Nama : Siti Romlah
NIM : 084 121 100
Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan : Pendidikan Islam
Program Studi : Pendidikan Agama Islam Tempat, Tanggal lahir : Probolinggo. 05 Oktober 1993
Alamat : Sumberkare-Wonomerto-Probolinggo
No.Hp : 0853232113511
Riwayat Pendidikan :
1. MI Darus Sholihin Sumberkare Wonomerto Probolinggo 2. MTs Riyadlus Sholihin Ketapang Kademangan Probolinggo 3. MA Riyadlus Sholihin Ketapang Kademangan Probolinggo 4. Institut Agama Islam Negri (IAIN) Jember.
Terima Kasih...
A. Latar Belakang Masalah
Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia telah berperan banyak dalam kehidupan bangsa. Sejak masa penyiaran Islam di Nusantara. Mulai masa Pra Kolonial, periode kolonial hingga kemerdekaan.1 Pondok pesantren berperan sebagai pusat pendidikan dan pengajaran ilmu Agama. Keberhasilan pondok pesantren dalam mendidik santrinya nampak pada para alumni pesantren yang banyak menjadi tokoh Agama dan tokoh masyarakat. Namun seiring dengan majunya zaman dan teknologi saat ini pondok pesantren sering dipandang sebelah mata, pondok pesantren sering diartikan sebagai tempat anak-anak nakal. Berangkat dari semua itu maka pesantren perlu melakukan inovasi tertentu untuk membentengi para alumninya agar tidak terpengaruh oleh perkembangan zaman dan teknologi.
Sholat merupakan salah satu ibadah yang menghubungkan langsung antara hamba dengan Tuhannya. Ketika sholat, rohani bergerak menuju Dzat yang maha mutlak, daya pikiran terlepas dari keadaan-keadaan riil, dan panca indra melepaskan diri dari segala macam peristiwa disekitarnya, termasuk alam-alam yang tergelar dalam setiap dimensi rohaniah. Hal inilah yang membedaka ritual-ritual Islam dengan agama-agama lain, yaitu bahwa dalam
1Andi Alamsyah, Pesantren Pendidikan Kewarganegaraan & Demokrasi (Jakarta:
Puslitbang Pendidikan Agama, 2009), 1.
beribadatan agama Islam rohani tidak berhenti kepada benda-benda (berhala) sebagai obyek meditasi.2
Secara bahasa sholat berarti doa, sedangkan secara istilah sholat merupakan suatu ibadah yang terdiri atas ucapan dan perbuatan yang yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan syarat tertentu. Sholat mempunyai kedudukan yang tinggi dalam Islam, yakni sholat merupakan fondasi yang kukuh bagi tegaknya agama Islam.3
Sholat Qiyamul Lail merupakan pertemuan yang agung antara manusia dengan sang kekasih, Allah SWT. Sholat malam, bila dikerjakan sesudah tidur dinamakan sholat tahajjud. Sholat tahajjud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu walaupun tidurnya hanya sebentar. Begitu besar keutamaan yang diperoleh, prakteknya merupakan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada sang Kholiq dan akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dimata Allah SWT. Sejarah mencatat bahwa ibadah mahdah yang pertama diperintahkan oleh Allah SWT. Kepada Nabi Muhammad Saw. Sebelum di perintahkan ibadah yang lain adalah sholat Qiyamul Lail. Sebagaimana Hadist Nabi Saw:
ﻦﻋ ﻰﹺﺑﹶﺍ ﹶﺓﺮﻳﺮﻫ ﺭ
ﻰﺿ
ﻪﱠﻠﻟﺍ
ﻪﻨﻋ ﹶﻝﺎﹶﻗ : ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹸﻝﻮﺳﺭ
ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ
ﻪﱠﻠﻟﺍ
ﻪﻴﹶﻠﻋ
ﻢﱠﻠﺳﻭ ﹸﻞﻀﹾﻓﹶﺍ
ﹺﻡﺎﻴﺼﻟﺍ
ﺪﻌﺑ ﹺﺮﻬﺷ ﹶﻥﺎﻀﻣﺭ
ﻪﱠﻠﻟﺍﺮﻬﺷ
ﻡﺮﺤﻤﹾﻟﺍ ﹸﻞﻀﹾﻓﺍﻭ
ﺓﹶﻼﺼﻟﺍ
ﺔﻀﻳﹺﺮﹶﻔﹾﻟﺍﺪﻌﺑ ﹸﺓﹶﻼﺻ
ﹺﻞﻴﱠﻠﻟﺍ
)
ﻩﺍﻭﺭ
ﻢﻠﺴﻣ (
Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Semulia- mulianya puasa setelah puasa Ramadlan adalah adalah puasa dibulan
2Abu sankan, Berguru Kepada Allah (Jakarta: Yayasan Sholat Khusuk, 2006), 253.
3 Moh. Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud (Jakarta: PT Mizan Publika, 2006), 128-129.
muharram. Semulia-mulia sholat setelah shalat fardlu adalah sholat malam” (H.R. Muslim).4
Al-Quran merupakan pedoman bagi agama Islam yang berisikan Kalamullah yang mengandung syariat-Nya berupa larangan dan anjuran Allah SWT. Untuk mendapat keridloan-Nya. Kitabullah yang menjadi pedoman dan menjadi dasar hukum bagi umat Islam menuju ketentraman lahir dan batin.
Ayat Al-qur’an yang merupakan nash bagi umat Islam tentang anjuran Qiyamul Lail yaitu:
Artinya: Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhannmu, sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu dimalam hari dan pada waktu-waktu disiang hari, supaya kamu merasa senang. (Q.S. At-Taha:130).5
Artinya: Dan apabila sebagian malam hari bertahajjudlah kalian sebagai satu tambahan ibadah bagimu niscaya Rabbmu mengangkat kemaqom yang terpuji. (Q.S. Al-Isra: 79).6
Al-Quran surat At-Taha dan Al-Isra di atas memberikan landasan hukum tentang anjuran melaksanakan sholat malam, umat Islam diperintahkan untuk bertasbih diwaktu siang dan malam. Selain itu sholat Qiyamul Lail
4Zainuddin Ahmad Az-zubaidi, Bukhori Muslim (Semarang: C.V. TOHA PUTRA 1986), 368.
5Departemen Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, 20: 130.
6 Ibid., 17: 79.
sebagai sebuah ibadah tambahan dengan janji akan mengangkat derajat seseorang ke derajat yang lebih terpuji. Sholat Qiyamul Lail memiliki manfaat praktis baik dari sudut pandang religius maupun kesehata.7
Itulah dasar Qiyamul Lail yang merupakan wasilah untuk berspiritual, karena spiritual merupakan kesadaran akan dirinya yang mempunyai jalur khusus secara pribadi dengan Tuhannya yang bisa diakses melalui Dzikir, Sholat, doa-doa secara khusus dan doa kapanpun bisa dilakukan.
Danah Zohar dan Ian Marshall mendefinisikan Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam kontek makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Spiritual Quitient (SQ) adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan Intelectual Quitient (IQ) dan Emitional Quitien secara efektif, bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi.8
Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir mendefinisikan Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan kalbu yang berhubungan dengan kualitas batin seseorang.
Kecerdasan ini mengarahkan seseorang untuk berbuat lebih manusiawi, sehingga dapat menjangkau nilai-nilai luhur yang mungkin belum tersentuh oleh akal pikiran manusia.9
7 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 2.
8Danah Zohar dan Ian Marshall, Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual Dalam Berfikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan (Bandung: Mizan Pustaka, 2000), 4-5.
