• Tidak ada hasil yang ditemukan

L K I P BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) KELAS I SURABAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "L K I P BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) KELAS I SURABAYA"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) KELAS I SURABAYA Tlp 031-8543890 fax 031-8543890 Email : [email protected] Website : www.bapassurabaya.id. LKIP.

(2) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................3 A. Latar Belakang ....................................................................................................3 B. Maksud dan Tujuan.............................................................................................4 C. Dasar Hukum ......................................................................................................4 D. Pengertian ...........................................................................................................5 E. Sistematika Penulisan………………………………………………………….5 BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ..........................................7 A. Rencana Strategis................................................................................................7 B. Perjanjian Kinerja……………………………………………………………...8 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ........................................................................10 A. Capaian Kinerja Organisasi ................................................................................10 B. Realisasi Anggaran .............................................................................................20 BAB IV PENUTUP ........................................................................................................22 A. Kesimpulan .........................................................................................................22 B. Saran ...................................................................................................................23 PERJANJIAN KINERJA FOTO-FOTO KEGIATAN. 1.

(3) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. DAFTAR TABEL. Tabel 1 ................................................................................................................................ 10 Tabel 2 ................................................................................................................................ 11 Tabel 3 ................................................................................................................................ 12 Tabel 4 ................................................................................................................................ 13 Tabel 5 ................................................................................................................................ 14 Tabel 6 ................................................................................................................................ 15 Tabel 7 ................................................................................................................................ 17 Tabel 8 ................................................................................................................................ 18 Tabel 9 ................................................................................................................................ 20. 2.

(4) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. BAB I PENDAHULUAN. A.. Latar Belakang Balai Pemasyarakatan (BAPAS) merupakan UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bidang Pemasyarakatan luar lembaga yang merupakan pranata atau satuan kerja dalam lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang bertugas melakukan pembimbingan terhadap klien sampai seorang klien dapat memikul beban/masalah dan dapat membuat pola sendiri dalam menanggulangi beban permasalahan hidup. Pembimbingan yang dimaksud dilakukan di luar LAPAS ataupun RUTAN. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya adalah satu dari 73 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bapas yang ada di Indonesia. UPT ini berada di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur dan berkedudukan di Jalan Letjen Sutoyo Nomor 111 Medaeng, Waru, Sidoarjo. Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya berdiri sejak tanggal 22 Mei 1970, yang saat itu masih bernama Balai Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak atau yang lebih dikenal dengan BISPA.. Pada tahun 1997 namanya diubah menjadi. Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, sesuai Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor : M.01-PR.07.03 tahun 1997 tanggal 12 Pebruari 1997 tentang. nomenklatur. (perubahan. nama). Balai. BISPA. berubah. menjadi. Balai Pemasyarakatan yang di singkat BAPAS ( Balai Pemasyarakatan) hingga saat ini. Adapun tugas, fungsi dan wewenang Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya adalah sebagai berikut : 1. Membuat penelitian kemasyarakatan (litmas) untuk bahan sidang peradilan anak, litmas bimbingan dan litmas integrasi; 2. Melakukan registrasi klien pemasyarakatan; 3. Melakukan bimbingan kemasyarakatan dan pengentasan anak; 4. Mengikuti sidang. pengadilan di Pengadilan Negeri dan sidang Tim Pengamat. Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku;. 3.

(5) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. 5. Memberi bantuan bimbingan kepada bekas narapidana, anak Negara dan klien pemasyarakatan yang memerlukan; 6. Melakukan urusan tata usaha Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya.. B.. Maksud dan Tujuan a. Maksud Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Semester I Tahun 2019 dibuat sebagai acuan untuk menyusun perencanaan kegiatan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya pada tahun berikutnya dan sebagai barometer/tolok ukur keberhasilan kegiatan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya. b. Tujuan a. Untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya; b. Untuk memberikan gambaran kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya selama semester I tahun 2019.. C. Dasar Hukum Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berpedoman pada : 1. 2. 3. 4. 5.. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945; Undang-undang No.12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan; Undang-undang No.3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak; Undang-unang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan; 6. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan hak Warga Binaan Pemasyarakatan; 7. Peraturan Pemerintah RI No. 57 tahun 1999 tentang Kerja sama Penyelengaraan Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan; 8. Keputusan Menteri Kehakiman RI No. M.02.PK.04.10 tahun 1999 tentang pola Pembinaan napi atau tahanan; 9. Keputusan Menteri Kehakiman RI No. M.02.PR.07.03 tahun 1987 tentang Organisasi Tata kerja Balai Bispa; 10. Keputusan Menteri Kehakiman RI. Nomor: M.01-PR.07.03 Tahun 1997 tanggal 12 Februari 1997 trentang Perubahan Nomenklatur menjadi Balai Pemasyarakatan; 11. Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. M.01-PK.04.10 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan Asimilasi, PB, CMB dan CB;. 4.

