DESORPSI ION LOGAM BESI (Fe) DAN TEMBAGA (Cu) DARI ADSORBEN BIJI PEPAYA DENGAN LARUTAN PENDESORPSI ASAM DAN BASA
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
3.4.2.10 Penentuan kapasitas adsorpsi pasir laut teraktivasi asam sulfat dan tersalut feri oksida untuk menurunkan kadar ion logam Cu (II) Penentuan kapasitas adsorpsi
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pH, konsentrasi ion logam, dan waktu kontak (kondisi adsorpsi) antara ion logam (Ion Cu(II) dan Cr(VI))
Hal ini disebabkan meningkatnya konsentrasi ion logam, proses penyerapan yang terjadi pada sampel akan berkurang dan jumlah ion logam dalam larutan tidak akan sebanding
Karakteristik gugus fungsional pelet tanin-alginat sesudah digunakan sebagai adsorben ion Pb 2+ menunjukkan terjadinya pergeseran bilangan gelombang dan perubahan puncak
Hal ini disebabkan meningkatnya konsentrasi ion logam, proses penyerapan yang terjadi pada sampel akan berkurang dan jumlah ion logam dalam larutan tidak akan sebanding
Proses adsorpsi dilakukan menggunakan metode adsorpsi fluidisasi dengan mengontakkan 0.5 gram adsorben kitosan-urea dengan 200 ml larutan yang mengandung ion logam Cu 2+
3.4.2.10 Penentuan kapasitas adsorpsi pasir laut teraktivasi asam sulfat dan tersalut feri oksida untuk menurunkan kadar ion logam Cu (II) Penentuan kapasitas adsorpsi optimum
Sedangkan untuk efektivitas adsorpsi paling tinggi dalam menyerap logam tembaga Cu pada larutan dengan menggunakan adsorben biji alpukat yang telah diaktivasi dengan HCl 1 N yaitu pada