• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Kualitas Tidur pada Kelompok Obesitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Kualitas Tidur pada Kelompok Obesitas"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA KELOMPOK OBESITAS

OLEH: YOSUA C.R.N.

120100141

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

OLEH: YOSUA C.R.N.

120100141

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)
(4)
(5)

ii

mengurangi pengeluran energi melalui aktivitas olahraga sehingga hal tersebut mendukung

terjadinya obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kualitas tidur pada orang-orang obesitas.

Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan data diambil mulai bulan Oktober 2015 sampai dengan November 2015 di tempat-tempat umum di kota Medan. Data diperoleh melalui pemeriksaan fisik (Pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh), kuesioner PSQI, kuesioner Berlin, dan kuesioner aktifitas fisik.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 78 orang (78%) dinyatakan memiliki kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk lebih banyak dijumpai pada jenis kelamin laki-laki (81,4%) dan pada usia dewasa awal (78%). Dari 100 orang obesitas diperolah bahwa sebanyak 71 orang (71%) dinyatakan sebagai golongan risiko tinggi menderita OSA dan sebanyak 74 orang (74%) orang obesitas

tergolong jarang berolahraga.

Kesimpulan: Kualitas tidur pada orang obesitas tergolong buruk dan disertai dengan risiko tinggi OSA serta aktifitas fisik yang kurang. Disarankan pada kelompok obesitas

agar memerhatikan dan mencapai kualitas tidur yang baik serta meningkatkan kebiasaan olahraga.

(6)

ABSTRACT

Background: It has been found that sleep has wide implications in human body. Previous studies suspected that poor sleep quality was able to induce obesity; furthermore,

obesity was also able to worsen the previous poor sleep quality through the various sleep

disorder that was strongly related with obesity. One of the strongly-obesity-related sleep disorder is Obstructive Sleep Apnoea. Poor sleep quality was also suspected to reduce

body’s energy expenditure from exercise activity; then, this situation would induce obesity. This research was conducted to assess sleep quality in obese people.

Method: This study is a descriptive study with cross-sectional approach with sample size

of 100 obese. The data was collected from October 2015 until November 2015 in some public spots in Medan. Data was obtained by doing physical examination (body mass index), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Berlin’s questionnaire, and physical activity questionnaire.

Result: This research showed that 78 obese people (78%) had a poor sleep quality. Poor sleep quality was more common in male group (81.4%) and in young adults group

(78%). From 100 obese people, it was found that 71 people (71%) was a high-risk of OSA and 74 people (74%) was categorized as lack of physical activity.

Conclusion: Overall sleep quality in obese people was mostly poor with a high-risk of OSA also with a lack of physical activity. We suggest the obese people to pay attention and try to achieve good sleep quality and also to increase physical activity through routine exercise.

Keywords: Sleep quality, Obesity, PSQI, Berlin’s questionnaire, OSA

(7)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini, yang merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan program pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Karya tulis ilmiah ini berjudul “Gambaran Kualitas Tidur pada Kelompok Obesitas”. Dalam penyelesaian penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan ucapan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

1. Prof.Dr.dr. Rozaimah Zain-Hamid, MS, Sp.FK, selaku dosen pembimbing yang dengan sepenuh hati telah membimbing dan mengarahkan penulis sejak perencanaan penelitian hingga selesainya laporan hasil penelitian ini.

2. dr. Iman Helmi Effendi, M.Ked(OG), Sp.OG(K) selaku dosen penguji I dan dr. Hiro Hidayah, M.Ked(OG), Sp.OG selaku dosen penguji II pada seminar

hasil yang telah bersedia menguji dan memberikan masukan serta saran kepada penulis.

3. Kedua orang tua saya, Bapak Gindo Napitupulu dan Ibu Erita Sitohang atas doa, perhatian, dan dukungan kepada penulis.

4. Kepada teman-teman saya khususnya Theodore Gabriel dan Brian Franco G.M. atas bantuan dan dukungannya kepada penulis.

5. Kepada rekan-rekan satu bimbingan, Yolanda Octaviana dan Norlaily Sakinah, atas dukungan, saran, kebersamaan, dan kerjasamanya selama ini.

