MAKALAH
PARAGRAF
OLEH:
ZAHROTUSH SHULHA
DOSEN:
AHMAD MAKKI HASAN, M.Pd
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
FAKULTAS HUMANIORA
LEMBAR PENGESAHAN
Nama
: Zahrotush Shulha
NIM
: 16310019
Jurusan : Bahasa dan Sastra Arab
Fakultas : Humaniora
Malang, 15 Oktober 2016
Pembimbing
Ketua Jurusan BSA
DAFTAR ISI
Halaman Judul ...
i
Halaman Pengesahan ...
ii
Halaman Pengesahan ...
iii
Halaman Motto ...
iv
Kata Pengantar ...
v
Daftar Isi ...
1
BAB 1 PENDAHULUAN ...
1
1.1 Latar Belakang ...
1
1.2 Rumusan Masalah ...
1
1.3 Metode Penulisan ...
2
BAB II PEMBAHASAN ...
2
2.1 Pengertian ...
2
2.2 Fungsi Paragraf ...
2
2.3 Jenis-jenis Paragraf ...
4
BAB III PENUTUP ...
8
3.1 Kesimpulan ...
8
3.2 Kritik dan Saran ...
8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari, kita tidak lepas dari kegiatan tulis menulis yang mana kita perlu mengetahui kaidah dalam tulis menulis tersebut. Mulai dari pilihan kata, kalimat, paragraf, dan masih banyak lagi.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai paragraf, karena setiap penulisan apapun pastilah ada sebuah paragraf yang mana dalam menulisnya ada kaidah-kaidah tertentu.
Paragraf sendiri memiliki pengertian bagian dari bab yang penulisannya dimulai dengan baris baru dan wujudnya berupa kumpulan kalimat serta
mengandung satu ide pokok dan beberapa ide penjelas yang mana ide pokok dan beberapa ide penjelas tersebut memenuhi unsur kohesi dan koherensi. Maka dengan ditulisnya makalah ini kita dapat mengetahui kaidah-kaidah yang benar tentang penulisan paragraf.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dinamakan paragraf?
2. Apa saja fungsi paragraf?
3. Apa saja jenis-jenis paragraf?
C.
Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa pengertian paragraf,
2. Untuk mengetahui fungsi paragraf,
3. Untuk mengetahui jenis-jenis paragraf,
D.
Manfaat Penulisan
1. Kita dapat mengetahui apa pengertian dari paragraf,
2. Kita dapat mengetahui fungsi dan jenis-jenis paragraf,
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Paragraf
Paragraf yaitu suatu bagian dari bab yang penulisannya dimulai dengan baris baru dan wujudnya berupa kumpulan kalimat serta mengandung satu ide pokok dan beberapa ide penjelas yang mana ide pokok dan beberapa ide penjelas tersebut memenuhi unsur kohesi (kesatuan) dan koherensi (kepaduan).
Paragraf juga merupakan sekumpulan kalimat yang berupa pengembangan dan ilustrasi dari sebuah pikiran/gagasan utama (main idea).
Terkadang muncul suatu pemikiran dalam fikiran mengapa harus ada paragraf?
Agar apa yang ingin kita sampaikan kepada pembaca dapat ditangkap dengan mudah dan jelas.jika sebuah buku hanya terdiri dari kalimat-kalimat saja tanpa adanya paragraf maka akan sulit dipahami. Maka dari itu, agar lebih mudah untuk dipahami jika kalimat-kalimat mempunyai kesamaan ide dalam buku tersebut dapat
dikelompokkan menjadi sejumlah paragraf.seperti halnya sebuah negara akan lebih mudah di atur jika ada pemimpinnya masing-masing pada tiap-tiap daerah.
B.
Fungsi Paragraf
• Mengekspresikan gagasan secara tertulis ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dan dalam suatu kesatuan,
• Menandai pergantian gagasan baru,
• Memudahkan pengorganisasian gagasan (penulis dan pembaca),
• Memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil,
C.
Jenis-Jenis Paragraf
a.
Berdasarkan letak ide pokok
DeduktifParagraf Deduktif yaitu paragraf yang ide pokoknya terdapat di awal paragraf, kemudian diikuti beberapa kalimat penjelas.
Induktif
Paragraf Induktif yaitu paragraf yang ide pokoknya terdapat diakhir paragraf. Paragraf awalnya mengemukakan penjelas yang bersifat khusus dan diakhiri dengan kalimat utama.
