1
BAB 4
ANALISA PENELITIAN
4.1
Profil Subjek
4.1.1 Gambaran Usia Subjek
Tabel 4.1 Gambaran Usia Subjek
Usia Jumlah Subjek Presentase
14 4 4,39% 15 5 5,49% 16 11 12,98% 17 31 34,06% 18 39 41,85% 19 1 1,09% Total 91 100%
Sumber: Data Olahan Peneliti
Tabel diatas dapat dijelaskan, didapati adanya subjek berusia 14 tahun dengan presentase 4,30%, subjek berusia 15 tahun dengan presentase 5,49%, subjek berusia 16 tahun dengan presentase 12,98%, subjek berusia 17 tahun dengan presentase 34,06%, subjek berusia 18 tahun dengan presentase 41,85% dan satu subjek berusia 19tahun dengan presentase 1,09%.
2
4.1.2 Gambaran Pendidikan Terakhir Subjek
Tabel 4.2 Gambaran Pendidikan Terakhir Subjek
Pendidikan Frekuensi Presentase
Tidak Diketahui 3 3,29% SD 22 24,17% SMP 18 19,78% SMA/SMK 47 51,64% STM 1 1,09% Total 91 100%
Sumber: Perolehan Data Peneliti
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa 47 subjek memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK dengan presentase 51,64%, 22 subjek memiliki pendidikan terakhir SD dengan presentase 24,17%, 18 subjek dengan pendidikan terakhir SMP dengan presentase 19,78%, 3 subjek tidak diketahui pendidikan terakhirnya dengan presentase 3,29% dan 1 subjek dengan pendidikan STM dengan presentase 1,09%.
4.1.3 Gambaran Perolehan Skor Kuesioner
Hasil perolehan skor dengan menggunakan alat ukur agresi (Buss dan Perry) dapat dilihat perolehan skor oleh masing-masing subjek.Semakin rendah skor tes yang dihasilkan subjek, maka semakin rendah pula agresinya.
Tabel 4.3 Gambaran Perolehan Skor Kuesioner
Mean Skor Tertinggi Skor Terendah
54,02 80 28
Sumber: Perolehan Data Peneliti
Kuesioner agresi yang diberikan kepada subjek ini menggunakan skala likert, dengan demikian skor minimum yang dapat diperoleh oleh subjek adalah 20 (skor 1 dikali dengan 20 jumlah soal) dan skor maksimum adalah 100 (skor 5 dikali dengan 20 jumlah soal). Dari tabel perolehan skor diatas, dapat diketahui bahwa skor tertinggi yang dihasilkan oleh subjek adalah 80, dan skor terendah adalah 29. Rata-rata atau
3
mean skor yang diperoleh subjek pada penelitian kali ini adalah 54,5. Untuk itu, peneliti membagi subjek kedalam dua kelompok, sebagai berikut:
Tabel 4.4 Kategori Skor Alat Ukur
Kategori Rentang Skor Frekuensi Presentase
Rendah 28-54 45 49,45%
Tinggi 55-80 46 50,54%
Total 91 100%
Sumber: Perolehan Data Peneliti
Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa 45 subjek memiliki tingkat agresivitas yang tergolong kategori rendahi dengan presentase 49,45% dengan total keseluruhan subjek berjumlah 91 orang, dengan demikian terdapat 46 subjek yang tergolong kategori agresivitas tinggi dengan presentase 50,54%.
Dari hasil kesioner tersebut, dipilihlah 10 subjek untuk dilakukan wawancara.Pemilihan 10 subjek tersebut berdasarkan hasil kuesioner dengan skor agresi tinggi dan rendah.
