• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Stres Kerja Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pt Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Stres Kerja Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pt Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan Chapter III V"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini berpendekatan kuantitatif, berjenis deskriptif dan asosiatif. Pendekatan kuantitatif dalam penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. Penelitian deskriptif bertujuan membuat deskripsi mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat suatu populasi atau daerah tertentu secara sistematik, faktual dan teliti (Ginting dan Situmorang, 2008:55). Sedangkan dikatakan sebagai penelitian asosiatif karena penelitian ini menghubungkan dua variabel atau lebih (Sugiyono 2003: 11)

Dengan demikian penelitian ini akan menjelaskan pengaruh stres kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan PT. Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan yang berlokasi di Jl. Pemuda No. 15, Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014 sampai dengan Juni 2014.

3.3 Batasan Operasional Variabel

Batasan operasional variabel dalam penelitian ini yaitu:

1. Variabel Independen (X) terdiri dari stres kerja (X1) dan motivasi (X2)

(2)

3.4 Definisi Operasional Variabel

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala

Stres

(3)

bekerja sama, 2. Kuantitas a. Pencapaian target

3. Pemanfaatan

Sumber: Munandar (2001: 381), Hasibuan 2005:48, Sastrohadiwiryo (2005:235), dan Schuller (2001:53) (diolah)

3.5 Skala Pengukuran Variabel

(4)

kelompok orang tentang fenomena sosial (Situmorang, 2012:6). Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2004:46). Skala likert menggunakan lima tingkatan jawaban sebagai berikut :

Tabel 3.2

Instrumen Skala Likert

Jawaban Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Kurang Setuju (KS) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber : Sugiyono (2004:124)

3.6 Populasi dan Sampel

Menurut Sugiyono (2004:72), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan divisi marketing PT. Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan yang berjumlah 58 orang.

(5)

populasi yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu”. Senada dengan itu, Sudjana (2005:6) mengemukakan bahwa sampel adalah “sebagian yang diambil dari populasi”.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut dapat Penulis simpulkan bahwa sampel adalah sebagian bagian dari populasi yang diambil dan dapat mewakili populasi tersebut.

Jadi, teknik yang digunakan untuk sampelnya adalah teknik sampling jenuh (sensus) dimana semua anggota populasi yaitu 58 orang digunakan sebagai sampel karena jumlah populasinya relatif kecil. (Sugiyono, 2005:78).

3.7 Jenis Data

Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu: 1. Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri secara langsung dari objek yang diteliti. Dalam hal ini, data diperoleh dari karyawan PT. Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan melalui kuesioner.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data -data yang berupa teori-teori dari buku pustaka dan sumber data berupa data target dan realisasi penyaluran kredit dan data penilaian kinerja PT. Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan.

3.8 Metode Pengumpulan Data

(6)

Daftar pertanyaan yang akan diisi oleh responden yang menjadi sampel. Dengan cara mengajukan daftar pertanyaan tersebut kepada karyawan PT. Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan .

2. Studi Dokumentasi

Teknik pengumpulan data dengan melakukan penelusuran terhadap dokumen-dokumen yang mendukung dengan cara peninjauan langsung objek yang di teliti guna memudahkan data yang diperoleh.

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas

3.9.1 Uji Validitas

Validitas dilakukan untuk menguji suatu kuesioner layak digunakan sebagai instrumen penelitian atau dengan kata lain menguji ketepatan alat ukur melakukan tugas mencapai sasarannya. Uji validitas dilakukan kepada 30 responden diluar sampel yakni karyawan PT. Bank Mandiri Area Medan Imam Bonjol. Alasan memilih PT. Bank Mandiri Area Medan Imam Bonjol karena perusahaan tersebut bergerak dibidang perbankan sama halnya dengan PT. Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 20 Kriteria dalam menggunakan validitas kuesioner adalah sebagai berikut :

1. Jika ≥ maka pertanyaan tersebut Valid 2. Jika ≤ r tabel maka pertanyaan tersebut tidak Valid

Tabel 3.3

(7)

No Butir Instrumen Nilai r Tabel Corrected Item-Total Correlation

Keterangan

1 a1 0,361 0.688 Valid

2 a2 0,361 0.636 Valid

3 a3 0,361 0.163 Tidak Valid

4 a4 0,361 0.502 Valid

5 a5 0,361 0.529 Valid

6 a6 0,361 0.485 Valid

7 a7 0,361 0.488 Valid

8 a8 0,361 0.567 Valid

9 a9 0,361 0.486 Valid

10 a10 0,361 0.618 Valid

11 a11 0,361 0.575 Valid

12 b1 0,361 0.480 Valid

13 b2 0,361 0.443 Valid

14 b3 0,361 0.626 Valid

15 b4 0,361 0.433 Valid

16 b5 0,361 0.760 Valid

17 b6 0,361 0.529 Valid

18 b7 0,361 0.673 Valid

19 b8 0,361 0.760 Valid

(8)

21 b10 0,361 0.055 Tidak Valid

22 b11 0,361 0.480 Valid

23 c1 0,361 0.443 Valid

24 c2 0,361 0.626 Valid

25 c3 0,361 0.760 Valid

26 c4 0,361 0.409 Valid

27 c5 0,361 0.724 Valid

28 c6 0,361 0.529 Valid

29 c7 0,361 0.673 Valid

30 c8 0,361 0.688 Valid

31 c9 0,361 0.591 Valid

32 c10 0,361 0.591 Valid

33 c11 0,361 0.567 Valid

Sumber: Hasil Penelitian, (2014) (data diolah)

