• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan dengan ISO 14001 Sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan dengan ISO 14001 Sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

vi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan perusahaan tersebut dengan implementasi ISO 14001 sebagai variable moderating pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Penelitian ini didasarkan pada studi empiris. Melalui teknik purposive sampling, lebih dari 70 perusahaan publik yang berpartisipasi dalam program PROPER 2013-2014 dilibatkan dalam penelitian. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan kinerja lingkungan yang pada akhirnya tidak mempengaruhi kinerja keuangan dari perusahaan tersebut. Perusahaan rawan lingkungan khususnya perusahaan publik di Indonesia yang ingin meningkatkan kinerja keuangannya dan keberlangsungan usahanya harus meningkatkan kinerja lingkungannya untuk mendapatkan kepercarayaan dari masyarakat. Selanjutnya, tingkat kinerja lingkungan perusahaan merupakan informasi berharga yang pantas dipertimbangkan sebagai salah satu kriteria pengambilan keputusan investasi yang rasional bagi investor

Kata kunci: PROPER, ISO 14001, Kinerja Keuangan, Lingkungan Hidup.

(2)

vii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

The purpose of this study was to see how much impact will environmental performance do against economic performance of one company with the implementation of ISO 14001 as a moderating variable between them in companies that are listed in BEI. This study was based on empirical studies. With the purposive sampling technique, more than 70 public companies that participated in PROPER 2013-2014 were included in this study. The result of hypothesis testing showed that environmental performance did not affect economic performance of one company. Companies that are prone in environmental issues, especially public companies in Indonesia that wanted to improve their economic performance and their sustainability should improve their environmental performance to gain trust from public. Furthermore, environmental performance level of one company can be interpreted as a valueable information to consider at as one of the decision making requirements in a rational investation of investor.

Keywords: PROPER, ISO 14001, Economic Performance, Environmental.

(3)

viii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL …………...………... i

HALAMAN PENGESAHAN ………... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR ………..… iii

KATA PENGANTAR ………..………..…… iv

ABSTRAK ……….. vi

DAFTAR ISI ………..……….. viii

DAFTAR TABEL ………..………... xii

DAFTAR GAMBAR ………..………. xiii

DAFTAR LAMPIRAN ……….………..………… xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian ………..….. 1

1.2. Identifikasi Masalah ………….………..….. 9

1.3. Tujuan Penelitian ……….………..….. 9

1.4. Manfaat Penelitian …………...………..….. 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Pustaka …………...………..…….. 11

2.1.1. Akuntansi Lingkungan ………. 11

2.1.1.1. Definisi Akuntansi Lingkungan ……… 11

2.1.2. Akuntansi Manajemen Lingkungan ………. 15

2.1.2.1. Definisi Akuntansi Manajemen Lingkungan ……… 15

2.1.2.2. Aplikasi Akuntansi Manajemen Lingkungan ……... 20

(4)

ix Universitas Kristen Maranatha

2.1.3. Biaya Lingkungan ……….….. 24

2.1.3.1. Klasifikasi Biaya Lingkungan ………. 26

2.1.3.2. Pembebanan Biaya Lingkungan ………... 30

2.1.4. Kinerja Lingkungan ……….……….... 30

2.1.4.1. Definisi Kinerja Lingkungan ……… 30

2.1.5. ISO 14001 ………... 34

2.1.5.1. Standar ……….. 34

2.1.5.2. Pengenalan ISO ……… 35

2.1.5.3. Sejarah ISO 14001 ……… 36

2.1.5.3. Manfaat ISO 14001 ………... 36

2.1.5. Kinerja Keuangan ……… 37

2.1.5.1. Definisi Kinerja Keuangan ………... 37

2.2. Ringkasan Penelitian Terdahulu ……… 38

2.3. Pengembangan Hipotesis ………... 43

2.3.1. Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan .. 43

2.3.2. Pengaruh Kinerja Lingkungan melalui penerapan SML ISO 14001 sebagai variabel moderasi terhadap Kinerja Keuangan ……… 44 2.4. Model Penelitian ………... 45