Tabel 4.5 Data Diri Subjek
Subjek 2 Subjek 3 Subjek 4 Subjek 5
Usia 18 17 18 14 15
Pendidikan SMA SMK SMK SD SMK
Tinggal Dengan Kakak Orang Tua Orang Tua Sendiri Orang tua
Anak ke 4 dari 4 bersaudara 3 dari 4 bersaudara 1 dari 3 bersaudara 7 dari 7 bersaudara 1 dari 3 bersaudara
Hobby Main basket, bola kaki Main bola Main bola - Main Bola
Cita-cita Belum ada Ingin jadi pemain
bola Pengusaha sukses - Insinyur
Hubungan Dengan Orang
Tua Tidak dekat
Hanya dekat dengan ibu
Hanya dekat dengan
ibu Tidak dekat Tidak dekat
Tindak Kriminal Narkoba Narkoba Narkoba Mencuri Narkoba
Vonis 2 tahun 1 bulan 1 tahun 7 bulan 2 tahun 1 tahun 1 bulan 1 tahun 10 bulan
Jenis Narkotika Ganja Ganja Ganja - Ganja
Jenis Tindak Agresi yang biasa dilakukan Mengeluarkan kata-kata kasar Mengeluarkan kata-kata kasar Mengeluarkan kata-kata kasar Memukul, mengeluarkan kata-kata kasar Marah, mengeluarkan kata-kata kasar
5
Data Umum Subjek 6 Subjek 7 Subjek 8 Subjek 9 Subjek 10
Usia 18 tahun 15 tahun 17 tahun 18 tahun 16 tahun
Pendidikan SMA SD SMK SMA SMP
Tinggal Dengan Orang tua Orang Tua Orang Tua Sendiri Sendiri
Anak ke 3 dari 4 bersaudara 2 dari 2 bersaudara 2 dari 3 bersaudara 9 dari 9 bersaudara 2 dari 3 bersaudara
Hobby Berenang Main bola Otomotif Main alat musik Main bola
Cita-cita Membahagiakan
orang tua Mekanik Playboy Musisi Pemain bola
Hubungan Dengan Orang Tua
Hanya dekat dengan
ibu Tidak dekat
Hanya dekat dengan ibu
Hanya dekat dengan ibu
Hanya dekat dengan ibu
Tindak Kriminal Narkoba Mencuri (motor) Pembunuhan
Penganiyayaan, penggelapan data,
pencurian
Narkoba
Vonis 1 tahun 4 bulan 3 tahun 10 tahun 10 tahun 3 tahun
Jenis Narkotika Ganja - - - Shabu
Jenis Tindak Agresi yang biasa dilakukan Mengeluarkan kata-kata kasar Mengeluarkan kata-kata kasar Memukul, mengeluarkan kata-kata kasar Memukul, mengeluarkan kata-kata kasar Mengeluarkan kata-kata kasar
6
Kemudian peneliti kembali melakukan uji coba tingkat pencahayaan pada beberapa ruang tahanan yang ada didalam lapas dengan menggunakan 3 luxmeter dengan hasil:
4.1.4 Gambaran Ukuran Cahaya
Berikut ini adalah tabel ukuran cahaya tiap ruang tahanan yang ada di Lapas Anak Pria Tangerang:
Tabel 4.6Ukuran Cahaya
Jenis Ruang Tahanan Kapasitas Ukuran Cahaya
Jumlah Subjek Blok Besar (Kelompok 1) 20-30 orang 65 lux 28
Andikpas Blok Kecil (Kelompok 2) 7-15 orang 43 lux 13
Andikpas
Kamar (Kelompok 3) 1-4 orang 27lux 50
Andikpas
Kamar Tikus (Gelap)
1-5 orang (jika melakukan pelanggaran berat selama didalam lapas) < 20 lux -
Sumber: Perolehan Data Peneliti
Lapas Anak Pria Tangerang mempunyai 4 jenis ruang tahanan, yaitu blok besar, blok kecil dan kamar. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, I blok besar mempunyai kapasitas 20-30 orang dengan ukuran cahaya 65 lux, 1 blok kecil dengan kapasitas 7-15 orang dengan ukuran cahaya 43 lux, dan kamar dengan kapasitas paling sedikit 1-4 orang dengan ukuran cahaya 22 lux. Namun pada saat itu, tidak ada subjek yang menempati kamar gelap/tikus. Jadi ruangan yang digunakan hanya blok besar, blok kecil dan kamar (3 ruang tahanan).
Subjek yang menempati blok besar berjumlah 28 subjek, blok kecil 13 subjek, dan sisanya 50 subjek menempati kamar biasa dengan jumlah subjek 4 orang per kamar
7
dan juga ada yang 3 orang per kamar. Ukuran pencahayaan tersebut diambil peneliti pada hari Senin, 14 Juli 2014 pada pukul 12.03 WIB, dengan menggunakan 3 luxmeter yang berbeda agar peneliti dapat membandingkan hasil dan mengambil hasil yang sama agar ukuran cahaya yang diharapkan valid.