Berdasarkan Tabel 3.3 diketahui bahwa butir pernyataan a3 dan b10 tidak valid karena nilai corrected item total correlation butir a3 dan b10 di bawah 0,361. Maka pernyataan dari butir tersebut harus dihapus dan setelah itu dilakukan pengujian kembali. Hasil pengujian kembali dapat dilihat pada Tabel 3.4:

Tabel 3.4

Hasil Uji Validitas

No Butir Instrumen Nilai r Tabel Corrected Item-Total Correlation

(9)

1 a1 0,361 0.705 Valid

2 a2 0,361 0.629 Valid

3 a4 0,361 0.485 Valid

4 a5 0,361 0.550 Valid

5 a6 0,361 0.486 Valid

6 a7 0,361 0.502 Valid

7 a8 0,361 0.561 Valid

8 a9 0,361 0.500 Valid

9 a10 0,361 0.606 Valid

10 a11 0,361 0.587 Valid

11 b1 0,361 0.482 Valid

12 b2 0,361 0.445 Valid

13 b3 0,361 0.638 Valid

14 b4 0,361 0.445 Valid

15 b5 0,361 0.757 Valid

16 b6 0,361 0.571 Valid

17 b7 0,361 0.659 Valid

18 b8 0,361 0.771 Valid

19 b9 0,361 0.587 Valid

20 b11 0,361 0.482 Valid

21 c1 0,361 0.445 Valid

(10)

23 c3 0,361 0.757 Valid

24 c4 0,361 0.413 Valid

25 c5 0,361 0.698 Valid

26 c6 0,361 0.571 Valid

27 c7 0,361 0.659 Valid

28 c8 0,361 0.705 Valid

29 c9 0,361 0.582 Valid

30 c10 0,361 0.582 Valid

31 c11 0,361 0.561 Valid

Sumber: Hasil Penelitian, (2014) (data diolah)

Berdasarkan data pada Tabel 3.4 diketahui bahwa setelah butir a3 dan b10 dihapus dan dilakukan pengujian kembali, semua butir pernyataan valid.

3.9.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Suatu variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach alpha > 0,80.

Tabel 3.5

Hasil Uji Reliabilitas

No Butir Instrumen Nilai

Cronbach’s

Alpha

Cronbach’s

Alpha if Item Deleted

(11)

1 a1 0,8 0.938 Reliabel

2 a2 0,8 0.938 Reliabel

3 a4 0,8 0.939 Reliabel

4 a5 0,8 0.939 Reliabel

5 a6 0,8 0.939 Reliabel

6 a7 0,8 0.939 Reliabel

7 a8 0,8 0.939 Reliabel

8 a9 0,8 0.939 Reliabel

9 a10 0,8 0.938 Reliabel

10 a11 0,8 0.938 Reliabel

11 b1 0,8 0.940 Reliabel

12 b2 0,8 0.941 Reliabel

13 b3 0,8 0.938 Reliabel

14 b4 0,8 0.940 Reliabel

15 b5 0,8 0.937 Reliabel

16 b6 0,8 0.939 Reliabel

17 b7 0,8 0.938 Reliabel

18 b8 0,8 0.937 Reliabel

19 b9 0,8 0.938 Reliabel

20 b11 0,8 0.940 Reliabel

21 c1 0,8 0.941 Reliabel

(12)

23 c3 0,8 0.937 Reliabel

No Butir Instrumen Nilai

Cronbach’s

Sumber: Hasil Penelitian, (2014) (data diolah)

Tabel 3.5 menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha if item deleted setiap butir instrumen lebih besar dari 0,80 sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap butir instrumen dinyatakan reliabel. Reliabilitas instrumen juga dapat dilihat pada Tabel 3.6 berikut:

(13)

.941 31 Sumber: Hasil Penelitian, (2014) (data diolah)

3.10 Teknik Analisis Data

1. Metode analisis deskriptif

Metode analisis deskriptif adalah suatu metode analisis dimana data yang telah diperoleh, disusun, dikelompokkan, dianalisis, kemudian diinterpretasikan secara objektif untuk memperoleh gambaran tentang masalah yang dihadapi dan untuk menjelaskan hasil perhitungan.

2. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis linier berganda digunakan untuk mengetahui berapa besar pengaruh variabel bebas (stres kerja dan motivasi) terhadap variabel terikat (kinerja karyawan PT. Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan). Adapun model persamaan yang digunakan:

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Dimana: Y = Kinerja Karyawan a = konstanta

b1, b2 = koefisien regresi X1 = variabel stres kerja X2 = variabel motivasi e = standar error

Syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi linier berganda sebelum data dianalisis adalah sebagai berikut :

(14)

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dalam bentuk lonceng. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yakni distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan.

2. Uji Heteroskedastisitas

Dilakukan untuk menguji apakah sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Jika varians sama, maka dikatakan homokedastisitas. Apabila varians berbeda, maka dikatakan terjadi heteroskedastisitas.

3. Uji Multikolinearitas

Artinya variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS.

3.11 Pengujian Hipotesis

1. Uji Fhitung (Uji Serentak/Simultan)

(15)

Ha : bi ≠ 0, artinya variabel bebas secara bersama -sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat.

Nilai F statistik akan dibandingkan dengan nilai F tabel dengan tingkat kesalahan (α) = 5%. Kriteria pengambilan keputusan yaitu:

H0 diterima bila Fhitung < Ftabel pada α = 5%

Ha diterima bila Fhitung > Ftabelpada α = 5%

2. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen. Semakin besar nilai koefisien determinasi, maka semakin baik kemampuan X menerangkan variabel Y.

