• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Perundangan PP NO 77 TH 1992

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Perundangan PP NO 77 TH 1992"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

NOMOR 7 7 TAHUN 1 9 9 2

TENTANG

DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 t ent ang Dana Pensiun diperlukan adanya ket ent uan yang mengat ur mengenai pembent ukan Dana Pensiun Lembaga Keuangan dan penyelenggaraan Program Pensiun;

b. bahwa unt uk penyelenggaraan Program Pensiun oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan diperlukan ket ent uan mengenai kepengurusan, pengelolaan kekayaan Dana Pensiun, penyediaan Manf aat Pensiun yang berkesinambungan, dan j aminan at as hak-hak Pesert a t ermasuk dalam hal t erj adi penggabungan, konsolidasi dan likuidasi Dana Pensiun;

c. bahwa sehubungan dengan it u, dipandang perlu unt uk menet apkan Perat uran Pemerint ah t ent ang Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 t ent ang Dana Pensiun (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3477);

MEMUTUSKAN :

Menet apkan : PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Yang dimaksud dalam Perat uran Pemerint ah ini dengan:

1. Dana Pensiun adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 t ent ang Dana Pensiun;

2. Perusahaan Asuransi Jiwa adalah perusahaan asuransi j iwa sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 t ent ang Usaha Perasuransian;

(2)

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 t ent ang Perbankan;

4. Janda/ Duda adalah ist ri/ suami yang sah (dari Pesert a at au pensiunan yang meninggal dunia, yang t elah t erdaf t ar pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan sebelum Pesert a meninggal dunia at au pensiun;

5. Anak adalah semua anak yang sah dari Pesert a at au pensiunan, yang t elah t erdaf t ar pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan sebelum Pesert a meninggal dunia at au pensiun;

6. Ment eri adalah Ment eri Keuangan Republik Indonesia.

BAB II

PENGESAHAN DANA PENSIUN

Bagian Pert ama

Persyarat an Dan Tat a Cara Pengesahan

Pasal 2

(1) Pendirian Dana Pensiun dapat dilakukan oleh Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa.

(2) Pendirian Dana Pensiun harus mendapat pengesahan Ment eri.

Pasal 3

(1) Permohonan pengesahan Dana Pensiun diaj ukan oleh Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa dengan menggunakan f ormulir yang dit et apkan Ment eri.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilengkapi dengan Perat uran Dana Pensiun sert a program kerj a yang diperlukan unt uk bert indak sebagai Pengurus.

Bagian Kedua Perat uran Dana Pensiun

Pasal 4

(1) Perat uran Dana Pensiun dit et apkan oleh Pendiri dan sekurang-kurangnya memuat ket ent uan sebagai berikut :

a. t anggal pembent ukan Dana Pensiun dan nama Dana Pensiun yang secara j elas menunj ukkan nama Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa yang menj adi Pendiri;

(3)

c. persyarat an unt uk menj adi Pesert a;

d. hak Pesert a unt uk menent ukan usia pensiun; e. hak dan kewaj iban Pengurus;

f . hak Pesert a unt uk menet apkan pilihan j enis invest asi yang t ersedia;

g. pilihan j enis invest asi yang t ersedia bagi Pesert a, sert a t at a cara pemilihan dan perubahannya;

h. tat a cara penent uan nilai kekayaan t iap-t iap Pesert a yang harus dilakukan oleh Pengurus;

i. hak Pesert a unt uk memilih bent uk anuit as seumur hidup, dan memil ih Perusahaan Asuransi Jiwa dal am rangka pembayaran Manf aat Pensiun, besert a t at a caranya;

j . t at a cara penarikan suat u j umlah dana t ert ent u oleh Pesert a apabila dimungkinkan, pembayaran Manf aat Pensiun sekaligus dan pengalihan kepesert aan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan lain;

k. t at a cara penunj ukan dan penggant ian pihak yang berhak at as Manf aat Pensiun apabila Pesert a meninggal dunia;

l. biaya yang dapat dipungut dari Pesert a, at au dibebankan pada rekening Pesert a;

m. t at a cara perubahan Perat uran Dana Pensiun;

(2) Kekayaan Dana Pensiun sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b dihimpun dari:

a. iuran Pesert a; b. hasil invest asi;

c. pengalihan dari Dana Pensiun lain.

