Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan bulan Januari 2015 Provinsi Kalimantan Barat sebesar 96,79 poin naik 0,78 poin atau berubah 0,82 persen dibanding NTP bulan Desember 2014 yaitu 96,01 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 0,71 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani turun sebesar 0,11 persen.
NTP Tanaman Padi dan Palawija (NTPP) Januari 2015 sebesar 101,34 poin mengalami kenaikan 0,68 persen dibandingkan NTP bulan Desember 2014, sebesar 100,66 poin.
NTP Hortikultura (NTPH) Januari 2015 sebesar 100,55 poin mengalami penurunan 0,98persen dibandingkan NTP bulan Desember 2014 yaitu sebesar 101,55 poin.
NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) Januari 2015 sebesar 92,28 poin naik sebesar 1,50 persen dibandingkan NTP bulan Desember 2014, yaitu sebesar 90,91 poin.
NTP Peternakan (NTPT) Januari 2015 sebesar 95,17 poin mengalami kenaikan sebesar 0,87 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2014, sebesar 94,35 poin.
NTP Perikanan (NTPN) Januari 2015 sebesar 98,26 poin mengalami kenaikan sebesar 0,78 persen.dibandingkan dengan bulan Desember 2014 yaitu sebesar 97,50 poin.Secara rinci NTP Perikanan dapat dipisahkan menjadi 2 subsektor, yaitu NTP Ikan Tangkap dan NTP Ikan Budidaya.
- NTP Perikanan Tangkap Januari 2015 sebesar 98,32 poin naik sebesar 0,72 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2014 yaitu sebesar 97,62 poin.
- NTP Perikanan Budidaya Januari 2015 sebesar 98,16 poin naik sebesar 0,87 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2014 yaitu sebesar 97,31 poin.
Dari empat Provinsi di Pulau Kalimantan yang dilaporkan pada bulan Januari 2015, Provinsi Kalimantan Barat naik sebesar 0,82 persen, NTP Kalimantan Tengah naik sebesar 0,62 persen, NTP Kalimantan Selatan naik sebesar 1,32 persen, dan NTP Kalimantan Timur naik sebesar 0,01 persen.
Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional bulan Januari 2015 tercatat sebesar 101,86 poin, naik 0,54 poin atau berubah 0,53 persen dibanding NTP Nasional bulan Desember 2014 yaitu sebesar 101,32 poin.
No. 09/02/61/Th.XVIII, 2 Februari 2015
PERKEMBANGAN
NILAI
TUKAR
PETANI
KALIMANTAN
BARAT
BULAN : JANUARI 2015
Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dalam persentase. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pertanian, merupakan salah satu Indikator Proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.
NTP berfluktuasi setiap bulannya selama periode Januari 2014 - Januari 2015. Penurunan NTP umumnya terjadi pada saat panen tanaman pangan, tanaman hortikultura (tanaman bahan makanan) maupun tanaman perkebunan rakyat, tetapi naik kembali pada waktu sesudahnya. Penurunan NTP di Kalimantan Barat terjadi pada bulan November 2014 (95,91 poin) karena penurunan harga jual bahan makanan ataupun hasil tanaman bahan makanan ataupun hasil tanaman perkebunan rakyat. Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal (BPPBM) juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP.
1.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Januari 2015, It Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 111,72 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 112,51 poin pada bulan Januari 2015. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks Tanaman Pangan sebesar 0,60 persen, penurunan indeks Hortikultura sebesar 1,46 persen, kenaikan indeks Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,63 persen, kenaikan indeks Peternakan sebesar 0,43 persen dan kenaikan indeks Perikanan sebesar 0,21 persen.
1.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Melalui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
Pada bulan Januari 2015 Ib Kalimantan Barat mengalami -penurunan sebesar 0,11 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 116,36 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 116,24 poin pada bulan Januari 2015. Penurunan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian mengalami penurunan sebesar 0,56 persen.
Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga pada bulan Januari 2015 dibandingkan Desember 2014 juga menunjukkan terjadinya Inflasi perdesaan pada bulan Januari 2015, indeks ini mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen dibanding Desember 2014, yang disebabkan oleh ketujuh pendukung subkelompok Konsumsi Rumah Tangga, yaitu subkelompok Bahan Makanan naik sebesar 1,57 persen, subkelompok Makanan jadi, Minuman,Rokok dan Tembakau naik sebesar 0,67 persen, subkelompok Perumahan naik sebesar 0,93 persen, subkelompok Sandang naik sebesar 0,98 persen, subkelompok Kesehatan naik sebesar 0,79 persen, subkelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga naik sebesar 1,03 persen dan subkelompok Transportasi dan Komunikasi turun sebesar 7,76 persen.
Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian pada bulan Januari 2015 tercatat sebesar 111.24 poin mengalami penurunan sebesar 0,63 poin atau berubah 0,56 persen dibandingkan Desember 2014 yaitu sebesar 111,87 poin. Dari keenam komponen pendukung pada subkelompok indeks ini, subkelompok Bibit naik sebesar 1,14 persen, subkelompok Pupuk,Obat-obatan & Pakan naik sebesar 1,03 persen, subkelompok Biaya Sewa & Pengeluaran lain naik sebesar 0,12 persen, subkelompok Transportasi turun sebesar 6,90 persen, subkelompok Penambahan Barang Modal naik sebesar 0,68 persen, dan subkelompok Upah Buruh Tani naik sebesar 0,69 persen.
2. NTP Subsektor Tanaman Padi dan Pelawija (NTPP)
Pada bulan Januari 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Tanaman Padi dan Palawija Provinsi Kalimantan Barat tercatat 101,34 poin, naik 0,68 poin atau berubah 0,68 persen dibanding NTP Desember 2014 yaitu 100,66 poin.
Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Tanaman Padi dan Palawija naik sebesar 0,60 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 118,26 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 118,97 poin pada bulan Januari 2015,dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turunk sebesar 0,08 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 117,48 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 117,39 poin pada bulan Januari 2015.
3. NTP Subsektor Hortikultura (NTPH)
Pada bulan Januari 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat tercatat 100,55 poin turun 1,00 poin atau berubah 0,98 persen dibanding NTP Desember 2014 yaitu 101,55 poin.
Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Hortikultura turun sebesar 1,46 persen, dibanding It bulan sebelumnya.yaitu dari 119,64 poin pada bulan
Desember 2014 menjadi 117,90 poin pada bulan Januari 2015, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turunk sebesar 0,48 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 117,82 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 117,26 poin pada bulan Januari 2015
4. NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)
Pada bulan Januari 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tercatat 92,28 poin naik 1,37 poin atau berubah 1,50 persen dibanding NTP Desember 2014 yaitu 90,91 poin.
Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang diterima Petani (It) Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,63 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 105,00 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 106,71 poin pada bulan Januari 2015, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,12 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 115,49 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 115,64 poin pada bulan Januari 2015
5. NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
Pada bulan Januari 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Peternakan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 95,17 poin mengalami kenaikan sebesar 0,82 poin atau berubah 0,87 persen dibanding NTP Desember 2014 yaitu 94,35 poin.
Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Peternakan naik sebesar 0,43 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 107,88 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 108,35 poin pada bulan Januari 2015, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,43 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 114,34 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 113,85 poin pada bulan Januari 2015
6.
NTP Subsektor Perikanan (NTPN)Pada bulan Januari 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 98,26 poin naik 0,76 poin atau berubah 0,78 persen dibanding NTP Desember 2014 yaitu 97,50 poin.
Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan naik sebesar 0,21 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 115,97 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 116,21 poin pada bulan Januari 2015, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,56 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 118,94 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 118,287 poin pada bulan Januari 2015
7.
NTP Subsektor Perikanan TangkapPada bulan Januari 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Tangkap Provinsi Kalimantan Barat tercatat 98,32 poin naik 0,70 poin atau berubah 0,72 persen dibanding NTP Desember 2014 yaitu 97,62 poin.
Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan Tangkap turun sebesar 0,29 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 118,72 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 118,37 poin pada bulan Januari 2015, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 1,00 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 121,62 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 120,40 poin pada bulan Januari 2015
8. NTP Subsektor Perikanan Budidaya
Pada bulan Januari 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Budidaya Provinsi Kalimantan Barat tercatat 98,16 poin naik 0,85 poin atau berubah 0,87 persen dibanding NTP Desember 2014 yaitu 97,31 poin.
Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Perikanan Budidaya naik sebesar 1,00 persen, dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 111,86 poin pada bulan Desember 2014 menjadi 112,98 poin pada bulan Januari 2015, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,13 persen, dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 114,95 poin pada bulan Desmber 2014 menjadi 115,10 poin pada bulan Januari 2015.
Lebih rinci mengenai perbandingan lt, lb dan NTP bulan Desember 2014 dan Januari 2015 dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1.
Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat
Bulan Desember 2014-Januari 2015
(2012=100)
SEKTOR, KELOMPOK DAN SUBSEKTOR
GABUNGAN
(NTPP, NTPH, NTPR, NTPT &NTPN)
Indeks
Perubahan
(%)
Desember
2014
Januari
2015
(1)
(2)
(3)
(4)
1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI
111,72
112,51
0,71
2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI
116,36
116,24
-0,11
2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA
117,81
117,84
0,03
2.1.1. Bahan Makanan
120,06
121,95
1,57
2.1.2. Makanan Jadi
112,97
113,72
0,67
2.1.3. Perumahan
110,35
111,37
0,93
2.1.4. Sandang
114,45
115,57
0,98
2.1.5. Kesehatan
114,54
115,72
1,03
2.1.6. Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga
103,79
104,46
0,65
2.1.7. Transportasi dan Komunikasi
132,40
122,13
-7,76
2.2. INDEKS BIAYA PRODUKSI DAN
111,87
111,24
-0,56
PENAMBAHAN BARANG MODAL
(BPPBM)
2.2.1. Bibit
111,53
112,81
1,14
2.2.2. Obat-obatan dan Pupuk
109,55
110,68
1,03
2.2.3. Sewa Lahan, Pajak dan lainnya
105,84
105,97
0,12
2.2.4. Transportasi
131,49
122,42
-6,90
2.2.5. Penambahan Barang Modal
108,25
108,99
0,68
2.2.6. Upah Buruh Tani
108,16
108,91
0,69
Tabel 2.
Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat
Dirinci Menurut Sub Sektor
Bulan Desember 2014 – Januari 2015
( 2012=100 )
URAIAN SUB SEKTOR
Indeks
Perubahan
Desember
2014
Januari
20154
(%)
(1)
(2)
(3)
(4)
1.INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI
111,72
112,51
0,71
1.1. Petani Padi Palawija
118,26
118,97
0,601.2. Petani Hortikultura
119,64
117,90
-1,461.3. Petani Perkebunan Rakyat
105,00
105,71
1,631.4. Petani Peternakan
107,88
108,35
0,431.5. Petani Perikanan
115,97
116,21
0,211.5. 1.Petani Perikanan Tangkap
118,72
118,37
-0,291.5. 2.Petani Perikanan Budidaya
111,86
112,98
1,002. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI
116,36
116,24
-0,11
1.1. Petani Padi Palawija
117,48
117,39
-0,081.2. Petani Hortikultura
117,82
117,26
-0,481.3. Petani Perkebunan Rakyat
115,49
115,64
0,121.4. Petani Peternakan
114,34
113,85
-0,431.5. Petani Perikanan
118,94
118,27
-0,561.5. 1.Petani Perikanan Tangkap
121,62
120,40
-1,001.5. 2.Petani Perikanan Budidaya
114,95
115,10
0,133. NILAI TUKAR PETANI
96,01 96,79 0,821.1. Petani Padi Palawija (NTPP)
100,66
101,34
0,681.2. Petani Hortikultura (NTPH)
101,55
100,55
-0,981.3. Petani Perkebunan Rakyat (NTPR)
90,91
92,28
1,501.4. Petani Peternakan (NTPT)
94,35
95,17
0,871.5. Petani Perikanan (NTPN)
97,50
98,26
0,781.5. 1.Petani Perikanan Tangkap
97,62
98,32
0,729. Perbandingan Antar Provinsi (Kalimantan) dan Indonesia (Nasional)
Bila dibandingkan Nilai Tukar Petani (NTP) antar Provinsi di pulau Kalimantan dari empat provinsi dan NTP Indonesia (Nasional) yang dilaporkan pada bulan Januari 2015 Provinsi Kalimantan Barat naik sebesar 0,82 persen, Provinsi Kalimantan Tengah naik sebesar 0,62 persen, Provinsi Kalimantan Selatan naik sebesar 1,32 persen, dan Provinsi Kalimantan Timur naik 0,01 persen. Sedangkan NTP Indonesia (Nasional) naik sebesar 0,53 persen.
Perbandingan perubahan NTP untuk Pulau Kalimantandan dan NTP Nasional dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3.
Perbandingan Nilai Tukar Petani (NTP)
November-Desember 2014 dan Desember 2014-Januari 2015
Di Pulau Kalimantan dan Indonesia(2012=100
)No Provinsi N T P Perubahan ( % ) Vovember 2014 Desember 2014 Januari 2015 Novembe r-Desember 2014 Desember 2014 & Januari 2015 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Kalimantan Barat 95,91 96,01 96,79 1,10 0,82 2 Kalimantan Tengah 99,88 98,69 99,30 -1,19 0,62 3 Kalimantan Selatan 98,80 98,47 99,77 -0,33 1,32 4 Kalimantan Timur 100,25 99,33 99,33 -0,92 0,01 5 Indonesial (Nasional) 102,37 101,32 101,86 -1,03 0,53
Informasi lebih lanjut hubungi:
Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi
Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]
Website : http://kalbar.bps.go.id
BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT
VISI BPS : Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua
Informasi lebih lanjut hubungi:
Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi
Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]