• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN SEREBRAL PADA NN.R DI RUANG TERATAI RSUD DR. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN SEREBRAL PADA NN.R DI RUANG TERATAI RSUD DR. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Heri Siswanto
  • Pengajar:
    • Irmawan Andri Nugroho, S.Kep.Ns., M.Kep
  • Sekolah: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong
  • Mata Pelajaran: DIII Keperawatan
  • Topik: Asuhan Keperawatan Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral Pada Nn.R Di Ruang Teratai RSUD Dr. Soedirman Kebumen
  • Tipe: laporan
  • Tahun: 2016
  • Kota: Kebumen

I. PENDAHULUAN

Bagian ini membahas latar belakang pentingnya pemahaman mengenai cedera kepala ringan dan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral. Cedera kepala ringan dapat menyebabkan penurunan fungsi neurologis yang berpotensi mengganggu kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aplikasi asuhan keperawatan yang efektif dalam menangani masalah perfusi serebral. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas tentang intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kondisi pasien dengan cedera kepala ringan.

1.1. Latar Belakang

Cedera kepala ringan sering kali diabaikan, padahal dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf. Latar belakang penelitian ini mencakup statistik mengenai insidensi cedera kepala serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Fokus utama adalah bagaimana ketidakefektifan perfusi serebral dapat menimbulkan komplikasi lebih lanjut jika tidak ditangani secara tepat.

1.2. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan secara mendetail tentang asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral. Ini mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, dan evaluasi yang dilakukan selama proses perawatan.

1.3. Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan ini tidak hanya untuk akademisi, tetapi juga bagi praktisi keperawatan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menangani kasus ketidakefektifan perfusi jaringan serebral. Ini juga bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna bagi rumah sakit dan pasien.

II. KONSEP DASAR

Konsep dasar yang dibahas dalam penelitian ini mencakup definisi ketidakefektifan perfusi jaringan serebral, cedera kepala ringan, dan program inovasi dalam keperawatan. Memahami konsep ini sangat penting untuk merancang intervensi keperawatan yang tepat dan efektif.

2.1. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral

Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah kondisi di mana aliran darah ke jaringan otak tidak mencukupi, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang tepat dapat membantu memperbaiki kondisi ini dan meningkatkan hasil perawatan pasien.

2.2. Cedera Kepala Ringan

Cedera kepala ringan didefinisikan sebagai trauma yang tidak mengakibatkan kehilangan kesadaran secara signifikan. Pengetahuan mengenai gejala dan pengelolaan cedera kepala ringan penting bagi perawat untuk memberikan asuhan yang tepat dan mengurangi risiko komplikasi.

2.3. Program Inovasi

Program inovasi yang diterapkan dalam penelitian ini termasuk teknik posisi head up yang terbukti efektif dalam meningkatkan perfusi serebral. Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan dalam praktik keperawatan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.

III. RESUME KEPERAWATAN

Resume keperawatan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang pengkajian, analisa data, serta intervensi dan evaluasi yang dilakukan terhadap pasien. Ini merupakan bagian penting dari proses keperawatan yang bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek perawatan pasien diperhatikan.

3.1. Pengkajian

Pengkajian dilakukan dengan mengumpulkan data subjektif dan objektif dari pasien. Ini mencakup riwayat kesehatan, gejala yang dialami, serta kondisi fisik pasien. Data ini sangat penting untuk menentukan diagnosa dan rencana perawatan yang tepat.

3.2. Analisa Data

Analisa data dilakukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang muncul berdasarkan hasil pengkajian. Ini termasuk penilaian terhadap tanda-tanda vital dan gejala yang dialami pasien, serta bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi perfusi jaringan serebral.

3.3. Intervensi, Implementasi dan Evaluasi

Intervensi yang dilakukan meliputi monitoring tanda-tanda vital, teknik distraksi, serta posisi head up. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas intervensi yang diberikan dan mengidentifikasi apakah tujuan perawatan tercapai.

