• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah - Manajemen Risiko - RBS - Sertifikasi Perbankan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah - Manajemen Risiko - RBS - Sertifikasi Perbankan"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN DAN PERANAN RISK-BASED MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN DAN PERANAN RISK-BASED SUPE

SUPERVISIRVISION ON DALADALAM M PENIPENILAIAN LAIAN EFEKEFEKTIVITTIVITAS AS PENEPENERAPANRAPAN MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN Bagian Pertama

Bagian Pertama

MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN II.. PPEENNDDAAHHUULLUUAANN

Ri

Risk sk MaMananagegemement nt  sesebebenanarnrnya ya didipeperlrlukukan an bubukakan n hahanynya a di di duduniniaa perbankan namun dapat juga diterapkan di berbagai aktivitas. Faktor risiko perbankan namun dapat juga diterapkan di berbagai aktivitas. Faktor risiko yang dipertim

yang dipertimbangkbangkan an akan berbeda dari akan berbeda dari aktivaktivitas yang itas yang satu dengan yangsatu dengan yang lain. Dalam dunia perbankan, hal tersebut sangat menarik untuk disimak lain. Dalam dunia perbankan, hal tersebut sangat menarik untuk disimak mengingat faktor risiko yang terjadi dapat bersumber dari berbagai faktor  mengingat faktor risiko yang terjadi dapat bersumber dari berbagai faktor  se

sertrta a dedefifininisi si ririsiksikononya ya teterbrbatatas as memenynyanangkgkut ut kekepapada da kekerurugigian an yayangng mungkin timbul di masa mendatang. Dalam hal ini,

mungkin timbul di masa mendatang. Dalam hal ini, risk management risk management didi per

perbanbankan kan dihdiharaarapkapkan n dapdapat at menmengengendaldalikaikan n risrisikoiko-ri-risiksiko o yanyang g mumungkngkinin timbul untuk mengurangi kerugian apabila

timbul untuk mengurangi kerugian apabila terjadi.terjadi. Ten

Tentuntunya ya terterdapdapat at perpertantanyaayaan: n: apaapakah kah padpada a saasaat t ini ini perperbanbankan kan didi Indonesia belum secara utuh menerapkan

Indonesia belum secara utuh menerapkan risk management risk management ? Perbankan di? Perbankan di Ind

Indoneonesia sia tententuntunya ya sudsudah ah melmelakuakukan kan anaanalislisis-ais-analnalisis isis dan dan tekteknik nik yanyangg berkaitan dengan upaya untuk mengurangi kerugian yang timbul dimasa berkaitan dengan upaya untuk mengurangi kerugian yang timbul dimasa mend

mendatang melalui proses atang melalui proses pengpengelolaaelolaan n risiko kredit seperti risiko kredit seperti analianalisis sis kredikredit.t. K

Keeggiiaattaan n ddeemmiikikiaan n ssuuddaah h mmeerruupapakakan n ssaallaah h sasattu u ddaallaam m pprroosseess pe

pengngenendadalilian an ririsisikoko, , sesehihingngga ga kakalalau u didikakatatakakan n babahwhwa a peperbrbanankakan n didi Indonesia sama sekali belum menerapkan pengendalian risiko juga tidak Indonesia sama sekali belum menerapkan pengendalian risiko juga tidak sepenuhnya valid. Namun demikian pendekatan dalam pengendalian risiko sepenuhnya valid. Namun demikian pendekatan dalam pengendalian risiko ma

masisih h memengnggugunanakan kan teteknknik ik dadan n pependndekekatatan an kokonvnvenensiosionanal, l, sesehihingnggaga efektivitasnya masih dipertanyakan, belum efektif dan perlu diuji kembali efektivitasnya masih dipertanyakan, belum efektif dan perlu diuji kembali konsistensi penerapannya.

konsistensi penerapannya.

Dengan diterapkannya perhitungan kebutuhan modal minimum yang Dengan diterapkannya perhitungan kebutuhan modal minimum yang dihitung berdasarkan risiko secara internasional melalui rekomendasi yang dihitung berdasarkan risiko secara internasional melalui rekomendasi yang dikeluarkan

dikeluarkan Basle Committee on Banking SupervisionBasle Committee on Banking Supervision (i.e. Basle Accord(i.e. Basle Accord 198

1988), 8), makmaka a perperkemkembanbangangan risrisk k mamanagnagemement ent  sesemamakikin n pepesasat t ununtutukk mengembangkan perhitungan risiko yang lebih akurat (

mengembangkan perhitungan risiko yang lebih akurat (modelling modelling ). ). KondiKondisisi de

demimikikian an dididadasasarkrkan an kekepapada da didipeperbrbololehehkakannnnya ya BaBanknk-b-banank k dadalalamm men

menghighituntung g kebkebutuutuhan han modmodal al miminimnimum um dendengan gan memenggnggunaunakankan internal internal  model 

model  khusukhususnya snya risiko pasar risiko pasar (Ama(Amandemndemenen BasBasle le AccAccordord, , BIBIS S , , 1991996),6), dengan persyaratan-persyaratan tertentu.

(2)

Mengingat

Mengingat risk management risk management  secara utuh di Indonesia masih dalamsecara utuh di Indonesia masih dalam proses persiapan untuk penerapannya, tentu masih banyak para praktisi proses persiapan untuk penerapannya, tentu masih banyak para praktisi per

perbanbankan kan masmasih ih perperlu lu pempemahaahaman man secsecara ara leblebih ih memendandalam lam berberkaikaitantan dengan

dengan risk risk manamanagemengement t . . PaPapeper r inini i didimamaksuksudkdkan an ununtutuk k memembmbererikaikann gambaran secara umum tentang

gambaran secara umum tentang risk management risk management serta peran paraserta peran para senior senior  management 

management dalam penerapannya.dalam penerapannya. Pad

Pada a bagbagian ian perpertamtama, a, makmakalaalah h ini ini akaakan n memengungulas las menmengapgapaa risk risk  mangement 

mangement  didipeperlrlukukanan, , ririsisiko ko apapa a sasaja ja yayang ng dadapapat t teterjrjadadi i di di BaBanknk,, kelemahan

kelemahan conveconventionntional al apprapproachoach, , kebkebijaijakan kan perperbanbankan kan intinternernasiasionaonall dalam

dalam risk management risk management , peran, peran senior management senior management , dan kesimpulan., dan kesimpulan.

II.

II. MENGAPAMENGAPA RISK MANAGEMENT RISK MANAGEMENT  DIPERLUKAN?DIPERLUKAN? Da

Dalalam m sesetitiaap p uusasaha ha tteentntununya ya bberertutujujuaan n ununtutuk k mmenendadapapatktkanan keu

keuntntungungan an ((returnreturn) ) dedengngan an memengngeleluauarkrkan an bibiayaya a sesemimininimamal l mumungngkikin.n. Na

Namumun n teterdrdapapat at bebebeberarapa pa fafaktktor or yayang ng susulilit t ununtutuk k didikekendndalalikaikan n ununtutukk m

mememaaksksimimalalkakan n kekeuuntntunungagan n dadan n mmeemmininimimalalkakan n bbiaiayaya. . DaDalalamm penerapannya terdapat beberapa kendala:

penerapannya terdapat beberapa kendala: a.

a. KonKontrtrak ak antantara ara nasnasabaabah h dan dan BanBank k itu itu memengingikat kat daldalam am janjangkagka waktu yang relatif lama, sehingga dapat terjadi bahwa

waktu yang relatif lama, sehingga dapat terjadi bahwa returnreturn secarasecara  jangka pendek baik namun secara jangka waktu yang relatif panjang  jangka pendek baik namun secara jangka waktu yang relatif panjang

perlu dipredik

perlu diprediksi si dari awal dari awal seberseberapa apa jauh kemungkinjauh kemungkinanan returnreturn tersebuttersebut sulit diperoleh kembali di

sulit diperoleh kembali di masa mendatang.masa mendatang.  b.

 b. TerdapatTerdapat moral hazard moral hazard daridari counterpartiescounterparties untuk tidak memenuhiuntuk tidak memenuhi kewajibannya di masa

kewajibannya di masa mendatang.mendatang. c.

c. BaBank nk titidadak k memempmpununyayai i kekemamampmpuauan n ununtutuk k seselalalu lu mememamantntauau secara ketat kondisi

secara ketat kondisi counterpartiescounterparties.. d.

d. TerdapatTerdapat constraint constraint  daridari intinternernal al manmanageagemenment  BaBank nk ununtutukk me

melaklakukaukan n penpengengendaldalian ian secsecaraara comprehensivecomprehensive terhterhadap adap selurseluruhuh komponen yang dapat merugikan Bank.

komponen yang dapat merugikan Bank. e.

e. TerdapatTerdapat momoraral l hahazazard rd  daridari busibusineness ss ununit it  ununtutuk k seselalalulu mengutamakan

mengutamakan returnreturn dan mengesampingkandan mengesampingkan risk risk ..

