• Tidak ada hasil yang ditemukan

8 Metode Pemuliaan Tanaman Yang Menyerbuk Sendiri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "8 Metode Pemuliaan Tanaman Yang Menyerbuk Sendiri"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB

BAB

VIII:

VIII:

METODE

METODE

PEMULIAAN

PEMULIAAN

TANAMAN

TANAMAN

MENYERBUK SENDIRI

MENYERBUK SENDIRI

A.

A.

PEN

PEN

GER

GER

TIA

TIA

N-2

N-2

PAD

PAD

A TAN

A TAN

.M

.M

ENY

ENY

ERB

ERB

UK

UK

SENDIRI

SENDIRI

B.

B.

ASP

ASP

EK G

EK G

ENE

ENE

TIK

TIK

POP

POP

OPU

OPU

LAS

LAS

I TA

I TA

NAM

NAM

AN

AN

MENEYRBUK SENDIRI

MENEYRBUK SENDIRI

C.

C.

SAS

SAS

ARAN

ARAN

PEM

PEM

ULI

ULI

AN T

AN T

AN.

AN.

M. S

M. S

END

END

IRI

IRI

D.

D.

MAC

MAC

AM VA

AM VA

RI

RI

ETA

ETA

S TAN

S TAN

AM

AM

AN M

AN M

ENYE

ENYE

RBU

RBU

K

K

SENDIRI

SENDIRI

E.

E.

BER

BER

BAG

BAG

AI

AI

MET

MET

ODE

ODE

PEM

PEM

ULI

ULI

AAN

AAN

TAN

TAN

.

.

MENYERBUK SENDIRI

(2)

PENGELOMPOKAN

PENGELOMPOKAN

METODE PEMULIAAN TANAMAN

METODE PEMULIAAN TANAMAN

 Metode Metode Pemuliaan Pemuliaan Tan. Tan. dikelompokkan dikelompokkan atas:atas: (1). Mtd. pemuliaan Tan. menyerbuk sendiri (1). Mtd. pemuliaan Tan. menyerbuk sendiri (2). Mtd. pemuliaan Tan. menyerbuk silang (2). Mtd. pemuliaan Tan. menyerbuk silang (3). Mtd. pemuliaan Tan. Yg diperbanyak (3). Mtd. pemuliaan Tan. Yg diperbanyak

vegetatif. vegetatif.

 Metode Pemuliaan dg “Teknik Khusus” :Metode Pemuliaan dg “Teknik Khusus” :

Pemulian mutasi,Pemulian mutasi,

Pemuliaan poliploidisasi,Pemuliaan poliploidisasi,

pemuliaan pemuliaan in in vitrovitro

(3)

A. PENGERTIAN-PENGERTIAN

PADA TANAMAN MENYERBUK SILANG

 PENYERBUKAN SENDIRI vs SILANG

 – PENYERBUKAN SENDIRI: pertemuan sel kelamin betina dan

 jantan dari satu tanaman yg sama.

 – PENYERBUKAN SILANG: pertemuan sel kelamin betina dan

 jantan dari tanaman berbeda.

 TANAMAN MENYERBUK SENDIRI (TM-SENDIRI): sebagian besar penyerbukan yg terjadi mrpk

penyerbukan sendiri

 Contoh TM-SENDIRI: padi, kedelai, kacang tanah.

(4)

B. ASPEK GENETIKA

TANAMAN MENYERBUK SENDIRI

 Populasi tan Menyerbuk sendiri bersifat

HOMOSIGOT (terdiri atas tanaman-2 homosigot).

 Mengapa homosigot?

Dg menyerbuk sendiri (selfing):

 – Tan-2. homosigot (AA/aa) tetap homosigot:

(1) AA x AA AA; (2) aa x aa aa

 – Tan-2 heterosigot (Aa) bersegregasi

membentuk: 50% Tan. homosigot dan 50% tan. heterosigot

(3) Aa x Aa ¼ AA + ½ Aa + ¼ aa

 – Selfing bbrp generasi ( pd F6-F7), proporsi

heterosigot sangat kecil (nol), semua homosigot

(5)

Diagram penyerbukan sendiri

tanaman heterosigot

A a A AA Aa a Aa aa

S1 : ¼ AA + ½ Aa + ¼ aa

S-0 : Aa

selfing : Aa x Aa

gamet : A/a

A/a

(6)

Proporsi HETEROSIGOT SEMAKIN KECIL

pada generasi selfing lebih lanjut

S-0 : Aa S-2 : 25% AA 12,5% AA 25% Aa 12,5% aa 25% aa S-3 : 37,5% AA 6,25% AA 12,5% Aa 6,25% aa 37,5% aa S-1 : 25% AA 50% Aa 25% aa S-5 : 46,875% AA 1,562% AA 3,125 % Aa 1,562% aa 46,875% aa

(7)

C. SASARAN PEMULIAAN

TAN. MENYERBUK SENDIRI

SASARAN UTAMA:

Terbentuk tanaman unggul, homosigot, dan seragam (terbentuk Galur murni yg unggul)

AABBCCDD X AABBCCDD

semua keturunan homosigot & seragam Galur murni : ?