(8)

DAFTAR ISI

2.1.5 Irama Sirkadian dan Tidur ... 9

2.1.6 Kualitas Tidur... 10

2.1.7 Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)... 14

2.2 Obesitas 2.2.1 Definisi Obesitas ... 15

2.2.2 Etiologi Obesitas ... 15

2.2.3 Mekanisme Terjadinya Obesitas ... 18

(9)

vi

2.5.3 Olahraga dan Kualitas Tidur ... 28

2.6 Hubungan kualitas tidur, obesitas, OSA, dan Kebiasaan olahraga ... 29

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1 Kerangka Konsep Penelitian... 30

3.2 Definisi Operasional ... 30

BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian ... 34

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 34

4.2.1 Lokasi Penelitian ... 34

4.2.2 Waktu Penelitian ... 34

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 34

4.3.1 Populasi ... 34

4.3.2 Sampel ... 34

4.3.3 Kriteria Inklusi dan Ekslusi ... 35

4.4 Etika Penelitian ... 36

4.5 Ethical Clearance ... 37

4.6 Teknik Pengumpulan Data ... 37

4.7 Instrumen Penelitian ... 38

4.8 Metode Pengolahan dan Analisis Data ... 39

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian ... 40

5.1.1 Deskripsi lokasi penelitian ... 40

5.1.2 Deskripsi karakteristik responden ... 40

5.2 Hasil analisis data dan pembahasan ... 41

(10)

5.2.1.6 Efisiensi tidur dengan mendengkur ... 45

5.2.1.7 Distribusi frekuensi gejala EDS ... 45

5.2.1.8 Distribusi frekuensi kualitas tidur subjektif ... 46

5.2.1.9 Distribusi frekuensi faktor risiko OSA ... 46

5.2.1.10 Distribusi frekuensi kebiasaan olahraga... 47

5.2.1.11 kebiasaan olahraga dengan kualitas tidur ... 47

5.2.2 Pembahasan ... 48

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ... 55

6.2 Saran... 55

(11)

viii

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman

2.1 Karakteristik Tahapan tidur berdasarkan gambaran EEG 8

2.2 Kesehatan tidur dan dampak-dampaknya 12

2.3 Hormon yang meregulasi asupan makan 19

5.1 Karakteristik sampel 41

5.2 Distribusi Frekuensi Kualitas Tidur berdasarkan jenis kelamin 42

5.3 Distribusi Frekuensi Kualitas tidur berdasarkan usia 43

5.4 Distribusi Frekuensi Kualitas tidur pada kelompok obesitas 43

5.5 Distribusi Frekuensi Kuantitas tidur pada kelompok obesitas 44

5.6 Distribusi Frekuensi efisiensi tidur pada kelompok obesitas 44

5.7 Efisiensi tidur dengan gejala mendengkur 45

5.8 Gejala EDS pada kelompok obesitas 46

5.9 Kualitas tidur subjektif pada kelompok obesitas 46

5.10 Distribusi frekuensi faktor risiko OSA 47

5.11 Distribusi frekuensi kebisaan olahraga 47

(12)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman

2.1 Dimensi dalam Tidur 10

2.2 Regulasi Sistem Oreksin 20

2.3 Kualitas tidur dengan Obesitas 22

2.4 Hubungan Obesitas dengan OSA 25

2.5 Hubungan kualitas tidur, obesitas, OSA, dan kebiasaan olahraga 29

(13)

x

Depkes RI Departemen Kesehatan Republik Indonesia

ECG Electrocardiogram

SPSS Statistical Product and Service Solutions TNF-α Tumor Necrosis Factor- α

VLPO ventrolateral preoptic area

WHO World Health Organization

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar riwayat hidup Lampiran 2 Ethical Clearance Lampiran 3 Izin penelitian Lampiran 4 Lembar penjelasan

Lampiran 5 Lembar persetujuan subjek penelitian

Lampiran 6 Data induk responden dan kuesioner aktivitas fisik Lampiran 7 Kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) Lampiran 8 Kuesioner Berlin

Lampiran 9 Rincian biaya penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini berlaku bagi anak sumbang yang lahir dari luar perkawinan, ini berbeda jika perkawinan sedarah ini dilakukan dengan sah, maka anak sumbang ini mendapatkan hak waris yang

Pembelajaran melibatkan hubungan edukatif antara guru dan peserta didik. Hubungan tersebut bertujuan membentuk pribadi- pribadi peserta didik yang penuh

Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 4/POJK.03/2015 Tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat, Self Assessment Pelaksanaan Tata

Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mengukur risiko pembiayaan dan mengukur potensi kerugian yang mungkin terjadi pada pembiayaan sektor pertanian di BPRS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalis jumlah anggota (X1), jumlah simpanan anggota (X2) jumlah aset koperasi (X3), jumlah modal (X4) dan jumlah pendapatan (X5)

Hal yang penting dilakukan untuk meningkatkan keandalan dari material pada perbaikan kapal adalah dengan melakukan pencatatan untuk semua kegagalan yang berhubungan

Faktor kehandalan yang lainnya yang mempengaruhi kepuasan pelanggan puskesmas Tanjung Palas Utara adalah kompetensi dari dokter seperti dokter datang tepat waktu, kesiapan dokter

Dari hasil wawancara tidak terstruktur yang dilakukan, observasi non partisipan yang dilakukan serta dokumentasi maka akan didapatkan jawaban dari