KEPUTUSAN DIREKTUR SAMAPTA POLDA KALIMANTAN SELATAN NOMOR : KEP/2/VI/2020, TANGGAL 30 JUNI 2020
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN SELATAN
DIREKTORAT SAMAPTA
RENCANA KERJA
DIT SAMAPTA POLDA KALSEL
TAHUN 2021
DAERAH KALIMANTAN SELATAN DIREKTORAT SAMAPTA
DAFTAR ISI :
BAB I. LATAR BELAKANG ... 1
1. Kondisi Umum ... 1
a. Perkembangan Aspek Astagatra ... 3
b. Analisis SWOT ... 11
2. Identifikasi masalah ... 15
BAB II. TUJUAN DAN SASARAN ... 17
3. Visi dan Misi ... 17
a. Visi dan Misi Polda Kalsel... 17
b. Visi dan Misi Dit Samapta... 17
4. Tujuan Jangka Menengah ... 17
a. Tujuan Jangka Menengah Polda Kalsel ... 17
b. Tujuan Jangka Menengah Dit Samapta…... 17
5. Sasaran Prioritas ... 18
BAB III. 6. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ... 19
BAB IV. PROGRAM, KEGIATAN DAN USULAN PAGU INDIKATIF.... 33
7. Program dan Kegiatan Polda Kalsel ... 33
8. Pagu Indikatif……... 35
BAB V. PENUTUP ... 37
9. Penutup ... 37
LAMPIRAN – LAMPIRAN :
1. Rencana Kerja Tahunan (RKT) Dit Samapta Polda Kalsel TA. 2021;
2. Rencana Kerja Kementerian Lembaga (Renja KL) Pagu Anggaran Dit Samapta
Polda Kalsel TA. 2021.
DIREKTORAT SAMAPTA
KEPUTUSAN DIREKTUR SAMAPTA POLDA KALSEL Nomor:Kep/2/VI/2020/Dit Samapta
tentang
RENCANA KERJA DIREKTORAT SAMAPTA POLDA KALIMANTAN SELATAN TAHUN ANGGARAN 2021
DIREKTUR SAMAPTA POLDA KALIMANTAN SELATAN
Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Rencana Kerja Direktorat Samapta Polda Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2021 maka dipandang perlu menetapkan Keputusan.
Mengingat: 1. Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
4. Peraturan Presiden No 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;
5. Surat Perintah Direktur Samapta Polda Kalsel Nomor Sprin/321 /VI/REN1.1.1/ 2020/Dit Samapta tentang pembentukan tim Pokja Renja TA 2021.
Memperhatikan : 1. surat Kapolri nomor : B/4002/REN.5.1./2020/Srena tanggal 30 Juni 2020 tentang Perubahan Rencana Kerja Tahunan Polri tahun 2020 dan penjelasannya
2. Rancangan Rencana Kerja Polda Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2021;
3. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Polda Kalsel TA. 2019;
4. Perkiraan Intelijen Polda Kalsel TA. 2021.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR SAMAPTA POLDA KALIMANTAN SELATAN TENTANG RENCANA KERJA DIREKTORAT SAMAPTA POLDA KALIMANTAN SELATAN TAHUN ANGGARAN 2021
1. Rencana Kerja Direktorat Samapta Polda Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2021 sebagaimana yang tercantum dalam lampiran keputusan ini, sebagai pedoman kerja Direktorat Samapta Polda Kalimantan Selatan;
2. keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Banjarmasin
pada tanggal : 30 Juni 2020
DIREKTUR SAMAPTA POLDA KALIMANTAN SELATAN
PEPEN SUPENA WIJAYA, S.I.K
AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 69060515 TANGGAL : 30 JUNI 2020
TANGGAL :
30
JUNI 2020KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN SELATAN
DIREKTORAT SAMAPTA
RENCANA KERJA
DIREKTORAT SAMAPTA POLDA KALSEL TAHUN ANGGARAN 2021
BAB I
LATAR BELAKANG
1. Kondisi Umum
Memasuki tahun 2021 mendatang, Polri akan menghadapi berbagai perkembangan gangguan Kamtibmas yang semakin kompleks dan mengarah pada transnasional crime (kartel, bioterrorism, narcoterorism, cyber crime).
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, sangat berpengaruh terhadap kondisi Kamtibmas yang tentunya berdampak pada operasionalisasi Tupoksi Polri di lapangan, sedangkan untuk menghadapi hal tersebut, kondisi peralatan Polri yang ada saat ini dirasakan belum mampu mengimbangi perkembangan tersebut. Masih adanya permasalahan-permasalahan sosial ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang berimbas pada akhirnya berdampak pada meningkatnya gangguan Kamtibmas di masyarakat. Selain itu seiring perkembangan jaman pergeseran nilai-nilai sosial di masyarakat yang begitu cepat ternyata juga berdampak terhadap berkembangnya gangguan Kamtibmas.
Secara umum, situasi ekonomi Indonesia pada tahun 2021 diperkiraan masih dalam kondisi yang sulit, terutama jika dikaitkan dengan stabilitas politik yang sangat dinamis dan dampak krisis finansial global. Stabilitas politik dan kepemimpinan Nasional paska Pemilu 2020 sangat menentukan kesinambungan pembangunan ekonomi yang sedang berjalan.Stabilitas politik dapat mempengaruhi sentimen pasar modal, nilai tukar Rupiah dan Investasi Nasional.
Sedangkan krisis keuangan Global dapat mempengaruhi rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi, minimnya Investasi dan terbatasnya ketenagakerjaan.
Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak terhadap meningkatnya jumlah
pengangguran…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020pengangguran dan angka kemiskinan, menurunnya daya beli masyarakat, tingginya Inflasi dan rendahnya pendapatan perkapita Nasional.
Menghadapi situasi tersebut, Direktorat Samapta Polda Kalsel sebagai salah satu pelaksana fungsi bidang keamanan dan ketertiban masyarakat yang bertanggung jawab penuh atas keamanan masyarakat baik secara individu maupun kelompok termasuk keamanan dan keselamatan kegiatan pemerintah beserta aset-asetnya berkomitmen untuk menjalankan amanah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan sebaik - baiknya, yaitu :
a. Memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat;
b. Memberikan Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan kepada masyarakat serta menegakkan hukum.
Dalam menjalankan amanah tersebut, Direktorat Samapta Polda Kalsel tetap memperhatikan arah kebijakan pimpinan Polri yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman di masyarakat dalam melaksanakan aktifitas kegiatan kehidupan sehari-hari disamping itu Dit Samapta Polda Kalsel juga mengedepankan sikap yang proaktif dengan tujuan mengetahui secara dini perkembangan situasi dan kondisi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan untuk meminimalisir / meniadakan potensi timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban serta menjalin kerja sama yang sinergis baik dengan Satker lain maupun Instansi terkait untuk dapat menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
Untuk mendukung kebijakan pimpinan Polri dimaksud, Direktorat Samapta Polda Kalsel selalu siap dan siaga serta tanggap terhadap setiap perubahan situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat dan berusaha untuk mampu menampilkan figur / sosok Polri dengan kultur yang mandiri, profesional, dipercaya masyarakat, humanis, dan bertakwa. Oleh karena itu Direktorat Samapta Polda Kalsel selaku Backbone Polri diwilayah hukum Polda Kalsel telah menyusun Rencana Kerja Tahun Anggaran 2021 dengan tetap memperhatikan perkembangan situasi Kamtibmas secara umum diwilayah Provinsi Kalimantan Selatan dengan melihat tuntutan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menghilangkan gangguan Kamtibmas nyata yang dapat mengganggu stabilitas diwilayah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai modal dasar untuk mendukung suksesnya Pembangunan Nasional.
a. Aspek…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020a. Aspek Astagatra 1) Geografi.
