• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA SAT BRIMOB POLDA NUSA TENGGARA BARAT T.A. 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KERJA SAT BRIMOB POLDA NUSA TENGGARA BARAT T.A. 2020"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

SATUAN BRIGADE MOBIL

RENCANA KERJA

SAT BRIMOB POLDA NUSA TENGGARA BARAT T.A. 2020

KEPUTUSAN KOMANDAN SATUAN BRIMOB POLDA NUSA TENGGARA BARAT NOMOR: KEP/18/VI/2019, 29 JUNI 2019

(2)

SATUAN BRIGADE MOBIL

KEPUTUSAN KEPALA SATUAN BRIMOB POLDA NTB Nomor: Kep/ 18 /VI/2019

tentang

RENCANA KERJA SAT BRIMOB POLDA NTB T.A. 2020 KOMANDAN SATUAN BRIMOB POLDA NUSA TENGGARA BARAT

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan tugas di Sat Brimob Polda NTB pada tahun 2020, dipandang perlu menetapkan dengan keputusan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 25 Tahun 2004 tanggal 5 Oktober 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

4. Peraturan Pemerintah Nomor: 20 Tahun 2004 tanggal 5 Agustus 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah;

5. Peraturan Pemerintah Nomor: 21 Tahun 2004 tanggal 5 Agustus 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga;

6. Peraturan Kapolri Nomor: 22 Tahun 2010 tanggal 22 Oktober 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Polda);

7. Keputusan Kapolri Nomor: 17 Tahun 2012 tanggal 26 Juli 2012 tentang Sistem Perencanaan Strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia;

8. Keputusan...

(3)

TANGGAL : 29 JUNI 2019

8. Keputusan Kapolri Nomor: Kep/480/VIII/2012 tanggal 24 Agustus 2012 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Polri;

9. Surat Perintah Dansat Brimob Polda NTB Nomor:

Sprin/363/VI/REN.1.3/2019 tanggal 10 Juni 2019 tentang Tim pokja penyusunan rencana kerja Sat Brimob Polda NTB T.A. 2020.

Memperhatikan : Surat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 17 tahn 2012 tanggal 26 Juli 2012 tentang sistem Perencanaan Strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : 1. Rencana Kerja Sat Brimob Polda NTB T.A. 2020 sebagaimana tersebut dalam lampiran Keputusan ini disahkan, untuk dijadikan pedoman di dalam Pelaksanaan tugas dijajajaran subsatker Sat Brimob Polda NTB

2. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Mataram

pada tanggal : 29 Juni 2019 KOMANDAN SATUAN BRIMOB POLDA NTB

TAUFIQ HIDAYAT,S.H.

KOMBES POL NRP 71120260

(4)

SATUAN BRIGADE MOBIL

DAFTAR ISI

BAB I LATAR BELAKANG... 1

1. Kondisi Umum ... 1

2. Identifikasi Masalah ... 6

BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PRIOTITAS POLDA NTB DAN SAT BRIMOB POLDA NTB ... 7

3. Visi, Misi Polda dan Sat Brimob Polda NTB ………. 7

4. Tujuan Jangka Menengah Polda NTB dan Sat Brimob Polda NTB . 7 5. Sasaran Prioritas Polda NTB dan Sat Brimob Polda NTB ... 8

BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI POLDADAN BRIMOB POLDA NTB. 9 6. Arah Kebijakan dan Strategi Polda NTB ... 9

7. Arah Kebijakan dan Strategis Sat Brimob Polda NTB ……….. 11

BAB IV PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI, QUICK WINS DAN SATGAS QUICK WINS DAN PELAKSANAAN DI POLDA NTB ... 8. Program Prioritas Kapolri, Program Quick Wins dan Satgas Quick Wins dan Pelaksanaan di wilayah Polda NTB... 13 13 BAB V PROGRAM, KEGIATAN, PAGU INDIKATIF DAN PRIORITAS KEGIATAN ... 31

9. Program dan kegiatan Sat Brimob Polda NTB …... 31

10. Pagu indikatif T.A. 2020... ... …. 31

11. Kegiatan Prioritas Kebutuhan Ideal TA. 2020 ……….. 32

BAB VI PENUTUP ... 32

12. Penutup ... 32

00000OOOOOO00000

(5)

SATUAN BRIGGADE MOBIL

RENCANA KERJA

SATUAN BRIMOB POLDA NUSA TENGGARA BARAT TAHUN ANGGARAN 2020

I LATAR BELAKANG

1. Kondisi Umum

Sat Brimob Poda NTB sebagai salah satu fungsi Pemerintahan di bidang keamanan yang bertanggung jawab terhadap Keamanan Dalam Negeri, sebagaimana rumusan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2017 tentang Susunan Oraganisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia di mana Polri adalah alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada tingkat Polda, di mana kedudukan Sat Brimob merupakan pelaksana tugas dan wewenang Polda di wilayah Provinsi yang berada dibawah Kapolda yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pokok Polri serta melaksanakan tugas-tugas Polri lainnya dalam daerah hukum Polda sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan- undangan.

Sat Brimob Polda NTB berkedudukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mempunyai back up wilayah hukum terdiri dari (2) dua Pulau besar yaitu Pulau Lombok dan Sumbawa serta beberapa Pulau-Pulau kecil (Gili), dimana wilayah Provinsi NTB terbagi menjadi 8 Kabupaten dan 2 Kotamadya, 116 Kecamatan dan 1.146 Desa/Kelurahan dan disebelah selatan Pulau Lombok ada Pulau Sepatang yang juga disebut Pulau Sophialouisa (Pulau karang) yang berbatasan langsung dengan Australia, terdapat 3 gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Rinjani, Gunung Baru Jari, Gunung Tambora yang menarik wisatawan dalam maupun luar negeri sehingga menambah pendapatan daerah.

Perkembangan situasi bidang Ipoleksosbudhankam secara lokal di wilayah NTB cenderung masih cukup tinggi dengan munculnya berbagai bentuk permasalahan dan kasus-kasus yang memerlukan perhatian/atensi seperti terbentuknya kelompok-kelompok radikal/ideologi garis keras (Igaras) yang tumbuh dan berkembang di wilayah NTB (Kabupaten Dompu, Bima dan Bima Kota).

Kejahatan...

(6)

Kejahatan Konvensional, kejahatan Transnasional, kejahatan terhadap kekayaan Negara dan kejahatan yang berimplikasikan kontinjensi diperkirakan akan meningkat, serta masih ada upaya dari kelompok-kelompok Igaras untuk membentuk kelompok-kelompok baru dan memperluas pengaruhnya ditengah- tengah masyarakat, semakin bertambahnya jumlah penduduk yang tidak memadai dengan lapangan kerja yang ada, masih adanya sengketa tapal batas antara- wilayah kabupaten masih sering menjadi polemik yang berkepanjangan dan belum ada penyelesaian tuntas, seperti Kabupaten Sumbawa dengan Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, terjadinya kenaikan harga sembako yang setiap tahun sangat dirasakan oleh masyarakat, kerawanan terjadinya bencana alam, beberapa permasalahan dan kasus-kasus menonjol yang terjadi cenderung mengalami peningkatan yang dilakukan secara maksimal, semakin kompleks dan berkembangnya permasalahan yang ada serta didorong juga oleh kondisi dan karakteristik masyarakat NTB.

Pada tahun 2018 di wilayah NTB dilaksanakan Pilkada serentak yaitu Pemilihan Gub/Wagub NTB, Pemilihan Bupati/Wabup Lotim, Bup/Wabup Lobar dan Walikota/Wawalikota Bima. Seiring dengan telah dilaksanakan Pilkada Serentak 2018, dimana masih akan ada permasalahan/kasus-kasus yang belum terselesaikan, masih adanya ketidakpuasan dari Paslon Kepala Daerah tidak terpilih dengan berupaya Cipta Kondisi Kamtibmas tidak kondusif serta pengaruh lainnya, sehingga potensi kerawanan/ancaman gangguan Kamtibmas tidak hanya berasal dari kegiatan Pemilu 2019, tetapi juga akibat dampak/ekses Pilkada Serentak 2018

Secara khusus berkaitan dengan agenda Nasional Pemilu 2019 untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) periode 2019-2024 akan digelar serentak pada tanggal 17 April 2019, dimana rangkaian tahapan sudah dilakukan sejak Bulan Oktober 2017 sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019. Dalam PKPU tersebut tahapan Pemilu 2019 dipersingkat menjadi 18 bulan dibandingkan dengan tahapan Pemilu 2014 selama 22 Bulan.

Beberapa agenda kegiatan yang dilaksanakan di wilayah NTB pada tahun 2019 dan memerlkan back up Sat brimob polda NTB seperti Pesta rakyat Bau Nyale, Tambora menyapa dunia, Bulan Budaya Lombok Sumbawa, Festival Lake’y dan lain-lain merupakan kegiatan yang berskala Nasional dan Internasional, Rencana NTB sebagai Tuan Rumah kegiatan Symposium APGN ke-6 pada tahun 2019 yang dipengaruhi pada situasi keamanan di wilayah NTB sehingga akan banyak menarik wisata/wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Sat Brimob ke depan akan menghadapi berbagai perkembangan gangguan Kamtibmas berintensitas tinggi yang semakin komplek dan mengarah pada

transnational crime (terorism, kimia and bioterorism, narcoterorism, cyber

crime...

