ANALISIS PENJADWALAN PROYEK REPETITIF DENGAN METODE KESEIMBANGAN GARIS (LINE OF BALANCE)
(Studi Kasus : Proyek Gedung Multifungsi Samanea) SKRIPSI
Disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T)
Disusun Oleh :
SHENANTIASYA GOLDHAND CHRISTOPHER (3336180043)
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA BANTEN
2022
CamScanner
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat yang telah diberikan- Nya, sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan. Skripsi dengan judul “Analisis Penjadwalan Proyek Repetitif Dengan Metode Keseimbangan Garis (Line Of Balance) (Studi Kasus : Proyek Gedung Multifungsi Samanea)” ditujukan untuk memenuhi sebagian persyaratan akademik guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan, bantuan dan doa dari berbagai pihak, Skripsi ini tidak akan dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan Skripsi ini, yaitu kepada :
1. Bapak Dr. Subekti, ST., M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil
2. Bapak Ir. Andi Maddeppungeng, M.T. dan Bapak Arief Budiman, S.T., M.Eng.
selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan banyak masukan kepada penulis.
3. Ibu Siti Asyiah, S.Pd.,M.T dan Ibu Dwi Esti Intari, S.T.,M.Sc selaku Dosen Penguji I dan II yang telah memberikan saran dan masukkan kepada penulis.
4. Semua dosen-dosen Teknik Sipil yang telah mengajar selama penulis berkuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
5. Bapak Nixson, Bapak Budi, dan Bapak Oka yang telah banyak berjasa dalam membantu proses mendapatkan data proyek.
6. Orang tua tercinta, Miizan, Altaf, Vali, Dinda dan teman-teman discord yang telah memberikan semangat kepada penulis.
Akhir kata penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam Skripsi ini. Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Cilegon, 29 Juni 2022
Penyusun
v
ANALISIS PENJADWALAN PROYEK REPETITIF DENGAN METODE KESEIMBANGAN GARIS (LINE OF BALANCE)
Shenantiasya Goldhand Christopher
INTISARI
Penjadwalan dan perencanaan sangat menentukan keberhasilan proyek. Penelitian ini membahas tentang penjadwalan ulang yang efektif pada bangunan yang berstudi kasus pada Proyek Gedung Multifungsi yang memiliki pekerjaan bersifat repetitif.
Proyek Gedung Multifungsi terdiri dari bangunan Mall yang memiliki 3 lantai dan Multi Purpose Building (MPB) yang memiliki 23 lantai. Proyek ini memiliki durasi secara keseluruhan 672 hari.
Metode yang digunakan yaitu metode Line of Balance yang berupa garis vertikal yang menggambarkan unit pekerjaan dan sumbu horizontal yang menggambarkan waktu. Penelitian kuantitatif disajikan dalam bentuk informasi angka. Data yang berupa master schedule, dan data pekerja diolah sehingga menjadikan sebuah diagram Line of Balance yang efektif dengan tiap garis diagram tidak saling berpotongan.
Hasil penelitian menunjukan total penjadwalan efektif dengan menggunakan Metode Line of Balance durasi pada bangunan Mall dan Multi Purpose Building didapatkan 514 hari dan 338 hari. Terdapat selisih durasi pada bangunan Mall 158 hari lebih lambat daripada existing schedule dan pada bangunan Multi Purpose Building 127 hari lebih cepat dibanding existing schedule. Dapat disimpulkan bahwa metode Line of Balance efektif bila digunakan pada bangunan yang memiliki unit/ lantai bangunan yang banyak.
Kata Kunci : line of balance, mall, multi purpose building, master schedule
vi
REPETITIVE PROJECT SCHEDULING ANALYSIS WITH LINE OF BALANCE METHOD
Shenantiasya Goldhand Christopher
ABSTRACT
Scheduling and planning are critical to the success of the project. This study discusses the effective rescheduling of buildings with case studies on Multifunction Building Projects that have repetitive work. The Multifunction Building Project consists of a Mall building which has 3 floors and a Multi Purpose Building (MPB) which has 23 floors. The project has an overall duration of 672 days.
The method used is the Line of Balance method in the form of a vertical line that describes the work unit and a horizontal axis that describes time. Quantitative research is presented in the form of numerical information. The data in the form of a master schedule and worker data are processed so as to make an effective Line of Balance diagram with each diagram line not intersecting each other.
The results showed that the total effective scheduling using the Line of Balance method for the duration of the Mall building and Multi Purpose Building was 514 days and 338 days. There is a difference in duration in the Mall building 158 days later than the existing schedule and in the Multi Purpose Building 127 days faster than the existing schedule. It can be concluded that the Line of Balance method is effective when used in buildings that have many building units/floors.
Keywords: line of balance, mall, multi purpose building, master schedule
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERNYATAAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
PRAKATA ... iv
INTISARI ... v
ABSTRACT ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Permasalahan ... 4
1.3 Tujuan Penelitian ... 4
1.4 Batasan Masalah ... 4
1.5 Manfaat Penelitian ... 5
1.6 Keaslian Penelitian ... 5
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu yang Relevan ... 6
2.2 Keterkaitan Penelitian ... 15
BAB 3. LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Proyek ... 17
3.2 Manajemen Proyek ... 18
3.2.1 Definsi Manajemen Proyek ... 18
viii
3.2.2 Prinsip Manajemen Proyek ... 19
3.2.3 Tujuan Manajemen Proyek ... 19
3.3 Penjadwalan Proyek ... 20
3.3.1 Definsi ... 20
3.3.2 Microsoft Project ... 20
3.3.3 Metode Line of Balance ... 21
3.3.4 Teknik Perhitungan Line of Balance ... 22
BAB 4. METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian ... 26
4.2 Data dan Sumber Data Proyek ... 26
4.2.1 Data ... 26
4.2.2 Cara Mendapatkan Data ... 27
4.3 Teknik Pengolahan Data ... 27
4.4 Proses Pengolahan Data ... 28
4.4.1 Analisis LoB ... 28
4.4.2 Analisis Pekerjaan yang Beresiko Terjadi Hambatan ... 29
4.4.3 Analisis Perbandingan Durasi ... 30
4.4.4 Analisis Kelebihan dan Kekurangan LoB ... 30
4.5 Diagram Alir ... 32
4.6 Jadwal Penelitian ... 34
BAB 5. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Data Penelitian ... 36
5.2 Logika Ketergantungan ... 38
5.3 Pembuatan Jadwal Dengan Metode Line of Balance ... 40
5.4 Diagram Line of Balance ... 54
5.5 Penundaan Pada Kelompok Pekerjaan Diagram Line of Balance ... 57
ix
5.5.1 Penundaan Pada Bangunan Mall ... 57
5.5.1.1Trial Penundaan Pada Metode Line of Balance ... 58
5.5.1.2Rekapitulasi Trial Penundaan Pada Metode LOB ... 64
5.5.2 Penundaan Pada Bangunan Multi Purpose Building ... 65
5.5.2.1Trial Penundaan Pada Metode Line of Balance ... 66