a) Wilayah Indonesia yang memiliki banyak sungai sebagai sarana transportasi air sangat bermanfaat bagi masyarakat pedalaman, namun dalam perkembangannya berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana pelaku penyelundupan barang, penyelundupan kayu (illegal logging), dan peredaran gelap Narkoba serta banyak pula sungai- sungai di Indonesia menjadi tambang emas ilegal dengan memanfaatkan bahan kimia jenis
mercuri,sehingga terjadi pencemaran lingkungan di beberapa sungai di Indonesia;
b) Terjadinya La Nina yang lemah hingga sedang berkontribusi pada curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya dan terjadi hampir di seluruh Indonesia, topan Cempaka membawa hujan deras dan angin ekstrim ke pantai selatan Jawa sehingga dapat meningkatkan resiko banjir di beberapa wilayah dataran rendah di Kalimantan Selatan;
c) Dampak dari Elnino dan timbulnya titik api (Hot Spot) yang menimbulkan kabut asap di beberapa wilayah Kalimantan Selatan sehingga mengganggu aktifitas masyarakat khususnya kegiatan transportasi darat, udara dan laut serta salah satu faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan;
d) Kondisi geografis wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimalntan Timur, merupakan titik rawan sebagai jalur keluar masuknya peredaran gelap narkoba di kota Banjarmasin
dan di beberapa Kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Selatan antara lain di Amuntai (Hulu Sungai Utara), Tanjung (Tabalong), Kandangan (Hulu Sungai Selata), Barabai (Hulu Sungai Tengah), Banjarbaru dan sebagian wilayah Martapura (Banjar).2) Demografi
a) Sebagai bangsa yang heterogen Indonesia dengan bermacam-macam suku, budaya, agama dan adat berpeluang terjadinya konflik komunal (SARA). Faktor-faktor keberagaman ini menjadi celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b).sebagai….
.
TANGGAL :
30
JUNI 2020b) Sebagai negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar dan banyak aliran, Indonesia berpotensi terdapat beberapa masyarakat yang memiliki pemahaman radikal, yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat dengan melakukan aksi teror;
c) Kalimantan Selatan terdiri dari 11 Kabupaten dan 2 Kota, 152 Kecamatan serta 2008 desa, luas wilayah 37.530.52 km2 dengan Jumlah penduduk Kalimantan Selatan sesuai hasil Pendataan Sensus Penduduk tahun 2018 ±4.119.794 jiwa dan ditahun 2019 ± 4.182.695 terdiri dari bermacam suku bangsa dari jumlah penduduk ini jika dilihat menurut Kabupaten / Kota, maka yang terbanyak jumlah penduduknyaberada di Kota Banjarmasin, disusul Kabupaten Banjar dan Tanah Bumbu sedangkan jumlah penduduk terendah adalah Kabupaten Tapin dan Balangan;
d) Penduduk Kalimantan Selatan terdiri dari beraneka ragam suku, namun yang mendominasi adalah suku asli yaitu suku Banjar sekitar 76,57 % dan sisanya 23,43 % adalah suku Dayak, Jawa, Madura, Bugis, dan lain-lain yang berada di wilayah tanah air. Dengan beraneka ragam suku tentunya juga mengakibatkan adat istiadat, ras dan agama yang berbeda dan tentunya berpeluang timbulnya permasalahan sosial, seperti konflik antar suku, agama, ras, dan adat istiadat yang perpotensi mengganggu stabilitas keamanan;
e) Budaya masyarakat Kalimantan Selatan dalam membuka lahan perkebunan dengan cara membakar lahan pada musim kemarau, menyebabkan timbulnya kabut asap yang pekat sehingga mengganggu kesehatan serta transportasi perhubungan baik darat, udara dan laut.
3) Sumber Daya Alam
a) Kondisi sumber daya alam Indonesia selain merupakan potensi bagi pemasukan devisa negara dan peningkatkan perekonomian rakyat, apabila tidak dikelola dan diamankan dengan optimal, maka dapat berpotensi menjadi gangguan kerusakan ekosistem yang akan mengakibatkan terjadinya bencana alam;
b) Hilangnya hewan dan tumbuhan langka akibat eksploitasi tambang
hutan…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020hutan gambut, akan merusak ekosistem, sehingga akan berpotensi mengakibatkan terjadinya krisis pangan akibat pengalihan fungsi lahan di sentra wilayah pertanian baik legal maupun secara ilegal;
c) Potensi sumber daya alam di Kalimantan Selatan sangat berlimpah dimana banyak terdapat tambang seperti emas, batubara, intan, bijih besi dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Kalimantan Selatan. Sumber daya alam itulah yang apabila dikelola dengan baik akan menjadikan kemajuan bagi Kalimantan Selatan. Namun dalam perkembangannya, karena pengelolaan dan pengawasan yang tidak baik, bahkan banyak perusahaan sumber daya alam ilegal, justru kegiatan pemanfaatan sumber daya alam tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan di Kalimantan Selatan seperti pencemaran lingkungan hidup, banjir, dan tanah longsor;
d) Selain sumber alam tersebut Kalimantan Selatan juga memiliki kekayaan alam lain seperti kayu hasil hutan. Kayu hutan yang tumbuh di kawasan hutan lindung sangat bermanfaat bagi penduduk pedalaman yang hidupnya menopang dan berpindah-pindah.
Kesuburuan tanah lainnya juga sangat bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan, untuk menanm tanaman industri. Sumber alam kayu hutan ini juga tidak menutup kemungkinan dikelola dengan tidak baik bahkan banyak terjadi illegal loging dan pembalakan liar yang berpotensi mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan kekurangan air di musim kemarau karena kurangnya resapan air;
e) Dari banyaknya sumber daya alam di Kalimantan Selatan yang berdampak positif dan negatif, sehingga beberapa hal yang dapat diusahakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam yaitu berdasarkan prinsip berwawasan lingkungan dan berkisanambungan, penghijauan dan reboisasi, serta pengembangan daerah aliran sungai, pengelolaan air limbah penertiban sampah.
4) Aspek Ideologi.
a) Lahirnya Undang-Undang Hak Asasi Manusia melahirkan kebebasan untuk berbicara/ berpendapat, kebebasan berdemokrasi dan menganut
idiologi, hal tersebut tentunya harus disambut baik oleh seluruh bangsa
idiologi…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020indonesia, mereka tidak takut lagi untuk mengeluarkan pendapat, berdemokrasi, memilih agama sesuai dengan keyakinan, dan negara melindungi kebebasan yang ada dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia, namun dalam perkembangannya banyak kebebasan yang disalah artikan, banyak kebebasan yang kebablasan, dan msyarakat banyak melanggara aturan dengan alasan kebebasan, bahkan banyak oknum-oknum yang ingin mengganti idiologi Pancasila dengan idiologi lain, hal tersebut disampaikan terang-terangan baik dimuka umum maupun dimedia sosial. Kondisi tersebut berpotensi mengundang kerawanan terhadap eksistensi Pancasila serta akan mengundang reaksi masyarakat yang pro Pancasila yang dapat menimbulkan konflik horizontal dan mengganggu stabilitas nasional;
b) Di tahun 2017 dengan pertimbangan bahwa dalam pengesahan Perpu RI No.2 tahun 2017 tentang pergantian UU No. 17 tahun 2013 tentang Ormas tanggal 10 Juli 2017 sebagai pedoman Pemerintah untuk membubarkan Ormas maupun LSM yang memiliki Misi dan Visi menentang UUD 1945 dan Pancasila serta ingin mendirikan Kepemerintahan Islam / Khilafah di NKRI. Terkait hal tersebut sehingga Ormas Hizbut Tahrir Indonesia telah dibubarkan oleh Pemerintah, sehingga dimungkinkan akan terjadinya : HTI Berafiliasi dengan Ormas / Partai Politik yang sepaham, Membentuk Ormas Baru, Memanfaatkan forum keagamaan untuk melaksanakan aksi / giatnya dan tempat pendidikan dijadikan sasaran untuk penyebaran fahamnya.
5) Aspek Politik.
a) Sistem politik demokratis, bertumpu pada kedaulatan rakyat ditopang budaya politik sehat, yaitu perilaku santun, mengedepankan perdamaian, anti kekerasan dalam berbagai bentuk, dan sifat sportif diharapkan melahirkan kepemimpinan yang demokratis, kuat, dan efektif;
b) Penerapan kebijakan otonomi daerah berdampak terhadap
melemahnya pengawasan dan koordinasi pemerintahan provinsi
terhadap penyelenggaraan kewenangan di Kabupaten / Kota yang
seharusnya memiliki daya untuk menjadi koordinator pengembangan
wilayah disemua bidang. Rencana Strategis dan Program
seharusnya…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020Pembangunan Daerah (Propeda) Pemerintah Kabupaten/Kota kadang tidak sejalan atau bertentangan dengan Renstra Pemerintah Provinsi;
c) Paradigma perubahan sosial masyarakat yang saat ini cenderung dinamis dan berkembang seiring perkembangan teknologi dan kebudayaan menuntut kesiapan Polri selaku pengemban tugas menjaga kamtibmas. Polri dituntut untuk mensukseskan pengamanan agenda politik di Tahun 2020 serta mendeteksi gerakan / kelompok yang terus melakukan inovasi dan bertujuan melakukan pengacauan (makar) situasi politik di tahun 2020 – 2021;
d) Sengketa tata batas yang belum selesai dan kemungkinan akan terus berkembang sampai dengan tahun 2021. Walaupun adanya draft tatabatas oleh kedua / antar daerah yang bermasalah namun tidak adanya persetujan Mendagri dengan mengeluarkan Permen sehingga hal tersebut dianggap belum selesai.
6) Aspek Ekonomi.
a) Kebijakan Pemerintah di bidang ekonomi, dengan menggulir Dana Desa guna menunjang pembangunan di daerah, saat ini masih banyak ditemukan penyimpangan di berbagai wilayah Indonesia;
b) Pelemahan rupiah juga dialami beberapa kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menunjang penguatan kurs rupiah, hal ini disebabkan adanya penyebaran Covid-19 yang tentunya akan mempengaruhi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk paruh pertama tahun 2020;
c) Penerapan kebijakan “omnibus law” bidang investasi dan ketanagakerjaan yang akan menimbulkan berbagai persoalan terkait keduduan UU Omnibus Law;
d) Investasi sektor Pertambangan dan perkebunan serta perdagangan bebas dalam skala besar akan membutuhkan areal atau lahan yang sangat luas, pemanfaatan lahan negara dengan sistem hak guna hingga saat ini masih memiliki persoalan tumpang tindih dengan lahan masyarakat adat atau areal penggunaan lain;
e) Nelayan Kalsel ( Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut ) belum
dapat menerima kehadiran nelayan dari Jawa maupun dari Sulawesi
yang menggunakan peralatan - peralatan lebih canggih dari peralatan
yang dimiliki nelayan Kalsel, sehingga apabila muncul nelayan dari luar
Kalsel tersebut akan dapat memancing emosi para nelayan untuk
yang…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020melakukan tindakan - tindakan guna mengusir nelayan asal luar Kalsel tersebut, tidak menutup kemungkinan dilakukan dengan cara - cara yang anarkis;
f) Terbukanya kawasan laut di Kalsel dan minimnya pengamanan wilayah perairan memungkinkan terjadinya aksi penyelundupan Manusia dan barang elektronik, kayu, rotan, narkoba serta hasil tambang;
g) Mulai membaiknya harga hasil pertambangan / Batubaru, Prov. Kalsel akan kembali dilirik oleh para pembeli / investor sehingga rawan terjadinya penipuan / data fiktif / mengakui kepemilikan pertambangan yang bukan miliknya;
h) Penerapan kebijakan pemerintah penggunaan pembatasan BBM bersubsidi bagi mobil dan kendaraan sudah diterapkan namun dilapangan kebijakan tersebut masih tidak sepenuhnya terlaksana karena tidak adanya fungsi pengawasan yang tetap;
7) Aspek Sosial Budaya.
a) Keanekaragaman budaya, suku, adat istiadat, ras dan agama dimiliki bangsa Indonesia turut mempengaruhi tatanan kehidupan sosial dimasyarakat. Pada satu sisi, keanekaragaman komponen bangsa dapat dipandang sebagai potensi nasional membangun bangsa, namun pada sisi lain keanekaragaman tersebut dapat dipandang sebagai potensi konflik yang memicu disintegrasi bangsa;
b) Berkembangnya aliran/kepercayaan dalam suatu agama menimbulkan sikap pro-kontra masyarakat menjurus terhadap terjadinya konflik sosial. Pemahaman dan implementasi ajaran agama belum berkembang secara baik, bahkan mengalami penurunan dan munculnya gejala fanatisme sempit. Sebagian pemuka agama cenderung menggunakan agama untuk kepentingan tertentu (politisasi agama untuk kepentingan politik dan kekuasaan) sehingga menurunkan penghormatan dan kepercayaan masyarakat terhadap para tokoh;
c) Masih terjadi aksi kekerasan terhadap sasaran korban warga
masyarakat maupun aparat keamanan TNI/Polri dan pengrusakan
tempat ibadah, perkantoran pemerintah, rumah pejabat penegak
hukum, atau tempat umum lainnya. Mengindikasikan kelompok radikal
pelaku teror masih ada dan terus melakukan aksi teror dengan berbagai
tempat…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020cara, tetap tumbuh berkembang generasi baru dengan motif bernuansa politik SARA sekaligus ssebagai aksi pembalasan atas tindakan penegakkan hukum yang dilakukan oleh Polri;
d) Permasalahan tanah diperkirakan masih menjadi faktor utama munculnya konflik sosial masyarakat, meliputi :
(1) Ketidak jelasan status kepemilikan tanah.
(2) Kepemilikan tanah secara ganda/tumpang tindih kepemilikan.
(3) Penyimpangan peruntukan atas tanah.
(4) Sengketa tanah yang berdampak pada penggusuran/
pembongkaran paksa, perkelahian massal dan kemungkinan akan berakhir dengan tindakan anarkis.
(5) Terjadinya pembebasan tanah / lahan untuk kepentingan pembangunan fasilitas umum, sering menimbulkan gejolak massa yang dapat berakhir dengan tindakan anarkis, akibat proses ganti rugi yang tidak seimbang, dimana Pemerintah bertindak hanya berdasarkan proses hukum yang cenderung berpihak kepada pengembang maupun Pemerintah itu sendiri;
e) Kemajemukan adat istiadat dan budaya daerah selain merupakan potensi pembangunan nasional, juga merupakan potensi konflik.
Penguatan identitas kedaerahan atau kesukuan akibat penerapan otonomi daerah dapat mendorong terjadinya konflik sosial terutama dalam ketentuan dan larangan PNS menggunakan cadar dan celana cingkrang serta jenggot, masalah haji, umroh dan penanganan sengketa tempat ibadah serta penyebaran faham yang bertentangan dengan agama yang ada di Indonesia yang bertolak belakang dengan Pancasila dan peraturan perundang-undangan;
f) Pembangunan sektor pendidikan masih dihadapkan pada kualitas pendidikan dan pengajaran yang masih rendah, sehingga menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang belum memenuhi syarat kompetensi termasuk permasalahan infrastruktur dan pro kontra sistem pengajaran.
g) Pembangunan sektor kesehatan masih dihadapkan permasalahan kenaikan iuran BPJS, disparitas status kesehatan, beban ganda penyakit, kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan yang minim, g)pembangunan….
.
TANGGAL :
30
JUNI 2020perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat. Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan, kurangnya pemerataan dan keterjangkauan layanan kesehatan, terbatasnya tenaga kesehatan, tidak meratanya distribusi tenaga kesehatan, rendahnya status kesehatan penduduk miskin, serta kendala ketersediaan obat, perbekalan farmasi, dan alat kesehatan. Perilaku masyarakat yang belum peduli terhadap masalah kesehatan telah menyebabkan berkembangnya berbagai wabah penyakit menular, seperti: pandemi virus Covid-19, demam berdarah (DBD), TBC, Flu burung, HIV/ AIDS, muntaber, diare, rabies, chikungunya, anthrax, dan lain-lain.