(3) Pilihan j enis invest asi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf g dit et apkan oleh Pendiri dan harus memenuhi ket ent uan invest asi yang dit et apkan Ment eri.

Pasal 5

Perat uran Dana Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) menj adi dasar penyelenggaraan Program Pensiun Iuran Past i.

Bagian Ket iga

Perubahan Perat uran Dana Pensiun

Pasal 6

(1) Perubahan Perat uran Dana Pensiun dilakukan oleh Pendiri.

(4)

Ment eri.

Pasal 7

(1) Unt uk mendapat pengesahan Ment eri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2), Pendiri mengaj ukan permohonan t ert ulis kepada Ment eri yang memuat uraian t ent ang lat ar belakang dan t uj uan perubahan Perat uran Dana Pensiun, sert a dilengkapi dengan

a. Perat uran Dana Pensiun yang baru;

b. dokumen lain yang dapat dit et apkan Ment eri.

(2) Dalam j angka wakt u paling lama 3 (t iga) bulan t erhit ung sej ak dit erimanya permohonan pengesahan perubahan Perat uran Dana Pensiun secara lengkap dan memenuhi ket ent uan Undang-undang Dana Pensiun dan perat uran pelaksanaannya, maka perubahan Perat uran Dana Pensiun t ersebut waj ib disahkan Ment eri dan dicat at dalam Buku Daf t ar Umum yang disediakan unt uk it u.

(3) Dalam hal permohonan dit olak, Ment eri waj ib menyampaikan surat pemberit ahuan penolakan yang disert ai alasan penolakan, dalam j angka wakt u sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).

(4) Perubahan Perat uran Dana Pensiun berlaku sej ak t anggal pengesahan Ment eri.

(5) Pengurus mengumumkan pengesahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dengan penempat annya dalam Berit a Negara Republik Indonesia.

Pasal 8

Perubahan Perat uran Dana Pensiun yang menyebabkan kenaikan biaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf 1 t idak dapat berlaku surut .

BAB III

KEPENGURUSAN DANA PENSIUN

Pasal 9

Pendiri Dana Pensiun bert indak sebagai Pengurus Dana Pensiun dan bert anggung j awab at as pengelolaan dan invest asi Dana Pensiun.

Pasal 10

(5)

(2) Pengurus waj ib memelihara buku, cat at an dan dokumen yang diperlukan dalam rangka kegiat an Dana Pensiun.

(3) Pengurus waj ib bert indak t elit i, t erampil, bij aksana dan cermat dalam melaksanakan t anggung j awabnya mengelola Dana Pensiun.

(4) Pengurus waj ib merahasiakan ket erangan pribadi yang menyangkut masing-masing Pesert a.

Pasal 11

Pengurus waj ib menyampaikan laporan berkala kepada Ment eri, yang t erdiri dari:

a. Laporan t eknis, dan

b. Laporan keuangan yang t elah diaudit oleh akunt an publik, menurut bent uk, susunan, dan wakt u yang dit et apkan oleh Ment eri.

Pasal 12

(1) Unt uk kepent ingan Pesert a, Pengurus waj ib memberikan inf ormal mengenai kemungkinan t imbulnya risiko kerugian at as pilihan invest asi yang dilakukan oleh Pesert a melalui Dana Pensiun.

(2) Pengurus waj ib menyampaikan ket erangan kepada Pesert a mengenai:

a. neraca dan perhit ungan hasil usaha menurut bent uk, susunan dan wakt u yang dit et apkan Ment eri;

b. hal-hal yang t imbul dalam rangka kepesert aan dalam bent uk dan wakt u yang dit et apkan Ment eri;

c. set iap perubahan Perat uran Dana Pensiun.

Pasal 13

Selambat -lambat nya 30 (t igapuluh) hari set elah berakhirnya t ahun t akwim, Pengurus waj ib menyerahkan kepada Pesert a:

a. Posisi dana pada akhir t ahun t akwim bersangkut an;

b. t anda bukt i penarikan dana oleh Pesert a yang bersangkut an besert a paj ak yang t elah dipungut dari penarikan dana dimaksud dalam 1 (sat u) t ahun t akwim.

Pasal 14

(6)

dalam Perat uran Dana Pensiun dan perat uran perundang-undangan t ent ang Dana Pensiun, sert a waj ib mengembalikan kepada Dana Pensiun segala kenikmat an yang diperoleh at as at au dari kekayaan Dana Pensiun secara melawan hukum.

Pasal 15

Dewan komisaris at au yang set ara dengan it u dari Pendiri Dana Pensiun bert indak sebagai Dewan Pengawas dan bert anggung j awab mengawasi pengelolaan dan invest asi Dana Pensiun.

Pasal 16

Tugas dan wewenang Dewan Pengawas:

a. melakukan pengawasan at as pengelolaam Dana Pensiun oleh Pengurus;

b. menyampaikan laporan t ahunan secara t ert ulis at as hasil pengawasannya;

c. menunj uk akunt an publik unt uk mengaudit laporan keuangan Dana Pensiun.

BAB IV

IURAN DANA PENSIUN

Pasal 17

Besarnya iuran maksimum Pesert a dit et apkan Ment eri.

Pasal 18

(1) Pemberi Kerj a dapat membayar iuran kepada Dana Pensiun unt uk dan at as nama karyawan.

(2) Dalam hal Pemberi Kerj a membayar iuran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka Pemberi Kerj a waj ib menyat akan secara t ert ulis kewaj ibannya unt uk membayar scluruh iuran secara t unai.

(3) Pernyat aan t ert ulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) sekurang-kurangnya memuat ket ent uan mengenai:

a. besarnya iuran; b. saat j at uh t empo iuran.

(4) Perubahan pemyat aan t ert ulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) yang menyebabkan penurunan besamya iuran t idak dapat berlaku surut .

(7)

perubahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), disampaikan kepada Ment eri sert a diumumkan kepada karyawan, yang berhak.

BAB V HAK PESERTA

Pasal 19

(1) Dalam hal Pesert a meninggal dunia, Manf aat Pensiun dibayarkan kepada Janda/ Duda at au Anak.

(2) Manf aat Pensiun bagi Janda/ Duda dibayarkan seumur hidup. (3) Dalam hal t idak ada Janda/ Duda yang sah, at au Janda/ Duda

meninggal dunia, at au Janda/ Duda kawin lagi, Manf aat Pensiun dibayarkan kepada Anak.

(4) Manf aat Pensiun kepada Anak waj ib dibayarkan sampai Anak t ersebut mencapai usia sekurang-kurangnya 21 (duapuluh sat u) t ahun.

Pasal 20

(1) Dalam hal Pesert a meninggal dunia dan t idak ada Janda/ Duda at au Anak, maka dana yang merupakan hak Pesert a dibayarkan kepada pihak yang dit unj uk oleh Pesert a.

(2) Pembayaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara sekaligus.

Pasal 21

(1) Pengurus at as permint aan Pesert a pada saat pensiun, membeli anuit as seumur hidup dari Perusahaan Asuransi Jiwa yang dipilihnya, dengan syarat :

a. anuit as yang dipilihnya menyediakan Manf aat Pensiun bagi Janda/ Duda at au Anak sekurang-kurangnya 60% dan sebanyak-banyaknya 100% dari Manf aat Pensiun yang dit erima Pesert a;

b. anuit as yang dipilih memenuhi ket ent uan-ket ent uan dalam Undang-undang Dana Pensiun dan perat uran pelaksanaannya sert a Perat uran Dana Pensiun.

(8)

Pasal 22

Apabila pembayaran Manf aat Pensiun berakhir, dan t ernyat a j umlah seluruh Manf aat Pensiun yang t elah dibayarkan kurang dari j umlah haknya pada saat dimulainya pembayaran Manf aat Pensiun, maka Perusahaan Asuransi Jiwa waj ib membayarkan sel isihnya sekal igus kepada ahl i waris yang sah dari Pesert a.

BAB VI

LIKUIDASI DANA PENSIUN

Pasal 23

Dalam hal Dana Pensiun bubar, maka likuidat or mengalihkan dana yang merupakan hak Pesert a ke Dana Pensiun lain.

BAB VII

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 24

(1) Dalam hal 2 (dua) at au lebih Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa yang menyelenggarakan Dana Pensiun menggabungkan diri, maka Dana Pensiun yang diselenggarakan Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa yang menggabungkan diri waj ib bergabung ke Dana Pensiun dari Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa yang menerima penggabungan.

(2) Dalam hal t erj adi penggabungan Dana Pensiun sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka kepesert aan, kewaj iban dan kekayaan Dana Pensiun yang menggabungkan diri beralih ke Dana Pensiun dari Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa yang menerima penggabungan.

Pasal 25

(1) Dalam hal 2 (dua) at au lebih Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa yang menyelenggarakan Dana Pensiun melakukan konsolidasi, maka Dana Pensiun dari Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa waj ib digabungkan menj adi 1 (sat u) Dana Pensiun.

(2) Pada saat t erbent uknya Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa hasil konsolidasi, maka t erbent uk pula Dana Pensiun yang menerima dan bert anggung j awab at as pengalihan kepesert aan, kewaj iban dan kekayaan dari Dana Pensiun yang menggabungkan diri.

(9)

Pasal 26

Ket ent uan Pasal 24 ayat (2) dan Pasal 25 ayat (2) t idak mengurangi hak Pesert a unt uk mengalihkan kepesert aannya ke Dana Pensiun lain.

Pasal 27

Pelaksanaan lebih lanj ut ket ent uan Pasal 24 dan Pasal 25 dit et apkan Ment eri.

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 28

Perat uran Pemerint ah ini mulai berlaku pada t anggal diundangkan. Agar set iap orang menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan Perat uran Pemerint ah ini dengan penempat annya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Dit et apkan di Jakart a

pada t anggal 30 Nopember 1992

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

t t d

SOEHARTO

Diundangkan di Jakart a

pada t anggal 30 Nopember 1992

MENTERI/ SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA

t t d

(10)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 1992

TENTANG

DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN

UMUM

Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 t ent ang Dana Pensiun mengat ur berbagai aspek pembent ukan Dana Pensiun t ermasuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan sebagai badan hukum dan penyelenggaraan Program Pensiun. Bahwa Undang-undang dana Pensiun mengat ur hal-hal yang pokok, oleh karena it u berbagai ket ent uan yang bersif at t eknis dan prosedural perlu diat ur lebih lanj ut dalam perat uran pelaksanaannya, agar masyarakat lebih mudah memahami maksud ket ent uan dalam Undang-undang t ersebut .

Perat uran Pemerint ah ini pada pokoknya mencakup berbagai ket ent uan yang berkait an dengan:

1. Pengesahan Dana Pensiun Lembaga Keuangan, yang mencakup persyarat an dan t at a caranya;

2. Tugas dan wewenang kepengurusan, yang mencerminkan adanya t anggung j awab pengelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan dalam rangka penyediaan Manf aat Pensiun;

3. Pemungut an dan penyet oran iuran;

4. Upaya unt uk menj amin hak-hak Pesert a, bahkan sampai saat pembubaran Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

PASAL DEMI PASAL

Pasal 1 Angka 1

Cukup j el as Angka 2

Cukup j el as Angka 3

Cukup j el as Angka 4

(11)

Cukup j el as Angka 6

Cukup j el as

Pasal 2 Ayat (1)

Bank yang dimaksud dalam ayat ini adalah bank umum yang berbent uk badan hukum Indonesia yang kedudukan kant or pusat nya di Indonesia.

Ayat (2) Cukup j el as

Pasal 3 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Perlunya suat u program kerj a dalam ayat ini, unt uk menget ahui kesiapan Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa dalam menj alankan f ungsinya sebagai Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Pasal 4 Ayat (1)

Ket ent uan dalam ayat ini memuat ket ent uan minimum yang harus dimuat di dalam Perat uran Dana Pensiun dari Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Huruf a

Nama Dana Pensiun Lembaga Keuangan menj adi ident it as yang digunakan unt uk membedakan Dana Pensiun Lembaga Keuangan dimaksud dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan lain. Selain it u nama Dana Pensiun Lembaga Keuangan j uga perlu dibedakan dari nama Dana Pensiun Pemberi Kerj a yang didirikan oleh Bank at au Perusahaan Asuransi Jiwa, dalam kedudukannya sebagai Pemberi kerj a unt uk kepent ingan para karyawannya.

Huruf b

(12)

dari t unt ut an dimaksud. Huruf c

Unt uk kepent ingan usahanya, Pendiri dapat menet apkan persyarat an unt uk menj adi Pesert a.

Huruf d Cukup j el as Huruf e

Hak Pengurus ant ara lain:

1. menerima imbalan j asa at as t ugas kepengurusannya;

2. memint a segala ket erangan yang berhubungan dengan kepesert aan.

Huruf f

Manf aat Pensiun bagi Pesert a Dana Pensiun Lembaga Keuangan dit ent ukan oleh hasil akhir dari iuran dan pengembangannya yang seluruhnya merupakan risiko bagi Pesert a. Dengan demikian Pesert alah yang menent ukan pilihan j enis invest asi.

Huruf g

Pendiri menyediakan j enis invest asi yang dapat dipilih Pesert a, besert a ket ent uan-ket ent uan unt uk memilih j enis invest asi t ersebut at au unt uk mengubah pilihan dari sat u j enis ke j enis lain.

Huruf h Cukup j el as Huruf i

Anuit as seumur hidup pada dasarnya merupakan sumber penghasilan bagi Pensiunan maka pemilihannya diberikan kepada Pesert a.

Huruf j

Tat a cara dimaksud dalam huruf ini ant ara lain berkait an dengan berbagai kemungkinan pembayaran dari Dana Pensiun secara sekaligus, penarikan dana yang berasal dari iuran set iap saat dan j angka wakt u pemberit ahuan t ent ang maksud Pesert a unt uk mengalihkan kepesert aan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan lain.

Huruf k Cukup j el as

Huruf l

(13)

berbagai cara, ant ara lain dengan menarik langsung dari Pesert a di luar iuran at au memot ong langsung dari hasil invest asi yang menj adi hak Pesert a.

Huruf m Cukup j el as Ayat (2)

Huruf a Cukup j el as Huruf b

Cukup j el as Huruf c

Pengalihan dimaksud adalah pengalihan dari Dana Pensiun Lembaga Keuangan lain at au pengal ihan hak Pesert a dari Dana Pensiun Pemberi Kerj a yang berhent i bekerj a at au dari Dana Pensiun Pemberi Kerj a yang dibubarkan at au pengalihan hak dan kewaj iban dari karyawan Mit ra Pendiri yang diakhiri kepesert aannya.

Ayat (3) Cukup j el as

Pasal 5

Cukup j elas

Pasal 6 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Cukup j el as

Pasal 7 Ayat (1)

Huruf a

Cukup j el as Huruf b

Cukup j el as Ayat (2)

(14)

Ayat (3) Cukup j el as Ayat (4)

Cukup j el as Ayat (5)

Sepert i halnya Perat uran Dana Pensiun yang disahkan pada saat pendirian Dana Pensiun, perubahan at as Perat uran Dana Pensiun j uga dit empat kan dalam Berit a negara Republik Indonesia.

Pasal 8

Cukup j elas

Pasal 9

Cukup j elas

Pasal 10 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Cukup j el as Ayat (3)

Cukup j el as Ayat (4)

Cukup j el as

Pasal 11 Huruf a

Cukup j el as Huruf b

Cukup j el as

Pasal 12 Ayat (1)

(15)

penggunaan at au penempat an dana miliknya.

Inf ormasi t ersebut diberikan oleh Pengurus dalam t anggung j awabnya sebagai pihak yang harus memperhat ikan kepent ingan Pesert a yang pada umumnya t idak at au kurang memiliki inf ormasi t ent ang risiko yang mungkin t imbul dari berbagai j enis invest asi.

Ayat (2) Huruf a

Cukup j el as Huruf b

Cukup j el as Huruf c

Cukup j el as

Pasal 13 Huruf a

Cukup j el as Huruf b

Cukup j el as

Pasal 14

Cukup j elas

Pasal 15

Cukup j elas

Pasal 16 Huruf a

Cukup j el as Huruf b Cukup j elas

Huruf c Cukup j el as

(16)

Cukup j elas

Pasal 18 Ayat (1)

Ket ent uan dalam ayat ini memungkinkan Pemberi Kerj a unt uk mengikut sert akan karyawannya dalam Dana Pensiun Lembaga Keuangan, sekaligus memberikan t ambahan iuran bagi karyawan dimaksud. Sebagaimana t elah dit et apkan dalam Undang-undang Dana Pensiun, seluruh iuran kepada Dana Pensiun Lembaga Keuangan dibukukan at as nama karyawan yang menj adi Pesert a. Ayat (2)

Agar supaya pernyat aan Pemberi Kerj a unt uk membayar iuran kepada Dana Pensiun Lembaga Keuangan unt uk dan at as nama karyawan mengikat secara hukum bagi Pemberi Kerj a dan berlaku di perusahaan, maka pernyat aan t ersebut harus dibuat secara t ert ulis, sebagai bukt i ot ent ik adanya j anj i Pemberi Kerj a t ersebut .

