• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN ANALISIS REGRESI TUGAS UJIAN AKH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN ANALISIS REGRESI TUGAS UJIAN AKH"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

ANALISIS REGRESI

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER

(PEMILIHAN MODEL REGRESI TERBAIK dan UJI ASUMSI KLASIK)

Dosen Pengampu:

Naomi Nessyana Debataraja, M.Si

LAILI IZZATI

NIM H1091141041

JURUSAN MATEMATIKA

PROGRAM STUDI STATISTIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Statistik merupakan data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Statistik juga dapat digunakan untuk menguji suatu hipotesis dengan kebenaran secara ilmiah yang sering disebut dengan statistik inferensial. Statistik parametrik merupakan salah satu macam statistik, yang salah satu fungsinya untuk menghitung korelasi atau pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya yang tercakup dalam regresi linear berganda. Tujuannya adalah agar bisa menjalankan bisnis dengan efektif dan efisien. Dan salah satu dari ilmu statistik yang mendukung hal tersebut adalah statistik parametrik pada regresi linear berganda .

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita temui bahwa nilai suatu variabel (Y) dipengaruhi oleh nilai variabel lain (X), atau berkaitan dengan nilai variabel lain. Bentuk hubungan antar kedua variabel tersebut adalah persoalan yang akan kita bahas dalam analisis regresi dan korelasi. Sebagai contoh, kita mungkin tertarik untuk meneliti hubungan antara pola konsumsi seseorang dalam suatu komunitas tertentu (Y) dengan penghasilannya per bulan (X). Dalam setiap kasus di atas, variabel Y merupakan variabel dependen atau variabel respons yang nilai-nilainya tergantung pada nilai-nilai variabel X, yang disebut sebagai variabel independen atau variabel bebas. Analisis regresi digunakan untuk membangun suatu model matematis untuk menjelaskan bentuk hubungan antar kedua variabel tersebut (jika hubungan tersebut ada). Terkait permasalahan yang melatarbelakangi permasalahan tersebut penulis ingin melakukan sebuah pengkajian pada sebuah kasus terhadap faktor yang mempengaruhi Berat Badan terhadap komposisi tubuh. Dari permasalahan tersebut kemudian akan dilakukan pemilihan model regresi terbaik dan uji asumsi klasik.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan Analisis Regresi Berganda terhadap Pemilihan Model Regresi terbaik dan Uji Asumsi Klasik pada sebuah kasus pengaruh hubungan berat badan pada seseorang melalui monitoring evaluasi komposisi tubuh terhadap beberapa variabel dengan menggunakan acuan monitoring pada sebuah Independent Distributor Agent HERBALIFE Nutrition.

1.3 Tujuan Penulisan

(3)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Regresi Berganda

Dalam hal ini analisis regresi berganda merupakan teknik statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara 1 variabel terikat (variabel dependen/variable kriterian = Y) dengan beberapa variabel bebas/independen/prediktor (X1, X2, X3, ...Xn).

Penyimpangan yang sering terjadi pada analisis regresi linear berganda adalah eror yang tidak berdistribusi normal dan adanya gejala heterokedastisitas. Estimasi yang peneliti ciptakan melalui model regresi linier berganda (multiple regression) yang akan memberikan hubungan antar beberapa variabel lainnya. Tetapi hasil regresi tidak secara otomatis dapat memberikan hubungan yang signifikan. Model regresi linier berganda (multiple regression) dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi Kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). BLUE dapat dicapai bila memenuhi Asumsi Klasik. Peneliti harus mengetahui sifat - sifat estimator dan menunjukkan beberapa asumsi dasar di dalam dataset. Sebuah model disebut sebagai model yang baik jika memenuhi beberapa asumsi yang disebut dengan asumsi klasik (classical assumptions).

Dengan demikian ada beberapa uji yang harus dilakukan sebelum pengujian hipotesis dalam model regresi yaitu :

1. Uji Normalitas

1. Carilah data yang terdiri dari 1 variabel tidak bebas ( Y ) dan minimal 4 variabel bebas (X1,

X2, X3, X4. Dengan banyaknya data minimal 30 ( Data Kuantitatif )

2. Lakukanlah pemilihan model terbaik.

3. Lakukan uji asumsi klasik pada data tersebut (uji normalitas eror, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas, dan uji multikolinearitas)

KASUS

Ingin diprediksi mengenai pengaruh hubungan yang terjadi pada berat badan seseorang melalui monitoring evaluasi komposisi tubuh terhadap beberapa variabel dengan menggunakan acuan monitoring pada sebuah Independent Distributor Agent HERBALIFE Nutrition. Berdasarkan hasil survei terhadap 30 responden, terkait beberapa variabel yang memenuhi diantaranya:

1. Y adalah Berat Badan

2. X1 adalah Kadar Lemak yang mana merupakan faktor yang dapat mempengaruhi berat badan serta fungsi kerja sistem pada tubuh melalui penumpukan lemak yang terjadi dalam tubuh seseorang (dalam %)

(4)

4. X3 adalah Massa Otot yang dapat mempengaruhi berat badan pada seseorang dengan tetap memperhatikan kadar lemak secara rendah,tinggi, maupun normal (dalam kilogram)

5. X4 adalah Tinggi Badan seseorang yang dalam hal ini diukur menggunakan (cm)

DATA

Berikut merupakan hasil data Berat Badan seseorang yang dilakukan terhadap 30 responden:

Tabel.1. Berat Badan Terhadap Monitoring Komposisi tubuh

Dengan data yang ada, kita dapat

mengestimasi fungsi berat badan terhadap evaluasi monitoring adalah:

Ŷi = a+ b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + error

Berdasarkan data yang telah kita peroleh tersebut langkah selanjutnya yang akan dilakukan terhadap beberapa analisis regresi pada SPSS ialah seperti berikut :

1. Statistik Deskriptif

(5)

Berdasarkan data yang telah diperoleh sebelumnya , diperoleh statistik deskriptif-nya yakni sebagai berikut :

Tabel.1.1. Descriptive Statistics 2. Persamaan Regresi Linear

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) -122.377 44.294 -2.763 .011

Kadar Lemak (%) .165 .352 .101 .469 .643

Kadar Air (%) -.979 .401 -.555 -2.441 .022

Massa Otot (kg) .023 .135 .024 .173 .864

Tinggi Badan (cm) 1.474 .263 .938 5.607 .000

a. Dependent Variable: Berat Badan (kg)

Tabel.2.1. Menentukan Persamaan Regresi

Selanjutnya dari keempat variabel yang telah dilakukan pada SPSS tersebut, maka diperoleh persamaan regresi : Y = -122,337 + 0,165X1 – 0,979X2 +0,023X3 + 1.474X4

3. Pemilihan Model Terbaik

Dalam studi kasus yang dilakukan, maka pemilihan model terbaik yang digunakan adalah dengan menggunakan model Backward Elimination, sehingga diperoleh hasil outputnya sebagai berikut :

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Berat Badan (kg) 30 35.30 81.30 63.2767 12.92623

Kadar Lemak (%) 30 16.40 43.60 28.5400 7.92302

Kadar Air (%) 30 37.70 62.10 54.6767 7.33134

Massa Otot (kg) 30 17.50 58.60 35.5867 13.47692

Tinggi Badan (cm) 30 140 171 158.47 8.224

(6)

Tabel.3.1 Pemilihan Model Regresi Terbaik

Dari tabel diatas, diketahui variabel yang mempengaruhi yaitu variabel X2 dan X4 dimana X2 merupakan Kadar Air dan X4 merupakan Tinggi Badan .

Tabel.3.2 Pengaruh Nilai R

Berdasarkan tabel tersebut dapat ditunjukkan beberapa hal yakni :

Variables Entered/Removeda

Model Variables Entered Variables Removed Method

1

Tinggi Badan (cm), Massa Otot (kg), Kadar Lemak (%), Kadar Air (%)b

. Enter

2 . Massa Otot (kg)

Backward (criterion: Probability of F-to-remove >= .100).

3 . Kadar Lemak (%)

Backward (criterion: Probability of F-to-remove >= .100).

a. Dependent Variable: Berat Badan (kg) b. All requested variables entered.

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the

Estimate

1 .809a .655 .600 8.18035

2 .809b .654 .614 8.02631

3 .807c .651 .626 7.90947

a. Predictors: (Constant), Tinggi Badan (cm), Massa Otot (kg), Kadar Lemak (%), Kadar Air (%) b. Predictors: (Constant), Tinggi Badan (cm), Kadar Lemak (%), Kadar Air (%)

(7)

a. Angka R sebesar 0,807 menunjukan bahwa hubungan antara berat badan dengan variable Kadar Air dan berat badan.

b. Angka R square sebesar 0,651 atau sebesar 65,1% menunjukkan bahwa hubungan antara Berat Badan dengan variable Kadar Air dan Berat Badan seseorang tidak begitu kuat. Karena masih banyak factor atau sebesar 34,9% dipengaruhi oleh factor-faktor diluar itu.

Tabel.3.3 Hasil Output pada Regresi Residual Total

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 3172.582 4 793.146 11.852 .000b

Residual 1672.951 25 66.918

Total 4845.534 29

2

Regression 3170.570 3 1056.857 16.405 .000c

Residual 1674.964 26 64.422

Total 4845.534 29

3

Regression 3156.420 2 1578.210 25.227 .000d

Residual 1689.114 27 62.560

Total 4845.534 29

a. Dependent Variable: Berat Badan (kg)

b. Predictors: (Constant), Tinggi Badan (cm), Massa Otot (kg), Kadar Lemak (%), Kadar Air (%) c. Predictors: (Constant), Tinggi Badan (cm), Kadar Lemak (%), Kadar Air (%)

(8)

Dengan uji F tersebut ternyata diperoleh nilai F-hitungnya ialah sebesar 25,227 dengan signifikansi uji sebesar 0,000. Karena signifikansi uji nilainya lebih kecil dari 0,05 maka terdapat hubungan antara Berat Badan dengan variable Komposisi Jumlah Persentase Kadar Air dan Tinggi Badan pada berat badan seseorang.

