• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN DOSEN MUDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN DOSEN MUDA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEMAJUAN

PENELITIAN DOSEN MUDA

IMPLEMENTASI

EXECUTIVE INFORMATION SYSTEM PADA

APLIKASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB

(Studi Kasus: MTS Darul Amira Ciharbeuti Ciamis)

Oleh

Cecep Muhamad Sidik R, M.T. (NIDN: 0429068401)

Andi Nur Rachman, M.T. (NIDN: 0412088503)

UNIVERSITAS SILIWANGI

JULI 2017

(2)
(3)

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR………..iv DAFTAR TABEL ...v DAFTAR LAMPIRAN... vi ABSTRAK ...1 BAB I. PENDAHULUAN ...2 1.1 Latar Belakang ...2 1.2 Tujuan Penelitian ...3 1.3 Target Luaran ...3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA...4

2.1 Sistem Informasi Eksekutif ...4

2.2 Infrastruktur Sistem Informasi Eksekutif ...4

2.3 Siklus Pengembangan Executive Information System (EIS) ...5

2.4 Critical Succes Factors (CSF) ...6

2.5 Key Performance Indicator (KPI)...8

2.6 Basis Data...8

2.7 PHP (Hypertext Preprocessor) ...9

2.8 MySQL ... 10

2.9 XAMPP ... 10

BAB III. ANALISIS DAN PERANANGAN... 12

3.1. Lokasi Penelitian ... 12

3.2. Analisis Permasalahan... 12

3.2.1 Critical Succes Factor dan Key Performance Indicator (KPI) ... 14

3.3 Rancangan Penelitian ... 14

3.3.1 Model Data Flow Diagram (DFD) ... 14

3.4.2 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 15

3.4.3 Arsitektur Aplikasi...15

DAFTAR PUSTAKA ... 16

(4)

iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Traditional EIS Architecture ...4

Gambar 2. EIS lifecycle ...5

Gambar 3. Flowchart Administrator ... 12

Gambar 4. Flowchart Guru ... 13

Gambar 5. Flowchart Eksekutif (Kepala Sekolah) ... 13

Gambar 6. Diagram Konteks ... 14

Gambar 7. Entity Relationship Diagram (ERD)... 15

(5)

v

DAFTAR TABEL

(6)

vi

DAFTAR LAMPIRAN

(7)

1

ABSTRAK

Madrasah Tsanawiyah Darul Amira Cihaurbeuti Ciamis merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki akademik sebagai faktor penentu keberhasilan untuk proses kegiatan belajar siswa di sekolah. Hal ini erat kaitannya dengan proses keberlangsungan manajemen akademik yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar siswa sehingga perlu dilakukan perencanaan strategis yang tepat agar dapat terwujudnya suatu sistem yang dapat mengatur akademik ke arah yang lebih baik, faktor tersebut dijadikan informasi untuk pihak atasan sebagai landasan pembuatan keputusan yang sifatnya strategis.

Di sisi lain MTs Darul Amira juga merupakan sebuah organisasi pendidikan yang memiliki manajemen dengan kepala sekolah sebagai pemimpin, proses evaluasi program untuk melihat ketercapaian program kerja sekolah akan dapat dilakukan dengan lebih baik bila organisasi memiliki informasi yang lengkap, akurat, dan didapat dalam waktu yang

relatif singkat. Hal tersebut dapat terwujud dengan menggunakan Executive Information

System (EIS), yang didalamnya menerapkan dashboard sebagai bentuk informasi yang ditampilkan dalam bentuk visual (gambar grafik). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode siklus pengembangan sistem informasi eksekutif, dengan mengkaji model EIS yang sesuai bagi akademik sekolah khususnya di MTs Darul Amira. Hasil penelitian adalah sebuah perancangan dan pembuatan aplikasi EIS pada sistem informasi akademik yang diharapkan mampu mengakomodasi permasalahan dalam proses akademik serta sebagai solusi pemberian informasi secara visual untuk mempermudah mendapatkan informasi akademik di MTs Darul Amira.

