• Tidak ada hasil yang ditemukan

Growth Mindset Mindset

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Growth Mindset Mindset"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

5

KAJIAN LITERATUR

Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional secara konseptual menurut James Macfregor Brans yang diterapkan di dalam kondisi politik, namun dilengkapi dan dikenalkan lagi oleh Bernard Bass dalam kondisi organisasi yang diartikan sebagai keahilan pemimpin mengubah lingkungan kerja, memotivasi kerja, model kerja, dan kualitas kerja yang diartikan bawahan sebagai pengoptimalkan kinerja dalam merealisasikan keinginan organisasi (Kaihatu, 2015). Dimensi yang mempengaruhi kepemimpinan transformasional menurut (Prajogo, 2013) yaitu, karisma dari pemimpin (charisma), stimulasi intelektual pemimpin (intellectual stimulation), dan perhatian pemimpin terhadap individual (individualized consideration).

Growth Mindset

Mindset merupakan sudut pandang seseorang dalam melihat dan memahami dunia. Mindset yaitu kepercayaan seseorang (self belief) yang direntangkan dalam skala, yaitu sisi satu fixed mindset dan sisi satunya growth mindset. Kepercayaan merupakan dasar dari growth mindset, yaitu kualitas dasar yang dapat ditemukan dan dikembangkan melalui usaha. Growth mindset adalah kepercayaan individu yaitu kualitas dasar individu seperti kapabilitas, merupakan hal-hal yang bisa diubah dengan upaya tertentu (Achmad Ali Fikri, Syamsul Arifin, 2022).

Karyawan dengan growth mindset percaya bahwa kemampuan dapat dikembangkan dengan melewati tantangan yang tingkatannya lama-lama akan semakin sulit.

Karyawan yang bekerja tentu mendapatkan rintangan atau kegagalan, tapi dalam pemikiran growth mindset jika dengan berusaha terus serta tekun maka dapat berhasil (Sembiring, 2017).

Kesiapan Untuk Berubah

Dalam penelitian (Holt et al., 2007) menunjukkan kesiapan untuk berubah dapat dipengaruhi dengan kepercayaan karyawan bahwa a) mereka sanggup melaksanakan perubahan yang telah disampaikan, b) perubahan yang dikemukakan sesuai untuk perusahaan, c) pemimpinan mempunyai komitmen untuk perubahan yang dikemukakan, dan d) perubahan yang dikemukakan mempunyai manfaat bagi karyawan perusahaan. Menurut (Holt et al., 2007) ada beberapa indikator untuk

(2)

mengukur rendah tingginya kesiapan untuk berubah yang dapat digunakan untukkaryawan, seperti : (1) kepercayaan karyawan dengan perubahan yang dikemukakanakan tepat bagi perusahaan, (2) kepercayaan karyawan yaitu perubahan yang dikemukakan dapat memberi keuntungan bagi karyawan dari penerapan perubahan, (3) karyawan mempunyai alasan yang masuk akal untuk berubah dan adanya kebutuhan untuk perubahan yang dikemukakan, (4) manfaat dari perubahan bagi perusahaanmerupakan fokus dari karyawan, (5) kepercayaan karyawan akan kesanggupan dalam menerapkan perubahan yang diinginkan, (6) pemimpin dan manajemen didalam perusahaan mempunyai komitmen dan mendukung pelaksanaan perubahan yang disampaikan sehingga karyawan dapat mempercayainya, dan (7) adanya karyawan menyakinkan akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan perubahan yang kemukakan.

Kinerja Karyawan

Hasil capaian kerja seseorang atau kelompok yang selaras dengan tanggung jawab atau wewenang tiap masing-masing dari karyawan dalam periode tertentu merupakan pengertian dari kinerja karyawan (Jauvani, 2017). Sebuah perusahaan perlu melakukan penilaian atau pengukuran kinerja pada karyawan. Hal ini merupakan alat pengukuran yang berbasis kinerja bagi manajemen sebagai dasar melakukan penilaian kerja, yakni menilai berhasil atau tidaknya organisasi, kegiatan, ataupun program (Adinata, 2015).

Menurut (Hasibuan, 2001, p. 59) unsur-unsur yang digunakan dalam mengukur penilaian kinerja karyawan, yaitu :

1. Prestasi, yaitu hasil kerja baik melalui kuantitas ataupun kualitas yang dihasilkan karyawan.

2. Bekerja sama, penilian dilihat dari karyawan yang berparti-sipasi serta bekerja sama dengan karyawan lain.

3. Kecakapan, yaitu penilaian dalam menyatukan dan melaraskan bermacam elemen yang terlibat dalam penyusunan kebijaksanaan dalam situasi manajemen.