(7)

crime). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi di eksternal Polri termasuk di Korps Brimob Polri senantiasa mengalami perkembangan ke arah modernisasi teknologi sangat cepat yang tentunya sangat berpengaruh terhadap kondisi kamtibmas dan berdampak pada operasionalisasi tugas pokok dan fungsi Sat Brimob di lapangan, sedangkan untuk menghadapi hal tersebut, kondisi peralatan berkaitan dengan teknologi Kepolisian misalnya, yang ada saat ini SatBrimob polda NTB dirasakan belum mampu mengimbangi perkembangan tersebut, artinya apabila tersedia namun sudah jauh tertinggal

b. Analisa SWOT

Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas Sat Brimob Polda NTB dalam rangka melaksanakan fungsinya dapat dianalisa faktor-faktor baik dari lingkungan intern maupun ekstern melalui analisa SWOT, yaitu:

1) Kekuatan

a) Postur kekuatan Sat Brimob Polda NTB yang terdiri dari Satbrimob,Batalyon A, B,C dan Detsemen gegana

b) Berdasarkan laporan kekuatan personel sebesar 1314 personel terdiri dari 1313 Polri dan 1 orang PNS adapun rinciannya sebagai berikut :

(a). Mako sat = 157 (b) Batalyon A pelopor = 384 (c) Batalyon B pelopor = 316 (d) Batalyon C Pelopor = 312 (d) Detasemen gegana = 145

c) Material dan fasilitas untuk melaksanakan tugas Operasional meliputi:

jumlah Ranmor R2 sebanyak 147 unit, R4 sebanyak 31 unit, R6 sebanyak 48 unit, , R4 Rantis sebanyak 12 unit, R6 Rantis sebanyak 10 unit, Senpi=2.456 Pucuk, Aksesoris senjata=2.742 unit,Senjata Dakhura= 680 pucuk, Amunisi=273.798 butir, Alkomlek=219 buah, alsus PHH=11.597 buah, Alsus jihandak=885 unit, alsus sar= 6752 buah, alsus resmob=35 buah, alsus wanteror=5.452 buah, alsus KBR=59 unit, tenda=968 buah, alat mesin kantor=797 buah, peralatan quic respon=46 dan alsus jibom DS ATA=214

e) Kemampuan dan keterampilan perorangan dan kesatuan dasar Brimob sudah cukup mumpuni, melalui 7 (tujuh) kemampuan dasar Brimob sudah cukup mumpuni, melalui pendidikan dan pelatihan di dalam dan di luar negeri dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan peranannya.

f) Penambahan……..

(8)

f) Penambahan Alpalkam dan Almatsus termasuk infrastruktur bangunan dari tahun ke tahun semakin meningkat khususnya alat operasional seperti : Kendaraan khusus angkut personel PHH, Kendaraan dan Peralatan SAR, Persenjataan, Peralatan PHH Brimob, rompi tahan peluru dan tahan senjata tajam, Peralatan pendukung lainnya sehingga memperkecil celah antara DSPP dan pemenuhannya;

g) semangat jiwa korsa, loyalitas dan dedikasi serta patuh hukum yang ditanamkan kepada seluruh personel Sat Brimob Polda NTB, menjadi modal dasar dalam pelaksanaan tugas;

g) pelaksanaan anggaran yang dilaksanakan secara transparan dan akuntabel di lingkungan Sat Brimob olda NTB telah mendorong iklim kerja yang positif mengacu pada pencapaian visi dan misi organisasi melalui tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian / satuan;

2) Kelemahan

a) Rasa aman semakin menjadi kebutuhan yang menonjol di masyarakat daerah NTB, dan mempunyai harga yang sangat mahal, sehingga membutuhkan diferensiasi atau alternatif dalam upaya mengurangi peristiwa kejahatan, masyarakat tidak optimal dalam kepatuhan hukum dan partisipasi terhadap tugas Brimob Polri;

b) Adanya beberapa material berupa alat utama / alat khusus yang sudah termakan usia dan belum ada peremajaan;

c) Minimnya personel dalam penguasaan Peraturan Perundang- undangan dan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi dalam rangka menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin komplek;

d) Penggunaan kekuatan Satuan Brimob dalam menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sering dihadapkan dengan keterbatasan daya dukung anggaran operasional dibandingkan kondisi lapangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan operasional

e) Belum memadainya perumahan dinas personel guna mendukung kecepatan dalam pergerakan titik kumpul penyiapan pasukan secara mendadak;

f) Di dalam operasionalisasi kegiatan sat Brimob Polda NTB dihadapkan pada keterbatasan baik SDM, Materiil dan fasilitas;

g) Masih belum terdukung sepenuhnya peralatan khusus (Alsus)

untuk beberapa penugasan khusus oleh Satuan-Satuan Operasional, terutama untuk satuan-satuan yang bertugas terdepan;

3) Peluang.

a) Program Reformasi Birokrasi dalam rangka upaya percepatan pemberantasan korupsi melalui program pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah

birokrasi...

(9)

Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), memberikan peluang bagi Polri khususnya Korps Brimob untuk melanjutkan Reformasi Birokrasi Polri yang mencakup aspek Struktural, Instrumental dan aspek Kultural di lingkungan Sat Brimob;

b) Adanya alokasi penambahan personel baik bintara maupun tamtama untuk Sat Brimob sehingga mulai dapat dilakukannya peremajaan personel;

c) Pengembangan kemampuan SDM Sat Brimob Polda NTB melalui pendidikan pengembangan spesialisasi maupun pendidikan pengembangan umum diharapkan dapat meningkatkan kompetensi personel yang mampu memberi perimbangan terhadap kekurangan SDM dari aspek kuantitas;

d) Adanya dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Korps Brimob Polri dalam pelaksanaan tugasnya menanggulangi gangguan kejahatan berkadar dan berintensitas tinggi dalam rangka back up Satuan Kewilayahan yang telah berhasil dengan baik.

4) Kendala

Sedangkan ancaman yang ada di wilayah hukum Polda NTB adalah angka pelanggaran hukum dan indikator kriminalitas yang masih tinggi menyangkut beberapa golongan/jenis, yaitu :

a) Kecenderungan meningkatnya empat jenis kejahatan (kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan Negara dan kejahatan berimplikasi kontijensi) menjadi tantangan dalam pelaksanaan tugas bagi Sat Brimob Polda NTB;

b) Bergesernya motif dari aksi pelaku teror yang sebelumnya menjadikan aset maupun kepentingan negera-negara barat sebagai sasaran terornya, saat ini menjadikan personel Korps Brimob Polri maupun instalasinya sebagai sasaran pembalasan;

c) Peralatan dan perlengkapan Sar sering menjadi kendala saat terjadinya bencana menjadi kendala dilapangan;

d) Barang inventaris yang digunakan rata-rata sudah tidak layak pakai;

c) Masih krangnya jumlah personel perwira di satuan Brimob Polda NTB sehinga jabatan perwira masih banyak diisi oleb Bintara;

d) Lokasi terjadinya konflik sulit dijangkau dan jauh dari Polres/polsek sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ditempat kejadian.

2. Identifikasi...

(10)

2. Identifikasi Masalah

Beberapa potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh Sat Brimob Polda NTB dalam menjalankan tupoksinya diwilayah hukum Polda NTB selama antara lain:

1. Tingkat peremajaan personel yang telah dilakukan relatif masih kurang jika dibandingkan dengan DSP ;

2. DSP bagi satuan pada tingkat Kompi yang hanya sekitar 100 personel dan tidak mampu mengatasi beban tugas operasional yang dihadapi;

3. Adanya beberapa material berupa alat utama / alat khusus yang sudah termakan usia dan belum memungkinkan untuk diremajakan;

4. Penggunaan kekuatan Sat Brimob dalam menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sering dihadapkan dengan keterbatasan daya dukung anggaran operasional dibandingkan kondisi lapangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan operasional akibat generalisasi indeks pada standar biaya khusus;

5. Masih rendahnya keterampilan dan kemampuan personel Sat Brimob Polri di lapangan terutama dalam segi penguasaan peraturan perundang- undangan, penguasaan teknologi komunikasi berbasis informasi teknologi dan biokimia di bidang kriminalitas modern dalam menghadapi kualitas dan kuantitas kejahatan yang semakin canggih;

6. Kecenderungan meningkatnya empat jenis kejahatan (konvensional, transnasional, terhadap kekayaan negara dan berimplikasi kontinjensi) serta penyebaran paham radikalisme dan intoleransi yang semakin menganggu stabilitas dan keamanan nasional, baik secara kualitas maupun kuantitas membawa konsekuensi bagi pelaksanaan tugas Korps Brimob Polri;

7. Potensi bencana alam di NTB yang tinggi dan membutuhkan kesiapsiagaan Sat Brimob Polda NTB di dalamnya saat terjadi bencana.

8. Bergesernya motif dari aksi pelaku teror yang sebelumnya menjadikan aset maupun kepentingan negera-negara barat sebagai sasaran terornya, saat ini menjadikan personel Sat Brimob maupun instalasinya sebagai sasaran pembalasan.

9. sistem manajemen informasi Sat Brimob Polda NTB belum terintegrasi dengan baik dan belum terdukung secara maksimal untuk mendukung tugas dalam bidang pembinaan maupun operasional;

10. perlunya…….

