• Tidak ada hasil yang ditemukan

C.P l... U.,. 1M. 1_,.~_ I;lodo, -., _. A_ aa... XI'" CERTIFICATE Of ANALYSIS _ " "'"", 0...' --. ,~, III.. 1I.:tOOII M,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "C.P l... U.,. 1M. 1_,.~_ I;lodo, -., _. A_ aa... XI'" CERTIFICATE Of ANALYSIS _ " "'"", 0...' --. ,~, III.. 1I.:tOOII M,"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

36

Lampiran 1. Certificate of Analysis Xantban Gum

C.P l .... U.,. 1M. 1_ ,.~_ I;lodo, - . ,_

A_

aA. ...

XI

'

"

CERTIFICATE Of ANALYSIS

Ship 10:

-

,

-~-'.r. IlAllM .AUI HlAU ... 00 ... _ " 141524

JI.. TOtU.'IO llAv,o. /10. 4

--

~, ULCQ UI. t ... tlIEGO.

"

IlQO J .... UfA ~Oo .... ; OOM.

-,~ e..._c:-,

"'""

,

..,17nol

0... .. . . ' ~n.:tOOII

Sold .o:Uf diff .... , 110m Ship 10) "OIL"" 1'(:-'''0''''''''I0I)0$0 SEAL U\..lZ05Jl1

~. ,~,

-

-

.

1."'.00 u...",

-,-

:

..

-

...-....0_

'

III .. 1I.:tOOII _.00>&1 .... ' ~--a. _ _ : • • U, 2011 M _ _ , 100000Z.1 Woo: 1'C42371 CiltilCtOflllh;.

..

...

-

.

.,

'"

" "'~

,

. ~i:r"t""il'lod

Parlicle Siu, S IbN 60 IDt$II

ff:8

~ 100 NOlI lao !bon 100

""'

''''

PanicJc Si .... S Ihru 80 mnh 110

"

N~ lea IhIn 9S

""'

''''

1.-1>11 PtYInJ. I. 11 6· 14 1m<1." PoWIIu ColOr, "

"

~ leas INn n orr .. .

~~~ ~~~ toIUlion),d' 7.1

''''

For 1200 [nfonnallon • 16(X) Only KKTMTMOOOS l1

~2!lS l1li1111011, STW) 0) For IMlnnIciOII ()Ql Y

"""

""

,1 AkohoI, PP'I' (NMT )()Q fw EC)

'"

NOI IIIOno IhID. 130

"""

'"

Bldena (Vllble MtSOpt1ilic). ,~. 100 Hoc _ tb&R 2000 OITM"

YuaI, efull

"

No! IIIIIRI tIwI 100 KTMIIOl

Mold. dill, 100 NO! nlOI1: Wn 100

"'"

'"

COliform NqItlVI Ne,aU'" by MPN ","1111

Tht ~ ~ ct., _ !be w.. or ~. 1M lot 01 produa ..-.J ~1CII.on I ICJO.X IIId

~Di":'r_~ ~~I~~t'~:::~~t ~1i::1 ~~ ~It \I ~_~=w~ Ibe ~

~~~~eo~~eI.h, ppm 1.< 116 20,0 !,02 Not ~ ' !,(J du.n 20,0 KTKTMJ!( MO!1

WO ... < 2,0 Not r.oR 1M!. 2,0

""""

~.'":li' ppm <U

No! ... ,lYn ),0 ICTMSI(

...

AbIen! ~ 15,

"'"

'"

Salmonoll, 'lIP, A _

~~:::: l~ ~~8.

"'"

'"

S. iUmIS A ... ","!116

p, ImJC'nou A'*" AbseDI ;" I.Oi

"'"

'"

'

...

"'.: ~U8# "'"'_ .... ,...1000 ... ,

(2)

Lampiran 2. Prosedur Analisa

1.1. Analisa % Pengendapan

a. Sampel susu kedelai jagung diukur sebanyak 10 ml menggunakan

gelas ukur.

b. Sampel susu kedelai jagung tersebut dituangkan ke dalam tabung

reaksi alas datar yang telah dibilas dengan air panas.

c. Sampel yang telah dituang dalam tabung reaksi alas datar ditutup

rapat dengan aluminium foil.

d. Tabung reaksi dimasukkan dalam refrigerator.

e. % pengendapan dihitung berdasarkan perbandingan tinggi endapan

(X) yang terbentuk pada dasar tabung reaksi alas datar dengan

tinggi cairan pada tabung (Y)

tinggi endapan (X)

% pengendapan

=

x 100%

tinggi cairan (Y)

1.2. Analisa Viskositas dengan Viskometer Digital

a. Spindel no.1 dipasang pada viskosimeter digital merek Brookfield

model DV-E.

b. Susu kedelaijagung dimasukkan dalam gelas beker 500 mL.

c. Gelas beker berisi larutan sampel tersebut diletakkan di bagian

bawah alat viskosimeter, kemudian spindel diturunkan hingga terendam dalam larutan minuman sampai pada garis batas spindel. Spindel harus berada pada posisi tengah dari larutan.

d. Tombol kecepatan putar dipilih, kemudian viskosimeter

(3)

10-38

100% maka kecepatan putar yang dipilih telah benar. Bila nilai %

tidak berkisar antara 10-100% atau bila muncul tanda error pada

display, maka kecepatan putaran harus diubah.

e. Spindel dibiarkan berputar selama 30 detik, kemudian besarnya

kecepatan putar, nilai % dan nilai Vikositas yang keluar pada layar

display dicatat.

1.3. Analisa Total Padatan Terlarut (Ranganna, 1986)

a. Sampel susu kedelai jagung dipipet dan dituangkan ke atas prisma

refraktometer sebanyak ± 3 tetes

b. Arahkan refraktometer pada sumber cahaya dan lakukan pengamatan total padatan terlarut.

c. Perbedaan terang gelap pada lensa akan terlihat dan skala pada

perpotongan garis terse but menunjukkan nilai total padatan terlarut sampe!.

(4)

Lampiran 3. Contoh Kuisioner Organoleptik

Nama

Tanggal Pengujian

Kuisioner Vji Kesukaan Susu Kedelai lagung

Warna

Di hadapan Saudara disajikan 6 (enam) macam sampel susu

kedelai jagung. Saudara diminta untuk memberikan garis tanda vertikal (I)

pada skala garis untuk setiap parameter berdasarkan kesukaan Saudara terhadap sam pel terse but.

651

...

I

...

I

...

292

...

I

...

I

...

904

...

I

...

I

...

167

...

I

...

I

...

814

...

I

...

I

...

923

...

I

...

I

...

Keterangan skala sebagai berikut: I : amat sangat tidak suka 2 : sangat tidak suka 3 : tidak suka 4 : agak tidak suka 5 : netral

6 : agak suka 7 : suka 8 : sangat suka

9 : amat sangat suka Komentar:

I

I

I

I

I

I

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

5

9

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

5

9

...

I

...

I

...

I

.. ...

I

...

I

5

9

...

I

...

I

...

I

.. ...

I

...

I

5

9

...

I

...

I

...

I

.. ...

I

...

I

5

9

...

I

...

I

...

I

.. ...

I

...

I

5

9

(5)

40

Lampiran 4. Vji Pembobo!an

Menuru! DeGarmo, et a1 (1993), ada beberapa model pengganti

(compensatory models) yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi keputusan terbaik dari beberapa macam sifat atau parameter. Salah satu model yang bisa dipakai untuk mengevaluasi perlakuan apa yang terbaik

adalah dengan metode additive weighting. Adapun tahapan additive

weighting yang dilakukan sebagai berikut:

1.

Setiap parameter diberikan bobot nilai relatif dengan angka yang

berurutan

1.

2, 3 ... dan seterusnya dengan angka yang lebih besar

menunjukkan semakin penting nilai parameter tersebut. Bobot nilai disesuaikan dengan tingkat kepentingan setiap parameter, yaitu kesukaan pane lis pada pengujian organoleptik, yaitu kesukaan terhadap

warna, kekentalan dan rasa serta pengujian sifat fisik % pengendapan

yang berpengaruh pada kualitas produk.