(8)

2

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi saat ini berkembang begitu pesat seiring dengan perkembangan zaman. Setiap perusahaan maupun instansi membutuhkan teknologi dalam memecahkan masalah, dalam hal ini teknologi yang di maksud adalah komputer sebagai alat bantu yang efektif dan efisien. Dalam sebuah perusahaan ataupun instansi pemerintahan banyak diantaranya menggunakan kemajuan dari teknologi komputer ini untuk lebih mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara cepat, namun bukan hanya dalam dunia kerja saja kemajuan teknologi dapat dirasakan, dalam dunia pendidikan manfaat dari kemajuan teknologi ini juga dapat menghasilkan sistem yang mampu mengefisienkan pekerjaan dalam hal sistem informasi akademik sekolah.

Madrasah Tsanawiyah DARUL AMIRA Cihaurbeuti Ciamis adalah salah satu lembaga pendidikan yang berupaya mendidik dan membimbing peserta didiknya agar memiliki ilmu pengetahuan yang berguna untuk masa depan, dan faktor itu tidak dapat dipisahkan peranannya dari keberhasilan proses kegiatan belajar di sekolah, hal demikian erat kaitannya dengan menajemen akademik yang sedang berlangsung. Dalam kaitannya proses penggunaan teknologi belum maksimal, diantaranya terdapat pengolahan akademik yang masih menggunakan cara manual, maka pengolahan akademik menjadi lama dan tidak efektif yang mengakibatkan terjadi kesalahan dalam pengolahan akademik dan ini menjadi penyebab utama bagi kualitas keberlangsungan kegiatan belajar siswa yang berdampak peserta didik tidak kompetitif.

Kebutuhan pihak eksekutif (kepala sekolah) akan informasi akademik sangat penting untuk dapat melakukan perencanaan yang sifatnya strategis maka dibutuhkan sistem pelaporan yang lebih efisien serta informasi yang cepat dan tepat, sedangkan evaluasi data diperlukan waktu yang cukup lama, karena disebabkan pencatatan masih dilakukan secara manual, dan sumber data yang masih belum terkordinir dengan baik. Di sisi lain, seorang eksekutif juga memerlukan informasi yang mudah dibaca, mudah dimengerti serta dapat memperoleh detail dari informasi tersebut.

Maka dari paparan diatas dibutuhkan suatu sistem yang dapat menyajikan informasi

akademik bagi eksekutif dengan cepat dan akurat. EIS (Executive Information System)

merupakan konsep sistem berbasis komputer yang tepat sebagai penyedia informasi eksekutif yang disediakan secara interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi yang sedia setiap saat, detail, cepat, dan tepat serta mudah

(9)

3

untuk divisualisasikan, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah,

pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis.

Oleh karena itu, maka penelitian ini akan berfokus pada membangun

“Implementasi Executive Information System Pada Aplikasi Sistem Informasi Akademik

Di MTs Darul Amira Cihaurbeuti Ciamis

Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, didapatkan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana merancang dan membangun Sistem Informasi Eksekutif Akademik

sebagai sarana untuk mengolah akademik sekolah.

2. Bagaimana cara merancang dan membangun aplikasi yang memudahkan guru

untuk memberikan atau menginputkan nilai kepada siswa.

3. Bagaimana cara merancang dan membangun aplikasi yang memudahkan eksekutif

(Kepala Sekolah) memperoleh informasi secara cepat dan detail mengenai

akademik sekolah secara online.

1.2 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah :

1. Membangun sistem informasi yang dapat mengelola kegiatan akademik sekolah,

dan menyediakan informasi beserta laporan akademik yang dapat diakses oleh pihak eksekutif dari mana saja menggunakan media internet..

2. Menerapkan sistem sistem informasi eksekutif pada aplikasi untuk memudahkan

Kepala Sekolah mengontrol akademik siswa.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dari penelitian ini adalah mengimplementasikan EIS hanya pada sistem informasi akademik.

(10)

4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Pada tinjauan pustaka dijelaskan mengenai hasil studi pustaka yang mendukung pelaksanaan penelitian.

2.1 Sistem Informasi Eksekutif

Sitem informasi eksekutif adalah sebuah sistem informasi yang mendukung

perencanaan dan penilaian kebutuhan manajer eksekutif (Whitten 2012). Eksekutif adalah

manajer tingkat atas dari hirarki organisasi yang berpengaruh kuat pada perusahaan. Pengaruh ini diperoleh dengan terlibat dalam perencanaan strategis dan menetapkan kebijakan perusahaan.

