Monitoring Sumur-Sumur Eksplorasi Lapangan Panas Bumi Mataloko, Kabupaten Ngada, NTT Tahun 2012-2014
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Pada tahun 2004, Subdit Panas Bumi - Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral (DJGSM) melaksanakan pengeboran 2 (dua) sumur eksplorasi (AT-1 dan AT-2) di lapangan panas
Pada batuan yang bersifat permeabel ilit dapat terbentuk dalam jumlah yang cukup banyak, kehadiran ilit pada sumur MT-4 terdapat dalam jumlah relatif sedang (maksimum 10% dari total
Analisis laboratorium terhadap sampel kondensat (SCS) sumur MT-2, MT-3, MT-4 dan MT-5 menunjukkan bahwa kandungan anion dan kation relatif stabil dari periode 2005 hingga
Berdasarkan karakteristik ubahan hidrotermal, litologi sumur injeksi MT-6 diinterpretasikan bahwa mulai dari permukaan sampai kedalaman 6 m merupakan lapisan “over burden”
Analisis laboratorium terhadap sampel kondensat (SCS) sumur MT-2, MT-3, MT-4 dan MT-5 menunjukkan bahwa kandungan anion dan kation relatif stabil dari periode 2005 hingga
Setelah pengeboran dua sumur delineasi MT-3 dan MT-4, dilakukan uji alir fluida jangka panjang (27 Mei – 28 Agustus 2004) untuk mendapatkan potensi optimum kedua sumur tersebut
Pada batuan yang bersifat permeabel ilit dapat terbentuk dalam jumlah yang cukup banyak, kehadiran ilit pada sumur MT-4 terdapat dalam jumlah relatif sedang (maksimum 10% dari total
Selain terbentuknya sejumlah manifestasi panas bumi di sekitar lokasi sumur, dampak lainnya daerah sekitarnya menjadi kering, Variasi manifestasi yang terbentuk di sekitar