• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI GURU TERHADAP MATHISFUN.COM SEB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERSEPSI GURU TERHADAP MATHISFUN.COM SEB"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

316

PERSEPSI GURU TERHADAP MATHISFUN.COM SEBAGAI SUMBER BELAJAR PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN

Mochamad Rofik

Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144

[email protected]

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru terhadap penggunaan website matematika mathisfun.com sebagai sumber belajar materi persamaan dan pertidaksamaan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah dua guru matematika SMP di kota Malang. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara semi terstrukur kepada dua subjek yang telah dipilih berdasarkan pertimbangan perbedaan latar belakang. Guru pertama adalah guru yang telah mengajar selama lebih dari 20 tahun dan guru kedua adalah guru fresh garaduate yang lama mengajarnya masih di bawah dua tahun. Data mentah hasil wawancara kemudian dianalisis secara mendalam untuk selanjutnya disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kedua guru yang menjadi subjek memberikan persepsi positif dan merekomendasikan mathisfun.com untuk dijadikan sebagai sumber belajar materi persamaan dan pertidasamaan.

Kata Kunci: persepsi guru, mathisfun.com, website matematika

Pendahuluan

Keberhasilan pembelajaran

matematika dipengaruhi oleh banyak faktor,

salah satu faktor utama yang menentukan

tingkat keberhasilan tersebut adalah

penggunaan sumber belajar (Naz, 2012).

Seiring berkembangnya teknologi,

perkembangan sumber belajar juga

mengalami perkembangan yang pesat

sehingga memunculkan banyak alternatif

sumber belajar baru berbasis teknologi

informasi. Beragamnya sumber belajar yang

dapat dipilih tentunya akan semakin

memudahkan guru dalam menyesuaikan

sumber belajar yang cocok dengan kebutuhan

siswa sehingga dapat menunjang proses

pembelajaran menjadi jauh lebih baik.

Perkembangan sumber belajar selain

dipengaruhi faktor teknologi informasi juga

dipengaruhi oleh kurikulum atau pendekatan

pembelajaran yang digunakan (Hanum, 2013;

Juwairiyah, 2013). Artinya tidak semua

sumber belajar yang menggunakan teknologi

terbaru sesuai dengan tuntutan kurikulum dan

kebutuhan siswa. Oleh karena itu, guru harus

benar-benar selektif dalam memilih sumber

belajar yang sesuai dengan kurikulum dan

kebutuhan siswa.

Perkembangan teknologi informasi

abad 21 khususnya melalui internet yang

sangat pesat benar-benar mengubah banyak

hal dalam kehidupan. Mulai dari gaya

berkomunikasi, berkirim pesan hingga cara

berinteraksi secara sosial, bahkan internet

(2)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

317

2010). Hadirnya internet memungkinkan

akses terhadap sumber belajar jadi lebih

mudah dan merata bahkan lebih jauh

memungkinkan adanya kelas-kelas virtual

dimana siswa dan pengajar bisa saling

berinteraksi walau terpisah oleh jarak dan

ruang (Brändström, 2011). Akan tetapi selain

sisi positif, karena internet bersifat maya

maka tidak jarang sumber-sumber belajar

yang ada kurang memenuhi kriteria sehingga

beberapa praktisi mulai melakukan inovasi

dengan menyediakan konten-konten

pembelajaran berbasis web termasuk website

matematika.

Pembelajaran berbasis web juga

tidak semuanya baik, banyak website

pembelajaran yang hanya memindahkan

buku ke laman situs sehingga mereduksi

potensi internet sebagai sumber belajar yang

potensial. Padahal beberapa penelitian

menyebutkan jika pembelajaran berbasis web

benar-benar dilakukan secara maksimal akan

berbanding lurus dengan kualitas hasil

belajar siswa (Alonso, López, Manrique, &

Viñes, 2012). Oleh karena itu, ada beberapa

catatan penting; pertama, tidak semua situs

yang menyediakan konten matematika bisa

disebut sebagai website matematika; kedua,

guru harus selektif terhadap sumber belajar

berbasis web, kualitas konten dan kesesuaian

dengan kebutuhan harus menjadi dasar utama

penggunan sumber belajar berbasis website.

Salah satu website matematika yang cukup

lengkap dari segi konten adalah

mathisfun.com. Situs ini menyediakan konten

pembelajaran hampir di semua topik

matematika mulai dari sekolah dasar hingga

sekolah menengah. Namun jika digunakan

sebagai sumber belajar maka perlu

diperhitungkan dengan seksama relevansi

sumber belajar yang digunakan terutama dari

segi konten, kebutuhan dan kemudahan

dalam penggunaan (Maloy, Edwards, &

Anderson, 2010).

Persamaan dan pertidaksamaan

merupakan materi yang sangat penting untuk

dipahami siswa dengan baik, hal ini

dikarenakan persamaan dan pertidaksamaan

merupakan fondasi dalam mempelajari

aljabar ke tingkat yang lebih lanjut

(Ratnawati & Hasannudin, 2012). Melihat

pentingnya materi persamaan dan

pertidaksamaan maka perlu desain

pembelajaran dan juga sumber belajar yang

tepat. Sumber belajar yang baik dimaksudkan

untuk membantu siswa memahami konsep

persamaan dan pertidaksamaan secara

kontekstual dan esensial. Oleh siebab itu

sumber belajar setidaknya memiliki kriteria:

1) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai;

2) tepat untuk mendukung isi pelajaran; 3)

praktis, luwes, dan tahan; 4) guru terampil

menggunakannya; 5) pengelompokan

sasaran; dan 6) mutu teknis (Moore,

(3)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

318

Guru adalah seorang pendidik yang

juga merupakan pembimbing. Dalam bidang

kemanusiaan di sekolah, guru harus bisa

menjadi dirinya sebagai orangtua kedua bagi

siswa. Seorang guru harus bisa menarik

simpati agar menjadi idola para siswa dan

disukai sehingga siswa senang belajar dengan

guru. Para ahli menyebutkan bahwa tanggung

jawab guru harus bisa menuntut murid untuk

belajar dan yang terpenting dapat membuat

rencana dan mendampingi siswa untuk

melaksanakan kegiatan belajar agar mencapai

perkembangan seperti yang diharapkan. Guru

sesungguhnya adalah seorang kunci yang

paling tahu mengenai keperluan kurikulum

yang sesuai dengan tingkat perkembangan

siswa (Farisi, 2011). Sebab hal tersebut, guru

merupakan orang yang paling tahu mengenai

pembelajaran siswanya termasuk dalam

memilih sumber belajar yang tepat sehingga

persepsi guru terhadap suatu sumber belajar

dapat dijadikan pertimbangan dalam

pembuatan, pengembangan dan juga

penggunaan sumber belajar.

Persepsi merupakan proses dimana

individu mengorganisasikan dan

menginterpretasikan impresi sensorinya

supaya dapat memberikan arti kepada

lingkungan sekitarnya (Kampylis, Berki, &

Saariluoma, 2009). Guru dengan

pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki

termasuk pengetahuan tentang potensi

siswanya akan menjadi modal yang sangat

baik dalam mendesain pembelajaran

termasuk dalam memilih sumber belajar

pembelajaran. Artikel ini akan menggali

persepsi guru terhadap penggunaan website

matematika mathisfun.com pada

pembelajaran persamaan dan

pertidaksamaan. Persepsi yang diberikan oleh

guru diharapkan dapat memberikan

gambaran mengenai kesesuaian konten,

tingkat kemungkinan diterapkannya

mathisfun.com sebagai sumber belajar, dan

tingkat kesesuaian mathisfun.com dengan

kurikulum 2013.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan peneltian

dengan pendekatan kualitatif deskriptif

dengan menggunakan dua subjek guru di

sekolah menengah pertama (SMP) di Kota

Malang. Guru pertama merupakan guru

senior dan telah mengajar lebih dari 20 tahun

dan guru kedua merupakan guru fresh

graduate dan baru mengajar kurang dari dua

tahun. Pengambilan data akan dilakukan

dengan beberapa tahapan, tahap pertama

setiap guru akan dikenalkan dengan

mathisfun.com dan guru didampingi untuk

melakukan eksplorasi konten. Berikutnya

setiap guru diminta untuk menyampaikan

persepsinya terhadap tiga hal pokok, yaitu;

mengenai kualitas konten, kesesuaian dengan

pembelajaran Kurikulum 2013 (K13) dan

kemungkinannya untuk diterapkan di kelas.