5.5.2.2Rekapitulasi Trial Penundaan Pada Metode LOB ... 71
5.6 Pembahasan ... 73
BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ... 76
6.2 Saran ... 77 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
x
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Tangerang Setiap Tahun ... 2
Tabel 2.1 Perbandingan Penelitian dengan Penelitian yang berhubungan ... 10
Tabel 4.1 Jadwal Penelitian... 34
Tabel 5.1 Data Jumlah Pekerja dan Durasi Proyek ... 36
Tabel 5.2 Hubungan antar pekerjaan ... 38
Tabel 5.3 Rekapitulasi Penjadwalan LoB ... 43
Tabel 5.4 Perhitungan Memulai Pekerjaan Mall... 50
Tabel 5.5 Perhitungan Memulai Pekerjaan Multi Purpose Building ... 52
Tabel 5.6 Rekapitulasi Start dan Finish Kelompok Pekerjaan Perlantai Mall ... 54
Tabel 5.7 Rekapitulasi Start dan Finish Kelompok Pekerjaan Perlantai MPB ... 55
Tabel 5.8 Rekapitulasi Hasil Trial Penundaan Pada Metode LOB ... 64
Tabel 5.9 Rekapitulasi Hasil Trial Penundaan Pada Metode LOB ... 72
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Hubungan Penelitian Terhadap Penelitian Lain Yang berkaitan ... 15
Gambar 2.2 Hubungan Penelitian Terhadap Penelitian Relevan ... 16
Gambar 3.1 Tiga kendala sasaran Proyek ... 18
Gambar 3.2 Konflik yang harus dihindari pada Penjadwalan Line of Balance .... 23
Gambar 4.1 Analisa Konflik yang Bersilangan ... 29
Gambar 4.2 Hasil Penjadwalan Setelah Penambahan Trial and Error ... 30
Gambar 4.3 Diagram Alir Penelitian ... 33
Gambar 5.1 Diagram Line of Balance Bangunan Mall ... 54
Gambar 5.2 Diagram Line of Balance Bangunan Multi Purpose Building ... 56
Gambar 5.3 Trial Penundaan selama 43 hari ... 59
Gambar 5.4 Trial Penundaan selama 124 hari ... 59
Gambar 5.5 Trial Penundaan Selama 155 hari ... 60
Gambar 5.6 Trial Penundaan Selama 116 Hari ... 61
Gambar 5.7 Trial Penundaan Selama 184 Hari ... 62
Gambar 5.8 Trial Penundaan Selama 176 Hari ... 63
Gambar 5.9 Trial Penundaan Selama 255 Hari ... 63
Gambar 5.10 Diagram LOB Setelah Penundaan... 65
Gambar 5.11 Trial Penundaan 59 Hari ... 67
Gambar 5.12 Trial Penundaan 51 Hari ... 68
Gambar 5.13 Trial Penundaan 69 Hari ... 68
Gambar 5.14 Trial Penundaan 80 Hari ... 69
Gambar 5.15 Trial Penundaan 122 Hari ... 70
Gambar 5.16 Trial Penundaan 105 Hari ... 71
Gambar 5.17 Diagram LOB Setelah Penundaan... 73
Gambar 5.18 Sebelum dan Sesudah Penundaan Trial and Error ... 74
Gambar 5.19 Sebelum dan Sesudah Penundaan Trial and Error ... 75
xii
DAFTAR LAMPIRAN
1. Data Administratif 2. Data Proyek 3. Gambar Proyek
4. Dokumentasi Penelitian
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semakin padatnya penduduk ditengah-tengah kota, dalam dunia bisnis properti tidak bisa dilepaskan dari konsep penataan ruang yang semakin dikembangkan saat ini salah satunya yaitu konsep mixed use building atau bangunan multifungsi.
Konsep ini banyak diterapkan di kota-kota yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi seperti Jakarta, Tangerang dan Kota Surabaya. Konsep mixed use building ini biasanya terdiri dari apartemen, hotel, kantor dan pusat perbelanjaan.
Konsep mixed use building ini harus mampu mewadahi kegiatan dasar manusia.
Perbedaan mendasar dari konsep mixed use building dengan Superblok yaitu dari jumlah bangunan dalam kawasan. Kawasan superblok memiliki jumlah bangunan yang banyak dibanding kawasan mixed use. Sedangkan mixed use menggunakan bangunan yang sama untuk mengakses segala jenis kebutuhan masyarakat, (Esti Savitri, 2007).
Berdasarkan Statistik Kependudukan Wilayah Kabupaten Tangerang, dengan luas wilayah kabupaten Tangerang sebesar 959,61 km2, tercatat bahwa jumlah penduduk Kabupaten Tangerang pada tahun 2020 adalah sebanyak 3,06 juta jiwa yang mana 50,91% adalah laki-laku dan 49,09% adalah perempuan. Jumlah penduduk terbesar ada di Kecamatan Pasar Kemis yaitu sebesar 249,216 jiwa atau 8,15% dari total jumlah penduduk Kabupaten Tangerang, (Statistik Kependudukan Kabupaten Tangerang, 2020).
Pada tahun 2020, Statistik Kependudukan Kabupaten Tangerang mencatat kepadatan penduduk yang berlokasi di Kabupaten Tangerang tertinggi yaitu pada Kecamatan Pasar Kemis sebesar 9.614,81 Jiwa/km2 yang merupakan lokasi disekitar proyek Samanea. Berdasarkan data yang tersedia, kepadatan rata-rata berada di angka 3.382,71 Jiwa/km2.
Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) merupakan sebuah keseimbangan dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang
2
mengurangi jumlah penduduk. Berikut merupakan Tabel 1.1 laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Tangerang setiap Tahun.
Tabel 1.1 Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Tangerang Setiap Tahun
Sumber : Statistik Kependudukan Kabupaten Tangerang Tahun 2020
Berdasarkan Tabel 1.1 terlihat jumlah penduduk Kabupaten Tangerang dari tahun 2018 hingga tahun 2020 mengalami peningkatan dan laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Tangerang pada tahun 2018 hingga 2020 mengalami peningkatan. Dari data tersebut, arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Tangerang harus mengarah menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan ketersediaan terhadap kebutuhan masyarakat tersebut.
Dalam hal ini Proyek Samanea Mixed Use atau Proyek Gedung Multifungsi Samanea adalah proyek kerjasama dengan pengembang pusat perbelanjaan yang bertempat di Tangerang New Industry City (TNIC) yang bertepatan di wilayah Kabupaten Tangerang. Proyek ini di prakasai oleh PT. Samanea Tangerang Development, perusahaan pengembang pusat perbelanjaan yang berbasis di Singapura. Terletak 20 kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan 30 kilometer dari Jakarta CBD, Tangerang New Industry City adalah salah satu wilayah pinggiran kota yang memiliki potensi sebagai kota satelit baru dekat Jakarta. Proyek Samanea memiliki luas lahan sebesar 93.000 m2 dengan dimensi/luasan bangunan sebesar 300.799,54 m2 dengan bangunan yang terdiri dari Trade Mall, Hotel, Office dan Apartement Building.
Dalam mencapai suatu keberhasilan proyek konstruksi sangat bergantung pada tahap penjadwalan dan perencanaan. Dalam membantu menunjukkan hubungan antar aktivitas dalam suatu proyek, penjadwalan proyek sangat penting untuk mengidentifikasi hubungan yang harus didahulukan antar pekerjaan, serta menunjukkan perkiraan waktu yang tepat untuk setiap item pekerjaan. Umumnya
Tahun Jumlah Penduduk
Laju Pertumbuhan
Penduduk
2018 2.728.654 -
2019 2.794.969 1,04%
2020 3.057.599 5,86%
3
pada pelaksanaan suatu pekerjaan timbul ketidak efisienan terhadap alokasi sumber daya maupun durasi pekerjaan yang dikarenakan oleh kurang matangnya perencanaan. Oleh sebab itu, diperlukan suatu perencanaan yang baik dan matang demi tercapainya tujuan dari pekerjaan.
Ketepatan waktu penyelesaian proyek adalah salah satu aspek dalam hal penilaian keberhasilan proyek. Karena itu, dengan perencanaan yang baik diharapkan proyek dapat selesai sesuai dengan terget waktu yang ditentukan, dengan penggunaan biaya yang efisien, dan kualitas pekerjaan sesuai yang diharapkan. Oleh sebab itu, banyak metode-metode yang dikembangkan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan proyek, Pada penelitian yang digunakan saat ini menggunakan metode Keseimbangan Garis/Line of Balance.
Pada umumnya metode penjadwalan yang sering digunakan yaitu barchart dan PDM namun belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Line of Balance merupakan sebuah metode penjadwalan proyek yang berupa garis yang menggambarkan unit pekerjaan pada sumbu vertikal dan waktu pada sumbu horizontal. Penggunaan metode keseimbangan garis ini dapat memberikan kemudahan dalam mengatur sumber daya yang berkelanjutan tanpa adanya penundaan antar pekerjaan sehingga dapat memberikan efisiensi jumlah tenaga kerja dan alat pada proyek. Line of Balance juga mampu menunjukan hambatan yang mungkin beresiko terjadi pada pekerjaan dilakukan sehingga para pelaku konstruksi dapat berfokus pada titik-titik yang berpotensi mengalami gangguan.
Pada proyek Gedung Multifungsi Samanea memiliki banyak pekerjaan repetitif atau berulang, dinilai cocok dengan menggunakan metode Line of Balance. Proyek tersebut juga memiliki keterbatasan terkait manajemen penjadwalan yang sering kali mengalami keterlambatan dan terhambatnya pekerjaan dikarenakan alat-alat serta pekerja yang saling bentrok dalam hal melakukan pekerjaan. Permasalahan tersebut disebabkan oleh banyaknya pekerjaan yang memiliki jam kerja yang bersamaan sehingga terjadinya bentrok antar pekerjaan dan menyebabkan ada beberapa pekerjaan terjadi penundaan. Penjadwalan dengan menggunakan metode Line of Balance dinilai cocok dengan permasalahan tersebut dikarenakan dapat mendeteksi secara langsung pekerjaan apa saja yang dapat terjadi bentrok dengan
4
begitu, para pelaku kerja di proyek dapat mengantisipasi hal tersebut agar tidak terjadinya bentrok dalam pekerjaan yang terkait. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang penjadwalan proyek repetitif dengan menggunakan metode Line of Balance.
1.2 Rumusan Permasalahan
Berdasarkan penjabaran dari latar belakang, maka menghasilkan beberapa rumusan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana penjadwalan ulang yang efektif dengan menggunakan metode Line of Balance pada proyek Gedung Multifungsi Samanea?
2. Apa saja pekerjaan yang dapat berisiko menjadi hambatan pada proses pelaksanaan proyek?
3. Bagaimana perbandingan antara masa pelaksanaan pekerjaan dengan metode Line of Balance dengan existing schedule (Ms. Project)?
4. Apa saja kelebihan dan kekurangan Line of Balance dari segi penggunaan metode, perhitungan, dan logika ketergantungan?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan pada rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menganalisis penjadwalan ulang yang efektif dengan menggunakan metode Line of Balance pada proyek Gedung Multifungsi Samanea.
2. Mengetahui pekerjaan yang dapat bersiko menjadi hambatan pada pelaksanaan proyek.
3. Menganalisis perbandingan antara masa pelaksanaan pekerjaan dengan metode Line of Balance dengan existing schedule (Ms. Project)?
4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan Line of Balance dari segi penggunaan metode, perhitungan, dan logika ketergantungan
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah :
1. Objek penelitian yang digunakan adalah penjadwalan ulang pada pengerjaan proyek Gedung Multifungsi Samanea, Kabupaten Tangerang.
2. Metode penjadwalan yang digunakan adalah metode Line of Balance.
5
3. Menganalisis data dilakukan dengan program Microsoft Excel untuk menghitung dan membuat penjadwalan ulang.
4. Menganalisis durasi penjadwalan ulang dengan tidak menghitung selisih anggaran biaya.
5. Responden yang akan diwawancarai adalah Project Manager atau Konsultan Pengawas proyek.
1.5 Manfaat Penelitian
Dilakukannya penelitian merupakan sebuah tahapan penjadwalan ulang pada proyek Gedung Multifungsi Samanea dengan metode Line of Balance yang diharapkan dapat:
1. Agar instansi proyek dapat mempertimbangan dan menerapkan metode Line of Balance dalam penjadwalan pelaksanaan proyek.
2. Sebagai kontribusi bagi pihak instansi proyek dalam melakukan penjadwalan yang efektif guna mencapai target dan jadwal proyek yang sesuai dan tepat waktu.
3. Memberikan pengetahuan terhadap mahasiswa dapat menjadi bahan pembelajaran tentang metode penjadwalan Line of Balance dan dapat mengetahui efektifitas dari penjadwalan menggunakan metode Line of Balance dibanding dengan metode pada umumnya.
1.6 Keaslian Penelitian
Dalam kasus penelitian ini menggunakan metode Line of Balance memiliki perbedaan dari penelitian sebelumnya yaitu memiliki objek penelitian yang berbeda yaitu di Gedung Multifungsi yang sebelumnya memiliki tinjauan di lokasi apartement, jalan kereta api, Mall, jalan lingkungan, dan gedung. Penelitian ini juga memiliki rumusan dan tujuan yang berbeda dari penelitian sebelumnya yang menjadi acuan dan referensi. Jadi penelitian ini murni dan tidak ada unsur plagiat dan penelitian ini juga mencantumkan sumber-sumber yang menjadi pendukung dan referensi dari penelitian ini.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu yang Relevan
Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan terdapat beberapa penelitian terdahulu yang sudah pernah dilakukan yang berkaitan dengan analisis penjadwalan dengan metode Line of Balance. Berikut ini akan ditampilkan beberapa perbandingan penelitian lain :
a. Willim Sudarson; 2020
Melakukan penelitian yang berjudul “EVALUASI PENJADWALAN PROYEK DENGAN METODE LINE OF BALANCE (LOB)”. Berdasarkan penelitiannya dapat disimpulkan bahwa penjadwalan yang menggunakan metode LoB memiliki kelebihan dalam hal penyusunan pekerjaan dalam setiap paket pekerjaan, dapat menentukan mulainya waktu pekerjaan dengan tepat, dan dapat mengetahui konflik antar item pekerjaan. Disebutkan juga bahwa metode LoB dapat menyampaikan waktu yang optimal dalam memulai item pekerjaan maka metode ini sangat direkomendasikan untuk kontraktor dalam mulai masa kontrak kepada pihak sub-kontraktor. Dalam hal memberikan presentase kemajuan proyek, metode LOB belum dapat memberikan persentase tersebut.
b. Utama Prabowo; 2019
Melakukan penelitian yang berjudul “ANALISIS PENGGUNAAN METODE KESEIMBANGAN GARIS (LINE OF BALANCE) PADA PROYEK KONSTRUKSI UNTUK PEKERJAAN REPETITIF”. Berdasarkan penelitian ini diperoleh suatu temuan yaitu metode penjadwalan linier mampu memberikan informasi mengenai kemajuan progress proyek yang tidak ditampilkan kurva S, oleh karena itu penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya menghubungkan dengan kurva S. Pada penelitiannya disebutkan bahwa metode LoB mampu menyajikan tingkat produktifitas dan informasi durasi dalam format grafik yang dapat dimengerti sehingga menunjukkan kesalahan yang terjadi terhadap kemajuan kegiatan proyek. Metode LoB dapat mendeteksi kegiatan yang mengalami hambatan yang dapat mengganggu penjadwalan proyek dengan melihat ada tidaknya diagram batang yang saling berpotongan atau tidak.
7 c. Jamalan Halimi; 2018
Melakukan penelitian yang berjudul “ANALISIS PENJADWALAN ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSM (LINIER SCHEDULING METHOD/ LINE OF BALANCE)”. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan suatu kesimpulan yaitu dari segi efektivitas waktu perbandingan antara metode LoB dengan penjadwalan existing memiliki selisih durasi yang cukup besar yaitu 189 hari. Selisih tersebut dapat disimpulkan bahwa metode LSM lebih baik daripada penjadwalan proyek tersebut.
d. Wahyu Tri Prasetyo; 2017
Melakukan penelitian yang berjudul “ANALISIS PENJADWALAN ULANG WAKTU PELAKSANAAN PROYEK JALAN DENGAN LINE OF BALANCE”. Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan beberapa kesimpulan yaitu pada penggunaan metode LoB memiliki permasalahan yaitu terdapat konflik dan adanya 2 pekerjaan pada 1 section. Untuk mengatasi permasalahan tersebut menggunakan distance buffer dan peningkatan produktivitas. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, kedua solusi tersebut harus dilakukan secara bersamaan.
e. EDO ANDREZA FAUZY LAKSONO; 2019
Melakukan penelitian yang berjudul “ ANALISIS PENJADWALAN ULANG WAKTU PELAKSAAN PROYEK PEMBANGUNAN JALUR GANDA KERETA API KROYA – KUTOARJO KM 438+600 SAMPAI DENGAN 446+800 ANTARA GOMBONG – SOKA DENGAN METODE LINE OF BALANCE”. Dari penelitiannya didapatkan kesimpulan yaitu penjadwalan menggunakan metode LoB sangat efisien dan efektif dalam hal durasi waktu.
Berdasarkan hasil penjadwalan yang dilakukan dengan metode Linear Scheduling Method didapatkan selisih durasi yaitu 526 hari dengan penjawalan existing. Didapatkan juga beberapa kelebihan dan kekurangan metode LoB yaitu metode LoB sesuai untuk proyek yang memiliki kegiatan yang berulang karena mampu mendeteksi kegiatan yang mengalami gangguan yang dapat berdampak pada durasi penjadwalan proyek. Pada penggunaan metode LoB pekerjaan dilakukan berfokus pada pekerjaan pembagian persegmen. Metode LoB
8
memiliki pemanfaatan tenaga kerja yang lebih efektif karena melakukan pengelompokkan tenaga kerja dimasing-masing pekerjaan.
f. Aulia M; 2017
Melakukan penelitian yang berjudul “ANALISIS PENGGUNAAN METODE PENJADWALAN LINE OF BALANCE PADA PROYEK KONSTRUKSI REPETITIF (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN CANDILAND-SEMARANG)”. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan beberapa kesimpulan yaitu metode LoB bersifat sederhana sehingga mudah dimengerti karena berupa garis yang menunjukkan produktifitas suatu pekerjaan namun tidak dapat menunjukkan secara spesifik hubungan logika ketergantungan antar kegiatan.
g. Hendy Wiryawan Saputra; 2020
Melakukan penelitian yang berjudul ”ANALISIS PENJADWALAN ULANG PROYEK PERUMAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSM (LINEAR SCHEDULING METHOD) (STUDI KASUS : PERUMAHAN ALDEN BANJA WIJAYA TANGERANG)”. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan beberapa temuan yaitu metode LSM memiliki durasi efektifitas waktu yang efektif dan efisien. Metode LSM mengandalkan jumlah tenaga kerja yang tergabung dalam pengelompokkan pekerjaan sehingga dibutuhkannya pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan pelaksanaan proyek.
h. Astawa I; 2020
Melakukan penelitian yang berjudul “WAKTU PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD DAN LINE OF BALANCE”. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan beberapa kesimpulan yaitu terdapat beberapa perbedaan waktu antara hasil penjadwalan menggunakan PDM dengan LoB. Penggunaan metode PDM lebih lama dibandingkan dengan metode LoB terhadap durasi total. Pada metode PDM agar dapat mengetahui durasi total perlu diketahui hubungan ketergantungan pada masing-masing aktivitas seluruh unit yang akan dibangun sedangkan metode LoB membutuhkan hubungan ketergantungan dari satu unit urmah dari keseluruhan unit yang akan dibangun.
9 i. Venanda Rimasari; 2019
Melakukan penelitian yang berjudul “ ANALISIS PENJADWALAN ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSM (LINIER SCHEDULING METHOD/ LINE OF BALANCE) PADA PROYEK PERUMAHAN.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan beberapa kesimpulan yaitu penjadwalan menggunakan metode LSM pada proyek pembangunan perumahan Griya Mekar Abadi Type 46/84 memiliki durasi total pekerjaan proyek yaitu 138 hari. Dari segi durasi waktu penjadwalan menggunakan LSM jauh lebih cepat dibandingkan dengan penjadwalan existing proyek.
j. Endah Rochmalasari; 2019
Melakukan penelitian yang berjudul “EVALUASI PENJADWALAN
BERULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LINEAR
SCHEDULING METHOD (LSM) PADA PROYEK GEDUNG
GELANGGANG GENERASI MUDA”. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan beberapa kesimpulan yaitu penjadwalan dengan menggunakan metode LSM dihasilkan percepatan pada umur proyek atau durasi proyek. Biaya proyek setelah dianalisis menggunakan metode LSM didapatkan sama dengan biaya metode Barchart hanya berbeda ditiap minggunya namun untuk biaya total sama.
10
Tabel 2.1 Perbandingan Penelitian dengan Penelitian yang berhubungan
No Nama Tujuan Pembahasan
1 EVALUASI PENJADWALAN
PROYEK DENGAN METODE LINE OF BALANCE (LOB); Willim Sudarson; 2020
1. Menentukan durasi
penjadwalan dalam
pelaksanaan pekerjaan dengna metode Line of Balance 2. Menganalisa perbandingan
masa pelaksanaan pekerjaan antara penjadwalan dengan metode Line of Balance (LOB) dengan existing schedule 3. Mengindentifikasi hal-hal
yang menjadi keuntungan dari penyusunan penjadwalan
pekerjaan proyek
menggunakan metode Line of Balance (LoB).
Data yang dibutuhkan : Pada proses pengumpulan data yang diperlukan adalah data yang diperoleh melalui arsip dan dokumen administrasi PT. Multi Daya Investama selaku pemilik proyek pembangunan gedung Hotel Santika Batam. Teknik pengumpulan data dengan teknik Non-participant Observation.