Berdasarkan tabel diatas, maka diperoleh persamaan regresi :

^

Y = -110,538 -1,134X2+ 1.488X4 + e UJI ASUMSI KLASIK

a. Uji Normalitas Eror

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 30

Normal Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation 7.63186062

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) -122.377 44.294 -2.763 .011

Kadar Lemak (%) .165 .352 .101 .469 .643

Kadar Air (%) -.979 .401 -.555 -2.441 .022

Massa Otot (kg) .023 .135 .024 .173 .864

Tinggi Badan (cm) 1.474 .263 .938 5.607 .000

2

(Constant) -124.510 41.752 -2.982 .006

Kadar Lemak (%) .162 .345 .099 .469 .643

Kadar Air (%) -.995 .384 -.564 -2.593 .015

Tinggi Badan (cm) 1.499 .217 .954 6.917 .000

3

(Constant) -110.538 28.806 -3.837 .001

Kadar Air (%) -1.134 .238 -.643 -4.761 .000

Tinggi Badan (cm) 1.488 .212 .947 7.009 .000

(9)

Most Extreme Differences

Absolute .089

Positive .070

Negative -.089

Kolmogorov-Smirnov Z .486

Asymp. Sig. (2-tailed) .972

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai signifikansi uji sebesar 0,972 > 0,05 yang berarti dapat dikategorikan data tersebut berdistribusi secara normal.

b. Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the

Estimate

Durbin-Watson

1 .807a .651 .626 7.90947 .912

a. Predictors: (Constant), Tinggi Badan (cm), Kadar Air (%)

b. Dependent Variable: Berat Badan (kg)

Karena nilai durbin-Watson diperoleh sebesar 0,912 maka dapat dikatakan data tersebut tidak terjadi Autokorelasi

c. Multikolinearitas

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

t Sig. Collinearity

Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) -110.538 28.806 -3.837 .001

Kadar Air (%) -1.134 .238 -.643 -4.761 .000 .707 1.414

Tinggi Badan

(cm) 1.488 .212 .947 7.009 .000 .707 1.414

(10)

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat pada kolom VIF, dari semua variable tidak terdapat nilai yang lebih besar dari 10. Sehingga dapat dikatakan pada kasus tersebut tidak terjadi masalah multikolinearitas.

d. Heterokedastisitas

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 3.555 15.616 .228 .822

Kadar Air (%) .078 .129 .137 .602 .552

Tinggi Badan (cm) -.010 .115 -.019 -.083 .934

a. Dependent Variable: ABRESID

Berdasarkan tabel diatas pada nilai signifikansi uji semua variable diatas 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak terjadi heterokedastisitas.

INTERPRETASI DATA

Berikut merupakan hasil interpretasi berdasarkan hasil ouput yang diperoleh.

Dari persamaan regresi linear berganda dengan model terbaik maka diperoleh nilai estimasi seperti berikut :

^

Y = -110,538 -1,134X2+ 1.488X4 + e

Dengan persamaan tersebut berarti dapat kita artikan bahwa:

Berat Badan = -110,538 -1,134 (Kadar Air) +1,488 (Tinggi Badan) + e - Nilai a= -110,538

Tanpa adanya kadar air (X2) dan Tinggi Badan (X4), maka besarnya output (Y) adalah -110.538 satuan.

- Nilai b1= -1,134

Hubungan antara nilai kadar air (X2) dengan hasil output (Y) jika tinggi badan (X4) konstan adalah negatif, atau setiap kenaikan kadar air sebesar satu satuan, maka output akan mengalami penurunan sebesar – 1,134 satuan.

(11)

air putih yang banyak (bukan air berkalori). Nah ini juga salah satu cara untuk menahan diri untuk tidak ngemil di luar jam makan. Pertambahan 1% Kadar Air seseorang maka akan mengurangi 1,134 berat badannya.

- Nilai b2= +1,488

Referensi

Dokumen terkait

Tapi dalam masa yang sama beliau tidak dapat menolaknya sebagai aksiom kerana jika beliau menolak maka haruslah empat yang lain itu boleh digunakan untuk pembuktian yang lima ini..

Pada jenis rule fuzzy tipe pertama setiap fungsi keanggotaan mempunyai hasil yang berbeda satu sama lain, hal ini dikarenakan syarat untuk pergeseran NEFPROX berbeda

Namun rotasi kerja tersebut, memunculkan banyak keluhan karyawan yang berhubungan dengan kondisi kerja baru, antara lain menyesuaikan diri dengan orang baru dan

Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan dari sisi profitabilitas perusahaan penerima penghargaan Indonesia

Strategi coping yang digunakan ibu hamil tersebut dapat menekan masalah kecemasan ibu hamil yang mengalami anemia, sesuai dengan penelitian Rahmawati (2013) bahwa

Dengan populasi penelitan adalah seluruh peserta didik di kelas VII SMP Muhammadiyah Sibabangun yang berjumlah 44 orang peserta didik dan yang menjadi sampel penelitian adalah

"Implementasi Dakwah Islam Melalui Seni Musik Islami Studi Deskriptif Pada Grup Nasyid EdCoustic." TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education 2.1 2015 Malihatin, Hanik,