Kondisi tersebut di atas terasa sekali terutama terdapat pada Kondisi tersebut di atas terasa sekali terutama terdapat pada Bank-bank yang belum secara formal menerapkan

bank yang belum secara formal menerapkan risk management risk management , akibatnya, akibatnya se

seriring ng sesekakali li teterjrjadadi i babahwhwa a BaBank nk memenynyadadarari i adadananya ya kekerurugigian an sesetetelalahh keuntungan Bank menurun atau tersedianya modal Bank berkurang.

keuntungan Bank menurun atau tersedianya modal Bank berkurang. Risk Risk  management 

management  dihdiharaarapkapkan n dapdapat at memendendetekteksi si makmaksimsimum um kerkerugiugian an yanyangg mun

mungkigkin n timtimbul bul di di mamasa sa memendandatantang g serserta ta kebkebutuutuhan han tatambambahan han momodaldal apabi

apabila la dampadampak k proyeproyeksi ksi kerugkerugian ian dimadimaksud ksud dapat mengakibdapat mengakibatkan atkan jumljumlahah mo

modadal l di di babawawah h keketetentntuauan n mimininimumum m yayang ng didipepersrsyayararatktkan an ototororititasas pengawasan.

(3)

Bagi pengelolaan Bank yang dilakukan secara konvensional umumnya Bagi pengelolaan Bank yang dilakukan secara konvensional umumnya be

belulum m sesecacara ra foformrmal al memelalakukukakan n prproyoyekeksi si mamaksiksimumum m kekerurugiagian n yayangng mun

mungkigkin n timtimbul bul di di mamasa sa menmendatdatangang, , sehsehingingga ga kerkerugiugian-kan-keruerugiagian n yanyangg tim

timbul bul benbenar-ar-benbenar ar disdisadaadari ri setsetelaelah h terterjadjadi i serserta ta belbelum um secsecara ara efeefektiktif f  dikendalikan sebelum kerugian benar-benar terjadi.

dikendalikan sebelum kerugian benar-benar terjadi.

IIIIII.. RRIISSIIKKO O DDI I BBIIDDANANG G PPEERRBBANANKKAANN

Usaha jasa perbankan mengandung beberapa unsur risiko mengingat Usaha jasa perbankan mengandung beberapa unsur risiko mengingat kon

kontratrak k antantara ara BanBank k dendengan gan nasnasabaabah h memengingikat kat daldalam am kurkurun un wakwaktu tu keke depan. Dengan demikian masing-masing pihak mempunyai

depan. Dengan demikian masing-masing pihak mempunyai moral hazard moral hazard  unt

untuk uk tidtidak ak memmemenuenuhi hi kewkewajiajibanbannya nya di di masmasa a memendandatantang g atatau au konkondisdisii external 

external (pasar) berubah ke arah yang merugikan Bank antara lain fluktuasi(pasar) berubah ke arah yang merugikan Bank antara lain fluktuasi nilai tuk

nilai tukar dan suku bungaar dan suku bunga. . KemuKemungkinngkinan tidak terpan tidak terpenuhienuhinya kewajibnya kewajibanan nasab

nasabah ah kepadkepada a Bank maupun Bank maupun fluktfluktuasi faktor uasi faktor external external perlu dikendalikanperlu dikendalikan untuk meminim

untuk meminimalkan kerugian yang malkan kerugian yang mungkin terjadi di ungkin terjadi di Bank. Bank. Proses dalamProses dalam me

mengngenendadalilikakan n beberbrbagagai ai ririsisiko ko didimamaksksud ud peperlrlu u didifoformrmalalkakan n dadalalamm management 

management Bank.Bank. Ris

Risiko iko dapdapat at berberupa upa risrisiko iko krekredit dit apaapabilbila a nasnasabaabah h tidtidak ak memmemenuenuhihi kewajibannya kepada Bank. Namun demikian masih banyak risiko-risiko kewajibannya kepada Bank. Namun demikian masih banyak risiko-risiko lainnya seperti risiko nilai tukar, suku bunga dan operasional yang sering lainnya seperti risiko nilai tukar, suku bunga dan operasional yang sering sekali dapat menyebabkan Bank mengalami kerugian yang cukup besar. sekali dapat menyebabkan Bank mengalami kerugian yang cukup besar. Mas

Masih ih terterdapdapat at bebbeberaerapa pa risrisiko iko yanyang g jugjuga a dapdapat at menmenimbimbulkulkan an kerkerugiugianan bagi Bank seperti

bagi Bank seperti reputational risk reputational risk ,, strategic risk strategic risk ,, legal risk legal risk ,, political risk  political risk ,, count

country ry risk risk , , namnamun un quaquantintifikfikasi asi dandan management management  dardari i risrisiko iko dimdimaksuaksudd masih sulit dilakukan. Mengingat tidak setiap risiko s

masih sulit dilakukan. Mengingat tidak setiap risiko selalu menjadi ancamanelalu menjadi ancaman bagi Bank, maka setiap Bank akan melakukan identifikasi terhadap bagi Bank, maka setiap Bank akan melakukan identifikasi terhadap risiko-ris

risiko iko yanyang g munmungkigkin n timtimbul bul serserta ta melmelakuakukan kan mamanajnajemeemen n risrisiko iko sessesuaiuai dengan tingkat kompleksitas usahanya.

dengan tingkat kompleksitas usahanya.

Dalam menerapkan manajemen risiko, proses yang dilakukan meliputi: Dalam menerapkan manajemen risiko, proses yang dilakukan meliputi: a.

a. menyusunmenyusun business planbusiness plan tahunan untuk masing-masingtahunan untuk masing-masing business unit business unit  den

dengan gan memengangacu cu kepkepada ada araarahan han dardarii top top manamanagemengement t  berkaitanberkaitan dengan sasaran tahunan yang ingin dicapai maupun risiko yang perlu dengan sasaran tahunan yang ingin dicapai maupun risiko yang perlu dipertimbangkan;

dipertimbangkan;  b.

 b. menyusmenyusun un proproyekyeksi si risrisiko iko yanyang g dendengan gan menmengacgacu u kepkepadaada businessbusiness  plan

 plan serserta ta posposisi isi momodal dal yanyang g dipdiperlerlukaukan n untuntuk uk menmendukdukung ung daldalamam pelaksanaan

pelaksanaan business planbusiness plan dimdimaksaksud. ud. ApaApabilbila a momodal dal yanyang g tertersedsediaia belum mencukupi maka dilakukan pembicaraan di

belum mencukupi maka dilakukan pembicaraan di senior management senior management  level 

level  ununtutuk k memelalakukukakan n pepenynyetetororan an momodadal l atatau au memelalakukukan kan rerevivisisi business plan

business plan.. c.