IV. PEMBAHASAN

Pembahasan ini mengupas tuntas tentang penegakan diagnosa, proses keperawatan, dan analisa tindakan yang dilakukan. Ini merupakan bagian penting untuk memahami bagaimana teori diterapkan dalam praktik keperawatan sehari-hari.

4.1. Penegakan Diagnosa

Penegakan diagnosa dilakukan berdasarkan hasil pengkajian dan analisa data. Diagnosa yang muncul dalam kasus ini adalah ketidakefektifan perfusi jaringan serebral, yang harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

4.2. Proses Keperawatan

Proses keperawatan mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari tindakan keperawatan yang diambil. Ini adalah pendekatan sistematis yang memastikan bahwa setiap aspek perawatan pasien diperhatikan dengan baik.

4.3. Analisa Tindakan

Analisa tindakan dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. Ini penting untuk memastikan bahwa tindakan keperawatan yang diambil sesuai dengan kebutuhan pasien dan dapat meningkatkan kondisi kesehatan mereka.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi untuk praktik keperawatan di masa depan. Ini adalah bagian penting untuk memastikan bahwa pengetahuan yang didapatkan dapat diterapkan secara efektif dalam perawatan pasien.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa asuhan keperawatan yang tepat dapat meningkatkan perfusi jaringan serebral pada pasien dengan cedera kepala ringan. Teknik posisi head up terbukti efektif dalam meningkatkan kenyamanan pasien dan memperbaiki kondisi kesehatan mereka.

5.2. Saran

Saran bagi praktisi keperawatan adalah untuk terus menerapkan teknik-teknik inovatif dalam asuhan keperawatan dan melakukan evaluasi secara berkala untuk meningkatkan kualitas perawatan. Selain itu, penting untuk melibatkan keluarga pasien dalam proses perawatan untuk mendukung pemulihan pasien.

Referensi Dokumen

  • Frequency-domain multichannel optical detector for noninvasive tissue spectroscopy and oximetry ( Fantini S, Franceschini MA, Maier JS, Walker SA, Barbieri BB, Gratton E )
  • Developmental changes of optical properties in neonates determined by near-infrared time-resolved spectroscopy ( Ijichi S, Kusaka T, Isobe K, et al. )
  • Quantification of adult cerebral blood volume using the NIRS tissue oxygenation index ( Tachtsidis I, Leung TS, Oliver C, et al. )
  • Effect of phenylephrine and ephedrine bolus treatment on cerebral oxygenation in anaesthetized patients ( Meng L, Cannesson M, Alexander BS, et al. )
  • Noninvasive determination of the optical properties of adult brain: near-infrared spectroscopy approach ( Choi J, Wolf M, Toronov V, et al. )

Gambar

Gambar Pathway Cedera Kepala Ringan
Gambar 1. Tampilan intracranial
Fig. 1.
Fig. 2.
+6

Referensi

Dokumen terkait

Diagnosa keperawatan yang muncul saat dilakukan pengkajian oleh penulis adalah ketidakefektifan gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan gangguan

Stroke adalah gangguan fungsional yang terjadi secara mendadak berupa tanda-tanda klinis baik lokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menimbulkan kematian

Dari hasil penelitian yang dilakukan Di PKU Muhammadiyah Gombong tentang pengaruh teknik distraksi relaksasi terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi

Dari hasil penelitian yang dilakukan Di PKU Muhammadiyah Gombong tentang pengaruh teknik distraksi relaksasi terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi

Diagnosa keperawatan Ketidakefektifan perfusi serebral b/d penurunan aliran darah ke otak, evaluasi di lakukan jam13.50 wita S: pasien mengatakan masih pusing dan tengkung

Intervensi yang paling utama dalam diagnosa Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer adalah tindakan Konservatif yaitu non pembedahan dengan memberikan traksi yaitu

Diagnosa keperawatan pada klien dan klien 2 menunjukkan perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan odema otak akan ditandai berbagai gejala seperti tidak

Diagnosa keperawatan yang muncul saat dilakukan pengkajian oleh penulis adalah ketidakefektifan gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan gangguan