• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Kelompok Masyarakat Hukum Adat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh: Kelompok Masyarakat Hukum Adat"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)PEMBAHASAN HASIL. KOORDINASI FASILITASI PERSETUJUAN KESESUAIAN KEGIATAN PEMANFAATAN RUANG LAUT (PKKPRL) UNTUK MASYARAKAT LOKAL DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL Oleh: Kelompok Masyarakat Hukum Adat Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan TA. 2021.

(2) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Tujuan • •. •. Pembahasan hasil koordinasi fasilitasi masyarakat lokal Pembahasan hasil pendataan dan pemetaan awal usaha perikanan masyarakat lokal di perairan RZWP3K Jawa Timur dan pencadangan RZKSN Gerbangkertasusila. Pembahasan rencana tindak lanjut fasilitasi PKKPRL bagi masyarakat lokal.. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(3) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dasar Hukum • Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja • UU No.27/2007 jo UU No. 1/2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-pulau Kecil • Undang-Undang No. 23/2014 Tentang Pemerintah Daerah • PP No. 21/2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang • PermenKP No. 24/2019 tentang Tata Cara Pemberian Izin Lokasi Perairan dan Izin Pengelolaan Perairan di Dalam proses revisi WP3K turunan PP 21/2021. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(4) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dasar Hukum UU No. 1/2014 Tentang Perubahan Atas UU No. 27/2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-pulau Kecil Pasal 1 (34) Masyarakat Lokal adalah kelompok Masyarakat yang menjalankan tata kehidupan sehari-hari berdasarkan kebiasaan yang sudah diterima sebagai nilai-nilai yang berlaku umum, tetapi tidak sepenuhnya bergantung pada Sumber Daya Pesisir dan PulauPulau Kecil tertentu. Pasal 16 (1) Setiap Orang yang melakukan pemanfaatan ruang dari sebagian Perairan Pesisir dan pemanfaatan sebagian pulau-pulau kecil secara menetap wajib memiliki Izin Lokasi. Pasal 20 (1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memfasilitasi pemberian Izin Lokasi dan Izin Pengelolaan kepada Masyarakat Lokal dan Masyarakat Tradisional. (2) Izin diberikan kepada Masyarakat Lokal dan Masyarakat Tradisional, yang melakukan pemanfaatan ruang dan sumber daya Perairan Pesisir dan perairan pulau-pulau kecil, untuk pemenuhan Mengalami perubahan pada kebutuhan hidup sehari-hari. UU CK DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(5) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Perubahan Pada UU CK UU No. 1 Tahun 2014. UU No. 11 Tahun 2020. Pasal 16 (1) Setiap Orang yang melakukan pemanfaatan (1) Pemanfaatan ruang dari Perairan Pesisir wajib ruang dari sebagian Perairan Pesisir dan dilakukan sesuai dengan rencana tata ruang pemanfaatan sebagian pulau-pulau kecil dan/atau rencana zonasi secara menetap wajib memiliki Izin Lokasi. (2) Setiap orang yang melakukan pemanfaatan ruang (2) Izin lokasi sebagaimana dimaksud pada ayat dari Perairan Pesisir sebagaimana dimaksud pada (1) menjadi dasar pemberian Izin ayat (1) wajib memenuhi Perizinan Berusaha terkait Pengelolaan pemanfaatan di laut dari Pemerintah Pusat. Pasal 20 (1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib (1) Pemerintah Pusat wajib memfasilitasi Perizinan memfasilitasi pemberian Izin Lokasi dan Izin Berusaha terkait pemanfaatan di laut kepada Pengelolaan kepada Masyarakat Lokal dan Masyarakat Lokal dan Masyarakat Tradisional Masyarakat Tradisional. (2) Perizinan Berusaha sebagaimana dimaksud pada (2) Izin diberikan kepada Masyarakat Lokal dan ayat (1) diberikan kepada Masyarakat Lokal dan Masyarakat Tradisional, yang melakukan Masyarakat Tradisional, yang melakukan pemanfaatan ruang dan sumber daya pemanfaatan sumber daya perairan pesisir, untuk Perairan Pesisir dan perairan pulau-pulau pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari kecil, untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(6) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dasar Hukum PP No. 21/2021 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Pasal 1 19. Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang adalah dokumen yang menyatakan kesesuaian antara rencana kegiatan Pemanfaatan Ruang dengan RTR selain RDTR. Pasal 175 (1) Fasilitasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang di Perairan Pesisir, wilayah perairan, dan wilayah yuridiksi diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Masyarakat Tradisional dan Masyarakat Lokal yang melakukan Pemanfaatan Ruang Laut untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. (2) Masyarakat Tradisional dan Masyarakat Lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi kriteria: a. Bermata pencaharian pokok sebagai nelayan dengan alat penangkapan ikan statis, pembudidaya ikan atau petambak garam; dan/atau b. Menghasilkan produksi atau memiliki penghasilan tidak lebih dari nilai rata-rata upah minimum provinsi (3) Selain memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (2), untuk pembudidaya ikan dan petambak garam, wajib berdomisili di wilayah pesisir dan/atau pulau-pulau kecil paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut- turut. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(7) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dasar Hukum PP No. 21/2021 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Pasal 175 (lanjutan) (4) Masyarakat Tradisional dan Masyarakat Lokal yang memperoleh fasilitasi PKKPRL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diusulkan oleh bupati/wali kota. (5) Usulan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan berdasarkan hasil identifikasi Masyarakat Tradisional dan Masyarakat Lokal yang disampaikan oleh lurah/kepala desa melalui camat. (6) Fasilitasi PKKPRL untuk Masyarakat Tradisional dan Masyarakat Lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan untuk kegiatan: a. perikanan tangkap dengan alat penangkapan ikan statis; b. perikanan buclidaya menetap; c. pergaraman; d. wisata bahari; dan/atau e. permukiman di atas air. (7) Fasilitasi PKKPRL yang dilakukan di dalam Kawasan Konservasi di Laut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(8) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Masyarakat Lokal yang difasilitasi persetujuannya diusulkan oleh Bupati/Walikota berdasarkan kriteria: 1. bermata pencaharian pokok sebagai nelayan dengan alat penangkapan statis, pembudidaya ikan atau petambak garam, dan pengelola jasa dan/atau wisata bahari; serta warga permukiman di atas air. 2. untuk kegiatan usaha, memiliki penghasilan tidak lebih dari nilai rata-rata upah minimum provinsi atau menghasilkan produk (barang/jasa) yang nilainya tidak melebihi rata-rata upah minimum provinsi. 3. pembudi daya ikan dan/atau petambak garam, serta permukiman di atas air, berdomisili di pesisir dan pulau-pulau kecil paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut, ditunjukkan dengan surat keterangan lurah/kepala desa. 4. untuk permukiman di atas air, memiliki surat keterangan domisili dari lurah/kepala desa di lokasi atau wilayah yang sudah eksisiting.. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(9) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Tata Cara Pengusulan Masyarakat Lokal di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Oleh Bupati/ Wali Kota. Bupati/Wali kota menugaskan Lurah/Kepala Desa melalui Camat, untuk melakukan identifikasi (pendataan) pemanfaatan ruang laut Masyarakat Lokal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Camat. Lurah/Kepala Desa. Identifikasi Masyarakat Lokal. Hasil identifikasi diusulkan kepada Bupati/Walikota. Administrasi Bupati/Wali kota dapat mengajukan permohonan fasilitasi identifikasi dan pemetaan pemanfaatan ruang laut Masyarakat Lokal kepada Gubernur/Menteri sesuai dengan kewenangannya.. Teknis Fasilitasi Identifikasi Masyarakat Lokal. Operasional. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5.. daftar nama orang; fotokopi kartu identitas diri; fotokopi kartu keluarga; surat domisili (alamat dan lama tinggal); jenis kegiatan; letak dan luasan usaha; lama usaha; status kepemilikan; pendapatan usaha;. 1. metode atau cara pengelolaan; 2. daftar sarana dan prasarana; dan 3. waktu dan intensitas operasional.. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT. Pengusulan Masyarakat Lokal.

(10) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Tata Cara Fasilitasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Masyarakat Lokal di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Oleh Gubernur/Menteri. Bupati/Wali Kota. Bupati/Wali Kota mengusulkan permohonan persetujuan kepada Gubernur/Menteri sesuai kewenangannya. Persyaratan: • Administrasi • Teknis • Operasional. Gubernur/Menteri. Verifikasi permohonan persetujuan oleh Gubernur/Menteri. Kesesuaian: • • • • •. domisili masyarakat; lokasi dan luasan ruang pemanfaatan perairan untuk penghidupan sehari-hari; peruntukan ruang dalam rencana zonasi; kelestarian ekosistem perairan/laut; kepentingan nasional strategis,; dll.. Penerbitan persetujuan oleh Gubernur/Menteri untuk Masyarakat Lokal di wilayah Kelurahan/Desa sesuai kewenangannya. Masa Berlaku, selama: • •. digunakan oleh pemegang persetujuan sesuai dengan ketentuan yang diberikan; lokasi izin tidak diperlukan untuk kepentingan penggunaan yang bersifat strategis oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah.. Masyarakat Lokal wajib melaporkan dan melakukan registrasi setiap 5 (lima) tahun sekali kepada Gubernur/Menteri sesuai kewenangannya melalui Lurah/Kepala Desa.. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(11) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Bupati/ Wali Kota. Fasilitasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Masyarakat Lokal Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. Bupati/Wali kota menugaskan Lurah/Kepala Desa melalui Camat atau memohon fasilitasi kepada Gubernur/Menteri untuk melakukan identifikasi (pendataan) Masyarakat Lokal di wilayah pesisir dan pulaupulau kecil. Identifikasi Masyarakat Lokal oleh Lurah/Kepala Desa dan/atau Tim Fasilitasi. Hasil identifikasi diusulkan oleh Camat kepada Bupati/ Wali kota. Menteri/ Gubernur. PENGUSULAN. Penerbitan persetujuan oleh Gubernur/Menteri untuk Masyarakat Lokal di wilayah Kelurahan/Desa sesuai kewenangannya. Verifikasi permohonan persetujuan oleh Gubernur/Menteri. Bupati/Wali kota mengusulkan permohonan persetujuan kepada Gubernur/Menteri sesuai kewenangannya. PENERBITAN PERSETUJUAN DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(12) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Kronologi Fasilitasi Kab. Gresik No Tanggal 1 4-8 November 2019 2. 3. 4 5. Proses Keterangan Survei Pendahuluan Pemanfaatan Ruang Laut Surat Tugas No. Masyarakat Lokal Kabupaten Gresik 2891/SPT/DJPRL.3/X/ 2019 19 Maret 2021 Permohonan Fasilitasi Perizinan untuk Surat Diskan Gresik Masyarakat Lokal di Kab. Gresik No 523.4/227/437.60 /2021 6-9 April 2021 Koordinasi Fasilitasi PKKPRL Masyarakat Lokal Surat Tugas No. Kab. Gresik ST.781/DJPRL.3/IV/20 21 Juni 2021 Identifikasi dan Pemetaan September 2021 Verifikasi Penerbitan PKKPRL. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(13) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Permohonan Fasilitasi Perizinan untuk Masyarakat Lokal di Kab. Gresik (19 Maret 2021) •. •. Permohonan fasiltasi perizinan usaha nelayan tangkap statis bagan atau branjang dan pembudidaya kerang dengan alat rumpon Masyarakat lokal di Desa Dalegan, Kec. Panceng (7 orang + 1 KUB) dan di Desa Banyuurip, Kec. Ujungpangkah (38 orang). DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT. Peta Hasil Survei Pendahuluan 2019.

