BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain dan Paradigma Penelitian 1. Desain Penelitian
Desain penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pre ekperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Desain penelitian pre eksperimen ini dilakukan dua kali observasi sebelum dan sesudah eksperimen. Observasi yang dilakukan sebelum eksperimen disebut pre test (O1), sedangkan observasi sesudah eksperimen disebut post test (O2). Perbedaan antara O1 dan O2, yakni O1–O2 diasumsikan merupakan efek treatment atau eksperimen. Adapun pola penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Kelompok Pre test Perlakuan Post test
Eksperimen O1 X O2
(Arikunto, 2006: 85) Keterangan:
O1 : Pre test sebelum diberikan perlakuan
X : Perlakuan (pembelajaran menggunakan media video) O2 : Post test sesudah diberikan perlakuan
2. Paradigma Penelitian
Paradigma pada penelitian ini merupakan alur yang berupa hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Paradigma penelitian disusun dengan maksud agar rencana atau pokok bahasan penelitian tidak keluar dari bahasan masalah yang direncanakan. Paradigma penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini:
: Keterangan: Daerah Penelitian
Gambar 3.1 Paradigma Penelitian
B. Prosedur Penelitian
Prosedur yang ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Persiapan penelitian
a. Melakukan studi pendahuluan, observasi ke PAUD Baiturrahman Bandung mengenai masalah penelitian
b. Menetapkan materi yang akan dipergunakan dalam penelitian
c. Menetapkan metode demonstrasi yang akan dipergunakan dalam penelitian
d. Menyusun instrumen penelitian
e. Melakukan uji coba instrumen penelitian diluar kelompok sampel untuk menguji validitas dan reliabilitas
f. Mengadakan revisi terhadap item instrumen yang tidak valid dan tidak reliabel.
2. Pelaksanaan penelitian
a. Menetapkan kelas yang akan digunakan untuk eksperimen
b. Melakukan pre test pada sampel untuk mengetahui data awal penelitian Kemampuan Kognitif Anak
Sampel Penelitian 1. Analisis 2. Temuan penelitia 3. Kesimpulan Pre test Post test Pembelajaran dengan media video
c. Kemudian sampel diberi perlakuan penerapan media video dengan metode demonstrasi. Dalam penelitian dibantu oleh guru kelas
d. Setelah diberikan perlakuan pada sampel penelitian, maka selanjutnya diberi post test.
e. Mengolah data hasil penelitian 3. Menyusun laporan hasil penelitian
C. Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012).
Dalam penelitian ini ditetapkan dua variabel yaitu: 1. Variabel Bebas
Variabel bebas (independen) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono, 2012). Variabel bebasnya adalah penggunaan media video yang disebut sebagai suatu perlakuan atau treatment.
2. Variabel Terikat
Variabel terikat (dependen) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2012). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan kognitif anak usia dini.
D. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian
Lokasi, populasi, dan sampel dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut : 1. Lokasi
Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Baiturrahman beralamat Jl. Sindang Sirna, No. 06 Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
2. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek yang menjadi pusat perhatian penelitian dan tempat untuk mengeneralisasi temuan penelitian (Sandjaja, 2006: 180). Sejalan dengan pernyataan tersebut, Sugiyono (2005) menambahkan “Populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Berdasarkan uraian teori di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelompok B PAUD Baiturrahman yang berjumlah 25 orang.
Tabel 3.2
Jumlah Populasi Penelitian
Kelompok Jenis Kelamin Jumlah Perempuan Laki-laki Usia 5-6 tahun 15 10 25 3. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012: 81). Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Pemilihan sampel dari populasinya menggunakan non-probability sampling. Non-non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang pada setiap anggota populasi untuk dijadikan anggota sampel (Sugiyono, 2012: 84). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh, hal tersebut dikarenakan semua anggota populasi digunakkan sebagai sampel karena jumlah populasi yang terbatas. Karena jumlah anak kelompok B PAUD Baiturrahman hanya ada satu kelas, maka sampel dalam penelitian ini adalah kelompok B yang berjumlah 25 orang anak, hal ini senada dengan Sugiyono bahwa “Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil”.
D. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah suatu definisi dari variabel penelitian yang dapat dioperasikan atau dapat dijadikan arahan untuk pelaksanaan di dalam suatu penelitian. Definisi operasional pada judul penelitian ini adalah:
1. Media video adalah rekaman peragaan proses dan langkah-langkah melaksanakan prosedur. Video ialah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum pendidikan yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan anak mencerna meteri pembelajaran secara lebih mudah dan menarik. Slide yang ditayangkan adalah materi dalam bentuk compact disc (CD) dengan format avi, dan dalam penggunaannya memakai media laptop dan LCD.
2. Kemampuan kognitif ialah suatu istilah intelektual/intelegensi yang diartikan proses berfikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Dalam hal ini kemampuan kognitif anak merupakan produk yang dicapai anak setelah mengikuti pembelajaran dengan media video, dari mulai level pemrosesan informasi sampai level melakukan penelitian. Penilaian kemampuan kognitif anak ini diberikan guru diawal maupun di akhir pembelajaran.
3. Anak usia dini termasuk dalam fase pra-operasional yang dalam tahap ini dimulai dengan penguasaan bahasa yang sistematis, permainan simbolis, simbolis atau tidak langsung serta bayangan dalam mental. Semua proses tersebut menunjukkan bahwa anak sudah mampu melakukan tingkah laku secara simbolis (Siti, 2002: 221). Anak usia dini yang menjadi objek dalam penelitian ini batasan umurnya adalah usia 5-6 tahun atau yang disebut dengan anak usia TK atau kelompok B di PAUD Baiturrahman.
E. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya (Arikunto, 2010: 101). Instrumen yang digunakan dalam pedoman penelitian ini adalah pedoman observasi yang berbentuk rating scale, pedoman wawancara dan studi dokumentasi.
2. Menganalisis Variabel Penelitian
Peneliti terlebih dahulu mengkaji variabel menjadi sub variabel/dimensi, indikator serta item pernyataan dengan rinci dan jelas sehingga dapat diukur dan menghasilkan data yang diinginkan oleh peneliti. Pembuatan indikator, dalam hal ini indicator kemampuan kognitif anak, peneliti mengunakan teori atau konsep-konsep yang ada dalam pengetahuan ilmiah seperti dalam Denny Davis, CRI, PERMEN 58 dan teori lainnya. 3. Menetapkan Jenis Instrumen
Langkah kedua, peneliti menetapkan jenis instrumen penelitian yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dalam pengumpulan data di lapangan, atau dengan kata lain instrumen tersebut digunakan untuk mengukur variabel, sub variabel atau indikator yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan teori. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dalam bentuk rating scale, dan studi dokumentasi penggunaan media video untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak.
Berdasarkan sumber dari
http://elearningpendidikan.com/jenis-jenis-metode-dan-instrumen-pengumpulan-data.html yang di unduh pada tanggal 01
Januari 2014, instrumen yang dapat digunakan dalam penelitian adalah bentuk test, angket, wawancara, observasi, daftar cocok (check list), skala, dan dokumentasi. Seluruh jenis instrumen penelitian dipilih dan digunakan berdasarkan fungsi dan kebutuhan di lapangan. Penjelasan tiap-tiap instrumen penelitian dapat dilihat dibawah ini:
a) Test
Test adalah serentatan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimilki oleh individu atau kelompok (Suharsimi, 1987). Beberapa jenis test dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Test kepribadian atau personality test, b. Test bakat atau aptitude test,
c. Test intelegensi atau intelegence test, d. Test sikap atau attitude test,
e. Teknik proyeksi, f. Test minat, dan g. Test prestasi. b) Angket
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberi tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. (Arikunto, 2000) Orang yang diberi angket oleh peneliti disebut sebagai responden. Berdasarkan responden angket dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu angket terbuka, angket tertutup, dan angket campuran (gabungan).