c. Menetapkan Menetapkan pendpendelegaelegasian sian wewenawewenang ng kepadkepada a setiasetiapp business unit business unit  yang terlibat untuk menerapkannya serta rambu-rambu yang perlu di yang terlibat untuk menerapkannya serta rambu-rambu yang perlu di

(4)

patuhi berupa limit-milit risiko agar Bank dapat mengendalikan risiko patuhi berupa limit-milit risiko agar Bank dapat mengendalikan risiko secara keseluruhan sejalan dengan strategi Bank.

secara keseluruhan sejalan dengan strategi Bank. d.

d. business business unit unit  melamelaksanakksanakan an fungfungsinya sinya dengdengan an memmematuhatuhi i limitlimit-lim-limitit yang telah ditentukan.

yang telah ditentukan. e.

e. risrisk k mamanagnagemement ent uniunit  melakukanmelakukan monitoring monitoring  atatas as ririsisiko ko yayang ng didi eks

eksposposoleoleh h masmasinging-ma-masinsingg busibusineness ss ununit it  mamaupupun un memelalakukukakann konsolidasi terhadap seluruh risiko serta me

konsolidasi terhadap seluruh risiko serta memonitor monitor posisi modal yangposisi modal yang tersedia.

tersedia. f.

f. apabila terjadi pelaksanaan yang menyimpang maka perlu dibicarakanapabila terjadi pelaksanaan yang menyimpang maka perlu dibicarakan pada

pada risrisk k manmanageagemenment t comcommitmitteetee untuntuk uk memendandapatpatkan kan kepkeputuutusansan maupun rekomendasi kepada manajemen puncak.

maupun rekomendasi kepada manajemen puncak. Dalam penerapan

Dalam penerapan risk management risk management diperlukan prasarana antara laindiperlukan prasarana antara lain risk assessment metodology 

risk assessment metodology , sistim informasi,, sistim informasi, internal control internal control dan dan sumbsumber er  daya manusia yang memadai untuk menjamin efektivitas

daya manusia yang memadai untuk menjamin efektivitas risk management risk management   process

 process itu sendiri.itu sendiri.

Dengan penerapan

Dengan penerapan risk management risk management diharapkan setiap langkah daridiharapkan setiap langkah dari business unit 

business unit akan dapat diakan dapat dimonitor monitor oleholeh top management top management untuk koordinasiuntuk koordinasi serta mengurangi

serta mengurangi moramoral l hazarhazard d  dari dari masinmasing-mag-masingsing business unit business unit untukuntuk me

melalakukukakan n kekegigiatatan an yayang ng memengnghahasisilklkan an kekeununtutungngan an rerelalatitif f titingnggigi (s

(spepekukulalasi) si) tatanpnpa a memengnginindadahkhkan an ununsusur r ririsisiko ko yayang ng mumungngkikin n teterjrjadadi.i. Disamping itu,

Disamping itu, top management top management  juga dapat melihat eksposur risiko secarajuga dapat melihat eksposur risiko secara konsolidasi bila dikaitkan dengan tersedianya modal Bank.

konsolidasi bila dikaitkan dengan tersedianya modal Bank.

IV

IV.. PEPERLRLUNUNYA PYA PENENERERAPAPAN RAN RISISK MAK MANANAGEGEMEMENT DI PNT DI PERERBABANKNKANAN INTERNATIONAL

INTERNATIONAL

Berkembangnya penerapan

Berkembangnya penerapan risk management risk management pada perbankan tidakpada perbankan tidak terlepas dari kesepakatan dalam

terlepas dari kesepakatan dalam Basel Committee for Banking SupervisionBasel Committee for Banking Supervision di

di BaBaslsle e (B(BIIS) S) yayang ng ttelelaah h bebebeberrapapa a kakali li mmenenggeleluuararkakan n pepedodommanan per

perhithitungungan an kebkebututuhauhan n modmodal al minminimuimum m yanyang g diddidasaasarkarkan n kepkepada ada risrisikoiko ya

yang ng didihahadadapipi. . TaTahuhun n 19198888,, Basel Basel CommCommitteitteee mengmengeluareluarkan kan pedompedomanan perhitungan kebutuhan modal untuk meng

perhitungan kebutuhan modal untuk mengcover cover risiko kredit. Pedoman inirisiko kredit. Pedoman ini telah diterima dan diterapkan hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia telah diterima dan diterapkan hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia meskipun dalam pedoaman tersebut masih terdapat beberapa meskipun dalam pedoaman tersebut masih terdapat beberapa kelemahan-kelemahan.

kelemahan. Pe

Perbrbaanknkaan n inintterernanasisioonanal l ttelelaah h mmenengegemmbabangngkakan n pependndeekakattanan perhitungan risiko untuk mendapatkan hasil proyeksi yang lebih mendekati perhitungan risiko untuk mendapatkan hasil proyeksi yang lebih mendekati keb

kebenaenaranran, , memengingingangat t penpendekdekatatanan Basle Basle ComCommitmitteetee lelebibih h bebersrsififatat pe

penynyededererhahananaan an atatas as rrisisikikoo-r-risisikiko o yayang ng adada a uuntntuk uk mmeemmududahahkakann pener

penerapannapannya. ya. DisamDisamping ping ituitu Basle CommBasle Committeitteee juga juga memmemperkenperkenankanankan Bank untuk menggunakan modelnya sendiri dalam menghitung risiko dalam Bank untuk menggunakan modelnya sendiri dalam menghitung risiko dalam

(5)

rangka perhitungan kebutuhan modal minimum baik untuk

rangka perhitungan kebutuhan modal minimum baik untuk market risk market risk (BIS,(BIS, 1996) maupun

1996) maupun credit risk credit risk dandan operational risk operational risk (BIS, 2001).(BIS, 2001). Mod

Model el yanyang g digdigunaunakan kan dihdiharuaruskaskan n memendandapatpatkan kan perpersetsetujuujuan an leblebihih da

dahuhulu lu dadari ri BaBank nk SeSentntraral l atatau au lelembmbagaga a pepengngawawasaasan n jajasa sa kekeuauangnganan sebelum secara resmi dipergunakan untuk

sebelum secara resmi dipergunakan untuk menghitungmenghitung CAR CAR . Secara umum. Secara umum mode

model l yang yang digudigunakan nakan dapat menghasidapat menghasilkan lkan perhperhitungitungan an volavolatilittilitas as yangyang lebih akurat serta kebutuhan modal yang lebih rendah bila dibandingkan lebih akurat serta kebutuhan modal yang lebih rendah bila dibandingkan den

dengan gan menmengguggunaknakan an memetodtodee standard standard  yayang ng didiususululkakan n ololeheh BasleBasle Committee

Committee. . BebBeberaerapa pa perpersyasyaratratan an harharus us dipdipenuenuhi hi sebsebeluelum m BanBank k dapdapatat menggunakan

menggunakan intinternernal al modmodel el  dadalalam m peperhrhititunungagan n CACAR. R. PePersrsyayararatatann tersebut meliputi

tersebut meliputi minimum requirement minimum requirement secara kualitatif maupun kuantitatif.secara kualitatif maupun kuantitatif. Per

Persyasyaratratan an kuakualitlitatiatif f melmelipuiputiti risrisk k manmanageagemenment t proprocescesss yayang ng haharuruss di

ditetemmpupuh h ololeh eh BaBank nk didianantatararanynya a keketeterlrlibibatatanan sensenior ior manmanageagemenment t ,, se

sedadangngkan kan pepersrsyayararatatan n kukuanantititatatitif f memelilipuputi ti dadatata, , momodedel l dadann testing testing  metodologi yang harus dilakukan oleh Bank.

metodologi yang harus dilakukan oleh Bank.