Menurut O’Brien (2011), menyatakan bahwa Sistem Informasi Eksekutif adalah sistem informasi yang menyediakan informasi strategis yang sesuai dengan kebutuhan pihak eksekutif dan para pengambil keputusan lainnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Executive Information System (EIS) adalah sebuah

sistem berbasis komputer yang bertujuan untuk memfasilitasi dan mendukung informasi dalam pengambilan keputusan yang dibutuhkan oleh eksekutif senior dengan cara menyediakan akses yang mudah berupa informasi baik internal maupun eksternal yang bertujuan menetapkan tujuan strategis dari sebuah organisasi.

2.2 Infrastruktur Sistem Informasi Eksekutif

SIE tradisional memiliki dua komponen utama yaitu basis data terpusat, yang merupakan repositori data yang diekstrak dari berbagai sumber; dan mesin untuk menganalisa data dan menampilkan hasilnya kepada para eksekutif.

(11)

5 Arsitektur ini sederhana dan mudah untuk dikelola. Karena menggunakan basis data terpusat, query dan analisa dapat diproses dengan cepat. Akan tetapi dalam melakukan ekstraksi dan peng-updatean data dari sumber yang berbeda ke dalam basis data terpusat merupakan permasalahan yang kompleks. Sebab seringkali data tersebut tidak kompatibel antara satu sumber dengan sumber data yang lain. Arsitektur SIE tradisional tidak dapat beradaptasi terhadap inkompatibilitas data. Oleh karena itu, setiap kali terdapat

perubahan pada local system, basis data terpusat harus disusun kembali, di-compile

ulang, atau bahkan didesain ulang. SIE tradisional hanya mendukung analisis data sederhana yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.

Aplikasi berbasis web adalah sebuah aplikasi yang dapat diakses melalui internet atau intranet, dan pada sekarang ini ternyata lebih banyak dan lebih luas dalam pemakaiannya. Banyak dari perusahaan-perusahaan berkembang yang menggunakan aplikasi berbasis web dalam merencanakan sumber daya mereka dan untuk mengelola perusahaan mereka. (Berners-Lee, 2004).

2.3 Siklus Pengembangan Executive Information System (EIS)

Dalam membangun EIS digunakan metode rekayasa sistem EIS lifecycle atau siklus

EIS. Siklus ini terdiri dari beberapa tahapan yang digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2. EIS lifecycle (Ion Lungu, 2005)

Siklus ini terdiri dari enam tahap pembangunan EIS mulai dari analisis hingga perilisan. Tahapan pada siklus ini dapat berulang hingga dihasilkan EIS yang relevan. Berikut akan dibahas setiap tahapannya.

(12)

6

1. Justifikasi

Tahap ini ditujukan untuk mengidentifikasi kebutuhan binis dan peluang, kemudian tim pengembang sistem informasi eksekutif mengajukan usulan yang didasarkan pada biaya serta mencari nilai bisnis yang fungsinya untuk mengetahui bisnis yang ada dengan teknik wawancara kepada pemimpin perusahaan.

2. Perencanaan.

Tahapan ini ditujukan untuk memperkirakan dan menilai kemampuan perusahaan untuk mendukung dan menyelesaikan proyek pengembangan sistem informasi eksekutif. Selain itu pada tahapan ini dijabarkan juga perencanaan pengembangan sistem informasi eksekutif.

3. Analisis Bisnis

Menganalisis kebutuhan bisnis yang terdapat dalam organisasi serta kebutuhan yang diperlukan guna pembuatan aplikasi. Data yang diambil tersebut diolah untuk menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan dan kebijakan demi penyempurnaan program.

4. Desain Sistem

Tahapan ini digunakan untuk melakukan pembuatan model dari data yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem informasi eksekutif, dan perancangan untuk aplikasi yang akan dibangun.

5. Konstruksi.

Tahapan ini merupakan proses rekayasa dan pembangunan sistem yang terdiri dari kebutuhan pengguna, analisis yang terdapat dalam desain antarmuka sistem. Dalam

tahapan ini deikembangkan interface dari aplikasi yang dibangun.

6. Deployment dan Rilis

Setelah tahapan konstruksi selesai, dilakukan evaluasi EIS. Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem kepada eksekutif. Eksekutif dapat meberi saran-saran untuk perbaikan. Selanjutnya dilakukan modifikasi pada sistem hingga mencakup semua informasi yang dibutuhkan.

2.4. Critical Succes Factors (CSF)

Menurut Witarto (2004), Metode CSF membantu pendefinisian variabel, serta informasi yang dibutuhkan setiap variabel sehingga manajer dapat meningkatkan pemahamannya tentang situasi di ruang kendalinya. Peranan CSF dalam perencanaan

(13)

7 strategis adalah sebagai penghubung antara strategi bisnis organisasi dengan strategi system informasinya, memfokuskan proses perencanaan strategis Sistem Informasi pada area yang strategis, memprioritaskan usulan aplikasi Sistem Informasi dan mengevaluasi strategi Sistem Informasi. Manfaat dari analisa CSF yaitu :

1. Analisa CSF merupakan teknik yang paling efektif dalam melibatkan manajemen

senior dalam mengembangkan strategi sistem informasi. Karena CSF secara keseluruhan telah berakar pada bisnis dan memberikan komitmen bagi manajemen puncakdalam menggunakan sistem informasi, yang diselaraskan dengan pencapaian tujuan perusahaan melalui area bisnis yang kritis.

2. Analisa CSF menghubungkan proyek SI (sistem informasi) yang akan

diimplementasikan dengan tujuannya, dengan demikian system informasi nantinya akan dapat direalisasikan agar sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

3. Dalam wawancara dengan manajemen senior, analisa CSF dapat menjadi perantara

yang baik dalam mengetahui informasi apa yang diperlukan oleh setiap individu.

4. Dengan menyediakan suatu hubungan antara dengan kebutuhan informasi, analisa

CSF memegang peranan penting dalam memprioritaskan investasi modal yang potensial.

5. Analisa CSF sangat berguna dalam perencanaan sistem informasi pada saat strategi

bisnis tidak berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan, dengan memfokuskan pada masalah – masalah tertentuyang paling kritis.

6. Analisa CSF sangat berguna apabila digunakan sejalan dengan analisa value chain

dalam mengidentifikasi proses yang paling kritis, serta memberikan fokus pada

pencapaian tujuan melalui kegiatan – kegiatan yang paling tepat untuk

dilaksanakan (Ward & Peppard,2002).

Analisis CSF adalah sebuah teknik yang terkenal tidak hanya dalam mengembangkan strategi SI/TI tetapi juga dalam pengembangan strategi bisnis. CSF digunakan untuk menginterpretasikan tujuan bisnis dan memunculkan aktivitas yang diperlukan untuk mencapainya, serta kebutuhan informasi yang nantinya digunakan.

(14)

8

2.5. Key Performance Indicator (KPI)

Menurut Reh, F. John (2007) KPI membantu organisasi untuk mendefinisikan dan mengukur progres dari tujuan organisasi setelah misi, stakeholders, dan tujuannya telah diidentifikasikan dan dianalisis.

KPI digunakan secara regular untuk mengukur aktifitas yang sulit untuk dinilai seperti keuntungan dari pengembangan leadership, servis, dan kepuasan. KPI dapat digunakan sebagai manajemen kinerja dan alat peningkatan yang fokus dalam pencapaian tujuan organisasi. Pengamatan suatu KPI memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasikan dan memperbaiki kelemahan bisnisnya. KPI biasanya digunakan untuk tinjauan jangkapanjang, dimana berarti pengertian KPI dan bagaimana KPI diukur tidak berubah terlalu sering, hanya tujuan dari KPI berubah sejalan dengan tujuan organisasi.

Menurut Cranfield School of Management (2007), karakteristik suatu KPI adalah:

1. Merefleksikan tujuan organisasi.

Jika tujuan organisasi adalah menjadi bisnis paling menguntungkan, maka pilih KPI yang mengukur keuntungan.Tapi, jika tujuannya untuk meningkatkan pelayanan maka pilih KPI yang mengukur kualitas.

2. Kunci kesuksesan organisasi.

KPI harus dibatasi pada aktifitas dimana bisnis tersebut bersandar untuk mencapai tujuannya, dengan tujuan agar tetap fokus pada key objectives dan membuat pengamatan performa menjadi mudah.