Angket terbuka adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Angket terbuka digunakan jika peneliti tidak dapat menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden. Angket tertutup adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memebrikan tanda silang atau centang pada kolom atau tempat yang sesuai. Sedangkan angket campuran adalah gabungan antara angket terbuka dan angket tertutup.
c) Wawancara
Salah satu cara yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dengan metode interview. Dengan metode ini peneliti harus memikirkan tentang pelaksanaannya, mulai pada sikap pada waktu datang sikap duduk, tutur kata, keramahan serta keseluruhan penampilan akan sangat berpengaruh terhadap isi jawaban responden, maka perlu adanya latihan yang intensif bagi calon
interviewer. Sebelum melakukan interview harus mempersiapkan pedoman
wawancara agar tidak ada pokok-pokok yang tertinggal dan pencatatannya lebih cepat (Suharsimi, l987: 183). Secara umum, pedoman wawancara terdiri dari dua, yaitu pedoman wawancara tersetruktur dan pedoman wawancara tidak terstruktur. Wawancara harus dilaksanakan dengan efektif, artinya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dapat diperoleh data sebanyak-banyaknya.
Bahasa harus jelas, terarah, suasana rileks agar data yang diperoleh dalah data yang obyektif dan dapat dipercaya.
d) Observasi
Observasi sering diartikan sempit sebagai bentuk kegiatan yakni
memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Dalam
pengertian psikologi, observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh panca indera. Dengan demikian maka dalam konteks penelitian, pengamatan tersebut dapat berupa tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara. Secara umum observasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
a. Observasi non sistematis yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan.
b. Observasi sistematis yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.
Pedoman observasi dapat berupa sign sistem yaitu instrumen observasi yang menggunakan tanda pada kolom tempat peristiwa yang muncul, dan cara ini biasa juga disebut dengan sistem tanda. Selain sistem tanda juga dikenal sistem kategori yaitu sistem pengamatan yang membatasi sejumlah variabel. Pengamat hanya mengamati kejadian-kejadian yang tergolong pada kategori yang akan diteliti.
e) Daftar cocok (Check list)
Check list sesungguhnya dapat dikategorikan sebagai angket tertutup dimana
angket tertutup adalah angket yang diberikan kepada responden dan responden hanya memilih atau memberikan cros check pada pilihan yang sesuai. Akan tetapi daftar cocok bukanlah angket akan tetapi bentuk yang memuat beberapa pertanyaan dan jawaban yang seragam.
f) Skala
Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subyektif yang dibuat
berskala (Suharsimi, 1987). Skala menunjuk pada sebuah
yang disediakan merupakan sesuatu yang berjenjang. Skala banyak digunakan untuk mengukur aspek-aspek kepribadian atau aspek kejiwaaan yang lain. Sebagai contoh adalah penggunaan skala Likert yang biasanya menggunkan lima tingkatan yaitu: selalu, kadang-kadang, tidak pernah atau baik, cukup, jelek atau besar, sedang, kecil dan sebagainya. Selain itu juga sering digunakan adalah skala sangat setuju (SS), setuju (S), abstain (A) tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Pemilihan alternatif diserahkan kepada keinginan peneliti yang menciptakan instrumen tersebut.
g) Dokumentasi
Dokumentasi asal katanya adalah dokumen yang berarti barang tertulis. Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat catatan harian dan sebagainya. Metode dokumentasi dapat dilaksanakan dengan pedoman dokumentasi yang memuat garis besar atau kategori yang akan dicari datanya, serta metode dokumentasi chek list, yaitu daftar variabel yang akan dikumpulkan datanya. Dalam hal ini peneliti membubuhkan tanda setiap pemunculan data yang dimaksud.
Dari berbagai penjelasan macam-macam instrumen penelitian, maka penulis mengambil keputusan, bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa pedoman observasi berbentuk rating scale, serta studi dokumentasi.