(6) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. 12. Petunjuk Pelaksanaan Menteri Kehakiman RI No. E-39-PR-05-03 tahun 1987 dan Petunjuk Tehnis Menteri Kehakiman RI No. E-40-PR.05.03 tahun 1987 tentang Bimbingan klien Pemasyarakatan; 13. UU No 17/2003 tentang Keuangan Negara; 14. UU No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara; 15. UU No 15/2004 tentang Pemeriksaan Tanggung Jawab dan Pengelolaan Keuangan Negara; 16. PP No 8/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja; 17. Permenpanrb No 53/2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. D. Pengertian LKIP adalah Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan. LKIP merupakan produk akhir SAKIP yang menggambarkan kinerja yang dicapai oleh suatu instansi pemerintah atas pelaksanaan program dan kegiatan yang dibiayai APBN/APBD. Penyusunan LKIP berdasarkan siklus anggraan yang berjalan 1 tahun. Dalam pembuatan LKIP suatu instansi pemerintah harus dapat menentukan besaran kinerja yang dihasilkan secara kuantitatif yaitu besaran dalam satuan jumlah atau persentase. Manfaat dari LKIP bisa dijadikan bahan evaluasi terhadap instansi pemerintah yang bersangkutan selama 1 tahun anggaran.. E. Sistematika Penulisan Pada dasarnya Laporan Kinerja ini memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Surabaya selama Tahun 2019. Capaian kinerja tersebut dibandingkan dengan Penetapan Kinerja (performance agreement) Tahun 2019 sebagai tolok ukur keberhasilan Tahunan organisasi. Analisis atas. capaian. kinerja. terhadap. rencana. kinerja. ini. akan. memungkinkan. diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Sistematika penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Surabaya Tahun 2019 berpedoman pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : M.HH-04.PR.03.01 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, sebagai berikut: Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan, dasar hukum, pengertian dan sistematika penulisan; Bab II – Perencanaan dan Penetapan Kinerja, menjelaskan secara ringkas dokumen perencanaan yang menjadi dasar pelaksanan program, kegiatan dan anggaran Bapas. 5.

(7) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Kelas I Surabaya Tahun 2019 meliputi Rencana Strategis Bapas Kelas I Surabaya Tahun 2015 - 2019 dan Penetapan Kinerja Tahun 2018. Bab III – Akuntabilitas Kinerja Tahun 2019, menjelaskan analisis pencapaian kinerja Bapas Kelas I Surabaya dikaitkan dengan pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk Tahun 2019. Bab IV – Penutup, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Bapas Kelas I Surabaya Tahun 2019 dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa mendatang.. 6.

(8) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. BAB II PERENCANAAN KINERJA. A.. Rencana Strategis Rencana Strategis (Renstra) Bapas Kelas I Surabaya ditetapkan berdasarkan pada Rencana Strategis (Renstra) Kemenkumham 2015-2019, dimana ada dua issue yang menjadi permasalahan Pemasyarakatan sampai saat ini yakni; UU SPPA No 11 tahun 2012 dan over crowded di Lapas/Rutan. Berdasar pada hal itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya menetapkan rencana kerja yang program-programnya bertujuan untuk meningkatkan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas kelas I Surabaya dengan penguatan koordinasi dengan Instansi terkait dalam hal Restoratif Justice, khususnya peran aktif Pembimbing Kemasyarakatan yang diperlukan pada pelaksanaan sidang peradilan anak terkait diberlakukannya Undang-Undang nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak serta optimalisasi pelaksanaan program reintegrasi sebagai salah satu upaya mengurangi tingkat over crowded. Rencana strategis Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya ini pun tercermin dalam visi dan misi dan sasaran Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya itu sendiri, yaitu : Visi : Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya mempunyai visi : “Menjadi Lembaga yang akuntabel, transparan dan Profesional dengan didukung oleh Petugas yang memiliki Komptensi Tinggi untuk memberikan perlindungan hukum bagi Anak yang Berkonflik dengan Hukun dan terwujudnya Klien Pemasyarakatan yang berakhlak mulia, mandiri dan taat hukum” Misi : a.. Memberikan perlindungan khusus kepada Anak, terutama pelindungan hukum dalam Sistem Peradilan demi kepentingan terbaik bagi Anak;. b.. Terwujudnya Klien Pemasyarakatan yang berakhlak mulia, mandiri, trampil dan taat hukum;. c.. Membangun. kelembagaan. yang. professional. dengan. berlandaskan. pada. akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dengan mengedepankan hukum dan hak asasi manusia;. 7.