3. Bisa diukur dan dibandingkan.

KPI harus mendefinisikan apa saja yang termasuk didalamnya atau bagaimana KPI dihitung, metode pengukuran dan pembandingannya, dan targetnya. Untuk semua macam target, setiap variabel memiliki range operasi baik batasan minimum maupun maksimum (US Patent 2006).

2.6. Basis Data

Basis Data terdiri dari dua buah kata yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data adalah reperesentasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek. Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang tertentu, diantaranya :

(15)

9

1. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama

sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

2. Kumpulan file-file yang saling berelasi dan relasi tersebut biasanya ditunjukan

dengan kunci dari tiap file yang ada, yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Satu basis data menunjukan satu kumpulan data yang dipakai dalam lingkup perusahaan, instansi.

Dalam basis data terdapat istilah- istilah, diantaranya adalah :

a. Entity merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain, misalnya orang, tempat, kejadian, atau konsep yang informasinya direkam.

b. Atribute merupakan sesuatu hal yang mendeskripsikan karakteristik (property) dari entitas.

c. Data value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada atribut.

d. Record (Tupel) yaitu kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan

menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.

e. File merupakan kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang

elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda-beda data valuenya.

f. Data Base Management Sistem (DBMS) merupakan kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk mengelolanya. Database merupakan kumpulan datanya, sedang program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang berfungsi untuk membaca data, mengisi data, menghapus data serta melaporkan data dalam database.

2.7 PHP (Hypertext Preprocessor)

Menurut Oktavian (2010) PHP adalah akronim dari Hypertext Preprocessor, yaitu suatu bahasa pemrograman berbasiskan kode-kode (script) yang digunakan untuk mengolah suatu data dan mengirimkannya kembali ke web browser menjadi kode HTML.

Hypertext Preprocessor (PHP) merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side HTML=embedded scripting, di mana script nya menyatu dengan HTML dan berada di server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan

(16)

10 sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebgai bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (Active Server Pages) dan JSP (Java Server Pages).

Banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika menggunakan PHP sebagai modul dari apache di antaranya adalah :

a. Tingkat keamanan yang cukup tinggi

b. Waktu eksekusi yang lebih cepat dibandingkan dengan bahasa pemograman web

lainnya yang berorientasi pada server-side scripting.

c. Akses ke sistem database yang lebih fleksibel seperti MySQL.

2.8 MySQL

Menurut Prasetyo (2004) MySQL merupakan salah satu database server yang berkembang di lingkungan open source dan didistribusikan

secara free (gratis) dibawah lisensi GPL.

MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System) sehingga istilah tabel, baris dan kolom tetap digunakan dalam MySQL. Pada MySQL sebuah database mengandung satu atau beberapa tabel, tabel terdiri dari sejumlah baris dan kolom. MySQL sangat populer di kalangan pemrogram web, MySQL adalah database yang menghubungkan script PHP menggunakan perintah query dan escape character yang sama dengan PHP. PHP memang mendukung banyak jenis database, tetapi untuk medesain sebuah web yang dinamis dan selalu Up-to-Date, MySQL merupakan pilihan database tercepat saat ini.

2.9 XAMPP

Menurut Budiarto (2012) XAMPP adalah program aplikasi yang berguna untuk pengembangan website berbasis PHP dan MySQL. Software XAMPP dibuat dan dikembangkan oleh Apache Friends. Perangkat lunak ini memiliki kelebihan untuk bisa berperan sebagai server web apache untuk simulasi pengembangan website.

Penggunaan PhpMyAdmin lebih kearah untuk mempermudah pembuatan

database pada MySQL beserta strukturnya misalnya membuat Database, membuat Tabel, membuat Field dengan beragam pilihan tipe data, manipulasi data seperti Insert, Update, Select, Delete. Pembuatan database (untuk administrasi MySQL) dan Zend Optimizer yang

(17)

11 dapat kita gunakan untuk membantu proses instalasi Apache, bahasa pemrograman dan MySQL.

(18)

12

BAB III. ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di MTS Darul Amira Ciharbeuti Ciamis.

