MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2020
TENTANG
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BAGI POLISI PAMONG PRAJA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 19 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan bagi Polisi Pamong Praja;
Mengingat : 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6205);
5. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang Kementerian Dalam Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 12);
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2018 tentang Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 463);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BAGI POLISI PAMONG PRAJA.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Instansi Pembina Teknis adalah unit kerja pada Kementerian Dalam Negeri yang membidangi pengembangan sumber daya manusia, dan yang membidangi urusan ketentraman, ketertiban umum dan pelindungan masyarakat.
2. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai aparatur sipil negara secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
Daerah, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat.
4. Polisi Pamong Praja yang selanjutnya disebut Pol PP adalah anggota Satpol PP sebagai aparat Pemerintah Daerah yang diduduki oleh pegawai negeri sipil dan diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman serta pelindungan masyarakat.
5. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia yang selanjutnya disingkat BPSDM adalah unit kerja pada Kementerian Dalam Negeri yang membidangi pengembangan sumber daya manusia.
6. Pendidikan dan Pelatihan yang selanjutnya disebut Diklat adalah kegiatan yang bertujuan memberikan pengetahuan dan/atau penguasaan keterampilan serta sikap/perilaku di bidang tugas yang terkait dengan Pol PP sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional.
7. Pendidikan dan Pelatihan Dasar Polisi Pamong Praja yang selanjutnya disebut Diklat Dasar adalah Diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat menjadi Pol PP dan bagi Pejabat Fungsional Pol PP yang diangkat dan/atau ditetapkan melalui penyesuaian/inpassing namun belum mengikuti Diklat Dasar.
8. Pendidikan dan Pelatihan Teknis Polisi Pamong Praja yang selanjutnya disebut Diklat Teknis adalah Diklat yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku Pol PP untuk dapat melaksanakan tugas teknis secara profesional.
memenuhi persyaratan menduduki jabatan fungsional kategori keterampilan dan kategori keahlian serta yang akan naik dari kategori keterampilan menjadi kategori keahlian.
10. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan dan pelatihan tertentu.
11. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
12. Mata Diklat adalah materi ajar yang dibangun berdasarkan bahan kajian bidang keilmuan tertentu atau pertimbangan dari sekelompok bahan kajian atau sejumlah keahlian dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran yang dirumuskan dalam kurikulum.
13. Jam Pelajaran yang selanjutnya disingkat JP adalah satuan waktu yang ditetapkan dalam mengampu satu Mata Diklat.
14. Penyelenggara Diklat adalah institusi yang secara riil melaksanakan fungsi Diklat bagi Pol PP di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
15. Monitoring adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan terhadap pelaksanaan Diklat yang sedang berjalan untuk mengetahui keberhasilan, dan kemungkinan adanya hambatan, kendala, penyimpangan, kelemahan, atau kekurangan yang terjadi selama Diklat.
16. Evaluasi adalah kegiatan penilaian terhadap suatu pelaksanaan Diklat setelah seluruh kegiatan selesai dilaksanakan, sehingga diketahui manfaat dan dampaknya.
pelatihan.
18. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang selanjutnya disingkat JPT Pratama adalah sekelompok jabatan tinggi pratama pada instansi pemerintah.
19. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri.
20. Direktur Jenderal adalah direktur jenderal yang membidangi pembinaan administrasi kewilayahan.
Pasal 2 Jenis Diklat Pol PP meliputi:
a. Diklat Dasar; b. Diklat Teknis; dan c. Diklat Fungsional.
BAB II
KEPESERTAAN DAN PERSYARATAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLISI PAMONG PRAJA
Pasal 3
(1) Kepesertaan Diklat Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, wajib diikuti oleh:
a. Pol PP;
b. PNS yang akan diangkat dalam formasi jabatan fungsional;
c. PNS yang alih jabatan; dan
d. PNS yang diangkat dan/atau ditetapkan melalui penyesuaian/inpassing.
(2) Diklat Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a diikuti oleh Pol PP JPT Pratama, jabatan administrator, jabatan pengawas dan jabatan pelaksana.
(3) Diklat Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diikuti oleh:
fungsional kategori keterampilan.
(4) Diklat Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diikuti oleh:
a. PNS yang alih jabatan ke jabatan fungsional kategori Keahlian; dan
b. PNS yang alih jabatan ke jabatan fungsional kategori keterampilan.
(5) Diklat Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diikuti oleh:
a. PNS yang diangkat dan/atau ditetapkan melalui penyesuaian/inpassing ke jabatan fungsional kategori Keahlian; dan
b. PNS yang diangkat dan/atau ditetapkan melalui penyesuaian/inpassing ke jabatan fungsional kategori keterampilan.
Pasal 4
(1) Persyaratan untuk mengikuti Diklat Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2), dengan melampirkan dokumen yang terdiri atas:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir yang dilegalisir;
b. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah; dan c. memenuhi persyaratan lainnya sesuai surat tentang
pedoman penyelenggaraan Diklat yang dikeluarkan oleh BPSDM.
(2) Persyaratan untuk mengikuti Diklat Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a, dengan melampirkan dokumen yang terdiri atas:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan PNS yang dilegalisir;
b. surat penugasan dari pejabat yang berwenang; c. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah;
e. nilai kinerja atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
f. memenuhi persyaratan lainnya sesuai surat tentang pedoman penyelenggaraan Diklat yang dikeluarkan oleh BPSDM.
(3) Persyaratan untuk mengikuti Diklat Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b, dengan melampirkan dokumen yang terdiri atas:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan PNS yang dilegalisir;
b. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah;
c. berijazah paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat;
d. nilai kinerja atau prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
e. memenuhi persyaratan lainnya sesuai surat tentang pedoman penyelenggaraan Diklat yang dikeluarkan oleh BPSDM.
Pasal 5
(1) Persyaratan untuk mengikuti Diklat Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) huruf a, meliputi:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan PNS yang dilegalisir;
b. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah;
c. berijazah paling rendah S-1 (strata-satu)/D-4 (diploma-empat) sesuai dengan bidang pendidikan yang dibutuhkan untuk jabatan fungsional kategori keahlian; d. berusia paling tinggi:
1. 51 (lima puluh satu) tahun bagi yang akan menduduki jabatan fungsional ahli pertama dan ahli muda; dan
2. 53 (lima puluh tiga) tahun bagi yang akan menduduki jabatan fungsional ahli madya.
