• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Penjualan di Internet pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sistem Penjualan di Internet pdf"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Penjualan di Internet

Secara bertahap

Abstrak

Pertumbuhan pengguna internet meningkat dengan cepat. Akibatnya, internet tidak sekedar membuka peluang bagi pemasaran, tetapi bahkan sudah mulai menjadi kebutuhan hidup. Meskipun dibandingkan di negara maju, pengguna internet di Indonesia masih belum banyak yang memilih transaksi keuangan melalui internet, tetapi kebutuhannya tidak akan mungkin terelakan lagi. Dengan demikian, sekarang saatnya untuk memulai atau tertinggal.

Berikut ini akan disampaikan bagaimana membangun bisnis melalui internet sesuai dengan fasilitas dan kemampuan yang tersedia sambil memperhatikan tingkat kebutuhan masyarakat internet pada saat itu.

Pendahuluan

Pada awalnya, jumlah pengguna internet bertambah didorong oleh kemudahan tele komunikasi. Kemudian para pengguna sadar bahwa mereka tidak mungkin meninggalkan gaya hidup internet, karena sudah menjadi bagian dari berbagai komunitas virtual yang sesuai minatnya. Artinya, jumlah ini tidak akan pernah berkurang, melainkan akan terus bertambah.

Pemasaran: jumlah menjanjikan ukuran dan komunitas menjanjikan efektivitas

Akan diulas profil pengguna internet dan apa yang mereka inginkan. Dari sini akan diketahui bahwa mereka dapat menjadi konsumen apabila ada sistem penjualan yang sesuai.

Kemudian, setelah membahas model penyediaan web di internet, diajukan strategi penyusunan “sistem penjualan di internet secara bertahap”.

Profil Pengguna Internet

Komposisi pengguna internet:

1. Sebagian besar pengguna Internet berusia antara 25-40 tahun.

2. Sebagian besar adalah single atau menikah tetapi belum mempunyai anak.

3. Pria mendominasi pengguna Internet - sekitar 70-80% pengguna Internet adalah kaum pria.

4. Pengguna sebagian besar berpendidikan tinggi, minimal S1. Sangat jarang pengguna aktif Internet yang hanya berpendidikan rendah seperti SD.

5. Pendapatan rata-rata per tahun pengguna Internet cukup tinggi.

6. Awalnya internet didominasi oleh orang-orang dari universitas, peneliti, engineer. Saat ini lebih dari 60% justru dari kalangan pebisnis kalangan menengah ke atas.

7. Awalnya para responden mengakses internet dari kantor atau sekolah. Saat ini lebih dari 50% pengguna internet mengakses melalui rumah masing-masing.

Sebetulnya apa yang dilakukan oleh para pengguna pada saat melakukan Surfing di berbagai web di Internet?

(2)

9. Jarang ada orang yang khusus surfing internet untuk shopping. Namun, tidak sedikit yang mencari informasi sebuah produk dan kemudian kembali lagi untuk melakukan pemesanan.

10. Isu keamanan di internet dan gaya hidup di Indonesia sekilas tampak belum mendukung pertumbuhan transaksi keuangan secara online. Namun, karena beberapa bank telah membuka kesempatan untuk melayani pembayaran secara online pada awal tahun 2000 menunjukkan kenyataan yang berbeda.

Apa yang diharapkan surfer dari perusahaan yang memasang web dan melakukan usaha di Internet?

1. Kualitas dan kelengkapan informasi tentang berbagai produk/servis yang diberikan sangat diharapkan oleh para surfer dan menjadi bukti keseriusan. Customer datang karena tahu bahwa mereka akan menemukan apapun yang mereka cari dari dalam katalog ini. Kemudian sebagian besar customer tersebut akan kembali dan membeli dari tempat ini.

!!! Sebagian surfer bahkan bersedia untuk membayar informasi yang terkandung di web tersebut 2. Ketersediaan produk dalam stok, berapa lama dikirimkan, dan bagaimana status pesanan. Informasi

tentang lokasi fisik barang mungkin tidak diperlukan, karena customer lebih membutuhkan kepastian tentang status pesanan (order).

3. Harga yang murah memang menarik surfer, tetapi para surfer lebih banyak mementingkan kualitas dan jaminan.

4. Customer segera meninggalkan anda jika tidak melihat tombol “search”. Waktu mereka sangat berharga, tidak mungkin memeriksa daftar barang dengan kode-kode yang rumit. Ini hanya dapat dilakukan apabila katalog disusun database yang searchable.

5. Reliabilitas Vendor sangat penting bagi para surfer, mencakup: ◊ mudah menghubungi vendor.

◊ cepat bereaksi terhadap permintaan yang dilakukan oleh para surfer ini. ◊ mau melakukan kustomisasi servis/produk untuk keperluan spesifik.

Fasilitas Jaringan Internet

Sebagai penyedia isi (content provider) yang sering diupdate, maka ada pilihan meletakkan (collocation) server seperti dalam gambar. Pilihan model jaringan:

6. server-A saja. Keuntungan:

7. Mudah melakukan perubahan data 8. Mudah dikelola

9. Fasilitas pelanggan dapat dial langsung ke server tanpa melalui internet (tampaknya sudah tidak menarik bagi konsumen).

Kerugian

10. Biaya dedicated line ke internet lebih mahal 11. Perlu pegawai untuk menangani koneksi 12. Akses dari pemakai di Indonesia relatif lambat 13. server-B saja.

Keuntungan:

14. Biaya hosting lebih murah

15. Server (hardware, software) dikelola oleh penyedia jasa hosting. 16. Mudah diakses oleh pemakai seluruh dunia.

17. Peluang memperoleh pasar internasional Kerugian

18. Update relatif lebih lambat

19. server-A dan server-B. Mirror, update berkala. Keuntungan:

(3)

22. Biaya lebih mahal

23. Sering terjadi sinkronisasi data 24. server–A dan server-C. Mirror, update berkala.

Keuntungan:

25. Seperti pilihan-3 26. Proses update lebih cepat Kerugian:

27. Seperti pilihan-3

28. Pelanggan dari ISP atau negara lain merasa lebih lambat 29. Harga lebih mahal dibandingkan pilihan-3

my-office

ISP-2 ISP-1

server-B Internet

Client-1

Client-2 Operator-1

Modem Operator-2

server-A

server-C

Modem

Client-3

Di Indonesia, akses dari dan ke internet tidak sulit didapat, tetapi harganya masih mahal. Lihat tabel tarif collocation dan hosting.

Kecepatan Centrin telkom USA-1 USA-2

64Kbps 3 juta/bulan 3 juta/bulan - -

45 Mbps - - 300$/bulan 350$/bulan

Tarif hosting (dengan database):

Kecepatan Centrin telkom USA-1 USA-2

64Kbps 300 rb/bulan 350 rb/bulan - -

(4)

Sebagai penyedia isi (content provider) yang diupdate secara aktif, akan lebih menguntungkan jika server berada dekat dengan produsen. Tetapi, disarankan untuk meletakkan server di backbone internet (server-B, pilihan 3), karena:

1. Ada beberapa jalur antara ISP di Indonesia yang tidak terhubung secara langsung. Penempatan server di salah satu ISP menjadi beban bagi konsumen di ISP yang lain.

2. Biaya collocation server (hampir) sama dengan kecepatan yang lebih baik.

Pilihan pertama disarankan jika: jaringan ke internet sudah stabil dan mampu mengelola jaringan intranet sendiri

Strategi

Pembangunan sistem informasi penjualan di internet dapat dilakukan secara bertahap sambil mempelajari pasar dan mempersiapkan tenaga kerja yang ada. Setiap tahap diikuti secara kumulatif, dengan tidak meninggalkan yang telah dilakukan pada tahap berikutnya. Berikut ini tahapan yang diperlukan:

1. Terhubung ke internet.

2. Menyediakan katalog produk dan informasi tentang vendor.

3. Pengarsipan tanggapan/pendapat konsumen tentang produk dan vendor. 4. Menambahkan data stok pada katalog

5. Pelayanan pesanan melalui internet dengan pembayaran offline 6. Pembayaran secara online

Tahap-1 hingga tahap-3 dapat diterapkan pada model jaringan ke-2, tetapi pada tahap-4 harus memilih model jaringan ke-1 atau ke-3.

Masing-masing tahap dijabarkan sebagai berikut.

Tahap-1: Terhubung ke internet mencakup:

1. menyediakan profil umum perusahaan dan berita-berita dalam halaman-halaman web sederhana (dokumen HTML statis)

2. melayani komunikasi melalui email,

3. Keterlibatan dalam berbagai komunitas akan menjadi promosi yang lebih efektif daripada iklan. 4. Mempelajari perilaku pasar

Tahap-2: Katalog produk dan vendor. Data produk dapat menjadi informasi apabila tersusun dalam katalog dan mudah dicari. Awalnya data dapat disusun dalam dokumen HTML yang sederhana (statis), tetapi dengan segera akan disadari inefisiensi dari bentuk ini. Oleh sebab itu, diperlukan software yang akan menghasilkan tampilan yang menarik dan tersusun baik.

Biasanya pada tahap ini, sejumlah pelanggan akan mulai menanyakan “Apakah produk X bisa dipesan dan diantar sekarang?”.

Tahap-3: Pengarsipan tanggapan/pendapat konsumen tentang produk dan vendor. Publikasi kritik, pendapat, tanggapan, atau resume seorang konsumen menunjukkan besarnya perhatian pada pelanggan. Selanjutnya, ini dapat menjadi komunitas baru yang makin potensial.

Tahap-4: Menambahkan data stok pada katalog. Saatnya memadukan sistem yang berjalan secara fisik dan virtual. Pada tahap ini, diperlukan komunikasi data yang terus menerus. Tanpa menunggu jaringan cukup stabil dengan kecepatan yang memadai barangkali sudah dapat dimulai tahap berikutnya.

(5)

banyak customer akan diuntungkan karena terbebas dari kemacetan lalu lintas dan antrian di kasir. Pada tahap ini, harus disediakan petugas yang terus menerus memeriksa email dan web.

Tahap-6: Pembayaran secara online. Transaksi dengan credit card secara online sudah dapat dilayani oleh sejumlah bank. Sebelum sistem berjalan di internet dapat diujicobakan dulu di intranet atau dengan dial langsung ke server.

Penutup

Referensi

Dokumen terkait

Keunggulan-keunggulan sistem pertanian organik dibanding pertanian konvensional tidak tidak berarti penerapan sistem ini tanpa masalah.Dari kegiatan pengabdian Prodi EP

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengkaji cara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengomunikasikan gagasan alternatifnya kepada anggota kelompok mayoritas

Rheingold, menjelaskan komunitas virtual adalah bentuk agregasi sosial (bergabungnya bagian yang terpisah) yang muncul dari Internet ketika banyak orang melakukan

Evaluasi input metode dalam pelaksanaan sistem surveilans penemuan suspek TB di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang meliputi pelatihan

(4) Dalam hal hasil penelitian dan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) terpenuhi, maka Pejabat sesuai kewenangannya segera menerbitkan pengurangan atau

Dalam rangka mendukung pencapaian prioritas nasional sebagaimana telah ditetapkan dalam visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang dijabarkan dalam RPJMN periode

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada petugas kesehatan di Puskesmas Pundong mengenai hubungan pola makan dengan perubahan tekanan darah