(4)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

319

Hasil dalam penelitian ini akan

memaparkan persepsi hasil wawancara

dengan dua guru, guru pertama kita sebut

dengan guru A dan guru ke dua kita sebut

dengan guru B. Secara rinci, antara guru A

dan guru B memiliki latar belakang yang

cukup kontras. Guru A merupakan pengajar

senior yang telah mengajar lebih dari 20

tahun dan guru A mengajar di sekolah yeng

terletak di pinggiran kota sedangkan guru B

merupakan guru fresh graduate yang

mengajar kurang dari 2 tahun dan tempatya

mengajar merupakan salah satu sekolah yang

berada dipusat Kota Malang, Jawa Timur.

Wawancara dengan guru A

mengungkapkan jika ia baru mendengar

istilah website matematika termasuk

mathisfun.com sehingga sebelum guru A

diminta untuk memberikan persepsinya, guru

A didampingi untuk mengeksplorasi konten

yang ada di website. Kesan pertama yang

diberikan setelah mengeksplorasi website

sangatlah positif bahkan ia tidak menyangka

jika ada website yang menyediakan konten

seperti mathisfun.com. Ia mengungkapkan

konsep yang ditampilkan di website sangat

baik dan menarik khususnya konten animasi

interaktif yang sangat memungkinkan untuk

menarik minat siswa. Lebih lanjut, konten

animasi interaktif yang disediakan akan

membuat siswa berperan aktif dalam

mengkonstruksi pengetahuannya sehingga

akan mampu melatih kemampuan berpikir

tingkat tinggi.

Materi sudah bagus terutama penyajian materinya, saya yakin siswa akan senang dan tertarik untuk mempelajarinya. …soal kesesuaian dengan kurikulum seharusnya ya konten-konten seperti ini yang diperbanyak, karena akan membuat siswa belajar dengan cara mengkonstruksi.

Mengaitkan materi persamaan dan

pertidaksamaan yang ada di mathisfun.com

dengan desain K 13, guru A mengungkapkan

jika konten sudah sesuai standar, ditambah

dengan tuntutan K 13 yang mengharapkan

siswa terlibat aktif dalam pembelajaran maka

konten yang ada di website sangatlah sesuai

untuk diterapkan. Menurutnya sumber belajar

seperti ini sangatlah dibutuhkan karena selain

dapat meningkatkan ketertarikan,

pembelajaran juga esensial, sehingga siswa

belajar secara menyeluruh mulai dari konsep

dasar. Selain itu, yang terbantu juga bukan

hanya siswa melainkan juga guru. Ia

memberikan contoh animasi timbangan untuk

menggambarkan konsep persamaan yang ada

di website sangatlah membantu guru, karena

guru tidak perlu memaksakan membawa

timbangan ke kelas.

(5)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

320

Mengenai kemungkinan

mathisfun.com diterapkan dalam

pembelajaran di kelas, Guru A

menyampaikan jika hal ini memungkinkan

akan tetapi karena sumber belajarnya bersifat

online maka ia akan mencoba memindahkan

kelasnya menuju Lab Komputer. Ia beralasan

tidak mengajarkannya di kelas karena tidak

semua siswa kebagian untuk mengoperasikan

animasi interaktif yang ada di website,

sehingga ditakutkan hasilnya kurang

maksimal. Akan tetapi guru A memberikan

saran walaupun konten yang disediakan

sudah baik peran guru untuk mendampingi

dan memberikan kesimpulan di akhir

pembelajaran sangatlah penting. Hal ini

menurutnya untuk menghindari miskonsepsi

yang sering terjadi pada siswanya.

Guru A secara umum memberikan

persepsi positif terhadat mathisfun.com,

namun guru A cukup menyayangkan

mengenai bahasa yang digunakan dalam

website. Ia berharap bahasa yang digunakan

tidak hanya bahasa inggris melainkan juga

ada opsi custom dengan bahasa Indonesia. Ia

cukup mengkhawatirkan siswa akan kesulitan

dan akan mengurangi minatnya untuk belajar

dengan mathisfun.com dikarenakan tidak

memahami bahasa yang digunakan.

Kekhawatiran ini muncul dikarenakan

mayoritas siswanya masih mempunyai

kemampuan bahasa inggris yang rendah.

Namun guru A tetap meyakini jika kendala

bahasa bisa disiasati dengan pendampingan

dari guru.

… seharusnya kan, website seperti ini juga dikembangkan di Indonesia sehingga kita gak selalu ambil dari mereka (luar negeri) dan disana kita bisa memasukkan unsur-unsur lokal ke dalam animasi interaktifnya.

Ia juga berharap website matematika

seperti mathisfun.com tidak hanya

dikembangkan di luar negeri tetapi juga

dikembangkan oleh developer lokal,

sehingga selain bahasanya juga bisa

menggunakan bahasa Indonesia. Guru A

berpandangan hal ini sangatlah penting

dikarenakan ketika konten pembelajaran

selalu diambil dari luar ada kemungkinan

konten tersebut tidak sesuai dengan budaya

dan nilai-nilai yang ada di Indonesia. Lebih

lanjut guru A menjelaskan jika ini adalah

tantangan bagi para akademisi dan juga

mahasiswa pendidikan matematika untuk

terus berperan aktif dalam mengembangkan

konten-konten kualitas internasional dengan

cita rasa lokal.

Guru B yang merupakan guru fresh

graduate mengungkapkan jika sebelumnya

belum terlalu paham dengan istilah website

matematika termasuk mathisfun.com. Namun

setelah mencoba menggunakannya ia

mengungkapkan jika konsep yang diusung

sangatlah menarik karena siswa dapat terlibat

aktif seolah sedang bermain game. Selain itu,

(6)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

321

melalui handphone menjadi nilai tambah

tersendiri. Mathisfun.com bisa diakses siswa

dimanapun dan kapanpun melalui

smartphone sehingga belajar akan semakin

menyenangkan. Guru B juga menyoroti

penggunaan bahasa yang ada di website,

website yang keseluruhannya menggunakan

bahasa inggris menurutnya merupakan

potensi yang baik sehingga selain siswa

belajar matematika juga menambah kosa kata

bahasa asingnya.

…untuk isi, dan dikarenakan materi ini untuk anak SMP maka syarat pertama harus benar (sesuai dengan konsep) dan kedua harus mudah dipahami anak usia SMP, website ini telah memenuhi dua syarat tersebut.

Berbicara kualitas konten, guru B

berpendapat konten yang disajikan

mathisfun.com sangatlah baik dan dikerjakan

dengan serius. Menurutnya konten yang baik

adalah konten yang tidak menimbulkan

ambiguitas dan ia tidak menemukannya di

mathisfun.com. Penggunaan kontras warna

khusunya pada materi pertidaksaman juga

memudahkan siswa dalam memahami konsep

yang disajikan, namun ia menyarankan jika

lebih baik animasi interaktif juga diberikan

pada materi pertidaksamaan. Berkenaan

dengan K 13 guru B mengungkapn bahwa

jangankan sumber belajar interaktif, buku

konvensional juga akan sesuai ketika

pembelajaran didesain sedemikian rupa

sesuai dengan pendekatan kurikulum yang

berlaku, sehingga ia menyimpulkan sangat

memungkinkan konten yang ada di website

untuk diajarkan secara saintifik.

…diterapkan di kelas juga

memungkinkan tapi sepertinya saya cukup meminta mereka untuk membukanya di rumah, hal ini memungkinkan karena latar belakang siswa saya yang semuanya mempunyai akses ke internet dengan sangat baik

Mengenai kemungkinan diterapkan

dalam pembelajaran, guru B mengutarakan

jika mathisfun.com sangat memungkinkan

untuk diimplementasikan tidak hanya di

kelas tapi juga di luar kelas. Artinya

tergantung dari kondisi sosial dan psikologis

siswa dimasing-masing sekolah. Ia

mencontohkan di sekolah yang dia ajar

rasanya tidak perlu diajarkan dikelas secara

penuh, ia hanya akan memberikan tugas

kepada siswa untuk membuka mathisfun.com

lalu meminta siswa untuk mengeksplorasinya

dan mendiskusikannya pada pertemau

berikutnya. Kemungkinan lain, bisa saja

konten animasi interaktif yang ada di

mathisfun.com digunakan sebagai apersepsi

di awal pembelajaran.