4. Kisi-kisi Instrumen
Kisi-kisi adalah sebuah tabel yang menunjukkan hubungan antara hal-hal yang disebutkan dalam baris dengan hal-hal yang disebutkan dalam kolom. Sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti (Arikunto 2010: 138). Kisi-kisi ini dibuat untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh media video terhadap kemampuan kognitif anak usia dini. Adapun langkah-langkah dalam menyusun format observasi dengan kegiatan ini adalah sebagai berikut:
a. Penulis menyusun dan membuat kisi-kisi instrumen penelitian;
b. Menyusun pedoman instrumen dengan mengacu pada kisi-kisi instrumen yang telah disusun sebelumnya;
c. Melakukan judgmen instrumen dengan berkonsultasi pada para ahli; d. Melakukan penyempurnaan terhadap pedoman instrumen (observasi); e. Menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya
untuk melakukan penelitian di lokasi penelitian;
f. Melaksanakan penelitian dan menggunakan instrumen dalam melaksanakan pre test dan post test pada kelas kelompok B PAUD Baiturrahman.
Adapun kisi-kisi instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dalam tabel 3.3 sebagai berikut:
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen
Variabel Sub Variabel
Indikator Item Pernyataan Butir Item Teknik Pengumpulan Data Sumber Data A. Kognitif A. 1 Pemrosesan informasi A. 1. 1 Mengklasifikasi kan benda berdasarkan fungsi 1. Mengelompoka n benda sesuai warna 2. Mengelompoka n benda seuai bentuk 3. Mengelompoka n benda sesuai ukuran 1,2,3, Observasi Dokumentasi Anak A. 2 Membangun Pemahaman A. 2. 1 Memahami konsep bilangan 4. Mengurutkan secara lisan urutan bilangan 1-10 5. Mengurutkan secara lisan bilangan dari 10-1 6. Menyebutkan secara acak 4,5,6 Observasi Dokumentasi Anak A. 2. 2 Memahami konsep ukuran 7. Mengukur panjang benda dengan penggaris 8. Mengukur berat benda dengan timbangan 7,8 Observasi Dokumentasi Anak A. 2. 3 Memahami konsep waktu 9. Mengaitkan waktu yang dikaitkan 9,10 Observasi Dokumentasi Anak
dengan jam 10. Mengaitkan waktu yang dikaitkan dengan hari A. 2. 4 Memahami konsep matematika 11. Menyebutkan hasil penambahan dengan benda 12. Menyebutkan hasil pengurangan dengan benda 11,12 Observasi Dokumentasi Anak A. 3 Menerapkan Pengetahuan A. 3. 1 Menggunakan informasi dengan cara dan situasi baru 13. Menjelaskan proses suatu kejadian secara sederhana 13 Observasi Dokumentasi Anak A. 3. 2 Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya 14. Menceritakan kembali rangkaian suatu kejadian 15. Bertanya tentang suatu kejadian 16. Menyebutkan penyebab dari suatu kejadian 17. Menyebutkan akibat dari suatu kejadian 14,15, 16, 17 Observasi Dokumentasi Anak A. 4 Memecahka n masalah A. 4. 1 Memecahkan masalah secara sederhana 18. Menyebutkan tiga cara pemecahan masalah dari suatu kejadian 18 Observasi Dokumentasi Anak A. 4. 2 Menyusun masalah 19. Menyusun puzzle menjadi bentuk utuh (lebih dari 8 keping) 19 Observasi Dokumentasi Anak A. 4. 3 Memahami solusi 20. Mengungkapka n pendapat dari masalah secara benar 20 Observasi Dokumentasi Anak A. 5 Melakukan penelitian A. 5. 1 Melakukan percobaan 21. Melakukan percobaan terjadinya suatu kejadian 21 Observasi Dokumentasi Anak B. Penggunaan Media Video B.1 Perencanaan 1. Guru mempersiapkan lingkungan belajar tentang kegiatan 1, 2,3 Observasi Dokumentasi Guru