3. Uji t (Uji parsial)

Uji ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel stres kerja (X1) dan motivasi (X2) secara individual (parsial) berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y).

Kriteria pengujiannya sebagai berikut :

H0 : bi = 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas

(X) terhadap variabel terikat (Y).

Ha : bi ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X)

terhadap variabel terikat (Y). Dengan kriteria pengambilan keputusan :

H0 diterima jika thitung<ttabelpada α = 5%

(16)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

Bank Mayapada didirikan pada tahun 1989 dengan nama PT Bank Mayapada International dan mulai beroperasi secara komersial sebagai bank umum swasta nasional pada tanggal 23 Maret 1990 berdasarkan Akta Notaris Misahardi Wilamarta, SH No. 196 tanggal 7 September 1989. Anggaran Dasar Bank Mayapada mendapat pengesahan oleh Departemen Kehakiman dengan Surat Keputusan No. C2-25 HT.01.01.TH 90 pada tanggal 10 Januari 1990 dan mendapat ijin operasi dari Menteri Keuangan dengan Keputusan No. 342/KMK.013/1990 tanggal 16 Maret 1990. Bank Mayapada memperoleh ijin sebagai Bank Devisa di tahun 1993 melalui Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 26/26/KEP/DIR tanggal 3 Juni 1993.

Bank Mayapada mengalami perubahan nama menjadi PT Bank Mayapada Internasional pada tahun 1995 dan Go Public pada tahun 1997. Dengan menjaga kualitas operasional perusahaan, pada tahun 2003 Bank Mayapada memperoleh Sertifikat Mutu ISO 9001:2000 dari Badan Sertifikasi Mutu Internasional SGS di bidang operasional. Mulai tahun 2005 sampai 2008, Bank Mayapada mendapatkan Award Predikat Bank Sangat Baik-Versi Infobank.

Perkembangan perusahaan ini terlihat sangat baik dan maju. Hal ini disebabkan perusahaan memiliki visi dan misi yang terus dipertahankan. Adapun visi dan misi Bank Mayapada adalah: Visi: Menjadi salah satu bank publik terkemuka di Indonesia yang fokus dalam ritel dan konsumer.

(17)

PT Bank Mayapada Internasional, Tbk saat ini mengoperasikan 123 kantor yang tersebar di beberapa ibukota provinsi. Jumlah karyawan saat ini sebanyak 1884 karyawan.

Sumber: Bank Mayapada

Gambar 4.1 Logo Bank Mayapada

Logo Bank Mayapada mewakili simbol dari bumi dan alam semesta dalam nuansa warna-warni hitam, merah, jingga, dan kuning. Bentuk huruf ramping, elegan dan berkesan modern. Visual logo terdiri dari tiga elemen. Elemen pertama adalah bumi, elemen kedua serta ketiga adalah gerakan alam semesta. Ketiga elemen tersebut diatas menunjukkan kebesaran Tuhan. Bumi melambangkan kekokohan pijakan Bank Mayapada yakni kesehatan bank. Sedangkan gerakan alam semesta dalam dua elemen menggambarkan profesionalisme dan kualitas pelayanan demi kepuasan nasabah. Nuansa warna hitam, merah, jingga dan kuning melambangkan bara kekuatan sekaligus pekermbangan. Berkembang dengan melangkah secara hati-hati, perlahan tetapi pasti. Ini diperkuat dengan format visual logo berupa elips yang memberikan kesan dinamis dan inovatif. Menggambarkan tekad dan semangat Bank Mayapada di dalam mencari hal-hal baru.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Analisis Deskriptif Responden

(18)

anggota populasi yaitu 58 orang digunakan sebagai sampel karena jumlah populasinya relatif kecil. Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner maka gambaran umum responden yaitu:

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin:

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin f %

Laki-Laki 42 72,41

Perempuan 16 27,58

Total 58 100

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Berdasarkan data pada Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden laki-laki sebanyak 42 orang (72,41%) dan perempuan sebanyak 16 orang (27,58%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan adalah laki-laki. Jumlah karyawan laki-laki lebih banyak karena pekerjaan marketing merupakan pekerjaan yang aktivitasnya banyak dilaksanakan di lapangan demi pencapaian target yang dibebankan. Oleh karena itu, pekerjaan ini menuntut ketahanan fisik dan mental karyawan dalam bekerja. Itu sebabnya laki-laki lebih diutamakan dalam mengemban pekerjaan sebagai marketing.

(19)

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Umur f %

20-25 Tahun 17 29,31

26-30 Tahun 38 65,51

> 30 Tahun 3 5,17

Total 58 100

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Berdasarkan data pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa responden yang berumur antara 20-25 tahun sebanyak 17 orang (29,31%), umur 26-30 tahun sebanyak 38 orang (65,21%), dan yang berumur lebih dari 30 tahun sebanyak 3 orang (5,17%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan memiliki umur antara 26-30 tahun.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja:

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Masa Kerja f %

< 1 Tahun 17 29,31

≥ 1 Tahun 41 70,68

Total 58 100

(20)

Berdasarkan data pada Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa responden yang bekerja kurang dari 1 tahun sebanyak 17 orang (29,31%) dan karyawan yang bekerja selama lebih dari atau sama dengan 1 tahun sebanyak 41 orang (70,68%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan telah bekerja lebih dari atau sama dengan 1 tahun.