(2) Persyaratan untuk mengikuti Diklat Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) huruf b, meliputi:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan PNS yang dilegalisir;
b. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah;
c. berijazah paling rendah sekolah menengah atas atau yang sederajat;
d. berusia paling tinggi 51 (lima puluh satu) tahun; dan e. memenuhi persyaratan lainnya sesuai surat tentang
pedoman penyelenggaraan Diklat yang dikeluarkan oleh BPSDM.
Pasal 6
(1) Persyaratan untuk mengikuti Diklat Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (5) huruf a, meliputi:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan PNS yang dilegalisir;
b. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah;
c. berijazah paling rendah S-1 (strata-satu)/D-4 (diploma-empat) sesuai dengan bidang pendidikan yang dibutuhkan untuk jabatan fungsional kategori keahlian; dan
d. memenuhi persyaratan lainnya sesuai surat tentang pedoman penyelenggaraan Diklat yang dikeluarkan oleh BPSDM.
(2) Persyaratan untuk mengikuti Diklat Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (5) huruf b meliputi:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan PNS yang dilegalisir;
b. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah;
c. berijazah paling rendah sekolah menengah atas atau yang sederajat; dan
Pasal 7
(1) Kepesertaan Diklat Teknis bagi Pol PP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, diikuti oleh:
a. jabatan Pol PP; dan
b. jabatan fungsional Pol PP.
(2) Jabatan Pol PP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri atas:
a. JPT Pratama;
b. jabatan administrator; c. jabatan pengawas; dan d. jabatan pelaksana.
(3) Jabatan fungsional Pol PP, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:
a. jabatan fungsional kategori keahlian; dan b. jabatan fungsional kategori keterampilan.
Pasal 8
Persyaratan untuk mengikuti Diklat Teknis bagi jabatan Pol PP dan jabatan fungsional Pol PP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, meliputi:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir yang dilegalisir;
b. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah;
c. berusia paling tinggi 2 (dua) tahun sebelum batas usia pensiun; dan
d. memenuhi persyaratan lainnya sesuai surat tentang pedoman penyelenggaraan Diklat yang dikeluarkan oleh BPSDM.
Pasal 9
(1) Diklat Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c, terdiri atas:
keterampilan ke kategori keahlian; dan d. Diklat Fungsional kategori keterampilan.
(2) Kepesertaan Diklat Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, diikuti oleh pejabat fungsional Pol PP kategori keahlian jenjang muda.
(3) Kepesertaan Diklat Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, diikuti oleh pejabat fungsional Pol PP kategori keahlian jenjang pertama.
(4) Kepesertaan Diklat Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, diikuti oleh pejabat fungsional Pol PP yang akan naik dari kategori keterampilan menjadi kategori keahlian.
(5) Kepesertaan Diklat Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, diikuti oleh pejabat fungsional Pol PP kategori keterampilan.
Pasal 10
Persyaratan untuk mengikuti Diklat Fungsional bagi jabatan fungsional Pol PP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, meliputi:
a. salinan/fotokopi keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir yang dilegalisir;
b. sertifikat kompetensi sesuai jenjang jabatan fungsional saat ini;
c. telah memiliki STTPP Diklat Dasar;
d. surat keterangan sehat dari dokter pemerintah;
e. berusia paling tinggi 2 (tahun) sebelum batas usia pensiun; dan
f. memenuhi persyaratan lainnya sesuai surat tentang pedoman penyelenggaraan Diklat yang dikeluarkan oleh BPSDM.
Bagian Kesatu Umum Pasal 11
(1) Penyelenggaraan Diklat Pol PP meliputi: a. perencanaan;
b. pelaksanaan; dan
c. pemantauan dan Evaluasi.
(2) Perencanaan Diklat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
a. identifikasi kebutuhan Diklat; b. penyusunan program Diklat;
c. pelaksanaan perekrutan dan seleksi; d. penyusunan rencana Diklat;
e. penyiapan sumber daya manusia; f. penyiapan fasilitas Diklat;
g. penyusunan jadwal Diklat; dan h. penyiapan administrasi Diklat.
(3) Pelaksanaan Diklat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
a. pembukaan,
b. proses pembelajaran; dan c. penutupan Diklat.
(4) Pemantauan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. pelaksanaan Diklat; dan b. pasca Diklat.
Bagian Kedua
Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Pasal 12
(1) Peserta Diklat setelah melalui pemantauan dan Evaluasi Diklat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4)
mengikuti Diklat Pol PP.
(3) STTPP Diklat Pol PP yang diselenggarakan oleh BPSDM ditandatangani oleh Kepala BPSDM pada halaman depan serta oleh kepala pusat yang membidangi penyelenggaraan Diklat Pol PP pada halaman belakang.
(4) STTPP Diklat Pol PP yang diselenggarakan oleh PPSDM Regional/BPSDM Provinsi atau sebutan lain/Balai Pengembangan Kompetensi Pol PP dan Pemadam Kebakaran ditandatangani oleh Kepala BPSDM pada halaman depan dan Kepala PPSDM Regional/Kepala BPSDM Provinsi atau sebutan lain/Kepala Balai Penyelenggara Diklat pada halaman belakang.
(5) Bentuk dan format STTPP Diklat Pol PP sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Bagian Ketiga
Bentuk Penyelenggaraan Diklat Pasal 13
(1) Diklat Pol PP dilaksanakan dalam bentuk Diklat klasikal dan/atau Diklat nonklasikal.
(2) Diklat klasikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan proses pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka di dalam kelas.
(3) Dalam pelaksanaan Diklat klasikal sebagaimana dimaksud pada ayat (2), peserta diasramakan dan diberikan kegiatan peningkatan kesegaran jasmani dan rohani.
(4) Diklat nonklasikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas dengan metode pembelajaran berbasis elektronik dan simulasi.
(2) Pendampingan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa kegiatan penguatan fisik, mental, dan disiplin.
Bagian Keempat
Penyelenggara Diklat dan Penjaminan Mutu Pasal 15
(1) Lembaga Penyelenggara Diklat Pol PP meliputi: a. BPSDM;
b. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Regional; c. Balai Pengembangan Kompetensi Pol PP dan Pemadam
Kebakaran; dan
d. perangkat daerah provinsi yang membidangi pengembangan sumber daya manusia.
(2) Lembaga Penyelenggara Diklat Pol PP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sampai dengan huruf d harus terakreditasi oleh BPSDM.
(3) Lembaga Penyelenggara Diklat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang belum terakreditasi, dapat menyelenggarakan Diklat Pol PP dengan Penjaminan Mutu dari BPSDM atau lembaga Diklat yang terakreditasi.