(14) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Koordinasi Fasilitasi PKKPRL (6-9 April 2021) •. •. Berdasarkan hasil koordinasi, terdapat 89 orang yang diusulkan, Desa Dalegan mengusulkan fasilitasi untuk 7 orang dan 1 KUB (10 orang) dan Desa Banyuurip mengusulkan fasilitasi 72 orang (bertambah). Jumlah usulan tersebut kemungkinan akan bertambah lagi karena belum semua nelayan/pembudidaya terdata. Bagi masyarakat lokal yang memiliki lebih dari satu branjang/rumpon diperkirakan memiliki penghasilan di atas UMP Jawa Timur 2021 yaitu Rp 1.868.777,08/bulan (Kepgub Jatim No 188/ 498/KPTS/013/2020) dan beresiko tidak memenuhi kriteria fasilitasi.. Usaha. Branjang Branjang dan Rumpon Rumpon. Peta Hasil Survei 2021. Prediksi luasan pemanfaatan ruang laut oleh masyarakat lokal. Jumlah Usulan per Desa Dalegan Banyuurip 1 5 6. 2. 10 (1 KUB). 65. Koordinasi di Desa Dalegan dan Desa Banyuurip. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(15) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Pada Perda Provinsi Jawa Timur No.1 Tahun 2018 tentang RZWP3K Provinsi Jawa Timur Tahun 20182038, diketahui bahwa calon lokasi fasilitasi berada pada zona budidaya laut. Beberapa pemanfaatan ruang laut yang diperbolehkan dan eksisting pada zona tersebut yaitu, alur pipa kabel bawah laut, daerah latihan TNI, dan wilayah KSN (Gerbangkertasusila).. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(16) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Peta Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional GERBANGKERTOSUSILO. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(17) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Data Usaha Masyarakat Lokal WP3K Kab. Gresik (Desa Dalegan) 1 NO. 2. Nama Jumlah Kelompok Anggota 1. 1. 3 Jenis Usaha (statis) PT. Rumpon / Bagan. 1. 2. Branjang. Bukairi. Rumpon / Bagan. 1 1 3. Branjang. Turichan. Rumpon / Bagan. 1 1 4. Branjang. Thohari. Rumpon / Bagan. 1 1 5. Branjang. Mustofa. Rumpon / Bagan. 1 6. 7. 8. Fadholi. 1. Branjang. 1. Branjang. Hazil Lutfi. KUB KALI MBEDAHAN. WB. UG. 5. 6. Lokasi usaha (Desa, Kec.). Letak Usaha (Geografis). Luas Usaha Per Kelompok (m2). Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Branjang. Subhan. 1. PB. 4. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Ds. Dalegan, Kec. Panceng Ds. Dalegan, Kec. Panceng Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. 1. Rumpon / Bagan. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. 10. Rumpon / Bagan. Ds. Dalegan, Kec. Panceng. Pesisir Pantai Dalegan. 12 x 12 M. 7 Pendapatan ratarata Kelompok Usaha Pertahun (Rp). DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT. 6.000.000 3.000.000 6.000.000 3.000.000 6.000.000 3.000.000 6.000.000 3.000.000 6.000.000 3.000.000 6.000.000 6.000.000 3.000.000. 3.000.000. 8 Lama Usaha. 9. 10. 11. 12. Waktu Status Metode Cara Intensitas Kepemilikan Usaha/Alat Pengelolaan Operasional. 10 Bulan Milik Sendiri Bagan Tancap Tradisional 10 Bulan Milik Sendiri. Rumpon Tancap. Tradisional. 10 Bulan Milik Sendiri Bagan Tancap Tradisional. Tiap Hari 5 Bulan / Sudah Bisa Di Produksi Tiap Hari. Tradisional. 5 Bulan / Satu Kali Produksi. 10 Bulan Milik Sendiri Bagan Tancap Tradisional. Tiap Hari. 10 Bulan Milik Sendiri. 10 Bulan Milik Sendiri. Rumpon Tancap. Rumpon Tancap. Tradisional. 10 Bulan Milik Sendiri Bagan Tancap Tradisional 10 Bulan Milik Sendiri. Rumpon Tancap. Tradisional. 10 Bulan Milik Sendiri Bagan Tancap Tradisional 10 Bulan Milik Sendiri. Rumpon Tancap. Tradisional. 5 Bulan / Sudah Bisa Di Produksi Tiap Hari 5 Bulan / Sudah Bisa Di Produksi Tiap Hari 5 Bulan / Sudah Bisa Di Produksi. 10 Bulan Milik Sendiri Bagan Tancap Tradisional. Tiap Hari. 10 Bulan Milik Sendiri Bagan Tancap Tradisional. Tiap Hari. 10 Bulan Milik Sendiri. Rumpon Tancap. Tradisional. Milik Sendiri (KUB). Rumpon Tancap. Tradisional. 10 Bulan. 5 Bulan / Sudah Bisa Di Produksi 5 Bulan / Sudah Bisa Di Produksi.

(18) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Data Usaha Masyarakat Lokal WP3K Kab. Gresik (Desa Banyuurip) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis Usaha (statis) NO. Nama Kelompok. Jumlah Anggota. 1. Amalon. 1. 2. Dol Mubin. 1. 3. Nurul. 1. 4. Alim. 1. 5. Mulyono. 1. 6. Itro. 1. 7. Ispan. 1. 8. Topan. 1. 9. Kosnan. 1. 10. Maaf. 1. 11. Irsanto. 1. 12. Toni. 1. 13. Toha. 1. 14. Jamaludin. 1. 15. Anuar. 1. 16. Hudah. 1. 17. Muafih. 1. PT. PB Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan. Branjang Rumpon / Bagan Rumpon / Bagan Branjang Rumpon / Bagan. WB. UG. Lokasi usaha (Desa, Kec.) Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah Ds. Banyuurip, Kec. Ujungpangkah. Letak Usaha (Geografis) Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip Pesisir Pantai Banyuurip. Luas Usaha Per Kelompok (m2). 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 10 x 10 m 12 x 12 m 10 x 10 m 10 x 10 m 12 x 12 m 10 x 10 m. Pendapatan ratarata Kelompok Usaha Pertahun (Rp). 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000. Dst…. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT. 9. 10. 11. 12. Lama Usaha. Waktu Intensita Status Metode Cara s Kepemilikan Usaha/Alat Pengelolaan Operasio nal. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 7 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional Tiap Hari. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan. 7 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional Tiap Hari. 9 bulan. Milik Sendiri Tradisional Tradisional 5 bulan.