(11)

11. perlunya optimalisasi dan modernisasi peralatan khusus (almatsus) untuk beberapa penugasan khusus oleh Satuan-satuan operasional, terutama untuk Satuan-satuan yang bertugas terdepan sesuai dengan standar peralatan Sat Brimob;

II. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PRIORITAS POLDA DAN SAT BRIMOB POLDA NTB

3. Visi,Misi Polda a. Visi Polda NTB

Terwujudnya Nusa Tenggara Barat yang Aman dan Tertib.

b. Visi Sat Brimob Polda NTB

Terwujudnya Keamanan Nusa Tenggara Barat melalui respon cepat,tepat dan tuntas.

c. Misi Polda NTB

“Melindungi, Melayani, dan Mengayomi Masyarakat”

Dalam mewujudkan visi Polda NTB, maka 3 (tiga) hal inilah yang harus dilakukan. Oleh karena itu, misi Polri tersebut memiliki makna sebagai berikut:

Melindungi. Dalam hal melindungi, banyak hal yang yang memerlukan perlindungan. Tetapi Polri bertugas melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Melayani. Melayani kepentingan masyarakat di seluruh Indonesia, memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sesuai kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian.

Mengayomi. Polisi selalu berusaha untuk memberikan contoh yang terbaik pada masyarakat, agar masyarakat bisa menjadi pribadi yang jauh

d. Misi Sat Brimob Polda NTB

1. Melaksanakan penggelaran operasional sesuai kebutuhan;

2. Meningkatkan SDM personel Sat Brimob Polda NTB yang profesional, modern dan terpercaya;

3. Meningkatkan pemenuhan almatsus modern;

4. Tujuan Polda dan Tujuan Sat Brimob Polda NTB a. Tujuan Polda NTB

1. Menjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat;

2. Menegakkan hukum secara berkeadilan;

3. Mewujudkkan………

(12)

4. Mewujudkann Polda Nusa Tenggara Barat yang professional;

5. Modernisasi pelayanan Polda Nusa Tenggara Barat;

6. Menerapkan manajemen Polda Nusa Tenggara Barat yang terintegrasi dan terpercaya

b. Tujuan Sat Brimob Polda NTB

1. Mewujudkan keamanan provinsi NTB dari ancaman gangguan

keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkadar dan berintensitas tinggi;

2. Mewujudkan Sat Brimob Polda NTB yang profesional, modern, berintegritas serta dipercaya masyarakat dengan didukung oleh almatsus yang memadai.

5. Sasaran Prioritas Polda dan Sat Brimob Polda NTB a. Sasaran Prioritas Polda NTB

1) Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang humanis dan bermartabat di wilayah Polda NTB;

2) Pelayanan Publik Polri yang prima berbasis TIK;

3) Penegakan hukum secara berkeadilan dan terpercaya;

4) Profesionalisme dan kesejahteraan SDM Polri yang sesuai standar;

5) Moderisasi teknologi Alpalkam dan Almatsus Polri secara bertahap dari tingkat Mabes Polri sampai dengan Polsek;

6) Regulasi dan sistem pengawasan yang efektif dan terpercaya;

b. Sasaran Prioritas Sat Brimob Polda NTB

Mengacu kepada tahapan capaian Renstra Sat Brimob Polda NTB tahun 2020 - 2024, maka pada tahun 2020 ditetapkan tema capaian

“Terselenggaranya operasional Sat Brimob Polda NTB yang efektif dan efisien”, yaitu :

1) Terwujudnya keamanan dan ketertiban diwilayah hukum Polda NTB pasca pemilu 2019 dan Pilkada 2020;

2) Penggelaran operasional Sat Brimob Polda NTB sebagai Satuan Pamungkas Polri dalam rangka memback-up Satuan Kewilayahan guna menanggulangi gangguan keamanan dalam negeri berkadar dan berintensitas tinggi diatuan kewilayahan;

3) Peningkatan keberhasilan pelaksanaan tugas personel Sat Brimob Polda NTB yang didukung dengan piranti lunak yang telah terevisi sehingga mampu meminimalisir pelanggaran-pelanggaran yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku;

4) Peningkatan kemampuan sumber daya manusia Sat Brimob Polda NTB dan jajarannya dalam rangka mewujudkan sprofesionalisme anggota Sat Brimob Polda NTB melalui pendidikan dan latihan baik jajaran di Korbrimob Polri maupun di Polda;

III. ARAH……..

(13)

III. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI POLDA DAN SAT BRIMOB POLDA NTB 6. Arah kebijakan,Strategi Polda

Guna mewujudkan pencapaian sasaran prioritas Polda NTB Tahun 2020, maka di tetapkan arahan kebijakan dan strategi sebagai berikut:

a. Sasaran prioritas “Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang humanis dan bermartabat di wilayah NTB” dengan arahan kebijakan:

1) Penguatan peranan Polri dalam menjaga keamanan nasional melalui peningkatan kemampuan deteksi aksi (Prog. 7, giat 3112, giat 3114, giat 3115, giat 3116, giat 3117, dan giat 3150, pelaksana/penangnggung jawab Ditintelkam Polda NTB);

2) Pencegahan yang proaktif terhadap potensi kejahatan dan gangguan Kamtibmas sera terorisme (Prog. 9, giat 5076, pelaksana/penanggungjawab Ditbinmas, Prog. 10. Giat 3130 Ditsabhara dan Prog.11, giat 3143, pelaksana/penanggung jawab Sat Brimob Polda NTB);

3) Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban, (Prog. 9, giat 5076, pelaksana/penanggung jawab Ditbinmas Polda NTB);

4) Mewujudkan Kamseltibcarlantas (Prog. 10, giat 3130.

Pelaksana/penanggung jawab Ditsabhara da prog. 10, giat 3133 pelaksana/penanggung jawab Ditlantas Polda NTB);

5) Penggelaran operasional dan back up kewilayahan personel Polri dalam rangka pengamanan Unras, konflik social dan menjalin sinergitas polisional (Prog. 10, giat 3130, pelaksana/penanggung jawab Ditsabhara dan Prog.

12, giat 3130, pelaksana/penanggung jawab Sat Brimob Polda NTB);

6) Peningkatan kerjasama Instansi terkait (Prog. 8 giat 3120, giat 3122, pelaksana/penanggung jawab Roops Polda NTB );

7) Pergelaran patrol kapal di wilayah perairan NTB guna mendukung terlaksananya pengamanan laut (Prog. 10, giat 3134

pelaksana/penanggung jawab Ditpolair Polda NTB).

b. Sasaran prioritas “Pelayanan Publik Polda NTB yang prima berbasis TIK”

dengan arah kebijakan:

1) Pengembangan sarana prasarana pelayanan public yang berbasis TIK ( Prog. 2, giat 3084, pelaksana/penanggung jawab Rolog Polda NTB);

2) Peningkatan kualitas pelayanan dan sikap petugas sera meniadakan

pungutan liar pada layanana public (Prog. 5, giat 3100 pelaksana/penanggung jawab SPN, Prog, 9 giat 5076 pelaksana/penanggung jawab Ditbinmas dan Prog. 10 giat 5062 pelaksana/penanggung jawab Roolog Polda NTB);

3) Pengelolaan tata ruang SPKT dan RPK yang humanis serta berbasis TIK (Prog. 11 giat 3142 pelaksana/penanggung jawab Reskrim Polda NTB, Prog, 2, giat 5062 pelaksana Rolog Polda NTB);

4) Pengelolaan quick respon kepolisian dengan menggunakan standar yang kredibel dan akuntabel (Prog. 10 giat 3130 pelaksana/penanggung jawab Ditsabhara Polda NTB).

c. Sasaran………

(14)

d. Sasaran Prioritas “Penegakan hokum secara berkeadilan dan terpercaya di wilayah NTB” dengan arahan kebijakan:

1) Peningkatan profesionalisme dalam penanganan dan penyelesaian Tindak Pidana (Prog. 11, giat 3140, giat 3141, giat 4142 pelaksana/penanggung jawab Reskrim Polda NTB, giat 3143 pelaksana/penanggung jawab Sat Brimob Polda NTB, giat 4144, giat 3145, giat 3146, giat 3151, giat 5083 pelaksana/penanggung jawab Reskrim dan giat 3134

pelaksana/penanggung jawab Ditpolairud Polda NTB);

2) Peningkatan kompetensi penyidik melalui sertifikasi (Prog. 5, giat 3100 pelaksana/penanggung jawab SPN Polda NTB);

3) Peningkatan proses penyidikan yang efektif guna menjamin transfaransi dan akuntabel dalam penegakan hokum yang bebas dari pungli, rekayasa perkara yang berbelit-belit, pemerasan dan makelar kasus (Prog. 11, giat 5086 pelaksana/penanggung jawab Reskrim Polda NTB);

4) Peningkatan peyelenggaraan pusat data dan informasi kriminal Daerah NTB (Prog. 11, giat 5084 pelaksana/penanggung jawab Reskrim Polda NTB);

e. Sasaran Prioritas “Profesionalisme dan kesejahtraan SDM Polri yang sesuai standar” dengan arah kebijakan:

1) Peningkatan kualitas 8 standar pendidikan (Prog. 5, giat 5070 pelaksana/penanggung jawab SPN Polda NTB);

2) Penyusunan ABK, SIK3 dan pengembangan struktur organisasi (Prog. 1, giat 5052 pelaksana/penanggung jawab Birorena Polda NTB);

3) Pelaksanaan rekrutmenseleksi Dikbangum dan Binkar sesuai kompetensi dan kebutuhan (Prog. 6, giat 3107 pelaksana/penanggung jawab Biro SDM Polda NTB);