V

V.. PPEERRAAN N SSEENNIIOOR R MMAANNAAGGEEMMEENNTT Keterlibatan

Keterlibatan seniosenior r manamanagemegement nt  dalamdalam risrisk k mamanagnagemement ent proprocescesss mer

merupaupakan kan kehkeharuarusan san daldalamam risrisk k mamanagnagemement ent  di di peperbrbanankakan n ununtutukk me

meyayakikinknkan an babahwhwa a ststraratetegi gi dadalalamm ririsk sk mamananagegemement nt , , pependndekekatatanan per

perhithitungungan an risrisikoiko, , deldelegaegasi si pelpelaksaksanaanaan, dan an, dan proproses ses yanyang g ditditeraerapkapkann sudah disetujui oleh

sudah disetujui oleh management management Bank. Sasaran dalamBank. Sasaran dalam risk management risk management  ini agar risiko dikendalikan dengan baik sehingga modal yang ada dapat ini agar risiko dikendalikan dengan baik sehingga modal yang ada dapat menopang risiko yang mungkin timbul di masa mendatang.

menopang risiko yang mungkin timbul di masa mendatang. Keterlibatan

Keterlibatan senior management senior management dalam penerapandalam penerapan risk management risk management  diwujudkan untuk mengetahui kondisi Bank melalui penyampaian diwujudkan untuk mengetahui kondisi Bank melalui penyampaian laporan-la

lapoporaran n kekepapada da DiDirereksksi i BaBank nk dadan n kekeikikututsesertrtaaaannnnya ya dadalalamm risk risk  management committee

management committee dimana dalam komite ini bertanggung jawab dimana dalam komite ini bertanggung jawab untuk;untuk; a.

a. menyusun Kebijakan dan Pedoman Penerapan Manajemen Risikomenyusun Kebijakan dan Pedoman Penerapan Manajemen Risiko serta perubahannya apabila diperlukan

serta perubahannya apabila diperlukan Stra

Strategi kebijakan akan tegi kebijakan akan dibuadibuat t setiasetiap p tahutahun n menjmenjadi adi input atau input atau acuanacuan bagi

bagi business unit business unit membuatmembuat business planbusiness plan. Dalam menyusun strategi. Dalam menyusun strategi kebijakan dalam

kebijakan dalam risk management risk management akan memperhatikan beberapa halakan memperhatikan beberapa hal seperti tersedianya modal,

seperti tersedianya modal, expertiseexpertise yang ada, sistim informasi, danyang ada, sistim informasi, dan kapasitas

kapasitas bubusinsinesess s ununit it . . UkUkuuraran n kekebbererhahasisilalan n aatatas s ststraratetegi gi ininii dia

diantantaranranya ya kelkelancancaraaran n dan dan konkonsistsistensensi i daldalam am impimplemlemententasi asi sersertata pencapaian

pencapaian target target dari masing-masingdari masing-masing business unit business unit ..  b.

 b. memengngkokoorordidinanasisikan kan dadan n mememamantntau au seselulururuh h pepenenerarapapan n StStraratetegigi Manajemen Risiko

Manajemen Risiko Progress

Progress penepenerarapapan n memenenejejememen n ririsisiko ko sesecacara ra kokonsnsololididasasi i akakanan dilaporkan secara rutin kepada

(6)

bahan evaluasi atas penerapan strategi yang telah disusun. Tindak bahan evaluasi atas penerapan strategi yang telah disusun. Tindak lanjut atas evaluasi in dapat berupa revisi kebijakan dengan maksud lanjut atas evaluasi in dapat berupa revisi kebijakan dengan maksud untuk menjaga keseimbangan antara risiko yang dihadapi oleh Bank, untuk menjaga keseimbangan antara risiko yang dihadapi oleh Bank, tersedianya modal serta pencapaian target laba rugi Bank.

tersedianya modal serta pencapaian target laba rugi Bank. c.

c. menyetujui penerapan manajemen risiko yang menyetujui penerapan manajemen risiko yang melampaui wewenangmelampaui wewenang pimpinan satuan kerja operasional

pimpinan satuan kerja operasional Se

Sebabagagaimimanana a didikeketatahuhui i babahwhwa a sesetitiap ap sasatutuan an kekerjrja a opopereratatioionanall ((busbusineiness ss uniunit t ) ) didibeberirikan kan lilimimit-t-lilimimit t beberkrkaiaitatan n dedengnganan risk risk  untukuntuk menghindari

menghindari exexcecessssivive e ririsk sk . . DaDalalam m ppelelaaksksananaaaannnnya ya llimimitit-m-mililitit dimaksud dapat saja tidak

dimaksud dapat saja tidak valid valid karena kalau diikuti maka akan terjadikarena kalau diikuti maka akan terjadi kerugian yang relatif besar. Dalam kondisi demikian pelampauan limit kerugian yang relatif besar. Dalam kondisi demikian pelampauan limit dapat saja dilakukan dengan catatan harus mendapatkan persetujuan dapat saja dilakukan dengan catatan harus mendapatkan persetujuan tteerrlleebbiih h ddaahhuullu u ddaarrii ririsk sk mmananagagememenent t cocommmmiitttteeee untukuntuk diper

dipertimbatimbangkan ngkan sejausejauhmanhmana a effeeffek k dari dari pelampelampauan pauan limilimit t dimadimaksudksud terhadap kondisi Bank secara konsolidasi.

terhadap kondisi Bank secara konsolidasi. d.

d. menyusunmenyusun contingency plancontingency plan dalam kondisi tidak normaldalam kondisi tidak normal D

Daallaam m kokonnddiisi si ttiiddaak k nnoorrmmaall, , mmaakka a aattuurraan n mmaaiin n ddaallaamm risk risk  management 

management mungkin tidak diterapkan dengan baik mengingat apabilamungkin tidak diterapkan dengan baik mengingat apabila tetap diterapkan maka akan terjadi kebuntuan dalam operasi Bank. tetap diterapkan maka akan terjadi kebuntuan dalam operasi Bank. Dalam kondi

Dalam kondi demidemikiankian risk management committeerisk management committee berwenang untukberwenang untuk menyusun berbagai

menyusun berbagai scenarioscenario dalam kondisi tidak normal. Diantaranyadalam kondisi tidak normal. Diantaranya pelampuan-pelampuan limit dapat saja dilakukan dalam kondisi tidak pelampuan-pelampuan limit dapat saja dilakukan dalam kondisi tidak normal.

normal. e.

e. memmemantantau au keckecukuukupan pan perpermodmodalaalan n BanBank k terterhadhadapap risrisk k expexposuosurere sesuai ketentuan BI yang berlaku

sesuai ketentuan BI yang berlaku

Tanggung jawab atas kecukupan permodalan Bank

Tanggung jawab atas kecukupan permodalan Bank dapat berada padadapat berada pada risk management committee

risk management committee dimana didalammya termasuk Presidendimana didalammya termasuk Presiden Direkt

Direktur ur dan dan mayomayoritaritas s anggoanggota ta DirekDireksi. si. MengiMengingatngat monitoring monitoring  atasatas po

posisisi si ririsisiko ko BaBank nk seselalalu lu didilalapoporkrkan an kekepapadada risrisk k mamanagnagemement ent  committee

committee mamaka ka indindikaikasi si kekkekuraurangangan n momodal dal sudsudah ah dapdapat at diddideteeteksiksi secara dini serta dapat segera diambil kebijakan untuk mengatasinya. secara dini serta dapat segera diambil kebijakan untuk mengatasinya. f.

f. mengevaluasi efektifitas sistem manajemen risiko yang diterapkanmengevaluasi efektifitas sistem manajemen risiko yang diterapkan Risk management system