Pasal 16
(1) Pimpinan lembaga Diklat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 menetapkan jumlah peserta Diklat Pol PP.
(2) Jumlah peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak 30 (tiga puluh) orang dalam 1 (satu) kelas per angkatan.
Pasal 17
(1) Lembaga Diklat terakreditasi melaporkan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (3) kepada BPSDM.
penyelenggaraan Diklat Pol PP.
(3) Surat persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi dasar penerbitan kode registrasi STTPP.
Pasal 18
(1) Penyelenggara Diklat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf c menyampaikan surat program Diklat kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota.
(2) Penyelenggara Diklat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) huruf d menyampaikan surat program Diklat kepada pemerintah daerah provinsi atau kabupaten/kota diwilayahnya.
(3) Pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) menyampaikan usulan calon peserta Diklat kepada penyelenggara dan Direktur Jenderal.
(4) Dokumen persyaratan peserta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8 dan Pasal 10 disampaikan calon peserta Diklat kepada penyelenggara dan Direktur Jenderal dalam bentuk portable document format.
(5) Dokumen persyaratan peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (4), disampaikan paling lama 3 (tiga) minggu sebelum pelaksanaan Diklat.
Pasal 19
(1) Direktur Jenderal melakukan verifikasi atas dokumen persyaratan calon peserta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4).
(2) Dokumen persyaratan calon peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diverifikasi paling lama 5 (lima) hari kerja sejak dokumen diterima.
(3) Hasil verifikasi disampaikan Direktur Jenderal kepada Penyelenggara Diklat.
Pasal 20
(1) Perangkat penyelenggaraan Diklat Pol PP terdiri atas: a. penyelenggara/pengelola;
b. Kurikulum dan Silabus; c. modul dan materi; d. tenaga pengajar; dan
e. sarana dan prasarana Diklat.
(2) Perangkat penyelenggaraan Diklat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa klasikal, nonklasikal, pembelajaran berbasis elektronik, dan/atau kombinasi klasikal dan nonklasikal dalam proses pembelajaran.
BAB IV
KURIKULUM DAN MODUL DIKLAT POLISI PAMONG PRAJA Pasal 21
(1) Kurikulum Diklat Pol PP disusun secara berjenjang oleh BPSDM bersama unit kerja Kementerian dan Satpol PP provinsi dan kabupaten/kota, berdasarkan:
a. analisis kebutuhan pengembangan kompetensi; dan/atau
b. standar kompetensi.
(2) Kurikulum Diklat Pol PP yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi pedoman dalam penyusunan modul Diklat Pol PP.
Pasal 22
(1) Kurikulum Diklat Pol PP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) terdiri atas:
a. Mata Diklat dasar; b. Mata Diklat inti; dan c. Mata Diklat pendukung.
(2) Mata Diklat dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, merupakan materi yang memuat kebijakan yang
huruf b, merupakan materi yang memuat kompetensi yang ingin dicapai oleh Pol PP untuk melaksanakan tugas dan fungsinya.
(4) Mata Diklat pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, merupakan materi pendukung untuk memperlancar tugas dan fungsi Pol PP.
Pasal 23
(1) Struktur Kurikulum Pol PP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, paling sedikit memuat:
a. hasil belajar;
b. indikator hasil belajar; c. Mata Diklat;
d. materi pokok/sub materi pokok; e. metode pembelajaran;
f. media pembelajaran; dan g. JP.
(2) Hasil belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, merupakan perubahan tingkah laku peserta berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang terjadi setelah memperoleh pembelajaran.
(3) Indikator hasil belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, merupakan patokan ukuran tingkat pencapaian hasil belajar peserta yang mengacu kepada standar kompetensi yang ditetapkan berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang terukur.
(4) Mata Diklat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, merupakan materi Diklat yang ditetapkan berdasarkan materi dasar, inti dan pendukung.
(5) Materi pokok/sub materi pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, merupakan bagian Mata Diklat dalam suatu Kurikulum yang disusun dalam satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan satu sama lain.
pembelajaran.
(7) Metode pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6) paling sedikit meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi, praktik, dan studi kasus.
(8) Media pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f, merupakan peralatan atau alat bantu pelatihan yang digunakan untuk mempermudah peserta dalam pembelajaran.
Pasal 24
Kurikulum Diklat Pol PP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
BAB V
TENAGA PENGAJAR Pasal 25
(1) Tenaga pengajar Diklat Pol PP terdiri atas widyaiswara dan/atau narasumber yang memiliki kompetensi dibidangnya.
(2) Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan PNS yang memiliki kompetensi substantif dan metodologi pembelajaran tertentu yang dibuktikan dengan sertifikat training of trainer.
(3) Narasumber sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berasal dari pejabat struktural, pejabat fungsional, dan/atau pakar/praktisi sesuai dengan keahlian dan pengalamannya.
Pasal 26
(1) Pemantauan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) dilakukan untuk mengetahui kesesuaian dan efektifitas penyelenggaraan Pol PP.
(2) Pemantauan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pemantauan dan Evaluasi pelaksanaan Diklat Pol PP; dan
b. pemantauan dan Evaluasi pasca Diklat Pol PP.
(3) Tata cara mengenai pemantauan dan Evaluasi Diklat Pol PP ditetapkan oleh Kepala BPSDM.
(4) Pemantauan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh lembaga penyelenggara Diklat Pol PP.
Pasal 27
Pemantauan dan Evaluasi pelaksanaan Diklat Pol PP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) huruf a antara lain:
a. penyelenggara Diklat; b. Kurikulum dan Silabus; c. modul dan materi d. metode Diklat;
e. tenaga pengajar; dan f. sarana dan prasarana.
Pasal 28
(1) Pemantauan dan Evaluasi pasca Diklat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) huruf b dilakukan untuk mengukur efisiensi dan efektifitas, serta manfaat dan dampak Diklat bagi alumni Diklat terhadap pelaksanaan tugas.
(3) Pemantauan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan secara sendiri atau bersama-sama dengan Direktorat Jenderal.
(4) Hasil pemantauan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaporkan kepada Menteri sebagai bahan Evaluasi dalam melakukan pembinaan penyelenggaraan Diklat Pol PP.
BAB VII PEMBINAAN
Pasal 29
(1) Kepala BPSDM dan Direktur Jenderal melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan Diklat Pol PP.
(2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui seleksi, koordinasi, fasilitasi, bimbingan, arahan, supervisi, pemantauan dan Evaluasi.