4.2.2 Analisis Deskriptif Variabel

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala likert untuk menanyakan tanggapan karyawan tentang pengaruh stres kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan. Adapun tanggapan responden terhadap butir-butir pernyataan dari setiap variabel penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.4, Tabel 4.5, dan Tabel 4.6:

Tabel 4.4

Distribusi Pendapat Responden Terhadap Variabel Stres Kerja

Butir

SS S KS TS STS Total

f % f % f % f % f % f %

(21)

8 0 0 5 8,6 23 39,7 24 41,4 6 10,3 58 100 9 0 0 0 0 18 31,0 25 43,1 15 25,9 58 100 10 0 0 3 5,2 28 48,3 18 31,0 9 15,5 58 100 Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Berdasarkan data pada Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa:

1. Pernyataan (pekerjaan saya di lapangan sangat melelahkan) mendapatkan tanggapan 19 orang (32,8%) menyatakan setuju, 10 orang (17,2%) menyatakan kurang setuju, 24 orang (41,4%) menyatakan tidak setuju, dan 5 orang (8,6%) menyatakan sangat tidak setuju. Jawaban setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan merasa lelah dengan pekerjaan lapangan. Ini menunjukkan bahwa sebagian karyawan tidak memiliki fisik yang kuat. Tetapi, sebagian besar karyawan tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan merasa pekerjaan lapangan tidak melelahkan.

(22)

berat sehingga mengganggu kondisi fisik dan menimbulkan efek mengantuk pada saat bekerja.

3. Pernyataan (saya sering mengalami pusing akibat bekerja terlalu lama) mendapatkan tanggapan 18 orang (31%) menyatakan setuju, 12 orang (20,7%) menyatakan kurang setuju, 19 orang (32,8%) menyatakan tidak setuju, dan 9 orang (15,5%) menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan tidak sering mengalami pusing akibat bekerja terlalu lama. Jawaban setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan yang sering pusing akibat bekerja terlalu lama. Ini menunjukkan bahwa sebagian karyawan memiliki kondisi fisik yang lamah sehingga ketika bekerja terlalu lama menimbulkan masalah pusing kepala.

4. Pernyataan (saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya) mendapatkan tanggapan 19 orang (32,8%) menyatakan kurang setuju, 34 orang (58,6%) menyatakan tidak setuju, 5 orang (8,6%) menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan tidak merasakan jenuh dengan pekerjaannya. Ini menunjukkan bahwa walaupun pekerjaan mampu mengganggu kondisi fisik sebagian karyawan, akan tetapi tidak berpengaruh kepada meningkatnya rasa jenuh terhadap pekerjaan.

(23)

mengalami penurunan semangat kerja. Walaupun beban kerja mampu mengganggu kondisi fisik sebagian karyawan, akan tetapi semangat kerja tidak mengalami penurunan.

6. Pernyataan (pekerjaan yang melelahkan mampu meningkatkan emosi saya) mendapatkan tanggapan 18 orang (31%) menyatakan setuju, 9 orang (15,5%) menyatakan kurang setuju, 20 orang (34,5%) menyatakan tidak setuju, dan 11 orang (19%) menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan tidak mengalami peningkatan emosi walaupun lelah dalam bekerja. Jawaban setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan yang mengalami tekanan mental sehingga emosi meningkat karena beban kerja yang melelahkan.

7. Pernyataan (saya sering murung dikarenakan beban kerja yang berat) mendapatkan tanggapan 6 orang (10,3%) menyatakan setuju, 30 orang (51,7%) menyatakan kurang setuju, 19 orang (32,8%) menyatakan tidak setuju, dan 3 orang (5,2%) menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan tidak merasa sering murung akibat beban kerja yang berat. Jawaban setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan yang mengalami tekanan mental sehingga sering murung karena beban kerja yang berat.

(24)

absensi. Jawaban setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan yang mengalami peningkatan absensi karena sering sakit. Ini menunjukkan bahwa kondisi fisik yang tidak mampu menangani beban kerja yang berat menyebabkan karyawan sakit sehingga sering tidak masuk kerja.

9. Pernyataan (saya sering terlambat masuk kerja karena semangat kerja saya semakin rendah) mendapatkan tanggapan 18 orang (31%) menyatakan kurang setuju, 25 orang (43,1%) menyatakan tidak setuju, dan 15 orang (25,9%) menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan merasa bahwa beban kerja tidak menyebabkan penurunan semangat kerja sehingga tidak mengganggu pada jam masuk kerja karyawan.

10. Pernyataan (saya merasa prestasi kerja saya semakin menurun karena terbebani dengan pekerjaan yang berat) mendapatkan tanggapan 3 orang (5,2%) menyatakan setuju, 28 orang (48,3%) menyatakan kurang setuju, 18 orang (31%) menyatakan tidak setuju, dan 9 orang (15,5%) menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan tidak mengalami penurunan prestasi kerja walaupun beban kerja berat. Jawaban setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan yang terbebani dengan pekerjaan yang berat sehingga prestasi kerja karyawan tersebut semakin menurun.

Tabel 4.5

Distribusi Pendapat Responden Terhadap Variabel Motivasi

(25)

f % f % f % f % f % f % 1 21 36,2 27 46,6 10 17,2 0 0 0 0 58 100 2 31 53,4 17 29,3 10 17,2 0 0 0 0 58 100 3 0 0 0 0 39 67,2 14 24,1 5 8,6 58 100 4 0 0 0 0 18 31,0 20 34,5 20 34,5 58 100

5 22 37,9 36 62,1 0 0 0 0 0 0 58 100

6 14 24,1 44 75,9 0 0 0 0 0 0 58 100

7 4 6,9 22 37,9 19 32,8 9 15,5 4 6,9 58 100

8 22 37,9 36 62,1 0 0 0 0 0 0 58 100

9 21 36,2 37 63,8 0 0 0 0 0 0 58 100

10 24 41,4 34 58,6 0 0 0 0 0 0 58 100

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Berdasarkan data pada Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa:

(26)

2. Pernyataan (gaji yang diberikan perusahaan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku) mendapatkan tanggapan 31 orang (53,4%) menyatakan sangat setuju, 17 orang (29,3%) menyatakan setuju, dan 10 orang (17,2%) menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan mendapatkan gaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jawaban kurang setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan merasa bahwa gaji yang didapatkan belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini dikarenakan sistem pemberian gaji belum memperhitungkan tingkat pendidikan karyawan sehingga karyawan merasa bahwa ketentuan penggajian perusahaan belum tepat.

3. Pernyataan (perusahaan memberikan bonus akhir tahun secara adil) mendapatkan tanggapan 39 orang (67,2%) menyatakan kurang setuju, 14 orang (24,1%) menyatakan tidak setuju, dan 5 orang (8,6%) menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan merasa bahwa perusahaan tidak adil memberikan bonus akhir tahun. Ini dikarenakan bonus akhir tahun yang diterima karyawan bagian operasional (teller dan customer service) tidak sama dengan karyawan divisi marketing. Karyawan divisi marketing hanya mendapatkan bonus akhir tahun sebesar 2 kali gaji, sementara karyawan divisi operasional mendapatkan bonus akhir tahun sebesar 5 kali gaji. Pembagian bonus akhir tahun yang berbeda ini dikarenakan status karyawan dalam perusahaan. Karyawan bagian operasional merupakan karyawan tetap perusahaan, sementara karyawan divisi marketing sebagian besar merupakan karyawan outsourcing.

(27)

setuju, dan 20 orang (34,5%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan merasa tidak puas dengan bonus akhir tahun yang diberikan perusahaan. Ini dikarenakan pembagian bonus akhir tahun yang tidak adil.

5. Pernyataan (perusahaan memberikan insentif sesuai dengan prestasi kerja karyawan) mendapatkan tanggapan 22 orang (37,9%) menyatakan sangat setuju dan 36 orang (62,1%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan mendapatkan insentif yang sesuai dengan prestasi kerja karyawan.

6. Pernyataan (saya puas dengan insentif yang saya dapatkan) mendapatkan tanggapan 14 orang (24,1%) menyatakan sangat setuju dan 44 orang (75,9%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan puas dengan insentif yang didapatkan.

(28)

sehingga sebagian karyawan beranggapan bahwa perusahaan tidak adil dalam memperlakukan karyawan.

8. Pernyataan (sanksi/hukuman yang diberikan perusahaan sesuai dengan porsi kesalahan masing-masing karyawan) mendapatkan tanggapan 22 orang (37,9%) menyatakan sangat setuju dan 36 orang (62,1%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan menerima sanksi yang sesuai dengan porsi kesalahan yang dilakukan.

9. Pernyataan (dengan bekerja di perusahaan ini, peluang memperoleh masa depan yang baik sangat terbuka lebar) mendapatkan tanggapan 21 orang (36,2%) menyatakan sangat setuju dan 37 orang (63,8%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan merasa bahwa peluang memperoleh masa depan yang baik terbuka lebar dengan bekerja di PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan.

10. Pernyataan (perusahaan senantiasa memberikan pengakuan atas kinerja karyawan) mendapatkan tanggapan 24 orang (41,4%) menyatakan sangat setuju dan 34 orang (58,6%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan senantiasa mendapatkan pengakuan atas kinerjanya.

Tabel 4.6

Distribusi Pendapat Responden Terhadap Variabel Kinerja

Butir

SS S KS TS STS Total

(29)

1 31 53,4 27 46,6 0 0 0 0 0 0 58 100

2 24 41,4 34 58,6 0 0 0 0 0 0 58 100

3 22 37,9 25 43,1 11 19 0 0 0 0 58 100

4 28 48,3 30 51,7 0 0 0 0 0 0 58 100

5 10 17,2 28 48,3 15 25,9 5 8,6 0 0 58 100

6 30 51,7 28 48,3 0 0 0 0 0 0 58 100

7 33 56,9 25 43,1 0 0 0 0 0 0 58 100

8 22 37,9 36 62,1 0 0 0 0 0 0 58 100

9 23 39,7 35 60,3 0 0 0 0 0 0 58 100

10 21 36,2 37 63,8 0 0 0 0 0 0 58 100

11 27 46,6 31 53,4 0 0 0 0 0 0 58 100

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Berdasarkan data pada Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa:

1. Pernyataan (saya mampu melayani nasabah dengan cepat) mendapatkan tanggapan 31 orang (53,4%) menyatakan sangat setuju dan 27 orang (46,6%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan mampu melayani nasabah dengan cepat.

(30)

3. Pernyataan (saya akan bekerja lembur jika pekerjaan belum terselesaikan) mendapatkan tanggapan 22 orang (37,9%) menyatakan sangat setuju, 25 orang (43,1%) menyatakan setuju, dan 11 orang (19%) menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan bersedia untuk bekerja lembur jika pekerjaan belum terselesaikan. Jawaban kurang setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan yang tidak bersedia bekerja lembur jika pekerjaan belum selesai.

4. Pernyataan (pekerjaan tidak akan saya abaikan walaupun hasilnya belum diminta oleh pimpinan) mendapatkan tanggapan 28 orang (48,3%) menyatakan sangat setuju dan 30 orang (51,7%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan tidak akan mengabaikan pekerjaan walaupun hasilnya belum diminta pimpinan.

5. Pernyataan (saya mampu mencapai target yang dibebankan perusahaan) mendapatkan tanggapan 10 orang (17,2%) menyatakan sangat setuju, 28 orang (48,3%) menyatakan setuju, 15 orang (25,9%) menyatakan kurang setuju, dan 5 orang (8,6%) menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan mampu mencapai target yang dibebankan perusahaan. Jawaban kurang setuju dan tidak setuju ini mengindikasikan bahwa ada sebagian karyawan yang tidak mampu mencapai target yang dibebankan perusahaan. 6. Pernyataan (saya selalu masuk kerja sesuai dengan waktu yang ditetapkan) mendapatkan

(31)

Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan selalu masuk kerja sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

7. Pernyataan (saya menggunakan jam kerja untuk melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya) mendapatkan tanggapan 33 orang (56,9%) menyatakan sangat setuju dan 25 orang (43,1%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan menggunakan jam kerja untuk melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. 8. Pernyataan (saya akan kembali ke kantor jika sedang tidak melayani nasabah di lapangan)

mendapatkan tanggapan 22 orang (37,9%) menyatakan sangat setuju dan 36 orang (62,1%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan akan kembali ke kantor jika sedang tidak melayani nasabah di lapangan.

9. Pernyataan (saya mampu memberikan dorongan bagi rekan kerja untuk bekerja lebih baik) mendapatkan tanggapan 23 orang (39,7%) menyatakan sangat setuju dan 35 orang (60,3%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan mampu memberikan dorongan bagi rekan kerja.

10. Pernyataan (saya aktif berkomunikasi dengan rekan kerja) mendapatkan tanggapan 21 orang (36,2%) menyatakan sangat setuju dan 37 orang (63,8%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan aktif berkomunikasi dengan rekan kerja.

(32)

menunjukkan bahwa karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan aktif berdiskusi dengan pimpinan.

4.2.3 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak, yang dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan yaitu:

a. Pendekatan histogram

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Gambar 4.2 Histogram Normalitas

Pada grafik histogram terlihat bahwa variabel berdistribusi normal hal ini ditunjukkan oleh distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau ke kanan.

b. Pendekatan Grafik

(33)

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Gambar 4.3 Pendekatan Grafik Normalitas

Pada gambar 4.3 scatter plot terlihat titik yang mengikuti data di sepanjang garis diagonal. Hal ini berarti data berdistribusi normal.

c. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

Tabel 4.7

Uji Normalitas Pendekatan

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 58

Normal Parametersa,b

Mean 0E-7

Std. Deviation

2.81544824

(34)

Differences Positive .155 Negative -.094

Kolmogorov-Smirnov Z 1.180

Asymp. Sig. (2-tailed) .124 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data. Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Situmorang (2012:107) memaparkan bahwa dasar pengambilan keputusan untuk Kolmogorov Smirnov yaitu nilai value pada kolom Asymp. Sig lebih besar dari level of significant (α = 5%), maka tidak mengalami gangguan distribusi normal. Melalui Tabel 4.7 terlihat bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,124 dan diatas nilai signifikan (0,05). Dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Nilai kolmogorov-smirnov Z yaitu 1,180 dan lebih kecil dari 1,97 berarti tidak ada perbedaan antara distribusi teoritik dan distribusi empirik atau dengan kata lain data dikatakan normal.

2. Uji Heterokedastisitas

Alat untuk menguji heterokedastisitas dapat dibagi dua yaitu dengan alat analisis grafik (scatter plot) atau dengan pendekatan statistik yang disebut sebagai Uji Park (Situmorang, 2012:107).

a. Uji Park

Kriteria pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:

1. Jika nilai signifikasi > 0,05, maka tidak mengalami gangguan heterokedastisitas. 2. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka mengalami gangguan heterokedastisitas.

(35)

Uji Park

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Pada Tabel 4.8 menunjukkan tidak adanya masalah heterokedastisitas dimana hasil uji signifikan variabel stres kerja menunjukkan angka signifikansi sebesar 0,134 dan motivasi sebesar 0,158. Angka signifikansi variabel stres kerja dan motivasi menunjukkan nilai lebih besar dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan tidak terdapat adanya heterokedastisitas dalam model regresi.

(36)

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Gambar 4.4 Pendekatan Grafik Heterokedastisitas

Gambar 4.4 menunjukkan bahwa penyebaran residual cenderung tidak teratur, terdapat titik-titik yang berpencar. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah tidak terdapat gejala heterokedastisitas, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi kinerja karyawan, berdasarkan masukan variabel stres kerja dan motivasi.

3. Uji Multikolinearitas

Artinya variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS. Tolerance mengukur variabilitas variabel terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai umum yang bisa dipakai adalah nilai Tolerance > 0,1 atau nilai VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinearitas. Hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel 4.9:

(37)

Uji Multikolinearitas

Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Pada Tabel 4.9 terlihat bahwa nilai tolerance dari stres kerja dan motivasi sebesar 1,000 yang lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF variabel stres kerja dan motivasi juga sebesar 1,000 yang lebih kecil dari 5. Artinya tidak terjadi masalah multikolinearitas pada variabel stres kerja dan motivasi.

4.2.4 Analisis Regresi Linier Berganda

(38)

Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan). Analisis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 20 dengan menggunakan metode enter.

Tabel 4.10 Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Tabel 4.10 menunjukkan hasil analisis statistik deskriptif sebagai berikut:

1. Variabel yang dimasukkan kedalam persamaan adalah variabel bebas yaitu stres kerja (X1) dan motivasi (X2)

2. Tidak ada variabel bebas yang dikeluarkan (removed)

3. Metode yang digunakan untuk memasukkan data yaitu metode enter.

Tabel 4.11

Regresi Linier Berganda

(39)

Model Unstandardized Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Persamaan Regresi Linier Berganda dapat diperoleh dari Tabel 4.11 sebagai berikut:

Y = a+b1X1+b2X2+e

= 37,222-0,175X1+0,399X2+e

Dimana: Y = Kinerja Karyawan X1 = Stres Kerja

X2 = Motivasi

e = Variabel Pengganggu (standard error) Interpretasi model:

(40)

2. Variabel stres kerja sebesar -0,175 menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Dengan kata lain, jika stres kerja meningkat sebesar satu satuan maka kinerja karyawan akan berkurang sebesar 0,175.

3. Variabel motivasi sebesar 0,399 menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Dengan kata lain, jika motivasi ditingkatkan sebesar satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,399.

4.2.5 Pengujian Hipotesis

1. Uji Determinasi

Pengujian determinan dilakukan untuk melihat seberapa jauh kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Nilainya adalah 0-1 jika Adjusted R square semakin mendekati 1 maka model semakin baik.

Tabel 4.12

Pengujian Determinasi

Model Summary

Mode l

R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .434a .189 .159 2.86618

(41)

Pada Tabel 4.12 terlihat bahwa nilai koefisien determinasi Adjusted R Square sebesar 0,159 berarti 15,9% dari variabel kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh stres kerja dan motivasi, sedangkan sisanya 84,1% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini misalnya budaya kerja dan disiplin kerja karyawan.

2. Uji Statistik F

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi dari seluruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Bentuk pengujiannya:

a. Menentukan model hipotesis untuk H0 dan Ha

b. Mencari nilai F tabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α) dan menentukan

derajat kebebasan (df) c. Mencari nilai F hitung

d. Terima H0 bila F hitung ≤ F tabel atau H0 diterima apabila signifikansi F > (α)

e. Tolak H0(terima Ha) bila F hitung ≥ F tabel atau Ha diterima apabila signifikansi F < (α).

Tabel 4.13

Uji Statistik F

ANOVAa

Model Sum of

Squares

df Mean Square

F Sig.

1

Regressio n

(42)

Residual 451.825 55 8.215

Total 556.845 57

a. Dependent Variable: Kinerja

b. Predictors: (Constant), Motivasi, Stres_Kerja Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Melalui uji ANOVA atau F-test pada Tabel 4.13, diperoleh nilai F hitung sebesar 6,392 dengan tingkat signifikansi 0,003 dan lebih kecil dari 0,05. Kesimpulannya adalah tolak H0,

terima Ha. Artinya, variabel-variabel bebas yaitu stres kerja dan motivasi yang terdapat dalam penelitian ini dapat dipakai untuk mempengaruhi kinerja karyawan PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan.

Untuk melihat diterima/ditolaknya sebuah hipotesis juga bisa dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel. Jika F hitung > F tabel, maka hipotesis diterima. F hitung = 6,392 dan F tabel untuk sampel 58 adalah 3,23. Artinya, F hitung 6,392 > F tabel 3,23

maka stres kerja dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan.

3. Pengujian Parsial (Uji t)

Untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji t (t test). Adapun hipotesis untuk uji t adalah:

X1: Stres kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan

X2: Motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

(43)

Pengujian Parsial Sumber: Hasil penelitian, (2014) (data diolah)

Melalui Tabel 4.14 hasil uji signifikan secara parsial dapat diambil kesimpulan yaitu:

1. Variabel stres kerja mempunyai angka signifikansi sebesar 0,014 dan lebih kecil dari 0,05 yang artinya variabel stres kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

(44)

secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan.

2. Variabel motivasi mempunyai angka signifikansi sebesar 0,013 dan lebih kecil dari 0,05 yang artinya variabel motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Untuk melihat diterima/ditolaknya sebuah hipotesis juga bisa dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. t hitung = 2,563 dan t tabel untuk sampel 58 dan signifikansi 0,05 dengan uji 2 arah adalah 1,658. Artinya, t hitung 2,563 > t tabel 1,658 maka variabel motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan.

4.3 Pembahasan

(45)

mengakibatkan karyawan sering sakit sehingga absensi kerjanya semakin meningkat, dan beban kerja yang berat mengakibatkan prestasi kerja sebagian karyawan semakin menurun.

Berdasarkan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan yang ditandai dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,175. Selain itu, melalui uji parsial diketahui bahwa stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yang ditandai dengan angka signifikansi sebesar 0,014 yang lebih kecil dari 0,05 dan t hitung -2,543 > t tabel -1,658. Artinya, jika stres kerja karyawan meningkat maka kinerja karyawan secara signifikan akan menurun. Jika beban kerja mengakibatkan karyawan kelelahan dan tekanan mental sehingga karyawan sering mengalami pusing, emosi meningkat, jenuh dengan pekerjaan, semangat kerja menurun, absensi meningkat, dan sering terlambat masuk kerja maka kinerja karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan secara signifikan akan menurun.

