• Tidak ada hasil yang ditemukan

jaringan perdagangan pendapat para ahli Golongan penyebar Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "jaringan perdagangan pendapat para ahli Golongan penyebar Islam"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

pendapat para ahli

 Pijnapel, C. Snouck Hurgronje, J. P.

Moquetta, dan Soetjipto Wirjosoeparto : menyatakan bhw Islam msk pada abad ke-13 M dibawa olh pedagang Gujarat. Pendapat ini didasari bukti nisan Sultan Malik as-Saleh (17 Zulhijah 831 H / 1297 M) di Pasai.

 Husein Jayadiningrat : mengatakan bhw Islam berasal dari Persia. Hal ini didasari adanya kesamaan budaya & tradisi spt peringatan 10 Muharam / Asyura.

 Buya Hamka : menyebutkan Islam brsl dari Arab / Mesir. Hal ini krn memeluk mazhab yg sama yaitu mazhab Syafi’I serta

kesamaan gelar raja Samudra Pasai & Mesir yaitu Al-Malik.

 Anthony H. Johns : mengatakan bhw Islam dibawa olh para musafir yg dtg ke

Indonesia.

 Alwi Sihab : beranggapan bhw Islam msk pada abad ke-7 M dibawa olh pedagang Arab yg msk ke Cina melalui jlr barat. Didasarkan pd berita DInasti T’ang yg menyatakan ada perkumpulan Arab di Cina, yg dimaksud Cina adl gugusan pulau di Timur Jauh termasuk Indonesia.

Golongan penyebar Islam

 Pedagang yg selain berdagang jg

menyiarkan agama Islam

ex. pedagang Arab, Gujarat, Mesir, Persia

 Golongan mubalig yaitu golongan yg pekerjaannya mengajarkan agama Islam

 Golongan sufi (ahli tasawuf) yg diperkirakan msk ke Indonesia pd abad ke-13 M.

 Para wali

jaringan perdagangan

Brdsrkn data arkeologis (prasasti) & data historis (berita asing), kegiatan perdagangan di Indonesia sdh dimulai sejak abad pertama Masehi. Mnrt literatur Arab, dgn adanya jlr pelayaran

menyebabkan muncul jaringan perdangangan & pertumbuhan serta perkembangan kota pusat kesultanan dgn kota bandarnya (abad ke-13 – 18 M). Cheng Ho mencatat bhw ada kerajaan bercorak Islam / kesultanan spt Samudra Pasai & Malaka yg tumbuh & berkembang sjk abad ke-13 – 15 M. Berita Tome Pires dlm Suma Oriental

menggambarkan keberadaan jlr pelayaran jaringan perdagangan baik yg regional / internasional. Ia jg menceritakan ttg lalu lintas & kehadiran para pedagang di Samudra Pasai & Malaka. Brdsrkn berita Tome Pires dpt diambil kesimpulan adanya jalur pelayaran & jaringan perdagangan antara bbrp kesultanan di Indonesia.

Hbgn pelayaran & perdagangan Arab dgn Indonesia kemudian meningkat mnjd hubungan langsung & intensitasnya tinggi.

Dalam proses perdagangan terjalin hbgn antaretnis yaitu berbagai etnis yg berkumpul & membentuk komunitas shg muncul nama kampung berdasarkan daerah.

ex. Keling, Pakojan, dll.

Pd masa perkembangan Islam, jual beli dgn sistem barter msh dilakukan di daerah pesisir & pedalaman namun pd masa ini

mulai dikenal mata uang sbg nilai tukar.

(2)

Kerajaan Islam di

Sumatera

 Kerajaan Peurlak (9 M) : terletak di Aceh Timur & diperkirakan sbg kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara yg didasari pd kitab Idharul Haq Fi Mamlakatil Peureulak karya Abu Ishak al-Makarani Sulaiman al-Pasy. Perlak berarti daerah penghasil kayu perlak yaitu slh satu bhn dsr kapal. Komoditas dr Perlak selain kayu utk membuat kapal jg ada cendana & kayu manis. Pada abad ke-13 M, Perlak bergabung dgn Pasai.

Slh satu sumber sjrhnya adalah jejak Marcopolo yg pernah singgah di Perlak & Barus (1292), ia menyebut Perlak dgn nama

‘Ferlec’. Dlm catatannya diceritakan bhw penduduk Perlak dulu menyembah berhala nmn stlh melakukan kontak dgn pedagang Saracen (org Muslim tanpa membedakan bangsa & tanah air) akhirnya mereka mulai menganut ajrn Muhammad. Dikatakan jg banyak pedagang Islam dr India yg menyebarkan Islam di sana.

Raja pertama Perlak adl Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah (riwayat tdk diketahui). Perlak sempat pecah mnjd 2 yaitu

pedalaman yg berpusat di Tonang & pesisir yg berpusat di Bandar Khalifah. Kerajaan ini berdiri hingga 1296 M dgn raja terakhirnya Muhammad Amir Syah, yg putranya kemudian mendirikan Kerajaan Samudera Pasai.

 Samudera Pasai (abad ke-13 M) : terletak di pantai utara Sumatra, dkt Perlak. Didirikan olh Meurah Silu bergelar Sultan Malik as-Saleh thn 1267.

Sumber beritanya antara lain : a. Marcopolo (1292)

b. Ibnu Batutah (1304 – 1368), seorang musafir Maroko

c. Hikayat Raja-Raja Pasai, karya sastra Melayu ttg Samudera Pasai (abad ke-14 / 15 M)

d. catatan Tome Pires (16 M) ttg kemajuan di Pasai

Mnrt Snouck Hurgronje & J. L. Moena, Pasai berdiri hingga abad ke-11. Menurut keduanya, Pasai awalnya dipimpin dinasti Meurah Khair dgn raja pertama bergelar Maharaja Mahmud Syah (1042 – 1078 M) yg berakhir pd masa Teuku Samudra / Nazimuddin al-Kamil dr Mesir. Pasai semakin tdk kondusif pasca wafatnya Nazimuddin al-Kamil yg tdk punya keturunan shg terjadi kekacauan perebutan tahta.

Hikayat Raja-Raja Melayu mengatakan bhw penguasa Pasai berikutnya adl keturunan dinasti Meurah Silu dgn Malik as-Saleh (1267

– 1292 M) sbg raja pertama. Malik as-Saleh kemudian digantikan olh Muhammad Malik as-Zahir (1292 – 1326 M). Selama masanya, Pasai memiliki hbgn dengan Tiongkok, Gujarat, dan Benggala dgn komoditas utama lada, kapur barus, dan emas. Pasai jg sdh mengena sistem pembayaran

menggunakan dirham. Pasai jg menjalin hbgn dagang dgn saudagar dr Jawa & Nusantara.

Stlh Malik az-Zahir, Pasai dipimpin Mahmud Malik az-Zahir (1326 – 1345 M) yg brhsl membawa Pasai ke puncak kejayaan. Ibnu Batutah singgah lg di Pasai & menulis kisahnya yg disambut ramah. Ia menceritakan kehidupan keagamaan masyarakat Pasai yg menganut mazhab syafi’i. Pada masa ini Pasai mnjd pusat perdagangan internasional yg ramai dikunjungi pedagang Asia, Afrika, dan Eropa.

(3)

pemberontakan internal yg memicu perang saudara. Sultan Pasai kemudian meminta bantuan Malaka utk meredam namun akhirnya runtuh stlh ditaklukkan Portugis pd 1521 M yg menaklukkan Malaka thn 1511 M. Tahun 1524 M, bekas wilayah Pasai dibangun mnjd Kesultanan Aceh & berakhirlah riwayat Kerajaan Samudera Pasai.

Faktor lain keruntuhannya adl serangan Majapahit pada thn 1339 M meskipun blm berhasil & berdirinya bandar di Malaka yg lebih strategis.

 Kesultanan Aceh (ada yg mengatakan berdiri pd 1496 & ada yg 1514 M) : letaknya di ujung Pulau Sumatra, di Aceh Rayeuk (skr Aceh Besar) didirikan olh Ali Mughayat Syah. Awalnya Aceh mrpkn kerajaan vasal dr Kerajaan Pedir shg penentuan Aceh sbg kerajaan berdaulat adl stlh berhasil

menaklukkan Pedir, Daya, Lidie, dan Nakur. Sumber sjrh kerajaan ini ada di kitab Bustanussalatin karya Nuruddin ar-Raniri (1637 M) ttg sultan-sultan Aceh. Selain itu ada pula nisan Sultan Ali Mughayat Syah (wafat 12 Zulhijah 936 H / 7 Agustus 1530 M).

Rajanya yg terkenal adl Iskandar Muda (1607 – 1636 M) yg membawa Aceh ke masa keemasannya. Wilayahnya meliputi Deli hingga Semenanjung Malaya & dikenal sbg pusat pelabuan perdagangan internasional. Kapal-kapal yg singgah kemudian

menjadikan Aceh sbg bandar transito. Selain itu, pd pemerintahannya disusun undang-undang tata pemerintahan bernama Adat Makuta Alam yg ditulis dlm bentuk syair Melayu berhuruf Arab. Ia mrpkn sosok yg perhatian thdp kestabilan politik & ketahanan shg membentuk kekuatan militer yg sgt kuat. Selain itu, Iskandar Muda jg piawai dlm berdiplomasi

bahkan dgn negara di Eropa & Timur Tengah.

Stlh Iskandar Muda wafat, ia digantikan olh Iskandar Tsani (1636 – 1641 M). Pd masa ini hidup sastrawan bernama Nuruddin ar-Raniri yg terkenal dgn karya Bustanissalatin yg berarti taman raja-raja, isinya adl adat istiadat Aceh & ajrn Islam.

Meskipun Aceh mrpkn kerajaan Islam, tp kehidupan masyarakatnya bersifat feodal. Masyarakat Aceh memiliki golongan bangsawan bergelar teuku (laki-laki) & cut (perempuan) serta golongan ulama bergelar tengku.

Corak pemerintahannya adl sipil yg berdasarkan agama.

Aceh melahirkan 4 ulama terkenal yaitu sbb :

a. Hamzah Fansuri (masa Iskandar Muda) karyanya adl Tabyan Di Ma’rifati al-Adyan b. Syamsuddin al-Sumatrani karyanya adl Mi’raj al-Muhakikin al-Iman

c. Nuruddin ar-Raniri yg karyanya Sirat al-Mustaqim

d. Syaikh Abdul Rauf Singkili yg karyanya Mi’raj al-Tulabb Fi Fashil

Pengertian

Feodal dpt diartikan sbg penguasaan hal-hal yg berkaitan dgn kepemilikan tanah. Bs jg diartikan sbg susunan masyarakat yg dikuasai bangsawan

(4)

Aceh mengalami kemunduran stlh Iskandar Tsani meninggal. Hal ini krn adanya

perebutan kekuasaan antara bangsawan dgn ulama, perbedaan aliran keagamaan (Syi’ah & Sunni), dan menguatnya kekuasaan Portugis di Sumatra & Selat Malaka.

Kerajaan Islam di jawa

 Kerajaan Demak (1500 – 1568 M) : letaknya di Demak, Jateng yg dulunya hutan Glagah Wangi. Sblmny, Demak mrpkn kadipaten dr Majapahit dgn Raden Patah (Jin Bun) sbg adipati sjk 1478 yg kemudian menjadi sultan pertama. Demak mnjd kerajaan Islam pertama di Jawa & pelopor penyebaran Islam di Jawa dan Nusantara.

Sultan yg pernah memimpin antara lain : a. Raden Patah (1500 – 1518 M) :

pendiri Demak yg mrpkn putra dari Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) dgn Putri Champa. Mnrt Babad Tanah Jawi, perkawinan Bhre Kertabhumi dgn Putri Champa ditentang istana shg istrinya

‘dihibahkan’ ke Arya Damar (Adipati Palembang). Stlh remaja, Raden Patah diam-diam ke Jawa & mnjd santri Sunan Ampel. Bhre Kertabhumi kemudian mengakui anaknya & mengangkatnya sbg adipati di Demak Bintoro.

Ketika Majapahit melemah, Raden Patah kemudian menguasai Majapahit & membuat Demak mnjd kesultanan Islam pertama di Jawa.

b. Pati Unus (1518 M – 1521 M) : ketika Malaka dikuasai Portugis, putra Raden Patah bernama Pati Unus yg kala itu mnjd Adipati Jepara diutus utk

menaklukkan Malaka (1513 M) sbg wujud solidaritas sesame kesultanan Islam & membendung invasi Portugis di Jawa. Atas

keberaniannya, Pati Unus kemudian dijuluki Pangeran Sabrang Lor krn pernah menyebrangi laut utara Jawa ke Malaka. Namun sayangnya ia gugur dlm srgn tsb. Thn 1521 Demak kembali menyerang Portugis di bawah pimpinan Raden Patah, namun ia jg gugur.

c. Sultan Trenggono (1521 – 1546 M) : mrpkn adik kandung Raden Patah yg berhasil memperluas kekuasaan Jawa hampir meliputi slrh Jawa & membawa Demak ke puncaknya.

Ekspansi Demak di Jawa mencemaskan Pajajaran yg memiliki pelabuhan strategis di Sunda Kelapa. Olh karenanya, Pajajaran berusaha melindungi wilayah & bekerja sama dgn Portugis. Namun niat tsb digagalkan olh Fatahillah pd thn 1522 yg berhasil mengusir Portugis dr Sunda Kelapa & menduduki wilayah tsb.

Fatahillah kemudian mengganti nama Sunda Kelapa mnjd Jayakarta pd 22 Juni 1527. Sultan Trenggono gugur ketika mencoba menaklukkan Panarukan.

Stlh kepergiannya, terjadi konflik perebutan tahta antara keluarga kerajaan. Terjadi persaingan antara Pangeran Surowiyoto (Pangeran Sekar) dgn Raden Mukmin (Sunan Prawoto). Sunan Prawoto mnjd raja Demak namun krn kurangnya keahlian politik menyebabkan banyak wilayahnya yg lepas. Raden Mukmin akhirnya kemudian membunuh Pangeran Sekar stlh shalat Jumat di pinggi sungai & dijuluki Pangeran Sekar Seda Lepen.

Thn 1549, Raden Mukmin & istrinya tewas olh anak Pangeran Sekar bernama Arya Penangsang yg kemudian menadi Sultan Demak ke-5.

(5)

Konflik lain muncul ketika gerombolan pengikut Arya Penangsang membunuh adipati Jepara, Pangeran Hadlirin yg juga mrpkn suami dr Rati Kalinyamat (putri Sultan Trenggono). Ratu Kalinyamat selamat namun Pangeran Hadlirin tewas akibat lukanya. Krn peristiwa tsb banyak yg tidak menyukai Arya Penangsang, termasuk Ratu Kalinyamat yg memutuskan akan ‘tapa wuda’ & bersemedi di Gunung Danaraja sblm kematian suaminya terbalaskan. Kemudian pd 1554, terjadi pemberontakan olh Adipati Pajang, Jaka Tingkir (Hadiwijaya) utk merebut kekuasaan Demak. Arya Penangsang berhasil dibunuh olh Sutawijaya (putra Ki Ageng Pemanahan) dgn Tombak Kyai Plered di tepi Bengawan Solo. Sjk saat itu kekuasaan Demak beralih ke Pajang dgn Jaka Tingkir sbg rajanya yg bergelar Sultan Hadiwijaya.

 Kerajaan Mataram Islam (1586) : berdirinya kerajaan ini ditandai dgn pemindahan pemerintahan dr Pajang ke Mataram olh Panembahan Senopati (Sutawijaya).

Pusatnya diperkirakan di daerah Kotagedhe brdsrkn bukti Masjid & Makam Kotagedhe. Pada mulanya, Panembahan Senopati dihadapkan dgn tantangan dr adipati di sepanjang pantai utara yg ingin melepaskan diri dr Pajang & adanya perlawanan dr Madiun jg Ponorogo. Namun hal tsb dpt teratasi hingga pd akhir masa

kekuasaannya, Mataram Islam menaklukkan Kerajaan Galuh di barat sampai Pasuruan di timur.

Sepeninggal Panembahan Senopati ia digantikan olh Raden Mas Jolang yg bergelar Panembahan Hanyokrowati (1601 –

1613 M) yg meninggal di daerah Krapyak shg diberi gelar anumerta Panembahan Seda Krapyak. Ia kemudian digantikan olh Raden Mas Wuryah / Adipati Martopuro yg hanya bertahta 1 hr krn tuna grahita.

Berikutnya tahta diserahkan pd Raden Mas Rangsang yg kemudian diberi gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613 – 1645 M). Pd masa inilah Mataram Islam mencapai puncak kejayaannya. Sultan Agung berambisi utk menyatukan slrh wilayah Jawa di bwh kekuasaan Mataram Islam. Hal ini dibuktikan dgn adanya penyerangan pd tahun 1615, menyerang Lasem, Tuban, dan Madura. Penaklukkan tsb berakhir pd tahun 1625 stlh hampir slrh Jawa dikuasai (kecuali Cirebon, Banten, Blambangan, Batavia). Sultan Agung membagi wilayah pemerintahan kerajaan mnjd 4 yaitu : a. Kuthanegara, mrpkn daerah pusat kedaton dmn pemerintahan dipegang olh patih lebet (patih dalam) dibantu wedana lebet (wedana dalam).

b. Negara Agung, mrpkn daerah sekitar Kuthanegara yg dipegang olh patih jawi (patih luar) dan wedana jawi (wedana luar). c. Mancanegara, yaitu daerah di luar Negara Agung yg dipimpin olh para bupati, dan d. Pesisir, atau daerah pantai dipegang olh para bupati / syahbandar.

Pd masa pemerintahannya, Sultan Agung jg menyusun kitab bernama Sastra Gending & kitab undang-undang yg mengatur adat Jawa dan hukum Islam berjudul Surya Alam. Sultan Agung jg menciptakan sistem kalender Jawa yg mrpkn perpaduan dr perhitungan Hijriah & Saka.

Pd masa ini kebudayaan Hindu, Buddha, dan Islam mulai berakulturasi. Pd masa ini pula Mataram Islam dikenal sbg kerajaan Agraris & Maritim krn berhasil swasembada beras serta memiliki pelabuhan penting di pesisir utara Jawa.

(6)

Kemunduran Mataram Islam dimulai sjk pemerintahannya jatuh ke tangan Amangkurat I (1645 – 1677 M) yg

memerintah dgn kejam & lalim. Pada masa ini banyak terjadi pemberontakan, selain itu Amangkurat I jg bekerja sama dgn Belanda. Perlawanan besar-besaran kemudian diluncurkan olh Trunajaya & orang-orang dr Kajoran yg akhirnya mampu menduduki Mataram Islam. Amangkurat I melarikan diri & meninggal ketika sampai di daerah Tegal. Ia kemudian dimakamkan di Tegal & diberi gelar Sultan Tegalarum. Amangkurat I lalu digantikan olh putranya, Adipati Anom bergelar

Amangkurat II (Amral) (1677 – 1703 M) yg tidak jauh berbeda dgn ayahnya. Ia sangat patuh pd VOC hingga akhirnya

memindahkan Mataram ke Kartasura. Sepeninggal Amangkurat II, pewarisnya berturut-turut adl Amangkurat III ((1703 –

1708 M), Pakubuwono I (1704 – 1719 M), Amangkurat IV (1719 – 1726 M), dan Pakubuwono II (1726 – 1749 M).

Pada pemerintahannya Amangkurat III sgt menentang VOC shg menyebabkan VOC tdk menyukainya & mengangkat Pangeran Puger (Pakubuwono I) sbg sultan. Stlh itu terdapat 2 raja kembar di Mataram Islam yg menyebabkan perpecahan internal. Amangkurat III yg melawan kemudian dibuang ke Ceylon (Sri Langka). Konflik terjadi lg di masa Pakubuwono III akibat Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) yg membagi Mataram Islam mnjd

Yogyakarta & Surakarta. Pada tahun 1757 dgn adanya intervensi dr Belanda, Mataram kembali dipecah brdsrkn Perjanjian Salatiga menjadi Yogyakarta, Surakarta, dan Mangkunegaran. Kemudian pd 1813, Kesultanan Yogyakarta dipecah menjadi Kesultanan Yogyakarta & Kadipaten

Pakualaman.

