• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Green Banking di Indonesia - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penerapan Green Banking di Indonesia - Ubaya Repository"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

xii

INTISARI

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang di Dunia dengan peringkat ke-16 dilihat dari produk domestik bruto. Di mana rata-rata pertumbuhan PDB 2010-2013 6.15% dengan komposisi PDB Indonesia terdiri dari pertanian, industri dan jasa. Industri Jasa Keuangan dan Industri Perbankan ikut serta dalam sumbangsih terhadap PDB Indonesia.Bank sebagai jantung perekonomian Indonesia juga harus memperhatikan bagaimana pembangunan agar tetap berkelanjutan (Sustainable Development). Kegiatan

Green Banking hadir sebagai salah satu jawaban bagaimana bank menjaga pertumbuhan ekonomi dan

kelestarian lingkungan. Keberlangsungan suatu usaha akan berdampak langsung kepada bank yang bersangkutan yang memberikan pinjaman dana, jika suatu usaha tersebut tersandung kendala akibat lingkungan maka akan mengancam perusahaan tersebut dan otomatis mengancam bisnis bank yang memberikan pinjaman kepada perusahaan tersebut.

Green Banking sendiri bisa menjadi prospek bisnis yang aman bagi bank dan juga lingkungan. Secara

internal bank bisa menjadi lebih efesien dalam menggunakan kertas, listrik, dll. Dari external bank sebagai motor perekonomian bisa memberikan intensif kredit bagi perusahaan yang tidak mencemari lingkungan, dan memberikan disintensif bagi perusahaan yang merusak lingkungan. Dari hasil penelitian kegiatan Green Banking di Indonesia belum optimal dijalankan karena tidak ada regulasi yang jelas bagaimana seharusnya Green Banking Walaupun sudah ada imbauan dari Bank Indonesia melalui PBI 14/15/2012 namun masih banyak perbankan di Indonesia belum melaksanakan imbauan dari Bank Indonesia. Hal itu terjadi karena tidak ada insentif dan disinsentif yang diberikan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator perbankan di Indonesia harus segera membuat peraturan yang pasti dan secara khusus, tegas, dan jelas mengatur masalah penegakan hukum lingkungan di bidang perbankan. Kepastian hukum pengaturan Green Banking dalam kredit perbankan di Indonesia saat ini sangat dibutuhkan, agar tidak ada lagi alasan bagi industri perbankan untuk tidak melaksanakannya, karena sudah dilindungi oleh Undang-undang yang mengatur khusus mengenai pengaturan Green Banking khususnya dalam pemberian kredit oleh perbankan.

(2)

xiii

ABSTRACT

Indonesia is one of the developing countries, with its GDP ranked 16 in the world. Indonesia has

average annual GDP growth of 6.15% in2010-2013, which predominantly consists of agriculture,

industry and service. Financial service and banking have played significant roles on the growth

of Indonesia's GDP. Banking, as the heart of Indonesia's economy, must pay serious attention on

the so-called "Sustainable Development". The Green Banking initiative is emerged as one of the

important answers to how banking industry keeps the economy growth while maintaining its

environmental friendliness, including imposing to its industrial clients. Any industry, which

obtains the loan from any bank, would give serious business impact to the respective bank if that

industry or client fails to perfom its financial obligation to the bank due to its environmental

incompliance.

The Green Banking itself would give secured business prospects to the bank as well as to the

environment. Internally, bank could be more efficient in using paper, electricity etc leading to

cost saving. Externally, banking industry could give the incentive or positive considering for

granting the credit for the client which is in compliance with the environmental regulation, as

well as the deducting points for others which are incompliant. Referring and summarizing our

deep research on Green Banking in Indonesia, we could conclude that the initiative was not

optimally implemented due to unclear regulation on Green Banking. Although, there has been

instruction (guidelines) from Bank Indonesia thru PBI 14/15/2012, yet many banks are still

reluctant to implement it. It could be caused by the absence of incentive from Bank Indonesia.

It is this recommended for Bank Indonesia and Otoritas Jasa Keuangan to provide the detailed

regulation and, especially, enforcement on the environmental compliance related to the banking

industry. The clear legal compliance, enforcement and regulation on the Green Banking

initiatives, primarily in relationship to the credit disburment in Indonesia are perceived to be very

much needed, so as not to give any reason for the industries (bank clients) not to implement any

initiatives related to the environmental friendliness.

Keyword: Banking Industry in Indonesia, Green Banking, business strategy, Sustainable

Referensi

Dokumen terkait

Dalam industri perbankan, penggunaan teknologi inforamsi ( mobile banking ) merupakan salah satu bentuk layanan dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah nasabah melakukan

implementasi Green Banking BRI di Kota Surakarta”. Secara parsial, juga kedua variabel juga berdampak pada implementasi Green Banking BRI di Kota Surakarta. Hal ini

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengidentifikasi dan mendeskripsikan praktik pengungkapan green banking pada bank yang terdaftar di Bursa

Penulis mengikuti program S1 pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dengan program studi Perbankan Syariah dan mengambil judul skripsi “Implementasi Green Banking Pada

Independent variables in this study are daily operations of green banking, green banking policy, bank size, capital adequacy, credit problematic, bank efficiency

Saran Pencantuman standar investasi hijau harus segera dilakukan Tanpa adanya dua hal tersebut, praktik green banking di Indonesia akan terus berada di titik abu- abu karena setiap

Oleh sebab itu, PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk adalah salah satu bank yang berada dalam industri perbankan yang juga menyediakan layanan mobile banking dengan memanfaatkan

Level 2 is the determination of the concept and application of technology Level 2 is indicated by: 1 OJK and/or Islamic banking establishes digital branch/ banking and green banking