• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

24 BAB III

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Karangsong Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penelitian dimulai sejak 28 Januari sampai dengan 23 Maret 2013 sedangkan pengambilan sampel di lapangan dilaksanakan pada tanggal 6-23 Maret 2013.

3.2. Bahan dan Alat Penelitian 3.2.2. Bahan Penelitian

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan yang didaratkan di PPI Karangsong Indramayu (per unit alat tangkap).

3.2.1. Alat Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Alat tangkap masing-masing: 3 unit jaring rampus dan 13 unit gill net millenium (kelompok jaring insang), 3 unit bubu lipat (kelompok trap), 8 unit arad (kelompok pukat kantong), dan 3 unit pancing rawai

(kelompok pancing).

2. Alat Tulis, untuk mencatat hasil dari pengambilan data.

3. Alat Ukur Panjang Ikan (meteran ketelitian 1 mm), untuk mengukur panjang cagak pada ikan-ikan sebagai hasil tangkapan utama tiap-tiap alat tangkap

4. Timbangan (ketelitian 0,01 kg), untuk menghitung bobot ikan yang ditangkap

5. Kuisioner/panduan wawancara, untuk panduan dalam melakukan wawancara

6. Alat Dokumentasi, untuk mendokumentasikan proses kegiatan penelitian

(2)

25

3.3. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif survei. Survei dilakukan kepada nelayan sebagai responden. Observasi dilakukan dengan menginventarisasi jumlah dan jenis alat tangkap yang digunakan di PPI Krarangsong, melihat hasil tangkapan berdasarkan jenis, ukuran dan jumlah ikan yang ditangkap serta mengetahui jumlah trip tiap alat tangkap. Selain itu metode penangkapan ikan juga diamati langsung ataupun wawancara kepada responden.

Data primer yang dikumpulkan secara langsung selama penelitian adalah jumlah trip dan jumlah produksi (bobot) tiap alat tangkap, komposisi dan proporsi jenis ikan hasil tangkapan, proporsi pemnfaatan hasil tangkapan, dan panjang cagak Lm (length at first maturity). Berdasarkan sasaran penangkapan dari nelayan, hasil tangkapan dibedakan menjadi hasil tangkapan sasaran utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS). Pemanfanfaatan dihitung dengan cara mengidentifikasi hasil tangkapan yang dijual dan dikonsumsi (dimanfaatkan) serta hasil tangkapan yang dibuang (tidak dimanfaatkan). Pengukuran panjang cagak (pada kelompok ikan), panjang mantel (pada kelompok chepalopoda), panjang karapas (pada kelompok crustacea) (Lampiran 5) dilakukan untuk menentukan kelayakan biologi ikan hasil tangkapan yang disesuaikan berdasarkan ukuran panjang pertama kali matang gonad (length at first maturity). Data sekunder yang digunakan adalah data jumlah dan jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di PPI Karangsong, data produksi, jumlah trip, dan jumlah unit alat tangkap di Kabupaten Indramayu.

Wawancara dilakukan terhadap nelayan dengan menggunakan kuisioner/panduan wawancara untuk menggali informasi mengenai metode pengoperasian alat tangkap, komposisi hasil tangkapan, jumlah hasil tangkapan yang didaratkan, musim penangkapan ikan, dan daerah penangkapan ikan. Besarnya ukuran sampel yang akan dipilih atau diambil digunakan metode pengambilan sampel agar diketahui ketepatannya. Sampel diambil sebesar 10% dari total individu populasi yang diteliti. Jika sampel sebesar 10% dari populasi dianggap besar (lebih dari 30) maka alternatif yang bisa digunakan adalah mengambil sampel sebanyak 30 individu/unit (Ardianto 2009 dalam Rahman at al.

(3)

26

2013). Jumlah responden untuk setiap alat tangkap ditetapkan secara proporsional sesuai dengan jumlah alat tangkap yang ada. Masing-masing alat tangkap utama yang digunakan sebagai sampel adalah 3 unit jaring rampus dan 13 unit gill net millenium (kelompok jaring insang), 8 unit jaring arad (kelompok pukat kantong), 3 unit bubu lipat (kelompok perangkap), dan 3 unit pancing rawai (kelompok pancing). Data pendukung diperoleh dari penelusuran pustaka dari instansi terkait dan sumber lainnya.