4.2
Analisa Skor Agresivitas
Tabel 4.7 Analisa Skor Agresivitas Statistics Agresivitas N Valid 91 Missing 0 Mean 54.02 Std. Error of Mean 1.232 Median 55.00 Mode 51 Std. Deviation 11.755 Variance 138.177 Range 52 Minimum 28 Maximum 80 Sum 4916 Percentiles 1 28.00 25 47.00 50 55.00 75 62.00 100 80.00
Sumber: Perolehan Data Peneliti
Berdasarkan pada tabel diatas, data tersebut menunjukkan bahwa skor bergerak dari nilai terendah (minimum) sebesar 28 dan nilai tertinggi (maximum) sebesar 80 dengan rata-rata (mean) yaitu sebesar 54,02 serta simpangan baku (std. deviation) sebesar 11,755. Untuk menentukan tinggi atau rendahnya agresivitas pada andikpas, maka dibuatlah lima kategori, yaitu Sangat Tidak Setuju, Tidak Setuju, Netral, Sesuai,
8
dan Sangat Sesuai. Berikut kategori berdasarkan acuan data yang telah didapat sebagai berikut :
Tabel 4.8 Kategori Skor Agresivitas
Skor Kategori 0-28 29-47 48-55 56-62 63-80 Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Sumber: Data Olahan Peneliti
Melalui perhitungan dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics 22.0, maka didapatkan hasil frekuensi responden dengan kategori skor sangat rendah sebanyak 1 pegawai (1,09%), kategori rendah sebanyak 22 pegawai (24,17%), kategori sedang 26 pegawai (28,57%), kategori tinggi 20 pegawai (21,97%), dan kategori sangat tinggi 22 pegawai (24,17%). Berikut perhitungan frekuensi kategori agresivitas pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.9 Hasil Frekuensi Agresivitas
Kategori Frekuensi Persentase
Sangat Rendah 1 1,09% Rendah 22 24,17% Sedang 26 28,57% Tinggi 20 21,97% Sangat Tinggi 22 24,17% Total 91 100%
Sumber: Data Perolehan Peneliti
4.3
Hasil Penelitian Uji Beda
Untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat agresivitas jika ditinjau dari ukuran cahaya ini, maka penulis menggunakan Uji Anova. Uji Anova digunakan untuk menguji mean (rata-rata) dari lebih dari 2 kelompok variabel yang diuji.
9
Tabel 4.10 Hasil Uji Beda ANOVA
Agresivitas
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 48.296 2 24.148 .172 .843
Within Groups 12387.660 88 140.769
Total 12435.956 90
Sumber Perolehan Peneliti
Dari tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa F(2,90) = 0,172, P = 0,843. P>0,05. Itu berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat agresivitas jika ditinjau dari ukuran cahaya karena signifikan >0,05 walaupun dari kuesioner agresi dijelaskan bahwa andikpas yang menempati kamar tahanan biasa memiliki tingkat agresivitas yang tinggi.
4.4
Pembahasan Hasil Pengolahan Data
Dari hasil penelitian yang didapat, subjek yang menempati kamar tahanan biasa mempunyai tingkat agresi lebih tinggi dibanding dengan subjek yang menempati blok besar maupun blok kecil. Namun dari hasil perhitungan uji beda, tidak terlihat perbedaan yang signifikan antar ketiga kelompok ruangan.
Selain hasil tersebut, peneliti juga menggunakan wawancara sebagai teknik pengambilan data dimana hasil dari wawancara tersebut digunakan sebagai pendukung dari kuesioner agresi yang diberikan sebelumnya.Wawancara juga berguna untuk pertukaran informasi subjek dan peneliti.
Hasil wawancara menunjukan bahwa rata-rata andikpas memiliki agresivitas yang tinggi walaupun kesepuluh andikpas tersebut memiliki latar belakang tindak pidana yang berbeda-beda.Perilaku agresivitas mereka juga kebanyakan terbentuk sebelum mereka ditempati di Lembaga Pemasyarakatan.