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……….. 47

3.1. Jenis Penelitian ………. 47

3.2. Populasi dan Sampel ……….. 47

3.3. Teknik Pengambilan Sampel ………. 48

3.4. Definisi Operasional Variabel ………... 49

3.5. Metode Pengumpulan Data ……… 51

(5)

x Universitas Kristen Maranatha

3.6.1. Analisis Uji Asumsi Klasik ………. 51

3.6.1.1. Uji Normalitas ……….. 53

3.6.1.2. Uji Multikolinearitas ……… 53

3.6.1.3. Uji Normalitas ……….. 54

3.6.1.4. Uji Autokorelasi ……… 55

3.6.2. Pengujian Hipotesis ………. 55

3.6.2.1. Uji F atau Uji Simultan ………. 55

3.6.2.2. Uji t atau Uji Parsial ………. 56

3.6.2.3. Uji Variabel Moderating ………... 56

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………... 58

4.1. Gambaran Objek Penelitian ………... 58

4.2. Uji Asumsi Klasik ……….. 58

4.2.1. Uji Outlier ……… 58

4.2.2. Uji Normalitas ………. 59

4.2.3. Uji Multikolinearitas ……… 60

4.2.4. Uji Heterokedasitas ……….. 61

4.2.5. Uji Autokorelasi ………... 61

4.3. Analisis Linier Regresi Berganda ……….. 63

4.4. Pengujian Hipotesis ………... 64

4.4.1. Uji Signifikansi Simultan ……….. 64

4.4.2. Uji Signifikansi Parsial ……….. 65

4.5. Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan ………. 66

4.6. Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan dengan Variabel ISO 14001 Sebagai Variabel Moderasi ………. 67

(6)

xi Universitas Kristen Maranatha

5.2. Saran ………... 68

DAFTAR PUSTAKA ……… 69

LAMPIRAN ……….. 74

(7)

xii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Apakah Akuntansi Manajemen Lingkungan ………. 17

Tabel 2.2. Peringkat Kinerja PROPER ………... 33

Tabel 2.3. Ringkasan Penelitian Terdahulu ………... 38

Tabel 3.1. Ringkasan Penelitian Terdahulu ………... 49

Tabel 3.2. Definisi Operasional Variabel ...………... 50

Tabel 3.3. Jenis-Jenis Variabel Moderator ...………... 56

Tabel 4.1. Hasil Uji Outlier ...………... 59

Tabel 4.2. Hasil Uji Normalitas ...………... 59

Tabel 4.3. Hasil Uji Multikolinearitas ………... 60

Tabel 4.4. Hasil Uji Heterokedasitas ………... 61

Tabel 4.5. Hasil Uji Autokorelasi ………... 62

Tabel 4.6. Analisis Regresi Linier Berganda ………... 63

Tabel 4.7. Hasil Uji Simultan …..………... 65

(8)

xiii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(9)

xiv Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

(10)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Selama beberapa tahun ini, perhatian dunia mengenai lingkungan hidup

semakin menarik perhatian banyak orang. Setiap aktivitas perusahaan yang

mengarah ke pencemaran lingkungan hidup telah membangkitkan kepedulian

masyarakat mengenai proses produksi yang ramah lingkungan yang bertujuan

untuk mengurangi dampak dari polusi yang dihasilkan. Hal ini mengakibatkan

perusahaan dituntut untuk lebih menaruh perhatian terhadap kegiatan yang dapat

meminimalkan polusi dan menggunakan sumber daya alam secara lebih efektif

dan lebih efisien (Schaltegger & Synnestvedt, 2002), dan memotivasi perusahaan

untuk membentuk image perusahaan dalam pandangan masyarakat sebagai

perusahaan yang peduli terhadap lingkungan (Ahmad dan Sulaiman, 2002).

Konsep akuntansi lingkungan sebenarnya sudah mulai berkembang sejak

tahun 1970an di Eropa. Akibat tekanan dari lembaga-lembaga bukan pemerintah

dan meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat yang mendesak

agar perusahaan-perusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan tidak hanya

kegiatan industri demi bisnis semata (Almilia dan Wijayanto, 2007). Begitupun

yang terjadi di Indonesia pada saat ini, aspek lingkungan telah menjadi hal yang

(11)

2 Universitas Kristen Maranatha seperti halnya di negara-negara lainnya. Usaha dari pihak regulator di Indonesia

untuk melestarikan dan mengembangkan kemampuan lingkungan hidup yang

serasi, selaras, dan seimbang telah dilakukan dengan menerapkan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 mengenai Pengelolaan

Lingkungan Hidup. Aturan pelaksanaan lebih lanjut telah dinyatakan dengan

diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999. Pemerintah sebagai

pihak regulator berkewajiban menjembatani kepentingan antara perusahaan

dengan publik, namun tentu saja kesadaran dan peran dari perusahaan dalam

beroperasi dengan mengindahkan kepentingan publik menjadi kunci masalah dan

topik yang menarik bagi peneliti.