3.4. Analisis Data

Analisis data meliputi dua aspek yaitu analisis tingkat keramahan alat yang didapat dari tiga parameter (komposisi dan proporsi jenis ikan hasil tangkapan, analisis komposisi ukuran hasi tangkapan, analisis komposisi pemanfaatan hasil tangkapan) dan analisis produktivitas alat tangkap

.

3.4.1. Analisis Tingkat Keramahan Alat Tangkap

A. Analisis Proporsi dan Komposisi Jenis Hasil Tangkapan

Pada analisis proporsi dan komposisi jenis hasil tangkapan, sebelum dianalisis terlebih dahulu diidentifikasi untuk mengetahui nama umum dan nama latinnya. Pengidentifikasian dilakukan dengan menggunakan buku identifikasi (studi pustaka). Setelah diidentifikasi data tersebut dikelompokkan berdasarkan spesiesnya, kemudian dihitung berat dan jumlahnya. Jenis ikan tersebut kemudian ditabulasikan untuk melihat komposisi hasil tangkapan.

Proporsi hasil tangkapan sasaran utama dan sampingan, masing-masing data jumlah dan berat hasil tangkapan sasaran utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan atau by catch (HTS) dari operasi penangkapan dihitung dalam bentuk persentase, kemudian dibandingkan proporsinya untuk mengetahui kriteria dan menentukan skor (Tabel 2).

(4)

27

Tabel 2. Penilaian Tingkat Keramahan untuk Jenis Hasil Tangkapan Pengamatan Indikator (%) Kriteria Skor Ikan Hasil Tangkapan

Utama 81-100 61-80 41-60 1-40 Sangat ramah Ramah Agak ramah Tidak Ramah 4 3 2 1 Jumlah Sumber: Mallawa 2006

B. Analisis Komposisi Ukuran Hasil Tangkapan

Proporsi ikan layak tangkap secara biologi diketahui berdasarkan ukuran panjang cagak ikan yang pertama kali matang gonad. Data panjang cagak ikan hasil tangkapan sasaran utama untuk masing-masing alat tangkap diolah dengan menghitung sebaran frekuensinya. Data ukuran panjang ikan yang diolah dalam bentuk sebaran frekwensi akan memudahkan dalam menganalisis pada selang kelas mana ikan kebanyakan berada dengan rumus:

K = (1 + (3,322 X log n))

Interval panjang Kelas (i) = Rentang K Keterangan:

K = Jumlah Kelas

n = Banyak Data

Rentang = Data Terbesar – Data Terkecil

Jenis ikan utama yang memiliki volume cukup besar akan diambil sampel sebanyak seratus ekor atau satu keranjang. Jika jumlah individu ikan relatif kecil maka pengukuran dilakukan secara sensus.Analisis selanjutnya yaitu membandingkan data ukuran panjang cagak ikan utama yang tertangkap selama penelitian dengan panjang cagak ikan pertama kali matang gonad atau Lm (length at first maturity). Selanjutnya proporsi tangkapan utama ikan layak tangkap secara biologi diberi kriteria sesuai dengan persentase yang telah diperoleh (Tabel 3).

(5)

28

Tabel 3. Penilaian Tingkat Keramahan Ukuran Hasil Tangkapan Utama Pengamatan Indikator (%) Kriteria Skor Ukuran Ikan Hasil

Tangkapan Utama lebih dari length at first maturity 81-100 61-80 41-60 1-40 Sangat ramah Ramah Agak ramah Tidak Ramah 4 3 2 1 Jumlah Sumber: Mallawa 2006

C. Analisis Komposisi Pemanfaatan Hasil Tangkapan

Pada komposisi pemanfaatan (Gambar 1), seluruh data hasil tangkapan (Ht) yang dimanfaatkan dibandingkan dengan hasil tangkapan yang tidak dimanfaatkan (discard) dalam bentuk proporsi dengan rumus :

 Ht yang dimanfaatkan % =Jumlah Ht yang dimanfaatkan

Jumlah Ht X 100%

 Ht yang tidak dimanfaatkan % =Jumlah Ht yang tidak dimanfaatkanJumlah Ht X 100%

Gambar 1. Pembagian Hasil Tangkapan Hasil Tangkapan Hasil Tangkapan Utama Hasil Tangkapan Sampingan Dijual Dikonsumsi Dimanfaatkan Dibuang Dijual Dikonsumsi

(6)

29

Proporsi hasil tangkapan yang dimanfaatkan (dijual dan dikonsumsi) dan tidak dimanfaatkan (dibuang) dihitung dalam jumlah persentase, kemudian diberi skor dan kriteria sesuai dengan jumlah persentase yang didapatkan (Tabel 4).