(19) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Tindak Lanjut Fasilitasi •. •. •. •. Berdasarkan zonasi RZWP3K, lokasi sasaran adalah zona budidaya laut, sehingga masyarakat lokal yang dapat difasilitasi lokasi usahanya ialah pelaku usaha pembudidaya kerang dengan alat rumpon. Perkiraan penghasilan masyarakat lokal dari hasil usaha bagan/rumpon yang berada di atas UMP beresiko tidak memenuhi kriteria fasilitasi, sehingga diharapkan Kelompok Perizinan Dit PRL DJPRL dan DKP Jawa Timur akan membantu menjelaskan dan mendampingi masyarakat mengajukan perizinan melalui OSS. DKP Provinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, serta Kepala Desa Dalegan dan Kepala Desa Banyuurip bersedia mendampingi proses fasilitasi persetujuan bagi masyarakat lokal sebagaimana diusulkan. Dinas Perikanan Kabupaten Gresik akan segera meng-update data usulan bersama perangkat desa terkait, dan akan melengkapi data adminsitrasi masyarakat lokal yang memanfaatkan ruang laut sebagai dasar pelaksanaan identifikasi dan pemetaan pada tahap fasilitasi selanjutnya. Dit. P4K akan bersurat kepada Bupati Gresik mengenai poin-poin yang harus dilaksanakan oleh pihak Kabupaten Gresik agar pihak dinas teknis memperoleh arahan yang jelas dari Bupati sehubungan dengan tugas Bupati untuk melakukan pengusulan masyarakat lokal yang akan difasilitasi PKKPRL-nya kepada pemerintah yang berwenang.. DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT.

(20) Terima Kasih Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan Dasar Hukum dan Bahan Paparan dapat diunduh di: https://kkp.go.id/djprl/p4k. Gedung Mina Bahari III Lt. 8 Jl. Medan Merdeka Timur No.16, RT.7/RW.1, Gambir, Jakarta Pusat DKI Jakarta - 10110.

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Beranjak dari permasalahan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1 Apakah metode inkuiri terbimbing Guided Inquiry berpengaruh terhadap hasil belajar Siswa pada

Oleh karena itu, jika remaja berinteraksi dengan teman sebayanya, dan dalam interaksi tersebut membicarakan tentang iklan provider tertentu dan juga bahasa yang

Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dirancang untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan penalaran, keterampilan menyelesaikan masalah, dan keterampilan

Demplot Pengendalian OPT Nilam (Budok, Nematoda, Ulat/Kutu Daun dll).. a) Penggunaan pestisida nabati bubuk biji nimba, dosis 5 kg/ha/aplikasi. Aplikasi dilakukan 3

Sedangkan pada kondisi KHDTK ULM tutupan tajuk pohon di lokasi penelitian tutupan tajuknya sedang sehingga tumbuhan pasak bumi tersebut tumbuh mendekati pohon

Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja dengan metode NASA-TLX diperoleh hasil bahwa pegawai keuangan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro masuk dalam kategori

Pelayanan Terpadu adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan perlindungan bagi anak korban kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran yang dilaksanakan

Berdasarkan hasil uji hipotesis penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan dari penelitian ini, bahwa secara keseluruhan ada pengaruh yang signifikan