Risk management system yang diterapkan tentunya diperlukan penyesuaianyang diterapkan tentunya diperlukan penyesuaian apabila terdapat perubahan-perubahan dalam komponennya. Peningkatan apabila terdapat perubahan-perubahan dalam komponennya. Peningkatan kom

komplepleksiksitas tas opeoperasrasionional al tententu tu akakan an memempmpengengaruaruhi hi penpendekdekataatan n yayangng diterapkan. Bank yang mendapatkan otorisasi memberikan jasa pelayanan diterapkan. Bank yang mendapatkan otorisasi memberikan jasa pelayanan val

valuta uta asiasing ng (De(Devisvisa) a) tententuntunyaya risk risk manamanagemengement t systesystemm akan akan beruberubahbah mengingat risiko nilai tukar akan menjadi tambahan risiko Bank. Volatilitas mengingat risiko nilai tukar akan menjadi tambahan risiko Bank. Volatilitas fa

faktktor or ririsisiko ko yayang ng titingnggi gi akakan an memengngakakibibatatkakan n vovolatlatililititas as yayang ng susudadahh ditetapkan perlu direvisi. Dalam pelaksanaannya,

ditetapkan perlu direvisi. Dalam pelaksanaannya, risk management unit risk management unit ((risk risk  manager 

manager ) ) akan memberiakan memberikan kan selurseluruh uh informinformasi asi yang diperlukayang diperlukan n berkaberkaitanitan dengan

dengan risrisk k manmanageagemenment t comcommittmitteeee sebsebeluelum m dipdiputuutuskaskan n dadalam lam raprapatat komite.

(7)

V

VII.. KKEESSIIMMPPUULLAANN Ke

Kececendndererunungagan n BaBanknk-b-baank nk ininteternrnaasisiononal al ddalalaam m ppenenereraapapann manajemen risiko dipengaruhi oleh adanya insentif kebutuhan modal yang manajemen risiko dipengaruhi oleh adanya insentif kebutuhan modal yang leb

lebih ih renrendah dah bilbila a dibdibandandingingkan kan dendengan gan hashasil il kebkebutuutuhan han modmodal al dendengangan metode

metode standard standard . . KoKonsnsekekueuensnsi i pepenenerarapapann ininteternrnal al momodedel l  dalamdalam per

perhithitungungan an CARCAR, , BanBank-bk-bank ank harharus us memmemenuenuhi hi bebbeberaerapa pa perpersyasyaratratanan minimum yang diberlakukan oleh Bank Sentral atau lembaga pengawasan minimum yang diberlakukan oleh Bank Sentral atau lembaga pengawasan  jasa keuangan.

 jasa keuangan.

Salah satu syarat bahwa keterlibatan

Salah satu syarat bahwa keterlibatan senior management senior management dalamdalam risk risk  mana

managemengement t proceprocessss haharurus s diditutuanangkagkan n sesecacara ra jejelalas s dadalalam m prprososededur ur  pe

penenerarapapan n mmaananajejemmen en ririsisikoko. . DeDengngan an dedemmikikiaian n ttanangggugung ng jajawawabb pelaksanaan manajemen risiko berada pada

pelaksanaan manajemen risiko berada pada level level senior management senior management daridari Bank dimaksud. Oleh sebab

Bank dimaksud. Oleh sebab itu, pemahamanitu, pemahaman risk management systemrisk management system oleholeh

sen

senior ior levlevel el mamanagnagemement ent  memerurupapakan kan kekehaharurusasan n apapababilila a BaBank nk iningiginn menerapkan manajemen risiko secara efektif.

menerapkan manajemen risiko secara efektif.

Bagian Kedua Bagian Kedua PE

PERARANANAN N RIRISKSK-B-BASASED ED SUSUPEPERVRVISISIOION N DADALALAM M PEPENINILALAIAIANN EFEKTIVITAS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

EFEKTIVITAS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PERBANKANPERBANKAN II.. PPEENNDDAAHHUULLUUAANN

Per

Perkemkembanbangan gan indindustustri ri keukeuangangan, an, khukhusussusnya nya indindustustri ri perperbanbankan,kan, dalam dekade terakhir dapat dikatakan cukup dramatis. Agar tetap dapat dalam dekade terakhir dapat dikatakan cukup dramatis. Agar tetap dapat beroperasi secara kompetitif, perbankan dituntut untuk mampu beradaptasi beroperasi secara kompetitif, perbankan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis perbankan yang senantiasa berkembang. Tidak dengan lingkungan bisnis perbankan yang senantiasa berkembang. Tidak hanya

hanya bankersbankers, , parpara a penpengawgawas as banbank k jugjuga a dihdiharaarapkan pkan dapdapat at memeresresponpon perubahan-perubahan yang terjadi. Namun dalam prakteknya tidak dapat perubahan-perubahan yang terjadi. Namun dalam prakteknya tidak dapat dipungkiri bahwa respon pengawas bank terhadap perubahan dunia usaha dipungkiri bahwa respon pengawas bank terhadap perubahan dunia usaha tidak secepat para

tidak secepat para bankersbankers.. Banya

Banyak k faktfaktor or yang dapat yang dapat mendmendorong terciptaorong terciptanya nya sistem perbansistem perbankankan yan

yang g sehsehat at dan dan stastabilbil, , namnamun un yanyang g dirdirasaasakan kan cukcukup up berberperperan an penpentintingg ada

adalah penlah peneraerapan sistpan sistem pengem pengawasawasan bank yang efekan bank yang efektiftif. . MenMenjawjawabab pe

permrmasasalalahahan an inini, i, BaBasesel l CoCommmmitittetee e on on BaBanknkining g SuSupepervrvisisioion n tetelalahh mengeluarkan Prinsip-prinsip Dasar Pengawasan Bank yang Efektif 

mengeluarkan Prinsip-prinsip Dasar Pengawasan Bank yang Efektif (Core(Core Principles)

Principles) sebagai acuan bagi otoritas pengawas bank dalam menciptakansebagai acuan bagi otoritas pengawas bank dalam menciptakan pen

pengawgawasaasan n banbank k yanyang g efefektektif. if. DalDalam praktam praktekneknya, efektya, efektiviivitatas s sissistemtem pe

pengngawawasasan an babank nk bebergrganantutung ng papada da bebebeberarapa pa fafaktktoror, , anantatara ra lalain in (i(i)) ke

kebibijajakakan n ekekononomomi i mmakakrro o yayanng g sesehahat t dadan n ststababilil, , ((iiii) ) tetersrsedediaianynyaa infrastruktur publik yang baik, antara lain sistem hukum, prinsip akuntansi infrastruktur publik yang baik, antara lain sistem hukum, prinsip akuntansi keu

(8)

pasar modal dan sistem pembayaran yang mendukung, (iii) disiplin pasar  pasar modal dan sistem pembayaran yang mendukung, (iii) disiplin pasar  (mar

(market ket discipdiscipline)line) yanyang g efeefektiktif, f, (iv(iv) ) proprosedsedur ur penpenyelyelesaesaian ian banbank-bk-bankank ber

bermsamsalah lah yanyang g efeefektiktif, f, dan dan (iv(iv) ) memekankanismisme e untuntuk uk memenyenyediadiakan kan jarjaringing pengaman

pengaman (public safety net)(public safety net) yang yang memadai. memadai. Disamping Disamping itu, itu, faktor-faktor faktor-faktor  yang

yang tidak kalah tidak kalah pentpentingnya adalah ingnya adalah kesesukesesuaian aian antaantara ra pendependekatankatan/pola/pola pen

pengawgawasaasan n yanyang g ditditeraerapkapkan n dendengan gan konkondisdisi i banbank k yanyang g diadiawaswasi, i, sersertata sumber daya manusia sebagai pendukung utama pengawasan bank.

sumber daya manusia sebagai pendukung utama pengawasan bank.

Dalam kaitannya dengan kedua faktor terakhir tersebut, saat ini Bank Dalam kaitannya dengan kedua faktor terakhir tersebut, saat ini Bank IIndndoonenesisia a seseddanang g ddalalam am prprooseses s pepengngemembbanangagan n ddan an pepennererapapanan ke

kebibijajakakaanan, , prprososededurur, , sesertrta a prprakaktetek k pepengngawawasasan an peperbrbanankakan, n, yayangng diharapkan mampu secara efektif menilai kesehatan dan kestabilan bank. diharapkan mampu secara efektif menilai kesehatan dan kestabilan bank. Str

Strateategi gi yanyang g dildilakuakukan kan untuntuk uk menmencapacapai i tujtujuan uan tertersebsebut ut adaadalah lah memelallaluiui implementasi

implementasi risk based risk based supersupervisory systemvisory system. . Dalam Dalam praktek praktek pengawasanpengawasan perbankan internasional,

perbankan internasional, risk based supervisionrisk based supervision dipandang sebagai konsepdipandang sebagai konsep pengawasan yang komprehensif dan dinamis karena tidak hanya melihat pengawasan yang komprehensif dan dinamis karena tidak hanya melihat kondisi bank saat ini, namun juga kemungkinan kinerja dimasa mendatang, kondisi bank saat ini, namun juga kemungkinan kinerja dimasa mendatang, term

termasuk asuk menimenilai lai kemakemampuan mpuan bank bank daladalam m mengmenghadaphadapi i risiko potensiarisiko potensial,l, baik risiko bank secara individu maupun risiko sistem perbankan

baik risiko bank secara individu maupun risiko sistem perbankan (systemic (systemic  risks)

risks)..

IIII.. AAPPA A DDAAN N MMEENNGGAAPPAA RISK-BASED SUPERVISION RISK-BASED SUPERVISION ?? Dal

Dalam am prapraktektek k penpengawgawasaasan n banbank k teterdardapat pat konkonsensensus sus umuumum m yanyangg menyatakan bahwa proses pengawasan bank yang efektif harus mencakup menyatakan bahwa proses pengawasan bank yang efektif harus mencakup pe

pengngaawawasasan n lalangngsusung ng dadan n ttididak ak lalangngsusungng. . TTujujuauan n didilalakukukakannnnyaya pengawasan terhadap sistem perbankan adalah untuk memantau kondisi pengawasan terhadap sistem perbankan adalah untuk memantau kondisi sua

suatu tu banbank k dan dan jugjuga a konkondisdisi i daldalam am sistsistem em perperbanbankankan, , memengingidendentiftifikasikasii mas

masalaalah h secsecara ara dindini i sehsehingingga ga dapdapat at diadiambimbil l lanlangkagkah h perperbaibaikankan, , sersertata mengarahkan pengawasan kepada area kegiatan yang mengandung risiko mengarahkan pengawasan kepada area kegiatan yang mengandung risiko ti

tingnggigi. . SeSemementntarara a ititu, u, tutujujuan an didilalakukukakannnnya ya pepengngawawasasan an lalangngsusungng (p

(pememererikiksasaanan) ) anantatara ra lalain in ununtutuk k memeninilalai i titingngkakat t kekepapatutuhahan n teterhrhadadapap ketentuan-ketentuan perbankan, mengetahui kondisi dan kinerja bank, dan ketentuan-ketentuan perbankan, mengetahui kondisi dan kinerja bank, dan melihat sejauhmana bank tersebut beroperasi secara aman dan sehat.

melihat sejauhmana bank tersebut beroperasi secara aman dan sehat. Pe

Pememeririksksaaaan n babank nk dadapapat t didilalakukukakan n dedengngan an cacara ra yayang ng beberbrbededaa be

bergrganantutung ng papada da titingngkakat t kekehahandndalalanan, , pepengngetetahahuauan n dadan n pepengngalalamamanan pe

pememeririksaksa, , sesertrta a titingngkakat t peperkrkemembabangngan an sisiststem em peperbrbanankankan. . BeBerbrbagagaiai pe

pendndekekatatan an yayang ng didigugunanakan kan anantatara ra lalain in pepememeririksaksaan an yayang ng bebersrsififatat snapshot 

snapshot  (bottom-up)(bottom-up) dan dan proproaktaktif if  (top-down)(top-down). . PenPendekdekataatann snapshot snapshot  dilakukan apabila bank belum memiliki sistem informasi yang handal, serta dilakukan apabila bank belum memiliki sistem informasi yang handal, serta bel

belum um dapdapat at memengengembmbangangkan kan kebkebijaijakankan, , renrencancana a serserta ta tujtujuan uan dendengangan bai

baik. k. ProProses ses pempemerieriksaaksaan n leblebih ih difdifokuokuskan skan padpada a tintingkagkatan tan orgorganianisassasii di

dimamana na trtranansasaksksi i bibisnsnis is didilalakukukakan n dadan n didibubukukukakan, n, sesehihingngga ga hahanynyaa me

membmbererikikan an susuatatu u gagambmbararan an kokondndisisi i babank nk papada da sasatu tu sasaat at tetertrtenentutu (snapshot)

(9)

ke

kesisimpmpululan an atatas as kekeseselulururuhahan n kokondndisisi i dadan n kikinenerjrja a kekeuauangngan an babanknk.. Se

Semementntarara a ititu, u, pependndekaekatatan n prproaoaktktif if titidadak k hahanynya a sesebabatatas s memengngetetahahuiui ko

kondndisisi i dadan n kikinenerjrja a kekeuauangngan an babanknk, , nanamumun n jujuga ga memeninilalai i cacara ra babanknk mel

melakuakukan kan penpengukugukuranran, , penpengelgelolaolaan an dan dan penpengengendaldalian ian risrisikoiko, , menmenilailaii kewajaran dan efektivitas kebijakan dan prosedur bank, formalisasi rencana kewajaran dan efektivitas kebijakan dan prosedur bank, formalisasi rencana da

dan n ananggggararanan, , prprososededur ur pepengngenendadalilian an dadan n auaudidit t ininteternrn, , sesertrta a sisiststemem informasi manajemen.

informasi manajemen. Pada

Pada prinsprinsipnyaipnya,, risk risk based supervisiobased supervisionn merumerupakan pakan suatu suatu proseprosess pe

pemmananttauauan an ddan an pepennililaiaiaan n sesejajauhuhmmanana a pepengngeleloolalaaan n ririskskoo (risk (risk  mana

managemengement t systesystem)m) dan sistdan sistem em penpengengendaldalian ian intinternern (inte(internal rnal contrcontrol ol  system)

system) bank dabank dapat ditepat diterapkarapkan secara efen secara efektifktif. . DengaDengan demikian demikian, kuncin, kunci ut

utamama a dadalalamm ririsk sk babasesed d susupepervrvisisioionn aadadalalah h mmenencacari ri cacarra a ununtutukk mem

memastastikaikan n bahbahwa wa banbank k mememilmiliki iki dan dan memenernerapkaapkann risk risk manamanagemengement t  system

system dandan intinternernal al concontrotrol l systsystemem yayang mng mememadadaiai. . SeSecacara ura umumum,m, pendekatan

pendekatan risk based supervisionrisk based supervision lebih mendekati pendekatan proaktif,lebih mendekati pendekatan proaktif, dengan beberapa karakteristik berikut:

dengan beberapa karakteristik berikut: 1.

1. MeMememerlrlukukan an pepemamahahamaman n yayang ng memendndalalam am teterhrhadadap ap babank nk yayangng diawasi, khususnya

diawasi, khususnya risk risk profiprofilele bank, serta lingkungan usaha dimanabank, serta lingkungan usaha dimana ban

bank k berberopeoperasrasi, i, sehsehingingga ga mememudmudahkaahkan n proproses ses ideidentintifikfikasi asi areareaa kegiatan yang berisiko tinggi yang perlu mendapat perhatian khusus kegiatan yang berisiko tinggi yang perlu mendapat perhatian khusus 2.