Hasil yang telah dideskripsikan

sebelumnya memperlihatkan jika dua guru

yang menjadi subjek menyatakan konten

yang disajikan oleh matisfun.com sudah baik.

Konten animasi interaktif yang ada pada

materi persamaan membuat website mampu

(7)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

322

pembelajaran. Oleh sebab itu, mathisfun.com

sangat direkomendasikan oleh kedua guru.

Walaupun ada sedikit kekhawatiran dari guru

A mengenai kendala bahasa, namun guru A

juga menyakini mathisfun.com tetap dapat

diterapkan di sekolahnya.

Secara umum tidak ada perbedaan

ekstrim antara persepsi guru A dengan guru

B, namun yang patut menjadi catatan adalah

gagasan dari guru A mengenai

pengembangan konten website matematika

oleh developer lokal sehingga bisa

menanamkan nilai-nilai budaya dan kearifan

lokal. Ia juga berharap akademisi dan

mahasiswa pendidikan matematika juga bisa

lebih berperan dalam pengembangan

konten-konten interaktif berbasis website

matematika seperti matisfun.com. Hal ini

cukup beralasan karena kedua guru juga

sepakat website matematika seperti

mathisfun.com mempunyai potensi yang

sangat baik untuk dijadikan sumber belajar

alternatif.

Temuan lain yang patut diberikan

perhatian adalah mengenai wawasan kedua

guru mengenai website matematika, secara

umum kedua guru belum memhami apa itu

website matematika dan apa yang disajikan

dalam website. Hal ini seharusnya

mendapatkan perhatian dikarenakan

bagaimana guru akan mengeksplorasi sumber

belajar atau bahkan menciptakan sumber

belajar yang inovatif jika wawasan guru

mengenai jenis-jenis sumber belajar yang

sedang berkembangan juga sangat minim.

Hasil wawancara juga

mengindikasikan bahwa salah satu kriteria

utama sumber belajar yang baik adalah

sumber belajar yang mengusung konsep

interaktif. Hal ini cukup beralasan selain

desain Kurikulum 2013 yang mengusung

pendekatan saintifik beberapa penelitian juga

menunjukkan bahwa sumber belajar

interaktif mampu membuat pembelajaran

lebih bermakna (Nusir, Alsmadi, Al-Kabi, &

Sharadgah, 2013; Wongkia & Naruedomkul,

2013). Berikutnya jika ditinjau dari segi usia,

siswa SMP masih dalam fase peralihan dari

fase konkrit menuju abstrak sehingga masih

membutuhkan alat bantu dalam

membelajarkan konsep-konsep abstrak

(Rofik, 2016). Oleh karena itu penggunaan

sumber belajar yang tepat akan sangat

membantu siswa dala Wawancara dengan

dua guru yang mempunyai latar belakang

berbeda memberikan gambaran jika

mathisfun.com khususnya pada materi

persamaan dan pertidaksamaan mendapatkan

persepsi yang baik. Persepsi positif tersebut

hampir didapatkan untuk semua aspek mulai

dari konten, penyajian dan kemenarikan serta

kemudahan pengunaan.

Beberapa peneliian sebelumnya juga

(8)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

323

pembelajaran berbasis internet secara umum

mendapatkan respon yang positif dari

pengajar maupun siswa. Misal penelitian

yang dilakukan di Kota Magelang, penelitian

ini mengungkapan lebih dari 70% guru di

Kota Magelang menyatakan penggunaan

internat sangat membantu dalam proses

belajar mengajar, begitupun dengan persepsi

siswa, sekitar 63% siswa menyatakan sangat

terbantu dengan belajar menggunakan

internet (Tiya Arfiyanti, 2013). Penelitian

lain yang dilakukan di Cyprus juga

mengungkapan bahwa mayoritas siswa

menggunakan internet tidak hanya untuk

keperluan sosial media dan hiburan melainka

untuk menyelesaikan tugas-tugas

akademiknya, bahkan mereka sangat terbantu

dengan adanya internet (Dogruer, Eyyam, &

Menevis, 2011).

Menurut laporan pada tahun 2014

setidaknya 79,5% remaja di Indonesia adalah

pengguna internet sehingga potensi

penggunaan internet untuk pembelajaran juga

sangat besar (UNICEF, 2014). Namun

kurangnya pengetahuan dan keterampilan

dalam teknologi informasi dan komunikasi

terkadang membuat penggunaan internet

dalam pembelajaran menjadi kurang

maksimal. Hal ini tentunya harus dilihat oleh

akademisi dan praktisi pendidikan sebagai

peluang emas untuk memaksimalkan

penggunaan internet sebagai sumber belajar.

Analogi sederhananya lahan sudah siap

tinggal kemampuan pengelolanya dalam hal

ini kemampuan guru untuk memaksimalkan

potensi yang ada.

Wawancara dengan dua guru yang

mempunyai latar belakang berbeda

memberikan gambaran jika mathisfun.com

khususnya pada materi persamaan dan

pertidaksamaan mendapatkan persepsi yang

baik. Persepsi positif tersebut hampir

didapatkan untuk semua aspek mulai dari

konten, penyajian dan kemenarikan serta

kemudahan pengunaan. Beberapa peneliian

sebelumnya juga menggambarkan bahwa

penggunaan pembelajaran berbasis internet

secara umum mendapatkan respon yang

positif dari pengajar maupun siswa. Misal

penelitian yang dilakukan di Kota Magelang,

penelitian ini mengungkapan lebih dari 70%

guru di Kota Magelang menyatakan

penggunaan internat sangat membantu dalam

proses belajar mengajar, begitupun dengan

persepsi siswa, sekitar 63% siswa

menyatakan sangat terbantu dengan belajar

menggunakan internet (Tiya Arfiyanti, 2013).

Penelitian lain yang dilakukan di Cyprus juga

mengungkapan bahwa mayoritas siswa

menggunakan internet tidak hanya untuk

keperluan sosial media dan hiburan melainka

untuk menyelesaikan tugas-tugas

akademiknya, bahkan mereka sangat terbantu

dengan adanya internet (Dogruer, Eyyam, &

(9)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

324

Menurut laporan pada tahun 2014

setidaknya 79,5% remaja di Indonesia adalah

pengguna internet sehingga potensi

penggunaan internet untuk pembelajaran juga

sangat besar (UNICEF, 2014). Namun

kurangnya pengetahuan dan keterampilan

dalam teknologi informasi dan komunikasi

terkadang membuat penggunaan internet

dalam pembelajaran menjadi kurang

maksimal. Hal ini tentunya harus dilihat oleh

akademisi dan praktisi pendidikan sebagai

peluang emas untuk memaksimalkan

penggunaan internet sebagai sumber belajar.

Analogi sederhananya lahan sudah siap

tinggal kemampuan pengelolanya dalam hal

ini kemampuan guru untuk memaksimalkan

potensi yang ada.m mengkonstruksi

pengetahuannya.

Kesimpulan

Secara umum persepsi kedua guru

meyatakan mathisfun.com dapat dijadikan

sebagai sumber belajar untuk materi

persamaan dan pertidaksamaan. Persepsi

positif berdasarkan wawancara terlihat sangat

dipengaruhi oleh animasi interaktif yang

disajikan di website. Selain itu, ada beberapa

kendala yang menjadi perhatian kedua guru

yang menjadi subjek penelitian, seperti

kendala bahasa dikarenakan konten

menggunakan bahasa inggris dan konten

animasi interaktif yang hanya ada pada

materi persamaan. Akan tetapi kedua guru

sepakat bahwa hal tersebut tidak mereduksi

validitas konten secara ekstrim sehingga

koten tetap layak untuk digunakan sebagai

sumber belajar.

Melihat penggunaan internet yang

sangat besar dikalangan anak usia sekolah

maka penggunaan sumber belajar berbasis

internet khususnya website matematika

seperti mathisfun.com seharusnya bisa

didayagunakan secara maksimal.

Pendayagunaan ini tentunya dapat dimulai

dengan beberapa langkah: 1) guru harus terus

belajar dan mengikuti perkembangan

teknologi informasi sehingga membuka

wawasan mengenai perkembangan sumber

belajar berbasis internet; 2) mencari sumber

belajar potensial berbasis internet, 3)

mengetahui potensi siswa dan lingkungan

sekolah; dan 4) melakukan eloborasi sumber

belajar yang memungkinkan untuk

diterapkan di kelas.

Rujukan

Alonso, F., López, G., Manrique, D., & Viñes, J. M. (2012). An instructional model for web-based e-learning education with a blended learning process approach. British Journal of Education Technology, 36(2), 217– 235.

Bakia, M. (2010). Internet-based education. In International Encyclopedia of Education (pp. 102–108). https://doi.org/10.1016/B978-0-08-044894-7.00755-7.

(10)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

325

Academin for Utbuildning och Ekonomi. Hogskolan.

Dogruer, N., Eyyam, R., & Menevis, I. (2011). The use of the internet for educational purposes. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 28, 606–611.

https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011 .11.115.

Farisi, M. I. (2011). Guru sebagai pengembang kurikulum pendidikan multikultur: Tinjauan dari Perspektif Epistemologis. Temu Ilmiah Nasional Guru III, (November), 1– 13.

Hanum, N. S. (2013). Keefektifan e-learning sebagai media pembelajaran (studi evaluasi model pembelajaran e-learning SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto). Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(1), 90–102. https://doi.org/10.21831/JPV.V3I1.1 584

Juwairiyah, J. (2013). Alat Peraga dan Media Pembelajaran Kimia. Visipena, 4(1), 1–13.

Kampylis, P., Berki, E., & Saariluoma, P. (2009). In-service and prospective teachers’ conceptions of creativity. Thinking Skills and Creativity, 4(1), learning, and distance learning

environments: Are they the same? Internet and Higher Education, 14(2), 129–135.

https://doi.org/10.1016/j.iheduc.2010 .10.001

Naz, A. A. (2012). Use of Media for Effective Instruction its Importance : Some Consideration. Journal of Elementary Education, 18(1–2), 35– 40.

Nusir, S., Alsmadi, I., Al-Kabi, M., & Sharadgah, F. (2013). Studying the impact of using multimedia interactive programs on children’s ability to learn basic math skills. E-Pengaruh Penguasaan Sistem Persamaan Linear terhadap Kemampuan Siswa dalam Matriks. Eduma, 1(1), 107–116.

Rofik, M. (2016). Model Konstruktivistik pada Pembelajaran Luas Bangun Datar Berbantuan Media Tangram. In Penguatan Peran Pendidikan Matematika dalam Meningkatkan Kualitas Bangsa (Vol. I, p. 226). Malang: Magister Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang.

Tiya Arfiyanti. (2013). Persepsi Guru dan Siswa Mengenai Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri se-Kota Magelang. Universitas Negeri Yogyakarta.

(11)

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

|

Volume 2, Tahun 2017, p-ISSN 2528 - 4460 Volume 1, Tahun 2017, e-ISSN 2581 - 0634

326

Retrieved from

https://www.unicef.org/indonesia/id/ media_22169.html

Referensi

Dokumen terkait

1) Pemberian keringanan bunga untuk kredit kolektibilitas diragukan dan macet dengan pembayaran lunas ataupun angsuran.. putusan persetujuan penyelesaian kredit

Kendala dalam Pelaksanaan Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Oleh PT Pertamina (Persero) RU II Kota Dumai (Riau).. Upaya untuk Mengatasi Kendala

Hasil karakterisasi XRD memperlihatkan bahwa struktur yang dihasilkan dari powder TiO 2 -M adalah anatase dengan ukuran kristalin berkisar antara 9 sampai 16

lmEbjiE yse ncniih rhgk kFLio ysg sLesb hhrr af'

Setelah hasil analisis data penelitian, selanjutnya adalah mendeskripsikan hasil penelitian tersebut dalam bentuk tabel yang menggambarkan perbedaan motivasi dan

Hubungan Universal-Diverse Orientation dengan Psychological Capital adalah hasil karya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh. gelar sarjana di suatu

Through this game, I have learnt more about “how to make and accept apologies”.. (Tick any box that corresponds to

meliputi kelemahan dan kekuatan diri, kesadaran nilai-nilai, kesadaran tujuan karir, pengetahuan informasi lingkungan karier, pengetahuan tentang langkah- langkah