(9) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. d.. Mengembangkan kompetensi dan potensi sumber daya petugas secara konsisten dan berkesinambungan;. e.. Mengembangkan kerjasama dengan mengoptimalkan stakeholders.. Sasaran : Sasaran dalam rangka pencapaian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, antara lain : -. Klien pemasyarakatan.. -. Masyarakat dan tokoh masyarakat. -. Aparat Penegak Hukum dan stakeholder lainnya sebagai mitra kerja Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya.. B.. Perjanjian Kinerja Perjanjian Kinerja pada Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Surabaya merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai antara Kepala Bapas Kelas I Surabaya yang menerima amanah/tanggungjawab/kinerja dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur sebagai pihak yang memberikan amanah/tanggungjawab/kinerja. Dengan demikian, Perjanjian Kinerja ini merupakan suatu janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah kepada atasan langsungnya. Secara umum tujuan perjanjian kinerja Bapas Kelas I Surabaya Tahun Anggaran 2019, antara lain ; meningkatkan akuntabilitas, transparasi dan kinerja aparatur di lingkungan Bapas Kelas I Surabaya, mendorong komitmen penerima amanah untuk melaksanakan tugas yang diterima dan terus meningkatkan kinerjanya, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur di Balai Kelas I Surabaya serta menilai adanya keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan dan langsung. Bapas Kelas I Surabaya memiliki dana sebesar Rp. 4,701,692,000,-. untuk mendukung implementasi perjanjian kinerja tersebut.. Perjanjian Kinerja ini. mengelompokkan kegiatan kedalam Indikator Kinerja, dan Penetapan target juga berdasarkan Indikator Kinerja. Untuk lebih jelasnya Perjanjian Kinerja Tahun 2019 Bapas Kelas I Surabaya, dapat dilihat dalam Lampiran screen capture e-performance.. 8.

(10) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Sementara untuk alokasi Anggaran Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 4,701,692,000,- dengan perincian sebagai berikut : URAIAN Belanja Pegawai. ANGGARAN 3,094,385,000. Belanja Barang. 848,307,000. Belanja Modal. 759,000,000. 9.

(11) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. BAB III AKUNTABILITAS KINERJA. A. Capaian Kinerja Organisasi Untuk mengetahui capaian kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, dapat dilihat dalam tabel-tabel berikut serta analisanya : Tabel 1 Capaian Kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya NO.. 1.. 2.. 3.. 4.. SASARAN. INDIKATOR KINERJA/OUTPUT/KEGIATAN. Meningkatnya Pelayanan 1. Persentase layanan informasi dan kerja sama sesuai standar Informasi dan Kerjasama Pemasyarakatan di wilayah sesuai standar 2. Persentase data Pemasyarakatan di SDP sesuai standar Meningkatnya Pelayanan 1. Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti sesuai standar Keamanan dan Ketertiban di wilayah sesuai standar 2. Persentase pencegahan gangguan keamanan dan pemeliharaan keamanan sesuai standar 3. Persentase ganguan Keamanan yang ditindak dan ditanggulangi sesuai standar Meningkatnya pelayanan 1. Persentase klien yang mendapatkan pelayanan pembimbingan klien registrasi sesuai standar pemasyarakatan di wilayah sesuai 2. Persentase anak yang standar mendapatkan pendampingan anak sesuai standar 3. Persentase klien yang mendapatkan pembimbingan dan Pengawasan sesuai standar Layanan Dukungan Manajemen Jumlah layanan internal perkantoran. TARGET. REALISASI. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 85%. 12 Bulan. 12 Bulan. Belum adanya pengukuran standar; yakni tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyelenggara (dalam hal ini BAPAS SURABAYA) kepada. 10.

(12) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur, membuat pengukuan capaian kinerja belum dapat ditetapkan dengan tepat. Oleh karena itu, pada LKIP Tahun 2019 ini, persentase capaian yang dicantumkan hanya berdasar kondisi yang terlihat secara kasat mata. Capaian ini dapat menunjukan adanya kegiatan yang dilakukan BAPAS SURABAYA yang terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil, barang modal, termasuk peralatan dan teknologi, dana atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Pelayanan pembimbingan pada Bapas Kelas I Surabaya telah dilaksanakan dengan baik, hal tersebut karena didukung sumber daya manusia, sarana prasarana, anggaran serta sistem, mekanisme dan prosedur yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Untuk mengetahui tingkat layanan pembimbingan tersebut dapat dilihat pada tabel-tabel dan analisa berikut ini : Tabel 2. Data Pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya berdasarkan tingkat pendidikan Pendidikan No. Jabatan. 1. JFT Pembimbing Kemasyarakatan. 2. 3. 4. a.. JFPK. b.. APK. SMA. 1. D3. S1. S2. 15. 3. 1. Bimbingan Klien Dewasa c.. JF PK. d.. APK. e.. Non APK. 6. 6. Bimbingan Klien Anak a.. JF PK. b.. APK. c.. Non APK. 4. 1. 4. 7. 2. 42. 5. Tata Usaha a.. JF PK. b.. APK. c.. Non APK. 4. Jumlah. 6. 1. 11.

(13) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. - Berdasarkan tabel diatas, tingkat pendidikan pegawai paling tinggi ada pada tingkat pendidikan S2 sebanyak 5 pegawai, kemudian sebanyak 42 orang pegawai pada tingkat pendidikan S1, sebanyak 1 orang mempunyai ijasah D3 dan sebanyak 6 orang pegawai lulusan SMA/Sederajat; -. Persebaran tingkat pendidikan di Klien Dewasa, sebanyak 6 orang PK merupakan lulusan pendidikan S1, 3 orang pejabat fungsional umum lulusan S1 dan 3 orang pejabat struktural;. -. Persebaran tingkat pendidikan di Klien Anak, sebanyak 4 orang PK merupakan lulusan pendidikan S1, dan 2 orang pejabat fungsional umum lulusan SLTA dan S1 serta 3 orang pejabat struktural;. -. Dalam rangka meningkatkan fungsi pembimbingan klien pemasyarakatan, Bapas Kelas I Surabaya memiliki 20 Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan yang terdiri dari 5. orang. Pembimbing. Kemasyarakatan. Pertama. dan. 13. orang. Pembimbing. Kemasyarakatan Muda serta 2 orang Asisten Pembimbing Kemasyarakatan, serta 10 orang calon Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan Pertama. Tabel 3. Data Pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya berdasarkan tingkat pelatihan Pelatihan No. Jabatan. ABH. MK. Konseling. Ass.. Bimtek. resiko. Online 10. 1. PK. 35. 20. 9. 2. APK. 1. 1. 1. 3. JFU Jumlah. -. PK. Lainnya. 3 36. 21. 10. 13. Berdasarkan tabel diatas, pegawai yang telah mengikuti Diklat Teknis PK sebanyak 36 orang, 21 orang telah mengikuti pelatihan ABH, 10 orang mengikuti Pelatihan Asisten Resiko dan 13 orang telah mengikuti Bimbingan Teknis Online.. 12.

(14) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. 1. Persentase pelayanan pembimbingan klien pemasyarakatan sesuai standar Tabel 4. Data Permintaan, Pembuatan Litmas dan Sidang TPP Klien Dewasa No 1 2. Kegiatan Permintaan. Jumlah Litmas. Permintaan. Jumlah Litmas. Pembinaan. Integrasi. Pembuatan Litmas. Pembuatan Litmas. a. Pembinaan 3. 25. Kegiatan. 16. Sidang TPP a. Bapas b. Lapas / Rutan. a. CMK b. CB. 12. 3826. 1130. c. CMB. 52. d. Asimilasi. 370. e. PB. 1659. f. Pindah Lapas. 11. g. Pemuka h. Perubahan Masa Pidana i.. Pra litmas. 169. Sidang TPP a. Bapas. 309. b. Lapas. 239. Pembimbingan : a. Home Visit. 3485. b. Lapor diri. 9569. Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya pada tahun 2019 menerima permintaan pembuatan litmas integrasi sebanyak 3826 litmas yang terdiri dari Cuti Bersyarat sebanyak 1130 litmas, Cuti Menjelang Bebas (CMB) sebanyak 52 litmas, Assimilasi sebanyak 370 litmas, Pembebasan Bersyarat sebanyak 1659 litmas dan pindah lapas sebanyak 11 litmas. Untuk sidang TPP Intern/Bapas telah dilaksanakan sebanyak 309 kali dengan materi 13.

(15) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. sidang usul litmas, rencana program/pentahapan Bimbingan, tindakan terhadap klien melanggar hukum lagi, sedangkan untuk sidang TPP di Rutan/Lapas hanya dilakukan sesuai undangan yang diterima yaitu sebanyak 239 kali. Selama tahun 2019, kegiatan home visit dalam rangka pembimbingan dilaksanakan sebanyak 3485 kali, sedangkan untuk pembimbingan klien lapor diri ke Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya dilakukan sebanyak 9569 kali. Mengingat jumlah permintaan litmas Pembinaan, Pembimbingan, dan jumlah klien yang cukup besar maka sangat diperlukan anggaran, Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasana yang mendukung kegiatan tersebut, sehingga beban kerja yang ada mampu diselesaikan dengan lebih baik. Tabel 5. Pelaksanaan Pembimbingan Klien Dewasa Pembimbingan Kepribadian a. Keagamaan b. Kesadaran. Jumlah Berbangsa. Kemandirian a. Perikanan. Jumlah. b. Peternakan. dan. Bernegara c. Olahraga. c. Pertanian. d. Kesenian. d. Perkebunan. e. Kursus – kursus. e. Industri dan Jasa. f. Pendidikan Kesetaraan. f. Service HP. g. Pasca rehabilitasi. 10 klien. g. Premium cookies. 20 klien. Kegiatan bimbingan Kepribadian dan Kemandirian dianggarkan kembali pada Pedoman Operasional Kegiatan (POK) Semester 1 Tahun 2019, namun karena akun yang ada berupa akun perjalanan, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya belum dapat melaksanakan program pembimbingan kemandirian secara mandiri.. Oleh karena itu,. melakukan kerjasama dengan pihak ketiga agar program Pembimbingan untuk klien tetap dapat dilaksanakan menjadi pilihan, misalnya kerjasama dengan Dinas Sosial Kota Surabaya. Sementara untuk bimbingan kepribadian, Bapas Kelas I Surabaya melakukan pengembangan diri dengan bimbingan kelmpok yang diadakan setiap satu bulan sekali.. 14.

(16) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Pada semester 2 tahun 2019, dilakukan revisi POK terhadap akun belanja perjalanan untuk kegiatan pembimbingan, sehingga Bapas Kelas I Surabaya dapat melakukan kegiatan pelatihan pembuatan premium cookies untuk 20 orang klien. Sementara untuk kegiatan pasca rehabilitasi yang menjadi program nasional, Bapas Kelas I Surabaya telah melaksanakannya hanya untuk 10 orang klien. Hal ini terjadi karena Lapas/Rutan di wilayah kerja Bapas Kelas I Surabaya sudah tidak ada lagi yang melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Narkoba. 2. Persentase pelayanan pendidikan, perlindungan dan pengentasan anak sesuai standar Tabel 6. Data Pelaksanaan Pendampingan dan Pengawasan Klien Anak Tahun 2019 No. 1. 2.. 3.. 4.. 5.. Kegiatan Permintaan Litmas ABH (Pelaku, Saksi, Korban), Pembinaan di dalam LP (Anak Didik Pemasyarakatan), dan Integrasi Pembuatan Litmas a. Diversi b. Pengadilan c. Pembinaan Awal d. Integrasi Pendampingan a. Berita Acara Pemeriksaan b. Diversi c. Sidang Pengadilan d. Pasca Putusan Pengawasan a. AKOT b. Panti Sosial c. Pidana Percobaan d. Penetapan Diversi (diisi sesuai dengan putusan) e. Pelatihan Kerja Pembimbingan Kepribadian a. Keagamaan b. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara c. Olah raga d. Kesenian e. Kursus-kursus f. Pendidikan Kesetaraan. Jumlah 585 klien. 139 klien 326 klien 6 klien 79 klien 138 kali 360 kali 41 klien 36 klien -. 15.

(17) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Seksi Bimbingan Klien Anak pada Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Surabaya pada tahun 2019 menerima permintaan pembuatan Laporan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) untuk Anak Berhadapan Hukum (ABH) dari Kepolisian dan BAPAS lain sebanyak 481 klien dimana 3 di antaranya adalah Laporan Penelitian Kemasyarakatan untuk Anak Korban, Penelitian Kemasyarakatan untuk Pembinaan Dalam Lembaga / Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) dari BAPAS lain sebanyak 7 klien untuk tahapan Pembinaan Awal dalam LPKA, serta Penelitian Kemasyarakatan untuk Usulan integrasi dari LAPAS, RUTAN, dan BAPAS lain sebanyak 97 klien. Sedangkan laporan Penelitian Kemasyarakatan yang telah terselesaikan untuk Diversi sebanyak 139 klien, untuk Sidang Pengadilan Negeri sebanyak 326 klien, untuk Pembinaan Awal dalam LPKA sebanyak 6 klien, dan untuk usulan integrasi Anak sebanyak 79 klien. Besarnya selisih antara permintaan dan penyelesaian tersebut dikarenakan beberapa litmas sudah terlebih dahulu dikirim pada instansi lain untuk kebutuhan diversi, sidang, serta usulan integrasi sebelum dicatat dalam agenda penyelesaian litmas. Kegiatan Pendampingan Diversi yang dilakukan pada tahun 2019 pada tingkat Penyidik, Penuntut Umum, dan Hakim sebanyak 138 kali dengan jumlah klien sebanyak 84, dan yang terjadi kesepakatan 77 klien. Berdasarkan jumlah Pendampingan Diversi dan jumlah klien yang diupayakan Diversi, Seksi Bimbingan Klien Anak Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Surabaya menerima Penetapan Pengadilan Negeri sebanyak 41 klien. Besarnya selisih klien yang di Diversi dengan Penetapan Pengadilan Negeri yang ada karena pihak Pengadilan Negeri tidak menyampaikan Penetapan tersebut kepada Pembimbing Kemasyarakatan setelah pelaksanaan Diversi terjadi kesepakatan. Sementara itu kegiatan Pendampingan Sidang Anak pada Pengadilan Negeri tahun 2019, Pembimbing Kemasyarakatan Seksi Bimbingan Klien Anak telah mendampingi Anak sebanyak 360 kali. Dari jumlah Pendampingan Sidang Anak tersebut Salinan Putusan atau Ikhtisar Putusan yang diterima tidak ada. Namun Pembimbing Kemasyarakatan dapat mengetahui jenis putusan apa yang diterima Anak karena Pendampingan Sidang dilakukan sampai dengan pembacaan putusan Hakim. Pembimbing Kemasyarakatan pada Seksi Bimbingan Klien Anak juga melakukan kegiatan Pengawasan terhadap Anak yang dalam proses Diversi telah terjadi kesepakatan dan Pembimbing Kemasyarakatan menerima Penetapan dari Pengadilan Negeri. Pada 16.

(18) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. tahun 2019 dilakukan Pengawasan terhadap 41 Anak. Klien Anak yang telah memperoleh Penetapan kemudian diterima menjadi Klien Diversi Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Surabaya yang seluruh data, informasi serta sidik jarinya telah direkam dalam Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) dan berada dalam Pengawasan yang dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan sesuai dengan hasil Penetapan dari Pengadilan Negeri. Saat ini Pengawasan Klien Diversi dilakukan dalam bentuk pemberian Kartu Pengawasan Diversi serta pelaporan rutin dengan memindai sidik jari pada alat fingerprint scanner. Kartu tersebut merupakan instrumen yang digunakan oleh Anak untuk melapor pada Pembimbing Kemasyarakatan selama jangka waktu tertentu sesuai hasil Penetapan Pengadilan Negeri. Sebanyak 43 Anak sisanya belum menerima penetapan dari Pengadilan. Negeri,. namun. Pengawasan. tetap. dilakukan. oleh. Pembimbing. Kemasyarakatan. Selain kegiatan tersebut di atas, Pembimbing Kemasyarakatan Seksi Bimbingan Klien Anak Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Surabaya juga melaksanakan pembuatan Laporan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) untuk Integrasi (usul Pembebasan Bersyarat dan Cuti Bersyarat) sebanyak 79 klien. Selanjutnya melakukan kegiatan Pembimbingan perorangan dalam bentuk wajib lapor dan konsultasi terhadap Anak yang telah mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), serta Anak yang telah mendapatkan Penetapan Diversi. Pada tahun 2019 ini, Pembimbing Kemasyarakatan Seksi Bimbingan Klien Anak Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Surabaya juga menjalankan pembimbingan Pelatihan Kerja pada 36 Klien Integrasi Anak yang memperoleh putusan pidana Wajib Latihan Kerja sesuai dengan hasil putusan sidang. 3. Persentase Layanan Informasi dan Komunikasi sesuai Standar Untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan informasi dan komunikasi yang didukung sumber daya manusia, sarana prasarana, anggaran, serta sistem, mekanisme dan prosedur yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan untuk memenuhi capaian indikator dalam memberikan pelayanan informasi dan komunikasi kepada klien pemasyarakatan dan masyarakat, dapat dilihat pada tabel-tabel serta analisa berikut ini :. 17.

(19) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Tabel 7. Data Pelaksanaan Sistem Database Pemasyarakatan No. Komponen. Jumlah. 1. Sarana Kelengkapan (pendukung). Kondisi. a. Ruang Server. 1. Baik. b. Rack Server. 2. Baik. 1. Baik. 1. Baik. a. Server. 1. Baik. b. Komputer. 2. Baik. 1. Baik. 1. Baik. c. Pemadam. Kebakaran. (APAR) d. Pendingin Ruangan/AC e. CCTV f. Sidik Jari (registrasi) 2. Perangkat Keras. c. Hub/Switch d. Router Wifi e. Printer f. Scanner g. Kamera. Analisa : Berdasarkan tabel diatas, menunjukan bahwa pelaksanaan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), pada Bapas Kelas I Surabaya sudah didukung oleh peralatan dan teknologi sebagai perangkat penginputan data klien mulai dari registrasi. Semua perangkat yang ada untuk mendukung pelaksanaan SDP adalah barang-barang baru dan berada dalam kondisi baik.. Kegiatan penginputan permintaan litmas sampai. dengan litmas jadi sudah dilaksanakan dengan baik. Selain itu, penginputan data klien bebas juga sudah dilaksanakan, sementara kegiatan pelaporan melalui kanal sms gateway di situs smslap.ditjenpas.go.id juga tetap rutin dilaksanakan setiap bulan.. \. 18.

(20) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Tabel 8. Pelaksanaan Unit Layanan Informasi Bulan No 1. Jenis Informasi Pasal 7 Permen PPID. 1 6. 2 6. 3 6. 4 6. 5 6. 6 6. 7 6. 8 6. 9 10 11 12 6 6 6 6. Analisa : Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Tentang Pejabat Pengelola Informasi. dan. Dokumentasi. (PPID),. Pasal. 7. mengatur. tentang. Informasi. Pemasyarakatan yang tersedia setiap saat. Pada semester I tahun 2018 informasi pemasyarakatan yang tersedia setiap saat, meliputi : syarat dan tata cara berkunjung dan mendapat informasi di Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, proses pemasyarakatan, daftar hak, kewajiban, dan larangan klien, program reformasi birokrasi, program pembimbingan klien dewasa dan anak dan program kerjasama dukungan kepada Kinerja Pemasyarakatan. Di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT), pelaksanaan layanan informasi masih ditangani secara langsung oleh Kepala UPT, demikian halnya dengan Bapas Kelas I Surabaya. Apabila Kepala Bapas berhalangan maka yang biasanya didapuk untuk memberikan informasi adalah pejabat terkait masalah yang ditanyakan. Sebenarnya, di awal tahun sudah dibentuk tim PPID (Pejabat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi), namun karena kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai tugas dan fungsi PPID maka tim ini pun tidak dapat bekerja secara optimal. Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya juga telah menggunakan teknologi informasi dalam melaksanakan layanan informasinya, yakni ; media sosial berupa twitter, instagram dan portal website. Melalui media sosial twitter @Bapas_Surabaya dan instagram bapassurabaya, kinerja dan kerja Balai Pemasyarakatan diinformasikan. Sementara. melalui. website. www.bapassurabaya.id,. peran. dan. fungsi. Balai. Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, kebijakan serta informasi-informasi terkini tentang Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya dapat diinformasikan dengan cepat. Dengan adanya media sosial dan website, informasi, komunikasi, dan transaksi antara masyarakat dan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya dilakukan via internet. Adapun layanan informasi lain yang dilaksanakan selama tahun anggaran 2019 di Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya meliputi ; informasi melalui running text, serta informasi melalui pencetakan Banner, Brosur, dan flyer. 19.

(21) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. B. REALISASI ANGGARAN Berikut data realisasi anggaran tahun 2019 : Tabel 9. Keterangan. Pagu. Realisasi. %. 08 Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan 4.701.692.000 5.029.155.430 106,96 5252 Penyelenggaraan Pemasyarakatan di Wilayah 4.701.692.000 5.029.155.430 106,96 5252.013 Layanan Pembimbingan Klien Pemasyarakatan 235.127.000 226.121.200 96,17 001 Tim Pengamat Pemasyarakatan 1.287.000 1.216.000 94,48 U01 Pendampingan Peradilan Anak 96.900.000 95.396.000 98,45 051 Penyusunan Litmas Anak 48.000.000 47.721.000 99,42 052 Pelaksanaan pendampingan Anak ( pemeriksaan awal, diversi, 47.700.000 pelimpahan perkara, 47.675.000 persidangan, 99,95 pelaksanaan putusan/ 053 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 1.200.000 0,00 U02 Pembimbingan dan Pengawasan Oleh Bapas 117.530.000 111.267.000 94,67 051 Penyusunan litmas Pembimbingan 96.380.000 95.192.000 98,77 052 Pelaksanaan Pembimbingan 18.350.000 15.050.000 82,02 053 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 2.800.000 1.025.000 36,61 U03 Rekomendasi Program Pelayanan dan Pembinaan 19.410.000 18.242.200 93,98 051 Penyusunan Litmas Rekomendasi Program Pelayanan/Pembinaan 18.000.000 17.800.000 98,89 052 Penyampaian dan Diskusi Program Pelayanan dan Pembinaan dalam 450.000 TPP Rutan/Lapas/LPAS/LPKA 0,00 053 Monitoring ,Evaluasi dan Pelaporan 960.000 442.200 46,06 5252.017 Layanan Dukungan Manajemen Satker 49.660.000 48.643.900 97,95 001 Tanpa Sub Output 49.660.000 48.643.900 97,95 051 Penyusunan Rencana Program dan Penyusunan Rencana Anggaran 700.000 698.400 99,77 052 Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi 250.000 0,00 053 Pengelolaan Keuangan 4.800.000 4.800.000 100,00 054 Pengelolaan Kepegawaian 14.050.000 13.950.500 99,29 055 Pengelolaan Umum dan Perlengkapan 29.860.000 29.195.000 97,77 5252.951 Layanan Sarana dan Prasarana Internal 759.000.000 758.805.000 99,97 001 Tanpa Sub Output 759.000.000 758.805.000 99,97 055 Pengadaan Kendaraan Bermotor 599.100.000 599.005.000 99,98 056 Pengadaan Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 159.900.000 159.800.000 99,94 5252.994 Layanan Perkantoran 3.657.905.000 3.995.585.330 109,23 001 Tanpa Sub Output 3.657.905.000 3.995.585.330 109,23 001 Gaji dan Tunjangan 3.094.385.000 3.436.856.614 111,07 002 Operasional dan Pemeliharaan Kantor 563.520.000 558.728.716 99,15. Analisa: 1. Alokasi anggaran untuk sasaran strategis Peningkatan Layanan Pembimbingan Klien Pemasyarakatan adalah sebesar Rp. 253.127.000,- yang tersebar keempat indikator kinerja pendukung. Capaian realisasi dari alokasi anggaran tersebut adalah Rp. 226.121.200,- dengan persentase capaian sebesar 96,17 %. 2. Alokasi anggaran untuk sasaran strategis Layanan Dukungan Manajemen Satker adalah sebesar Rp. 49.660.000,-. Capaian realisasi dari alokasi anggaran tersebut adalah Rp. 48.643.900,- dengan persentase capaian 97,95%.. 20.

(22) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. 3. Alokasi anggaran untuk sasaran strategis Layanan Sarana dan Prasarana Internal adalah sebesar Rp. 759.000.000,-. Capaian realisasi dari alokasi anggaran tersebut adalah Rp.758.805.000,- dengan persentase capaian 99,97%. 4. Alokasi anggaran untuk sasaran strategis Layanan Perkantoran adalah sebesar Rp.3.391.905.000,-. Capaian realisasi dari alokasi anggaran tersebut adalah Rp.3.995.585.330,- dengan persentase capaian 109,23%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa capaian realisasi anggaran Tahun 2019 sebesar Rp. 5.029.155.430,- (106,96%) dari anggaran Rp. 4.701.692.000,-.. 21.

(23) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. BAB IV PENUTUP. A. KESIMPULAN Sebagai salah satu perwujudan akuntabilitas kinerja suatu instansi pemerintah dalam mempertanggungjawabkan kegiatan dan anggarannya, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya telah menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) tahun 2019. LKIP ini menyajikan informasi mengenai capaian kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya dilihat dari capaian indikator secara komprehensif sebagai wujud pertanggung jawaban publik (public accountability). LKIP ini disusun berdasarkan dokumen Perencanaan Kinerja dan dokumen Perjanjian Kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Divisi Pemasyarakatan, dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan tahun 2018 yang mengacu sepenuhnya pada Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I tahun 2015-2019 dan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan 2015-2019. Indikator yang diukur adalah capaian indikator kinerja kegiatan pada Balai Pemasyarakatan. Secara umum, pencapaian kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya pada tahun 2019 sudah cukup maksimal. Hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh elemen organisasi Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya yang terlibat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, program strategis serta partisipasi publik melalui berbagai kemitraan dengan pihak ketiga. Selama proses pencapaian hasil, berbagai kendala dan permasalahan seringkali timbul sebagai faktor penghambat. Secara umum permasalahan yang menjadi hambatan yang. berpengaruh. terhadap. efisiensi. dan. efektifitas. capaian. kinerja. Balai. Pemasyarakatan Kelas I Surabaya adalah sebagai berikut : 1.. Masih kurangnya kualitas dan kuantitas Pembimbing Kemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan kelas I Surabaya.. 2.. Belum optimalnya pelaksanaan assessment narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan;. 3.. Banyaknya Klien Pemasyarakatan yang tidak melapor secara tepat waktu.. 22.

(24) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. 4.. Belum adanya pendidikan dan pelatihan layanan informasi dan komunikasi pemasyarakatan bagi petugas Bapas Kelas I Surabaya.. 5.. Belum adanya alat dan metode yang tepat dalam mengukur standar layanan yang telah ditetapkan.. B. Saran Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas maka guna meningkatkan kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, khususnya dalam pencapaian sasaran perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Menguatkan koordinasi antara Ditjen Pemasyarakatan, Kantor Wilayah (Divisi Pemasyarakatan), UPT Pemasyarakatan, serta pihak lain yang terkait dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan; 2. Meningkatkan kapasitas Klien Pemasyarakatan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan; 3. Meningkatkan dan menguatkan sistem pengawasan kepada klien pemasyarakatan.. Demikian laporan yang disampaikan untuk dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi dan penyusunan rencana kerja dan peningkatan kinerja pada tahun yang akan datang.. Kepala Bapas Kelas I Surabaya `. SULARDI, Bc.IP, SH NIP. 19691231 199203 1 010. 23.

(25) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. 24.

(26) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. FOTO – FOTO KEGIATAN. Penyerahan unit sepeda motor dan Laptop kepada para Pembimbing Kemasyarakatan. Wawancara dengan ABH sebagai bagian proses penyusunan Litmas Anak. 25.

(27) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Wawancara dengan ABH sebagai bagian proses penyusunan Litmas Anak. Wawancara dengan keluarga ABH sebagai bagian proses penyusunan Litmas Anak. Wawancara dengan pihak sekolah sebagai bagian proses penyusunan Litmas Anak. 26.

(28) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Keg. Diversi pada Tk. Penyidikkan antara pelaku dan korban dalam penanganan ABH. Keg. Diversi pada Tk. Penyidikkan antara pelaku dan korban dalam penanganan ABH. Kegiatan Pengambilan Keputusan Bersama bagi Anak yang Belum Berusia 12 Tahun. 27.

(29) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Kegiatan Pendampingan Sidang Anak oleh Pembimbing Kemasyarakatan. Penerimaan Klien Integrasi Anak pada Seksi Bimbingan Klien Anak BAPAS Kelas I Surabaya. Perekaman Data, Informasi, dan Sidik Jari Klien Integrasi Anak pada Seksi Bimbingan Klien Anak BAPAS Kelas I Surabaya. 28.

(30) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Kegiatan Pembimbingan Wajib Lapor bagi Klien Integrasi Anak. Kegiatan Pembimbingan Wajib Lapor bagi Klien Integrasi Anak. Penerimaan Klien Integrasi Anak yang memperoleh putusan Wajib Latihan Kerja. 29.

(31) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Kegiatan Pelatihan Kerja Anak pada BAPAS Kelas I Surabaya. 30.

(32) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Kegiatan Pelatihan Kerja Anak pada BAPAS Kelas I Surabaya. 31.

(33) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. 32.

(34) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. Kegiatan pasca rahabilitasi bagi klien Bapas Surabaya. Pelatihan pembuatan premiun cookies bagi klien Bapas Surabaya. 33.

(35) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2019. 34.

(36)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penilaian hakim atas peranan petugas Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pidana

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa: (1) Upaya Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Pekalongan dalam menanggulangi terjadinya

Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kota Surakarta. Jenis data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara. Data sekunder

Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kota Surakarta. Jenis data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara.

Balai Pemasyarakatan Kelas II Pangkalpinang selanjutnya disingkat BAPAS Pangkalpinang merupakan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan pada jajaran Kantor Wilayah Kementerian

Adapun Klien Pemasyarakatan dirumuskan sebagai seseorang yang berada dalam bimbingan BAPAS (Pasal 1 Angka 9).. Menurut Pasal 1 Angka 6, Petugas Pemasyarakatan yang

Peran Balai Pemasyarakatan BAPAS Kelas I Banjarmasin dalam pembimbingan klien pemasyarakatan yang menjalani program pembebasan bersyarat belum maksimal hal ini disebabkan masih

Adapun bentuk pembimbingan yang dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember terhadap klien anak pemasyarakatan, yakni berupa 1 bimbingan kepribadian; 2 bimbingan kemandirian..