• sekelompok tanaman (strain) yang terdiri atas

tanaman-tanaman homosigot dan seragam

• sekelompok tanaman (strain) yang berasal dari

suatu genotipe homosigot melalui penyerbukan sendiri.

(8)

D. MACAM VARIETAS

TAN. MENYERBUK SENDIRI:

1. PENGERTIAN VARIETAS: sekelompok/populasi tanaman yg mempunyai sifat-2 khusus, serupa, dan dpt dibedakan dg. Kelompok/populasi lain dlm spesies/jenis yg sama.

2. Var. Murni / Galur Murni: terdiri atas satu galur  murni (homosigous dan homogenous).

2. Var. Galur Ganda: campuran dua atau lebih galur  murni isogenik

3. Var. Campuran: dua atau lebih var. murni dg perbandingan tertentu.

4. Var. Hibrida: F1 hasil persilangan dua atau lebih galur murni

(9)

E. BERBAGAI METODE PEMULIAAN

TAN. MENYERBUK SENDIRI

1. Introduksi

2. Seleksi (seleksi terhadap populasi alam) a). Seleksi massa

b). Seleksi galur murni 3. Pemuliaan Hibridisasi

a). Seleksi bulk

(10)

1. INTRODUKSI

 Introduksi : mendatangkan tanaman dari luar negeri untuk dijadikan varietas atau sebagai bahan pemuliaan.

• Tanaman introduksi ini dpt dikembangkan

menjadi varietas baru dg cara:

1. Langsung dijadikan varietas baru setelah melalui proses adaptasi. 2. Melalui seleksi.

(11)

2. SELEKSI (Terhadap populasi alamiah)

• POPULASI DASAR / BAHAN SELEKSI :

memanfaatkan keragaman populasi alamiah misalnya : varietas lokal (campuran sejumlh

galur murni)

(AABBcc; AAbbCC, aaBBCC, AABBCC)

• SELEKSI :

 – memilih sejumlah tan. dari populasi dasar,  – menanam kembali tanaman-2 terpilih .

• Metode ini dibedakan atas:

a) Seleksi Galur Murni b) Seleksi Massa

(12)

Prosedur Seleksi Galur Murni :

1. Memilih tanaman-2 baik, bijinya dipanen secara terpisah

(pembentukan galur)

2. Keturunan tanaman-2 terpilih

ditanam dlm baris terpisah untuk dievalusi.

3. Galur-2 terpilih diperbanyak

sehingga menjadi varietas/galur  murni.

(13)

Seleksi Galur murni VS Seleksi Massa

SELEKSI GALUR MURNI :

 pemilihan dan penanaman kembali tanaman-2 terpilih memperhatikan asal-usulnya (dipisah),

 hasil akhir seleksi galur murni : populasi homosigot dan seragam (satu galur murni). SELEKSI MASSA :

 pemilihan dan penanaman kembali tidak

memperhatikan asal-usulnya (tidak dipisah),

 hasil seleksi massa : populasi yg homosigot tetapi tdk seragam (campuran bbrp galur 

(14)

Seleksi Massa Positif &

Seleksi Massa Negatif 

Seleksi massa dapat berupa : (1) Seleksi massa positif:

memilih sejumlah tanaman terbaik dan bijinya dicampur untuk dijadikan benih (2) Seleksi massa negatif:

membuang (menyingkirkan) tanaman yg tidak dikehendaki, biji tanaman-2 sisa

(15)

Kelebihan dan Kekurangan seleksi Massa

Kelebihan: sederhana dan mudah karena seleksi massa hanya didasarkan penotife tanpa uji keturunan

Kekurangan:

(1) Oleh karena fenotipe dipengaruhi lingkungan, maka tanaman yang mempunyai fenotipe baik dan terpilih belum tentu mempunyai genotipe baik,

(2) Tanaman Homosigot dan heterosigot

mempunyai fenotipe sama untuk sifat yang dikendalikan oleh gen dominan

(16)

3. Pemuliaan Hibridisasi

• Hibridisasi (Persilangan) bertujuan :

mendapat gabungan sifat-2 baik tetua-2 yg disilangkan

• Pemuliaan hibrididsasi mencakup kegiatan:  – Pemilihan Tetua

 – Persilangan

 – Seleksi terhadap pop.bersegregasi hasil

persilangan:

1. Metode Pedigri (Silsilah) 2. Metode Bulk

 – Uji daya hasil pendahuluan  – UJi Multilokasi

(17)

METODE

PEDIGRI

 Seleksi mulai pd F2: memilih tanaman-2 terbaik; membuat galur F2 dari masing-2 tan.

 Pada Pop galur F4 (generasi F5),

masing-2 galur  dipanen bulk sbg galur murni, siap diuji daya hasil

DIAGRAM PEDIGRI Var.A X Var.B Th(2): F1 Th(1) Th(3): F2 Th(4):F3 Th(5-6): F4-F5 Th(7-8): Brs. Famili Brs. Famili Uji Daya Hasil Pelepasan Varietas V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Seleksi individu tanaman

(18)

Prosedur Metode pedigri

1. Membuat persilangan membentuk biji F1. 2. Membentuk Pop F2 yang bersegregasi 3. Menanam biji F2 membentuk Pop F2

- memilih tanaman-tanaman terbaik; dan

- membuat galur F2 dari masing-masing tanaman terbaik

4. Pada pertanaman galur F2, generasi F3 :

- Pilih famli-2 F2 terbaik, pilih bbrp tanaman terbaik dari setiap famili terpilih

- Buat galur F3 dari masing-2 tanaman terpilih 5. Pada Pop F3 (generasi F4):

- Pilih famli-2 F3 terbaik, pilih beberapa tanaman terbaik dari setiap famili terpilih, bentuk galur F4 dari masing-2

tanaman terpilih

6. Pada Pop galur F4 (generasi F5), masing-2 galur  dipanen bulk dan siap diuji daya hasil

(19)

Th(1): Var A X Var B Th(3): F2 Th(2): F1 Th(6): F5 Th(4-5): F3-F4 Th(7-8):

METODE

BULK

• Pembentukan

galur murni tidak dibarengi seleksi • Seleksi (pemisahan) baru dilakukan pada F5 atau F6 Seleksi individu tanaman Uji Daya Hasil Pelepasan Varietas V V V V V V V v v v v v V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V v v v v v V Petak Bulk Petak Bulk Petak Bulk

(20)

PROSEDUR METODE BULK

• Membuat persilangan membentuk Pop F1

 Membentuk Pop F2 yang bersegregasi

 Tanaman-2 Pop bersegregasi ditanam tercampur (bulk) sampai F5 / F6

 Pada generasi F5 / F6, tananam-2 terbaik dipilih dijadikan galur murni

 Masing-2 galur dipanen secara bulk (digabung), siap diuji daya hasilnya.

(21)

4. PEMBENTUKAN VARIETAS GALUR GANDA

& VARIETAS CAMPURAN

• VAR. GALUR GANDA: varietas yg terdiri atas dua

atau lebih galur isogenik yang dicampurkan.

 – G al u r is o g e n i k : g a lu r -g a lu r y a n g m em p u n y a i s u s u n a n  

g e ne t i k s a m a k e c u a l i s a t u a t au b e be r ap a g en /l o k u s   t e r t en t u, m i s al n y a g e n p e ng a t u r k e ta h an a n te r ha d a p   h a m a /p e ny a k i t b e r b e d a  .

• VAR. CAMPURAN: campuran dua verietas murni

atau lebih yang sengaja dicampur dg perbandingan tertentu.

Selain varietas murni (galur murni), pada tan.

menyerbuk sendiri dikembangkan varietas galur  ganda dan varietas campuran

(22)

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

VAR. GALUR GANDA & VAR. CAMPURAN

• Kelebihan:

1. Lebih beradapatasi

2. Stabilitas hasil lebih tinggi

3. Lebih tahan thd hama/penyakit

• Kelemahan:

1. Penampilan kurang menarik karena kurang seragam

2. Biasanya daya hasil lebih rendah

Gambar

Diagram penyerbukan sendiri tanaman heterosigot A  a A  AA  Aa a  Aa  aa S1 : ¼ AA + ½ Aa + ¼ aaS-0 : Aaselfing : Aa x Aa
DIAGRAM  PEDIGRIVar.A X Var.BTh(2): F1Th(1)Th(3): F2Th(4):F3Th(5-6):F4-F5Th(7-8): Brs
DIAGRAM  METODE  BULK

Referensi

Dokumen terkait

Seleksi galur-galur padi hasil persilangan antara Situ Bagendit x Kasalath dan Situ Bagendit x NIL-C433 pada populasi BC2F6, yang diharapkan mempunyai sifat toleran

Berdasarkan bentuk badannya terbentuk empat kelompok besar, yaitu (1) dua kelompok pada galur murni menunjukkan populasi galur murni Kalimantan, Majalengka, dan

Perbaikan varietas tanaman menyerbuk sendiri dapat dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu introduksi, seleksi dan hibridisasi. Introduksi adalah merakit galur

Metode bulk merupakan metode untuk membentuk galur-galur homozigot dari populasi bersegregasi melalui selfing selama beberapa generasi tanpa seleksi. Selama tumbuh bercampur,

 Seleksi individu tanaman hasil persilangan berdasarkan kriteria yang dikehendaki.  Perbanyak individu terpilih

Keragaan galur-galur F6 hasil seleksi dengan metode seleksi pedigree dan modified bulk pada tiga populasi sorgum tidak nyata pada hampir semua karakter yang diamati

intensitas seleksi yang digunakan maka nilai kemajuan genetik akibat seleksi akan.. semakin besar pula, akan tetapi persentase populasi yang diseleksi

Populasi awal (P0) sebagai obyek seleksi untuk menghasilkan IP-1 memiliki sifat genetik yang sudah relatif seragam yang disebabkan karena calon populasi awal merupakan