Ayat (3) Huruf a

Cukup j el as Huruf b

Pemberi Kerj a dapat membayar iuran kepada Dana Pensiun Lembaga Keuangan unt uk para karyawannya misalnya set iap 1 (sat u) bulan, at au 3 (t iga) bulan, at au 6 (enam) bulan, at au 1 (sat u) t ahun sekali.

Ayat (4) Cukup j el as Ayat (5)

Cukup j el as

Pasal 19 Ayat (1)

Cukup j el as

Ayat (2) Cukup j el as Ayat (3)

(17)

Ayat (4) Cukup j el as

Pasal 20 Ayat (1)

Yang dimaksud dengan dana yang merupakan hak Pesert a adalah himpunan iuran dan hasil pengembangannya.

Ayat (2) Cukup j el as

Pasal 21 Ayat (1)

Huruf a

Ket ent uan ini memungkinkan Pesert a melakukan pilihan yang dapat memberikan Manf aat Pensiun bagi Janda/ Duda at au Anak melebihi ket ent uan minimum, yait u sebesar 60% dari Manf aat Pensiun bagi Pesert a, dengan ket ent uan hak Pensiun bagi Janda/ Duda at au Anak t idak melebihi Manf aat Pensiun bagi Pesert a.

Huruf b

Cukup j el as Ayat (2)

Bagi Janda/ Duda anuit as yang dibeli adalah bagi dirinya sendiri dan yang menj amin pembayaran Manf aat Pensiun seumur hidup dengan syarat anuit as t ersebut mencant umkan Anak sebagai ahli waris.

Apabila pembelian dilakukan oleh Anak maka anuit as yang dibeli adalah bagi dirinya sendiri sesuai dengan bat as usia yang dit et apkan dalam Perat uran Dana Pensiun.

Pasal 22

Dalam hal seluruh Manf aat Pensiun yang t elah dibayarkan baik kepada pensiunan, Janda/ Dudanya maupun Anak yang berhak t ernyat a lebih kecil dari yang dibayarkan kepada perusahaan Asuransi Jiwa unt uk membeli anuit as seumur hidup, maka selisihnya harus dibayarkan kepada ahli waris berdasarkan perat uran perundangan yang berlaku.

(18)

dibayarkan kemudian bagi pihak-pihak diat as hanya mencapai Rp. 20. 000. 000, - maka ahl i waris berhak menerima pembayaran selisihnya sekaligus, yait u sebesar Rp. 5. 000. 000, -

Pasal 23

Cukup j elas

Pasal 24 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Cukup j el as

Pasal 25 Ayat (1)

Cukup j el as Ayat (2)

Cukup j el as Ayat (3)

Cukup j el as

Pasal 26

Cukup j elas

Pasal 27

Cukup j elas

Pasal 28

Referensi

Dokumen terkait

Berikut adalah nilai baik yang perlu diamalkan oleh setiap warga sekolah kecuali. A bertanggungjawab sebagai

Berdasarkan hasil koreksi aritmatik dan evaluasi penawaran terhadap 4 (empat) peserta yang memasukkan penawaran, Pokja Pengadaan Barang/Jasa ULP Kabupaten Aceh Barat Daya, sesuai

Front Office adalah cermin dari kualitas hotel yang akan pertama kali dinilai tamu saat memasuki suatu hotel untuk itu kesiapan, kesigapan, ketepatan serta kemampuan

Pada hari ini Jum’at Tanggal Dua Puluh Sembilan Juli Tahun 2016 (29/07/2016) Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang/ Jasa Konstruksi Bidang Bina Marga

[r]

Dalam Rancangan KUHP, kejahatan ini dimuat dalam Pasal 622 : “Setiap orang yang melakukan perbuatan secara curang untuk membuat keliru orang banyak atau orang tertentu dengan

NAMA KEGIATAN : STUDY AMDAL BUSWAY KORIDOR 11 (KP.. NPWP

Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara teoritis dan eksperimen pengaruh macam pelarut dan laju alir pelarut terhadap kinerja packed column