10Abdul Mujib, Nuansa-nuansa Psikologi Islam (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002), 329-320.
Santri sebagai objek utama program pendidikan di pesantren adalah manusia yang mempunyai potensi. Mereka memiliki empat potensi dasar yang perlu dikembangkan, potensi spiritual, intelektual, emosional dan intuisi.
Keempat potensi ini merupakan modal mereka untuk menghadapi hidup dimasa yang akan datang.
Pondok pesantren Raudlatul Malikiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan Salafiyah dengan model Madrasah Diniyah. Sampai saat ini tetap dipertahankan sebagai ciri khas pondok pesantren Raudlatul Malikiyah, dimana semua santri hukumnya fardlu ‘ain untuk sekolah di Madrasah Diniyah, sementara untuk sekolah formal hanya fardlu kifayah.
Sekolah formal dilakukan pada pagi hari, sementara diniyah dilakukan pada sore dan malam hari.10 Dengan padatnya kegiatan di pondok pesantren tersebut, pasti akan membuat para santri merasa bosan dan stress. Sehingga tidak bisa dipungkiri banyak santri yang mengeluh tentang kegiatan-kegiatan pondok. Pada dasarnya sifat manusia cenderung bersifat keluh kesah dan kikir.
Namun sifat ini bisa dihilangkan dengan cara mengerjakan sholat sebagaimana firman Allah SWT yaitu:
Artinya: Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ian
11Misbahul Munir, Gagasan dan Pemikiran Habib Hadi Bin Muhammad Al-Habsyi (Probolinggo: FOSNU, 2008), 9.
mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat. (Q.S. Al-Ma’arij 70: 19-22).11
Seiring berkembangnya zaman kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat pada era global saat ini terasa sekali dampaknya dalam kehidupan masyarakat, khususnya dikalangan remaja. Melihat fenomena yang terjadi sekarang banyak tingkah laku remaja yang bertentangan dengan norma- norma ajaran Islam. Dengan adanya fenomena tersebut maka disitu mulai terlihat pentingnya kecerdasan spiritual seorang santri untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut.
Sholat Qiyamul Lail merupakan sebuah tradisi dalam lembaga pesantren, yang dikerjakan dimalam hari. Akan tetapi Pondok pesantren Raudlatul Malikiyah melakukan sholat qiyamul lail sebagai cara/metode untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santrinya. Kegiatan ini dilakukan secara berjamaah yang meliputi sholat tahajjud empat rakaat dua kali salam, sholat hajat dua rakaat satu kali salam, sholat witir tiga rakaat, kemudian ditutup dengan doa dan dzikir bersama. Hal tersebut juga Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus pondok pesantren:
Santri pondok pesantren Raudlatul Malikiyah kurang disiplin dalam menjalankan peraturan pondok, misalkan dalam kegiatan sholat jamaah, masih banyak santri yang sering telat. Begitu juga cara santri menghormati dewan Asatidzah, saya rasa masih kurang dek. Berangkat dari permasalahan tersebut kami mencari solusi bersama agar masalah tersebut bisa teratasi. Salah satunya dengan menerapkan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual para santri. Dan kami juga berharap kegiatan ini dapat membentengi para santri agar tidak terpengaruh dengan kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi apabila mereka sudah terjun ke masyarakat.12
11Departemen Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, 70:19-22.
12 Titin Yulistiawati. Wawancara, Probolinggo, 12 Juni 2016.
Bacaan dan gerakan serta kekhusukan malam dalam sholat Qiyamul Lail akan berpengaruh besar dalam kecerdasan para santrinya. Sikap optimis akan timbul oleh kecerdasan spiritual dari sholat Qiyamul Lail yang di kerjakan dengan ikhlas. Peningkatan harapan akan muncul yang menyebabkan orang bersikap optimis. Qiyamul Lail akan meningkatkan kita dalam mengingat Rabb. Yang mana, semakin banyak kita mengingat Allah, semakin bersih ingatan kita (positif thinking), khusuknya hati dan terjaga dari kemungkaran. Harapan-harapan dan sikap keyakinan untuk bisa muncul dari benak pikiran yang diyakininya dalam hati, itulah spiritual.
Berangkat dari uraian di atas mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan mengangkat judul PENERAPAN SHOLAT QIYAMUL LAIL UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL MALIKIYAH KETAPANG KADEMANGAN PROBOLINGGO
B. Fokus Penelitian
Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini mencantumkan semua fokus permasalahan yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian. Fokus penelitian ini disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, operasional yang dituangkan dalam kalimat tanya.13
13 Tim Revisi Buku pedoman karya ilmiah IAIN Jember, pedoman penulisan karya ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2015), 44.
Beberapa fokus masalah yang muncul berdasarkan latar belakang yang telah di paparkan sebelumnya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana perencanaan Sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademanagan Probolinggo?
2. Bagaimana pelaksanaan Sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademanagan Probolinggo?
3. Bagaimana Kecerdasan Spiritual Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademangan Probolinggo setelah menerapkan Sholat Qiyamul Lail?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan pokok tiap penelitian ialah mencari jawaban dari permasalahan yang diajukan.14 Di dalamnya berisi gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian dan mengacu kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan sebelumnya.
1. Untuk mendeskripsikan perencanaan Sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademanagan Probolinggo
14Moh. Kasiram, Metodologi Penelitaian Kuantitatif-Kualitatif (Malang: UIN Maliki Press, 2008), 250.
2. Untuk mendeskripsikan pelaksanaan Sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademanagan Probolinggo
3. Untuk mendeskripsikan Kecerdasan Spiritual Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademangan Probolinggo setelah menerapkan Sholat Qiyamul Lail?
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa keagamaan yang bersifat teorotis dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi, dan masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan peneliti harus realistis.15 Dari penjabaran tersebut maka tersusunlah manfaat penelitian sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan tentang penerapan Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri
2. Manfaat praktis a. Bagi Peneliti
1) Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan wawasan pengetahuan tentang penulisan karya ilmiah sebagai bekal peneliti untuk mengadakan pada masa yang akan datang.
15Tim Revisi Pedoman Karya Ilmiah IAIN jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2015), 45.
2) Penelitian ini diharapakan mampu menambahkan wawasan agama Islam, terutama tentang Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual.
b. Bagi IAIN Jember
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru yang bermanfaat dan sebagai inovasi ilmiah tentang penerapan Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual untuk kampus IAIN Jember khususnya mahasiswa Fakultas Tarbiyah.
c. Bagi Santri
Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi seluruh santri agar lebih mudah memahami, menghayati dan dan mengamalkan terhadap pembelajaran keagamaan yang telah diberikan dan menambah kekuatan kecerdasan spiritual santri.
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pedoman dalam rangka menumbuh kembangkan kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademangan Probolinggo.
E. Definisi Istilah
Definisi istilah berisikan tentang pengertian istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap makna istilah sebagaimana dimaksud oleh peneliti.16
16Ibid., 45.
Adapun definisi istilah dalam judul “penerapan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang kademangan” yaitu sebagai berikut:
1. Penerapan
Penerapan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah proses, cara, perbutan menerapkan. Sedangkan menurut beberapa ahli berpendapat bahwa, suatu perbuatan mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.17
Penerapan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu proses, cara, metode, atau mempraktekkan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri.
2. Sholat Qiyamul Lail
Sholat menurut Bahasa Arab adalah Doa, sedangkan menurut istilah adalah ibadat yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir, dan diakhiri dengan salam, dan memenuhi beberapa syarat yang sudah ditentukan.18
Secara bahasa Qiyamul Lail berasal dari bahasa arab yang bersal dari dua kata yaitu: Qiyam artinya berdiri/menegakkan dan Al-Lail artinya
17Departemen Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), 1180.
18 Sulaiman Rasjid, Fiqih Islam (Bandung: Sinar Baru Al Gensindo, 2014), 53.
malam.19 Jadi Qiyamul Lail berarti menegakkan malam. Sedangkan menurut istilah Qiyamul Lail adalah menegakkan atau menghidupan malam dengan amalan-amalan yang utama seperti shalat tahajjud, shalat hajat, sholat witir, membaca Al- Quran serta berdzikir dan bertafakur dengan penuh rasa khusuk, tawadlu’ dan tuma’ninah dan lain-lain yang dilaksanakan setelah melakukan sholat isyak sampai terbitnya fajar, baik dilakukan sebelum tidur maupun sesudahnya.20
Sholat Qiyamul Lail yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan sebuah kegiatan sholat malam, yang dilakukan secara berjamaah untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di pondok pesantren Raudlatul Malikiyah yang meliputi sholat tahajjud empat rakaat dua kali salam, sholat hajat dua rakaat satu kali salam, sholat witir tiga rakaat dua kali salam. Kemudian ditutup dengan doa dan dzikir bersama.
3. Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan adalah kemampuan untuk memproses jenis informasi tertentu yang menjadi faktor biologis dan psikologis manusia.21
Spiritual adalah kejiwaan, kerohanian, dan kehidupan rohani.22 Sedangkan dalam Kamus bahasa Indonesia Spiritual adalah kejiwaan, batin, mental dan moral.23
19Akhmad Syakbi, Kamus An-Nur Arab-Indonesia dan Indonesia-Arab, (Surabaya:
Halim, 1997), 224.
20M. hamdani, Pendidikan Ketuhanan Dalam Islam (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2001), 165.
21 Howard Gardner, Multiple Intelegences (Jakarta: Daras Books, 2013), 19.
22 M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: ARKOLA, 1994), 723.
23Meaty Taqdir Qodratillah Dkk, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2011), 507.
Kecerdasan spiritual dalam penelitian ini adalah kemampuan seorang santri untuk memproses informasi yang bersifat rohaniah dan batiniah yang dapat membantu menyembuhkan dan membangun diri santri secara utuh untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks dan makna yang lebih luas serta berperinsip hanya kepada Allah.
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan merupakan rangkuman sementara dari isi skripsi yang bertujuan untuk mengerti secara global dari seluruh pembahasan yang ada. Terkait dengan materi yang akan dibahas, pada dasarnya terdiri dari lima bab, dan setiap bab, antara bab satu dengan yang lain saling berhubungan bahkan merupakan pendalaman pemahaman dari bab sebelumnya.
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup.24
Bab satu Memuat komponen dasar penelitian yaitu latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, menfaat penelitian, definisi istilah, dan metode penelitian serta sistematika pembahasan.
Bab dua Pada bagian ini berisi tentang ringkasan kajian terdahulu yang memiliki relevansi dengan penelitian yang akan dilakukan pada saat ini serta memuat tentang kajian teori.
Bab tiga Dalam bab ini membahas tentang metode yang digunakan peneliti yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian,
24Tim Revisi Buku Pedoman Karya Ilmiah IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. 49.
sumber data, metode pengumpulan data, keabsahan data dan yang terakhir tahap-tahap penelitian.
Bab empat Pada bagian ini berisi tentang inti atau hasil penelitian, yang meliputi latar belakang, obyek penelitian, penyajian data, analisis dan pembahsan temuan.
Bab lima Bagian ini merupakan bab terakhir yang berisi kesimpulan penelitian yang dilengkapi dengan saran-saran dari peneliti/penulis dan diakhiri dengan penutup.
A. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu adalah upaya peneliti untuk mencari perbandingan dan menemukan inspirasi baru untuk penelitian selanjutnya. Disamping itu penelitian terdahulu juga membantu untuk penelitian selanjutnya. Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum terpublikasikan.
Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang hendak dilakukan.25
1. Hayatul Humaini, Jember 2015, dengan judul Pengaruh Sholat tahajjud terhadap kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsal Sari Jember. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional, pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumenter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah:
ada pengaruh yang sedang antara pelaksanaan sholat tahajjud dengan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsal Sari Jember.
Penelitian yang dilakukan Hayatul Humaini ini memiliki persamaan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu sama sama mengkaji tentang kecerdasan spiritual santri dan juga menggunakan variabel Qiyamul
25 Tim Revisi Buku Pedoman Karya Ilmiah IAIN Jember, Pedoman, 45-46.
Lail. Sedangkan perbedaannya adalah Qiyamul Lail dalam penelitian ini difokuskan pada sholat tahajjud, sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan meliputi sholat tahajjud, sholat hajat, dan sholat witir. penelitian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif dan korelasional sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
2. Ahmad Wafir, Jember 2014, dengan judul pengaruh pelaksanaan sholat dhuha terhadap kecerdasan spiritual siswa di SMK Sabilil Muttaqin Maesan Bondowoso Tahun Pelajaran 2014/2015. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode pengumpulan datanya menggunakan angket, dokumentasi, wawancara dan observasi sedangkan analisis datanya menggunakan teknik korelasi product momen. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan sholat dhuha dengan kecerdasan spiritual siswa di SMK Sabilil Muttaqin Maesan Bondowoso Tahun Pelajaran 2014/2015.
Penelitian yang dilakukan Ahmad Wafir ini memiliki persamaan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu sama-sama mengkaji tentang kecerdasan spiritual, sedangkan perbedaannya adalah pendekatan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan penelitian yang akan dilakukan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Variabel dalam penelitian ini menggunakan sholat dhuha sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu menggunakan
variabel sholat Qiyamul Lail yang meliputi sholat tahajjud, sholat hajat, dan sholat witir.
3. Edi Sugiyono, 2011 Jember, dengan judul pengaruh kecerdasan spiritual terhadap akhlak siswa kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum Kelipenggung Kecamatan Randuagung kabupaten Lumajang. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pegumpulan datanya menggunakan observasi, angket, interview dan dokumenter.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh rendah antara kecerdasan spiritual terhadap akhlak siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Miftahul ulum Kelipenggung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang.
Penelitian yang dilakukan Edi Sugiyono ini memilik persamaan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu sama-sama mengkaji tentang kecerdasan spiritual, sedangkan perbedaanya adalah pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan menggunakan pendekatan kualitatif.
B. Kajian Teori
Kajian teori berisikan tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai perspektif dalam melakukan penelitian. Pembahasan teori secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji
permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan.26
1. Sholat Qiyamul Lail
Sholat menurut bahasa berarti Doa. Menurut istilah Adalah menghadapkan hati kepada Allah SWT, yakni sebagai ibadat, dalam bentuk pelaksanaan perkataan dan perbuatan yang ditentukan, yang dimulai dengan takbiratulihram, dan diakhiri dengan salam, serta menurut syarat-syarat telah ditentukan syariat Islam.27
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sholat adalah ibadah yang tersusun dari dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram beserta niatnya dan diakhiri dengan salam yang dilakukan dengan khusuk dan ikhlas , dan memnuhi beberapa syarat dan rukun yang telah ditetntukan.
Secara bahasa Qiyamul Lail berasal dari bahasa arab yang berasal dari dua kata yaitu: Qiyam artinya berdiri, menegakkan dan Al-Lail artinya malam hari.28 Jadi Qiyamul Lail berarti menegakkan malam.
Sedangkan menurut istilah Qiyamul Lail adalah menegakkan atau menghidupkan malam dengan amalan-amalan yang utama seperti shalat tahajjud, shalat hajat, sholat witir, membaca Al-quan serta berdzikir dan bertafakur dengan penuh rasa khusuk, tawadlu’ dan tuma’ninah dan lain-
26Tim Revisi Buku Pedoman Karya Ilmiah IAIN jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 46.
27Muhaimin Sholikhin, Panduan Sholat Lengkap dan Praktis ( Jakarta: Erlangga, 2012), 43.
28Akhmad Syakbi, Kamus An-Nur Arab-Indonesia dan Indonesia-Arab, (Surabaya:
Halim, 1997), 224.
lain yang dilaksanakan setelah melakukan sholat isyak sampai terbitnya fajar, baik dilakukan sebelum tidur maupun sesudahnya.29
Dari uraian di atas penulis berpendapat Qiyamul Lail merupakan sholat yang dikerjakan sebelum tidur, baik di awal tidur dan dipertengahan malam atau setelah tidur disepertiga malam. Sebagaimana dalam hadist dijelaskan
ﻦﻋ ﺎﻋ ﹶﺔﺸﺋ
ﻰﺿﺭ
ﻪﹼﻠﻟﺍ ﺎﻬﻨﻋ ﺎﻬﻧﹶﺍ
ﺖﹶﻠﺌﺳ
ﻦﻋ
ﺓﹶﻼﺻ ﹺﻝﻮﺳﺭ
ﻪﱠﻠﻟﺍ
ﺻ ﻰﱠﻠ
ﻪﱠﻠﻟﺍ
ﻪﻴﹶﻠﻋ
ﻢﱠﻠﺳﻭ ﺎﹺﺑ ﹺﻞﻴﱠﻠﻟ ﺎﹶﻗ
ﺖﹶﻟ ﹶﻥﺎﹶﻛ
ﻡﺎﻨﻳ
ﻪﹶﻟﻭﹶﺍ
ﻡﻮﹸﻘﻳﻭ
ﻩﺮﺧﹶﺍ ﻰﱢﻠﺼﻴﹶﻓ
ﻢﹸﺛ
ﻊﹺﺟﺮﻳ ﻰﹶﻟﺍ
ﻪﺷﺍﺮﻓ
ﺍﹶﺫﺎﹶﻓ ﱠﺫﹶﺍ ﹶﻥ ﹶﺫﺆﻤﹾﻟﺍ ﹸﻥ
ﺐﹼﺛﻭ ﹾﻥﺎﹶﻓ ﺎﹶﻛ ﹶﻥ
ﻪﹺﺑ ﺎﺣ ﹲﺔﺟ ﹶﻞﺴﺘﹾﻏﺍ ﱠﻻﺍﻭ
َﺀﺎﺿﻮﺗ ﺰﺟﺮﺧﻭ
Artinya: Dari Aisyah r.a. bahwasanya ia ditanya tentang shalat Rasulullah saw. Dimalam hari, ia menjawab: beliau tidur diawal malam, bangun diakhir malam lalu shalat, kemudian kembali ke hamparan beliau. Apabila muadzin adzan maka beliau melompat. Jika beliau mempunyai keperluan maka beliau mandi, wudlu dan keluar.30
Sholat Qiyamul Lail ini merupakan sholat yang paling utama setelah sholat wajib sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
ﻦﻋ ﻰﹺﺑﹶﺍ ﹶﺓﺮﻳﺮﻫ ﺭ
ﻰﺿ
ﻪﱠﻠﻟﺍ
ﻪﻨﻋ ﹶﻝﺎﹶﻗ : ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹸﻝﻮﺳﺭ
ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ
ﻪﱠﻠﻟﺍ
ﻪﻴﹶﻠﻋ
ﻢﱠﻠﺳﻭ
ﹸﻞﻀﹾﻓﹶﺍ ﹺﻡﺎﻴﺼﻟﺍ
ﺪﻌﺑ ﹺﺮﻬﺷ ﹶﻥﺎﻀﻣﺭ
ﻪﱠﻠﻟﺍﺮﻬﺷ
ﻡﺮﺤﻤﹾﻟﺍ ﹸﻞﻀﹾﻓﺍﻭ
ﺓﹶﻼﺼﻟﺍ
ﻌﺑ
ﺔﻀﻳﹺﺮﹶﻔﹾﻟﺍﺪ
ﹸﺓﹶﻼﺻ ﹺﻞﻴﱠﻠﻟﺍ )
ﻩﺍﻭﺭ
ﻢﻠﺴﻣ (
29 M. hamdani, Pendidikan Ketuhanan Dalam Islam, 165.
30Zainuddin Ahmad Az-Zubaidi, Hadist Shahih Bukhori (Semarang: C.V. TOHA PUTRA, 1986) 407.
Artinya: Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah Saw bersabda:
“Semulia-mulianya puasa setelah puasa Ramadlan adalah adalah puasa dibulan muharram. Semulia-mulia sholat setelah shalat fardlu adalah sholat malam” (H.R. Muslim)31
2. Indikator Sholat Qiyamul Lail a. Takwa
Takwa adalah fase kematangan yang sempurna. Ia merupakan hasil interaksi antara Islam, Iman, dan Ihsan. Takwa adalah ilmu, amal, naluri, hati, dan etika. Takwa merupakan kondisi antara Qalbu, pikiran, dan anggota tubuh berinteraksi secara harmonis. Dalam takwa terkandung makna melaksanakan perintah Allah Swt. Dan menjauhi larangan-Nya. Takwa juga mengandung pengertian pengendalian manusia akan dorongan emosinya dan penguasaan atas kecenderungan negatife hawa nafsunya. Ini, dalam batas yang diperkenankan oleh ajaran Islam.32
Ketakwaan dalam pengertian ini akan menjadi tenaga pengerah manusia kepada tingkah laku yang baik dan terpuji serta menjadi penangkal atas tingkah laku buruk, menyimpang atau tercela. Manusia yang berhasil mencapai derajat takwa dan kemudian berusaha terus mempertahankannya, dipandang sebagai manusia paling sukses dalam melaksanakan agamanya.33 Allah Swt Berfirman dalam Al-Quran (Q.S Al-Hujarat 49:13)
31 Az-Zubaidi Ahmad Zainuddin, Bukhari Muslim (Bandung: CV. TOHA PUTRA, 1986), 368.
32 Sholeh, Terapi Sholat Tahajud, 99.
33 Ibid., 99
…
Artinya: …Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.34
Dalam ayat ini dengan tegas Allah memposisikan mereka yang mereka yang bertakwa sebagai manusia yang mulia. Orang yang bertakwa mempunyai kekuatan berupa kemampuan menghadapi berbagai macam persoalan hidup, sanggup menghadapi tantangan disaat kritis, mampu mendobrak jalan buntu yang menghambat, dan mampu melihat cahaya yang menerangi jalan di tengah malam gelap gulita. Dengan kata lain, takwa membukakan jalan keluar dari tiap persoalan dan situasi kritis.
Adapun jalan atau metode untuk mencapai derajat takwa mujahadah, perjalanan batin dengan memperbanyak ibadah sunnah seperti Sholat Qiyamul Lail. Pada puncaknya, takwa akan membawa seseorang maju menuju maqam Tawakkal, yaitu penyerahan diri secara total kepada Allah.35
b. Tawakkal
Tawakkal berasal dari bahasa Arab At-tawakkul yang berasal dari kata tawakkala yang berarti menyerahkan, mempercayakan, atau mewakilkan urusan kepada orang lain.Secara terminologi tawakkal berarti menyerahkan atau mempercayakan seluruh masalah kepada
34 Departemen Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, 49:13.
35 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud. 100-101.
Sang Penguasa dan bersandar kepada Kemampuan-Nya. Untuk menyelesaikan masalahnya.
Orang yang bertawakkal tidak akan berkeluh kesah atau gelisah. Ia akan selalu berada dalam ketenangan, ketentraman dan kegembiraan. Jika ia memperoleh nikmat dan karunia dari Allah Swt.
Ia akan bersyukur. Dan jika ia menghadapi cobaan, ia akan bersabar.
Ia menyerahkan semua urusan keputusannya, bahkan dirinya sendiri kepada Allah. Namun, bukan berarti orang tawakkal itu harus meninggalkan semua usaha ikhtiar. Usaha dan ikhtiar itu harus tetap dilakukan, sedangkan keputusannya terakhir diserahkan kepada Allah Swt.36 Sebagaimana Firman Allah Dalam Al-Quran (Q.S Ali- Imran 3:159)
…
Artinya: …Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.37
Hikmah yang dapat diperoleh dari tawakkal adalah penuh percaya diri, memiliki keberanian dalam menghadapi tiap persoalan, memperoleh ketenangan dan ketentraman jiwa, dekat dengan Allah
36 Ibid., 103
37 Departeman Agama, Al-Qur’an Terjemahnya, 3:159.
Swt, diberikan rizqi yang cukup, selalu berbakti dan taat kepada Allah Swt, Dan senantiasa bersyukur kepada Allah.38
c. Syukur
Syukur adalah menggunakan atau mengolah nikmat yang dilimpahkan Allah sesuai dengan tujuan dianugrahkannya. Artinya, jika kita berani bersyukur, berarti kita harus berani mengolah dan mengelola segala anugerah Allah yang berupa rahmat dengan baik dan benar. Sebab dengan begitu, Allah akan menjamin berkah-berkah- Nya.39
Adapun cara bersyukur kepada Allah Swt. Ada tiga macam, yaitu:40
1) Bersyukur dengan hati, yaitu mengakui dan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat yang diperoleh berasal dari Allah Swt. Dan tak ada seorangpun selain Allah Swt. Yang dapat diberikan nikmat.
2) Bersyukur dengan lidah, yaitu mengucapkan secara jelas ungkapan Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt.
3) Bersyukur dengan amal perbuatan, yaitu mengamalkan anggota tubuh untuk hal baik dan memanfaatkan nikmat itu sesuai dengan ajaran agama.
Syukur kepada Allah Swt. Bisa dilakukan pula dengan cara sujud syukur setelah seorang mendapat nikmat dalam bentuk apapun
38 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 104.
39 Srijanti, Etika Membangun Masyarakat Modern (Yogyakarta: GRAHA ILMU, 2006), 106.
40 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 105.
atau lolos dari musibah dan bencana. Sujud ini hanya dilakukan sekali dan diluar Sholat. Allah Swt, Berfirman dalam Al-Quran (Q.S Ibrahim 14:7)
...
Artinya: …Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.41
Maksud ayat di atas adalah apabila orang bersyukur atas nikmat Allah Swt. Ia akan diberi tambahan nikmat. Sebaliknya jika orang tidak mau bersyukur atau kufur nikmat, ia akan mendapat siksa yang pedih.
d. Niat yang Ikhlas
Niat merupakan syarat sahnya suatu ibadah. Sdangkan untuk meninggalkan perbuatan maksiattidak dituntut adanya niat.42 Niat juga merupakan landasan moral dari sebuah perbuatan, karena niat akan menentukan nilai baik atau buruk dan diterima atau tidaknya suatu perbuatan, dimana perbuatan itu sendiri adalah juga isi dari sebuah niat.43
Ikhlas adalah berbuat dan beramal dari motifasi yang tulus dan ikhlas, dari hati sanubari karena Allah semata. Tidak mengharapkan
41 Depertemen Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, 14:7.
42 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 107.
43 Sankan, Berguru Pada Tuhan, 275
pujian dan penghargaan terjauh dari mencari nama dan penghormatan.
Amal perbuatan yang semata-mata karena Allah mencapai kebahagiaan dunia akhirat.. 44
Ikhlas artinya membersihkan perbuatan dari segala ketidakmurnian, termasuk apa yang timbul dari keinginan untuk menyenangkan diri sendiri dan makhluk lain, atau membebaskan tujuan dari selain Allah Swt. Yang berperan dalam perbuatan itu.
Pelaku perbuatan tidak menginginkan balasan baik di dunia maupun di akhirat.45
Khomini berpendapat dalam bukunya Dr. Moh. Sholeh:
Sempurna dan cacatnya suatu ibadah serta sah tidaknya suatu ibadah, di tentukan oleh niat yang ikhlas dan maksud yang bersih, jika ibadah itu bersih dari menyekutukan Allah Swt.
Dan terbebas dari niat kotor, ibadah itu ikhlas dan sempurna.
Yang penting dalam ibadah itu niat dan kesucian niat itu sendiri karena karena hubungan niat dengan ibadah itu seperti hubungan jiwa dengan raga. Bentuk fisik ibadah berasal dari aspek diri dan raganya. Sedangkan niat adalah ruh ibadah berasal dari aspek batin dan hati.
Ahli taswwuf berpendapat bahwa ibadah yang di terima Allah Swt. Adalah ibadah yang dilakukan dengan niat ikhlas, bersih dari riya’ dan syirik lahir atau batin, meskpipun dari segi fisik/syar’I benar, ibadah seperti itu batal dan ditolak oleh Allah Swt. Syirik dalam ibadah mencakup segala aspek yang memasukkan keridloan dan
44 Oemar Bakry, Akhlak Muslim (Bandung: ANGKASA, 1992), 38.
45 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 109.
kepuasan dari selain Allah Swt. Entah itu dari diri sendiri atau orang lain.46
e. Khusyuk
Khusyu’ ialah lunak dan tawadlu’ hatinya, merasakan ketenangan, kerinduan, keintiman, dan kecintaannya kepada Allah.
Apabila hati seseorang telah mencapai khusyu’ maka seluruh anggota badannya akan khusyu’ pula.47
Khusyu’ berarti tunduk, rendah hati, takluk dan mendekat baik tunduk hati maupun badan. Jika di kaitkan dengan ibadah khusyu’
berarti jiwa raga jiwa raga tunduk dan penuh taat dalam mengerjakan sholat dihadapan Allah Swt. Raga tenang dan merunduk karena merasa rendah di hadapan Allah Swt. Semua ini bisa dilakukan bila yang bersangkutan merasa berada dibawah pengawasan-Nya.48
Dalam hal ini khusyu’ dibagi menjadi dua:
1) Khusyu’ Lahiriyah, yakni melakukan gerak gerik sholat dan ucapannya sesuai dengan tuntunan dan ajaran Rasulullah Saw.
2) Khusyuk Bathiniah, yakni melakukan sholat dengan hati penuh rasa harap, cemas, takut, merasa diawasi dan suasana mendukung terciptanya pelaksanaan lahir batin dalam melakukan sholat khusyu’
46 Ibid., 110.
47 Sankan, Berguru Kepada Allah, 262.
48 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 111.
Kalangan alim ulama memberikan sejumlah rekomendasi agar mampu khusyu’ dalam sholat yaitu dengan melakukan hal-hal berikut:49
1) Ketika sholat, hendaklah merenungkan bahwa ia sedang berdiri dihadapan Allah Swt yang Maha Kuasa, yang Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam pikiran dan hati.
2) Menghayati makna apa yang dibaca 3) Memasukkan arti tersebut dalam hati
4) Tidak tergesa-gesa dalam ucapan dan amalan sholat, menundukkan muka ke tempat sujud
5) Menundukkan muka ke tempat sujud
6) Mejauhkan dari segala hal yang dapat mengusik ketengan hati.
3. Macam-macam Sholat Qiyamul Lail
Ibadah itu dapat dikerjakan kapan saja. Asal dikerjakan sesuai syariat Islam yakni Al-quran dan Sunnah Nabi SAW. Akan tetapi Allah memberikan tempat yang paling baik dari pada waktu lainnya yaitu malam hari. Ibadah yang dimaksud dalam tulisan ini adalah ibadah malam hari (Qiyamul Lail) yang meliputi sholat tahajjud, sholat hajat dan sholat witir a. Sholat Tahajjud
1) Pengertian Sholat Tahajjud
Sholat tahajjud adalah salah satu sholat sunnah yang penuh berkah dan yang selalu dijaga Nabi. Bahakan beliau menekuninya
49 Ibid., 114
sejak pertama kali dakwah, kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri. Beliau melakukannya sepanjang malam, sejak awal, pertengahan, dan akhir malam menjelang waktu subuh lalu beliau menutupnya dengan Witir.50
Sholat tahajjud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu walaupun tidurnya hanya sebentar. Orang yang melaksanakan sholat tahajjud disebut mujtahid.51
Tahajjud menurut Imam Al-Qurtubi adalah ilash shalati minan naum (berdiri dari tidur untuk menunaikan sholat).52 Sholat tahajjud merupakan sholat sunnah yang kelompok salah satu jenis Qiyamul lail. Sesuia dengan firman Allah SWT (Q.S. At-Taha:
130).
Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu;
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.53
2) Waktu Sholat Tahajjud
Waktu sholat tahajjud adalah sejak dari selesainya sholat isya hingga subuh. Sabiq dan Hasan menyimpulkan bahwa sholat
50Ali Bin Said Al-Ghamidi, Fikih Wanita ( Solo: Aqwa Jembatan Ilmu, 2013), 81-82.
51Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 130.
52Muhammad Sholikhin, Panduan Sholat Sunnah (Jakarta: Erlangga, 2013), 41.
53 Departemen Agama, Al- Quran dan Terjemahnya, 20:130.
malam itu bisa dikerjakan dipermulaan, dipertengahan, dan di penghabisan malam.54
Waktu yang paling utama pelaksanaan sholat tahajjud adalah mulai pertengahan malam sampai sepertiga malam yang terakhir sekitar pukul 01.00-03.30 Waktu Indonesia, namun pada sepertiga malam yang awal (19.00-22.00) dan sepertiga malam yang pertengahan (22.00-01.00) juga sudah diperbolehkan, yang penting sudah bangun dari tidur malam. Hitungan malam hari terentang sejak waktu isyak hingga subuh. Sholat tahajjud dilaksanakan dengan 2 roakaat 1 kali salam. Setelah selesai melaksanakan sholat tahajjud, dilanjutkan pula dengan dzikir, wirid, dan doa.55
Apabila diinterpretasikan menurut waktu Indonesia, sepertiga malam itu kira-kira pukul 22.00 Wib. Sampai pukul 23.00 Wib. Seperdua malam diperkirakan kira-kira pukul 00.00 Wib sampai dengan 01.00 Wib. Dan dua pertiga malam sekitar pukul 02.00 Wib. Atau pukul 03.00 Wib. Sampai sebelum fajar atau sebelum subuh.56
3) Bilangan Rokaat Sholat Tahajjud
Tidak ada ketentuan dan batasan yang pasti mengenai jumlah rokaat sholat tahajjud. Seseorang dipandang sudah
54 Sholeh, Terapi Sholat tahajjud, 132.
55 Muhammad. Sholikhin Panduan Sholat Lengkap dan Praktis (Jakarta: Erlangga, 2012), 138.
56 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 133.
menjalankan sholat tahajjud, meskipun hanya melakukan satu rakaat. Amat beragam bilangan dan model sholat tahajjud yang dijalankan oleh Rasulullah Saw.
Berkaitan dengan itu Ash-Shidiqy berpendapat: bahwa akan lebih utama jika seorang membiasakan sholat tahajjud dengan sebelas rokaat, atau tiga belas rokaat dengan dua rokaat sholat iftitah.57
Sholat tahajjud dilaksanakan dengan format dua rokaat satu kali salam dengan jumlah rokaat yang tidak dibatasi setelah selesai sholat tahajjud kemudian dilaksanakan zikir wirid dan doa.58
4) Niat Sholat Tahajjud Redeksi niat sholat tahajjud
ﻰﱢﻠﺻﹸﺃ ﹶﺔﻨﺳ
ﺪﺠﻬﺘﻟﺍ
ﻴﺘﻌﹾﻛﺭ ﹺﻦ ﹶﻞﹺﺒﹾﻘﺘﺴﻣ
ﺔﹶﻠﺒﻘﹾﻟﺍ
ًﺀﺍﺩﹶﺍ
ﻪﱠﻠﻟ ﺎﻌﺗ ﻰﹶﻟ
Artinya: saya niat sholat tahajjud 2 rokaat karena Allah Ta’ala.59
5) Etika Sholat Tahajjud
Adapun etika sholat tahajjud adalah sebagai berikut:60
a) Berniat akan melakukan sholat tahajjud ketika akan tidur, ini sesuai dengan sabda Nabi Saw. Yang Artinya: “barang siapa yang mau tidur dan berniat akan bangun melakukan sholat malam, lalu ia tertidur sampai pagi, mereka dituliskan apa yang
57Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 138.
58Sholikhin, panduan Sholat Sunnat, 42.
59Ibid., 42.
60 Sholeh, Terapi Sholat Tahajjud, 140.
diniatkan itu merupakan sedekah untuk Tuhan”. (H.R. Ibnu Majah dan Nasai)
b) Membersihkan bekas tidur dari wajahnya, kemudian bersuci dan memandang ke langit sambil berdoa sambil membaca akhir surah Ali-imran.
c) Membuka sholat tahajjud dengan iftitah
d) Jika mengantuk sebaiknya sholatnya dihentikan saja sampai kantuknya hilang.
e) Jangan memaksakan diri dan hendaklah sholat tahajjud dijalankan sesuai dengan kesanggupannya. Karena itu, mengondisikan diri adalah cara yang baik. Karena, bila sudah terbiasa bangun di tengah malam, rasa berat dan kantuk akan tidak ada.
6) Hikmah dan Manfaat Sholat Tahajjud
Adapun hikmah sholat tahajjud yaitu sebagai berikut:61 a) Orang yang sholat tahajjud akan memperoleh macam-macam
nikmat yang menyejukkan pandangan mata, tutur kata yang berbobot, mantap, dan berkualitas.
b) Memperoleh tempat yang terpuji, maqomam mahmuda. Baik di dunia maupun di akhirat.
c) Dihapuskan segala dosa dan kejelekannya dan terhindar dari penyakit
61 Ibid., 141-142.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sholat tahajjud dapat menjaga homeostasis tubuh. Ini berarti bahwa Allah SWT.
Mensyariatkan sholat tahajjud dan supaya menjalankan dengan ikhlas, bukan untuk kepentingan Allah SWT.
b. Sholat Hajat
1) Pengertian Sholat Hajat
Sholat hajat ialah sholat sunnah yang dilakukan karena ada kebutuhan tertentu. Tujuan dari sholat ini adalah agar apa yang manjadi hajatnya (hajat yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat) mendapatkan ridlo Allah SWT.62
Agar hajat atau keperluan tercapai diantaranya dengan berusaha dan berdoa yaitu dengan sholat. Dan berharap Allah SWT. Akan segera mengabulkan keinginan kita karena Allah telah berfirman dalam Al-Quran
Artinya: dan memintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.63
2) Niat Sholat Hajat Redaksi niat sholat hajat
ﻰﱢﻠﺻﹸﺃ ﹶﺔﻨﺳ ﺎﺤﹾﻟﺍ
ﺔﺟ ﹺﻦﻴﺘﻌﹾﻛﺭ ﹶﻞﹺﺒﹾﻘﺘﺴﻣ
ﺔﹶﻠﺒﻘﹾﻟﺍ
ًﺀﺍﺩﹶﺍ
ﻪﱠﻠﻟ ﻰﹶﻟﺎﻌﺗ
Artinya: Aku niat sholat hajat dua rokaat karena Allah Ta’ala.64
62 Sholikhin, Panduan Sholat, 151.
63 Departemen Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, 2: 45.
3) Tata Cara Sholat Hajat
Adapun tata cara sholat hajat yaitu sebagai berikut:65
a) Berdiri menghadap kiblat untuk melaksanakan sholat hajat dengan niat
b) Setelah selesai melaksanakan sholat hajat hendaknya membaca istighfar 100 kali
c) Setelah membaca istighfar lalu membaca sholawat atas Nabi Muhammad Saw. 100 kali
d) Mambaca doa solat hajat
e) Kemudian mohanlah kepada Allah SWT apa yang menjadi hajat kita, sambil bersujud kepada Allah disertai dengan memperbanyak bacaan:
ﻪﹶﻟﺍﹶﻻ
ﺖﻧﹶﺍﱠﻻﺍ ﺎﺤﺒﺳ
ﻚﻧ
ﻲﻧﺍ
ﺖﻨﹸﻛ
ﻦﻣ ﺎﱠﻈﻟﺍ
ﻦﻴﻤﻟ
Artinya: Tidak ada Tuhan yang melainkan engkau ya Allah, maha suci Engkau ya Allah, sesungguhnya aku ini adalah golongan dari yang aniaya.
4) Bilangan Rokaat Sholat Hajat
Adapun pelaksanaan Sholat Hajat bisa dikerjakan dengan dua atau empat rokaat, bahkan bisa juga dikerjakan 12 rokaat.66
64 Ibid., 152.
65 Ibid., 152-153.
66 Sholihin, Panduan Sholat Sunnah, 81-82.
5) Waktu Pelaksanaan Sholat Hajat
Sholat hajat dilaksanakan antara semalam sampai tujuh salam, bahkan lebih, bergantung pada besar kecilnya kepentingan atau kualitas permohonan. Dengan sholat hajat, Allah mempermudah segala permohonan hamba-hambanya.67
6) Faedah Sholat Hajat
a) Sebagai sarana ibadah yang bisa digunakan ketika kita mengharapkan hajat atau keinginan
b) Allah akan menyingkirkan segala hal yang menyulitkan hajat seseorang
c) Mengaktifkan energi positif dalam diri
d) Membuka pintu rezeki, memajukan usaha, dan melancarkan karir
c. Sholat Witir
1) Pengertian Sholat Witir
Witir berarti ganjil. Sedangkan sholat witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan dengan rokaaat ganjil sebagai penutup sholat malam.68 Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi Saw:
ﻋ ﹺﻦ
ﻦﺑﺍ
ﺮﻤﻋ
ﻰﺿﺭ
ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺎﻤﻬﻨﻋ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﺍﻮﹸﻠﻌﺟﺍ
ﺮﺧﹶﺍ ﹶﻼﺻ
ﻢﹸﻜﺗ ﹺﺑﺎ ﹺﻞﻴﱠﻠﻟ ﺍﺮﺗﹺﻭ
Artinya: Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi Saw. Bersabda:
Jadikanlah sholatmu terakhir dimalam hari dengan sholat witir.69
67 Sholikhin, Panduan Sholat, 153-154.
68 M. Kamaluddin, Rahasia Kedahsyatan Sholat Sunnah Setahun Penuh, 51.
2) Niat Sholat Witir Redaksi niat sholat witir
ﱢﻞﺻﹸﺍ ﹶﺔﻨﺳ ﹺﺮﺗﹺﻮﹾﻟﺍ ﹺﻦﻴﺘﻌﹾﻛﺭ ﹶﻞﹺﺒﹾﻘﺘﺴﻣ
ﺔﹶﻠﺒﻘﹾﻟﺍ
ﻪﱠﻠﻟ ﺎﻌﺗ ﻰﹶﻟ
Artinya: Aku niat sholat witir dua rokaat sunnah karena Allah Ta’ala.70
3) Bilangan Rokaat Sholat Witir
Jumlah rokaat sholat witir diperbolehkan memilih antara 1,3,5,7,9, atau 11.sholat witir boleh dilakukan hanya dengan satu kali salam untuk mengerjakan 3 rokaat sekaligus atau 2 rokaat melakukan salam dengan yang terakhir 1 rokaat untuk sekali salam.
71Sabda Rasulullah Saw.
ﻦﻋ ﺎﻋ ﹶﺔﺸﺋ ﺎﹶﻛ ﹶﻥ
ﻲﹺﺒﻨﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﱠﻠﻟﺍ
ﻪ
ﻪﻴﹶﻠﻋ
ﻢﱠﻠﺳﻭ ﻰﹼﻠﺼﻳ
ﻦﻴﺑ ﹾﻥﹶﺍ ﹶﻍﺮﹾﻔﻳ
ﻦﻣ
ﺓﹶﻼﺻ
ِﺀﺎﺸﻌﹾﻟﺍ ﹶﱃﺍ ﹺﺮﺠﹶﻔﹾﻟﺍ ﺍﺪﺣﺍ ﹶﺓﺮﺸﻋ ﹰﺔﻌﹾﻛﺭ
ﻢﱢﻠﺴﻳ
ﻦﻴﺑ ﱢﻞﹸﻛ ﹺﻦﻴﺘﻌﹾﻛﺭ
ﺮﺗﻮﻳﻭ
ﺓﺪﺣﻮﹺﺑ .
Artinya: Dari Aisyah, Nabi Saw, sholat sebelas rokaat diantara setelah sholat isya’ sampai tebit fajar. Beliau member salam tiap-tiap dua rokaat, dan penghabisannya satu rokaat. (H.R. Bukhori dan Muslim).72
4) Tata Cara Sholat Witir
Adapun tata cara sholat witir yaitu:73
a) Berdiri menghadap kiblat untuk melaksanakan sholat witir
69 Zainuddin Ahmad Az-zubaidi, Hadis Shahih Bukhori (Semarang: C.V. TOHA PUTRA, 1986), 367.
70 Sholikhin, Panduan Sholat, 178.
71 Ibid., 183
72Sulaiman Rasjid, Fiqih Islam, 149.
73 Sholikhin, Panduan Sholat, 184.
b) Membaca niat
c) Pada tiga rokaat terakhir disunnahkan membaca surat al-a’la pada rokaat pertama, surat Al-kafirun pada kedua, dan surah Al-ikhlas pada rokaat terakhir.
d) Ruku’, i’tidal, sujud, duduk dua sujud, e) Membaca doa.
5) Waktu Pelaksanaan Sholat Witir
Rasulullah SAW melarang adanya pelaksanaan 2 sholat witir dalam satu malam. Tegasnya hanya ada satu kali pelaksanaan sholat witir di setiap malamnya. Sehingga jika sudah melaksanakan sholat witir seusai sholat Tarawih di bulan Ramadlan, atau sudah melaksanakansholat witir setelah sholat isya’ atau sebelum tidur, saat bangun tidur di tengah malam tidak perlu sholat Witir lagi, walaupun melaksanankan sholat tahajjud atau sholat malam lainnya.74
Dalam sebuah Hadis dijelaskan
ﻲﺿﺭﺎﻬﻨﻋﻭ
ﻪﱠﻠﻟﹾﺍ ﺎﻬﻨﻋ
ﺖﹶﻟﺎﹶﻗ : ﱡﻞﹸﻛ ﻟﺍ ﱠﻠﻴ ﹺﻞ
ﺮﺗﻭﹶﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ
ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ
ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹶﻠﻋ
ﻴﻪ
ﻭ
ﺳﱠﻠ
ﻢ ﻰﻬﺘﻨﻟﺍﻭ
ﻩﺮﺗﹺﻭ ﻰﹶﻟﺍ ﹺﺮﻬﺴﻟﺍ .
Artinya: Diriwayatkan dari Aisyah r.a: Rasulullah mengerjakan sholat witir pada malam-malam yang berbeda pula (mulai waktu isyak) hingga bagian terakhir malam hari.75
74 Sholihin, Panduan Sholat Sunnat. 65-66.
75 Iman Az-Zabidi, Ringkasan Shohih Bukhori (Bandung: MIZAN, 1997) 221.
6) Faidah Sholat Witir
Faidah Sholat Witir yaitu sebagai berikut:76 a) Diberi iman yang langgeng
b) Diberi hati yang khusuk c) Diberi ilmu yang bermanfaat d) Ditetapkan keyakinan yang benar e) Dapat melaksanakan amal yang sholeh f) Diberikan kebaikan yang melimpah-limpah g) Memperoleh ampunan
h) Diberi kesehatan yang sempurna.
4. Kecerdasan Spiritual
a. Pengertian Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam kontek makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
Spiritual Quitient (SQ) adalah landasan yang diperlukan untuk memfunsikan Intelectual Quitient (IQ) dan Emitional Quitient secara efektif, bahkan (SQ) merupakan kecerdasan tertinggi. 77
76 M. Kamaluddin, Rahasia Kedahsyatan Sholat Sunnah Setahun Penuh (t.tp: PUSTAKA ILMU SEMESTA, 2016), 53.
77Danah Zohar dan Ian Marshall, SQ Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual Dalam Berfikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan, 4-5.
Robert Coles mengemukakan dalam bukunya Purwa Almaja Prawaja yang berjudul Psikologi Pendidikan Dalam Perspektif Baru bahwa:78
“Kecerdasan moral juga memegang peranan amat penting bagi kesuksesan seseorang selain kecerdasan kognitif (IQ) dan kecerdasan emosional (IE). Lebih lanjut kecerdasan moral sering disebut sebagai kecerdasan spiritual (IS). Kecerdasan spiritual ditandai dengan kemampuan seorang anak untuk bisa menghargai dirinya sendiri maupun diri orang lain, memahami perasaan terdalam orang-orang disekelilingnya, mengikuti aturan-aturan yang berlaku, semua itu termasuk merupakan kunci keberhasilan bagi seorang anak dimasa depan”.
Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir mendefinisikan Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan kalbu yang berhubungan dengan kualitas batin seseorang. Kecerdasan ini mengarahkan seseorang untuk berbuat lebih manusiawi, sehingga dapat menjangkau nilai-nilai luhur yang mungkin belum tersentuh oleh akal pikiran manusia.79
Kecerdasan spiritual bukannlah doktrin agama yang mengajak umat manusia untuk cerdas dan memilih atau memeluk salah satu agama yang dianggap benar. Kecerdasan spiritual lebih dianggap konsep yang berhubungan dengan bagaimana seseorang cerdas dalam mengelola dan mendayagunakan makna-makna, nilai-nilai, dan kualitas hidup spiritualnya.80
Dari pengertian di atas kecerdasan spiritual adalah kecerdasan hati dalam memaknai pemikiran-pemikiran dalam bentuk tindakan
78Purwa Almaja Prawira, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru (Jokjakarta: Ar- Ruzz Media, 2012), 168.
79Abdul Mujib, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, 329-320.
80 Abd Halim Soebahar, Matrik Pendidikan Islam (Yokyakarta: Pustaka Marwa, 2009), 201.
yang positif pada setiap kejadian yang ada dengan mengembalikan pada kehendak yang Kuasa, sehingga bersikap toleran dan mampu beradaptasi dengan mudah serta memiliki dedikasi semangat hidup yang tinggi sebagai hamba Allah SWT.
b. Pertumbuhan Kecerdasan Spiritual
Untuk mengembangkan atau menumbuhkan kapasitas kecerasan spiritual (SQ), Danah Zohar menawarkan tujuh langkah praktis untuk mendapatkan SQ lebih baik yaitu:81
1) Menyadari dimana ia sekarang, langkah ini menuntut manusia menggali kesadaran diri yang pada gilirannya menuntut menggali kebiasaan merenungkan pengalaman.
2) Merasakan dengan kuat bahwa ia ingin berubah, jika renungan manusia kosong untuk merasa bahwa perilaku, hubungan, kehidupan, atau hasil kerja dapat lebih baik, maka harus berjanji dalam hati harus berubah.
3) Merenungkan apakah pusat ia sendiri dan apakah motivasi yang paling dalam, manusia harus mengenal diri sendiri, letak pusat diri dan motivasi paling dalam.
4) Menemukan dan mengatasi rintangan, yaitu dengan membuat daftar hal yang menghambat dan mengembangkan pemahaman tentang bagaimana manusia dapat menyingkirkan penghalang- penghalangnya.
81 Zohar &Marshall, SQ Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual Dalam Berfikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan, 231.
5) Menggali banyak kemungkinan untuk melangkah maju, pada tahap ini perlu penyadaran berbagai kemungkinan untuk begerak maju dengan mencurahkan usaha mental dan spiritual untuk menggali sebagian kemungkinan.
6) Menetapkan hati pada sebuah jalan. Saat seperti ini harus menetapkan hati pada satu jalan dalam kehidupan dan berusaha menuju pusat.
7) Tetap menyadari bahwa ada banyak jalan, jadi sementara manusia melangkah di jalan yang telah dipilih sendiri, tetap tetap sadar bahwa masih ada jalan-jalan yang lain:
Apabila kecerdasan spiritual telah tumbuh berkembang dengan baik, maka akan dapat ditemukan tanda-tanda yang mencakup hal-hal sebagai berikut:82
1) Kemampuan bersikap fleksibel (adaptif, secara spontan dan aktif) Bersikap fleksibel ialah mampu menyesuaikan diri dengan mudah terhadap lingkungan sekitar, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan mudah terhadap lingkungan sekitar, sehingga mampu mampu mencapai hasil yang lebih baik. Menyesuaikan diri berarti pula dapat menempatkan dirinya dalam setiap kondisi apapun sesuai dengan kebutuhan.
82 Ibid., 14.