BAB VIII PENDANAAN
Pasal 30
(1) Pendanaan penyelenggaraan Diklat Pol PP yang dilaksanakan oleh BPSDM, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Regional dan Balai Pengembangan Kompetensi Satpol PP dan Pemadam Kebakaran bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara. (2) Pendanaan penyelenggaraan Diklat Pol PP dilaksanakan
oleh perangkat daerah provinsi yang membidangi pengembangan sumber daya manusia bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi.
(3) Selain pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), penyelenggaraan Diklat Pol PP dapat didanai
BAB IX
KETENTUAN PENUTUP Pasal 31
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Diklat Dasar Pamong Praja (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 315), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 32
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 2 Oktober 2020 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,
ttd MUHAMMAD TITO KARNAVIAN
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 13 Oktober 2020 DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2020 NOMOR 1188 Salinan sesuai dengan aslinya
Plh. Kepala Biro Hukum,
Erma Wahyuni, SH, M.Si Pembina TK I (IV/b) NIP. 19661007 199303 2 001
TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BAGI POLISI PAMONG PRAJA
KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLISI PAMONG PRAJA DAN BENTUK/FORMAT SURAT TANDA TAMAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLISI PAMONG PRAJA
I. KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DASAR POLISI PAMONG PRAJA KELOMPOK JPT DAN JABATAN ADMINISTRASI A. JPT PRATAMA (30 JP)
No
KELOMPOK MATA DIKLAT
HASIL PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MATERI POKOK/SUB
MATERI POKOK METODE
MEDIA/ALAT BANTU PELATIHAN JP (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) I DASAR 7JP A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan 1. Kebijakan Penyelenggaraan Urusan 1.1. Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 1. Papan tulis. 2. Flip chart. 3
mampu menguasai dan mengarahkan pelaksanaan NSPK penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketentraman, ketertiban umum dan pelindungan masyarakat di lingkungan Pemerintah Daerah. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1) Menelaah norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan Pemerintahan Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Pelindungan Masyarakat. bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum. 1.2. Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Bidang Pelindungan Masyarakat. 3. Brain-storming. 4. Demonstrasi. 3. Sound system. 4. TV, monitor. 5. Video/CD player. 6. Perekam Suara. 7. Komputer. 8. Laptop. 9. Jaringan Wireless. Fidelity (Wi-fi). 10. Multimedia. 11. Bahan praktik. 12. Modul/bahan
bidang Ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 2) Mengarahkan pelaksanaan NSPK penyelenggaraan urusan pemerintahan Bidang Ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat sesuai dengan kewenangan Pemerintah Daerah. ajar. 13. Buku referensi. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu mengendalikan 2. Perencanaan dan Penganggaran penyelenggaraan urusan 2.1. Pengertian dan prinsip perencanaan pembangunan dan penganggaran 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4
pelaksanaan dokumen perencanaan strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Menjelaskan konsep dasar dan prinsip perencanaan
pembangunan daerah. 2. Membuat pendekatan
sistem perencanaan pembangunan yang efektif sesuai dengan
ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. daerah. 2.2. Pendekatan sistem perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah. 2.3. Teknis Pemenuhan SPM pelayanan dasar sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum. 2.4. Tahapan dan Tata
Cara penyusunan rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan
ketenteraman,
ketersediaan sumber daya pembangunan. 3. Merumuskan prosedur
tentang teknis pemenuhan SPM pelayanan dasar sub urusan ketentaraman dan ketertiban umum. 4. Merumuskan tahapan
dan tata cara
penyusunan rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 2.5. Permasalahan dan isu strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; 2.6. Pengendalian Pelaksanaan dan Evaluasi hasil rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan
5. Mengevaluasi
permasalahan dan isu strategis
penyelenggaraan urusan ketenteraman,
ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat. 6. Melakukan
pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat.
II. INTI 18 JP A. Kompetensi Dasar
Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu menerapkan fungsi kepemimpinan dan kerjasama tim dalam layanan publik.
B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu:
1. Memimpin orang lain untuk mencapai sasaran dan tujuan tim. 2. Melakukan komunikasi secara 1. Kepemimpinan Tim dalam penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 1.1. Gaya Kepemimpinan dan Peran Pemimpin dalam Tim.
1.2. Komunikasi yang efektif dalam Tim. 1.3. Partisipasi Kegiatan
Kerja Tim Layanan Publik. 1.4. Pengembangan Tim Yang Efektif. 1.5. Penerapan Strategi Negosiasi yang efektif. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. 5. Bermain peran/ simulasi. 1. Papan tulis. 2. Flip chart. 3. Sound system. 4. TV, monitor. 5. Video/CD player. 6. Perekam Suara. 7. Komputer. 8. Laptop. 9. Jaringan Wireless Fidelity (Wi-fi). 10. Multimedia. 11. Bahan 4
efektif dengan tim dan tanya jawab secara singkat.
3. Melibatkan diri pada kegiatan kerja tim dalam pelayanan publik. 4. Melakukan Pengembangan tim yang efektif. 5. Menerapkan strategi negosiasi dengan efektif. praktik. 12. Modul/bahan ajar. 13. Buku referensi. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan
mampu melakukan fungsi penegakan Peraturan 2. Pengendalian dan evaluasi serta pelaporan hasil penegakan Peraturan 2.1. Pengkoordinasian Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. -sda- 4
Daerah/Peraturan Kepala Daerah secara efektif, efisien dan akuntabel. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Mengoordinasikan Penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah dengan pihak terkait.
2. Menyusun strategi dan mengatasi pelanggaran terhadap Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. 2.2. Penanganan pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. 2.3. Pengawasan terhadap masyarakat,
aparatur atau badan hukum atas pelaksanaan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. 2.4. Evaluasi dan laporan hasil penegakan Peraturan Daerah
3. Melakukan
pengawasan terhadap masyarakat, aparatur atau badan hukum atas pelaksanaan Peraturan
Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 4. Mengembangkan
sistem evaluasi efektif dan memberikan rekomendasi atas hasil pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah/peraturan kepala daerah. dan Peraturan Kepala Daerah. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, 3. Pengendalian dan evaluasi serta 3.1. Ketenteraman dan ketertiban umum 1. Ceramah singkat. -sda- 4
peserta diharapkan
mampu melakukan fungsi pembinaan dan pengendalian ketenteraman dan ketertiban umum. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Melakukan pengendalian serta evaluasi ketenteraman dan ketertiban umum serta pemetaan potensi rawan gangguan. pelaporan hasil pelaksanaan ketenteraman dan ketertiban umum. serta pemetaan potensi rawan gangguan. 3.2. Penyelidikan, penyidikan serta proses persidangan bagi Satpol PP. 3.3. Pelaksanaan patroli. 3.4. Pengamanan dan pengawalan. 3.5. Pengendalian massa/unjuk rasa. 3.6. Pelaksanaan deteksi dini. 3.7. Pemberdayaan Anggota Satlinmas. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan.
2. Melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap penyelidikan, penyidikan serta proses persidangan bagi Satpol PP. 3. Melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan patroli. 4. Melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pengamanan dan pengawalan. 5. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap
pengendalian
massa/unjuk rasa. 6. Melakukan
pengendalian dan evaluasi terhadap program deteksi dini untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum. 7. Merumuskan strategi pemberdayaan Satlinmas. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan
mampu melakukan fungsi pengendalian dan
evaluasi terkait dengan
4. Pengendalian, evaluasi dan pelaporan hasil Pelindungan Masyarakat 4.1. Pemetaan potensi dan kerawanan bencana alam dan bencana sosial. 4.2. Pembinaan Satlinmas. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. 5. Bermain -sda- 3
pelindungan masyarakat. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kegiatan pembinaan Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas). 2. Melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kejadian-kejadian penting seperti dalam menanganani bencana alam, konflik sosial dan
4.3. Mobilisasi linmas. 4.4. Pelaksanaan kegiatan sosial. 4.5. Kemasyarakatan. 4.6. Pengamanan. 4.7. Pemilu/pilkada. peran/simulasi.
peristiwa penting lainnya. 3. Melakukan pengendalian dan evalaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan. 4. Melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kegiatan pengamanan pemilu/pilkada. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu melakukan penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) dan
5. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kesetaraan Gender dalam Penyelenggaraan 5.1. Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM).
5.2. Perkembangan HAM dari generasi
(sampai generasi
ke-1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Demonstrasi. 4. Bermain peran/simulasi. -sda- 3
Kesetaraan Gender dalam Penyelenggaraan
Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Pelindungan Masyarakat. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pentingnya penerapan Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia
(DUHAM) di Indonesia. 2. Menguraikan
perkembangan HAM dari generasi (sampai generasi ke-4). Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Pelindungan Masyarakat. 4). 5.3. Pengaturan HAM dalam konstitusi dan legislasi. 5.4. Pengertian hak-hak dalam ekonomi dan sosial budaya, sipil dan politik internasional (International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR) dan International Covenant on Social Cultural Rights /ICESCR, dsb. 5.5. Institusi Komnas
3. Menelaah pengaturan HAM dalam konstitusi dan legislasi.
4. Menjelaskan
pengertian hak-hak dalam ekonomi dan sosial budaya, sipil dan politik internasional (International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR) dan International Covenant on Social Cultural Rights /ICESCR, dsb. 5. Menjelaskan peran
institusi Komnas HAM, Komnas Perlindungan Perempuan dan HAM, Komnas Perlindungan Perempuan dan Komnas Perlindungan Anak. 5.6. Kesetaran gender dalam pembangunan daerah. 5.7. Rencana Aksi Nasional.
Komnas Perlindungan Anak. 6. Menerapkan kesetaran gender dalam penyelenggaraan ketenteraman,
ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat.
7. Melakukan rencana aksi nasional dalam konteks
penyelenggaraan ketenteraman,
ketertiban umum, dan pelindungan
III. PENDUKUNG 5 JP A. Kompetensi Dasar:
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu menampilkan sikap dan perilaku serta
keteladanan dalam
mengaktualisasikan nilai-nilai revolusi mental dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pol PP.
B. Indikator Keberhasilan: Untuk menilai
ketercapaian kompetensi dasar tersebut dapat diukur melalui indikator keberhasilan yang 1. Revolusi Mental Polisi Pamong Praja. 1.1 Pancasila. 1.2 Undang-undang Dasar 1945. 1.3 NKRI.
1.4 Bhineka Tunggal Ika. 1.5 Nawacita. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Demonstrasi 4. Bermain peran/ simulasi. 5. Tayangan video. 1. Papan tulis. 2. Flip chart. 3. Sound system. 4. TV, monitor. 5. Video/CD player. 6. Perekam Suara. 7. Komputer. 8. Laptop. 9. Jaringan Wireless Fidelity (Wi-fi). 10. Multimedia. 11. Bahan 2
dirumuskan sebagai berikut:
1) Mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai JPT Pratama. 2) Mengaktualisasikan norma-norma yang terkandung dalam Undang-undang Dasar 1945 dalam rangka Penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 3) Mengaktualisasikan
cinta tanah air dalam rangka menciptakan praktik. 12. Modul/bahan ajar. 13. Buku referensi.
ketenteraman dan ketertiban umum. 4) Mengaktualisasikan
semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam keberagaman masyarakat. A. Kompetensi Dasar: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu melakukan
evaluasi kebijakan publik di bidang urusan
pemerintahan
ketenteraman, ketertiban umum dan pelindungan masyarakat. 2. Evaluasi Kebijakan Publik Bidang Pol PP. 2.1. Evaluasi Kebijakan Publik (Naskah
Kebijakan atau Policy Paper) - Executive summary. - Pernyataan/isu masalah. - Latar belakang masalah.
- Pre existing policies.
1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Demonstrasi 4. Proyek Penyusunan Policy Paper. -sda- 3
B. Peserta mampu:
1) Melakukan evaluasi terhadap naskah kebijakan atau policy paper di bidang urusan pemerintahan
ketenteraman,
ketertiban umum dan pelindungan
masyarakat. 2) Menerjemahkan/
menyadur buku dan bahan lainnya di bidang pengawasan di bidang pemerintahan ketenteraman,
ketertiban umum dan pelindungan - Pilihan kebijakan. - Keuntungan. - Kelemahan. - Rekomendasi. 2.2. Teknik Penyaduran
Buku yang Efektif - Meringkas. - Menyadur. 2.3. Mentranskrip.
masyarakat. B. JABATAN ADMINISTRATOR (50 JP) No KELOMPOK MATA DIKLAT
HASIL PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MATERI POKOK/SUB
MATERI POKOK METODE
MEDIA/ALAT BANTU PELATIHAN JP (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) I DASAR 20 JP A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu melakukan tata kelola dokumen
perencanaan strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
1. Perencanaan strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 1.1. Pengertian dan prinsip perencanaan pembangunan daerah. 1.2. Pendekatan sistem perencanaan pembangunan daerah. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. 1. Papan tulis. 2. Flip chart. 3. Sound system. 4. TV, monitor, Video/CD player. 4
masyarakat. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Menjelaskan konsep dasar dan prinsip perencanaan pembangunan daerah. 2. Menyusun alternatif pendekatan sistem perencanaan pembangunan yang efektif sesuai dengan ketersediaan sumber daya pembangunan. 3. Mengoordinasikan penyusunan prosedur 1.3. Teknis Pemenuhan SPM pelayanan dasar sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum 1.4. Tahapan dan Tata Cara penyusunan rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat.
1.5. Permasalahan dan isu strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, 5. Perekam Suara. 6. Komputer. 7. Laptop. 8. Jaringan Wireless Fidelity (Wi-fi). 9. Multimedia 10. Bahan praktik. 11. Modul/ bahan ajar. 12. Buku referensi.
tentang teknis pemenuhan SPM pelayanan dasar sub urusan ketente raman dan ketertiban umum. 4. Membuat tahapan dan tata cara penyusunan rencana strategis dan rencana kerja
penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat. 5. Menelaah
permasalahan dan isu strategis penyelenggaraan ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 1.6. Pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat.
urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat.
6. Melakukan evaluasi terhadap pengendalian dan evaluasi hasil rencana strategis dan rencana kerja
penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat. A. Kompetensi Dasar
Setelah pembelajaran peserta diharapkan mampu memahami tata
2. Perencanaan tahunan
penyelenggaraan urusan
2.1. Tahapan dan tata cara penyusunan rencana kerja penyelenggaraan 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain--sda- 4
cara, penyusunan, pengoordinasian dan sinkronisasi penyusunan dokumen perencanaan tahunan penyelenggaraan urusan ketenteraman,
ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Mengoordinasikan tahapan dan tata cara penyusunan rencana kerja ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat 2.2. Tata cara penyusunan rencana penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat storming. 4. Latihan.
penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 2. Menyusun tahapan dan tata cara
penyusunan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu 3. Pengelolaan keuangan penyelenggaraan urusan
3.1. Tahapan dan tata cara penyusunan rencana kerja dan anggaran 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain--sda- 4
menatausahakan keuangan
penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat secara
efektif, efisien dan akuntabel. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Mematuhi tahapan dan tata cara
penyusunan rencana kerja dan anggaran penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 3.2. Penganggaran penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 3.3. Pelaksanaan penatausahaan dan akuntansi keuangan penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan storming. 4. Latihan.
ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 2. Membuat rencana anggaran penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 3. Menatausahakan pengelolaan keuangan penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat.
4. Melakukan tata kelola
masyarakat. 3.4. Pengelolaan aset penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 3.5. Pelaporan pertanggungjawaban keuangan penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat.
aset penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 5. Membuat contoh laporan pertanggungjawaban keuangan penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu memahami 4. Perencanaan dan penganggaran penyelenggaraan urusan 4.1. Pengertian dan prinsip perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain--sda- 4
dokumen perencanaan strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Menjelaskan konsep dasar dan prinsip perencanaan pembangunan daerah. 2. Memilih alternatif pendekatan sistem perencanaan pembangunan yang efektif sesuai dengan
ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 4.2. Pendekatan sistem perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah. 4.3. Teknis pemenuhan SPM pelayanan dasar sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum. 4.4. Tahapan dan tata
cara penyusunan rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. storming. 4. Latihan.
ketersediaan sumber daya pembangunan. 3. Menentukan prosedur
tentang teknis pemenuhan SPM pelayanan dasar sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum. 4. Menentukan tahapan
dan tata cara
penyusunan rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat.
4.5. Permasalahan dan isu strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 4.6. Pengendalian Pelaksanaan dan Evaluasi hasil
rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat.
5. Melakuan evaluasi tentang permasalahan dan isu strategis
penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat.
6. Melakukan evaluasi pelaksanaan dan evaluasi hasil rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu menyediakan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat secara efektif, efisien dan akuntabel. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Membuat rencana kinerja penyelenggaraan 5. Akuntabilitas kinerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 5.1. Perencanaan kinerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 5.2. Pengukuran kinerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 5.3. Pelaporan kinerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. -sda- 4
urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; 2. Melakukan penilaian/ pengukuran kinerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; 3. Membuat contoh laporan kinerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
II. INTI 25 JP A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu menerapkan fungsi kepemimpinan dan kerjasama tim dalam layanan publik.
B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu:
1. Memimpin orang lain untuk mencapai sasaran dan tujuan tim. 2. Melakukan komunikasi secara 1. Kepemimpinan Tim dalam penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 1.1. Gaya Kepemimpinan dan Peran Pemimpin dalam Tim.
1.2. Komunikasi yang efektif dalam tim. 1.3. Partisipasi kegiatan
kerja tim layanan publik.
1.4. Pengembangan Tim yang efektif.
1.5. Penerapan strategi negosiasi yang efektif.
1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. 5. Bermain peran/ simulasi. 1. Papan tulis. 2. Flip chart. 3. Sound system. 4. TV, monitor, Video/CD player. 5. Perekam Suara. 6. Komputer. 7. Laptop. 8. Jaringan Wireless Fidelity (Wi-fi). 4
efektif dengan tim dan tanya jawab secara singkat.
3. Melibatkan diri pada kegiatan kerja tim dalam pelayanan publik. 4. Melakukan Pengembangan tim yang efektif. 5. Menerapkan strategi negosiasi dengan efektif. 9. Multimedia 10. Bahan praktik. 11. Modul/ 12. Bahan ajar. 13. Buku referensi. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu melakukan fungsi tata kelola
2. Tata kelola penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2.1. Perencanaan tahunan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2.2. Pengkoordinasian 1. Ceramah. singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. -sda- 6
penyelenggaraan Peraturan
Daerah/Peraturan Kepala Daerah secara efektif, efisien dan akuntabel. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Membuat rencana tahunan penegakan Penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2. kegiatan koordinasi penegakan peraturan daerah/peraturan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah dengan pemangku kepentingan. 2.3. Penanganan pelanggaran Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2.4. Pengawasan terhadap masyarakat, aparatur atau badan hukum atas pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah.
kepala daerah.
3. Melakukan tata kelola tentang kegiatan pengawasan terhadap masyarakat, aparatur atau badan hukum atas pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah.
4. Melakukan tata kelola pengawasan terhadap masyarakat, aparatur atau badan hukum atas pelaksanaan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2.5. Evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah.
5. Menyampaikan
evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah kepada pihak yang berwenang. A. Kompetensi Dasar
Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu melakukan tata kelola terhadap fungsi penyelenggaraan ketenteraman dan
ketertiban umum dengan efektif, efisien dan
akuntabel. B. Indikator Keberhasilan: 3. Tata kelola Ketenteraman dan Ketertiban Umum. 3.1. Perencanaan tahunan ketenteraman dan ketertiban umum. 3.2. Pemetaan potensi rawan gangguan. 3.3. Penyelidikan, penyidikan serta proses persidangan bagi Satpol PP. 3.4. Penyelenggaraan patroli. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. 5. Bermain peran/ simulasi. -sda- 6
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Melakukan tata kelola
rencana tahunan ketenteraman dan ketertiban umum. 2. Melakukan tata kelola
kegiatan pemetaan potensi rawan gangguan
ketenteraman dan ketertiban umum. 3. Melakukan tata kelola
penyelidikan, penyidikan serta proses persidangan bagi Satpol PP. 3.5. Penyelenggaraan pengamanan dan pengawalan. 3.6. Pengendalian. massa/unjuk rasa. 3.7. Pelaksanaan deteksi dini.
4. Melakukan tata kelola kegiatan pengelolaan pelaksanaan patroli. 5. Melakukan pengelolaan pengamanan dan pengawalan.
6. Melakukan tata kelola terkait pengendalian massa/unjuk rasa. 7. Melakukan tata kelola
kegiatan deteksi dini dalam rangka pelaksanaan ketenteraman dan ketertiban umum. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, 3. Tata kelola Pelindungan
3.1. Pemetaan potensi dan kerawanan bencana
1. Ceramah singkat.
peserta diharapkan mampu melakukan tata kelola pelindungan masyarakat (linmas) secara efisien, efektif dan akuntabel.
B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Melakukan tata kelola
kegiatan pemetaan potensi dan
kerawanan bencana alam dan sosial. 2. Melakukan tata kelola
kegiatan peningkatan kapasitas Satuan
Masyarakat alam dan sosial. 3.2. Peningkatan Kapasitas Satlinmas. 3.3. Mobilisasi linmas. 3.4. Pemberdayaan sosial kemasyarakatan. 3.5. Pengamanan dan pengendalian pemilu/pilkada. 3.6. Evaluasi dan laporan
linmas. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. 5. Bermain peran/ simulasi.
Pelindungan Masyarakat.
3. Melakukan tata kelola kegiatan mobilisasi Linmas pada
kejadian-kejadian penting seperti dalam menanganani
bencana alam, konflik sosial dan peristiwa penting lainnya.
4. Melakukan tata kelola pengamanan kegiatan sosial
kemasyarakatan. 5. Melakukan tata kelola
kegiatan pengamanan dan pengendalian
pemilu/pilkada secara kondusif.
6. Melakukan tata kelola kegiatan evaluasi dan evaluasi Linmas. A. Kompetensi Dasar
Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu melakukan penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kesetaraan Gender dalam Penyelenggaraan Ketenteraman,
Ketertiban Umum dan Pelindungan Masyarakat. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti 4. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kesetaraan Gender dalam Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Pelindungan Masyarakat.
4.1. Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia
(DUHAM).
4.2. Perkembangan HAM dari generasi (sampai generasi ke-4).
4.3. Pengaturan HAM dalam konstitusi dan legislasi.
4.4. Pengertian hak-hak dalam ekonomi dan sosial budaya, sipil dan politik 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Demon-strasi. 4. Bermain peran/ simulasi. -sda- 5
pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Menjelaskan
pentingnya
penerapan Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) di Indonesia.
2. Menguraikan
perkembangan HAM dari generasi (sampai generasi ke-4).
3. Mengidentifikasi pengaturan HAM dalam konstitusi dan legislasi.
4. Menjelaskan
pengertian hak-hak
internasional (International
Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR) dan International Covenant on Social Cultural Rights /ICESCR, dsb. 4.5. Institusi Komnas HAM, Komnas Perlindungan Perempuan dan Komnas Perlindungan Anak. 4.6. Kesetaran gender dalam pembangunan daerah. 4.7. Rencana Aksi
dalam ekonomi dan sosial budaya, sipil dan politik
internasional (International
Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR) dan International Covenant on Sosial Cultural Rights/ICESCR, dsb; 5. Menjelaskan peran institusi Komnas HAM, Komnas Perlindungan Perempuan dan Komnas Nasional.
Perlindungan Anak. 6. Menerapkan kesetaran gender dalam penyelenggaraan Ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 7. Melakukan rencana aksi nasional dalam konteks penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat.
III. PENDUKUNG 5 JP A. Kompetensi Dasar:
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu menampilkan sikap dan perilaku serta
keteladanan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai revolusi mental dalam
pelaksanaan tugas dan fungsi Pol PP.
B. Indikator Keberhasilan: Untuk menilai
ketercapaian kompetensi dasar tersebut dapat diukur
1. Revolusi Mental Polisi Pamong Praja. 1.1. Integritas/kejujuran. 1.2. Etos kerja/kerja keras. 1.3. Kerjasama/gotong royong. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Demonstra-si. 4. Bermain peran/ simulasi; 5. Tayangan video. 1. Papan tulis. 2. Flip chart. 3. Sound system. 4. TV, monitor. 5. Video/CD player. 6. Perekam suara. 7. Komputer. 8. Laptop. 9. Jaringan Wireless Fidelity (Wi-fi). 5
melalui indikator keberhasilan yang dirumuskan sebagai berikut: 1. Mengaktualisasikan dan menampilkan keteladanan yang berintegritas tinggi dalam melaksanakan tugas dan jabatannya selaku Administrator. 2. Mengaktualisasikan
dan menampilkan keteladanan yang memiliki etos kerja dalam setiap melaksanakan tugas dan jabatannya 10. Multimedia 11. Bahan praktik. 12. Modul/ba-han ajar. 13. Buku referensi.
selaku administrator. 3. Mengaktualisasikan
dan menampilkan keteladanan kerja sama dengan berbagai pemangku
kepentingan dalam melaksanakan tugas dan jabatannya selaku administrator.
C. JABATAN PENGAWAS DAN PELAKSANA (60 JP) No
KELOMPOK MATA DIKLAT
HASIL PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MATERI POKOK/SUB
MATERI POKOK METODE
MEDIA/ALAT BANTU PELATIHAN JP (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) I DASAR 20
JP A. Kompetensi Dasar:
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu melakukan tugas dan fungsi serta SOP Pol PP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu:
1. Melakukan tugas dan fungsi Pol PP ringkas. 2. Melaksanakan SOP
Polisi Pamong Praja
1. Melaksanakan Tugas dan Fungsi serta SOP Polisi Pamong Praja.
1.1. Tugas dan Fungsi serta SOP Bidang Ketertiban Umum. 1.2. Tugas dan Fungsi
serta SOP Bidang Ketentraman. 1.3. Tugas dan Fungsi
serta SOP Bidang Pelindungan Masyarakat. 1.4. Tugas dan Fungsi
serta SOP bidang penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 1. Papan tulis. 2. Flip chart. 3. Sound system. 4. TV, monitor. 5. Video/CD player. 6. Perekam suara. 7. Kompu-ter. 8. Laptop. 9. Jaringan Wireless Fidelity 6
sesuai dengan peran yang dimiliki serta sesuai dengan mutu baku SOP secara runtut mulai dari awal sampai akhir. (Wi-fi). 10. Multime-dia 11. Bahan praktik. 12. Modul/ba han ajar. 13. Buku referensi. A. Kompetensi Dasar: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu menguasai teori, filsafat, esensi dan sejarah SPI dalam konteks pelaksanaan urusan ketenteraman, 2. Sistem Pemerintahan Indonesia (SPI). 2.1. Konsep dasar pemerintah dan pemerintahan.
2.2. Konsep dasar sistem NKRI.
2.3. Hubungan antar
lembaga tinggi negara. 2.4. Hubungan antar Kementerian/Lem- 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. -sda- 4
ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Menjelaskan konsep dasar sistem pemerintahan Indonesia. 2. Menjelaskan konsep dasar sistem NKRI. 3. Menjelaskan
hubungan antar lembaga tinggi negara dan hubungan antar kementerian/LPNK
dan Pemerintah Non-Kementerian.
dalam sistem pemerintahan Indonesia. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu menjelaskan dasar dan esensi dan penerapan kebijakan otonomi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Menjelaskan asas penyelenggaraan 3. Kebijakan Otonomi Daerah dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 3.1. Asas penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3.2. Kewenangan pemerintah daerah. 3.3. Pemahaman dasar
Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. 3.4. Koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3.5. Evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3.6. Laporan 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Demon- strasi. -sda- 4
pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan. 2. Menganalisis ruang lingkup kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. 3. Mematuhi tata cara
pembentukan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3.7. Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3.8. Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3.9. Penyelenggaraan Pemerintahan Umum dan Kepamongprajaan.
perundang-undangan. 4. Menjelaskan teknik-teknik koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang harmonis dan sinergis. 5. Merancang contoh hasil evaluasi dan laporan
penyelenggaraan pemerintahan
daerah berdasarkan format yang telah ditentukan.
6. Menjelaskan bentuk pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dilakukan oleh pemerintah provinsi terhadap pemerintah kabupaten/kota. 7. Menjelaskan mekanisme peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
8. Menjelaskan teknik fasilitasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dalam penyelenggaraan pemerintahan umum dan kepamongprajaan. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu memahami dokumen perencanaan strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
4. Perencanaan dan penganggaran penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat.
4.1. Pengertian dan prinsip perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah. 4.2. Pendekatan sistem perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah. 4.3. Teknis Pemenuhan 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. -sda- 6
masyarakat. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Menjelaskan konsep dasar dan prinsip perencanaan
pembangunan daerah. 2. Memilih pendekatan
sistem perencanaan pembangunan yang efektif sesuai dengan ketersediaan sumber daya pembangunan. 3. Menentukan prosedur tentang teknis pemenuhan SPM SPM pelayanan dasar sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum. 4.4. Tahapan dan tata cara
penyusunan rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat.
4.5. Permasalahan dan isu strategis
penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
pelayanan dasar sub urusan
ketenteraman dan ketertiban umum. 4. Menentukan tahapan
dan tata cara
penyusunan rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
masyarakat. 5. Menganalisis
permasalahan dan isu strategis penyelenggaraan urusan ketenteraman, masyarakat. 4.6. Pengendalian Pelaksanaan dan Evaluasi hasil rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan
ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 6. Melakukan pengendalian pelaksanaan dan evaluasi hasil rencana strategis dan rencana kerja penyelenggaraan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. II. INTI 30 JP A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan 1. Kepemimpinan Tim dalam penyelenggaraan 1.1. Gaya kepemimpinan dan peran pemimpin dalam tim. 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 1. Papan tulis. 2. Flip chart. 6
mampu menerapkan fungsi kepemimpinan dan kerjasama tim dalam layanan publik.
B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu:
1. Memimpin orang lain untuk mencapai sasaran dan tujuan tim.
2. Melakukan
komunikasi secara efektif dengan tim dan tanya jawab secara singkat. urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat. 1.2. Komunikasi yang efektif dalam tim. 1.3. Partisipasi kegiatan
kerja tim layanan publik.
1.4. Pengembangan tim yang efektif.
1.5. Penerapan strategi negosiasi yang efektif.
3. Brain-storming. 4. Latihan. 5. Bermain peran/ simulasi. 3. Sound system. 4. TV, monitor, Video/CD player. 5. Perekam Suara. 6. Komputer. 7. Laptop. 8. Jaringan Wireless Fidelity (Wi-fi). 9. Multime- dia. 10. Bahan praktik.
3. Melibatkan diri pada kegiatan kerja tim dalam pelayanan publik. 4. Melakukan Pengembangan tim yang efektif. 5. Menerapkan strategi negosiasi dengan efektif. 11. Modul/ bahan ajar. 12. Buku referensi. A. Kompetensi Dasar Setelah pembelajaran, peserta diharapkan mampu melaksanakan kegiatan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah secara
2. Teknis Penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2.1. Pengumpulan data dan penyajian informasi dalam rangka penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah dengan pemangku 1. Ceramah singkat. 2. Diskusi. 3. Brain-storming. 4. Latihan. -sda- 6
efektif, efisien dan akuntabel. B. Indikator Keberhasilan: Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mampu: 1. Mengumpulkan data dan menyajikan informasi dalam rangka Penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah dengan pemangku kepentingan. 2. Membuat program tahunan penegakan Peraturan kepentingan. 2.2. Penyusunan program tahunan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2.3. Pelaksanaan penanganan pelanggaran Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2.4. Pengawasan terhadap masyarakat, aparatur atau badan hukum atas pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah.
Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 3. Melaksanakan
kegiatan pengawasan terhadap masyarakat, aparatur atau badan hukum atas pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 4. Menyajikan hasil
evaluasi dan laporan pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah. 2.5. Penyusunan evaluasi dan laporan penyelenggaraan penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah.