ADAB MEMBERI DAN MENERIMA
Kampus Institut STIAMI 2020 -2021
2
Penggunaan Harta Terbagi Menjadi Tiga
Hadiah,/
Sedekah
Harta kita yang sesungguhnya karena tersimpan untuk bekal kita disyurga Barang
Harta
Makanan
Menjadi usang Menjadi kotoran
Fadhilah atau Keuntungan Memberi
1. Nabi SAW bersabda “ Tidak akan berkurang harta yang kamu sedekahkan, ( ( berikan ) akan tetapi bertambah bertambah dan bertambah Nabi SAW
mengulanginya sampai tiga kali.
2. Dari Abu Hurairah ra. yang berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Harta tidak akan berkurang karena shadaqah. Allah pasti akan menambah kemuliaan seseorang yang suka memaafkan. Juga tidaklah seseorang itu tawadhu karena Allah, melainkan ia akan diangkat pula derajatnya oleh Allah
„ Azzawajalla. ( HR Muslim )
3. Dari Asma‟ binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda padaku,
▪
“ Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.”
4. Dalam riwayat lain disebutkan,
▪
“ Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya
(menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan
menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah
Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan
kemurahan untukmu.”
5. Hadits ini dibawakan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada Bab “Kemuliaan, berderma dan berinfaq”, hadits no. 559
“ Sedekah tidaklah mengurangi harta.( H.R Muslim )
▪
6. “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan
menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS.
Saba‟: 39).
5
Adab Memberi 1
. Niat kerana Allah SWTTujuan untuk membantu dan menjalinkan ikatan persaudaraan…bukan sebab untuk membangga banggakan diri. Namun boleh juga sebagai cara untuk berdakwah agar manusia taat kepada rabnya.
2. Pemberiannya hal yang bermanfaat
Barang yang kita berikan sesuai kebutuhannya, sehingga dapat meringankan beban yang mungkin ditanggung si penerima dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya.
3. Pemberian diberikan dengan cara yang sebaik baiknya
Pemberian dengan cara yang sopan dan elegan, dengan kita mendatangi rumahnya langsung atau pemberiannya diberikan melalui perantara orang lain, untuk menjaga perasaan hutang budi penerima kepada sipemberi, pemberian jangan dilempar melalui kendaraan, sebaiknya turun terlebih dahulu itu lebih baik dan sopan untuk menjaga perasaan si pemberi dari perasaan direndahkan.
4. Tidak mengharapkan balasan
Pemberian itu hendaklah ikhlas kerana Allah. Jangan mengungkit ungkit segala pemberian yang telah dibuat dengan kata yang kasar dapat melukai sipenerima .
Abu Hurairah, RA, Rasulullah SAW bersabda, "Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya …(dan disebutkan salah satu dari mereka)… dan laki-laki yang bersedekah kemudian menyembunyikan sedekahnya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” (HR. Bukhari & Muslim).
5. Pemberian dari harta yang paling utama
Nabi SAW Bersabda “ Pemberian yang paling utama adalah dalam keadaan sehat, takut miskin, dan sedang banyak memiliki cita cita atau keinginan (HR. Bukhari).
Maksudnya pemberian dari individuyang sebenarnya masih sangat berhajat kepada barang yang diberikannya dan masih memiliki rencana untuk memanfaatkannya.
7
6. Pemberian berasal dari usaha yang halal
Nabi saw, beliau bersabda ; Allah azza wa jalla tidak menerima sedekah dari harta ghulul (harta rampasan perang yang dicuri) dan juga tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR. Abu Daud)
7. Pemberian jangan ketika sdh tidak membutuihkan lagi
Nabi SAW Bersabda “ Pemberian yang kurang baika dalah ketika ajal sudah
dekat, kemudian baru memberikan harta atau menyedekahkannya (HR. Bukhari).
Dengan kata lain pemberian disaat dia sendiri sudah tidak membutuhkannya
8. Pemberian yg terbaik kepada kerabat terdekat dahulu
Pemberian hendaknya didahulukan kepada individu yang
terdekat atau tetangga yang terdekat pintunya dengan pintu rumah kita (HR. Bukhari, Muslim).
Rasulullah saw sangat menekankan terjadinya hubungan silaturrahim diantara individu individu yang bertetangga. Beliau bersabda, siapa yang menyatakan beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah berbuat baik kepada tetangga dan tidak menyakitinya. Bahkan beliau menganjurkan agar memperbanyak sayuran yang dimasak agar bisa dibagikan kepada tetangganya.
9. Pemberian dengan rahasia
Pemberian sebaiknya diberikan secara rahasia, agar lebih selamat dari riya, sehingga seolah olah tangan kiri tdk mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanan
Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari naungan Allah SWT, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai- sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR.
Bukhari no. 142)
10. Bersegera dalam memberi dan tidak menunda nunda
Setiap amal kebaikan sepatutnya segera dilakukan agar nilai kebaikan dan kepentingan dari pemberiannya itu tidak hilang atau berkurang. atau sebelum datang suatu keadaan yang membuat amal kebaikan tidak berarti.
11. Dianjurkan dalam pemberian dilakukan dgn baik dan niat untnk membalas pemberiannya
Saling memberi akan menumbuhkan rasa kasih sayang diantara kedua Pemberinya ( HR.Imam Tirmidzi )
12. Dalam memberi tidak boleh menyebut-nyebutnya, tidak menyakiti perasaan penerima pemberian, bersedekah dengan niat tidak pamer. sebagaimana firman Allah SWT:
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut- nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.
Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang- orang yang tidak beriman. ( Al baqoroh 264 )
13. Tidak mengungkit-ngungkit sedekah dan tidak menyakiti perasaan sipenerima sedekah Firman Allah yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), (Al-Baqarah, 2;264)
"perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah maha kaya lagi maha penyantun". QS. al Baqarah ayat a. 263
14. Memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan
Hadits Rasulullah yang artinya ; “Sedekah yang diberikan kepada orang miskin (bernilai) satu sedekah, dan apabila sedekah diberikan kepada kerabat maka bernilai dua. Yakni sedekah yang menyambung kekerabatan.” (HR. Muslim, Tirmdzi)
12
Adab Menerima
1. Tunjukkan rasa gembira ketika menerima bantuan dan hadiah yang diberi
Penerima hendaklah menunjukkan perasaan gembira apabila menerima pemberian tersebut sebagai tanda suka dan menghargainya sama, meskipun nilai pemberian itu kecil atau besar..
2. Mendoakan kepada yang memberi
Berdoalah untuk si pemberi itu agar beliau dimurahkan rezeki supaya dapat membantu lebih banyak lagi dan diberi kebaikan hidup di dunia dan akhirat.
3. Tanamkan azam untuk membalas kebaikan si pemberi
Tanamkan azam dalam diri agar diberi kesempatan untuk membalas kebaikan sipemberi itu suatu saat nanti, berdoa kepada Allah agar dimurahkan rezeki dan dapat berbakti kepada masyarakat dan umat
4. Hendaklah berterima kasih kepada orang yang memberi dan bersyukur kepada Allah Swt
Barang siapa tidak pandai berterimakasih kepada manusia, ia tidakpandai berterimakasih kepada Allah.» (HR. Imam Baihaqi)
5. Meskipun orang yang memberi itu ikhlas, tidak mengharapkan balasan apapun dari yang diberi, alangkah baiknya bila yang diberi menyampaikan kata kata:
terima kasih atau dengan ungkapan ungkapan lain yang memuji orang yang memberi seperti “ Bapak memang orang yang baik” dsb.
Hendaknya selalu merasa cukup dengan apa yang diberi, jangan merasa kurang. (HR. Ahmad, Baihaqi) sangat tidak baik apabila setelah mendapat pemberian, lalu orang malah berujar “Loh, kok cuma sedikit”. Kata kata itu selain dapat menyakiti pemberi, juga menunjukan ketamakan peminta.
7. Setelah diberi sesuatu dianjurkan mengucapkan kalimat: J
Jazakumulloh Khoiron Artinya, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak ( HR. Tirmidzi ). Doa seperti ini tentu akan membuat pemberi merasa senang dan terdorong untuk memberinya lagi di lain waktu.
8. Tidak mencela pemberian
Jika menyukai pemberian orang hendaknya kita makan, dan jika tidak suka maka jangan mencela pemberian tersebut ( HR.Muslim, dan Abu Dawud, Hakim )
9. Merahasiakan Pemberian
Jika kamu menampakkan pemberianmu, maka itu adalah baik. dan jika kamu
menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-
kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al-Baqarah, 2;271)
15
TUGAS
1. Apakah kamu sudah mempraktekan memberi sesuai adab?, kepada siapa kamu memberinya ? 2. Dalam hadits disabdakan “ Tangan diatas lebih baik dari tangan yang dibawah, Jelaskan ? 3. Apakah kamu sudah dapat membantu dalam bentuk pemberian kepada ayah dan ibumu ?
berilah contohnya yang sudah kamu lakukan
4. Bila kamu memberi bantuan kepada seseorang, kemudian dia menolak dan mencacinya, Apa yang seharusnya kamu lakukan ?
5. Bila kamu menerima pememberian seseorang, kemudian dia mengucapkan kata kata yang dapat menyakitkan perasaan hatimu , Bagaimana sikap kamu terhadapnya ?
16