pembelajaran, menyiapkan fasilitas pada saat awal kegiatan seperti laptop, speaker, dan LCD 2. Guru menyediakan media pembelajaran terkait penayangan video sesuai tema kegiatan pembelajaran 3. Guru mempersiapkan catatan penilaian anak 1. Pelaksana an 4. Guru mengkondisika n dan memposisikan tempat duduk anak dengan baik 5. Guru mengkomunika si kan tema, bahan, dan video yang digunakan pada waktu kegiatan 6. Guru menyampaikan penjelasan sederhana tentang kegiatan pembelajaran 7. Guru melibatkan semua anak dalam menonton video 8. Guru 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11 Observasi Dokumentasi Guru
memberikan motivasi pada anak pada saat kegiatan 9. Guru mengadakan proses tanyajawab pada anak terkait penayangan video yang disesuaikan dengan tema 10. Guru mengobservasi anak pada saat kegitan berlangsung 11. Guru memonitor dan membimbing anak pada kegiatan eksperimen belangsung 2. Penilaian 12. Guru memberikan kesempatan bertanya pada anak saat kegiatan eksperimen berlangsung 13. Guru memberikan kesempatan untuk menceritakan kembali kegiatan yang telah dilaksanakan 14. Guru menilai apakah tujuan pembelajaran telah tercapai 12, 13,14 Dokumentasi Observasi Guru Anak
5. Membuat Instrumen Penelitian
Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun pada langkah sebelumnya, peneliti kemudian membuat instrumen penelitian yang terdiri dari item atau pernyataan yang mengacu pada indikator yang telah ditentukan. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dalam bentuk rating scale. Berikut adalah pedoman observasi penelitian pengaruh penggunaan media video terhadap kemampuan kognitif anak:
Tabel 3.4
Pedoman Observasi Penelitian Untuk Anak
No. Butir Item Penilaian Anak
BB MB BSH BSB
1 Anak dapat mengelompokan benda sesuai warna 2 Anak dapat mengelompokan benda sesuai bentuk 3 Anak dapat mengelompokan benda sesuai ukuran 4 Anak dapat meyebutkan urutan bilangan 1-10
5 Anak dapat menyebutkan bilangan mundur dari 10-1 6 Anak dapat menyebutkan secara acak
7 Anak dapat mengukur panjang sebuah benda dengan penggaris
8 Anak dapat mengukur berat benda dengan timbangan 9 Anak dapat mengaitkan waktu yang dikaitkan
dengan jam
10 Anak mengaitkan waktu yang dikaitkan dengan hari 11 Anak dapat menyebutkan hasil penambahan dengan
benda
12 Anak dapat menyebutkan hasil pengurangan dengan benda
13 Anak dapat menjelaskan proses suatu kejadian secara sederhana
14 Anak dapat menceritakan kembali rangkaian suatu kejadian
Keterangan :
1. BB : Belum Berkembang
2. MB : Mulai Berkembang
3. BSH : Berkembang Sesuai Harapan
4. BSB : Berkembang Sangat Baik
Tabel 3.5
Pedoman Observasi Untuk Aktifitas Guru
No. Item Pertanyaan Penilaian Ket.