2. MeMemmererlulukakan n pepemmahahamaman an teterhrhaadadap p jejeninis-s-jejennis is rrisisikikoo11 sertaserta kemampuan manajemen untuk mengelola risiko (baik internal maupun kemampuan manajemen untuk mengelola risiko (baik internal maupun eksternal), khususnya risiko yang berada diluar kendali manajemen, eksternal), khususnya risiko yang berada diluar kendali manajemen, misalnya risiko sistemik dan risiko-risiko dalam lingkungan usaha.

misalnya risiko sistemik dan risiko-risiko dalam lingkungan usaha. 3

3.. MMeenngggguunnaakakan n kekerraannggkka a ddaan n tteerrmmiinnoollogogi i yyaanng g khkhuussuus s ddiirraannccaanngg un

untutuk k memeninilalai i ririsisiko ko dadan n memengngevevalaluauasi si kekebibijajakakan, n, prprososededurur, , dadann praktek pengelolaan risiko.

praktek pengelolaan risiko. Sebenarnya

Sebenarnya risk based supervisionrisk based supervision bukan merupakan “barang baru”bukan merupakan “barang baru” dalam praktek

dalam praktek pengawasan bank di pengawasan bank di Indonesia. Indonesia. Sejak dikeluarkannya PaketSejak dikeluarkannya Paket Januari 1991 yang antara lain mengatur mengenai penghitungan tingkat Januari 1991 yang antara lain mengatur mengenai penghitungan tingkat kesehatan bank dengan menggunakan metode CAMEL

kesehatan bank dengan menggunakan metode CAMEL (Capital Adequacy,(Capital Adequacy,   A

  Assesset t QuQualalitity, y, MaMananagegemementnt, , EaEarnrnining, g, dadan n LiLiququididitity)y) yanyang g kemkemudiudianan mengalami perubahan pada tahun 1997, Bank Indonesia telah menerapkan mengalami perubahan pada tahun 1997, Bank Indonesia telah menerapkan

ris

risk k basbased ed supsupervervisioisionn atatau au papada da sasaat at ititu u didikekenanal l sesebabagagai i ririsksk-d-dririvevenn approach.

approach. Namun secara spesifik, Namun secara spesifik, analisis dalam CAMEL analisis dalam CAMEL belum diarahkabelum diarahkann pada pengukuran potensial risiko

pada pengukuran potensial risiko (forward looking)(forward looking)..

Secara kualitatif, kemampuan bank mengelola risiko dapat dilihat dari Secara kualitatif, kemampuan bank mengelola risiko dapat dilihat dari penilaian aspek Manajemen, yang mencakup 100 pertanyaan mengenai penilaian aspek Manajemen, yang mencakup 100 pertanyaan mengenai Manajemen Umum dan Manajemen Risiko. Pertanyaan Manajemem Umum Manajemen Umum dan Manajemen Risiko. Pertanyaan Manajemem Umum me

mencncakakup up ststraratetegigi/s/sasaasararan, n, ststruruktkturur, , sisiststemem, , susumbmber er dadaya ya mamanunusisia,a, kep

kepememimpimpinainan, n, dan dan budbudaya aya kerkerja, ja, semsemententara ara perpertantanyaayaan n ManManajeajemenmen

1 1

Credit risk, Interest risk,

Credit risk, Interest risk, Liquidity risk, Price Risk, Liquidity risk, Price Risk, Foreign Currency Translation risk, TransactionForeign Currency Translation risk, Transaction risk, Compliance risk, Strategic risk,

(10)

Ri

Risiksiko o memencncakakup up ririsiksiko o lilikukuididititasas, , papasasar, r, krkrededitit, , opopererasasioionanal, l, huhukukum,m, kepemilikan dan kepengurusan. Disamping itu, Bank Indonesia juga telah kepemilikan dan kepengurusan. Disamping itu, Bank Indonesia juga telah menerapkan ketentuan mengenai kewajiban pemeliharaan modal minimum, menerapkan ketentuan mengenai kewajiban pemeliharaan modal minimum, yang mengacu pada the Basle Capital Accord yang dikeluarkan oleh Basle yang mengacu pada the Basle Capital Accord yang dikeluarkan oleh Basle Co

Commmmitittetee e papada da JuJuly ly 19198888. . Pada Pada prprininsisipnpnya, pengya, penghihitutungngan an momodadall minim

minimum um yang yang haruharus s dipeldipelihara ihara bank memperhibank memperhitungktungkan an aspek likuiditaaspek likuiditass dan

dan risrisikoiko, , khukhusussusnya nya risrisiko iko krekreditdit. . SemSemakiakin n renrendah dah risrisiko iko krekredit dit yanyangg te

terkrkanandudung ng dadalalam m asaset et babank nk atatau au sesemamakikin n lilikukuid id asaset et tetersrsebebutut, , mamakaka semakin kecil jumlah modal yang harus dipelihara. Tidak hanya risiko yang semakin kecil jumlah modal yang harus dipelihara. Tidak hanya risiko yang tercakup dalam aset yang tercantum dalam neraca bank, tapi juga aset tercakup dalam aset yang tercantum dalam neraca bank, tapi juga aset yang terdapat diluar neraca

yang terdapat diluar neraca (off-balance sheet)(off-balance sheet)..

Pengaturan lainnya yang juga mencerminkan telah diterapkannya

Pengaturan lainnya yang juga mencerminkan telah diterapkannya risk risk  based supervision

based supervision adalah penerapanadalah penerapan self-regulatory banking self-regulatory banking sebagai salahsebagai salah sa

satu tu pependndekaekatatan n pepengngawawasaasan. n. PePendndekekatatan an inini i tetelalah h didilalakukukakan n BaBanknk Ind

Indoneonesia sia sejsejak ak tahtahun un 1991995, 5, yaiyaitu tu dendengan gan mewmewajiajibkabkan n banbank k menmenyusyusunun kebija

kebijakan kan perkrperkreditaeditann (Lendi(Lending ng PolPolicyicy)), , pepenenerarapapan n TeTeknknolologogi i SiSiststemem Inf

Informormasiasi, , pedpedomaoman n DerDerivaivatiftif, , serserta ta pedpedomoman an PemPemantantauaauan n LikLikuiduiditaitas.s. Dalam kaitannya dengan hal ini, Bank Indonesia mengeluarkan pedoman Dalam kaitannya dengan hal ini, Bank Indonesia mengeluarkan pedoman penyusunan kebijakan dan pedoman yang merupakan standar minimum penyusunan kebijakan dan pedoman yang merupakan standar minimum yang harus digunakan bank sebagai acuan dalam menyusun kebijakan dan yang harus digunakan bank sebagai acuan dalam menyusun kebijakan dan ped

pedomaoman n intinternern. . SebSebagaagai i lanlangkagkah h proproaktaktif, if, BanBank k IndIndoneonesia sia mewmewajiajibkabkann ba

bank nk ununtutuk k memempmpererololeh eh pepersrsetetujujuauan n teterlrlebebih ih dadahuhulu lu dadari ri ototororititasas pe

pengngawawasasan an babank nk sesebebelulum m kekebibijajakakan n dadan n pepedodomaman n inintetern rn tetersrsebebutut diterapkan.

diterapkan.