(46)

Selain itu, dari analisis deskriptif variabel motivasi diketahui bahwa PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan sudah berhasil dalam memberikan motivasi demi peningkatan kinerja karyawan. Hal ini ditandai dengan jawaban responden yang mayoritas menyatakan sangat setuju dan setuju atas butir pernyataan variabel motivasi seperti yang tertera pada Tabel 4.5. Akan tetapi, ada sebagian karyawan kurang termotivasi karena merasa bahwa gaji yang diterima belum sesuai dengan kualifikasi pendidikan karyawan, pemberian gaji belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan karyawan tidak puas dengan bonus akhir tahun yang diterima karena pembagiannya tidak adil.

Berdasarkan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditandai dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,399. Selain itu, melalui uji parsial diketahui bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yang ditandai dengan angka signifikansi sebesar 0,013 yang lebih kecil dari 0,05 dan t hitung 2,563 > t tabel 1,658. Artinya, jika motivasi meningkat maka kinerja karyawan secara signifikan akan meningkat. Jika karyawan termotivasi karena gaji yang diterima sesuai dengan ketentuan yang berlaku, gaji yang diterima sesuai dengan pendidikan karyawan, dan bonus akhir tahun diberikan dengan adil maka kinerja karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan secara signifikan akan semakin meningkat.

(47)
(48)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kinerja karyawan PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan dipengaruhi oleh stres kerja dan motivasi.

2. Secara parsial stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan.

3. Karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan tidak memiliki tingkat stres kerja yang tinggi yang mampu mengganggu pekerjaan. Walaupun beban kerja berat, kondisi fisik dan mental karyawan mampu menanggulanginya sehingga tidak memberikan dampak buruk terhadap pekerjaan.

4. PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan sudah berhasil dalam memberikan motivasi demi peningkatan kinerja karyawan. Karyawan termotivasi untuk bekerja karena perusahaan memberikan insentif yang sesuai dengan harapan karyawan, perusahaan memberikan sanksi yang adil dan sesuai dengan porsi kesalahan masing-masing karyawan, perusahaan memberikan jaminan jenjang karir, dan karyawan juga termotivasi karena perusahaan senantiasa memberikan apresiasi atas kinerja karyawan.

5.2 Saran

(49)

1. Berdasarkan jawaban karyawan atas butir-butir pernyataan variabel stres kerja diketahui bahwa ada sebagian karyawan yang memiliki stres kerja yang mampu berdampak pada penurunan kinerja. Oleh karenanya, diharapkan kepada perusahaan untuk menyediakan suatu lembaga konsultasi seperti dokter, psikiater, dan psikolog untuk membantu memahami kondisi stres kerja karyawan sehingga mampu memberikan solusi penanganan stres karyawan. Untuk menangani kelelahan bekerja di lapangan dapat dilakukan dengan memfasilitasi karyawan marketing dengan kendaraan dinas sehingga kondisi lingkungan ataupun cuaca tidak berdampak buruk terhadap stamina karyawan. Selain itu, dukungan perusahaan dapat dilakukan dengan cara memfasilitasi karyawan dengan membentuk tim bermain seperti tim sepakbola ataupun senam bagi wanita sehingga ketika jam kerja berakhir, karyawan dapat berolahraga ataupun senam untuk melapaskan penat dari kesibukan bekerja.

2. Berdasarkan jawaban karyawan atas butir-butir pernyataan variabel motivasi diketahui bahwa ada sebagian karyawan belum memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja. Oleh karena itu, diharapkan kepada perusahaan untuk meningkat motivasi dengan cara menyesuaikan gaji dengan tingkat pendidikan karyawan. Hal ini berguna untuk menambah semangat karyawan bekerja karena pendidikannya diapresiasi oleh perusahaan sehingga tekad untuk berprestasi akan semakin meningkat. Selain itu, perusahaan selayaknya adil dalam memberikan bonus akhir tahun kepada karyawan. Walaupun status karyawan divisi marketing berbeda dengan divisi operasional, akan tetapi hak atas bonus selayaknya adalah sama. Unsur yang mungkin berbeda adalah besar gaji yang diterima masing-masing karyawan.

(50)

Gambar

Tabel 3.1
Tabel 3.2
Tabel 3.4
Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi Game Edukasi Trash Grabber Untuk Mengenal Jenis-Jenis Sampah Pada Smartphone Berbasis Android.Universitas Udayana.. Pelestarian Hutan Dalam Hubunganya Dengan Lingkungan

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini, dengan mengadakan peninjauan langsung melalui studi lapangan dan tinjauan terhadap SMK Al-Hikmah Curug Kabupaten

Pada masyarakat Kampung Rantau Panjang, makna yang terkandung dari percampuran kebudayaan Islam dengan kebudayaan Melayu dalam tradisi Bergendang mengacu pada

Belajar ataupun bekerja pada bidang-bidang yang diminati terlebih lagi dengan di dukung dengan bakat serta talenta yang sesuai akan memberi semangat dalam

Promosi selain bersifat memberitahu juga bersifat untuk membujuk terutama kepada pembeli-pembeli potensial, dengan mengatakan bahwa suatu produk adalah lebih baik dari

Analisis Penilaian Kredit dan Laporan Keuangan Calon Debitur Terhadap Keputusan Pemberian Kredit Pada PT Mandala Finance Tbk Cabang Bangka (Studi Kasus Pada Usaha

(2) Masing-masing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Anggaran sesuai dengan

Data yang didapatkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil jawaban siswa pada soal diagram proses three-tier dan wawancara. Analisis yang dilakukan terhadap data yang