Ya Tidak 1. Guru mempersiapkan lingkungan belajar tentang kegiatan
pembelajaran
√
2. Guru Mempersiapkan fasilitas pada saat kegiatan seperti Laptop,speaker, LCD proyektor dan infokus
√
3. Guru menyediakan media pembelajaran yaitu media video pada kegiatan pembelajaran
√
4. Guru menyiapkan catatan penilaian anak √
5. Guru mengkondisikan dan memposisikan duduk anak dengan baik
√
6. Guru mengkomunikasikan bahan, tema dan media video pembelajaran yang digunakan pada waktu kegiatan
√
7. Guru menyampaikan secara sederhana tentang kegiatan pembelajaran
√
8. Guru melibatkan semua anak dalam menonton video √
9. Guru memberikan proses tanya jawab pada anak terkait kegiatan menonton media video
10. Guru memberikan motivasi kepada anak pada saat kegiatan √ 11. Guru mengobservasi anak pada saat kegiatan berlangsung
16 Anak dapat menyebutkan penyebab dari suatu kejadian
17 Anak dapat menyebutkan akibat dari suatu kejadian 18 Anak dapat menyebutkan tiga cara pemecahan
masalah dari suatu kejadian
19 Anak dapat menyusun puzzle menjadi bentuk utuh (lebih dari 8 keping)
20 Mengungkapkan pendapat dari masalah secara benar 21 Melakukan percobaan terjadinya suatu kejadian
12. Guru mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan eksperimen sesuai aturan
√
13. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya pada saat kegiatan eksperimen
√
14. Guru memberikan kesempatan menceritakan kembali kegiatan yang telah dilaksanakan
√
15. Guru menilai apakah tujuan pembelajaran telah tercapai √
Tabel 3.6
Pedoman Observasi Studi Dokumentasi
No. Jenis Dokumen Keterangan Deskripsi
Ada Tidak ada
1 Kurikulum √ Tahun 2010
2 Program tahunan √
3 Program semester √
4 Rencana Kegiatan Mingguan (RKM) √
5 Rencana Kegiatan Harian (RKH) √
6 Buku laporan perkembangan anak √
6. Analisis Instrumen
Analisis instrumen dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain sebagai berikut:
a. Uji Coba
Sebelum menggunakan instrumen penelitian, instrumen tersebut diuji coba terlebih dahulu. Uji coba ini dilakukan di TK Melati Ciwastra - Bandung yang mempunyai karakteristik dan kurikulum yang sama, dengan jumlah responden sebanyak 25 orang. Pelaksanaan uji coba instrumen dimaksudkan untuk mengetahui kevalidan dari butir soal yang akan dijadikan sebagai bahan penelitian. Instrumen yang baik haruslah memenuhi dua persyaratan penting yaitu validitas dan reliabilitas (Arikunto, 2006: 167).
b. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2010: 167). Penilaian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan membandingkan atau mengkorelasikan antara hal yang dinilai dengan kriterianya.
Pada pengujian alat ukur penggunaan penelitian dapat menunjukkan seberapa besar alat untuk penelitian mampu mengukur variabel yang terdapat dalam suatu penelitian. Dengan kata lain, validitas merupakan suatu ukuran yang dapat menunjukkan tingkatan akurasi suatu alat ukur. Suatu alat akur yang salah memiliki validitas rendah, begitupun sebaliknya. Terdapat dua cara dalam pengujian validitas (Sugiyono, 2012) yaitu:
1) Validitas Isi (Content Validity)
Untuk menguji validitas isi, digunakan pendapat dari ahli (judgement expert). Yaitu berdasarkan aspek-aspek yang akan diukur berlandaskan pada teori tertentu. Instrumen yang telah di judgement dan mendapatkan penilain cukup baik oleh para ahli di bidangnya maka dapat digunakan dalam melakukan penelitian.
2) Validitas Item (Item Validity)
Setelah dilakukan judgement oleh para ahli, maka instrument tersebut divalidasi item dengan cara diujicobakan. Dalam menguji validitas item, maka dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi yang telah diajarkan. Pada setiap instrumen baik tes maupun non tes terdapat butir-butir (item) pertanyaan atau pernyataan. Validitas instrument dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
(Arikunto, 2006: 170) Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y X : Item soal yang dicari validitasnya
} ) ( }{ ) ( { ) )( ( 2 2 2 2 y y N x x N y x xy N rxy
Y : Skor total yang diperoleh sampel
N : Jumlah sampel
Setelah mendapatkan rhitung, kemudian untuk menguji nilai signifikasi validitas butir soal tersebut penulis menggunakan uji t yaitu dengan menggunakan rumus:
; dk = n - 2 (Sugiyono, 2008: 184) Keterangan:
t : Nilai uji signifikansi korelasi r : Koefisien korelasi
n : Jumlah sampel
Setelah nilai uji signifikansi didapatkan, maka tahapan selanjutnya adalah pengambilan keputusan pengujian kevaliditasan instrumen yang didasarkan pada nilai thitung dan ttabel pada taraf kepercayaan 95% atau α = 0,05, dengan kriteria sebagai berikut:
Jika thitung > ttabel, maka butir soal valid Jika thitung < ttabel, maka butir soal tidak valid
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, hasil pengujian validitas instrumen penelitian dapat dilihat pada tabel 3.8 dibawah ini:
Tabel 3.7
Hasil Uji Validitas Instrumen
No. Soal Nilai thitung Nilai ttabel Kriteria
1 2.2183 Valid 2 2.3076 Valid 3 2.2224 Valid 4 2.1428 Valid 5 2.4557 Valid 6 2.0958 Valid 7 2.1761 Valid 8 2.3996 Valid
No. Soal Nilai thitung Nilai ttabel Kriteria 9 2.2949 2.0595 Valid 10 2.2506 Valid 11 2.1872 Valid 12 2.1249 Valid 13 1.6382 Tidak Valid 14 2.1645 Valid 15 2.3901 Valid 16 1.3176 Tidak Valid 17 1.7771 Tidak Valid 18 2.3076 Valid 19 2.2486 Valid 20 2.2941 Valid 21 2.4817 Valid c. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Artinya kapanpun alat pengumpul data tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama (Arikunto, 2010: 258).
Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas suatu instrumen penelitian. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik, tidak bersifat tendesius, datanya memang benar sesuai dengan kenyataan hingga beberapa kali diambil, hasilnya akan tetap sama. Rumus yang dapat digunakan untuk uji reliabilitas adalah rumus Alpha dari Cronbach berikut:
Keterangan:
r11 : Reliabilitas instrumen
k : Banyaknya butir instrumen ∑σ : Varians total
Tolak ukur koefisien reliabilitas instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah berpedoman pada koefisien korelasi dari Sugiyono (2008: 184) yang disajikan pada tabel berikut:
Tabel 3.8 Kriteria Uji Reliabilitas
Interval Koefisien Kriteria 0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 - 0,799 0,80 – 1,000 Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi
Perhitungan uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan metode
Alpha dari Cronbach dan dengan bantuan aplikasi software SPSS 16.0 for windows. Hasil perhitungan nilai mean, varians, dan standar deviasi, untuk uji
reliabilitas pada 21 butir soal, dengan responden sebanyak N = 25, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.9 Hasil Uji Statistika
Mean Variance Std. Deviation N of Items
40.12 49.777 7.055 21
Sedangkan hasil uji reliabilitas instrumen dapat dilihat pada table 3.10 dibawah: Tabel 3.10
Hasil Uji Reliabilitas Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Tabel 3.10 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items N of Items
.797 .701 21
Pada tabel 3.10 diatas terlihat bahwa α hasil perhitungan sebesar 0,797 lebih besar daripada nilai α standar yang diperbolehkan (standar nilai reliabilitas) yaitu sebesar 0,701. Adapun kriteria nilai uji reliabilitas instrumen penelitian ini dalam taraf nyata 95% (α = 0,05) berada dalam kriteria tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian bersifat reliabel.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan pada penelitian ini antara lain: 1. Observasi
Teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teknik observasi terstuktur. Sugiono (2012: 146) mengemukakan bahwa observasi terstuktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya. Dengan format penilaian menggunakan alat obsevasi berbentuk rating scale.
Observasi dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih mendalam tentang keterampilan kognitif anak. Observasi ini dilakukan oleh peneliti sebelum, pada saat dan sesudah diterapkannya media video guna melihat pengaruh terhadap kemampuan kognitif anak di kelompok B PAUD Baiturrahman.
2. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik. Studi dokumentasi digunakan karena dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pokok penelitian berupa proses dan hasil yang dicapai dari penerapan media video yang berpengaruh terhadap kemampuan kognitif anak PAUD Baiturrahman. Studi dokumentasi digunakan untuk mempertegas
bagaimana proses pelaksanaan penerapan media video pada saat kegiatan berlangsung.
G. Teknik Analisis Data
Menurut Sugiyono (2008: 147), data yang telah diperoleh dalam penelitian akan diolah dan dianalisis, dengan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menganalisis data, diantaranya adalah:
1. Mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden. 2. Mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden. 3. Menyajikan data tiap variabel yang diteliti.
4. Melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah.
5. Melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Adapun langkah-langkah dalam proses analisis data penelitian pre eksperimen ini adalah; dengan mendeskripsikan pengujian kemampuan kognitif anak, menguji normalitas data serta melakukan uji t berpasangan (paired sample t test) guna menghasilkan hipotesis penelitian.
a. Uji Kemampuan Kognitif
Kemampuan kognitif anak didapatkan dan dinilai dari skor pre test dan post test setelah melalui proses pembelajaran dengan menggunakan media video. Pengujiannya dilihat dari rata-rata nilai dari masing-masing tahapan test serta dibandingkan dengan kriteria yang telah distandarkan oleh sekolah tempat penelitian. Kriteria kemampuan kognitif anak, dapat didasarkan pada tabel 3.11 berikut ini:
Tabel 3.11
Kriteria Kemampuan Kognitif Anak PAUD Baiturrahman
Skor Rentang Kriteria
0 0 – 24.99 Belum Berkembang
1 25 – 49.99 Mulai Berkembang
2 50 – 74.99 Berkembang Sesuai Harapan
3 75 – 99.99 Berkembang Sangat Baik
b. Uji Normalitas
Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. Jika data berdistribusi normal, artinya hasil yang diperoleh dari uji coba instrumen berada dalam taraf kepercayaan yang tinggi, sedangkan jika tidak berdistribusi normal maka uji coba instrumen diragukan kebenarannya. Pengujian normalitas data untuk yang sesuai dengan desain penelitian ini adalah dapat menggunakan uji Z Kolmogorov–Smirnov (p>0,05), baik dengan menghitungnya secara manual maupun dengan bantuan software SPSS.
Pengujian normalitas data untuk penelitian dalam bidang pendidikan, biasanya dilakukan pada taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Kenormalan data diketahui setelah menghitung nilai
Z
, dan mencari serta mengetahui nilai probabilitas data (p). Kriteria kenormalan data yang dijadikan acuan adalah, “jika nilai p kedua data hasil penelitian (pre test dan post test) lebih besar dari 0.05 maka data berdistribusi normal”.c. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis penelitian dimaksudkan untuk menjawab formulasi yang diajukan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode statistik sesuai dengan sifat data yang diperoleh setelah melakukan uji normalitas. Pengambilan keputusan diawali dengan menggunakan uji t (paired sample t test). Setelah mendapatkan nilai thitung, maka nilai probabilitas (p) data dibandingkan pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05).
Tahapan awal pengambilan keputusan hipotesis dilakukan dengan menggunakan cara paired sample t test, dengan kriteria hipotesisnya adalah; Ho diterima jika – t 1–½ α < t hitung < t 1–½ α, dimana t 1–½ α didapat dari daftar tabel t dengan dk = (n1 + n2 – 1) dan peluang 1- ½ α. Untuk harga-harga t lainnya Ho ditolak. Setelah proses uji t (paired sample t test) dilakukan, tahapan selanjutnya adalah dengan membandingkan angka probabilitas (nilai p). Kriteria pengujian hipotesis penelitiannya adalah jika nilai p < 0,05, maka Ho ditolak. Sedangkan jika nilai p > 0,05, maka Ho diterima.
Adapun Formulasi hipotesis yang diuji adalah:
Ho:
μ
D ≤ 0: Tidak terdapat perbedaan kemampuan kognitif yang signifikan pada anak kelompok B PAUD Baiturrahman sebelum dan sesudah diberikan penggunaan media video.Ha: