xiv ABSTRAK
Skripsi ini mengkaji tentang perkembangan Pelabuhan Air Bangis Sumatera Barat pada abad XIX hingga awal abad XX, yang dapat digolongkan dalam kajian sejarah ekonomi-maritim. Perkembangan yang dimaksud disini ialah suatu proses bagaimana sebuah pelabuhan di suatu daerah yang wilayahnya semula terra-incognita (hampir tidak dikenal) secara lambat laun berkembang dan berperan besar dalam dunia pelayaran dan perdagangan di bagian utara Pantai Barat Sumatera. Kajian ini menggunakan metode sejarah dalam proses penelitiannya. Pada proses heuristik, digunakan sumber-sumber berupa arsip kolonial, laporan dan buku-buku sejaman sebagai data primer serta buku, jurnal, dan disertasi sebagai data sekunder. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan verifikasi berupa kritik intern dan ekstern untuk menemukan fakta-fakta. Selanjutnya fakta tersebut diinterpretasikan, sehingga diperoleh data yang objektif untuk diceritakan kembali dalam bentuk tulisan melalui proses historiografi.
Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan dan aktivitas Pelabuhan Air Bangis Sumatera Barat pada abad XIX. Untuk mendukung tujuan tersebut dijelaskan pula kondisi umum Pelabuhan Air Bangis sebelum dan selama Pemerintahan Kolonial Belanda.
Sejalan dengan kepentingan Pemerintah Kolonial Belanda sejak awal abad XIX yang telah memperlihatkan ciri yang ambisius daripada sebelumnya untuk menggali dan memanfaatkan sebanyak mungkin hasil-hasil bumi dan pertanian daerah hinterland Pantai Barat Sumatera, fungsi Pelabuhan Air Bangis mulai terangkat dari skala perdagangan kecil ke pelabuhan yang berorientasi ekspor ke luar negeri. Perkembangan Pelabuhan Air Bangis tidak bisa dilepaskan dari daerah hinterland, tempat produk ekspor dihasilkan, dan pasar internasional tempat produk itu dijual. Aktivitas ekspor itu juga diimbangi oleh kegiatan impor, yakni produk-produk yang didatangkan dari luar negeri dan didistribusikan ke daerah hinterland. Ketika alat-alat transportasi modern belum diperkenalkan maka jalur sungai dan jalan setapak mempunyai fungsi utama.
Aktivitas pelayaran dan perdagangan telah mendorong pertumbuhan ekonomi di Pelabuhan Air Bangis. Pertumbuhan ekonomi ini sejalan dengan penerapan berbagai pajak yang diberlakukan Pemerintah Hindia Belanda. Tingginya tarif pajak dan monopoli pemerintah di pelabuhan mengakibatkan beberapa komoditi perdagangan sulit didapatkan, sehingga aktivitas arus perdagangan terganggu. Intensitas arus pelayaran juga mulai berkurang di Pelabuhan Air Bangis seiring dengan perkembangan kawasan Pantai Timur Sumatera sebagai sentral ekonomi baru Pemerintah Hindia Belanda di Sumatera.