Tabel 4. Penilaian Tingkat Keramahan untuk Tingkat Pemanfaatan Hasil Tangkapan

Pengamatan Indikator (%) Kriteria Skor

Pemanfaatan hasil tangkapan 81-100 61-80 41-60 1-40 Sangat ramah Ramah Agak ramah Tidak Ramah 4 3 2 1 Jumlah Sumber: Mallawa 2006

Selanjutnya jumlah hasil keseluruhan skor diakumulasikan untuk menentukan tingkat keramahan alat tangkap (Tabel 5).

Tabel 5. Penilaian Tingkat Keramahan Lingkungan

No Jumlah Skor Kriteria

1. 3-5 Tidak Ramah Lingkungan

2. 6-8 Kurang Ramah Lingkungan

3. 9-11 Ramah Lingkungan

4. 12 Sangat Ramah Lingkungan

Sumber: Mallawa 2006

3.4.2. Analisis Produktivitas Alat Tangkap

Produktivitas alat tangkap dihitung dengan menggunakan nilai CPUE (Catch Per Unit Effort). Data CPUE adalah jumlah hasil tangkapan nelayan per unit upaya (trip). Menurut Sparre at al. (1999) dalam Prisantono dan Syadiah (2011) produktivitas alat tangkap adalah hasil penangkapan dengan satuan bobot per upaya penangkapan, maka nilai CPUE ini dapat digunakan sebagai nilai produktivitas.

(7)

30

Untuk menghitung produktivitasnya, tiap-tiap alat tangkap dihitung jumlah produksi serta jumlah trip, yang dilaksanakan sejak tahun 2007-2012, menggunakan rumus sebagai berikut:

𝐶𝑃𝑈𝐸 = 𝐶

𝑓

Dimana :

CPUE = Produksi per Unit Upaya (kg/trip) C = Produksi (kg)

f = Upaya penangkapan (trip)

Alat tangkap yang memiliki CPUE paling tinggi dinyatakan sebagai alat tangkap yang paling produktif yang dilihat dari nilai produktivitas.

Gambar

Tabel 2. Penilaian Tingkat Keramahan untuk Jenis Hasil Tangkapan  Pengamatan  Indikator (%)  Kriteria  Skor  Ikan  Hasil  Tangkapan
Gambar 1. Pembagian Hasil TangkapanHasil Tangkapan Hasil Tangkapan Utama Hasil Tangkapan Sampingan Dijual Dikonsumsi Dimanfaatkan Dibuang  Dijual  Dikonsumsi
Tabel 5. Penilaian Tingkat Keramahan Lingkungan

Referensi

Dokumen terkait

Data Primer yaitu data yang dikumpulkan secara langsung dari objek penelitian yaitu di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur Data ini diperoleh langsung

Data primer adalah data yang di peroleh secara langsung dari sumber penilitian yakni dari sumber asli (tidak melalui perantara) yang secara khusus dikumpulkan pleh

8 Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian dan merupakan data utama dalam

Sumber primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari peserta penelitian dengan menggunakan alat ukur atau teknik pengumpulan data dengan topik yang sama dengan

Jenis dan sumber data dalam penelitian survei adalah data primer yang dikumpulkan dan diperoleh secara langsung dari subyek penelitian dengan mengajukan pertanyaan atau

Menurut Asep Hermawan (2006:168) yang dimaksud dengan data primer adalah: Data primer merupakan data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti untuk menjawab masalah

Jenis data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti untuk menjawab masalah atau tujuan penelitian yang dilakukan dalam penelitian

Data primer adalah data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak perantara) yang secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab