• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Sistem Dokumentasi Jaringan .

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Implementasi Sistem Dokumentasi Jaringan ."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Implementasi Sistem Dokumentasi Jaringan Dengan Menggunakan Netdot Arif Ridho Lubis

Jurusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknikk Harapan Jalan HM. Joni No. 70, Medan , Indonesia

[email protected]

ABSTRAK

Jaringan Komputer dapat didefinisikan sebagai kumpulan beberapa computer yang terhubung ke dalam sebuah jaringan, baik jaringan Intranet maupun jaringan internet. Layaknya di dalam system lain di jaringan kompputer juga terdapat sebuah system dokumentasi jaringan yang mungkin jarang di gunakan oleh administrator jaringan dalam memantau jaringan. Sistem dan dokumentasi jaringan merupakan sebuah sub bagian dari akar dokumentasi pada bidang Teknologi Informasi. Sebuah sistem dokumentasi juga sangat diperlukan untuk menunjang kinerja yang lebih optimal pada penggunaan jaringan. Dengan adanya sistem dokumentasi jaringan, setipa akses yang digunakan melalui jaringan tersebut akan terekam di dalam record yang bermanfaat nantinya, baik dari perbaikan jaringan atau lainnya. Sistem dokumentasi jaringan ini dibangun pada sistem operasi open source dengan memanfaatkan Netdot sebagai toolnya pada Local Area Network.

Kata Kunci : Netdot, Computer Networking, Network Documentation, LAN

ABSTRACT

Computer networks can be defined as a collection of several computers connected into a network, both Intranet and Internet networks. Just like in the other systems in the network kompputer there is also a system of network documentation that may be infrequently used by network administrators to monitor the network. System and network documentation is a sub-section of the root of the documentation in the field of Information Technology. A documentation system is also needed to support optimal performance on network usage. With a system of network documentation, which is used setipa access through the network will be recorded in the record useful later on, both from a network or other improvements. Network documentation system is built on the open source operating system by utilizing Netdot as toolnya on a Local Area Network.

Keywords: Netdot, Computer Networking, Network Documentation, LAN I. PENDAHULUAN

Keberadaan jaringan komputer pada saat ini sangat dibutuhkan bagi setiap individu, baik pribadi maupun organisasi ataupun perusahaan. Jaringan komputer sudah seperti suatu hal yang menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Seluruh kegiatan telah memanfaatkan jaringan komputer sebagai media perantara untuk berkomunikasi ataupun pengiriman berkas atau pesan. Dalam sistem jaringan komputer, sama halnya seperti sistem-sistem lainnya, sistem-sistem jaringan komputer juga seharusnya memiliki dokumentasi jaringan yang mendokumentasikan setiap keadaan daripada server-server dan kesalahan-kesalahan yang terjadi untuk dapat meningkatkan kinerja dan performa dari sistem jaringan yang dibangun.Jaringan komputer dapat didefenisikan sebagai kumpulan beberapa komputer yang terhubung ke dalam sebuah jaringan, baik jaringan intranet maupun jaringan internet [1]. Layaknya di dalam sistem yang lain di jaringan komputer juga terdapat sebuah sebuah sistem dokumentasi jaringan yang mungkin jarang digunakan oleh administrator jaringan dalam memantau jaringan. Sistem dan dokumentasi

jaringan merupakan sebuah sub bagian dari akar dokumentasi pada bidang Teknologi Informasi [2].

(2)

jaringan dapat lebih terorganisir terhadap masalah dan dapat mencegah masalah dan memudahkan dalam waktu pembahuran sistem, karena semua konfigurasi serever maupun perangkat keras lainnya telah terdokumentasi dengan baik sehingga tidak meenghabiskan waktu dan tenaga untuk mengkonfigurasi ulang.Berdasarkan hal tersebut, Berdasarkan hal tersebut, untuk mengatasi masalah yang mungkin terjadi dan sebagai tindakan pencegahan dalam sistem jaringan maka akan dibangun sebuah sistem dokumentasi jaringan dengan memanfaatkan netdot sebagai sistem dokumentasi dalam jaringan intranet dengan menggunakan sistem operasi Ubuntu server sebagai sistem operasi server. Diharapkan dengan dibangunnya sistem tersebut , performasi sistem jaringan komputer lebih terorganisir dengan baik dan lebih stabil dan efisien serta efektif dalam berbagai aspek.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Dasar Jaringan Komputer

Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang telah terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer [3]. Sebuah jaringan komputer paling sedikit terdiri dari dua komputer yang saling berhubungan dengan sebuah media sehingga komputer-komputer tersebut dapat saling berbagi resource dan saling berkomunikasi. Semua network berbasis pada konsep pembagian. Jaringan komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah Komputer otonom. Dua buah Komputer dikatakan membentuk suatu network bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Teknologi fisik sebuah jaringan computer dapat diklasifikasikan atas 2 (dua) bagian, yaitu:

a) Local Area Network (LAN) adalah sebuah jaringan dimana hubungan yang terjadi hanya terbatas pada satu lokasi saja, misalnya dalam sebuah gedung. Media penghubung yang dipergunakan biasanya adalah sebuah kabel.

b) Wide Area Network (WAN) adalah suatu jaringan yang terpisah oleh sebuah area yang sangat luas, misalnya antar kota atau bahkan antar negara. Komunikasi yang terjadi diantara jaringan ini dilakukan melalui media telepon, satelit, dan bisa juga dipergunakan transmisi gelombang mikro.

Manfaat yang akan diperoleh dengan membuat jaringan computer antara lain, yaitu :

a. Memberikan kesempatan kepada pengguna komputer untuk mempergunakan sumber daya secara bersama-sama, seperti penggunaan printer maupun memakai koneksi internet bersama.

b. Optimalisasi pemakaian perangkat sehingga tercapainya efisiensi seperti tidak perlunya

masing-masing komputer dilengkapi dengan printer dikarenakan adanya jaringan sehingga 2 (dua) atau lebih computer dapat mempergunakan 1 (satu) printer.

c. Komunikasi antar sistem operasi yang berbeda sehingga tidak perlu dalam sebuah jaringan komputer semuanya harus memakai sistem operasi yang sama.

2.2 Topologi Jaringan Komputer

Topologi adalah bagian yang menjelaskan hubungan atnara komputer yang dibangun berdasarkan kegunaan, Keterbatasan resource dan keterbatasan biaya, berarti topologi-topologi jaringan yang ada biasadisesuaikn denagan keadaa dilapangan. Topologi terdiri dari beberapa jenis antara lain [4]:

1. Topologi Bus 2. Topologi Cincin 3. Topologi Token Ring 4. Topologi Bintang 5. Topologi Pohon

2.3 Open System Interconnection (OSI)Layer Open System Interconnection (OSI) menggambarkan bagaimana informasi dari aplikasi perangkat lunak dalam satu komputer bergerak melalui media jaringan untuk perangkat lunak aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI adalah model konseptual terdiri dari tujuh lapisan, masing-masing menetapkan fungsi jaringan tertentu. Model ini dikembangkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) pada tahun 1984, dan sekarang dianggap sebagai model arsitektur utama untuk komunikasi intercomputer [5].

Tabel 1 OSI Layer

Model OSI membagi tugas terlibat dengan memindahkan informasi antara jaringan komputer ke tujuh lebih kecil, lebih kelompok tugas dikelola. Sebuah tugas atau kelompok tugas ini kemudian ditugaskan untuk masing-masing tujuh OSI lapisan. Setiap lapisan cukup mandiri sehingga tugas yang diberikan kepada setiap lapisan dapat diimplementasikan secara independen. OSI bukanlah suatu model yang berbentuk fisik melainkan sebuah panduan bagi pembuat aplikasi agar bisa membuat dan mengimplementasikan aplikasi yang bisa berjalan di jaringan. OSI juga menyediakan sebuah kerangka kerja untuk menciptakan dan mengimplemantasikan

standar-7th Layer :Application Services 6th Layer : Presentation Services

(3)

standar networking peralatan, dan skema internetworking. OSI terdiri atas tujuh layer (lapisan) yang terbagi menjadi dua grup. Tiga layer teratas mendefenisikan bagaiman aplikasi-aplikasi berkomunikasi satu sama lain dan bagaimana aplikasi berkomunikasi dengan user. Empat layer dibawahnya mendefenisikan bagaimana data dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)).

2.4 Dokumentasi Jaringan

Network Documentation atau Dokumentasi Jaringan dapat didefenisikan sebagai cetak biru (blue print) daripada sistem jaringan tersebut dikonfigurasi serta bagaimana sistem aplikasi, baik perangkat keras maupun perangkat lunak dapat berkerja sama [6].Meskipun sistem dokumentasi jaringan dapat membantu dengan melakukan perencanaan dan dengan memperluas infrastruktur teknologi informasi, kebanyakan orang berpikir tentang kebutuhan ketika suatu masalah terjadi. Tanpa adanya perangkat lunak maupun perangkat keras yang dapat bekerja untuk menangani masalah tersebut ada kemungkinan besar bahwa sistem anda tidak dapat berfungsi secara efisien akibat permasalah yang ditimbulkan dalam sistem jaringan. Seperti halnya ketika jaringan sedang Down ,produktivitas biasanya menurun ataupun hilang dan pelanggan/klien tidak dapat dilayani dengan seman mestinya. Tetapi jika halnya sistem dokumentasi jaringan tersedia , bila ada masalah yang perlu diselesaikan , penyedia layanan dapat dengan cepat memperoleh pemahaman tentang jaringan anda dan meminialkan waktu untuk memperbaiki masalah tersebut.

2.8 NetDot

Berdasarkan situs resminya yaitu http://www.netdot.uoregon.edu mendefinisikan bahwa Netdot merupakan sebuah aplikasi Open source yang dirancang untuk memudahkan Administrator dalam mengumpulkan, mengorganisir dan mengawasi Sistem dokumentasi jaringan. Netdot secara aktif dikembangkan oleh Network and Telecommunication Services Group padaUniversitas Oregon. Berikut merupakan struktur dan komponen daripada Netdot [7] :

1. Database

Netdot menggunakan database yang di dukung oleh Perl Dbi, MySQL dan PostreSQL. Tujuan tuam dari Netdot ini adalah untuk membuat sistem database Netdot ini dapat melakukan diagnosa dengan memanfaatkan database yang tersimpan

2. Libraries

Kode-kode Back-End yang digunakan merupakan hierarki daripada kelas sistem objek berorientasi dari Perl sehingga dapat berfungsi sebagai API dengan baik.

3. User Interfaces

NetDot menggunakan sistem Web sebagai user interface sehingga akan membutuhkan Web server

4. Command Line Scripts (CLI)

Dalam kasus tertentu, seperti pencarian perangkat, dapat di eksekusi melalui CLI. Meskipun tugas ini dapat di otomatisasi dengan menjalankan mereka secara periodik dengan melalui CRON.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Adapun langkah-langkah dalam metode waterfall dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Tahap Analisa Kebutuhan

Mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam membangun replikasi master-slave pada postresql secara lengkap kemudian melakukan analisa terhadap kebutuhan tersebut untuk mencari solusi dengan mengimplementasikannya kedalam server yang akan dibangun. Penulis melakukan pengumpulan kebutuhan dengan melakukan observasi dan studi literatur tentang teknologi dari pada replikasi database serta bagian-bagian yang terdapat didalamnya, guna untuk mengetahui masalah-masalah apa yang dihadapi serta memberikan pemecahan masalah dari peneliti yang akan dibangun.

2. Tahap Perancangan Sistem

Pada tahap ini di lakukan perancangan topologi jaringan yang akan digunakan pada pembangunan sistem replikasi database serta menentukan jumlah server yang akan dibangun dan tugas dari masing – masing server yang akan dibangun serta bagaimana skema hubungan dari satu master ke master lain. 3. Implemetasi Dan Pengujian Unit

Merupakan proses mengonversi dari tahap perancangan sistem kedalam bentuk sistem berdasarkan dengan data-data yang telah di pelajari dari studi literatur dan observasi yang telah dilakukan. Dan akan dilakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibangun untuk mengetahui apakah penelitian berhasil atau tidak. 4. Integrasi dan Pengujian Sistem

Pengujian sistem apakah telah berjalan sesuai perancangan.

5. Maintenance

Pada tahap ini sistem telah berhasil di bangun . Pemeliharan meliputi perbaikan kekurangan– kekurangan ataupun error saat pengembangan dan pengembangan sistem.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Kebutuhan

(4)

tersebut untuk mencari solusi dengan mengimplementasikannya kedalam jaringan yang akan dibangun. Penulis melakukan pengumpulan kebutuhan dengan melakukan observasi dan studi literatur tentang teknologi jaringan dan serta bagian-bagian yang terdapat didalamnya seperti komponen-komponen pendokumentasian dalam jaringan yang berguna untuk mengetahui masalah-masalah apa yang dihadapi serta memberikan pemecahan masalah dari peneliti yang akan dibangun. Berikut merupakan komponen-komponen yang dibutuhkan dalam membangun sistem dokumentasi jaringan dengan menggunakan Netdot.

a. Ubuntu server b. MySqL Server 4.2 Perancangan Sistem

Pada tahap ini di lakukan perancangan topologi jaringan yang akan digunakan pada penelitian ini, sistem seperti apa yang akan di gunakan sehingga performasi wordpress dapat ditingkatkan ke tingkat yang lebih baik.

4.2.1Analisa Kebutuhan Sistem

Implementasi sistem dokumentasi jaringan dengan menggunakan NetDot dengan menggunakan Ubuntu server sebagai sistem operasi server sangat berdampak pada topologi jaringan yang digunakan sebagai dasar hubungan antar jaringan dalam berkomunikasi antara user melalui internet maupun intranet. Ada beberapa komponen yang perlu di perhatikan untuk kebutuhan kelengkapan penelitian ini yaitu:

e. EPEL (Extra Packages for Enterprise Linux) Sistem dokumentasi jaringan yang akan dibanguna akan membutuhkan sebuah server untuk menampung dan mereka setiap kegiatan jaringan yang ada di dalam jaringan. Dengan adanya server realibitas sistem akan lebih terjaga. Setelah itu akan dibutuh Ian sebuah web server untuk pendukung netdot yang akan di gunakan sebagai sistem dokumentasi jaringan yang membutuhkan web sebagai fondasi utamanya. Dalam menyimpan data yang terekam di dalam sistem dokumentasi jaringan akan disimpan dalam sebuah database MySQL yang berada pada MySQL server sehingga data tidak hilang dan aman di dalam server. Selanjutnya akan di gunakan EPEL atau Extra Packages for Enterprise Linux. Dapat dilihat bahwa setiap komponen dalam sistem memiliki role nya masing-masing.

Tabel 2 : Rancangan Server Role Nama Fungsi Server Server Webserver Web Server

Mysql Mysql Server

4.3 Pembahasan

4.3.1 Konfigurasi Database Untuk Netdot

Netdot hadir dengan file konfigurasi yang Anda butuhkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Buat ofDefault.conf copy dengan nama site.conf:

sudo cp

/usr/local/src/netdot/etc/Default.conf /usr/local/src/netdot/etc/Site.conf

Kemudian, Anda dapat memodifikasi site.conf berkas untuk mencerminkan pilihan spesifik Anda.sudo vi /usr/local/src/netdot/etc/Site.conf Berkas lengkap tidak ditampilkan di sini. Anda harus mencari variabel berikut, dan memperbarui mereka agar sesuai dengan pengaturan Anda: DB_TYPE => 'mysql' untuk membuat database; harus menjadi root dalam banyak kasus

DB_DBA_PASSWORD: MySQL password untuk administrator

DB_DATABASE: nama database untuk netdot DB_NETDOT_USER: database user untuk netdot DB_NETDOT_PASS: passwor untuk database user netdot. Dengan hal ini tidak perlu membuat database Netdot atau pengguna secara manual. Proses instalasi akan membaca nilai dari file ini dan membuat database yang sesuai dan user.

Selanjutnya Apache harus di restart untuk dapat memperbarui konfigurasi

sudo systemctl restart httpd.service

4.3.2 Instalasi Netdot

Langkah selanjutnya adalah proses instalasi Netdot yang diawali dengan pengenalan database yang sebelumnya telah dibuat pada langkah sebelumnya. sudo make installdb

Kemudian instal netdot dengan perintah sudo make install

PREFIX=/usr/local/netdot

APACHEUSER=apache APACHEGROUP=apache

Setelah proses instalasi selesai, maka selanjutnya adalah konfigurasi server Apache.Salin file

konfigurasi di direktori dengan pengaturan Apache: sudo cp

/usr/local/netdot/etc/netdot_apache24_ local.conf /etc/httpd/conf.d/

(5)

sudo systemctl restart httpd.service

Proses instalasi Netdot telah selesai dan Netdot dapat di akses melalui web browser dengan mengakses ip server yaitu 192.168.1.1

Gambar 1 Tampilan Halaman Netdot 4.3.3 Pengujian

Dalam tahapan ini penulis akan menguji sistem netdot dalam memanagement dan memonitoring jaringan dengan menggunakan jaringan lokal area network.

Gambar 2 Halaman Web Interface Netdot

Interface dari sistem Netdot adalah cukup sederhana. Pertama penulis perlu menambahkan perangkat jaringan dengan mengetikkan perintah /usr/local/netdot/bin/updatedevices.pl -H your_server_ip -I -c snmp community

Misalnya, Anda dapat menambahkan server di mana Netdot diinstal dengan perintah ini:

/usr/local/netdot/bin/updatedevices.pl -H localhost -I -c public

Selanjutnya, lakukan pemindaian perangkat untuk subset yang diberikan dalam pengaturan :

/usr/local/netdot/bin/updatedevices.pl –B 111.111.111.0/24 -I -c snmp

Community.

Kemudian setelah selesai, maka konfigurasi akan seperti tampak seperti pada gambar 3

Gambar 3Proses Managemen Dengan Netdot Pada bagian ini dapat dilihat detail daripada informasi umum tentang perangkat: pemiliknya, lokasi, sistem operasi, dan informasi manajemen. Anda juga dapat menambahkan komentar dan atribut khusus. Beberapa informasi dapat diperoleh secara otomatis, dan beberapa informasi harus dimasukkan secara manual. Dalam hal ini bantuandapat di temukan fpada salah satu parameter hanya dengan mengklik headernya. Sebagai contoh, klik pada judul "First Discovered" Anda akan melihat jendela pop-up berikut:

(6)

Gambar 5 Tampilan Managemen Interface Pada bagian ini dapat dilihatt dan mengedit informasi tentang antarmuka perangkat ini seperti, nama, kecepatan, status, perangkat yang terhubung dengan interface ini. Dan dapat dilihat juga informasi rinci antarmuka dengan mengklik nomor atau namanya.

Gambar 6Managemen Interface

Selain Management interface, Netdot juga dapat memanagemen ip address di dalam suatu jaringan. Untuk dapat masuk ke halaman tersebut, klik tab managemen dan pilih IP

Gambar 7 Tampilan Managemen IP Pada bagian ini Anda dapat melihat informasi tentang semua alamat IP yang ditemukan pada perangkat bersama-sama dengan subnet mereka termasuk dalam, antarmuka perangkat di mana mereka ditemukan, dan secara opsional nama DNS

mereka. Anda juga dapat menghubungkan layanan (HTTP, DNS, MySQL, dll) ke alamat yang sesuai.Didalam Netdot juga dapat membuat atau melihat topologi jaringan yang digunakan di dalam jaringan. Netdot secera otomatis membuat desain topologi jaringan tersebut berdasarkan data-data dari setiap interface yang terhubung dengan setiap komputer. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8