2. Mencari bobot normal tiap parameter dengan cara membagi nilai bobot relatif tiap parameter dengan total bobot relatif dari semua parameter terse but.

3. Perhitungan nilai dari tiap parameter pada tiap perlakuan dengan mengalikan bobot normal dengan nilai tak berdimensi setiap parameter pada tiap perlakuan. Perhitungan nilai tak berdimensi ini dibagi menjadi 2 kondisi, yaitu kondisi dimana nilai yang lebih tinggi yang diinginkan dan kondisi dimana nilai terendah yang justru diinginkan. Rumus yang digunakan adalah:

a. Kondisi dimana nilai yang lebih tinggi yang diinginkan

nilaiperlakuan - nilai perlakuan terburuk

Nilai tak berdimensi ~ ' '

-nilaiperlakuan terbaik - nilai perlakuan terburuk

(6)

nilai perlakuan terburuk - nilai perlakuan

Nilai tak berdimensi ~ ' '

-nilaiperlakuan terburuk - -nilaiperlakuan terbaik

4. Perhitungan nilai hasil dengan mengalikan nilai bobot normal dengan nilai tak berdimensi dari setiap parameter pada masing-masing perlakuan.

5. Perhitungan total nilai hasil untuk mencari nilai tertinggi dari semua perlakuan. Perlakuan dengan total nilai hasil tertinggi ditetapkan sebagai perlakuan terbaik.

Pembobotan nilai relatif dari parameter pada pengujian ini yaitu: uji

(7)

Lampkan 1. Certificate of Analysis Xanthall Gum

.'

~

(!PKeko

, _ , . , _ a... - . 1000 CERTIFICATE OF ANALYSIS Ship 10:

-

.

...,.-'.f. ","1M ,un PIlAu ... Ordoot_r: l41114

JI... TOMANQ RAYA NO. 4 ... fr<Im: CI' UlCO liS. UN 01000. CA

I14JO JAIVdIU c . . -Go ... , ~M'

I/IIDONUIA Cuo_c..:

- ,. IOnn01

-

-

... n. toO.

Sold 10:111 diHo • .", Irom Ship 101 . 0 0 l . . . . , "C"MOAU8"19OOSO SIAL UI,·I:/O$ll1

'""u.iIIt:

-~. 1 •• lUlllo.. ...

... . - ,N_: IUTROL "'_Into ... , "' .. ,,. zoot

_,Do",,,,,*,: XAN"TIUoH OIIM

..

·

._Il0l.

'

"' .. ", 2011

11101 ... _ : 100.0211 Lee: tc:41Ul

Cl\lrecl""~ ~ ., ~.l"f.' ~-: .1. TN' ,,":hOd

Panicl. SI.lI, ~ IIIIU 60 moslI ~

::::3

'

'"

Not ' - _ 100

""'''''

PUlido Si .. , ~ Ibru 80 me.tl 180

"

Not IaI !ban 9S

<T"""

Lou on DlJiftl. ~

"

Ii • 14

''''''''

Po.cIet ColOr, ~

"

Not IaI Ilun 77

""''''''

~~" ~ ao!lIIlon),d'

'""

lZOO· 1600 KTMOt7

'-'

~=~~

KT"""

~lSl"'IIIQL,~

'.'

<TN""

yl Alcohol, ppm

I

MT ~ rOl F..C)

'"

Not IIIOre IlIaD 7)0 KTM520 kiall (Viable Mesop/ll ic), cIw',

''"

Not more !ban 2tKXl

''''

..

YeI$!, dull

"

Not more dian 100 KT"!OJ Mold. dull

''"

No! mon: !bin 100

""'

'''

CoIironn Nqlti", NfJw'/e by MPN

""'

""

The ~1 IIWVUCI !bIt, II !be limo of .a..ipmI:aI .. . Iof of pmIooI:1 IIMU ~oea on , I(l(l..X n1

~~~~ ~ra:en' ~~~o::t ~!!:j ~~

rcL

l1 "

~~=

..

~ !bo = - t

t~~~~~':'''aIJ. ..00 1,02. 1.45 ICTMOl7

'""

< 20.0 NOI noR !bin 20,0 KTMSI4

...

.

""

< 2,0 No! II1II ... than 2,0

""""

Aracnic, ppm n ' Not ... Ilion ',0 KTMSI4

L"'"

...

~=:~I

""''''

Salmondl. "".

.

....

""'.,.

S. iUfWI

....

AbicrU in Lit.

<TN"

p, ICIUI'UOU

.-

Absent Ia I.OJ

<TN'"

'

...

' -rn...Jd. MaIO

_

..

..

...

""

...

...

MOKALlTA WIIIOII1.QC ... flt.UlAOl~ OUIUlOl!I • OlJ.AHOlUl tJfI1TtlI :;"tATU

(8)

Lampiran 2. Prosedur Analisa

1.1. Analisa % Pengendapan

a. Sampel susu kedelai jagung diukur sebanyak 10 ml menggunakan

gelas ukur.

b. Sampel susu kedelai jagung tersebut dituangkan ke dalam tabung

reaksi alas datar yang telah dibilas dengan air panas.

c. Sampel yang telah dituang dalam tabung reaksi alas datar ditutup

rapat dengan aluminium foil.

d. Tabung reaksi dimasukkan dalam refrigerator.

e. % pengendapan dihitung berdasarkan perbandingan tinggi endapan

(X) yang terbentuk pada dasar tabung reaksi alas datar dengan

tinggi cairan pada tabung (Y)

tinggi endapan (X)

% pengendapan

=

x 100%

tinggi cairan (Y)

1.2. Analisa Viskositas dengan Viskometer Digital

a. Spindel no.1 dipasang pada viskosimeter digital merek Brookfield

model DV-E.

b. Susu kedelaijagung dimasukkan dalam gelas beker 500 mL.

c. Gelas beker berisi larutan sampel tersebut diletakkan di bagian

bawah alat viskosimeter, kemudian spindel diturunkan hingga terendam dalam larutan minuman sampai pada garis batas spindel. Spindel harus berada pada posisi tengah dari larutan.

d. Tombol kecepatan putar dipilih, kemudian viskosimeter

(9)

10-38

100% maka kecepatan putar yang dipilih telah benar. Bila nilai %

tidak berkisar antara 10-100% atau bila muncul tanda error pada

display, maka kecepatan putaran harus diubah.

e. Spindel dibiarkan berputar selama 30 detik, kemudian besarnya

kecepatan putar, nilai % dan nilai Vikositas yang keluar pada layar

display dicatat.

1.3. Analisa Total Padatan Terlarut (Ranganna, 1986)

a. Sampel susu kedelai jagung dipipet dan dituangkan ke atas prisma

refraktometer sebanyak ± 3 tetes

b. Arahkan refraktometer pada sumber cahaya dan lakukan pengamatan total padatan terlarut.

c. Perbedaan terang gelap pada lensa akan terlihat dan skala pada

perpotongan garis terse but menunjukkan nilai total padatan terlarut sampe!.

(10)

Lampiran 3. Contoh Kuisioner Organoleptik

Nama

Tanggal Pengujian

Kuisioner Vji Kesukaan Susu Kedelai lagung

Warna

Di hadapan Saudara disajikan 6 (enam) macam sampel susu

kedelai jagung. Saudara diminta untuk memberikan garis tanda vertikal (I)

pada skala garis untuk setiap parameter berdasarkan kesukaan Saudara terhadap sam pel terse but.

651

...

I

...

I

...

292

...

I

...

I

...

904

...

I

...

I

...

167

...

I

...

I

...

814

...

I

...

I

...

923

...

I

...

I

...

Keterangan skala sebagai berikut: I : amat sangat tidak suka 2 : sangat tidak suka 3 : tidak suka 4 : agak tidak suka 5 : netral Komentar:

I

I

I

I

I

I

...

5

...

5

...

5

...

5

...

5

...

5

I

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

...

I

... 6 : agak suka 7 : suka

I

...

I

...

I

.. ...

I

.. ...