3.2. Analisis Permasalahan

Pada tahap perencanaan dilakukan identifikasi struktur organisasi serta gambaran jadwal perencanaan penelitian dengan teknik observasi, studi pustaka yang dilakukan dan

flowchart program yang terdiri dari administrator, guru dan ekskutif (Kepala Sekolah).

a.Flowchart Administrator

Gambar 4 Flowchart Administrator

Mulai Masukan Username, Password Verifikasi Tidak Pengolahan Data Ya Akademik

Input Data Admin Input Data Eksekutif Input Data Guru Input Data Wali Kelas Input Data Siswa Input Data Kelas Input data Pelajaran Input Data Ekstra Input Absensi Siswa Input Absensi Guru Input Alumni Sesuai Tidak Ya Penjadwalan Input Ruangan Input Jadwal Sesuai Tidak Ya Pengaturan Adminstrator Eksekutif Guru Selesai Informasi Laporan

(19)

13 b.Flowchart Guru

Gambar 5 Flowchart Guru

c.Flowchart Eksekutif / Kepala Sekolah

Gambar 6 Flowchart Eksekutif (Kepala Sekolah)

Mulai Masukan Username, Password Verifikasi Tidak Input Nilai Siswa Proses Olah Nilai Siswa Informasi Nilai Siswa Selesai Cetak Nilai Siswa Ya Mulai Verifikasi Masukan Username, Password Tidak Dashboard Lihat Dashboard Cetak Laporan Selesai Ya

(20)

14

3.2.1 Critical Succes Factor (CSF) dan Key Performance Indicator (KPI)

Menentukan CSF atau Critical Succes Factor, yaitu indikator keberhasilan

organisasi / lembaga.

Tabel 1. CSF dan KPI Aplikasi

Objek CSF KPI

Siswa baru

Jumlah Siswa Pengukuran jumlah siswa baru dengan grafik

informasi jumlah siswa pertahun ajaran Ekstra

kulikuler

Ekstrakulikuler Favorit

Pengukuran presentase jumlah minat siswa

terhadap ekstrakuliker dengan grafik informasi ekstrakulikuler.

Absensi Guru

Kehadiran Guru Pengukuran kinerja guru dalam kehadiran dengan

grafik informasi absensi guru.

Alumni Jumlah Alumni Pengukuran jumlah alumni yang melanjutkan

sekolah dengan informasi grafik alumni Nilai

Siswa

Standar Nilai

KKM

Penetapan prosedur standar nilai KKM tiap mata pelajaran, untuk mengukur hasil pencapaian nilai ujian siswa.

3.3. Rancangan Penelitian

3.3.1 Model Data Flow Diagram (DFD)

Sistem Informasi Eksekutif Akademik Administrator

Hak Akses Informasi Data Admin Informasi Data Eksekutif

Informasi Data Guru Informasi Data Wali Kelas

Informasi Data Siswa Informasi Data Kelas Informasi Data Pelajaran Informasi Data Ruangan Informasi Data Jadwal Informasi Data Ekstrakulikuler

Informasi Data Absensi Guru Informasi Data Absensi Siswa Informasi Data Alumni SIswa Username, Password

Data Administrator Data Eksekutif

Data Guru Data Wali Kelas

Data Siswa Data Kelas Data Pelajaran Data Ruangan Data Jadwal Data Ekstrakulikuler Data Absensi Guru Data Absensi Siswa Data Alumni Siswa

Guru

Eksekutif (Pimpinan)

Hak Akses Informasi Nilai Siswa Laporan Daftar Nilai

Username, Password Input Nilai Siswa

Username, Password Cetak Laporan Data Siswa Baru Cetak Laporan Data Ekstrakulikuler

Cetak Laporan Data Absensi Guru Cetak Laporan Data Nilai Per-Semester

Cetak Laporan Data Alumni SIswa Hak Akses Informasi Dashboard Siswa Baru Informasi Dashboard Ekstrakulikuler

Informasi Dashboard Absensi Guru Informasi Dashboard Alumni Siswa

Laporan Data Siswa Baru Laporan Data Ekstrakulikuler

Laporan Data Absensi Guru Laporan Nilai Per-Semester Laporan Alumni Siswa

(21)

15

3.3.2 Entity Relationship Diagram (ERD)

Gambar 8. Entity Relationship Diagram (ERD)