Tanggung jawab, yaitu kesediaan karyawan dalam mempertanggung jawabkan kebijaksanaannya, hasil kerjanya, sarana dan prasarana yangdigunakan serta perilaku pekerjaannya.

(3)

7 Studi Terdahulu

Penelitian (Masduki Asbari et al., 2020b) menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kesiapan karyawan untuk berubah. Berarti semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional pada pemimpin maka semakin tinggi pula kesiapan karyawan untuk berubah.Penelitian (Irsyada et al., 2018) menunjukkan growth mindset mempengaruhi kesiapan untuk berubah. Semakin karyawan memiliki growth mindset atau pola pikir berkembang maka karyawan akan semakin siap untuk berubah.

Tabel 1. Perbedaan Penelitian Sebelumnya dengan Penelitian Saat Ini Peneliti Variabel

Independen

Variabel Dependen

Variabel Mediasi

Alat Analisis Asbari et al.,

(2020)

Kepemimpinan Transformasional

Kesiapan untuk Berubah

PLS

Inayah et al., (2019)

Progrowth oriented

Readiness to change

Stuctural equation model (SEM) Masduki

Asbari, (2020)

Kesiapan untuk Berubah

Kinerja Karyawan

PLS

Wiguna et al., (2020)

Growth Mindset Job Performance

Data kualitatif dan

kuantitatif Hartati,

(2020)

Strategi Pembangunan Sumber Daya Manusia Kementrian Keuangan Republik Indonesia

Tantangan Revolusi Industry 4.0

Analisis isi (content analysis)

Asbari et al.,

(2020a) Kepemimpinan Transformasional

Kinerja karyawan

Kesiapan untuk Berubah

PLS

Yuraida et al., (2021)

Kepemimpinan Transformasional

Kinerja karyawan

Kesiapan untuk Berubah

Regresi linier berganda

(4)

Fixed mindset;

Growth mindset

grit Regresi linier

berganda Randy et al.,

(2019)

Kepemimpinan transformasional

Kinerja karyawan

Kesiapan untuk berubah

Analisis path

Pada penelitian (Novitasari, Asbari, et al., 2020) mengungkapkan kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kesiapan untuk berubah. Hal ini berarti semakin tinggi kesiapan untuk berubah pada karyawan tergantung pada tinggi rendahnya gaya kepemimpinan transformasional pemimpin.

Studi ( I n a y a h , e t a l . , 2 0 1 9 ) menunjukkan progrowth oriented berpengaruh signifikan terhadap readiness to change. Karyawan yang memiliki growth mindset yaitu karyawan yang siap melakukan perubahan dalam menghadapi dan menjalankan tugas-tugasnya dalam situasi sulit.

Pada studi (Masduki Asbari & Novitasari, n.d.) menunjukkan kesiapan untuk berubah berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Berarti, jika karyawan sudah mempunyai kesiapan untuk berubah maka hal tersebut dapat mempengaruhi terhadap kinerja karyawan, sehingga perubahan dapat berjalan dengan sesuai yang direncanakan.

Pada penelitian (Wiguna et al., 2020) menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara growth mindset dan job performance. Artinya, karyawan yang mempunyai pola pikir growth mindset adalah karyawan yang mempunyai motivasi untuk terus belajar dan berusaha, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi job performance.

Studi terdahulu (Hartati, 2020) mengungkapkan dalam menjalankan strategi pembangunan sumber daya manusia Kementrian Keuangan Republik Indonesia berpengaruh signifikan terhadap tantangan revolusi industry 4.0. Hal ini berarti, salah satu indikator agar strategi pembangunan sumber daya manusia dalam menghadapi revolusi industry 4.0 berhasil yaitu dengan menanamkan semangat kerja kepada karyawan untuk bertumbuh serta merubah pola pikir karyawan dengan menanamkan growth mindset.

Penelitian Asbari et al., (2020a) menunjukkan kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, tetapi kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap

(5)

9

berubah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan. Kesiapan untuk berubah sebagai full-mediator. Penelitian ini mengusulkan sebuah model untuk membangun kinerja karyawan di antara karyawan industri otomotif di Tangerang melalui peningkatan praktik kepemimpinan transformasional dengan kesiapan untuk berubah sebagai mediator. Penelitian ini dapat membuka jalan untuk meningkatkan kesiapan karyawan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Vandani dkk (2021) melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dan kesiapan untuk perubahan memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja karyawan, kepemimpinan transformasional mampu memberikan pengaruh langsung dan signifikan pada kesiapan untuk berubah, kepemimpinan transformasional secara langsung memiliki berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM NILAKANDI Catering Kabupaten Sidoarjo melalui kesiapan berubah sebagai variabel mediasi.

PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Pengaruh Kepemimpinan Transormasional terhadap Kinerja Karyawan Pada studi Roy Johan Agung Tucunan, Wayan Gede Supartha (2014) menunjukkan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Yaitu kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Sejalan dengan penelitian Supardi & Aulia Anshari, 2022) yang mengatakan kepemimpinan berpengaruh positif terharap kinerja karyawan. Artinya, semakin baik pemimpin yang memupunyai kepemimpinan transformasional maka berpengaruh juga pada kinerja karyawannya. Berdasarkan uraian tersebut, ditemukan hipotesis :

H1: Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan

Pengaruh Growth Mindset terhadap Kinerja Karyawan

Penelitian Suriyanti, (2020) menunjukkan growth mindset berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Karyawan yang menanamkan pola pikir berkambang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan. Didukung dengan penelitian Eunike et al., (2021) yang menyatakan growth mindset pada karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Artinya, growth mindset yang dimiliki

(6)

karayawan juga memberikan pengaruh yang baik kinerja karyawannya da n juga pada keunggulan bersaing bagi perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, ditemukan hipotesis :

H2: Growth mindset berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Kesiapan karyawan untuk Berubah

Pada studi Yuwono et al., (2020) menunjukkan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan untuk berubah.

Yaitu kepemimpinan juga mempengaruhi dalam kesiapan karyawannya untuk berubah, sejalan dengan penelitian Sari (2018) yang juga menyatakan terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan transformasional pada kesiapan karyawan untuk berubah. Artinya, semakin kuat kepemimpinan transfromasional maka semakin kuat juga mempengaruhi kesiapan karyawannya untuk berubah.

Berdasarkan uraian tersebut, ditemukan hipotesis :

H3: Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif terhadap kesiapan karyawan untuk berubah

Pengaruh Growth Mindset terhadap kesiapan untuk berubah karyawan Penelitan (Febriandono et al., 2019) mengungkapkan adanya pengaruh positif antara pemikiran berkelanjutan mempengaruhi dalam kesiapan untuk berubah. Jika karyawan mempunyai pola pikir berkembang maka pemikirannya lebih unggul secara pribadi dan mempunyai jiwa yang kompetitif untuk terus melakukan perubahan yang baru dan mengikuti strategi atau rencananya dari perusahaan. Penelitian ini juga disetujui dengan penelitian (Risdianto, 2019) menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan faktor penting dalam meningkatkan growth mindset pada karyawan, sehingga dengan memiliki growth mindset yang baik maka karyawan semakin siap untuk berubah. Maka dari uraian tersebut, ditemukan hipotesis :

H4: Growth mindset berpengaruh positif terhadap kesiapan untuk berubah karyawan

(7)

11

Pengaruh Kesiapan untuk berubah terhadap Kinerja karyawan

Penelitian Masduki Asbari, (2020) menyatakan kesiapan untuk berubah mempengaruhi kinerja karyawan secara positif dan signifikan. Artinya, jika karyawan sudah mempunyai kesiapan untuk berubah maka semakin meningkat kinerja karyawan dan dapat mencapai kesuksesan yang diinginkan.Kesimpulan penelitian ini sejalan dengan penelitian (Arifin, 2020) yang menunjukkan kesiapan untuk berubah berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Kesiapan untuk berubah merupakan peran penting dalam menentukan rendah atau tingginya kinerja karyawan. Dengan uraian tersebut, ditemukan hipotesis :

H5 : Kesiapan untuk berubah berpengaruh positif pada kinerja karyawan

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja karyawan : kesiapan untuk berubah sebagai mediasi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penelitian menunjukkan kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, tetapi kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan untuk berubah. Penelitian ini menyimpulkan juga bahwa kesiapan untuk berubah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan. Kesiapan untuk berubah sebagai full-mediator (Masduki Asbari et al., 2020a).

Vandani dkk (2021) melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dan kesiapan untuk perubahan memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja karyawan, kepemimpinan transformasional mampu memberikan pengaruh langsung dan signifikan pada kesiapan untuk berubah, kepemimpinan transformasional tidak secara tidak langsung memiliki berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM NILAKANDI Catering Kabupaten Sidoarjo melalui kesiapan berubah sebagai variabel mediasi. Berdasarkan uraian tersebut, ditemukan hipotesis :

H6: Kepemimpinan transformasional mindset berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang dimediasi Kesiapan untuk Berubah

(8)

Pengaruh Growth Mindset terhadap Kinerja Karyawan yang dimediasi Kesiapan untuk Berubah

Penelitian (Novitasari & Asbari, 2020a) menunjukan adanya pengaruh positif antara kesiapan untuk berubah terhadap kinerja karyawan. Jika karyawan mempunyai pola pikir growth mindset, maka karyawan akan siap melakukan perubahan. Karyawan yang siap untuk berubah dan mempunyai pola pikir growth mindset berpengaruh terhadap kinerjanya, dan dapat mencapai kesuksesan yang ingin dicapai. Hal ini sejalan dengan penelitian (Masduki Asbari, 2021) yang mengemukakan adanya pengaruh positif antara mentalitas siap berubah mampu memediasi hubungan pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Kesiapan untuk berubah pada karyawan mampu mempertahankan baiknya kinerja. Maka dari uraian tersebut, ditemukan hipotesis :

H7: Growth mindset berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang dimediasi Kesiapan untuk Berubah

Model Penelitian Pengaruh Growth Mindset dan Kepemimpinan Transformasional terhadap kinerja karyawan : Kesiapan untuk Berubah sebagai Pemediasi

Dalam menyikapi dampak dari virus Covid-19 pada perusahaan, maka dibutuhkan pemimpin yang dapat memberdayakan karyawan dalam melakukan perubahan (Handoko & Tjiptono, 1993). Dalam melakukan perubahan juga dibutuhkan karyawan yang mempunyai pola pikir growth mindset yaitu karyawan yang mempunyai keinginan untuk terus berkembang serta menjadi lebih besar dalam situasi yang sulit, jika karyawan dengan growth mindset maka cenderung mempunyai pandangan yang positif, dapat mengatasi kesulitan, serta memupunyai strategi dalam menghadapi tantangan (Wahidah & Royanto, 2019). Maka, karyawan dengan pemikiran growth mindset siap untuk perubahan asalkan tujuan tersebut berdampak baik perusahaan, dan dirinya sendiri (Novitasari & Asbari, 2020). Kesiapan untuk berubah dari karyawan mempengaruhi tingkat kinerja karyawan serta kepuasan karyawan (Susyanto, 2019). Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dikemukakan adanya pengaruh antara kepemimpinan transformasional, growth mindset, kesiapan untuk berbubah, dan kinerja karyawan yang digambarkan pada model kerangka penelitian sebagai berikut :

(9)

13

Gambar 1. Model Penelitian Pengaruh Growth Mindset dan Kepemimpinan Transformasional terhadap kinerja karyawan : Kesiapan untuk Berubah sebagai

Pemediasi

Keterangan :

Variabel Independen (X) : Kepemimpinan Transformasional (X1), Growth Mindset (X2)

Variabel Mediasi (Z) : Kesiapan untuk Berubah (Z) Variabel Dependen (Y) : Kinerja Karyawan

Referensi

Dokumen terkait

mengenai Pemaknaan Peserta Shalawatan terhadap Pengajian Mocopat Syafaat max weber (pemahaman tindakan sosial) fenomena pengajian mocopat syafaat -konsep kebersamaan

Menyatakan bahwa skripsi ini dengan judul: “PENGARUH KESULITAN KEUANGAN, GROWTH OPPORTUNITIES, RISIKO LITIGASI DAN KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS

Ketika menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh, siswa harus memiliki pola pikir atau mindset yang baik, hal tersebut bertujuan agar bisa beradaptasi dengan situasi

dengan membangun pola pikir bertumbuh, sehingga mampu mengembangkan perilaku-perilaku adaptif di tempat kerja seperti berpikir kreatif dan mengatasi berbagai krisis atau masalah,

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Ishlah Kota Gorontalo yang beralamat di Jalan Irian Liluwo Kota Gorontalo. Sample penelitian yang digunakan adalah

Hasil studi terhadap mahasiswa universitas negeri di Indonesia menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan pengembangan pola pikir mahasiswa yang terbuka terhadap perubahan

Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa, orang tua, pendidik, pimpinan institusi dan pengambil keputusan harus memperkuat pembentukan dan lebih menghargai

Terapi Growth Mindset (Carol S. Dweck, PH.D.) dalam meningkatkan Keterampilan Adaptasi Diri dalam penelitian ini sangat terkait rapat antara satu sama lain, Karena