4) Penyusunan rumpun jabatan fungsional dan sertifikasi profesi (Prog. 5, giat 5069 pelaksana/penanggung jawab SPN dan Prog. 6, giat 3108

pelaksana/penanggung jawab Biro SDM Polda NTB);

5) Meningkatkan pelaksanaan e-government melalui e plaining, e budgeting dan e procurement (Prog. 1, giat 5054 pelaksana Rorena dan giat 5055 pelaksana/penanggung jawab Bid TIK Polda NTB);

6) Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja online (Prog. 6, giat 3108 pelaksana/penanggung jawab Ro SDM Polda NTB);

7) Peningkatan layanan kesehatan dan keselamatan kerja bagi aparatur Polri (Prog 1, giat 3072 pelaksana/penanggung jawab Bid Dokkes dan Prog.2 giat 5062 pelaksana/penanggung jawab Rolog Polda NTB).

f. Sasaran prioritas “Moderisasi teknologi Alpalkam dan Almatsus Polri secara bertahap dari tingkat Polda sampai Polsek” dengan arahan kebijakan:

1) Pemenuhan kebutuhan minimal Alpalkam dan Almatsus Polri yang modern (Prog. 2, giat 5060 pelaksana/penanggung jawab Rolog Polda NTB);

2) Pengusulan pemenuhan Rumdin aparatur Polri serta pembangunan fasilitas perkantoran dan Rumdin di wilayah Polda NTB (Prog. 2 giat 5062 pelaksanan/penanggung jawab Rolog Polda NTB);

3) Evaluasi………

(15)

4) Evaluasi dan penyusunan kebutuhan minimal Alpalkam dan Almatsus Polri (Prog. 2 giat 3084 pelaksana/penanggung jawab Rolog Polda NTB);

5) Pengembangan Labfor diwilayah Polda NTB secara bertahap (Prog. 2 giat 5062 pelaksanan/penanggung jawab Rolog Polda NTB);

6) Pengembangan Almatsus SCI (Prog. 2 giat 3084 pelaksana/ penanggung jawab Rolog Polda NTB);

7) Modernisasi Sarpras Binmas (Prog. 2 giat 5062 pelaksana/ penanggung jawab Rolog Polda NTB);

8) Pembangunan Sarpras berbasis TIK terkait kejahatan Siber (Prog. 2 giat 3084 pelaksana/penanggung jawab Rolog Polda NTB).

g. Sasaran Prioritas "Regulasi dan sistem pengawasan yang efektif dan terpercaya” dengan arah kebijakan:

1) Penanganan publik komplin secara efektif dan terpercaya (Prog. 3 giat 3091 pelaksanan/penanggung jawab ltwasda Polda NTB);

2) Penguatan Siber pungli (Prog. 11 giat 5086 pelaksanan/penanggung jawab Reskrim Polda NTB);

3) Pencegahan korupsi di internal Polri (Prog. 3 giat 3089 pelaksanan/penanggung jawab Bidpropam Polda NTB);

4) Penyempurnaan sistem kelembagaan dan tata laksana Polri yang efektif dan efesien (Prog. giat 5052 pelaksanan/penanggung jawab Rorena Polda NTB);

5) Peningkatan pelaksanaan RBP di lingkungan Polri (Prog. 1 giat 5053 pelaksanan/penanggung jawab Rorena Polda NTB).

7. Arah Kebijakan dan strategi Sat Brimob Polda NTB

Untuk mewujudkan pencapaian sasaran prioritas Sat Brimob Polda NTB Tahun 2020, maka ditetapkan arah kebijakan dan strategi sebagai berikut:

a. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Terwujudnya keamanan dan ketertiban diwilayah hukum Polda NTB pasca pemilu 2019 dan Pilkada 2020 ”

1) penambahan personel Sat Brimob Polda NTB sehingga dapat memenuhi Daftar Susunan Personel (DSP);

2) peningkatan kemampuan personel Sat Brimob Polda NTB baik kemampuan perorangan maupun satuan;

3) Pencegahan yang proaktif terhadap potensi kejahatan dan gangguan Kamtibmas serta terorisme di wilayah hukum Polda NTB;

b. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Penggelaran operasional Sat Brimob Polda NTB sebagai Satuan Pamungkas Polri dalam rangka memback-up Satuan Kewilayahan guna menanggulangi gangguan keamanan dalam negeri berkadar dan berintensitas tinggi disatuan kewilayahan”;

1) peninkatan………

(16)

1) peningkatan back up operasional di tingkat Polda dan Polres dalam penanggulangan gangguan keamanan berkadar dan berintensitas tinggi (flash point) secara langsung dan cepat;

2) pengoptimalan pasukan siaga (stand by force) pada masing-masing Batalyon atau Kompi untuk setiap saat siap digerakkan dengan mempergunakan sarana dan prasarana cepat baik udara, laut maupun darat;

3) penyusunan dan pengajuan alokasi anggaran, sarana dan prasarana dalam rangka dalam memback-up satuan kewilayahan (pemillihan epala daerah) serta meningkatkan kemampuan Satuan dan personel Sat Brimob Polda NTB.

c. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Peningkatan keberhasilan pelaksanaan tugas personel Sat Brimob Polda NTB yang didukung dengan piranti lunak yang telah terevisi sehingga mampu meminimalisir pelanggaran-pelanggaran yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku;”;

1) penyusunan dan evaluasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas pokok, fungsi dan peranan Brimob Polri;

2) pelaksanakan kegiatan sosialisasi piranti lunak bagi personel Sat Brimob sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas sehingga mampu meminimalisir pelanggaran yang terjadi di lapangan.

3) pelaksanakan kegiatan pembinaan khususnya pembinaan rohani dan mental bagi personel Sat Brimob Polda NTBi secara berkelanjutan;

4) pelaksanakan kegiatan penyuluhan bidang hukum bagi personel Sat Brimob secara berkelanjutan;

d. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Peningkatan kemampuan sumber daya manusia Sat Brimob Polda NTB dan jajarannya dalam rangka mewujudkan sprofesionalisme anggota Sat Brimob Polda NTB melalui pendidikan dan latihan baik jajaran di Korbrimob Polri maupun di Polda”

1) peningkatan kemampuan sumber daya manusia Sat Brimob dan jajarannya dalam mewujudkan profesionalisme Brimob Polri melalui pendidikan dan latihan;

2) peningkatan profesionalisme Sat Brimob melalui pendidikan dan pelatihan;

3) pelaksanaan sertifikasi terhadap kemampuan teknis profesi Brimob Polri;

4) peningkatan kesejahteraan Personil Brimob untuk meningkatkan profesionalisme;

VI. PROGRAM……..

(17)

IV. PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI, KEGIATAN QUICK WINS DAN SATGAS, QUICK WINS DAN PELAKSANAAN DI POLDA NTB

8. Program Promoter Kapolri, Quick Wins pelaksanaan di wilayah Polda NTB a. Program Promoter Kapolri, Quick Wins pelaksanaan di Polda NTB

a. Program Promoter Kapolri

Program Kapolri dijabarkan dalam “Promoter” profesional, modern dan terpercaya yang dijabarkan sebagai berikut:

Profesional: meningkatkan kompetensi SDM Polri yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan serta melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan dan dapat diukur keberhasilannya; Modern: melakukan moderisasi dalam pelayanan publik yang didukung teknologi sehingga semakin mudah dan cepat diakses masyarakat termasuk pemenuhan kebutuhan Almatsus dan Alpakam yang semakin modern;Terpercaya: melakukan reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas dari KKN guna terwujudnya penegakan hukum yang obyektif, transparan, akuntabel dan keadilan.

Dengan sebelas (11) Program prioritas Kapolri:

a) Pemantapan reformasi internal Polri;

b) Peningkatan Pelayanan Publik Yang Lebih Mudah Bagi Masyarakat Dan Berbasis Teknologi Informasi;

c) Penanganan Kelompok Radikal Pro Kekerasan Dan Intoleransi Yang Lebih Optimal;

d) Peningkatan Profesionalisme Polri Menuju Keunggulan;

e) Peningkatan kesejahteraan personil Polri;

6) Penataan Kelembagaan Dan Pemenuhan Proporsionalitas Anggaran Serta Kebutuhan Minimal Sarpras;

7) Penguatan Harkamtibmas;

8) Membangun Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kamtibmas

9) Penegakan Hukum Yang Lebih Profesional Dan Berkeadilan;

10) Penguatan Pengawasan;

11) Melanjutkan Program Quick Wins’

b. Program Quick Wins

Dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok Polri dan guna terwujudnya pelayanan prima yang unggul, sesuai dengan prioritas program yaitu program pelaksanaan Quick Wins dijabarkan sebagai berikut:

a. Program I : Penertiban dan penegakkan hukum bagi orga- nisasi radika anti Pancasila.

b. Progarm II : Perburuan dan penangkapan gembong teror - isme Santoso dan jaringan terorisme;

c. Program……..

(18)

c. Program III : Aksi Nasional pembersihan pereman dan pre- manisme;

d. Program IV : Pembentukan dan pengefektifkan Satgas Ops Polri kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS).

e. Program V : Pemberlakuan rekruitmen terbuka untuk jabatan dilingkungan Polri (Polres, Polda, Mabes Polri).

f. Program VI : Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik.

g. Program VII : Pembentukan tim internal anti korupsi (meli- batkan unsur Publik dan KPK).

h. Program VIII :Crash program pelayanan masyarakat (pelayan an bersih dari percaloan).

c. Satgas Quick Wins

Satuan tugas Polri yang memiliki dampak getar, efek booming, angkat citra, bermanfaat dan terlihat langsung oleh masyarakat:

a) Satgas I gelar kekuatan.

Penempatan secara penuh personel di lapangan dengan menentukan penggal-penggal yang menjadi target/sasaran, daerah rawan, sasaran prioritas pada jam-jam tertentu;

b) Satgas II berantas preman dan kejahatan jalanan.

Melaksanakan pendataan dan pemetaan jaringan preman dan kejahatan jalanan, penyuluhan, bimbingan dan penanganan preman dan kejahatan jalanan bekerjasama dengan instansi terkait.

c) Satgas III basmi Narkoba dan judi.

Melaksanaan pemetaan dan pendataan daerah rawan narkoba dan judi, penindakan terhadap pelaku Narkoba dan judi sesuai dengan hukum yang berlaku dengan bekerjasama intansi terkait.

d) Satgas IV berantas korupsi

Melaksanakan Satgas dalam upaya pemberantasan karupsi bekerjasama dengan instnasi terkait dalam penindakan dan penanganan korupsi.

e) Satgas V Illegal Fishing.

Meningkatan kegiatan patroli di perairan wilayah NTB dan pulau terluar yang rawan penangkapan/penyelundupan dengan Sarpras yang ada, guna mencegah terjadi illegal fishing dan upaya penanggulangan bekerjasama dengan instansi terkait dalam pengamanan perairan wilayah NTB.

f) Satgas VI Kontra Radikal dan Deradikalisasi.

Melaksanakan pemetaan dan pendataan daerah kontra radikal dan deradikalisasi yang ada di wilayah NTB, melaksanakan

Kegiatan...

(19)

kegiatan pembina pembinaan, penyuluhan dan bimbingan pada masyarakat yang bekerjasama dengan instansi terkait dalam pencegahan dan penanganannya.

g) Satgas VII Gakkum Distribusi barang bersubsidi.

Melaksanakan patroli dalam penanggulangan penyalah gunaan barang bersubsidi, penegakan hukum bagi pelaku pendistribusian barang bersubsidi sesuai dengan peraturan yang berlaku bekerjasama dengan instansi terkait.

h) Satgas VIII Polri bersih.

Melaksanakan pengawasan terhadap personel Polda NTB, membuat DPO terhadap mavia percaloan mafia/makelar kasus dan makelar pelayanan Polri (Reskrim, Lantas dan Intelijen) dalam upaya menciptakan Polri yang bersih, anti KKN dan di cintai masyarakat.

i) Satgas IX penanganan bencana dan kecelakaan.

Melaksanakan kegiatan penanganan bencana alam dan kecelakaan yang bersifat kontijensi dalam upaya penyelamatan baik korban jiwa dan harta bekerjasama dengan instansi terkait guna memberikan rasa aman kepada masyarakat NTB.

j) Satgas X rekruitmen dan penempatan.

Melaksanakan pemantauan dan pengawasan personel Polda NTB dalam setiap kegiatan rekruitmen dengan berkejasama instansi terkait (eksternal) dengan sistem BETAH dan

penempatan personel sesuai dengan kemampuan spesialisasi yang dimiliki secara transparan.

k) Satgas XII revolusi mental.

Melaksanakan kegiatan NAC Polri, pembinaan, penyuluhan dan pendekatan kepada masyarakat melalui wisata rohani (Safari Kamtibmas) bekerjasama dengan instansi terkait dalam menciptakan NTB beriman, berbudaya, berdayasaing dan sejahtera.

b. Pelaksanaan Program Prioritas Kapolri Promoter, Program Quick Wins dan Satgas Quick Wins di wilayah Polda NTB

Penjabaran program Prioritas Kapolri yang dilaksanakan Polda NTB dengan rencana aksi sebagai berikut:

a. Pemantapan reformasi internal Polri Rencana aksi:

(1) Peningkatan soliditas internal;

(2) Konsistensi pembinaan karir berdasarkan Merit System dan Rekam Jejak;

(3) Melaksanakan rekrutmen dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH);

(4) Sistem seleksi Dikbangum Polri yang lebih efisien, efektif, adil, transparan dan objektif;

(5) Membudayakan perilaku anti korupsi.

b) Peningkatan………

(20)

b) Peningkatan Pelayanan Publik Yang Lebih Mudah Bagi Masyarakat Dan Berbasis Teknologi Informasi

Rencana aksi:

(1) Layanan publik yang mudah diakses masyarakat, lebih cepat, bebas calo dan berbasis teknologi informasi;

(2) Menyederhanakan regulasi dan proses pada loket-loket pelayanan yang tidak berbelit-belit;

(3) Quick Response;

(4) Modernisasi teknologi pendukung pelayanan publik.

c) Penanganan Kelompok Radikal Pro Kekerasan Dan Intoleransi Yang Lebih Optimal

Rencana aksi:

(1) Deteksi dini dan deteksi aksi dalam rangka pemetaan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi;

(2) Membangun daya cegah dan daya tangkal warga;

(3) Kerjasama dengan stakeholder;

(4) Mengintensifkan kegiatan dialogis di kantong-kantong kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi;

(5) Penegakkan hukum yang optimal.

d) Peningkatan Profesionalisme Polri Menuju Keunggulan Rencana aksi:

(1) Peningkatan kualitas 8 standar pendidikan;

(2) Peningkatan pelatihan fungsi teknis pada satuan kewilayahan;

(3) Mengoptimalkan Sistem Manajemen Kinerja;

(4) Penyusunan rumpun jabatan fungsional dan sertifikasi profesi;

(5) Modernisasi Almatsus dan Alpalkam Polri.

e) Peningkatan kesejahteraan personil Polri Rencana aksi:

(1) Peningkatan Tunjangan Kinerja;

(2) Peningkatan pemenuhan rumah dinas anggota Polri;

(3) Meningkatkan program pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi anggota Polri;

(4) Peningkatan dukungan operasional Bhabinkamtibmas;

(5) Mengupayakan program wirausaha bagi anggota Polri;

(6) Dukungan asuransi keselamatan kerja bagi anggota Polri.

f) Penataan Kelembagaan Dan Pemenuhan Proporsionalitas Anggaran Serta Kebutuhan Minimal Sarpras

Rencana aksi

(1) Penyederhanaan SOP yang berbasis check list dan hasil;

(2) Restrukturisasi SOTK Polri sesuai tantangan tugas, antara lain penguatan Densus 88/AT, Brimob dan Baharkam;

(3) Pemenuhan proporsionalitas anggaran;

(4) Pemenuhan kebutuhan minimal SDM dan Sarpras (DSPP);

(5) Peningkatan……..

(21)

(5) Peningkatan tipologi Polres menjadi Polresta (Polres Mataram).

g) Penguatan Harkamtibmas Rencana aksi:

(1) Penggelaran personel berseragam pada daerah rawan kejahatan, macet dan laka lantas;

(2) Peningkatan pengamanan perbatasan melalui pembangunan pos-pos pengamanan perbatasan;

(3) Penanganan kebakaran hutan dan lahan;

(4) Penguatan sinergi polisional dengan TNI, BIN, BNN, BNPT, Basarnas, Bakamla dan Pemda;

(5) Pengamanan Pileg dan Pilpres Tahun 2019;

(6 ) Pengamanan program prioritas nasional dan paket kebijakan ekonomi pemerintah.

h) Membangun Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kamtibmas

Rencana aksi:

(1) Membangun daya cegah dan daya tangkal terhadap kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila;

(2) Pemenuhan satu Bhabinkamtibmas satu Desa/ Kelurahan secara bertahap;

(3) Mendorong pemanfaatan alat-alat pengamanan berbasis teknologi (Panic Button, Alarm dan CCTV);

(4) Penguatan pembinaan teknis Polsus dan Pam Swakarsa, serta Korwas PPNS;

(5) Penguatan kerjasama dengan civil society dalam mengidentifikasi masalah sosial dan upaya penyelesaiannya.

i) Penegakan Hukum Yang Lebih Profesional Dan Berkeadilan Rencana aksi:

(1) Penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik meliputi kejahatan jalanan, kejahatan terhadap perempuan dan anak, terorisme, illegal fishing, korupsi, narkoba, cyber crime dan kejahatan ekonomi lainnya;

(2) Menghilangkan pungutan liar, pemerasan dan makelar kasus dalam proses penyidikan;

(3) Menghilangkan kecenderungan rekayasa dan berbelit-belit dalam penanganan kasus;

(4) Peningkatan kemampuan penyidikan Cyber Crime, Ekonomi, Dokpol, Labfor dan sertifikasi penyidik;

Peningkatansinergi CJS dan penegak hukum lainnya;

(5) Peningkatan anggaran penyidikan dan modernisasi teknologi peralatan pendukung penyidikan;

(6) Menyelesaikan perkara-perkara yang mudah dan ringan melalui pendekatan restoratif justice.

j) Penguatan……..

(22)

j) Penguatan Pengawasan Rencana aksi:

(1) Memperkuat kerjasama dengan pengawas eksternal dengan EMI dan IME;

(2) Memperbaiki sistem komplain masyarakat secara online;

(3) Meningkatkan sistem penilaian indeks tata kelola kepolisian (ITK);

(4) Membuat sistem pengawasan untuk menekan budaya korupsi internal;

(5) Melanjutkan Program Quick Wins Rencana aksi:

(6 ) Penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila;

(7) Perburuan dan penangkapan gembong teroris Santoso dan jejaring terorisme;

(8) Aksi Nasional pembersihan preman dan premanisme;

(9 ) Pembentukan dan pengefektifan satgas operasi Polri kontra radikal dan deradikalisasi;

(10 ) Pemberlakukan rekruitmen terbuka untuk jabatan di lingkungan Polri;

(11) Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik;

(12 ) Pembentukan tim internal anti korupsi;

(13) Crash Program pelayanan masyarakat: pelayanan bersih dari percaloan.

2) Pelaksanaan 8 (delapan) kegiatan dalam Quick Wins

Dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok Polri dan guna terwujudnya pelayanan prima yang unggul Polda NTB, sesuai dengan pelaksanaan Quick Wins dijabarkan sebagai berikut:

1) Kegiatan I : Penertiban dan penegakkan hukum bagi organi- sasi radikal dan anti Pancasila.

Sasaran : Meningkatnya rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga negara dan semua orang yang secara sah berada di dalam wilayah NKRI khususnya daerah NTB;

Rencana aksi:

(1) Penyusunan surat perintah, Jukrah dan konsignes;

(2) Mengidentifikasi dan memetakan kelompok radikal dan anti Pancasila;

(3) Deteksi dini dan deteksi aksi terhadap kelompok radikal dan anti Pancasila;

(4) Penggalangan terhadap kelompok radikal dan anti Pancasila;

(5) Koordinasi dengan K/L terkait dan organisasi masyarakat;

(6) Sambang…….

(23)

(7) Sambang ke tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, pembinan dan penyuluhan;

(8) Meningkatkan kegiatan patroli dialogis;

(9) Melakukan penyelidikan terhadap organisasi radikal dan anti Pancasila yang melakukan tindak pidana;

(10) Melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran pidana.

2) Kegiatan II : Perburuan dan penangkapa gembong terorisme radikal paham garis keras dan jaringan terorisme;

Sasaran : Menghilangkan potensi aksi pelanggaran hukum dan terorisme.

Rencana Aksi:

(1) Membentuk organisasi Satgas;

(2) Menyiapkan posko Satgas berikut manajemen dan HTCKnya;

(3) Membentuk Tim Khusus Intelijen untuk melaksanakan kegiatan kontra radikal dan deradikalisasi menetralisir ISIS;

(4) Menyusun rencana program kontra radikalisasi dan deradikasilasi menetralisir ISIS;

(5) Mengkoordinir, mengendalikan dan mengevaluasi program kontra radikal dan deradikalisasi ISIS;

(6) Membuat MoU/Rakor dengan pihak eksternal Polri dalam rangka program kontra radikal dan deradikalisasi menetralisir ISIS;

(7) Memetakan dan menganalisa jaringan teroris di wilayah NTB Dompu, Bima);

(8) Membentuk kompi khusus Brimob sebagai kompi pemburu dan kompi penangkapan teroris;

(9) Melaksanakan pelatihan Kompi khusus Brimob dalam menghadapi perlawanan teroris;

(10) Membentuk tim khusus olah TKP penangkapan terorisme;

(11) Membentuk tim khusus identifikasi pelaku terorisme;

(12) Menyiapkan anggaran, arana prasarana dalam penangkapan terorisme;

(13) Meneruskan arahan ke Satwil terkait untuk melaksana- kan operasi/giat rutin penangkapan terorisme;

(14) Melaksanakan latihan Praops dan rutin dalam upaya penangkapan terorisme;

Melaksanakan………

(24)

(15) Melaksanakan rapat koordinasi dengan satfung Polda dan instansi terkait tentang penangkapan terorisme;

(16) Rehabilitasi masyarakat pasca penangkapan.

3) Kegiatan III : Aksi Nasional pembersihan pereman dan premanisme;

Sasaran : Berjalannya penindakan atas pelanggaran me- mandang besar kecilnya pelanggaran dan tinggi rendahnya status pelaku maupun korban;

Rencana aksi :

(1) Memetakan dan menganalisa jaringan premanisme;

(2) Membentuk Satgas anti preman;

(3) Melaksanakan pelatihan Satgas anti preman;

(4) Membentuk tim khusus identifikasi pelaku premanisme;

(5) Meneruskan arahan ke Satwil terkait untuk melaksanakan operasi/giat rutin penangkapan premanisme;

(6) Melaksanakan rapat koordinasi dengan Satfung Polri dan instansi terkait tentang penangkapan premanisme;

(7) Menyiapkan anggaran, sarana prasarana dalam penangkapan premanisme;

(8) Melaksanakan supervisi terhadap pelaksanaan giat kepolisian penangkapan premanisme di Polda terkait;

(9) Melaksanakan anev hasil giat Kepolisian penangkapan premanisme.

4) Kegiatan IV: Pembentukan dan pengefektifkan Satgas Ops Polri/kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS).

Sasaran : Terbentuknya Satgas Ops Polri kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS).

Rencana aksi:

a) Tersusunnya data daerah rawan penyebaran paham Radikal;

b) Tersedianya peta/data kelompok pendukung dan yang tidak mendukung ISIS;

c) Tersusunnya target Operasi yang akurat dan valid.

Terbentuknya Satgas, Posko dan Organisasi Satgas dari tingkat Polda sampai dengan tingkat Polsek;

d) Tersedianya HTCK, SOP pelaksanaan tugas Satgas Terlaksananya program kontra radikal dan deradikalisasi pada daerah rawan berkembangnya paham ISIS.

5) Kegiatan V : Pemberlakuan rekruitmen terbuka untuk jabatan dilingkungan Polri (Polres, Polda).

Sasaran………

(25)

Sasaran : Terselenggaranya rekruitmen terbuka untuk jabatan secara bertahap dari Polda hingga Polres.

Rencana aksi:

a) Penyusunan ketentuan tentang rekrutmen jabatan terbuka;

b) Pelaksanaan secara bertahap untuk 5 (lima) jabatan strategis tingkat Polda.

6) Kegiatan VI: Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik.

Sasaran : Membangun personel Polri sebagai pelopor revolusi mental.

Rencana Aksi:

a) Mengembangkan website Ditlantas Polda NTB;

b) Melaksanakan program bulan tertib Lantas secara tematik:

(a) Marka;

(b) Rambu;

(c) Parkir;

(d) HP;

(e) Helm dan Seat Belt.

(3) Membangun budaya tertib berlalu lintas terhadap masyarakat terorganisir maupun tidak terorganisir;

(4) Melaksanakan sosialisasi budaya tertib berlalu lintas melalui:

(a) Media cetak/elektronik;

(b) Media Sosial;

(c) Media Online;

(d) Spanduk;

(f ) Leaflet;

(g) Baliho;

(5) Mengembangkan sistim data laka lantas online/IRSMS dalam mendukung Kamseltibcarlantas;

(6) Melaksanakan capcity building melalui Bintal dan profesi Polantas;

(6) Melaksanakan penilaian pelaksanaan bulan tertib lalu lintas secara tematis.

7) Kegiatan VII : Pembentukan tim internal anti korupsi (meli- batkan unsur Publik dan KPK).

Sasaran : Terbentuknya tim untuk melakukan upaya cegah korupsi di lingkungan Polri.

Rencana aksi:

(1) Membentuk tim internal anti korupsi;

Menyusun…….

(26)

(2) Menyusun mekanisme kerja/SOP dan materi sosialisasi;

(3) Sosialisasi tim internal anti korupsi;

(4) Melaksanakan verifikasi terhadap LHKPN, gratifikasi, kepemilikan usaha/giat bisnis anggota, kepemilikan barang mewah;

e) Melakukan analisa dan evaluasi.

8) Kegiatan VIII : Crash program pelayanan masyarakat (pelayanan bersih dari percaloan).

Sasaran : Terbentuknya pelayanan publik yang

transparan dan akuntabel di bidang lalu lintas dan intelijen.

Rencana aksi:

(1) Menerbitkan SOP pelayanan SIM;

(2) Melaksanakan pelayanan di Satpas sesuai dengan SOP Pelayanan SIM;

(3) Pelayanan SIM dengan Mobil keliling;

(4) Workshop pembuatan aplikasi;

(5) Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dir Lantas dengan BRI;

(6) Melaksanakan sosialisasi pelayanan SIM melalui:

(a) Membuat himbauan berupa tulisan di setiap pelayanan SATPAS;

(b) Membuat himbauan berupa audio dan video di setiap pelayanan SATPAS;

(c) Melaksanakan pelatihan dan Sertifikasi kompetensi penguji SIM.

(d) Pembuatan norma standar prosedur dan kriteria sekolah pengemudi;

(e) Melaksanakan penilaian pelayanan prima antar SATPAS bersih percaloan.

3) Pelaksanaan 11 (sebelas) Satuan Tugas Quick Wins

Dalam menjabarkan program prioritas Kapolri dan Quick Wins guna peningkatan intensitas pelayanan prima yang unggul kepada masyarakat, Polda NTB mengelar (Satgas) Satuan Tugas Quick Wins dalam meningkatkan Kamtibmas di wilayah NTB 9 (sembilan) Satgas Opsnal dan 2 (Dua) Satgas pembinaan yaitu:

1) Satgas I gelar kekuatan ( Dit Lantas, Dit Sabhara dan Polres);

Penempatan secara penuh personel di lapangan dengan menentukan penggal-penggal yang menjadi target/sasaran, daerah rawan, sasaran prioritas pada jam-jam tertentu.

Rencana aksi:

a) Optimalisasi……….

(27)

a) Optimalisasi penanganan konflik sosial;

b) Meningkatkan keamanan pada sektor industri;

c) Memperkuat perlindungan kelompok rentan dan minoritas peralatan Polri.

2) Satgas II berantas preman dan kejahatan jalanan (Dit Reskrimum, Dit intelkam dan Polres);

Melaksanakan pendataan dan pemetaan jaringan preman dan kejahatan jalanan, penyuluhan, bimbingan dan

penanganan preman dan kejahatan jalanan bekerjasama dengan instansi terkait.

Rencana Aksi:

(1) Inventarisir jaringan/kelompok pelaku kejahatan;

(2) Razia aksi premanisme;

(3) Penyelidikan/penyidikan kejahatan jalanan dan hasil razia;

(4) Ekspose kegiatan dan hasil kegiatan.

3) Satgas III basmi Narkoba dan judi (Dit Narkoba, Dit Reskrimum dan Polres);

Melaksanaan pemetaan dan pendataan daerah rawan narkoba dan judi, penindakan terhadap pelaku Narkoba dan judi sesuai dengan hukum yang berlaku dengan bekerjasama intansi terkait.

Rensana aksi:

a) Pemetaan dan pendataan jaringan judi;

b) Penyelidikan dan penyidikan jaringan judi;

c) Preemtif dan prepentif;

d) Represif meningkatan kegiatan penyelidikan dan penyidikan.

4) Satgas IV berantas korupsi (Dit Reskrimsus, Dit reskrimum);

Melaksanakan Satgas dalam upaya pemberantasan karupsi bekerjasama dengan instnasi terkait dalam penindakan dan penanganan korupsi.

Rencana aksi:

- Pemberantasan Tipikor.

5) Satgas V Illegal Fishing (Dit Polair dan Polres);

Meningkatan kegiatan patroli di perairan wilayah NTB dan pulau terluar yang rawan penangkapan/penyelundupan dengan Sarpras yang ada, guna mencegah terjadi illegal fishing dan upaya penanggulangan bekerjasama dengan instansi t erkait dalam pengamanan perairan wilayah NTB.

Rencana aksi:

- Sikat illegal

Satgas……..

(28)

6) Satgas VI Kontra Radikal dan Deradikalisasi (Dit Intelkam, Dit Binmas dan Polres);

Melaksanakan pemetaan dan pendataan daerah kontra radikal dan deradikalisasi yang ada di wilayah NTB, melaksanakan kegiatan pembina pembinaan, penyuluhan dan bimbingan pada masyarakat yang bekerjasama dengan instansi terkait dalam pencegahan dan penanganannya.

Rencana aksi:

a) Deteksi/Pulbaket kelompok radikal yang ada di wilayah Polda NTB (Pemetaan Kelompok Radikal);

b) Kerjasama, koordinasi dengan instansi terkait (MUI, Kominda, Ponpes, LSM, Kemenag) untuk penanganan dan antisipasi penyebaran faham radikal;

c) Pertemuan dengan Toga, Tomas, Toda guna memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya faham radikal;

d) Kerjasama dan kunjungan kepada kelompok masyarakat dalam upaya memberikan pemahaman tentang faham radikal.

7) Satgas VII Gakkum Distribusi barang bersubsidi (Dit Reskrimsus, Dit Polair dan Polres);

Melaksanakan patroli dalam penanggulangan penyalah gunaan barang bersubsidi, penegakan hukum bagi pelaku pendistribusian barang bersubsidi sesuai dengan peraturan yang berlaku bekerjasama dengan instansi terkait.

Rencana aksi:

a) Pemberantasan Barang Barang bersubsidi Pupuk;

b) Pemberantasan Barang Barang bersubsidi Benih;

c) Pemberantasan Barang Barang bersubsidi BBM Illegal.

8) Satgas VIII Polri bersih (Bid Propam, Itwasda dan Polres);

Melaksanakan pengawasan terhadap personel Polda NTB, membuat DPO terhadap mavia percaloan mafia/makelar kasus dan makelar pelayanan Polri (Reskrim, Lantas dan Intelijen) dalam upaya menciptakan Polri yang bersih, anti KKN dan di cintai masyarakat.

Rencana aksi:

a) Pencaloan pelayanan Kepolisian;

b) Proses penyidikan Tindak Pidana;

c) Proses Rekrutmen.

9) Satgas IX penanganan bencana dan kecelakaan (Dir Sabhara, Sat Brimob dan Polres).

Melaksanakan kegiatan penanganan bencana alam dan kecelakaan yang bersifat kontijensi dalam upaya penyelamatan baik korban jiwa dan harta bekerjasama

(29)

dengan instansi terkait guna memberikan rasa aman kepada masyarakat NTB.

Rencana aksi:

- Penanganan Bencana Alam dan Kecelakaan di wilayah Polda NTB.

10) Satgas X rekruitmen dan penempatan (Ro SDM dan Polres);

Melaksanakan pemantauan dan pengawasan personel Polda NTB dalam setiap kegiatan rekruitmen dengan berkejasama instansi terkait (eksternal) dengan sistem BETAH dan penempatan personel sesuai dengan kemampuan spesialisasi yang dimiliki secara transparan.

Rencana aksi:

a) Pendidikan pengembangan Umum;

b) Pendidikan pengembangan Spesial;

c) Pendidikan Alih Golongan;

d) Pendidikan Pembentukan;

11) Satgas revolusi mental (Dir Binmas dan Polres);

Melaksanakan kegiatan NAC Polri, pembinaan, penyuluhan dan pendekatan kepada masyarakat bekerjasama dengan instansi terkait dalam menciptakan NTB beriman, berbudaya, berdayasaing dan sejahtera.

Rencana aksi:

a) Memberdayakan SPN dalam latihan revolusi mental, latihan profesi pelaksanaan pelanggaran disiplin dan Kode etik Polri yang dilakukan anggota;

b) Wasdal dan Waskat berjenjang oleh pengawasan Propam;

c) Insentifkan pelayanan pengaduan dan resprosif.

c. Program Promoter Kapolri, Quick Wins pelaksanaan di Sat Brimob Polda NTB

a.) Pelaksanaan Program Kerja Kapolri

Penjabaran program Prioritas Kapolri yang dilaksanakan Sat Brimob Polda NTB dengan rencana aksi sebagai berikut:

1) Pemantapan reformasi internal Polri Rencana aksi:

a) Peningkatan soliditas internal;

b) Konsistensi pembinaan karir berdasarkan Merit System dan Rekam Jejak di lingkungan Sat Brimob Polda NTB;

c) Sistem seleksi Dikbangum Polri yang lebih efisien, efektif, adil, transparan dan objektif;

d) membudayakan……..

(30)

d) Membudayakan perilaku anti korupsi dilingkungan sat Brimob Polda NTB.

2) Peningkatan Pelayanan Publik Yang Lebih Mudah Bagi Masyarakat Dan Berbasis Teknologi Informasi

Rencana aksi:

a) Layanan publik yang mudah diakses masyarakat, lebih cepat, bebas dan berbasis teknologi informasi;

b) Menyederhanakan regulasi dan proses pada pos-pos pelayanan Brimob yang tidak berbelit-belit;

c) Quick Response;

d) Modernisasi teknologi peralatan pendukung guna menanggulangi keamanan dalam negeri.

3) Penanganan Kelompok Radikal Pro Kekerasan Dan Intoleransi Yang Lebih Optimal

Rencana aksi:

a) Deteksi dini dan deteksi aksi dalam rangka pemetaan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi;

b) Membangun daya cegah dan daya tangkal warga;

c) Kerjasama dengan stakeholder terkait ;

d) Mengintensifkan kegiatan dialogis di kantong-kantong kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi

4) Peningkatan Profesionalisme Polri Menuju Keunggulan Rencana aksi:

a) Peningkatan kualitas 8 standar pendidikan;

b) Peningkatan pelatihan fungsi teknis pada Sat brimob polda NTB c) Mengoptimalkan Sistem Manajemen Kinerja;

e) Modernisasi Almatsus dan Alpalkam Brimob.

5) Peningkatan kesejahteraan personil Polri Rencana aksi:

a) Peningkatan Tunjangan Kinerja;

b) Peningkatan pemenuhan rumah dinas anggota Brimob

c) Meningkatkan program pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi anggota Sat brimob polda NTB;

6) Penataan Kelembagaan Dan Pemenuhan Proporsionalitas Anggaran Serta Kebutuhan Minimal Sarpras

Rencana aksi

a) Penyederhanaan SOP yang berbasis check list dan hasil;

b) Restrukturisasi SOTK Polri sesuai tantangan tugas, antara lain, Brimob

c) Pemenuhan proporsionalitas anggaran;

d) Pemenuhan kebutuhan minimal SDM dan Sarpras (DSPP);

e) Peningkatan tipologi Polres menjadi Polresta (Polres Mataram).

7) Penguatan Harkamtibmas Rencana aksi:

Penggelaran……..

(31)

a) Penggelaran personel berseragam pada daerah rawan kejahatan,

b) Peningkatan pengamanan perbatasan melalui pembangunan pos-pos pengamanan perbatasan;

c) Penanganan kebakaran hutan dan lahan;

d) Pengamanan pemilu 2019

8) Membangun Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kamtibmas

Rencana aksi:

a) Membangun daya cegah dan daya tangkal terhadap kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila;

b) Mendorong pemanfaatan alat-alat pengamanan berbasis teknologi (Panic Button, Alarm dan CCTV);

c) Penguatan kerjasama dengan civil societydlm mengidentifikasi masalah sosial dan upaya penyelesaiannya.

9) Penegakan Hukum Yang Lebih Profesional Dan Berkeadilan Rencana aksi:

a) back up wilayah terhadap Penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik meliputi kejahatan jalanan, kejahatan terhadap perempuan dan anak, terorisme, illegal fishing, korupsi, narkoba, cyber crime dan kejahatan ekonomi lainnya;

10) Penguatan Pengawasan Rencana aksi:

a) Memperkuat kerjasama dengan pengawas eksternal dengan EMI dan IME;

b) Memperbaiki sistem komplain masyarakat secara online;

c) Meningkatkan sistem penilaian indeks tata kelola kepolisian (ITK);

d) Membuat sistem pengawasan untuk menekan budaya korupsi internal Sat Brimob Polda NTB;

11) Melanjutkan Program Quick Wins Rencana aksi:

a) Penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila;

b) Perburuan dan penangkapan gembong teroris Santoso dan jejaring terorisme;

c) Aksi Nasional pembersihan preman dan premanisme;

d) Pembentukan dan pengefektifan satgas operasi Polri kontra radikal dan deradikalisasi;

e) Pemberlakukan rekruitmen terbuka untuk jabatan di lingkungan Polri;

d) Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik;

f) Pembentukan tim internal anti korupsi;

g) Crash Program pelayanan masyarakat: pelayanan bersih dari percaloan.

d) pelaksanaan...

(32)

d). Pelaksanaan 8 (delapan) program Wuick Wins

Dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok Polri dan guna terwujudnya pelayanan prima yang unggul Sat Brimob Polda NTB, sesuai dengan pelaksanaan Quick Wins dijabarkan sebagai berikut:

1) Program I : Penertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila.

Sasaran` : Meningkatnya rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga negara dan semua orang yang secara sah berada di dalam wilayah NKRI khususnya daerah NTB;

Rencana aksi:

a) Mengidentifikasi dan memetakan kelompok radikal dan anti Pancasila;

b) Deteksi dini dan deteksi aksi terhadap kelompok radikal dan anti Pancasila;

c) Penggalangan terhadap kelompok radikal dan anti Pancasila;

d) Koordinasi dengan K/L terkait dan organisasi masyarakat;

e) Sambang/ Patroli ke tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, pembinan dan penyuluhan;

2) Progarm II : Perburuan dan penangkapan gembong terorisme radikal paham garis keras dan jaringan terorisme;

Sasaran : Menghilangkan potensi aksi pelanggaran hukum dan terorisme.

Rencana Aksi:

a) Membentuk organisasi Satgas;

b) Menyiapkan posko Satgas berikut manajemen dan HTCKnya;

c) Membentuk Tim Khusus Intelijen untuk melaksanakan kegiatan kontra radikal dan deradikalisasi menetralisir ISIS;

d) Menyusun rencana program kontra radikalisasi dan deradikasilasi menetralisir ISIS;

e) Mengkoordinir, mengendalikan dan mengevaluasi program kontra radikal dan deradikalisasi ISIS;

g) Memetakan dan menganalisa jaringan teroris di wilayah NTB Dompu, Bima);

h) Membentuk kompi khusus Brimob sebagai kompi pemburu dan kompi penangkapan teroris;

i) Melaksanakan pelatihan Kompi khusus Brimob dalam menghadapi perlawanan teroris;

l) Menyiapkan anggaran, arana prasarana dalam penangkapan terorisme;

n) Melaksanakan latihan Praops dan rutin dalam upaya penangkapan terorisme;

3) Program...

(33)

3) Program III : Aksi Nasional pembersihan pereman dan premanisme;

Sasaran : Berjalannya penindakan atas pelanggaran hukum memandang besar kecilnya pelanggaran dan tinggi rendahnya status pelaku maupun korban;

Rencana aksi :

a) Memetakan dan menganalisa jaringan premanisme;

b) Membentuk Satgas anti preman;

c) Melaksanakan pelatihan Satgas anti preman;

d) Membentuk tim khusus identifikasi pelaku premanisme;

e) Menruskan arahan ke Satwil terkait untuk melaksanakan operasi/giat rutin penangkapan premanisme;

f) Menyiapkan anggaran, sarana prasarana dalam penangkapan premanisme;

4) Program IV : Pembentukan dan pengefektifkan Satgas Ops Polri/kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS).

Sasaran : Terbentuknya Satgas Ops Polri kontra radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS).

Rencana aksi:

a) Tersusunnya data daerah rawan penyebaran paham Radikal;

b) Tersedianya peta/data kelompok pendukung dan yang tidak mendukung ISIS;

c) Tersedianya HTCK, SOP pelaksanaan tugas Satgas Terlaksananya program kontra radikal dan deradikalisasi pada daerah rawan berkembangnya paham ISIS.

5) Program VI : Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik.

Sasaran : Membangun personel Brimob sebagai pelopor revolusi mental.

Rencana Aksi:

a) Mengembangkan website Sat Brimob Polda NTB;

b) Melaksanakan Rawan Pagi disetiap sudut keramaian guna memback up kewilayahan

c) Membuat himbauan disetiap titik keramain dengan memasang spanduk tentang perlunya menjaga kedamaian diwilayah NKRI

e) Pelaksanaan...

(34)

e). Pelaksanaan 11 (Sebelas) Satuan Tugas Sat Brimob Polda NTB

Dalam menjabarkan program prioritas Kapolri dan Quick Wins guna peningkatan intensitas pelayanan prima yang unggul kepada masyarakat, Sat Brimob Polda NTB mengelar (Satgas) Satuan Tugas Quick Wins dalam meningkatkan Kamtibmas di wilayah NTB tergabung dalam 4( empat ) satgas dari 11 ( sebelas ) satgas yang ada.

1) Satgas I gelar kekuatan

Penempatan secara penuh personel di lapangan dengan menentukan penggal-penggal yang menjadi target/sasaran, daerah rawan, sasaran prioritas pada jam-jam tertentu dengan

Rencana aksi:

a) Optimalisasi penanganan konflik sosial;

b) Meningkatkan keamanan pada sektor industri;

c) Memperkuat perlindungan kelompok rentan dan minoritas peralatan Polri.

2) Satgas III basmi Narkoba dan judi

Melaksanaan pemetaan dan pendataan daerah rawan narkoba dan judi, penindakan terhadap pelaku Narkoba dan judi sesuai dengan hukum yang berlaku dengan bekerjasama intansi terkait.

a) Pemetaan dan pendataan jaringan judi;

b) Penyelidikan dan penyidikan jaringan judi;

c) Preemtif dan prepentif;

3) Satgas VI Kontra Radikal dan Deradikalisasi

Membackup pelaksanakan pemetaan dan pendataan daerah kontra radikal dan deradikalisasi yang ada di wilayah NTB, melaksanakan kegiatan pembina pembinaan, penyuluhan dan bimbingan pada masyarakat yang bekerjasama dengan instansi terkait dalam pencegahan dan penanganannya.

a) Deteksi/Pulbaket kelompok radikal yang ada di wilayah Polda NTB (Pemetaan Kelompok Radikal);

b) Kerjasama, koordinasi dengan instansi terkait (MUI, Kominda, Ponpes, LSM, Kemenag) untuk penanganan dan antisipasi penyebaran faham radikal;

c) Pertemuan dengan Toga, Tomas, Toda guna memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya faham radikal;

d) Kerjasama dan kunjungan kepada kelompok masyarakat dalam upaya memberikan pemahaman tentang faham radikal 4) Satgas IX penanganan bencana dan kecelakaan

Melaksanakan kegiatan penanganan bencana alam dan kecelakaan yang bersifat kontijensi dalam upaya penyelamatan baik korban jiwa dan harta bekerjasama dengan instansi terkait guna memberikan rasa aman kepada masyarakat NTB.

- Penanganan Bencana Alam dan Kecelakaan di wilayah Polda NTB.

IV. PROGRAM...

Referensi

Dokumen terkait

• Menjelaskan konsep kefarmasian di bidang tanaman obat & simplisia • Membaca & menuliskan nama tanaman & simplisia dalam ejaan latin • Menjelaskan budidaya tanaman

Pilih record obat pada daftar obat dengan menggunakan tombol panah atas dan bawah pada keyboard untuk kemudian tekan tombol panah kanan pada keyboard hingga kursor beralih pada

Sehubungan dengan jadwal E-Lelang Pekerjaan Pengecatan Marka Jalan Pada Jalan Tol. Surabaya-Gempol 2016 dengan ini Kami mengundang saudara untuk pembuktian

Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lain. Mencari

OCT3/4, c-KIT, and PLAP was variable: in some gonadoblas- toma samples, all the germ cells stained positive, whereas in others, only a subpopulation of germ cells expressed

 Guru menjelaskan cara penyelesaian soal cerita yang berkaitan dengan pecahan  Guru dan siswa menuliskan kalimat matematikanya pada gambar.  Guru menilai hasil pekerjaan

English speakers, for example, perceive the act of arguing like a war, because they are controlled by a concept that in arguing something, someone must win the argument,

4 Pelatihan yang saya peroleh di rumah sakit memberikan manfaat dan membantu saya dalam melaksanakan pekerjaan sebagai perawat.. 5 Saya mengikuti pelatihan yang dilakukan di