 Kerajaan Banten. (1526) : letaknya di ujung barat Pulau Jawa. Krn letaknya, Banten menjadi pusat pelayaran & perdagangan yg melalui Samudra Hindia. Banten berdiri ketika Demak berusaha memperluas pengaruhnya hingga ke pesisir barat Pulau Jawa dgn menjadikannya pangkalan militer & pusat perdagangan.

Pd 1526, Banten & Pelabuhan Sunda Kelapa berhasil direbut kemudian berkembang mnjd pelabuhan dagang yg ramai. Sultan Demak lalu mengangkat Maulana Hasanuddin sbg rajanya yg pertama. Pd 1552, Banten diubah mnjd kerajaan vasal olh Demak.

Maulana Hasanuddin mrpkn putra dr Syarif Hidayatullah yg bertahta sjk 1552 – 1570 M. Pd masa pemerintahannya dibangun masjid & sarana pendidikan Islam. Pd masa

kejayaan di pemerintahan Maulana Hasanuddin, wilayah Banten mencangkup Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Lampung.

Sepeninggal Maulana Hasanuddin, ia digantikan olh Maulana Yusuf (1570 – 1580 M) yg melanjutkan ekspansi ke Pajajaran. Namun tdk semua org Pajajaran msk Islam, mereka yg tidak kemudian menyingkir ke pedalaman & dikenal dgn nama Suku Baduy (memeluk agama Sunda Wiwitan). Maulana Yusuf kemudian digantikan olh Maulana Muhammad (1580 – 1596 M). Pd masa inilah kapal dagang Belanda yg dipimpin olh Cornelis de Houtman pertama tiba di Banten (1596 M).

Stlh Maulana Muhammad meninggal kemudian digantikan olh putranya, Pangeran Ratu (1596 – 1651 M) yg cukup populer krn sering melakukan hbgn diplomatik dgn kerajaan lain, termasuk Raja

(7)

Inggris James I (1605) & Charles I (1629). Banten mencapai puncaknya saat pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa yg berhasil membawa Banten keluar dr tekanan VOC & berusaha mengusir VOC keluar. Pd masa ini jg diterapkan sistem pemungutan pajak pd kapal yg singgah, pajak tsb diserahkan kpd Syahbandar. Selain itu, Banten jg membangun saluran pengairan besar-besaran.

Pd thn 1671, Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya, Sultan Haji utk menjadi sultan muda (1671 – 1686 M) yg bertugas utk memerintah sehari-hari sdgkn Sultan Ageng Tirtayasa bertugas sbg penasihat & pengawas. Namun Sultan Haji cenderung membangun hbgn baik dgn VOC shg VOC dgn leluasa bs mencampuri urusan internal kerajaan. Sultan Ageng akhirnya mencabut gelar Sultan Haji sbg sultan muda.

Konflik yg ada tsb dimanfaatkan olh VOC utk mengadu domba keduanya. Sultan Haji dgn dukungan VOC berhasil

mempertahankan kekuasaannya & membuat Sultan Ageng tersingkir ke pedalaman Sunda. Pd 14 Maret 1683, Sultan Ageng tertangkap & ditahan di Batavia. Kemudian pd 1687, Sultan Haji hrs menyerahkan Lampung ke VOC sbg

‘bayaran’. Mulai saat inilah kekuasan Banten trs dicengkeram olh VOC, hingga

pelantikan raja baru butuh persetujuan VOC.

Kekuatan politik Banten benar-benar runtuh pd thn 1813 stlh sebelumnya Istana Surowasan dihancurkan olh Inggris. Sblm dilucuti, pd 1808 Herman Williem Daendels (Gubernur Jendral Hindia Belanda) mengumumkan bhw wilayah Banten tlh dilebur ke dalam wilayah Hindia Belanda. Berakhirnya riwayat Banten yaitu ketika

Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin dilucuti & dipaksa turun tahta olh Thomas Stamford Raffles pd thn 1813.

Kerajaan Islam Kalimantan

Sulawesi dan Indonesia

timur

 Kesultanan Banjar (1520 M) : terletak di Kalimantan Selatan dgn pusat pemerintahan yg semula di Banjarmasin lalu dipindahkan ke Martapura. Asal mulanya brsl dr kerajaan Suku Dayak Kuno yaitu Kerajaan Nan Sarunai yg diperkirakan ada pd thn 242 – 226 SM. Kerajaan ini kemudian runtuh krn diserang Majapahit pd abad ke-14 M shg keruntuhannya kemudian dikenal sbg ‘Usak Jawa’ atau ‘Penyerangan oleh Jawa’. Stlh Kerajaan Nan Sarunai, muncul Kerajaan Negara Dipa yg mendapat pengaruh dr Majapahit. Kekuasaannya berakhir pd thn 1448 M saat pemerintahan Raden Sekar Sungsang krn konflik internal. Stlh Negara Dipa runtuh, Raden Sekar Sungsang mendirikan kerajaan lain yaitu Daha, dan mnjd raja pertama dgn gelar Maharaja Sari Kaburangan. Pd masa pemerintahan Maharaja Pangeran

Tumenggung, terjadi pemberontakan olh Pangeran Samudera, pewaris sah Daha. Pada 1526, Maharaja Pangeran

Tumenggung pun kalah & Daha hancur shg muncul Kerajaan Banjar yg mendapat pengaruh dr Demak. Pangeran Samudera

(8)

kemudian diangkat mnjd raja pd 24 September 1526 dgn gelar Sultan Suryanullah. Ia memilih Banjarmasin sbg pusat kerajaan yg kemudian berkembang mnjd bandar perdagangan rempah-rempah di Kalimantan. VOC yg mengetahui hal tsb lalu melakukan ekspedisi ke Kalimantan dgn tujuan menjalin hbgn dagang namun ditolak. Pd 14 Februari 1606 Belanda mengirimkan ekspedisi kedua & ekspedisi ketiga di thn 1612 namun ttp ditolak. Krn serbuan Belanda tsb, Sultan Mustain Billah memindahkan pusat kekuasaan ke Martapura.

Raja yg terkenal menentang Belanda yaitu Pangeran Antasari shg mendapat gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. Ia dinobatkan mnjd raja pd tahun 1859 di hdpn kepala suku Dayak & penguasa wilayah Kerajaan Banjar. Pada kala itu pula terjadi Perang Banjar (1859 – 1905 M). Pangeran Antasari kemudian digantikan olh Muhammad Seman yg wafat pd 1905 ketika sedang berperang melawan Belanda di Sungai Manawig shg berakhirlah

kekuasaan Banjar & Belanda menghapus status Banjar sbg kerajaan kemudian memasukan slrh bekas kekuasaannya ke dlm Residentie Zuider en Ooster Afdeling van Borneo (smcm wilayah keresidenan) di bwh kekuasaan Hindia Belanda.

 Kesultanan Pontianak (1192 H) : keberadaan kesultanan ini bermula pd 24 Rajab 1181 H (23 Oktober 1771 M), rombongan Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka hutan di persimpangan 3 sungai : Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas utk mendirikan balai & rumah sbg tempat tinggal yg kemudian diberi nama Pontianak. Berkat kepemimpinannya, Pontianak berubah mnjd kota perdagangan & pelabuhan shg pd 1192 H, ia dinobatkan sbg Sultan Pontianak pertama.

Letak pusat pemerintahannya ditandai dgn berdirinya Masjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie & Istana Kadariah, skr di Kelurahan Dalam Bugis, Kec. Pontianak Timur. Daftar sultan yg pernah memerintah kerajaan ini yaitu sbb :

a. Syarif Abdurrahman Alkadrie (1771 – 1808) b. Syarif Kasim Alkadrie (1808 – 1819 M) c. Syarif Osmad Alkadrie (1819 – 1855 M) d. Syarif Hamid Alkadrie (1855 – 1872 M) e. Syarif Yusuf Alkadrie (1872 – 1895 M) f. Syarif Muhammad Alkadrie (1895 – 1944) g. Syarif Thaha Alkadrie (1944 – 1945 M) h. Syarif Hamid Alkadrie (1945 – 1950 M)

 Kesultanan Gowa-Tallo (1528 M) : awalnya terdiri dr 2 kerajaan yg terpisah yaitu Gowa & Tallo hingga pd 1528 menyatu

membentuk Gowa-Tallo dgn pusat pemerintahannya di Makassar. Raja pertmanya adl Tumapa’risi Kallona yg kemudian digantikan olh Tunipallangga Ulaweng. Raja pertama yg memeluk Islam adl Manga’rangi Daeng Manra’bia (1593 –

1639 M) bergelar Sultan Abdullah Awwal Islam. Ia memiliki hbgn politik dgn kerajan Islam lain di Jawa.

Gowa-Tallo mencapai puncak kejayaannya di bwh kepemimpinan Sultan Hasanuddin (1653 – 1669 M) yg pd masanya berhasil menguasai kerajaan-kerajaan kecil di sekitar Makassar. Ia dikenal sbg tokoh yg berani menentang monopoli VOC hingga pecahnya Perang Makassar (1666 – 1669). Utk mengalahkan Sultan Hasanuddin, VOC menggunakan teknik adu domba antara kerajaan Buton & Bone. Taktik tsb berhasil, satu persatu wilayah Gowa-Tallo brhsl dikuasai termasuk Benteng Somba Opu. Perang tsb berakhir pd 18 November 1667 dgn ditandatanganinya Perjanjian Bongaya olh Sultan Hasanuddin. Namun berkat keberaniannya melawan VOC pd masa itu,

(9)

Sultan Hasanuddin kemudian dijuluki ‘Ayam Jantan dari Timur’. Gowa-Tallo kemudian dipimpin olh Mapasomba yg turut melawan VOC dgn mengerahkan pasukan besar-besaran tp tetap gagal.

Selain terkenal dgn rempah-rempah, cendana, beras, dan lain sebagainya, Gowa-Tallo jg terkenal dgn keramahan

penduduknya thdp bangsa asing, utamanya pedagang. Sbg kerajaan maritim, org Makassar terkenal ketangguhannya menjelajahi laut menggunakan perahu Phinisi & Lambo.

 Kerajaan Ternate : terletak di Pulau Gapi, Maluku shg dikenal jg dgn nama Kerajaan Gapi. Krn letaknya yg strategis, Ternate mnjd slh satu jalur pelayaran &

perdagangan terpenting di Nusantara. Struktur kerajaan ini awalnya hanya berupa kampung-kampung yg dipimpin olh kepala kampung (Momole) hingga kemudian diusulkan adanya seorang raja bergelar Kolano.

Raja pertamanya adl Momole Ciko dr kampung Sampalu yg bergelar Baab Mashur Malamo (1257 – 1272 M). Demi memperkuat kerajaan, Ternate kemudian membentuk persekutuan 4 raja besar di Maluku yg disebut Moloku Kie Raha (Empat Gunung Maluku)

Saat itu terdapat persaingan antara 4 kerajaan yg menguasai wilayah tsb hingga akhirnya pemimpin Ternate ke-7, Kolano Sida Arif berinisiatif mengundang penguasa Tidore, Jailolo, dan Bacan shg dr

pertemuan tsb disepakatilah persekutuan. Sultan Zainal Abidin (1486 – 1500 M) putra Kolano Marhum (1465 – 1486 M) mrpkn raja pertama Ternate yg beragama Islam. Ia adl santri dr Sunan Giri. Sultan Zainal Abidin merombak struktur pemerintahan kerajaan

sbb :

a. raja tdk lg bergelar Kolano tp Sultan b. terdapat jabatan Joguyu (perdana menteri) & Fala Raha (penasihat raja) c. menjadikan Islam sbg agama resmi kerajaan

d. membentuk lembaga kerajaan sesuai hukum Islam

e. menempatkan golongan ulama sbg golonan penting dlm pemerintahan. Ternate dianggap sbg kerajaan Islam yg tertua di Maluku. Selain Ternate, ada 3 kerajaan Islam lain di Maluku, yaitu Tidore, Jailolo, dan Bacan. Sultan yg terkenal adl Sultan Baabullah (1570 – 1583 M). Pd masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Ternate mencapai Sulawesi, Bima, dan Filipina. Ia jg berhasil mengusir Portugis yg memonopoli perdagangan di Ternate. Utk menjaga kepentingan dagang, Ternate membangun persekutuan lima saudara (Uli Lima) yg terdiri atas Bacan, Obi, Seram, Ambon, dan Ternate. Kesultanan ini dikenal sbg pusat perdagangan rempah-rempah. Terdapat bbrp penjelajah asing dr Eropa yg pernah singgah di Ternate, spt

Fransisco Serrao (Portugis, 1512), Vasco da Gama (Portugis, 1521), Sebastian del Cano (Spanyol, 1522).

Peninggalan Kesultanan Ternate yaitu : a. bangunan istana

b. masjid kesultanan

c. Makam Raja-Raja Ternate

d. benteng Portugis, ex. Benteng Oranye (Belanda), Benteng Santa Lucia (Portugis), Benteng Santa Paulo (Portugis), Benteng Santa Pedro (Portugis).

(10)

 Kesultanan Tidore (1322, Islam sjk 1495) : terletak di Tidore, Maluku Utara dgn pusatnya di daerah Gam Tina yg kemudian dipindah ke Rum (Tidore Utara) krn hbgn yg kurang baik dgn Ternate. Tidore berdiri sjk tahun 1322 namun br mendapat pengaruh Islam sjk masa Ciriliyati (Sultan Jamaluddin, 1495 – 1512 M).

Tidore menjalin persekutuan dgn Uli Siwa yg terdiri atas Makyan, Jailolo, Halmahera, Raja Ampat, Kai, dan Papua dgn Tidore sbg pemimpinnya. Pd tahun 1521, Sultan Mansur bersekutu dgn Spanyol utk mengimbangi kekuatan Ternate yg bersekutu dgn Portugis. Namun, Spanyol mundur dr Maluku krn dianggap melanggar perjanjian Tordessilas (1494) yg berisi pembagian dunia di luar Eropa scr eksklusif antara Portugis & Spanyol pd maa penjelajahan samudera.

Tidore mencapai puncak kejayaannya pd masa pemerintahan Sultan Nuku (1738 –

1805 M) yg berhasil mengembangkan Tidore hingga ke wilayah Papua. Sultan Nuku jg dikenal sgt anti terhadap kolonialisme – imperialisme. Kerajaan ini tdk menganut sistem pemerintahan dinasti shg pemimpinnya dipilih brdsrkn usulan dr perwakilan 4 marga besar (Folaraha). Sultan dibantu bbrp pejabat istana spt Joujau (perdana menteri) & pejabat lainnya. Penduduknya mrpkn penganut Islam yg taat & ulama mendapat posisi terhormat dlm masyarakat. Spt Ternate, Tidore jg dikenal sbg daerah penghasil rempah-rempah spt cegkeh & pala.

Peninggalan kerajaan ini berupa Kedaton Kie (Istana Sultan Tidore), Masjid, dan benteng Portugis (Benteng Tohula & Tore).

jaringan keilmuan di

nusantara

Ketika Pasai mengalami kemunduran di bidang politik, tradisi keilmuannya ttp berlanjut & Pasai trs berfungsi sbg pusat studi Islam di Nusantara hingga Malaka masuk Islam kemudian berkembang mnjd pusat studi Islam di Asia Tenggara. Majunya perekonomian di Malaka mengundang bnyk ulama mancanegara utk lbh intensif dlm proses pendidikan & pembelajaran Islam krn kerajaan memberikan perhatian tinggi thdp pendidikan Islam. Dgn banyaknya ulama yg dtg tsb mengundang banyak penuntut ilmu dr kerajaan di Asia Tenggara utk dtg ke Malaka, salah satunya adl Sunan Bonang & Sunan Giri.

Demi menginfestasikan proses islamisasi, pr ulama mengarang, menyadur, dan menerjemahkan karya-karya keilmuan Islam. Sultan Iskandar Muda mrpkn salah satu raja yg sgt memperhatikan

perkembangan pendidikan Islam, beliau membangun Masjid Raya Baiturrahman serta memanggil Hamzah Fansuri & Syamsuddin as-Sumatrani sbg penasihat. Ulama dr Gowa, Syekh Yusuf al-Makassari pernah menuntut ilmu di Aceh. Melalui pengajaran Abdur Rauf as-Singkil, muncul ulama Minangkabau Syekh Burhanuddin Ulakan & Syekh Abdul Muhyi al-Garuti.

Istana di Palembang jg difungsikan sbg pusat sastra & ilmu agama. Banyak sultan yg mendorong perkembangan intelektual keagamaan, spt Sultan Ahmad Najamuddin I (1757 – 1774 M) & Sultan Muhammad Baharuddin (1774 – 1804 M). Pd masa pemerintahan keduanya muncul bnyk ilmuwan yg produktif menghasilkan karya ilmiah keagamaan spt tauhid, kalam, tasawuf, tarekat, dan tarikh.

Dgn berkembangnya pendidikan & pengajaran Islam tlh mempersatukan wilayah Nusantara. 2 hal yg mempercepat proses tsb adl penggunaan aksara Arab & bhs Melayu sbg bahasa pemersatu. Ilmu yg diberikan di lembaga pendidikan Islam di Nusantara ditulis dlm aksara Arab. Aksara Arab tsb banyak

(11)

sebutannya, di Melayu yaitu huruf Jawi & di Jabar dgn huruf Pegon.

Stlh muncul ulama hasil didikan istana, murid-muridnya melakukan pendidikan ke tingkat yg lebih luas dgn adanya pendidikan di rumah-rumah ulama utk masyarakat umum, khususnya sbg tempat pendidikan dasar spt kuttab di Arab. Pendidikan dasar di Nusantara berlangsung di rumah-rumah guru dgn pembelajaran berupa membaca Al-Qur’an, menghafal ayat-ayat pendek & bljr sholat 5 waktu.

Akulturasi budaya Islam

 Seni bangunan :

a. Masjid & Menara : ada perpaduan antara unsur Islam & pra-Islam yg tlh ada. Di Jawa, masjid berbentuk spt pendopo beratap tumpang yg mirip dgn bentuk bangunan pura.

Masjid dlm bahasa Arab berasal dr bhs aramik / bentuk bbs dr perkataan sajada yg artinya merendahkan diri utk bersujud. Sebutan masjid di Indonesia bermacam-macam, dlm bhs Jawa masjid disebut mesjid, dlm bhs Sunda disebut masigit, dlm bhs Aceh disebut meuseugit, dan dlm bhs Makassar & Bugis disebut masigi.

Ciri masjid kuno di Indonesia yaitu beratap tumpeng, tdk memiliki menara, dan umumnya didirikan di ibu kota / dkt dgn istana kerajaan.

Pd masjid kuno tsb utk menandai waktu sholat menggunakan beduk / kentungan. Terdapat 3 jenis majid utk mengetahui perkembangan masjid sbg bangunan : - masjid tradisional, yaitu masjid yg pertama di Indonesia yg bersumber pd meru. - masjid makam, mrpkn perpaduan masjid di depan & makam para wali di blkg ex. masjid makam Banten, Demak, Kudus, dan Sendang Duwur.

- masjid modern, yaitu masjid yg dibangun

dgn arsitektur & bahan yg modern. b. Makam : mrpkn tempat dikuburnya org yg sudah meninggal. Ketika yg meninggal adl raja, maka akan dimakamkan pd sebuah tempat yg mirip dgn istana

Terdapat makam yg letaknya di dkt masjid agung spt makam sultan Demak di samping Masjid Agung Demak, makam raja Mataram Islam di Makam Kotagedhe, makam sultan Palembang, makam sultan di daerah NAD, makam sultan Siak, Indrapura (Riau), makam sultan Banjar di Kuin, makam sultan di Martapura, makam sultan di Kutai, makam sultan di Ternate, dan kompleks makam Selaparang di Nusa Tenggara. Selain itu adapula makam yg letaknya di dataran spt makam Sunan Bonang di Tuban, Sunan Kalijaga di Kadilangu, Sunan Kudus di Kudus, dan makam Datuk Ri Bandang di Takalar.

Adapula makam yg letaknya di tempat-tempat tinggi dimana posisi paling atas dianggap paling dihormati. Ada yg di atas bukit spt Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah di Gunung Sembung, dan ada yg di kompleks pemakaman Imogiri spt Sultan Agung Hanyokrokusumo. Makam wali songo & sultan umumnya ditempatkan di bangunan yg disebut cungkup yg msh bergaya kuno.

 Seni ukir :

pd masa Islam tdk diperbolehkan adanya seni ukir, patung, dan melukis makhluk hidup hal tsb menyebabkan seni patung di Indonesia pd zaman madya krg berkembang. Tp meski seni patung utk

(12)

menggambarkan makhluk hidup tdk diperbolehkan, seni pahat & ukir ttp berkembang dgn motif daun & bunga hingga muncul kreasi baru yaitu ika terpaksa melukiskan makhluk hidup maka disamarkan dgn berbagai hiasan. Seni hias / ukir jg dikembangkan dgn bentuk tulisan Arab yg dicampur ragam hias lain atau disebut kaligrafi.

 Seni sastra & aksara :

keberadaan kaligrafi di Indonesia krg berkembang pesat, hal itu krn penggunaan seni kaligrafi Arab di Indonesia msh

terbatas, angunan kuno pd permulaan berdirinya kerajaan Islam krg mmemberi peluang penerapan kaligrafi, dan bangunan masjid kuno krg memperlihatkan

penggunaan seni kaligrafi Arab.

Sdgkn jenis seni sastra yg berkembang yaitu sbb :

a. hikayat : mrpkn karya sastra berisi sjrh / dongeng yg ditulis dlm berbagai peristiwa menarik, keajaiban, atau hal yg tidak masuk akal dlm bentuk gancaran / prosa.

ex. Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Khaidir, Hikayat Si Miskin, dll.

b. Babad : yaitu tulisan sjrh tp isinya mrpkn campuran antara fakta sejarah, mitos, dan kepercayaan. Babad di Melayu dikenal sbg tambo / salasilah (silsilah).

ex. Babad Tanah Jawa, Babad Cirebon, Babad Mataram, Babad Surakarta. c. Syair : brsl dr perkataan Arab utk menamakan karya sastra brp sajak yg terdiri dr 4 baris perbait.

ex. syair di batu nisan makam Putri Pasai di Minye Tujoh.

d. Suluk : adl karya sastra brp kitab yg menjelaskan soal tasawuf.

ex. Suluk Sukarsa (ttg Ki Sukarsa yg mencari ilmu utk mendapat

kesempurnaan)

Suluk Wujil ( ttg wejangan Sunan Bonang pd Wujil yaitu seorang kerdil bekas abdi

Majapahit)

Suluk Malang Sumirang (ttg mengagungkan org yg mencapai

kesempurnaan & sdh bersatu dgn Tuhan).

 Kesenian :

a. Debus yaitu permainan di puncak acara dimana penari menusukkan benda tajam ke tubuhnya tanpa terluka yg diawali dgn pembacaan ayat suci & salawat nabi. Terdapat di Banten & Minangkabau. b. Seudati yaitu bentuk tarian Aceh yg brsl dr kata syaidati (permainan orang-orang besar) atau srg disebut Saman yg artinya delapan. Penari menyanyikan lagu yg isinya salawat nabi.

c. Wayang yaitu pertunjukan yg sdh berkembang sjk zaman Hindu namun trs dikembangkan di masa Islam. Brdsrkn cerita Amir Hamzah dikembangkan pertunjukan wayang golek

 Kalender :

ketika pengaruh Islam masuk, penanggalan Islam brp kalender Hijriah dgn sistem perhitungan bulan pun ikut masuk. Awalnya menimbulkan mslh krn tidak sm dgn kalender Saka yg menggunakan peredaran matahari shg akhirnya Sultan Agung memutuskan bhw Mataram tdk menggunakan keduanya melainkan menggunakan kalender baru yg berlaku sejak 8 Juli 1633.

 Upacara :

a. Selametan / Bancaan : brsl dr bhs Arab salamah yg artinya selamat. Ditunjukan utk meminta keselamatan bagi seseorang yg dihadiri olh anggota keluarga, tetangga, dan kerabat dekat. Selametan mrpkn bentuk akulturasi dgn budaya pra-Islam dmn dulu doa ditunjukan pd dewa Hindu, pd masa Isam doa dipanjatkan scr islami kpd Allah Swt.

(13)

- Upacara daur hidup yaitu upcr yg

berkaitan dgn upacara sepanjang lingkaran hidup manusia

ex. Tingkeban (7 bulanan), adzan di telinga anak yg baru lahir diikuti upcr tertentu, brokohan (syukuran lahiran), kekah (pemotongan rambut saat bayi berusia 7 hari), tedhak siten (selametan saat bayi 8 bulan / upcr menyentuh tanah), khitanan, pemakaman, sedekah pd hari-hari tertentu stlh seseorang meninggal, sedekah

mendhak sepisan & mendhak pindo (stlh satu atau dua thn meninggal), nyewu (1000 harian).

- Upacara tahunan :

ex. syawalan (peringatan Idul Fitri), surahan (peringatan thn br Hijriah), mauludan (peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw.) b. Haul : mrpkn peringatan genap setahun seseorang meninggal. Brsl dari bhs Arab yg artinya setahun.

c. Sekaten : yaitu kebiasaan merayakan hari bsr yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Wali sanga

 Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim / Syekh Magribi) : diduga brsl dr Persia & berkedudukan di Gresik. Wafat dan dimakamkan di Gresik thnn 1419 M.

 Sunan Ampel (Raden Rahmat) :

berkedudukan di Ampel, Surabaya. Lahir thn 1401 dgn nama Raden Rahmat. Mrpkn pendiri Pesantren Ampel Denta & termasuk perencana berdirinya Demak.

 Sunan Bonang (Maulana Makdum Ibrahim) : putra Sunan Ampel yg tinggal di Bonang, dkt Tuban. Wafat & dimakamkan di Tuban thn 1525. Beliau mrpkn seorang seniman yg menciptakan gending jawa Sunan Bonang & tembang macapat Durma.

 Sunan Drajat (Syarifuddin) : mrpkn putra Sunan Ampel di Drajat dkt Sedayu Surabaya. Ia menciptakan gending Jawa & tembang macapat Pangkur.

 Sunan Giri : berkedudukan di Giri, dkt Gresik. Ia pernah belajar di pesantren Sunan Ampel. Sunan Giri wafat & dimakamkan di Bukit Giri thn 1600. Beliau menciptakan gending Jawa serta tembang macapat Asmaradana & Pocung.

 Sunan Kalijaga (Jaka Sahid) : mrpkn putra Tumenggung Wilatikta, bupati Tuban yg berkedudukan di Kadilangu, Demak. Dlm penyebaran Islam ia memanfaatkan media wayang dgn cerita Mahabharata & Ramayana. Ia jg mengenalkan tradisi acara maulid / sekaten.

 Sunan Kudus (Ja’far Shadiq) : adl putra Raden Usman Haji Jipang yg bergelar Sunan Ngundung di Jipang Panolan yg berkedudukan di Kudus. Sunan Kudus jg mrpkn seorang senopati andal dr Demak. Cara dakwahnya meniru Sunan Bonang dgn memanfaatkan simbol-simbol Hindu & Buddha.

 Sunan Muria (Raden Prawata) : adl putra Sunan Kalijaga yg berkedudukan di Gunung Muria, Kudus. Gaya dakwahnya mengambil cr ayahnya tp dgn tinggal & menyebarkan Islam di daerah yg terpencil. Sunan Muria menciptakan tembang macapat Sinom & Kinanti.

 Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) : mrpkn ulama dr Pasai yg mengabdi pd Sultan Trenggana. Ia berkedudukan di Gunung Jati, Cirebon. Mrpkn putra dr mubalig & musafir bernama Syarif Abdullah dgn Rara Santang putri Prabu SIliwangi. Ia diangkat mnjd

panglima

Angkatan perang yg bertugas menguasai Sunda Kelapa & Cirebon.

(14)

Peran pedagang dalam

proses integrasi

Perdagangan mrpkn saluran islamisasi scr intensif & dinamis krn bbrp faktor berikut :

 Dalam agama Islam tdk ada pemisahan antara manusia sbg pedagang & kewajibannya sbg muslim utk

menyampaikan kepercayaannya pd org lain

 Perdagangan pd masa Islam di Indonesia sgt menguntungkan krn banyak golongan raja & bangsawan yg ikut dlm perdagangan Di sisi lain, kedatangan pedagang tsb mendorong tempat perdagangan di daerah pantai yg kemudian berkembang mnjd pelabuhan & kota-kota pantai, bahkan ada kota pantai yg mrpkn bandar & pusat perdagangan kemudian mnjd kerajaan. Adanya kerajaan Islam tsbb menandai awal terjadinya integrasi

Pelabuhan memiliki peran strategis dlm proses masuknya Islam di Indonesia, fungsi pelabuhan yaitu sbb :

 Sbg tempat singgah pedagang

 Utk memuat / membongkar barang dagangan

 Menjadi tempat transaksi perdagangan Proses integrasi jg dpt dilihat dr kegiatan pelayaran & perdagangan antarpulau dmn hal tsb

menimbulkan pergaulan & hbgn kebudayaan antara para pedagang & penduduk kemudian mendorong terjadinya integrasi. Proses integrasi tsb diperkuat dgn berkembangnya kebudayaan, bakan ada yg diikuti dgn perkawinan.

Peran bahasa

Bahasa mrpkn sarana pergaulan. Indonesia terdiri dr banyak pulau dgn banyak bhs shg diperlukan satu bhs sbg bahasa perantara, maka digunakanlah bhs Melayu.

Faktor yg menjadikan bhs Melayu sbg bahasa pergaulan adl sbb :

 Mnrt catatan Ibnu Batutah, pr cendekiawan Melayu yg beragama Islam sjk abad ke-13 banyak melakukan pengembaraan utk menyiarkan agama Islam

 Terjadinya penyebaran budaya & bhs Melayu melalui perpindahan suku bangsa Melayu yg diperkirakan dimulai abad ke-15 dr Sumatra ke berbagai pulau di Nusantara, sampai ke Asia Tenggara, bahkan

Madagaskar

 Adanya pernikahan antarkerajaan sekaligus antarsuku bangsa di Nusantara

 Suku bangsa Melayu bntk memainkan perdagangan jarak jauh

Bhs Melayu pd masa kejayaan Sriwijaya dijadikan sbg bahasa resmi & bhs ilmu pengetahuan brdsrkn prasasti Kedukan Bukit (683 M), Talang Tuo (684 M), Kota Kapur (685 M), dan Karang Berahi (686 M).

Kemudian dgn masuk & berkembangnya Islam tlh mendorong perkembangan bhs Melayu.. Buku-buku agama & tafsir Al-Qur’an menggunakan bhs Melayu. Ketika Portugis menguasai Malaka, Portugis

mendirikan sklh dgn bahasa Portugis tp krg berhasil. Pd saat VOC merebut Malaka, VOC mendirikan sklh dgn bahasa Melayu & scr tidak sengaja tlh mengembangkan bhs Melayu.

Referensi

Dokumen terkait

mengindikasikan batrwa populasi sapi Pesisir ini sudatr kekurangan jumlatr betina dari yang sehanrsnya sehingga dapat mengakibatkan rendahnya tingkat kelahiran dan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tercapainya kualitas audit yang baik dan berkualitas dapat terwujud apabila Aparat Pengawas Internal Pemerintah di Inspektorat

Grontol jagung terbuat dari jagung pipil yang direbus.. Sebelum dimakan,

tenaga kependidikan profesional yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan pembinaan dan pengawasan dalam

Bersadarkan hasil penelitian diketahui gambaran nyata bahwa variabel prediktor yang diteliti, yakni perhatian orang tua, kebiasaan belajar, dan kemampuan guru dalam

sesuai dengan pengumuman panitia, bahwa panitia dapat membantu pencetakan poster, maka bersama ini kami kirimkan poster kami dalam format pdf yang siap untuk dicetak. mohon

Memberikan landasan pada pengelola media massa dalam hal ini bahwa informasi atau berita tidak hanya bisa dijabarkan melalui tulisan maupun siaran, namun dapat pula berupa