Data yang diolah :
Segala pekerjaan dan durasi pekerjaan yang digunakan pada penjadwalan yang menggunakan metode Line of Balance merupakan uraian dari penjadwalan existing. Sebelum dijabarkan menggunakan metode LoB, durasi pekerjaan diuraikan dari harian menjadi mingguan.
Penjadwalan menggunakan metode LoB mendapat pengehmatan durasi pekerjaan sebanyak 5 minggu dari penjadwalan existing.
2 ANALISIS PENGGUNAAN METODE
KESEIMBANGAN GARIS (LINE OF BALANCE) PADA PROYEK KONSTRUKSI UNTUK PEKERJAAN REPETITIF (STUDI KASUS : PROYEK THE MANHATTAN MALL &
CONDOMINIUM - MEDAN); UTAMA PRABOWO; 2019
1. Menganalisis pengendalian proyek dengan metode bagan linier seimbang (Line of Balance) dalam pengendalian proyek untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.
2. Mengetahui perbedaan penjadwalan dengan metode
LOB dan dengan
menggunakan metode penjadwalan normal.
1. Membuat susunan
diagram logika
ketergantungan pekerjaan proyek.
2. Menentukan lamanya waktu (duration lead time) untuk pelaksanaan tiap komponen kegiatan.
3. Menentukan waktu penyangga (buffer time) yang merupakan perkiraan besarnya waktu yang dibutuhkan untuk mengantisipasi adanya keterlambatan (apabila dikehendaki).
4. Menggambarkan diagram.
5. Menyesuaikan grafik LoB dengan kondisi proyek.
3 ANALISIS
PENJADWALAN ULANG
1. Mengetahui nilai durasi dalam penjadwalan pembangunan
Data yang dibutuhkan : 1. S Curve proyek.
11
DENGAN
MENGGUNAKAN
METODE LSM (LINIER SCHEDULING
METHOD/ LINE OF BALANCE)
(RESCHEDULING ANALYSIS WITH LSM/LOB METHOD);
JAMALAN HALIMI; 2018
Perumahan Green Valley type 36/60 dengan metode LSM.
2. Mengetahui perbandingan
keunggulan metoda
penjadwalan antara jadwal proyek existing dengan
penjadwalan ulang
menggunakan metode LSM.
2. Wawancara dengan pengawas proyek tentang produktifitas pekerjaan, jumlah pekerja, durasi pekerjaan dan durasi total proyek.
Data yang diolah :
1. 1. Mengidentifikasi aktivitas (activity) yang bersifat sama dan berulang, 2. Menentukan urutan kegiatan dan logika ketergantungan,
3. Pembagian kelompok per pekerjaan,
4. Menghitung jumlah jam kerja efektif,
5. Menghitung rencana waktu pengerjaan,
6. Menghitung jam kerja per kelompompok pekerjaan, 7. Penentuan jumlah
kelompok kerja,
8. Penentuan waktu mulai masing-masing pekerjaan per unit dan unit terakhir, 9. Menentukan buffer time
berdasarkan logika pengalaman,
10. Pembuatan jadwal LSM 11. Penggambaran diagram
penjadwalan 4 ANALISIS
PENJADWALAN ULANG WAKTU
PELAKSANAAN
PROYEK JALAN
DENGAN LINE OF BALANCE (Studi Kasus Proyek
Rehabilitasi/Peningkatan Jalan Lingkungan RW I – RW IV Kelurahan Kedungsari Kota Magelang Tahun Anggaran 2016); WAHYU TRI PRASETYO; 2017
1. Mendapatkan penjadwalan ulang yang efektif dengan metode Line of Balance pada Proyek
Rehabilitasi/Peningkatan Jalan Lingkungan RW I –
RW IV Kelurahan
Kedungsari Kota Magelang Tahun Anggaran 2016;
2. Mengetahui cara meningkatkan produktivitas pada proyek ini.
Data yang dibutuhkan : 1. Gambar Proyek
2. Penjadwalan dengan kurva S
3. Rencana Anggaran Biaya 4. Kelompok Kerja.
Data yang diolah :
Setelah data yang dibutuhkan terkumpul, metode yang dilakukan dalam menentukan produktivitas kerja kelompok tukang kerja yang ada dibut penjadwalan dengan Metode Line of Balance dengan berbagai variasi dengan buffer dan peningkatan produktivitas.
5 ANALISIS
PENJADWALAN ULANG WAKTU
PELAKSANAAN PROYEK
PEMBANGUNAN JALUR
Mendapatkan penjadwalan ulang yang efektif dengan metode line of balance pada Proyek Pekerjaan Pembuatan Badan Jalan Kereta Api Lintas Kroya – Kutoarjo Km.438+600 Sampai Dengan Km.
Data yang dibutuhkan : 1. Rencana Anggaran
Belanja, 2. Gambar Proyek,
3. Penjadwalan dengan kurva S
12
GANDA KERETA API KROYA – KUTOARJO KM 438+600 SAMPAI DENGAN 446+800 ANTARA GOMBONG –
SOKA DENGAN
METODE LINE OF
BALANCE; EDO
ANDREZA FAUZY
LAKSONO; 2019
446+800 Antara Gombong – Soka, Jawa Tengah.
4. kelompok kerja 5. Durasi paling mungkin 6. Target waktu penyelesaian Data yang diolah :
1. Mengidentifikasi aktivitas dan logika yang bersifat sama dan berulang, 2. Pembagian lokasi
pekerjaan,
3. Perhitungan volume tiap lokasi pekerjaan berdasarkan kondisi di proyek,
4. Penentuan waktu mulai masing-masing kegiatan, 5. Penggambaran diagram
penjadwalan.
6 ANALISIS PENGGUNAAN METODE
PENJADWALAN LINE OF BALANCE PADA PROYEK KONSTRUKSI REPETITIF (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN
APARTEMEN
CANDILAND –
SEMARANG); AULIA M;
2017
1. Mengaplikasikan model penjadwalan proyek yang sesuai bagi proyek yang memiliki pekerjaan repetitif.
2. Menganalisa kelebihan dan kekurangan LOB dari segi penggunaan metode, perhitungan kecepatan
produksi, logika
ketergantungan, dan hambatan pada aktivitas kegiatan.
Data yang dibutuhkan : Time schedule maupun data- data pendukung lainnya.
Data yang diolah :
1. Menyiapkan daftar pekerjaan, dan durasi tiap siklus pekerjaan.
2. Membuat diagram logika urutan pekerjaan satu siklus.
3. Penyusunan jadwal LoB.
7 ANALISIS
PENJADWALAN ULANG PROYEK PERUMAHAN DENGAN
MENGGUNAKAN
METODE LSM (LINEAR SCHEDULING
METHOD) (Studi Kasus : Perumahan Alden Banjar Wijaya Tangerang);
HENDY WIRYAWAN
SAPUTRA; 2020
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui durasi waktu rencana pelaksanaan kegiatan pada Proyek Pembangunan Perumahan Alden Banjar Wijaya dengan metode LSM (Linear Scheduling Method) serta perbandingan dengan metode Existing.
Data yang dibutuhkan : 1. Kurva s proyek
2. Pengolahan data berdasarkan teori untuk menentukan jumlah pekerja, durasi pekerjaan dan durasi total pekerjaan proyek.
Data yang diolah :
1. Menentukan jumlah kerja jam per hari
2. Menentukan durasi pekerjaan per minggu 3. Menentukan jumlah jam
kerja per minggu
4. Menentukan total target pekerjaan unit.
5. Menentukan target pekerjaan unit per minggu 6. Jumlah jam kerja pada jenis
pekerjaan per unit target mingguan = M
7. Jumlah total pekerja untuk target kerja mingguan (teoritis) = N
13
8. Estimasi jumlah pekerja pada kelompok kerja per jenis pekerjaan = n
9. Jumlah pekerja yang dibutuhkan = A
10. Jumlah kelompok kerja (actual) = H
11. Rataan actual kelompok kerja yang digunakan = R 12. Waktu pengerjaan Jenis pekerjaan dalam 1 unit = t 13. Jarak waktu yang diperlukan untuk memulai pekerjaan pada unit terakhir = T
14. Buffer time = B 8 WAKTU
PENYELESAIAN
PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN
PRECEDENCE
DIAGRAM METHOD
DAN LINE OF
BALANCE; ASTAWA I;
2020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu penyelesaian dua unit rumah menggunakan precedence diagram method dan metode line of balance.
Data yang dibutuhkan : 1. Rencana Anggaran Biaya
(RAB)
2. Pengisian data hubungan ketergantungan kegiatan 3. Jadwal pelaksanaan
aktivitas (time schedule) 4. Analisa harga satuan SNI Data yang diolah :
1. Analisa dengan metode PDM
2. Mengidentifikasi kegiatan pada proyek
3. Menyusun Network Diagram AON
4. Menentukan ES, LS, EF, dan LF pada PDM
5. Menentukan Jalur Kritis 6. Analisis dengan metode
LoB
7. Mengidentifikasi Kegiatan pada Proyek.
8. Menyusun Network Diagram
9. Menentukan Jumalh Tenaga Kerja
10. Menentukan kecepatan produksi untuk setiap kegiatan.
11. Menentukan jumlah kelompok pekerja pada setiap kegiatan
12. Menentukan durasi total untuk setiap aktivitas 13. Menentukan waktu Start
dan Finish untuk setiap aktivitas
14. Menggambar Diagram Line of Balance
9 ANALISIS
PENJADWALAN ULANG DENGAN
Tujuan dari hasil penelitian adalah mengetahui durasi waktu pembangunan perumahan Griya
Data yang dibutuhkan:
1. Time Schedule existing proyek,
14
(Sumber : Analisis Penulis, 2022)
MENGGUNAKAN
METODE LSM (LINIER SCHEDULING METHOD/
LINE OF BALANCE)
PADA PROYEK
PERUMAHAN;
VENANDA RIMASARI;
2019
Mekar Abadi Type 36/84 dengan menggunakan metode Liniear Scheduling Method
2. Target waktu penyelesaian proyek
Data yang diolah :
1. Mengidentifikasi aktivitas (activity) yang bersifat sama dan berulang
2. Perencanaan urutan pelaksanaan masing- masing pekerjaan
3. Pemabgian kelompok per pekerjaan
4. Menghitung jumlah jam kerja efektif
5. Menghitung rencana waktu pengerjaan
6. Menghitung jam kerja per kelompok pekerjaan 7. Penentuan jumlah
kelompok kerja
8. Penentuan waktu mulai masing masing pekerjaan per unit dan unit terakhir 9. Menentukan buffer time
berdasarkan logika pengalaman
10. Penggambaran diagram penjadwalan LSM
10 EVALUASI PENJADWALAN
BERULANG DENGAN MENGGUNAKAN
METODE LINEAR SCHEDULING METHOD (LSM ) PADA PROYEK GEDUNG
GELANGGANG
GENERASI MUDA;
ENDAH
ROCHMALASARI; 2019
1. Mengidentifikasi umur pekerjaan dengan menggunakan metode Linear Scheduling Method pada proyek
pembangunan Gedung
Gelanggang Generasi Muda.
2. Mengidentifikasi biaya proyek jika terjadi perubahan metode Linear Scheduling Method pada proyek pembangunan Gedung Gelanggang Generasi Muda.
3. Menentukan perbandingan umur dan biaya pekerjaan dengan menggunakan metode Linear Scheduling Method dan durasi pekerjaan yang telah direncakan pada pekerjaan proyek pembangunan Gedung Gelanggang Generasi Muda.
Data yang dibutuhkan : 1. Rencana Anggaran Biaya 2. Barchart
Data yang diolah :
1. Mengidentifikasi durasi dan biaya dengan menggunakan data proyek yakni, rencana biaya anggaran dan barchart 2. Mengidentifikasi urutan
kegiatan yang sama dan berulang (repetitive).
3. Pembagian kelompok per- pekerjaan.
4. Menghitung jumlah pekerjaan yang efektif 5. Menghitung rencana waktu
pengerjaan
6. Penentuan jumlah kelompok kerja
7. Menghitung waktu mulai masing-masing pekerjaan per unit sampai dengan unit terkahir.
8. Penggambaran grafik LSM, jika semua data sudah dianalisis
15 2.2 Keterkaitan Penelitian
Berikut merupakan diagram peninjauan yang menjadi referensi dan beberapa jurnal yang digunakan untuk membantu dalam proses pembuatan penelitian tentang Line of Balance terhadap penjadwalan proyek yang memiliki keterkaitan terhadap penulisan skripsi.
Gambar 2.1 Hubungan Penelitian Terhadap Penelitian Lain Yang berkaitan
(Sumber : Hasil Olahan Penulis, 2022)
Ket :
: Penelitian sejenis yang digunakan sebagai referensi.
: Penelitian yang bersifat mendukung.
EVALUASI PENJADWALAN BERULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LINEAR SCHEDULING METHOD
(LSM ) PADA PROYEK GEDUNG GELANGGANG GENERASI MUDA;
ENDAH ROCHMALASARI; 2019
ANALISIS PENJADWALAN
PROYEK REPETITIF DENGAN METODE
KESEIMBANGAN GARIS (LINE OF
BALANCE)
(Shenantiasya Goldhand C. 2021) EVALUASI
PENJADWALAN PROYEK DENGAN METODE LINE OF BALANCE (LOB);
Willim Sudarson; 2020
ANALISIS PENGGUNAAN METODE KESEIMBANGAN GARIS (LINE OF
BALANCE) PADA PROYEK KONSTRUKSI UNTUK PEKERJAAN
REPETITIF);
UTAMA PRABOWO; 2019
ANALISIS PENJADWALAN ULANG WAKTU PELAKSANAAN PROYEK JALAN DENGAN LINE OF WAHYU TRI PRASETYO;
2017
ANALISIS PENJADWALAN ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSM
(LINIER SCHEDULING METHOD/ LINE OF BALANCE)
(RESCHEDULING ANALYSIS WITH LSM/LOB METHOD);
JAMALAN HALIMI; 2018
ANALISIS PENJADWALAN ULANG PROYEK PERUMAHAN
DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSM (LINEAR SCHEDULING METHOD HENDY WIRYAWAN SAPUTRA;
2020
ANALISIS PENJADWALAN ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSM (LINIER SCHEDULING
METHOD/ LINE OF BALANCE) PADA PROYEK
PERUMAHAN;
VENANDA RIMASARI; 2019 WAKTU PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI
MENGGUNAKAN PRECEDENCE DIAGRAM
METHOD DAN LINE OF BALANCE;
ASTAWA I; 2020
ANALISIS PENJADWALAN ULANG WAKTU PELAKSANAAN
PROYEK PEMBANGUNAN JALUR GANDA KERETA API
KROYA – KUTOARJO KM 438+600 SAMPAI DENGAN 446+800 ANTARA GOMBONG – SOKA DENGAN METODE LINE
OF BALANCE;
EDO ANDREZA FAUZY LAKSONO; 2019
ANALISIS PENGGUNAAN METODE PENJADWALAN LINE
OF BALANCE PADA PROYEK KONSTRUKSI REPETITIF (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN
CANDILAND – SEMARANG);
AULIA M; 2017
(Shenantiasya Goldhand C. 2022)
16
Berdasarkan hasil tinjauan pustaka yang digunakan sebagai referensi, berikut beberapa tujuan dari referensi tersebut yang digunakan sebagai tujuan dalam analisis skripsi ini.
Gambar 2.2 Hubungan Penelitian Terhadap Penelitian Relevan
(Sumber : Hasil Olahan Penulis, 2022)
BAB 3
LANDASAN TEORI
3.1 Pengertian Proyek
Proyek adalah usaha sementara untuk menghasilkan produk atau jasa yang unik.
Secara umum, proyek melibatkan beberapa orang yang kegiatannya saling berhubungan dan sponsor proyek utama biasanya tertarik pada penggunaan sumber daya yang efektif untuk menyelesaikan proyek secara efisien dan tepat waktu (Schwalbe, 2014:2).
Nurhayati (2010:4) menjelaskan bahwa proyek dapat didefinisikan sebagai upaya atau kegiatan yang terorganisir untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting dengan menggunakan dana dan sumber anggaran yang tersedia, yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Subagaya (2000) : Proyek adalah pekerjaan yang memiliki tanda-tanda khusus sebagai berikut:
1. Waktu mulai dan selesainya sudah direncanakan.
2. Merupakan suatu kesatuan pekerjaan yang dapat dipisahkan dari yang lain.
3. Biasanya volume pekerjaan besar dan hubungan antar aktifitas kompleks.
Proyek dapat didefinisikan sebagai upaya terorganisir untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting dengan menggunakan anggaran dan sumber daya yang tersedia yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. (Istimawan Dipohusodo, 1996:9).
Dalam proses pencapaian tujuan tersebut telah ditentukan batasan biaya (anggaran) yang dialokasikan, serta jadwal dan kualitas yang harus dipenuhi. Ketiga kendala di atas disebut juga dengan tiga kendala (triple constraint) yang sering dikaitkan sebagai target proyek. Seperti yang diilustrasikan di bawah ini (Iman Soeharto, 1995: 1-2)
18
Gambar 3.1 Tiga kendala sasaran Proyek
(Sumber : Imam Soeharto,1995)
3.2 Manajemen Proyek
3.2.1 Definsi Manajemen Proyek
Manajemen proyek memiliki uraian pembentuk istilah tersebut terdiri dari dua kata yaitu manajemen dan proyek. Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola. Berdasarkan konseptual, manajemen berarti suatu kegiatan yang dilakukan dua orang atau lebih menggunakan prinsip-prinsip manajemen dengan memberdayakan sumber daya manajemen demi mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Menurut Robbins dan Coulter (2002:6) menyebutkan menajemen sebagai suatu proses pengoordinasian pekerjaan sehingga seluruh pekerjaan dapat disempurnakan dengan dan melalui orang lain secara efektif dan efisien. Proses manajemen dilakukan berkaitan dengan dan melalui orang lain yang berarti proses manajemen dilakukan dengan orang lain, ada penggerak yaitu para bawahan oleh manajer agar saling bekerja sama sesuai dengan prinsip manajemen, dan proses manajemen dilakukan melalui orang lain yang adanya desentralisasi dan koordinasi pekerjaan dengan orang lain sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Definisi proyek merupakan rangkaian kegiatan yang memiliki sifat khusus dalam mencapai hasil yang bersifat khusus pula. Sifat khusus tersebut mengakibatkan sesuatu yang diinginkan tersebut telah tercapai maka kegiatan tersebut juga dihentikan. Definisi proyek menurut Project Management Institute (PMI) mengemukakan bahwa proyek merupakan suatu kegiatan temporer yang bisa dikerjakan untuk menghasilkan produk atau jasa yang unik sifatnya.
Biaya
Anggaran
Jadwal Mutu
Waktu Kinerja
19
Manajemen proyek adalah manajemen yang diterapkan dalam suatu proyek untuk mencapai hasil tertentu. Manajemen proyek juga bisa disebut suatu ilmu dan seni dalam mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasikan, dan mengadakan pengawasan terhadap orang dan barang dalam mencapai tujuan tertentu dari suatu proyek. Menurut Kerzner (1982) manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalian sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan dengan menggunakan pendekatan sistem dan hierarki baik vertikal maupun horizontal.
3.2.2 Prinsip Manajemen Proyek
Terdapat beberapa prinsip manajemen proyek dalam merencanakan dan menghasilkan sesuai dengan tujuan proyek. Berikut kesepuluh prinsip manajemen proyek tersebut yaitu:
a. Menggambarkan fokus pada suatu proyek;
b. Penghargaan pada kegiatan produksi;
c. Mencakup dalam fungsi organisasi;
d. Selalu mengikut perubahan terhadap teknologi;
e. Melakukan pengendalian dan perencanaan terhadap tiap aktivitas;
f. Melingkupi otoritas, sumber daya dan responsibilitas;
g. Interaksi waktu, anggaran, dan kualitas kerja;
h. Proses fungsi organisasi;
i. Berkerja sama dalam tim kerja;
j. Beroritentasi dan berinteraksi dengan konsumen.
3.2.3 Tujuan Manajemen Proyek
Tujuan utama manajemen proyek yaitu melengkapi proyek sebelum atau pada waktu, pada atau biaya rendah dan dalam spesifik terkecuali perfomance.
Manajemen proyek juga memiliki beberapa karakteristik yaitu:
a. Mencakup kelengkapan proyek dalam mengalokasikan sumber daya biaya.
b. Berdasarkan faktor waktu mencakup kelengkapan proyek dalam jadwal.
Berdasarkan faktor kinerja mencakup kelengkapan dalam kriteria eksplisit, standarisasi dan spesifikasi.
20 3.3 Penjadwalan Proyek
3.3.1 Definsi
Dalam suatu merencanakan proyek seseorang perlu mengambil keputusan yang dihadapkan pada pilihan dalam menentapkan sumber daya yang tepat. Salah satu bagian dalam merencanakan yaitu penjadwalan, penjadwalan merupakan gambaran dalam suatu proses untuk menyelesaikan dan mengendalikan proyek. Dalam proyek, penjadwalan akan memperlihatkan setiap uraian pekerjaan, durasi penyelesaian setiap pekerjaan, waktu mulai dan akhir setiap pekerjaan dan mempunyai hubungan ketergantungan masing-masing kegiatan.
Menurut Husein (2010), penjadwalan proyek merupakan suatu alokasi waktu yang tersedia dalam melaksanakan masing-masing pekerjaan dalam rangka untuk menyelesaikan satu proyek hingga menghasilkan pencapaian yang optimal dengan mempertimbangkan keterbatasan-keterbatasan yang telah ada.
3.3.2 Microsoft Project
Salah satu aplikasi yang dibuat oleh Microsoft dalam memenuhi kebutuhan penjadwalan proyek yaitu Microsoft Project, yang dikembangkan dan diperjualbelikan oleh Microsoft. Menurut Madcoms (2011), menjelaskan bahwa Microsoft Project merupakan software administrasi proyek yang dapat membantu dalam melakukan perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan serta pelaporan data dari suatu kegiatan/proyek. Software ini berguna dalam merencanakan penjadwalan terhadap proyek yang memiliki keterlambatan bahkan pelaksanaan proyek dapat dipercepatan dari durasi yang telah direncanakan (crashing) sehingga menghasilkan suatu penjadwalan proyek yang rinci.
Dalam pengelolaannya Microsoft Project dapat menggabungkan beberapa metode penjadwalan yang banyak dikenal dalam manajemen konstruksi antara lain Teknik Evaluasi dan Review Proyek (Project Evaluation and Review Technique – PERT), Metode Preseden Diagram (Precedence Diagram Method – PDM), dan Gant Chart.
Cara mengoperasikan software ini berurutan dari tahap memasukan data, editing, checking dan printing semua perintah pengoperasiannya dapat dilihat melalui menu bar dengan menginput sederhana dan menghasilkan sebuah output.
21 Microsoft Project memiliki beberapa kelebihan:
a. Microsoft Project dapat melakukan pengaturan kalender termasuk waktu kerja dalam sebuah pekerjaan.
b. dapat memberikan sebuah tanda pemakai bila proyek yang dikerjakan sudah selesai sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
c. Menyediakan sheet untuk mengisi sumber daya berupa material.
d. Memiliki network diagram yang dapat dibuat dengan mudah dan lengkap.
e. Dapat melakukan penjadwalan yang rapih dan tertata sesuai dengan kelompok pekerjaan.
f. Dapat merekap perhitungan RAB dari setiap item pekerjaan.
3.3.3 Metode Line of Balance
Pertama kali metode keseimbangan garis atau line of balance diterapkan pada industri manufatur dan pengawasan industri, yang bertujuan memperoleh dan mengevaluasi tingkat aliran garis produksi dari produk. Dikenalkan oleh Goodyear Company apda awal tahun 1940 dan dikembangkan oleh U.S. Navy pada awal tahun 1950 untuk merencanakan dan mengendalikan tiap pekerjaan dengan pekerjaan berulang dan tidak berulang. Metode ini kemudian diadaptasi untuk merencakan dan mengendalikan proyek, dimana produktifitas sumber daya dipertimbangkan sebagai bagian yang penting (Lumsden, 1968).
Line of Balance merupakan metode yang menggunakan keseimbangan unit operasi yaitu pada setiap kegiatan adalah kinerja yang terus menerus dikerjakan. Metode ini memiliki keuntungan yaitu menyediakan tingkat produktifitas dan informasi durasi dalam bentuk grafik yang mudah dibaca. Teknik plot LoB juga dapat memberikan informasi apa yang salah pada kemajuan kegiatan dan dapat mendeteksi potensial gangguan yang akan datang. LoB memiliki pemahaman yang baik dalam proyek yang tersusun dari kegiatan berulang dari pada metode penjadwalan lain karena LoB memberikan kemungkinan dalam mengatur tingkat produktifitas kegiatan pekerjaan (Arditi dan Albulak, 1986).
Metode LoB cukup efektif untuk digunakan pada proyek gedung bertingkat dengan keragaman tiap tingkat gedung yang relatif sama. Pada proyek yang cukup besar, metode ini membantu memantau kemajuan kegiatan tertentu yang berada dalam
22
jadwal proyek secara keseluruhan. Hal ini dapat dilakukan jika digabungkan dengan metode Jaringan, karena metode penjadwalan linier dapat memberikan informasi tentang kemajuan proyek yang tidak dapat ditampilkan oleh metode Jaringan.
Teknik LoB mempunyai beberapa kelebihan antara lain
a. Memiliki kemampuan untuk memberikan project manager dalam melihat pada saat progress berjalannya proyek apakah mampu menyelesaikan proyek tepat waktu dengan melanjutkan cara bekerja yang sudah dilaksanakan.
b. Memberikan petunjuk terkait hambatan sehingga memberikan project manager untuk fokus pada titik-titik yang berpotensi terjadinya gangguan.
c. Membantu mencegah timbulnya permasalahan tentang perekrutan tenaga kerja selama proses konstruksi
d. Memiliki kemampuan untuk memberikan project manager dalam memastikan proses perpindahan antar unit kerja dengan konflik seminimal mungkin dalam mengurangi waktu tunggu pekerja dan peralatan.
Menurut Mawdesley (1997), Line of Balance memiliki format dasar grafik X-Y yang sumbu axis (X) merupakan variabel waktu dan sumbu ordinat (Y) merupakan variabel jumlah unit berulang. Metode ini cukup efektif bila digunakan pada proyek pembangunan bertingkat dengan keberagaman masing-masing tingkat yang relatif sama. Pada proyek besar, metode ini dapat memonitor kemajuan beberapa kegiatan tertentu dalam suatu penjadwalan keseluruhan proyek. Hal ini dilakukan dengan mengkombinasikan dengan metode Network karena metode penjadwalan linier dapat memberikan informasi mengenai kemajuan proyek yang tidak dapat ditampilkan pada metode Network.
3.3.4 Teknik Perhitungan Line of Balance
Dasar dalam format LoB merupakan waktu yang diplotkan pada sumbu horizontal dan unit angka pada sumbu vertikal (Mawdesley, 1997) dalam Halimi (2018). LoB memiliki konsep yang didasarkan pada pengetahuan tentang bagaimana unit yang banyak harus diselesaikan pada beberapa hari agar program pengeiriman unit dapat dicapai (Lumsden, 1968).
23
Garis kegiatan dalam metode Line of Balance tidak boleh berpotongan (tidak bersilangan) atau dengan kata lain rangkaian kegiatan tidak boleh saling mengganggu atau mendahului satu sama lain. Artinya progres atau kemajuan pekerjaan dari kegiatan-kegiatan berikutnya (penerus) tidak boleh mendahului kegiatan yang mendahuluinya (pendahulu). Jika hal ini terjadi, maka akan terjadi konflik kegiatan atau dapat mengganggu jalannya proyek secara keseluruhan.
(Hinze, 2008).
Gambar 3.2 Konflik yang harus dihindari pada Penjadwalan Line of Balance
(Sumber : Hinze, 2008)
Metode Line of Balance memiliki beberapa tahapan yaitu sebagai berikut.
a. Logika ketergantungan.
Metode ini menganalisis jenis pekerjaan yang mampu dikerjakan secara bersamaan (linear) namun tidak dengan mengganggu pekerjaan selanjutnya.
Maka dari itu perlu adanya pengelompokan jenis pekerjaan berdasarkan logika ketergantungan jenis pekerjaan tersebut dan pengelompokan pekerjaan yang bisa dikerjaan secara bersamaan.
b. Variabel Line of Balance
Dalam membuat jadwal yang menggunakan metode LoB memiliki beberapa variabel yang menentukan proses penjadwalan tersebut. Variabel tersebut umumnya sama digunakan dan ditemukan pada metode penjadwalan pada umumnya seperti jam kerja perhari, jumlah hari kerja, dan jumlah jam kerja per minggu. Namun dengan metode LoB memiliki variabel target pencapaian jumlah pekerjaan yang ditentukan perencanaan.