3.1 Sifat Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif hanya memaparkan situasi atau peristiwa. Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.1
Penelitian deskriptif ditunjukan untuk: (1) mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, (2) mengidentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, (3) membuat perbandingan dan evaluasi, (4) menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang.2
Pendekatan kualitatif menurut (Bogdan dan Taylor, 1975:5) adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan dua data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu atau organisasi ke dalam variable atau hipotesis, tetapi memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan.3
1 Jalaludin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, PT. Rosdakarya, Bandung, 2009, h. 24. 2 Ibid.
Banyak studi kualitatif dilakukan secara deskriptif. Seorang ahli antropologi etnografi, misalnya, menjelaskan secara detail suatu kebudayaan masyarakat prasejarah. Namun pada saat yang sama, penelitian kualitatif tidak hanya terbatas pada tujuan deskriptif. Peneliti biasanya melanjutkan untuk meneliti mengapa pola-pola yang diamati itu ada dan apa maknanya.4
Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggali informasi melalui wawancara mendalam (indepth interview) terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penulisan skenario film “Me and You versus the World”.
Data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dari orang-orang yang diamati dalam penelitian ini kemudian dianalisa untuk mendapatkan gambaran mengenai peran Script Writter dalam proses produksi film adaptasi dari novel “Me and You versus the World”.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study). Studi kasus merupakan salah satu teknik penelitian untuk mengembangkan analisis mendalam tentang satu kasus atau kasus majemuk dengan pendekatan penelitian kualitatif. Dalam riset yang menggunakan metode ini, dilakukan pemeriksaan longitudinal yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yang sistematis dalam melakukan
pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi, dan pelaporan hasilnya. Sebagai hasilnya, akan diperoleh pemahaman yang mendalam tentang mengapa sesuatu terjadi dan dapat menjadi dasar bagi riset selanjutnya.
Riset kualitatif merupakan suatu penelitian yang mendalam (in-depth), berorientasi pada kasus dari sejumlah kecil kasus, termasuk satu studi kasus. Riset kualitatif berupaya menemukan data secara terperinci dari kasus tertentu, sering kali dengan tujuan menemukan bagaimana sesuatu terjadi. Tujuan utama riset kualitatif adalah untuk membuat suatu fakta dapat dipahami, dan sering kali tidak terlalu menekankan pada penarikan kesimpulan (generalisasi), atau tidak menekankan pada perkiraan (prediksi) dari berbagai pola (yang ditemukan).
Metode kualitatif memungkinkan peneliti untuk melihat perilaku dalam situasi yang sebenarnya tanpa adanya rekayasa yang terkadang terjadi pada penelitian eksperimental atau survei. Teknik kualitatif dapat meningkatkan kedalaman pemahaman peneliti terhadap fenomena yang tengah diteliti, khususnya jika fenomena tersebut belum pernah diteliti sebelumnya. Selain itu, metode kualitatif bersifat fleksibel sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari berbagai bidang baru yang menarik. Misal, kuesioner pada penelitian kuantitatif tidak akan menyediakan data yang tidak ditanyakan, tetapi peneliti yang melakukan observasi lapangan atau focus group dapat menemukan segi-segi dari subjek penelitian yang tidak terpikirkan sebelum penelitian dimulai.5
Metode studi kasus pada penelitian ini digunakan untuk menggali kasus tunggal yaitu peran script writter (penulis skenario) dalam produksi film “Me and You versus the World”. Jadi peneliti hanya membahas masalah peran penulis skenario yang bertanggung jawab membuat naskah (blue print) sebagai pedoman produksi film, tanpa mengembangkan bahasan pada produksi film secara keseluruhan.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah merupakan cara sistematis dan standar untuk memproleh data yang diperlukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan penliti untuk adalah sebagai berikut:
3.3.1 Data Primer
Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview) terhadap key informan, yaitu dilakukan tanya jawab secara langsung dengan penulis skenario Me and You versus the World dan praktisi terkait dibidang penulisan naskah film.
3.3.2 Data Sekunder
Data sekunder didapat dengan cara studi kepustakaan (literature) yaitu membaca buku, koran, majalah, blog beberapa kru yang terlibat dalam produksi film tersebut, serta bahan dari berbagai sumber yang berhubungan dengan permasalahan yang sudah diteliti guna melengkapi data yang sudah ada.
3.4 Definisi Konsep
Untuk pelaksanaan penelitian ini, berbagai konsep dari istilah perlu diperjelas. Definisi konsepnya sebagai berikut:
1. Film adaptasi adalah film yang ceritanya diadaptasi dari karya seni lain dalam hal ini adalah karya sastra novel.
2. Skenario menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rencana suatu lakon dalam pementasan suatu drama/film.
3. Script writter makna secara bahasa adalah penulis naskah, penulis skenario, adalah seorang yang bertugas/bertanggung jawab menyusun naskah film.
4. Film Me and You versus the World adalah film layar lebar produksi Rapi Film
dengan sutradara Fajar Nugros. Film tersebut adalah adaptasi dari novel Me and You versus the World karya Stanley Meulen.
3.5 Fokus Penelitian
Fokus penelitian merupakan pemusatan konsentrasi terhadap tujuan penelitian yang sedang dilakukan. Fokus penelitian diungkapkan secara eksplisit untuk mempermudah peneliti sebelum melaksanakan observasi. Fokus penelitian adalah garis besar dari penelitian, jadi observasi serta analisa hasil penelitian akan lebih terarah.
Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah strategi penulis skenario dalam membuat karakter tokoh pada film adaptasi novel “Me and You versus the World”. Fokus tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Proses mengadaptasi dari novel ke film.
2. Pemilihan seting dan pengembangan ide cerita. 3. Penentuan lakon/tokoh cerita.
4. Penyusunan alur cerita.
5. Proses penulisan naskah skenario.
6. Tugas dan tanggung jawab penulis skenario pasca penulisan naskah skenario.
3.6 Narasumber
Sumber data dalam penelitian kualitatif, posisi narasumber sangat penting, bukan hanya sekedar member respon melainkan juga sebagai pemilik informasi. Karena itu informan orang yang memberi informasi, sumber informasi, sumber data) atau disebut subjek yang diteliti, karena ia bukan saja sebagai sumber data, melainkan juga aktor yang ikut menentukan berhasil tidaknya suatu penelitian berdasarkan informasi yang diberikan.
Narasumber (informan) dalam hal ini yaitu orang yang bisa memberikan informasi lisan tentang sesuatu yang ingin kita ketahui. Seorang informan bisa saja menyembunyikan informasi penting yang dimiliki oleh karena itu peneliti harus pandai-pandai menggali data dengan cara membangun kepercayaan, keakraban dan kerjasama dengan subjek yang diteliti di samping tetap kritis dan analitis. Peneliti harus mengenal lebih mendalam informannya, dan memilih informan yang benar-benar bisa diharapkan memberikan informasi yang akurat.
Informasi kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasinya, baik merupakan tempat maupun lingkungannya. Dari pemahaman lokasi dan lingkungan, peneliti bisa secara cermat mengkaji dan secara kritis menarik kemungkinan kesimpulan.6
Wawancara dilakukan dengan format tidak terstruktur, wawancara semacam ini digunakan untuk menemukan informasi yang bukan baku atau informasi tunggal. Jenis wawancara ini tidak berpedoman pada daftar pertanyaan, lebih bebas iramanya dalam waktu bertanya dan cara memberikan respon. Responden biasanya terdiri atas mereka yang terpilih saja karena sifat-sifatnya yang khas. Biasanya mereka memiliki pengetahuan dan mendalami situasi serta lebih mengetahui informasi yang diperlukan.
Narasumber yang berkompeten untuk diwawancarai dan dimintai informasi sehubungan dengan penelitian ini adalah:
1. Endik Koeswoyo
Tahun 2012 Endik Koeswoyo memutuskan hijrah ke Jakarta dan mendapatkan kontrak eklusive di Sinemart PH sebagai penulis Skenario. Kerudung Dari Ustadz adalah TVM produksi Sinemart pertama yang dia tulis dan tayang di RCTI. Selain itu Endik Koeswoyo terlibat dalam penulis skenario sinetron Tendangan Dari Langit The Series, Berkah, Akibat Pernikahan Dini.
6http://www.referensimakalah.com/2012/09/sumber-data-dalam-penelitian.html?m=1diunduh pada tanggal 14 Desember 2013
Tahun 2013 Endik Koeswoyo juga menjadi supervisi Sinetron Tafakur Cinta (Indosiar) produksi Amanah Surga. Kini Endik Koeswoyo memutuskan menjadi penulis skenario freelance dan aktif di Demi Istri Production, dan menulis Skenario layar lebar. Beberapa skenario layar lebar yang sudah dia tulis; Me And You Versus The World (Rapi Film Tayang 17 April 2014), Kesurupan Setan (Ganesha Perkasa Film, tayang 17 April 2014) dan novel #CeritaCinta juga dalam proses pra produksi untuk segera di filmkan. Selain film, Endik Koeswoyo juga menulis FTV di berbagai stasiun televisi juga aktif menulis skenario Bioskop Indonesia Trans TV. Selain aktif menulis Skenario, dia juga terus menulis novel. 2. Stanley Meulen
Stanley Meulen adalah penulis novel Me and You versus the World. Selain menyukai dunia fotografi dan teater, pria bertubuh tinggi ini juga suka memasak, membaca, bersantai di pantai, surfing, traveling, film, music, dan tentu saja menulis. Kisah yang ditulisnya dalam novel ini merupakan kisah nyata. Stanley hanya ingin menghadirkan dan berbagi mimpi dengan semua orang melalui dunianya, yaitu lewat pengalaman, pemikiran, dan tulisan-tulisannya.
3.7 Teknik Analisa Data
Analisa data adalah kegiatan mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, dan mengkategorikan data sehingga dapat ditemukan dan dirumuskan hipotesis kerja berdasarkan data yang diperoleh.
Neong Muhadjir menyatakan bahwa analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain.7 Tujuan dari analisa data di dalam
penelitian adalah membatasi penemuan-penemuan hingga menjadi suatu data yang teratur. Proses analisis merupakan usaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan prihal objek penelitian.
7