Program Penilaian Peringkat Kerja Perusahaan dalam Pengelolaan

Lingkungan Hidup, atau dikenal juga dengan PROPER telah dilakukan oleh

Kementrian Negara Lingkungan Hidup sejak tahun 2002 silam sebagai bentuk

pengembangan dari program PROPER PROKASIH yang menjadi salah satu

alternatif instrumen penataan sejak tahun 1995 yang diawali dengan Program Kali

Bersih (PROKASIH) pada tahun 1990. Program ini dikembangkan dengan

pertimbangan bahwa masih rendahnya kesadaran dan tingkat penataan perusahaan

karena belum efektifnya berbagai instrumen penataan yang ada, meningkatnya

tuntutan transparansi dan keterlibatan publik dalam pengelolaan lingkungan,

adanya kebutuhan insentif terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang

dilakukan oleh perusahaan demi menciptakan nilai tumbuh lingkungan, dan

adanya potensi peningkatan kinerja penataan melalui penyebaran informasi.

(12)

3 Universitas Kristen Maranatha peserta PROPER yang difokuskan kepada perusahaan-perusahaan yang

berdampak besar terhadap lingkungan hidup, yang berorientasi ekspor, yang

produknya akan bersinggungan langsung dengan lingkungan dan masyarakat, dan

perusahaan publik.

Bedasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik

Indonesia Nomor 180 Tahun 2014 Tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja

Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2013-2014, dapat

disimpulkan bahwa infrastruktur dari PROPER berkembang, ditandai dari jumlah

peserta yang mengalami peningkatan dari 187 menjadi 1908 perusahaan.

Pencapaian ini didukung oleh 84 petugas pengawas dan 95 tim ahli. Sebagian

besar pengawas berasal dari provinsi (89%), sisanya berasal langsung dari

Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KLH). Adapun keberhasilan dari

PROPER yaitu:

1. Selama 10 tahun (2004-2014) berhasil mendorong ketaatan perusahaan

terhadap peraturan lingungan dari 49% menjadi 72%

2. Berhasil mengutamakan perlindungan lingkungan ke dalam perusahaan,

sehingga lingkungan menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan.

3. PROPER digunakan perusahaan sebagai peta jalan untuk penerapan

ekonomi hijau.

4. PROPER berhasil mengkoordinasikan pengawasan lingkungan menjadi

gerakan nasional yang terkoordinasi dan dengan standar pengawassan

(13)

4 Universitas Kristen Maranatha ini, telah dilakukan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan terhadap 584

pejabat pengawas lingkungan hidup.

Selain PROPER, International Organisation for Standardization telah

mengembangkan suatu standar internasional mengenai lingkungan, yaitu Sistem

Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 yang telah diadopsi oleh berbagai

industri di dunia sejak awal tahun 90-an (Cascio dkk., 1996). SML ISO 14001

terdiri dari lima elemen utama, yaitu: 1) kebijakan lingkungan; 2) perencanaan

lingkungan; 3) pelaksanaan dan pengoperasian; 4) tindakan pemeriksaan dan

perbaikan; serta 5) pengkajian manajemen (Badan Standarisasi Nasional, 2011).

Lebih lanjut, tujuan menyeluruh dari penerapan SML ISO 14001 sebagai sebuah

standar internasional adalah untuk mendukung perlindungan lingkungan dan

pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi.

Menurut Memed Sueb & Maria Nety Indramayu Keraf (2012), keuntungan

ekonomi yang dapat diperoleh dari SML ISO 14001 antara lain dapat

memperbaiki kinerja lingkungan secara keseluruhan, menghasilkan suatu

kerangka kerja dalam upaya untuk pencegahan polusi, meningkatkan efisiensi dan

penghematan biaya potensial, dan meningkatkan citra perusahaan.

Kartika Hendra Titisari & Khara Alviana (2012) meneliti mengenai Pengaruh

Environmental Performance terhadap Economic Performance yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dari empat

variabel independen environmental performance (PROPER), total assets, industry

sector, dan ISO 14001, hanya variabel environmental performance yang

(14)

5 Universitas Kristen Maranatha Susi Sarumpaet (2005) meneliti tentang The Relationship Between

Environmental Performance and Financial Performance of Indonesian

Companies. Hasil penelitiannya adalah environmental performance tidak

berpengaruh secara signifikan terhadap financial performance di Indonesia.

Tetapi, akan berpengaruh secara signifikan dengan company size, stock exchange

listing, dan ISO 14001, yang artinya mengindikasikan adanya konsistensi antara

rating dari pemerintah dengan sertifikasi standar internasional manajemen

lingkungan.

Memed Sueb & Maria Nety Indramayu Keraf (2012) meneliti mengenai

Relasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Kinerja Keuangan. Hasil

penelitiannya adalah implementasi sistem manajemen lingkungan berpengaruh

positif terhadap pencapaian kinerja keuangan pada perusahaan yang sudah

memperoleh sertifikat ISO 14001 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Syawal Harianto & Khairul Ikhsan (2013) meneliti mengenai Pengaruh

Pengungkapan lingkungan dan Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan

pada Perusahaan HPH/HPHTI, Pertambangan Umum dan Migas yang Terdaftar

di BEI. Hasil penelitiannya adalah pengungkapan lingkungan dan kinerja

lingkungan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada

perusahaan yang bergerak di bidang HPH/HPHTI Pertambangan Umum dan

Migas yang go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun

2008-2009. Kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan pada

perusahaan yang bergerak di bidang HPH/HPHTI Pertambangan Umum dan

(15)

2008-6 Universitas Kristen Maranatha 2009. Sebaliknya, pengungkapan lingkungan berpengaruh negatif terhadap

kinerja keuangan pada perusahaan yang bergerak di bidang HPH/HPHTI,

Pertambangan umum dan Migas yang go public dan terdaftar di Bursa Efek

Indonesia pada tahun 2008-2009.

Mazda Eko Sri Tjahjono (2013) meneliti mengenai Pengaruh Kinerja

Lingkungan terhadap Nilai Perusahaan dan Kinerja Keuangan. Hasil

penelitiannya adalah bahwa kinerja lingkungan memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap kinerja keuangan. Kinerja lingkungan tidak memiliki

pengaruh secara langsung terhadap nilai perusahaan, karena nilai perusahaan

banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Kinerja keuangan memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Kinerja lingkungan memiliki

pengaruh secara tidak langsung terhadap nilai perusahaan melalui kinerja

keuangan.

Whino Sekar Prasetyaning Tunggal & Fachrurrozie (2014) meneliti mengenai

Pengaruh Environmental Performance, Environmental Cost dan CSR Disclosure

Terhadap Financial Performance. Hasil penelitiannya adalah environmental

performance memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap financial

performance. CSR disclosure tidak memiliki pengaruh terhadap financial

performance. Environmental performance memiliki pengaruh positif yang

signifikan terhadap CSR disclosure. Environmental cost tidak memiliki pengaruh

yang positif dan signifikan terhadap CSR disclosure. CSR disclosure juga tidak

memberikan dukungan positif atau hubungan tidak langsung antara variabel

(16)

7 Universitas Kristen Maranatha Ibrotul Lailatur Rohmah & Agus Wahyudin (2015) meneliti tentang Pengaruh

Environmental Performance terhadap Economic Performance dengan

Environmental Disclosure sebagai Variabel Intervening. Hasil penelitiannnya

menunjukkan bahwa environmental performance tidak berpengaruh signifikan

terhadap economic performance. Environmental performance berpengaruh

signifikan terhadap environmental disclosure. Environmental disclosure

berpengaruh signifikan terhadap economic performance. Dan bedasarkan hasil

penelitian ini juga, environmental performance berpengaruh signifikan terhadap

economic performance melalui environmental disclosure sebagai variabel

intervening yang ditunjukkan dengan perhitungan sobel test. Artinya, tinggi

rendahnya kinerja ekonomi suatu perusahaan dipengaruhi oleh kinerja lingkungan

melalui pengungkapan kinerja lingkungan tersebut. Masuknya environmental

disclosure sebagai variable intervening membuat environmental performance

menjadi berpengaruh terhadap economic performance. Maka, dapat disimpulkan

bahwa variabel intervening dalam penelitian ini benar-benar berperan dalam

pengaruh environmental performance terhadap economic performance.

Rizki Anshari Rafianto (2015) meneliti pengenai Pengaruh Pengungkapan

Corporate Social Responsibility dan Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja

Keuangan. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa pengaruh dari kinerja

lingkungan dan pengungkapan corporate social responsibility terhadap kinerja

keuangan secara simultan tidak berpengaruh. Sedangkan secara parsial,

pengungkapan corporate social responsibility berpengaruh signifikan terhadap

(17)

8 Universitas Kristen Maranatha responsibility secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja

keuangan.

Suratno et al (2006) meneliti mengenai Pengaruh Environmental Performance

Terhadap Environmental Disclosure dan Economic Performance. Hasil

penelitiannya menyatakan bahwa environmental performance berpengaruh positif

signifikan terhadap environmental disclosure, dan environmental performance

juga berpengaruh positif signifikan terhadap economic performance.

Al-Tuwaijri, et. al. (2003) meneliti tentang The Relations Among

Environmental Disclosure, Environmental Performance, and Economic

Performance: A Simultaneous Approach. Hasil penelitiannya adalah bahwa

environmental performance dan economic performance memiliki hubungan yang

positif signifikan, dan juga antara environmental disclosure dengan

environmental performance.

Penulis tertarik untuk menjadikan variabel ISO 14001 sebagai variabel

moderating, dikarenakan penulis ingin mengetahui apakah variabel ISO 14001

akan memperkuat atau memperlemah hubungan antara kinerja lingkungan dan

kinerja lingkungan. Selain itu, bedasarkan penelitan-penelitian sebelumnya,

belum ada yang menggunakan variabel ISO 14001 sebagai variabel moderating,

dan bedasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Ibrotul Lailatur Rohmah &

Agus Wahyudin (2015) mengenai Pengaruh Environmental Performance

terhadap Economic Performance dengan Environmental Disclosure sebagai

(18)

9 Universitas Kristen Maranatha yang menengahi atau mempengaruhi variabel dependen dengan independen dapat

merubah kesimpulan akhir dari penelitiannya secara signifikan.

Bedasarkan uraian di atas, penulis mengambil masalah penelitian dengan

judul: “Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan dengan ISO

14001 Sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI”.

1.2.Identifikasi Masalah

Bedasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, penulis mencoba

mengidentifikasi permasalahan sebagai berikut: Bagaimana pengaruh kinerja

lingkungan terhadap kinerja keuangan dengan ISO 14001 sebagai variable

moderating pada perusahaan yang terdaftar di BEI?

1.3.Tujuan Penelitian

Bedasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas,

maka tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh kinerja

lingkungan terhadap kinerja keuangan dengan ISO 14001 sebagai variable

moderating pada perusahaan yang terdaftar di BEI.

1.4.Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat member manfaat bagi berbagai pihak,

diantaranya:

1. Bagi Perusahaan

Memberi masukan-masukan informasi mengenai pengaruh kinerja lingkungan

terhadap kinerja keuangan, sehingga dapat membantu perusahaan dalam

menentukan kebijakannya mengenai kegiatannya yang mempengaruhi

(19)

10 Universitas Kristen Maranatha 2. Bagi Penulis

Selain untuk menambah pengalaman, penulis juga dapat menerapkan dan

membandingkan ilmu yang telah diperoleh penulis selama di bangku

perkuliahan dengan kenyataannya, terutama mengenai akuntansi manajemen

lingkungan hidup.

3. Bagi Akademisi

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu mengenai

akuntansi manajemen lingkungan hidup, dan untuk menjadi referensi bagi

(20)

68 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis mengambil simpulan

yang akan menjawab identifikasi masalah dari penelitian ini, yaitu:

1. Ranking PROPER secara parsial tidak memiliki pengaruh terhadap

Return on Asset (ROA) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia pada periode 2013 dan 2014.

2. Ranking PROPER dan Implementasi SML ISO 14001 sebagai variabel

moderating secara simultan tidak memiliki pengaruh terhadap Return on

Asset (ROA) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

pada periode 2013 dan 2014.

5.2. Saran

Bedsarkan simpulan di atas, maka penulis dapat memberikan saran sebagai

berikut:

1. Investor tidak perlu mempertimbangkan ranking PROPER dan

implementasi SML ISO 14001 dalam menilai kinerja keuangan sebuah

perusahaan.

2. Bagi pihak lain yang akan melakukan penelitian mengenai penilaian

(21)

69 Universitas Kristen Maranatha lingkungan sebagai variabel independen, maka disarankan untuk tidak

hanya memasukkan variabel kinerja lingkungan saja, tetapi juga dengan

mempertimbangkan pengungkapan biaya lingkungan, dan atau

pengungkapan lingkungan sebagai variabel independen tambahan. Selain

itu, penelitian selanjutnya dapat mempersempit ruang lingkup sampel

yang dipilih bedasarkan sektor industrinya, agar hasil yang diperoleh

(22)

70 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, N.N.N. dan M. Sulaiman. 2004. Environmental Disclosures in Malaysian Annual Reports: A Legitimacy Theory Perspective. IJCM 14(1): 44.

Almilia, L. S., dan Wijayanto, D. (2007). Pengaruh Environmental Performance dan Environmental Disclosure terhadap Economic Performance, Proceedings The 1st Accounting Conference, (pp. 1-23), Depok.

Al-Tuwaijri, S.A., T.E. Christensen, dan K. E. Hughes II. (2004). The Relations Among Environmental Disclosure, Environmental Performance, and Economic Performance: A Simultaneous Equations Approach. Accounting, Organizations, and Society, 29, 447-471

Badan Standarisasi Nasional. 2011. Penerapan ISO 14001, Edisi Revisi, Jakarta

Carolina, Verani dan Riki Martusa. 2009. Akuntansi Lingkungan: Solusi untuk Problematika Penerapan Corporate Social Responsibiliy di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Problematika Hukum dalam Implementasi Bisnis dan Investasi

Burritt, R.L., Hahn, T. and Schaltegger, S. (2002), Towards a comprehensive framework for environmental management accounting–links between business actors and environmental management accounting tools. Australian Accounting Review, Vol. 12 No. 2, pp. 39-50.

Bursa Efek Indonesia. Diakses pada tanggal 22 November 2015.www.idx.co.id/

Cascio, J., Woodside, G., Mitchell, P. (1996). ISO 14000 Guides: The New International Environmental Management Standards. USA: McGraw-Hill Professional

Fahmi, Irham. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Bandung : Alfabeta.

Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Mutrivariate dengan Program SPSS, Universitas Diponegoro, Semarang .

Hansen, Don R., Mowen, Maryanne M., Guan, Liming. (2009). Cost Management: Accounting & Control. USA, South-Western Cengage Learning.

(23)

71 Universitas Kristen Maranatha Henk J. de Vries, Deniz K. Bayramoglu, Ton van der Wiele. (2012). Business and

Environmental Impact of ISO 14001. International Journal of Quality & Reliability Management, Vol. 29 Iss 4 pp. 425-435.

Ibrotul Lailatur Rohmah & Agus Wahyudin. (2015). Pengaruh Environmental Performance Terhadap Economic Performance dengan Environmental Disclosure sebagai Variabel Intervening. Accounting Analysis Journal 4 (1) 2015.

Ignatius Bondan Suratno, Darsono, Siti Mutmainah. (2006). Pengaruh Environmental Performance terhadap Environmental Disclosure dan Economic Performance. Simposium Nasional Akuntansi ke -9, Padang.

Ikhsan, A. (2008). Akuntansi Lingkungan dan Pengungkapannya. Yogyakarta, Graha Ilmu.

Ikhsan, A. (2009). Akuntansi Manajemen Lingkungan. Edisi pertama. Yogyakarta: Graha ilmu.

Jumingan. (2006). Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Pertama. Jakarta: PT Bumi Aksara

Jogiyanto, Hartono. 2010. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Ketujuh. Yogyakarta: BPFE.

Kartika Hendra Titisari & Khara Alviana. (2012). Pengaruh Environmental Performance terhadap Economic Performance. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Juni 2012, Volume 9 - No. 1, hal 56 - 67

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Diakses pada 23 November 2015.

http://proper.menlh.rgo.id.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 180 Tahun 2014 Tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2013-2014: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Lankoski, Leena (2000). Determinants of Environmental Profit An Analysis Of The Firm-Level Relationship Between Environmental Performance and Economic Performance. Helsinki University of Technology Instituteof Strategy and International Business Doctoral Dissertations 2000 / 1 Espoo 2000.

Margono. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: RinekaCipta

(24)

72 Universitas Kristen Maranatha Mulyadi. (2007). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen: Sistem

Pelipatgandaan Kinerja Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Nishitani, K. (2009). An Empirical Study Of The Initial Adoption Of ISO 14001 In Japanese Manufacturing Firms. Ecological Economics. Vol 68, No3, pp: 669-679.

Rothery, Brian. (1995). ISO 14000 and ISO 9000. USA, Gower.

Sarumpaet, S. (2005). The Relationship Between Environmental Performance And Financial Performance Companies. Jurnal Ekonomi Universitas Lampung Schaltegger, S., & Synnestvedt, T. (2002). The Link Between 'Green' and Economic

Success: Environmental Management as the Crucial Trigger Between Environmental and Economic Performance. Journal of Environmental Management, 65(4), 339-346.

Sueb, M., dan Keraf, M.N.I., 2012. Relasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Kinerja Keuangan. Jurnal Dinamika Manajemen, 3(1):69-75.

Rossje. 2006. Akuntansi Lingkungan Suatu Perspektif. Artikel,

http://www.scribd.com/doc/219859971/akuntansi-lingkungan#scribd .Diakses

Desember 22, 2015.

Solimun. 2004, Multivariate Analysis Structural Equation Modelling (SEM) Lisrel dan Amos. Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya.

Sucipto. (2003). Penilaian Kinerja Keuangan. Jurnal Akuntansi. Universitas Sumatra Utara. Medan

Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Supomo, (2002). Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.

Suliyanto. (2006). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: CV Andi Offset

Syawal Harianto & Khairul Ikhsan. (2013). Pengaruh Pengungkapan Lingkungan dan Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan HPHP/HPHTI, Pertambangan Umum, dan Migas yang Terdaftar di BEI. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 3 No.1 Tahun 2013

(25)

73 Universitas Kristen Maranatha Undang–undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan

Lingkungan Hidup.

United Nations Division for Sustainable Development, UNDSD. (2003). Environmental Management Accounting, Procedures and Principles. United Nations. New York.

United States Environmental Protection Agency, EPA. (1995). An Introduction to Environmental Accounting as a Business Tools: Key Concept and Terms. USA. EPA.

Gambar

Gambar 2.1. Model Penelitian …………………………...………………………. 45

Referensi

Dokumen terkait

pedagang perantara yang memasarkan produk atau barang atau jasa dari produsen. sampai

perhitungan dengan menggunakan teori strip atau dengan beberapa penelitian lain mengenai gerakan heaving yang telah dipublikasikan!. Sedangkan

Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan aplikasi berbasis android yang bertujuan untuk menginformasikan gerakan dan posisi yang benar ketika berlatih menggunakan

terhadap pelaku kejahatan narkotika sangat tepat untuk membendung dan mengganjar pelaku kejahatan narkotika sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh Negara

Ensiklopedi adalah buku yang menghimpun uraian tentang berbagai bidang ilmu tertentu dalam artikel-artikel terpisah... Berikut ini contoh cara mencari arti atau penjelasan suatu

Karbon dalam gas bio merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah

Mengingat fenomena akan profitabilitas, yang mana (Munawir dalam Enang Sumarna, 2008) menyebutkan bahwa “ profitabilitas merupakan tujuan dari suatu kredit yang

yang terdiri dari baris dan kolom. Setiap baris menunjukkan pengaruh suatu waste tertentu terhadap ke 6 waste lainnya. Sedangkan setiap kolom menunjukkan waste