditur sebagai bukti tanggung jawab ybs untuk menyelesaikan
kewajibannya.
Analisa Karakter
Apakah Indikator Red Area itu?
• Penjualan dalam suatu lokasi dikendalikan oleh Channel Agent
• Mayoritas masyarakat
mempunyai karakter tidak baik:
tingkat kriminalitas (bad character)
• Mayoritas masyarakat
berpenghasilan minim (poor society)
• Mayoritas masyarakat berprofesi dalam bidang yg bertentangan hukum (negative profession/
industry)
• Situasi tidak kondusif (force majeur)
Bagaimana kita tahu bahwa pembiayaan
bukan bersifat spekulatif?
Contoh nasabah non-spekulatif : o Status perkawinan adalah
Menikah
o Usia sudah dewasa (min 35 tahun)
o Lama kerja/ usaha min 2 tahun o Status karyawan tetap atau
ada Kontrak Kerja
o Merupakan Kontraktor Utama o + usaha dikelola oleh Manajer
profesional bukan keluarga o + ada Surat Ijin Usaha yang lengkap, dan masih berlaku
Bagaimana kita tahu bahwa pembiayaan tidak melawan hukum?
Identitas diri lengkap
Surat Ijin Usaha lengkap dan masih berlaku
Tidak melanggar Norma dan Hukum yang berlaku (misal:
Narkotika, Pelacuran, dll)
Analisa Karakter
Bagaimana cara mendeteksi pengajuan “atas
nama” ?
• Debitur tidak mengetahui jenis kendaraan/unit yang diambilnya?
• Kendaraan dari chanel sudah dikirim duluan
• Tidak mampu / bingung dalam menjelaskan alasan mengapa mengambil di Dealer tsb ?
• Tidak mampu / bingung dalam menjelaskan alasan mengapa mengambil di merek & type unit yang diajukan
• Meminta STNK atas nama orang lain (bukan atas nama anggota keluarga)
• Tidak mengetahui Nilai angsuran dan DP
• Bingung ketika diminta naik DP / diminta berubah kondisi kredit lainnya
• Tidak ada kebutuhan kendaraan (debitur dan anggota keluarga lainnya sudah memiliki motor)
• Pemohon tidak antusias pada saat diinterview /& tidak percaya diri
• Transaksi tidak mau diketahui pasangannya
• Ada orang lain pada saat debitur disurvey
• Survey didampingi Mediator/Cannel
• Numpang KK atau KK sementara
• Coba minta kuitansi asli
pembayaran DP atau kuitansi uang panjar (tanda jadi)
• Tanyakan lokasi cover asuransi (dalam kota/luar kota)
Analisa Karakter
Contoh Analisa Karakter
BERTANGGUNG JAWAB / TIDAK
TERINDIKASIKENDARAAN UNTUK SPEKULASI
:
1. Sudah Usia calon debitur ( mis : yg dianggap aman > 35 tahun)
2. Berkeluarga dan memiliki anak dan bukan tipikal kawin cerai.
3. Tidak suka berpindah-pindah usaha/ pekerjaan
4. Tidak suka berpindah-pindah tempat tinggal (mis : min 2 thn)
5. Tanggung jawab calon terhadap pembayaran listrik, telpon, iuran lingkungan.
6. Debitur mampu menjelaskan secara masuk akal bagaimana membayarkan angsuran dengan penghasilannya sekarang.
7. Jumlah unit pengajuan VS kebutuhan ( Untuk pembiayaan motor : jumlah unit existing vs jumlah anggota keluarga ) 8. Tujuan penggunaan jelas, untuk bisnis utama? Bisnis
sampingan?
9. Untuk dipakai sendiri? Pasangan? Anak? Atau untuk
membantu teman/ saudara didalam mendapatkan kredit?
10. Karakteristik kolega-koleganya
1
TIDAK TERINDIKASI BERKARAKTER BURUK :
1. Melakukan Cek Lingkungan tempat tinggal/usaha, untuk mendapatkan informasi reputasi dari calon debitur dimata warga sekitarnya; dan informasi lama tinggal di lingkungan tersebut?
(bila masih < 2 th usahakan dapatkan info dari tempat tinggal / usaha sebelumnya)
2. Cek historis payment, bila pernah default cek penyebabnya (data : Adira / Fin Coy lainnya) Pengecekan reputasi dimata kreditur
3. Lakukan Trade Check ke Suppliernya,
customernya, koleganya Pengecekan reputasi calon debitur dimata rekan usaha nya/
pimpinannya, dan sudah berapa lama berusaha dibidang dan dilingkukan tsb? (bila masih < 2 th usahakan dapatkan info usaha sebelumnya)
2
Contoh Analisa Karakter
CHARACTER (Contoh Analisa Karakter)
3 ETIKA BISNIS : KEJUJURAN,
INTEGRITAS,KETERTIBADMINISTRASIAN, SIKAP KOOPERATIF & TANGGUNG JAWAB
1. Apakah calon debitur memiliki supplier, Debitur yang loyal? (apakah rata-rata : > 2 tahun?)
a. Terindikasi jujur (menyatakan apa adanya) & Integrity
b. Informasi-informasi yang didapatkan logis dan ada keselarasan antara:
pernyataan DebiturVS Rek Koran, Lap Keu, bon-bon, informasi supplier, kolega, anak buahnya, cek lingkungan, dll
c. Ketertib administrasian
d. Mampu menyediakan data pendukung dgn cepat dan rapih
e. Kerapihan tempat usahanya (kantor, pool, bengkel, barang inventaris) f. Kekooperatifan
g. Kesediaan dan keterbukaan di dalam memperlihatkan data yang diminta Adira (contoh data pribadi & usaha : telpon kantor, rumah, HP, data omset usaha , kontrak kerja, proyeksi cash flow, dll.
h. Bersedia secara detail menceritakan tujuan penggunaan unit dan
kemampuan cash flownya didalam bayar angsuran.
4
“INCENTIF” TO PAY1. Nilai Hutang Pinjaman < Nilai Collateral Pinjaman
2. Total nilai Asset (kredit + non kredit) >>
Nilai Hutang
3. Total Equity >> Nilai hutang
4. Debitur membayar dengan DP Gross (Nilai total pembayaran pertama) yang cukup besar.