Kombinasi
Paragraf kombinasi, yakni paragraf yag ide pokoknya terdapat di awal dan di akhir paragraf.
Penuh
Paragraf penuh yakni paragraf yang didalamnya penuh dengan ide pokok. Paragraf ini serng di jumpai dalam uraian-uraian yang bersifat deskriptif dan naratif terutama dalam karangan fiksi.
b.
Berdasarkan sifat isinya (bentuk pengembangannya)
paragraf argumetasiparagraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide atau gagasan dengan di ikuti alasan yang kuat untu meyakinkan pembaca.ciri-ciri paragraf argumentasi yaitu:
1. Bersifat nonfiksi atau ilmiah
2. Bertujuan meyakinkan orang lain bahwa apa yang di kemukakan merupakan kebenaran
3. Dilengkapi dengan bukti berupa data,tabel,gambar dll 4.Ditutup dengan kesimpulan.
Bentuk pengembangannya paragraf argumentasi menggunakan teknik sebab akibat seperti contoh: jumlah anak jalanan di kota-kota besar semakin hari semakin bertambah.mereka memenuhi jalan-jalan utama di pusat kota dengan segala tingkah dan aksinya.berbagai macam cara mereka lakukan agar bisa berahan hidup di jalanan,dari cra yang sopan hingga menjadi brutal.mereka berkeliaran berkeliiaran di jalan dan mencari hidup dengan cara meminta-minta.
paragraf persuasi
paragraf pesuasi adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan,membujuk dan merayu pembaca agar mengikuti apa yang di inginkan penulis.ciri-ciri paragraf persuasi yaitu:
1.ada fakta atau bukti untuk mempengaruhi atau membujuk pembaca 2.bertujuan mendorong,mempengaruhi dan membujuk pembaca
3.menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti(kesan) kepada pembaca.
Bentuk pegembangannya menggunakan teknik perbandingan dan pertentangan,contoh:
Beras organik lebih mnguntungkan daripada beras non organik.mutu beras orgnik lebih sehat dan lebih enak.selain itu, beras organik tidak mencemari lingkungan karna tidak menggunakan bahan kimia.keuntungan petani dari hasil beras organik lebih tinggi mendapatkan keuntungan 34% dari biaya produksi, sedangkan petani beras non organik hanya mendapatkan keuntungan 16% dari biaya produksi.oleh karna itu, mari kita bertani dengan cara organik agar lebih menguntungkan dan meningkatkan taraf hidup.
paragraf deskripsi
paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakaan-akan bisa
meliat,mendengar,atau merasakan sendiri semua yang di tulis oleh penulis. ciri-ciri nya adalah menggambarkan atau melukiskan objek
Bentuk Pengembangan nya menggunakan teknik alamiah contoh: Sungai ciliwung terletak di jakarta.sungai ini mengalir di seluruh jakarta. Sayangnya,sumgai ciliwung dipeuhi tumpukan sampah.tumpukan sampah di sungai dihinggapi lalat.lalat-lalat itu berterbangan ke perumahan warga desa dan membawa berbagai macam penyakit. Selain itu tumpukan sampah juga menebarkan bau yang sangat menyengat,sungguh
pemandangan yang menyedihkan. paragraf eksposisi
paragraf eksposisi adalah menjelaskan dan menerangkan suatu
permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya tentang suatu permasalahan yang di maksud
pengarang.ciri-ciri paragraf eksposisi yaitu: 1. Bersifat nonfiksi atau ilmiah
2. Berdasarkan fakta
3. Tidak bermaksud mempengaruhi.
Bentuk pengembangannya menggunakan teknik umum khusus contoh: Seorang bayi di lahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih yang bersih.bayi akan di bentuk pribadinya sesuai didikan yang di terimanya seperti kertas yang dapat di isi dengan berbagai hal sesuai keinginan pemiliknya.bila sang bayi di didik dengan baik seperti kertas yang terisi hal-hal yang bermanfaat bagi siapapun yang membacanya (analogi).
paragraf narasi
paragraf narasi adalah pragraf yang menceritakan rangkaian peristiwa yang di susun menurut urutan waktu yang terjadi.ciri-ciri paragraf narasi yaitu: 1. Ada tokoh,tempat,waktu,dan suasana yang di ceritakan
2. Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
3. Tidak hanya ada dalam karya fiksi(cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi(biograf,cerita nyata dalam surat kabar,sjarah,riwayat pejalanan). Bentuk pengembangannya yaitu:
Berikut ini bentuk pengembangan paragraf narasi:
• narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi(cerita kepahlawanan,sejarah,biografi dll).
• Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan dan tertarik seakan-akan terhanyut,bahkan merasa mengalami cerita tersebut(cerpen,novel dll). Contoh:
Patih pranggulang menghunus pedangnya.ia mengayunkan pedang itu dengan cepat ke tubuh tunjungsekar.tapi aneh, sebelum mengenai tubuh tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih panggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh tunjungseka.tiga kali patih pranggulang melakukan hal itu.akan tetapi semuanya gagal.
c.
Berdasarkan posisi dan fungsinya dalam karangan.
Paragraf Pembuka.
Merupakan paragraf yang berfungsi sebagai pengatur menuju masalah yang akan dijelaskan atau dibicarakan. Sebagai bagian yang mengawali sebuah karangan paragraf pembuka harus dapat difungsikan untuk mengatur pokok pembicaraan, menarik minat dan perhatian pembaca, menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.
Paragraf pembuka harus disajikan dalam bentuk yang menawan
pembaca. Untuk itu bentuk-bentuk berikut berikut ini dengan dimanfaatkan sebagai bahan menulis paragraf pembuka, yaitu :
• Kutipan, peribahasa dan anekdot. • Uraian mengenai pokok pembicaraan.
• Sesuatu tantangan atas pendapat atau pernyataan seseorang. • Uraian tentang pengalaman pribadi.
• Uraian mengenai maksud dan tujuan penulis. • Sebuah pertanyaan.
• Memberikan latar belakang, suasana atau watak. • Melukiskan sejarah atau riwayat hidup seseorang. • Membuka karangan dengan percakapan yang menarik.
Paragraf penghubung dan pengembang.
Merupakan paragraf yang bertujuan mengembangkan pokok pembicaraan suatu karangan yang telah dirumuskan dalam paragraf pembuka yang berisi contoh – contoh dan ilustrasi, inti permasalahan dan uraian pembahasan. Paragraf pengembang dalam karangan dapat difungsikan :
• Mengemukakan inti persoalan. • Memberi ilustrasi dan contoh.
• Menjelaskan hal yang akan diuraikan pada paragraf berikutnya. • Meringkas paragraf sebelumnya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Paragraf yaitu suatu bagian dari bab yang penulisannya dimulai dengan baris baru dan wujudnya berupa kumpulan kalimat serta mengandung satu ide pokok dan beberapa ide penjelas yang mana ide pokok dan beberapa ide penjelas tersebut memenuhi unsur kohesi (kesatuan) dan koherensi (kepaduan).
Paragraf juga memiliki beberapa fungsi dan jenis, jenis-jenis paragraf bisa dibagi berdasarkan letak ide pokok (deduktif, induktif, kombinasi, penuh), berdasarkan sifat isinya atau bentuk pengembangannya (argumentasi, persuasi, deskripsi, eksposisi, dan narasi), berdasarkan posisi dan fungsinya dalam karangan (paragraf pembuka, paragraf penghubung atau pengembang, dan paragraf penutup).
Adapun teknik pengembangan paragraf antara lain teknik ilmiah, teknik klimaks, teknik umum, teknik perbandingan dan pertentangan, teknik analogi, teknik contoh-contoh (generalisasi), teknik sebab akibat, teknik definisi luas, teknik
klasifikasi.
B.
Pesan dan Kesan
Kegiatan menulis membutuhkan ketelitian dan kejelian mata untuk dapat sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada, maka dari itu kami menyusun makalah ini dengan sebaik mungkin agar pembaca dapat memahami kaidah yang benar dalam penulisan paragraf.
Kami sebagai penulis meminta kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi perbaikan makalah mendatang. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat serta dapat memenuhi harapan berbagai pihak.
DAFTAR PUSTAKA
Kabai, Zaenuddin. 2015. Cara Membuat PTK yang Baik dan Benar. Bantaeng: Zaka Media
Afdan, Nur. 2015. Tips Blogger Pemula. Bantaeng: Zaka Publishing