Gambar 9 Topologi Jaringan dengan Netdot \

Jikasalah satu kotak dalam diagramdiklik, Anda akan melihat peta rinci dari subnet yang sesuai seperti tampak pada gambar 10

Gambar 10 Rincian Subnet Topologi Jaringan Angka ini menunjukkan bahwa alamat pertama dan terakhir dari jaringan secara otomatis dilindungi. Alamat 1-63 digunakan untuk DHCP. Alamat yang telah statis ditugaskan untuk host atau interface perangkat ditandai merah. Alamat yang belum ditetapkan sebagai statis atau dinamis, namun telah terlihat pada jaringan, ditandai biru. Tersedia alamat ditandai hijau.

V. KESIMPULAN

(7)

1. Telah berhasil dibangun sistem sistem dokumentasi jaringan dengan memanfaatkan sistem operasi open source ubuntu server dan netdot dalam jaringan lokal area network. 2. Dengan adanya sistem dokumentasi jaringan,

seluruh aktivitas di dalam jaringan lokal area network dapat dengan mudah diatu dan di awasi oleh administrator jaringan.

3. Permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam jaringan lebih cepat di ketahui dan dapat di perbaiki.

DAFTAR PUSTAKA

[1]Cisco Systems. (2008). “Internetworking Technologies Handbook Fourth Edition”. USA. Cisco Press.

[2] Douglas Mauro, Kevin Schmidt. (2008). “Essential SNMP, 2nd Edition”. O'Reilly & Associates, Inc

[3] Pantić, a Zoran, 2012, Guidelines for Building a Private CloudInfrastructure, IT, Denmark, University of Copenhagen

[4] Pranata, A. (2011). “Rancang Bangun Server Learning Management System Dengan Metode Load Balancing”. Surabaya, Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS.

[5] SANS Institute. (2011). “ System And Network Documentation”. Global Information Assurance Certification Paper.USA

[6] Sinto. (2012). “ Desain Dan Implementasi Service Oriented Architecture Menggunakan Private Cloud Computing Berbasis Open Source Pada PT Thamrin Brothers”. Palembang, Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech

Gambar

Tabel 1 OSI Layer
Gambar 4 Tampilan Jika Perangkat Ditemukan
Gambar 9 Topologi Jaringan dengan Netdot \

Referensi

Dokumen terkait

Setelah adanya aplikasi ini, sistem belajar mengajarpun dapat dilakukan di luar lingkungan sekolah dan tidak dibatasi oleh waktu sehingga memudahkan siswa maupun guru

Analisa sistem pada “Implementasi Integrasi Jaringan IPv4 dan Jaringan IPv6 Pada Local Area Network (LAN) Dengan Sistem Tunneling, yaitu dengan cara mengamati unjuk

Analisa sistem pada “Implementasi Integrasi Jaringan IPv4 dan Jaringan IPv6 Pada Local Area Network (LAN) Dengan Sistem Tunneling, yaitu dengan cara mengamati unjuk kerja

2.1 cukup mudah sehingga akan memudahkan para admin jaringan dalam

User dapat melihat live streaming dan melakukan konfigurasi pada IP camera serta dapat melihat video hasil rekaman IP camera yang disimpan kedalam server pada jaringan router

Seiring dengan kenyataan inilah, peneliti tertarik untuk mengkaji dan mengetahui lebih mendalam tentang sejauh mana implementasi regulasi sistem stasiun jaringan dalam melaksanakan

Dalam penelitian ini menggunakan packet tracer 5.3.2 Cisco sebagai simulator dalam melakukan konfigurasi sehingga menghasilkan keamanan jaringan yang dapat terkendali dan sesuai dengan

Setelah melakukan konfigurasi RouterBoard agar dapat berfungsi sebagai jaringan wireless dan membaginya pada access point, selanjutnya akan dilakukan konfigurasi tambahan yakni