8) Aspek Keamanan.
a) Penanggulangan gangguan Kamtibmas terkait kejahatan konvensional maupun transnasional telah dilakukan, dan menunjukan hasil cukup membanggakan namun demikian masih terdapat potensi ancaman yang harus tetap diwaspadai karena dapat mengganggu suasana Kamtibmas, antara lain: kejahatan siber, terorisme, pembalakan liar, pencurian ikan, penambangan liar, kejahatan ekonomi lintas negara;
b) Kejahatan siber atau kejahatan melalui jaringan internet menjadi ancaman bagi stabilitas nasional, pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan tersebut yang dilakukan pelaku/sindikat dengan teknologi jaringan internet dan intranet, muncul beberapa kasus di Indonesia seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs dan menyadap transmisi data orang lain sehingga kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil (perbuatan seseorang memasuki komputer orang lain tanpa izin), dan delik materiil (perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain);
c) Masih terdapat potensi ancaman kejahatan konvensional yang harus tetap diwaspadai karena dapat mengganggu suasana kamtibmas antara lain masih banyaknya pengangguran, kurangnya lapangan pekerjaan, residivis kambuhan, lemahnya pengamanan lingkungan, ingin mendapatkan sesuatu dengan cara instan, pembalakan liar, penambangan liar, kebiasaan membawa sajam, ketergantungan obat- obatan (daftar G);
penambahan…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020d) Perkembangan organisasi kejahatan yang didukung kemajuan IPTEK, terutama dalam bidang komunikasi dan informasi menyebabkan kejahatan bersifat transnasional, seperti peredaran Narkoba dan terorisme yang relatif masih banyak terjadi;
e) Situasi yang mendorong terjadinya tindak kejahatan Kekayaan Negara antara lain harga komoditi pertambangan dan perkebunan khususnya sawit mengalami kenaikan, kurangnya pengawasan dari instansi terkait khususnya dibidang kehutanan dan elektronik, banyaknya agen PJTKI tidak terdaftar / illegal;
f) Situasi yang mendorong terjadinya permasalahan yang Berimplikasi Kontijensi antara lain isu SARA, perebutan wilayah yang menghasilkan sumber daya alam, bencana alam seperti karhutla, serta pengrusakan tempat - tempat ibadah (intoleransi);
b. Analisa SWOT
Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas Direktorat Samapta Polda Kalsel dalam melaksanakan tugasnya sebagai salah satu fungsi Preventif Polri khususnya wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memelihara
Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dapat dilihat dari analisa SWOT ( Strength, Weakness, Oportunities dan Threats ), yaitu :
1) Faktor Internal.
a) Kekuatan
(1) Direktorat Samapta Polda Kalsel terus berupaya untuk menjadi lembaga yang profesional dan mandiri serta menjadikan personel Dit Samapta yang mahir, terpuji dan taat hukum, dengan melaksanakan pembenahan berkelanjutan pada reformasi Kultural, Struktural dan Instrumental yang didasari dengan komitmen kuat untuk meningkatkan kuantitas guna memenuhi DSP Dit Samapta Polda Kalsel berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 14 Tahun 2018 tentang Revisi Perkap Nomor 22 Tahun 2010 tentang struktur dan Organisasi Polri pada tingkat Polda sebagai upaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat disertai dengan peningkatan kualitasnya.
(2) Jumlah Personel Dit Samapta Polda Kalsel sebanyak 302 ( Seratus sembilan puluh empat) orang yang terdiri dari :
(2)Jumlah…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020((a)) POLRI
( ( b ) ( (
a)) PNS
(3) Jumlah sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Direktorat Samapta Polda Kalsel, antara lain adalah :
NO Nama Ranmor Kondisi Jumlah
BB RR RB
1 Sedan Timor - - 2 2
2 Kijang ( Pik Up ) Patroli 1 - - 1
3 Truk Dalmas ( Ps 120 / Dyna ) 4 - - 4
4 Sepada Motor ( TS 125 / A 100 / Kanzen ) 20 - 1 21 5 Sepeda Motor Patroli DR200S 23 - - 23
6 AWC ( Daewo ) / Rantis 1 - - 1
7 AWC ( DAIJI ) / Rantis 1 - - 1
8 APC ( Toyota LC) / Rantis 1 - - 1
9 Toyota Hillux ( Public Address ) 1 - - 1
10 Ford Ranger dan Isuzu D max 5 - - 5
11 Truk Ransus SAR ( Rescue ) 1 - - 1
12 Bus sedang + Bus Satwa 3 - - 3
13 Truk Box ISUZU 1 - - 1
NO PANGKAT DSP NYATA / RIIL
JUMLAH
PRIA WANITA
1 BRIGJEN - - - -
2 KOMBES POL 1 1 - 1
3 AKBP 1 1 - 1
4 KOMPOL 3 3 - 3
5 AKP 4 4 - 4
6 IPTU
18 2 - 2
7 IPDA 14 2 16
8 AIPTU
397
- - -
9 AIPDA 4 - 4
10 BRIPKA 2 - 2
11 BRIGADIR 1 - 1
12 BRIPTU 2 1 3
13 BRIPDA 250 15 265
JUMLAH 456 284 18 302
NO GOLONGAN DSP DATA RIIL / NYATA
JUMLAH PRIA WANITA
1
IV PEMBINA- - - -
2
III / PENATA6 1 1 2
3
II / PENGATUR12
- - -
4
I / JURU- - -
JUMLAH
18 1 1 2
14 Hilux…..
TANGGAL :
30
JUNI 202014 Hilux Satwa + New Ford rangger satwa 3 - - 3 15 Ford rangger ( security Barrier ) 1 - - 1
16 Avanza patroli 1 - - 1
17 Jeep Nisan terano 1 - - 1
18 Jeep Suzuki grand vitara 1 - - 1
19 Mitsubishi Lancer 1 - - 1
20 Sepeda Motor Patroli Vixion 20 - - 20
21 Truk Karhutla (Hino Dutro) 1 - - 1
22 Toyota Hilux (Raisa) 1 - - 1
23 Truk SAR (Isuzu NMR 71 HD) 1 - - 1
24 Double Cabin Nissan Navara Satwa 1 - - 1
Jumlah 94 - 3 97
NO Nama Senjata Api & Non Api Kondisi Jumlah Ket BB RR RB
1 Sabhara V-2 100 - - 100 SENPI
2 Pistol Kal 9 mm HS 15 - - 15 SENPI
3 Flash Ball ( pendek ) 18 - - 18 NON
SENPI
4 Flash Ball ( panjang ) 21 - - 21 NON
SENPI
5 Forteble Multi Launcher 3 - - 3 NON
SENPI
6 Pelontar jaring ( PADO ) 6 - - 6 NON
SENPI
7 Paper Gun set 7 - - 7 set NON
SENPI
8 Elektrik Gun 32 - - 32 set NON
SENPI
9 Senjata Laras Licin 5 - - 5 NON
SENPI
Jumlah 207 - - 207 -
(4) Pelaksanaan Waskat ( Pengawasan Melekat ) yang sekarang berubah nama menjadi SPIP ( Sistem Pengendalian Intern Pemerintah ) dilingkungan kerja Dit Samapta Polda Kalsel disertai dengan dukungan dari unsur pimpinan yang selalu memberikan arahan dan motivasi bagi personel Samapta merupakan modal dasar bagi personel DitSamapta Polda Kalseluntuk memberikan pelayanan, Perlindungan dan Pengayoman yang terbaik bagi masyarakat dan harus dikelola dengan baik dan berkesinambungan dalam rangka keberhasilan pelaksanaan tugas guna meraih kepercayaan masyarakat.
(5) Sebagian besar personel Samapta adalah para Brigadir Remaja dengan tingkat pendidikan minimal SMA dan sebagian masih mengikuti….
.
TANGGAL :
30
JUNI 2020mengikuti perkuliahan bahkan sudah ada yang telah menjadi Sarjana Hukum, sehingga memiliki kualitas intelegensia yang memadai dalam mendukung keprofesionalisme para Personel Dit Samapta Polda Kalsel dalam melaksanakan tugasnya dilapangan.
(6) Para Brigadir Remaja yang pada umumnya adalah putra daerah mempunyai peluang untuk bersinergi dengan masyarakat baik dalam dinas maupun di dalam pergaulan sehari - hari untuk meningkatkan pencitraan Polri yang positif sebagai wujud mendukung Renstra Polri tahap III“ pelayanan publik yang unggul (
Strive for Excellence ) “.(7) Dukungan anggaran Dit Samapta Polda Kalsel berdasarkan usulan Pagu Indikatif 2021 sebesar Rp. 18.357.846.000,- terdiri dari :
(a) Belanja pegawai sebesar Rp. 14.782.607.000 (b) Belanja barang sebesar Rp. 3.515.000.000
b) Kelemahan
(1) Masih belum tercukupinya jumlah Personel Dit Samapta Polda Kalsel berdasarkan DSP yang tertuang dalam Perpol No 14 Tahun 2018 pada Tingkat Polda Bahwa personel Direktorat Samapta Polda Kalsel sebanyak 456 (empat ratus lima puluh enam) orang, sedangkan Riil hanya sebanyak 302 (tiga ratus dua) masih terdapat kekurangan personel sebanyak 154 (seratus lima puluh empat) orang sehingga dapat menghambat pelaksanaan tugas dilapangan dalam memberikan Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan kepada Masyarakat serta Penegakkan Hukum.
(2) Belum memadainya instrumen IT ( Informasi dan Teknologi ) yang dimiliki serta kemampuan personilnya untuk mengimbangi perkembangan masyarakat yang semakin pesat dan maju dibidang tersebut.
2) Faktor Eksternal a) Peluang
(1) Dengan adanya kontrol eksternal dari BPK, Komnas HAM, LSM serta masyarakat secara langsung merupakan kepedulian
masyarakat
…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020masyarakat yang memotivasi peningkatan sumber daya dan kinerja Polri, khususnya Direktorat Samapta Polda Kalsel;
(2) Adanya hubungan baik dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan TNI serta instansi terkait lainnya dalam melaksanakan penegakan Perda merupakan peluang bagi Polri untuk dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan;
(3) Pendekatan terhadap tokoh masyarakat, tokoh Agama dan tokoh Adat melalui strategi Polmas dapat memberikan peluang untuk bersinergi secara bersama – sama dalam menjaga dan memelihara stabilitas keamanan di dalam masyarakat itu sendiri;
(4) Membantu dalam pelaksanaan pengamanan Bank dan perusahaan lainya terhadap para investor dan pengusaha meruapakan peluang bagi Polri untuk menggalang para investor danpengusaha khususnya diwilayah Provinsi Kalimantan Selatan dalam membantu operasional pelaksanaan tugas Dit Samapta Polda Kalsel.
b) Ancaman
(1) Permasalahan Kamtibmas yang sangat menonjol terjadi di wilayah Polda Kalsel meliputi penambangan batubara tanpa ijin (Peti);
(2) penebangan / pembalakan kayu liar, masalah unjuk rasa karyawan / mahasiswa dan masalah Kamtibcarlantas sampai dengan saat ini masih mewarnai kondisi Kamtibmas di Kalsel sehingga perlu disikapi secara hati - hati dan professional agar tidak berkembang menjadi lebih fatal;
(3) Meningkatnya gaya hidup masyarakat luas termasuk di wilayah Kalimantan Selatan akibat dampak dari perkembangan zaman dapat menyebabkan meningkatnya Curanmor, Anirat, Sajam, perjudian, Curas, Curat, kebakaran, pembunuhan dan gangguan Penyakit Masyarakat yang dapat meresahkan masyarakat sehingga perlu adanya peningkatan pelaksanaan Turjawali;
(4)Semakin….
.
TANGGAL :
30
JUNI 2020(4) Semakin maraknya penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di wilayah Kalimantan Selatan dapat merusak generasi muda dan tidak menutup kemungkinan akan menjalar bagi Personel Polri itu sendiri khususnya anggota Dit Samapta Polda Kalsel sehingga perlu kehati - hatian dalam menyikapi perkembangan tersebut;
(5) Adapun masalah kontijensi di Prov. Kalsel adalah penyelesaian sengketa tata batas antar Prov. Kalsel dengan Kaltim, Kalteng dan Sulbar serta tata batas diwilayah Prov. Kalsel dan terjadinya perselisihan antar etnis yang meluas, yang memungkinkan terjadi antar etnis yang ada di Kalsel (Dayak, Bugis,Banjar, Madura).
2. Identifikasi Masalah
Beberapa permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2021 mendatang dalam pencapaian kinerja Direktorat Samapta Polda Kalsel diantaranya adalah :
a. DSP Dit Samapta Polda Kalsel sesuai dengan struktur organisasi yang baru (Perpol No. 14 Tahun 2018) sebanyak 456 ( empat ratus lima puluh enam ) tetapi jumlah riil personil Dit Samapta berjumlah 302 ( seratus sembilan puluh empat) masih kurang 33,7 % dari DSP Polda Tipe A.
b. Beberapa bangunan Mako, rumah dinas mengalami rusak ringan & rusak berat, perlu rehab/perbaikan.-
c. Terbatasnya SDM Polri yang professional & sedikitnya anggota yang sudah Dikjur.
d. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam membantu penyelesaian perkara Curas, Anirat dan Curanmor serta pengungkapan kasus Narkoba.
e. Rendahnya tingkat kesadaran hukum masyarakat dan tingkat partisipasi masyarakat dalam rangka mewujudkan situasiKamtibmas yang aman dan tentram.
f. Terdapatnya kasus penyerobotan tanah dan tumpang tindih kepemilikan lahan untuk pertambangan dan perkebunan.
g. Belum selesainya perselisihan sengketa tapal batas (Desa, Kecamatan &
Kabupaten).
BAB II …..
TANGGAL :
30
JUNI 2020 BAB IITUJUAN DAN SASARAN
3. Visi dan Misi.
a. Visi dan Misi Polda Kalsel.
1) Visi dan Misi Polda Kalimantan Selatan.
“Terwujudnya Kalimantan Selatan yang Aman dan Tertib”.
2) Misi Polda Kalimantan Selatan.
“ Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat.”
b.
Visi dan Misi Direktorat Samapta Polda Kalsel 1) Visi Direktorat Samapta Polda Kalsel
“Terwujudnya pelayanan yang prima dalam pemeliharaan kamtibmas yang bersifat preventif”
2) Misi Direktorat Samapta Polda Kalsel
“Tergelarnya polisi berseragam dari Direktorat Samapta Polda Kalsel sehingga timbul rasa bebas masyarakat dari gangguan dan ancaman kejahatan”.
4. Tujuan Jangka Menengah
a. Polda Kalsel
1) Menjamin Terpeliharanya Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Wilayah Kalimantan Selatan
2) Menegakkan Hukum secara Berkeadilan
3) Mewujudkan Personel Polda Kalsel yang Profesional Kalsel 4) Modernisasi Pelayanan Polri di Polda
5) Menerapkan Manajemen Polri yang Terintegrasi dan Terpercaya b. Dit Samapta Polda kalsel.
1) Menjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat diwilayah Kalsel;
2)menerapkan …..
TANGGAL :
30
JUNI 20202) Menerapkan manajemen Polri yang terintegrasi dan terpercaya;
3) Mewujudkan manajemen anggaran yang akuntabel.
Langkah-langkah untuk mencapai Tujuan tersebut yaitu :
1) Memperkuat system manajemen pengamanan obvitnas dan obvit lainnya;
2) Mendukung pembangungan system yang memastikan nilai nilai dan Kode Etik Polri Ditsamapta Polda Kalsel;
3) Meningkatkan akuntabilitas perencanaan dan penganggaran Ditsamapta Polda Kalsel.
5. Sasaran Prioritas
a. Sasaran Prioritas Polda Kalsel.
Berdasarkan konsep Rancangan Renstra Polda Kalimantan Selatan 2020 – 2024, maka sasaran prioritas Polda Kalimantan Selatan pada tahun 2021 adalah sebagai berikut
1) Harkamtibmas yang Kondusif dalam rangka Menjaga Stabilitas Kamtibmas Khususnya di Sektor lndustri, Pariwisata dan lnvestasi;
2) Mengoptimalkan Pelayanan publik Polri;
3) Penegakkan Hukum secara Berkeadilan dan Terpercaya;
4) Meningkatkan Profesionalisme dan Kesejahteraan SDM Polri Polda Kalimantan Selatan;
5) Mendukung pengembangan Almatsus Kepolisian yang Modern secara Bertahap dan Berkelanjutan;
6) Regulasi dan Sistem Pengawasan yang efektif dan Terpercaya.
b. Sasaran Prioritas Dit Samapta Polda Kalsel
1) Pencegahan yang proaktif terhadap potensi kejahatan dan gangguan kamtibmas;
2) Pemenuhan Kebutuhan Almatsus sesuai dengan tekhnologi terkini;
BAB III …..
TANGGAL :
30
JUNI 2020BAB III
ARAH KEBIJAKAN
6. Kebijakan Polda Kalimantan Selatan
a. Arah kebijakan Polda Kalimantan Selatan tahun 2021 dalam rangka pencapaian sasaran prioritas “Harkamtibmas yang Kondusif dalam rangka Menjaga Stabilitas Kamtibmas Khususnya di Sektor lndustri, Pariwisata dan lnvestasi” yaitu:
1) Penguatan peran Intelijen Polri dalam menjaga keamanan melalui peningkatan kemampuan deteksi aksi.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) meningkatkan kemampuan deteksi aksi (deteksi dini, peringatan dini dan cegah dini) fungsi intelijen keamanan Polri yang didukung personel, anggaran dan teknologi intelijen yang memadai guna menurunkan dan mengeliminasi setiap potensi gangguan keamanan dan gejolak sosial.
(PROG.BQ/GIAT3112,3114,3115,3116,3117,3150/SP1/SS1/IKU1);
b) pembentukan dan pembinaan jaringan intelijen.(PROG.BQ/GIAT3114, 3115, 3116,3117,3150/ SP1/SS1/IKU1);
c) penggalangan terhadap individu, kelompok maupun media sosial serta kerjasama dengan instansi terkait. (PROG.BQ/GIAT3150/SP1/
SS1/IKU1).
2) Pencegahan yang proaktif terhadap potensi kejahatan dan gangguan kamtibmas dan terorisme.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah:
a) menguatkan program Polmas dengan mendukung penggelaran satu Bhabinkamtibmas satu desa/kelurahan. (PROG.BQ/GIAT5076/SP1/
SS1/IKU1);
b) meningkatkan kemampuan penanganan separatisme, radikalisme dan intolerasi melalui kegiatan preemtif dan preventif.
(PROG.BQ/GIAT5076/SP1/ SS1/IKU1);
c) identifikasi terhadap individu atau kelompok dan sosialisasi terhadap mantan narapidana dengan keluarganya. (PROG.BQ/GIAT3117,5076/
SP1/ SS1/IKU1);
d)pembinaan …..
TANGGAL :
30
JUNI 2020d) pembinaan kepada Bhabinkamtibas dengan peningkatan kemampuan melalui capacity building.(PROG.BQ/GIAT0002/SP1/ SS4/IKU1);
e) peningkatan kegiatan turwali dengan mengutamakan patroli dialogis, penangkalan dan pelacakan. (PROG.BQ/GIAT3130/SP1/SS1/IKU1).
f) peningkatan kegiatan pengamanan VIP/ Objek vital/ Obvitnas (PROG.BQ/GIAT3131/SP1/SS1/IKU1).
3) Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) meningkatkan kemampuan pencegahan kejahatan melalui penguatan kegiatan PAM Swakarsa (Siskamling/ Satpam). (PROG.BQ/GIAT5076/
SP1/ SS1/IKU1);
b) pelibatan stakeholder dalam menangkal dan mencegah serta menanggulangi ancaman gangguan kamtibmas. (PROG.BQ/GIAT5076/
SP1/SS1/IKU1);
c) meningkatkan forum silaturahmi kamtibmas.
(PROG.BQ/GIAT5076/SP1/ SS1/IKU1).
4) Penanganan konflik secara humanis.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) penyelenggaraan deteksi dini dan pencegahan melalui kegiatan kontra intelijen.(PROG.BQ/GIAT3117/SP1/ SS4/IKU1);
b) peningkatan pembinaan potensi keamanan. (PROG.BQ/GIAT5076/SP1/
SS4/IKU1);
c) pelaksanaan Satgas Nusantara guna mengidentifikasi konflik di Jajaran Polda Kalimantan Selatan. (PROG.BQ/GIAT5076/SP1/SS4/IKU1);
5) Mewujudkan Kamseltibcarlantas.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) melaksanakan sosialisasi budaya tertib Lalu Lintas.(PROG.BQ/
GIAT3133/SP1/ SS1/IKU1);
b) melaksanakan pemeliharaan jaringan RTMC. (PROG.BP/GIAT5059 /SP1/ SS1/IKP2);
c) melaksanakan kegiatan turwali.(PROG.BQ/GIAT3130/SP1/SS1/IKU1);
d) pemeliharaan…..
…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020d) pemeliharaan sarpras patroli. (PROG.BP/GIAT5059/SP1/SS1/IKP2).
6) Meningkatkan peran Polri di wilayah rawan dan bencana.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) Memetakan wilayah rawan bencana di Provinsi Kalimantan Selatan.(PROG.BQ/GIAT5076/SP1/ SS1/IKU1);
b) Peningkatan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam rangka pencegahan serta penanganan bencana. (PROG.BQ/GIAT5076/SP1/
SS1/IKU1);
c) Persiapan unit operasional, peningkatan kesiapan jumlah maupun kualitas personel. (PROG.BQ/GIAT3130,5087/SP1/ SS1/IKU1);
7) Penggelaran operasional dan back up kewilayahan personel Polri dalam rangka pengamanan unjuk rasa, konflik sosial dan menjalin sinergitas polisional.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) Penguatan sinergitas polisional dalam rangka mengambil langkah mengatasi potensi gangguan keamanan. (PROG.BQ/GIAT3130/SP1/
SS1/IKU1);
b) Penyelenggaraan pengamanan unjuk rasa maupun konflik sosial.
(PROG.BQ/GIAT3130/SP1/ SS1/IKU1);
c) Penggelaran pasukan siaga Brimob untuk setiap saat siap digerakkan dalam rangka membackup satuan kewilayahan. (PROG.BQ/GIAT5087/
SP1/ SS1/IKU1);
8) Peningkatan kerjasama.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah inventarisasi MoU Polri dengan K/L, Pemda dan Stakeholder lainnya dalam rangka memperbaharui kerjasama yang habis masa berlakunya;(PROG.BQ/GIAT3120/SP1/SS1/IKU1).
9) Penggelaran patroli kapal dan pembinaan masyarakat di wilayah perairan guna mendukung terlaksananya pengamanan perairan.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a)patroli …..
TANGGAL :
30
JUNI 2020a) patroli kapal Polri di seluruh wilayah perairan untuk melaksanakan pengamanan perairan dan penegakan hukum (PROG.BQ/GIAT3134/
SP1/ SS1/IKU1);
b) melaksanakan binmas perairan dalam rangka pemeliharaan keamanan di wilayah perairan. (PROG.BQ/GIAT3134/SP1/SS1/IKU1).
b. Arah Kebijakan Polda Kalimantan Selatan tahun 2021 dalam rangka pencapaian sasaran prioritas “Mengoptimalkan Pelayanan publik Polri” yaitu
1) Mendukung pengembangan sarana dan prasarana pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) pemeliharaan peralatan sistem dan jaringan pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi/ online. (PROG.BP/GIAT5059/SP2/
SS5/IKP2);
b) pemeliharaan
Command Center.(PROG.BP/GIAT5059/SP2/SS5/
IKP2);
c) pemeliharaan peralatan dan jaringan pelayanan SKCK online.
(PROG.BP/GIAT5059/ SP2/ SS5/IKP2);
d) melakukan inventarisasi kondisi riil sarana prasarana atas pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi/ online. (PROG.BP/GIAT3084/
SP2/ SS5/IKP2);
e) melakukan evaluasi atas sarana prasarana pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi/ online. (PROG.BP/GIAT3084/SP2/SS5/
IKP2).
2) Meningkatkan kualitas pelayanan dan sikap petugas serta meniadakan pungutan liar pada pelayanan publik.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) peningkatan pelayanan surat ijin operasional BUJP.
(PROG.BP/GIAT5076/ SP2/ SS2/IKP6);
b) menyusun standar operasional prosedur untuk pelayanan PNBP.
(PROG.BP/GIAT5076/ SP2/ SS2/IKP6);
c) melaksanakan pelatihan revolusi mental. (PROG.BD/GIAT0001/SP2/
SS4/IKP6);
d)Mengoptimalkan....
.
TANGGAL :
30
JUNI 2020d) Mengoptimalkan pelayanan yang bersih dari percaloan di bidang lalu lintas sistem online dalam pelayanan SIM, STNK, dan BPKB serta mempercepat waktu pelayanan. (PROG.BQ/GIAT3133/SP2/SS2/IKP6).
3) Pengelolaan ruang RPK dan melanjutkan tata ruang SPKT yang humanis serta berbasis TIK.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) peningkatan kuantitas dan kualitas SDM pada SPKT dan Unit
Pelayanan Perempuan dan Anak.
(PROG.BD/GIAT3096/SP2/SS5/IKP6);
b) membuat media edukasi/sosialisasi secara interaktif mengenai pelayanan perempuan dan anak dengan pelibatan ahli/konsultan.
(PROG.BI/GIAT3142,5082/SP2/ SS3/IKP6);
c) melakukan inventarisasi dan evaluasi kondisi tata ruang SPKT dan RPK. (PROG.BP,BI/GIAT5059,3137/SP2/SS5/IKP6);
d) Mengoptimalkan pelayanan dengan membuat inovasi yang berbasis TIK. (PROG.BP/GIAT5062/SP2/SS5/IKP6).
4) Pengelolaan quick response kepolisian dengan menggunakan standar yang kredibel dan akuntabel.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) quick response time dalam mencegah tindak kejahatan guna meningkatkan pelayanan prima. (PROG.BQ/GIAT3130/SP2/SS1/IKU1);
b) Peningkatan layanan kesehatan dan keselamatan kerja kepada personel Polda Kalimantan Selatan. (PROG.WA/GIAT3072/SP2/SS3/
IKP1);
c. Arah Kebijakan Polda Kalimantan Selatan tahun 2021 dalam rangka pencapaian sasaran prioritas “Penegakan Hukum secara Berkeadilan dan Terpercaya”
yaitu:
1) Peningkatan profesionalisme dalam penanganan dan penyelesaian tindak pidana;
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) mengintensifkan pemberantasan kejahatan yang meresahkan
masyarakat dengan prioritas tindak pidana Korupsi, Narkoba,
Terorisme…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020Terorisme, Siber, pencurian ikan (illegal fishing), penambangan liar (illegal mining) termasuk kejahatan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kaum difabel serta kelompok marginal (PROG.BI/
GIAT3140,3142,3144,3145,3146,3151,5083,4342/SP3/SS2/IKU2);
b) Pembentukan Satgas dan peningkatan sinergitas dengan stakeholder dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan. (PROG.BQ,BI/
GIAT3128,5083/SP3/SS1,2/IKU1,IKU2);
c) mengintensifkan penanganan tindak pidana ringan (Tipiring) (PROG.BQ/GIAT3130/SP3/SS1,2/IKU1,2).
d) Mengintensifkan penanganan tindak pidana lak lantas (PROG.BI/GIAT4343/SP3/SS2/IKU2)
2) Peningkatan kompetensi penyidik melalui sertifikasi dan diklat fungsi Reserse.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) mengikut sertakan penyidik Polda Kalimantan Selatan dalam sertifikasi penyidik Polri.(PROG.WA/GIAT3073/SP3/SS3/IKP1);
b) Pelatihan peningkatan kemampuan secara bertahap guna mewujudkan personel fungsi reserse yang handal dan profesional.
(PROG.BD/GIAT3096/SP3/SS3/IKP1);
c) Peningkatan kemampuan penanganan tempat kejadian perkara (Crime Scene Investigation/ CSI) guna membantu pengungkapan tindak pidana secara ilmiah.(PROG.BD/GIAT3096/SP3/SS3/IKP1).
3) Peningkatan proses penyidikan yang efektif guna menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penegakkan hukum.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) peningkatan peran pengawasan penyidik untuk mengontrol proses penyidikan. (PROG.BI/GIAT5086/SP3/SS2/IKU2);
b) Peningkatan pelaksanaan E-Manajemen Penyidikan guna mendukung sistem pengawasan penyidik secara elektronik. (PROG.BI/GIAT5086/
SP3/SS2/IKU2).
4) Mendukung pengembangan pusat data dan informasi kriminal yang terintegrasi.
untuk …..
TANGGAL :
30
JUNI 2020Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a)
Mengoptimalkan penggunaan aplikasi E-Manajemen Penyidikan (E- MP).(PROG.BI/GIAT5086/SP3/SS2/IKU2);
b)
Mendukung dikembangkannya pertukaran data secara elektronik antar lembaga/instansi penegak hukum yaitu SPPT-TI (Sistem Peradilan Pidana Terpadu berbasis Teknologi Informasi). (PROG.BI/GIAT5086/
SP3/SS2/IKU2).
d. Arah Kebijakan Polda Kalimantan Selatan tahun 2021 dalam rangka pencapaian sasaran prioritas “Meningkatkan Profesionalisme dan Kesejahteraan SDM Polri Polda Kalimantan Selatan” yaitu :
1) Mendukung pembenahan pola Diklat yang siap kerja:
a) Mendukung upgrading kurikulum yang meliputi 70% praktek dan 30%
teori seluruh pendidikan.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah Mengikuti rapat Lemdiklat Polri dalam rangka penyusunan kurikulum pendidikan Polri.(PROG.BD/GIAT3096/SP4/SS3/IKP1);
b) Upgrading dan sertifikasi gadik/instruktur.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah Membuat usulan sertifikasi gadik/ instruktur yang telah memenuhi persyaratan dari LSP (Lembaga Sertifikasi Polri) (PROG.BD/GIAT3096/SP4/SS3/IKP1).
2) Penyusunan dan evaluasi ABK, SIK3 dan penataan organisasi Polri.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah:
a) melaksanakan evaluasi terhadap penyusunan analisa beban kerja Satker dan Satwil Jajaran Polda Kalimantan Selatan. (PROG.WA/
GIAT3073, 5051/SP4/ SS5/IKP6);
b) Melaksanakan evaluasi dan update klasifikasi kesatuan kewilayahan pada Polres jajaran Polda Kalimantan Selatan.(PROG.WA/GIAT3073, 5051/SP4/ SS5/IKP6).
3) Penataan kelembagaan dan tata laksana Polri yang efektif dan efisien.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka stategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
untuk….
.
TANGGAL :
30
JUNI 2020a) Pengkajian pembentukan dan perubahan tipe kesatuan kewilayahan
jajaran Polda Kalimantan Selatan.
(PROG.WA/GIAT3073,5051/SP4/SS5/IKP6)
b) Penataan daerah hukum kesatuan kewilayahan jajaran Polda Kalimantan Selatan. (PROG.WA/GIAT3073,5051/SS5/IKP6)
4) Melaksanakan rekrutmen proaktif dengan prinsip “BETAH” berbasis TI.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah menyelenggarakan rekrutmen secara proaktif, bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH) serta clear
and cleandengan menggunakan aplikasi secara
online.(PROG.BD/GIAT3096/SP4/SS3/IKP1).5) Pembinaan karier berbasis meritokrasi dan kompetensi.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) Melaksanakan mapping jabatan. (PROG.BD/GIAT3096/SP4/SS3/
IKP1);
b) menyelenggarakan seleksi jabatan terbuka (open bidding) dalam pembinaan karier personel. (PROG.BD/GIAT0001/SP4/SS4/IKP1);
c) melaksanakan uji kompetensi melalui kegiatan Assessment Center dalam seleksi Dikbangum dan pembinaan karir personel.
(PROG.BD/GIAT3096/SP4/SS3/IKP1).
6) Mendukung pengkajian dalam rangka peningkatan tunkin lebih dari 70%.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah Peningkatan akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja (PROG.WA/GIAT3073,5051/SP4/SS5/IKP3,4);
7) Peningkatan layanan kesehatan, keselamatan kerja dan kesejahteraan bagi aparatur Polri Polda Kalimantan Selatan.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) Peningkatan fasilitas kesehatan dalam rangka pencapaian pelayanan secara paripurna kepada personel Polda Kalimantan Selatan.
(PROG.WA/GIAT3072/SP4/SS3/IKP1);
a)Peningkatan…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020b) melaksanakan pemenuhan hak-hak personel secara layak dan pelatihan kewirausahaan menjelang purna tugas. (PROG.BD/
GIAT3096/SP4/SS3/IKP1);
c) menyelenggarakan klasifikasi dan mapping psikologi sebagai dasar spesialisasi dan kesejahteraan personel. (PROG.BD/GIAT3096/SP4/
SS3/IKUP1);
e. Arah Kebijakan Polda Kalimantan Selatan tahun 2021 dalam rangka pencapaian sasaran prioritas
“Mendukung pengembangan Almatsus Kepolisian yang Modern secara Bertahap dan Berkelanjutan” yaitu:
1) Mendukung pengembangan dan pemenuhan kebutuhan minimal Alsuspol sesuai dengan teknologi terkini.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) melakukan inventarisasi kondisi riil Alsuspol Polda Kalimantan Selatan;
(PROG.BP/GIAT5059/SP5/SS4/IKP2);
b) menyusun kebutuhan minimal Alsuspol Polda Kalimantan Selatan.
(PROG.BP/GIAT5059/SP5/SS4/IKP2).
2) Peningkatan peran industri swasta nasional dalam rangka pengadaan Kaporlap.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah:
a) peningkatan kajian dan strategi dalam rangka pemenuhan pengadaan Kaporlap. (PROG.BP/GIAT5059/SP5/SS4/IKP2);
b) peningkatan kerjasama dengan industri swasta nasional. (PROG.BP/
GIAT5059/SP5/SS4/IKP2).
3) Pemenuhan rumah dinas aparatur Polri serta pembangunan fasilitas perkantoran.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah:
a) Inventarisasi rumah dinas/Asrama Polri Jajaran Polda Kalimantan Selatan. (PROG.BP/GIAT5059/SP5/SS4/IKP2);
b) Inventarisasi data Mako Polres dan Polsek Jajaran Polda Kalimantan Selatan. (PROG.BP/GIAT5059/SP5/SS4/IKP2);
a)Inventarisasi…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020c) Pengusulan pembangunan Mako dan fasilitas kantor.
(PROG.BP/SP5/SS4/IKP2);
(1) Polsek Pulau Sebuku Polres Kotabaru;
(2) Polsek Cerbon Polres Barito Kuala;
(3) Lanjutan pembangunan Garasi Satbrimob
(4) Pembangunan gedung pelayanan BPKB di Km.21 (5) Mako Polda Kalimantan Selatan di Banjarbaru
d) Peningkatan kerjasama dengan CSR/pihak ketiga dalam rangka pemenuhan sarana dan prasarana serta fasilitas perkantoran di Jajaran Polda Kalsel (PROG.BP/SP5/SS4/IKP2)
e) Pengusulan pembangunan rusun/ rumdin bagi personel Polda Kalimantan Selatan. (PROG.BP/SP5/SS4/IKP2). Yaitu Rumdin Polsek Pulau Sebuku Polres Kotabaru;
4) Evaluasi dan penyusunan kebutuhan minimal alpalkam dan almatsus Polda Kalimantan Selatan.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah:
a) melakukan inventarisasi kondisi riil Alpalkam dan Almatsus Polda Kalimantan Selatan. (PROG.BP/GIAT5059/SP5/SS4/IKP);
b) menyusun kebutuhan minimal Alpalkam dan Almatsus jajaran Polda Kalimantan Selatan sesuai dengan kriteria wilayah. (PROG.BP/
GIAT5059/SP5/SS5/IKU5/Prom1);
c) distribusi alpakam dan almatsus Polri dari pusat kepada jajaran Polda Kalimantan Selatan sesuai dengan kebutuhan dan kriteria wilayah.
(PROG.BP/GIAT5059/SP5/SS4/IKP2);
f. Arah Kebijakan Polda Kalimantan Selatan tahun 2021 dalam rangka pencapaian sasaran prioritas “Regulasi dan Sistem Pengawasan yang Efektif dan terpercaya” yaitu :
1) Penanganan publik komplain.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat berasal dari pengawas eksternal. (PROG.WA/GIAT3091/
SP6/SS5/IKP8);
2) Penguatan saber pungli.
untuk …..
TANGGAL :
30
JUNI 2020Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah penyelenggaraan pengawasan dan pemeriksaan anggota Polri dalam rangka pencegahan pungutan liar dari Tingkat Polda hingga Tingkat Satwil. (PROG.WA/GIAT3089/SP6/SS5/
IKP8);
3) Pencegahan korupsi diinternal Polri.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah:
a) Penerapan Perkap nomor 8 tahun 2017 tentang LKHPN. (PROG.WA/
GIAT3091/SP6/SS9/IKU14/Prom7);
b) Pengawasan personel untuk menekan budaya korupsi internal dalam rangka implementasi Perkap Nomor 9 Tahun 2017 tentang Usaha Bagi Anggota Polri dan Perkap Nomor 10 Tahun 2017 tentang Kepemilikan Barang Mewah Bagi Anggota Polri/ PNS Polri. (PROG.WA/GIAT3091/
SP6/SS5/IKP);
c) Penegakan hukum internal baik pelanggaran kode etik, disiplin maupun pidana secara tegas, transparan dan cepat. (PROG.WA/GIAT3088, 3090/SP6/SS5/IKP9);
d) Pelaksanaan & pengawasan terkait adanya ketidakpuasan masyarakat atas layanan Kepolisian. (PROG.WA/GIAT3091/SP6/SS5/IKP8).
4) Pengawasan berbasis TI.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah :
a) Mengoptimalkan penanganan pengaduan masyarakat melalui aplikasi PolisiKU. (PROG.WA/GIAT3091/SP6/SS5/IKP9);
b) Mendukung dan meningkatkan penggunaan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) dalam rangka penanganan pengaduan masyarakat terhadap Polri di jajaran Polda Kalimantan Selatan. (PROG.WA/GIAT3091/SP6/SS5/IKP9).
5) Peningkatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Polda Kalimantan Selatan.
Untuk pencapaian arah kebijakan tersebut, maka strategi Polda Kalimantan Selatan yang akan dilakukan adalah:
5)peningkatan…..
…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020a) finalisasi Road Map RBP gelombang IV tahun 2020-2024. (PROG.WA/
GIAT5051/SP6/SS5/IKP4);
b) penilaian Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). (PROG.WA/GIAT5051/
SP6/SS5/IKP4);
(1) untuk WBK yang ditargetkan yaitu 5 (lima) Satker Polda dan 100% Polres jajaran;
(2) untuk WBBM yang ditargetkan yaitu 1 (satu) Satker Polda dan 1 Polres jajaran.
c) pengukuran kinerja Polri dengan Indeks Tata Kelola Polri.
(PROG.WA/GIAT5051/SP6/SS5/IKP4);
d) asistensi dan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Publik.
(PROG.WA/GIAT5051/SP6/SS5/IKP4);
e) sosialisasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. (PROG.WA/GIAT5051/
SP6/SS5/IKP4);
f) melanjukan pelaksanaan Program Quickwins Polri periode 2020-2024.
(PROG.WA/GIAT5051/SP6/SS5/IKP4);
7. Kebijakan Direktorat Samapta Polda Kalsel
a. Arah Kebijakan Direktorat samapta Polda Kalsel tahun 2021 dalam rangka pencapaian sasaran prioritas “Pencegahan yang proaktif terhadap potensi kejahatan dan gangguan kamtibmas” yaitu.
Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran strategis. Maka strategi Dit Samapta yang di lakukan adalah :
1) Melaksanakan Patroli dialogis di tengah masyarakat bersama instansi terkait; (GIAT3130/ PROG.BQ/SP1/SS1/IKU1);
2) Menjalin kerja sama dengan instansi terkait dalam rangka penanggulangan penyakit masyarakat secara berkesinambungan (GIAT3130/PROG.BQ/SP1/SS1/IKU1).
b. Arah Kebijakan Direktorat samapta Polda Kalsel tahun 2021 dalam rangka pencapaian sasaran prioritas “Pemenuhan Kebutuhan Almatsus sesuai dengan tekhnologi terkini” yaitu:
b.Arah…..
TANGGAL :
30
JUNI 2020Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran strategis. Maka strategi Dit Samapta yang dilakukan adalah :
1) Pemenuhan Almatsus yang modern guna mendukung penggelaran operasional (GIAT5059/PROG.BP/SP2/SS2/IKU1);
2) Membuat pemetaan terhadap rencana kebutuhan almatsus (GIAT5059/PROGBP/SP2/SS2/IKU1).
BAB IV
PROGRAM, KEGIATAN DAN PAGU INDIKATIF
BAB IV...
TANGGAL :