I

.. ...

I

.. ... 8 : sangat suka

9 : amat sangat suka

I

...

I

9

I

...

I

9

I

...

I

9

I

...

I

9

I

...

I

9

I

...

I

9

(11)

37

Lampiran 4. Vji Pembobo!an

Menuru! DeGarmo, et a1 (1993), ada beberapa model pengganti

(compensatory models) yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi keputusan terbaik dari beberapa macam sifat atau parameter. Salah satu model yang bisa dipakai untuk mengevaluasi perlakuan apa yang terbaik

adalah dengan metode additive weighting. Adapun tahapan additive

weighting yang dilakukan sebagai berikut:

1.

Setiap parameter diberikan bobot nilai relatif dengan angka yang

berurutan

1.

2, 3 ... dan seterusnya dengan angka yang lebih besar

menunjukkan semakin penting nilai parameter tersebut. Bobot nilai disesuaikan dengan tingkat kepentingan setiap parameter, yaitu kesukaan pane lis pada pengujian organoleptik, yaitu kesukaan terhadap

warna, kekentalan dan rasa serta pengujian sifat fisik % pengendapan

yang berpengaruh pada kualitas produk.

2. Mencari bobot normal tiap parameter dengan cara membagi nilai bobot relatif tiap parameter dengan total bobot relatif dari semua parameter terse but.

3. Perhitungan nilai dari tiap parameter pada tiap perlakuan dengan mengalikan bobot normal dengan nilai tak berdimensi setiap parameter pada tiap perlakuan. Perhitungan nilai tak berdimensi ini dibagi menjadi 2 kondisi, yaitu kondisi dimana nilai yang lebih tinggi yang diinginkan dan kondisi dimana nilai terendah yang justru diinginkan. Rumus yang digunakan adalah:

a. Kondisi dimana nilai yang lebih tinggi yang diinginkan

nilaiperlakuan - nilai perlakuan terburuk

Nilai tak berdimensi ~ ' '

-nilaiperlakuan terbaik - nilai perlakuan terburuk

(12)

nilai perlakuan terburuk - nilai perlakuan

Nilai tak berdimensi ~ ' '

-nilaiperlakuan terburuk - -nilaiperlakuan terbaik

4. Perhitungan nilai hasil dengan mengalikan nilai bobot normal dengan nilai tak berdimensi dari setiap parameter pada masing-masing perlakuan.

5. Perhitungan total nilai hasil untuk mencari nilai tertinggi dari semua perlakuan. Perlakuan dengan total nilai hasil tertinggi ditetapkan sebagai perlakuan terbaik.

Pembobotan nilai relatif dari parameter pada pengujian ini yaitu: uji

Referensi

Dokumen terkait

Studi tentang pengaruh peningkatan beban listrik terhadap sistem ketenagalistrikan 150 kV Gorontalo dilakukan untuk merencanakan dan mengetahui besarnya daya dalam suatu

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang persepsi perawat dan ibu tentang kebutuhan keluarga bayi yang

Segi-8 beraturan merupakan gabungan dari 8 segitiga sama kaki dengan besar sudut yang diapit oleh kedua sisi yang sama panjang adalah sebesar 45 0. Dari soal

bahwa pada hasil pemurnian dengan metode kromatografi hidrofobik dan kromatografi penukar ion enzim mempunyai daya hambat yang cukup besar dibanding pada ekstrak kasar (Gambar

Pada himpunan samar PENGENDARA BERESIKO TINGGI di atas menunjukkan contoh penerapan pada sistem asuransiyang akan menanggung resiko seorang pengendara kendaraan

Antropolinguistik adalah cabang linguistik yang mempelajari variasi dan penggunaan bahasa dalam hubungannya dengan perkembangan waktu, perbedaan tempat komunikasi, sistem

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengomunikasikan data keuangan atau aktivitas

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PENYEDIA J ASA INTERNET WIFI.ID DI SURABAYA DENGAN METODE QUALITY