3.3.3 Arsitektur Aplikasi

Gambar 9. Arsitektur Aplikasi

petugas

petugas Mengakses aplikasi

Kependudukan dengan Implementasi sistem dashboard

kepala

kepala

Mengakses aplikasi Kependudukan dengan Implementasi sistem dashboard

Data Base Localhost Memberikan Nilai N Memiliki 1 1 Pelajaran Jadwal Memiliki N N Memiliki Siswa 1 N Memiliki 1 1 Kelas Memiliki 1 1 Alumni Menjadi 1 1 Guru 1 Memiliki 1 N Memiliki N N Absensi Guru Memiliki 1 1 Absensi Siswa Memiliki 1 1 Memiliki 1 Ekstra kulikuler N ISA 1 Wali Kelas 1

(22)

16

DAFTAR PUSTAKA

1. Cheung, W and G. Babin. 2006. A metadatabase-enabled executive information

system (Part A): A flexible and adaptable architecture, Decision Support

Systems, 42, 1589 1598.

2. Edhy Sutanta. 2004. Sistem Basis Data. Yogyakarta : Graha Ilmu.

3. Fatansyah. 2002. Basis Data : Buku Teks Ilmu Komputer. Bandung : Informatika.

4. Jeffery L. Whitten. 2012. Metode Desain dan Analisis Sistem. Yogyakarta : Andi.

5. Jogiyanto, H.M. 2005. Analisis dan Desain. Yogyakarta : Andi.

6. Lungu, Ion. 2005. Executive Information System Development Lifecycle.[Online].

Tersedia : http://ssrn.com/abstract-967691 atau http://papers.ssrn.com/

delivery.cfm/ssrn_id967691_code759911.pdf [15 Desember 2014]

7. O’Brien, James A. 2011. Introductin Information System. Twelfth Edition. Mc

Graw-Hill, Northern Arizona.

8. Otavian, Puji, Diar. 2013. Membuat Website Powerfull Menggunakan PHP.

Yogyakarta : MediaKom.

9. Sidik, Betha. 2011. JavaScript. Bandung : Informatika

10.Sidik, Betha. 2012. Pemrograman Web Dengan PHP Edisi Revisi. Bandung :

(23)

17

LAMPIRAN

Lampiran 1 : Laporan Penggunaan Dana PDM

LAPORAN PENGGUNAAN DANA PDM (Rp. 7.000.000,-) Tasikmalaya 2017

DAFTAR NOTA

Gambar

Gambar  1. Traditional EIS Architecture (Cheung  dan Babin,  2006)
Gambar  2. EIS lifecycle (Ion  Lungu,  2005)
Gambar  4 Flowchart Administrator
Gambar  6 Flowchart Eksekutif  (Kepala Sekolah)
+3

Referensi

Dokumen terkait

yang ditentukan dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara ini, Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara BKN bersama dengan Rrsat Pembinaan Jabatan Fungsional

Penyesuaian tersebut dilakukan agar parameter yang digunakan lebih sesuai dengan sistem yang diuji, dalam hal ini adalah aplikasi media edukasi virtual perawatan balita

Komplikasi yang dapat terjadi adalah gagal napas, aspirasi makanan atau cairan ke dalam paru, pneumonia, meningkatkan resiko terjadinya infeksi, trombosis vena

Pada penelitian ini, data yang digunakan untuk prediksi adalah data saham dari indeks LQ-45, dan beberapa perusahaan yang termasuk dalam LQ-45.. LQ-45 merupakan

Seperti diketahui pada buku pembelajaran kurikulum 2013 muatan materi pembelajaran cenderung sedikit, dapat mengakibatkan ketidakpahaman siswa atau bahkan guru itu

Dari perhitungan analisis overlay dapat diketahui bahwa dari 9 jenis pajak daerah dan 19 jenis retribusi darah yang berada di kabupaten Aceh Tengah yang teridentifikasi sebagai

Berdasarkan hasil analisis pengembangan bahan ajar mikrobiologi berbasis inkuiry oleh validator ahli media, ahli materi dan ahli bahasa dapat disimpulkan bahwa bahan ajar

1) Bentuk bercabang (Coral Branching, CB). Bentuk atau tipe karang yang memiliki cabang dengan ukuran cabang lebih panjang dibandingkan dengan ketebalan atau