Melihat perkembangan filosofi

Melihat perkembangan filosofi risk based supervisionrisk based supervision tersebut, makatersebut, maka banyak hal yang

banyak hal yang masih perlu dmasih perlu dibenahi oleh Bank ibenahi oleh Bank Indonesia. Indonesia. Saat ini, Saat ini, BankBank In

Indodonenesisia a sesedadang ng memelalakukukan kan beberbrbagagai ai upupayaya a sesecacara ra inintetensnsif if ununtutukk mengembangkan

mengembangkan risk based supervision.risk based supervision. Upaya tersebut dilatarbelakangiUpaya tersebut dilatarbelakangi beberapa faktor.

beberapa faktor. PertamaPertama, belajar dari pengalaman krisis keuangan yang, belajar dari pengalaman krisis keuangan yang terjadi di negara-negara Asia, khususnya Indonesia, secara umum dapat terjadi di negara-negara Asia, khususnya Indonesia, secara umum dapat dikatakan bahwa baik perbankan maupun otoritas pengawas bank kurang dikatakan bahwa baik perbankan maupun otoritas pengawas bank kurang me

menynyadadarari i pepentntiningngnya ya pepengngelelololaaaan n ririsisiko ko sesecacara ra tetepapat, t, sesertrta a popolala pe

pengngaawawasasan n yayang ng mmamamppu u mmenengigidedenntitiffikikasasi i dadan n mmenengagantntisisipipasasii permasalahan secara dini.

permasalahan secara dini. Kedua

Kedua, , memelalalului i pepembmbahahasasan an dedengngan an IMIMF F dadan n WoWorlrld d BaBanknk, , BaBaslslee Committe on Banking Supervision telah mengembangkan Prinsip-Prinsip Committe on Banking Supervision telah mengembangkan Prinsip-Prinsip Da

Dasasar r PePengngawawasasan an BaBank nk yayang ng EfEfekektitif f  (C(Corore e PrPrininciciplples es fofor r EfEffefectctiveive Banking Supervision)

Banking Supervision).. Core PrinciplesCore Principles terdiri dari 25 prinsip-prinsip dasar terdiri dari 25 prinsip-prinsip dasar  yang diharapkan dapat menjadi standar minimum yang berlaku umum dan yang diharapkan dapat menjadi standar minimum yang berlaku umum dan berfungsi sebagai dokumen referensi bagi otoritas pengawas di seluruh berfungsi sebagai dokumen referensi bagi otoritas pengawas di seluruh ne

negagara ra dadalalam m rarangngka ka memeniningngkakatktkan an efefekektitivivitatas s sisiststem em pepengngawaawasasann terh

terhadap adap lemblembaga-leaga-lembagmbaga a keuankeuangan gan (liha(lihat t lamplampiran iran 1). 1). DicermDicermati ati lebihlebih lanjut,

lanjut, Core PricinplesCore Pricinples tersebut juga menerapkantersebut juga menerapkan risk based supervisionrisk based supervision

sebagaimana t

(11)

pengawasan dalam skala internasional, banyak negara telah menerapkan pengawasan dalam skala internasional, banyak negara telah menerapkan

ris

risk k basbased ed supsupervervisiisionon sebsebagaagai i suasuatu tu penpendekadekatan tan penpengawgawasaasan n yanyangg dipandang tepat dan sesuai dengan kebutuhan saat ini.

dipandang tepat dan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Ketiga

Ketiga, dalam, dalam Letter of Intent Letter of Intent  yang merupakan kesepakatan antarayang merupakan kesepakatan antara IMF

IMF dan dan pempemerierintantah h IndIndoneonesia, sia, salsalah ah satsatu u ageagenda nda penpentinting g yanyang g perperlulu ditindaklanjuti adalah penerapan

ditindaklanjuti adalah penerapan Basle Core PrinciplesBasle Core Principles secara konsisten.secara konsisten. Berda

Berdasarkan penilaian yang sarkan penilaian yang dilakudilakukan kan oleh IMF oleh IMF terhterhadap penerapan Coreadap penerapan Core Principles, khususnya prinsip No. 9-14 diketahui bahwa Bank Indonesia Principles, khususnya prinsip No. 9-14 diketahui bahwa Bank Indonesia masih perlu menyusun pedoman pengelolaan risiko dan melakukan proses masih perlu menyusun pedoman pengelolaan risiko dan melakukan proses ver

verifiifikaskasi i secsecaraara on-siteon-site teterhrhadadap ap kekegigiatatan an pepengngelelololaaaan n ririsisiko ko yayangng di

dilalakukukakan n babanknk. . KhKhususus us ununtutuk k prprininsisip p NoNo.1.11, 1, sasampmpai ai sasaat at inini i bebelulumm terdapat perundangan/pengaturan mengenai

terdapat perundangan/pengaturan mengenai country risk country risk 22

RISK MANAGEMENT 

RISK MANAGEMENT DALAM KERANGKA PENERAPANDALAM KERANGKA PENERAPAN RISK BASEDRISK BASED SUPERVISION 

SUPERVISION  Se

Sejajalalan n dedengngan an mumuncncululnya nya beberbrbagagai ai jejeninis s ririsisiko ko ususahaha a sesebabagagaii konsekuensi logis dari perkembangan pasar keuangan yang cukup pesat, konsekuensi logis dari perkembangan pasar keuangan yang cukup pesat, mak

maka a perperanan risrisk k mamanagnagemeement nt syssystemtem semsemakiakin n penpentinting g daldalam am ranrangkagka menjaga agar aktivitas operasional yang dilakukan

menjaga agar aktivitas operasional yang dilakukan bank tidak menimbulkanbank tidak menimbulkan ke

kerurugigian an yayang ng memelelebibihi hi kekemamampmpuauan n babank nk ununtutuk k memenynyererap ap kekerurugigianan tersebut ataupun membahayakan kelangsungan usaha bank.

tersebut ataupun membahayakan kelangsungan usaha bank.

2 2

IMF Staff,

IMF Staff, Basel Core Principles for EffeBasel Core Principles for Effectiveness Banking Sctiveness Banking Supervision, An Assessmupervision, An Assessment of ent of  Compliance in

(12)

Penerapan

Penerapan risk management systemrisk management system oleh bank tidak dapat dilepaskanoleh bank tidak dapat dilepaskan dari praktek

dari praktek risk based supervisionrisk based supervision PenerapanPenerapan risk management systemrisk management system ak

akan an memembmbererikikan an mamanfnfaaaat, t, babaik ik babagi gi peperbrbanankakan n mamaupupun un ototororititasas penga

pengawasan wasan bank. bank. Bagi Bagi perbperbankanankan,, risk management system:risk management system: (i) dapat(i) dapat memberikan gambaran bagi manajemen mengenai kemungkinan kerugian memberikan gambaran bagi manajemen mengenai kemungkinan kerugian ban

bank k dimdimasa asa menmendatdatangang, , (ii(ii) ) dapdapat at dipdipakaakai i sebsebagaagai i dasdasar ar penpengukgukuraurann kuantitatif atas kinerja bank dengan menggunakan argumentasi yang relatif  kuantitatif atas kinerja bank dengan menggunakan argumentasi yang relatif  ku

kuat at dadari ri susududut t teteorori, i, (i(iiiii) ) dadapapat t didipapakakai i ununtutuk k memeninilalai i ririsisiko ko inintrtrumumenen k

keeuuaannggaan n yayanng g rreellaattiif f kkoommpplleekks s ((mmiiss. . OOppttiioonn)), , ddaan n ((iivv) ) ddaappaatt mempertimbang

mempertimbangkan korelasi kan korelasi risiko dari berbagai risiko dari berbagai faktor faktor  Se

Semementntarara a ititu, u, mamanfnfaaaat t babagi gi ototororititas as pepengngawawasasan an anantatara ra lalainin memu

memudahkan penilaian atas dahkan penilaian atas kemukemungkinangkinan n kerugkerugian ian yang dihadapi bankyang dihadapi bank sebagai dasar perhitungan permodalan minimum (CAR), dan sebagai dasar  sebagai dasar perhitungan permodalan minimum (CAR), dan sebagai dasar  penilaian kinerja bank yang dapat dengan mudah dipahami oleh pengawas penilaian kinerja bank yang dapat dengan mudah dipahami oleh pengawas dan manajemen bank.

dan manajemen bank. IV

IV.. IMIMPLPLIKIKASASI PI PENENERERAPAPANAN RISK BASED SUPERVISION RISK BASED SUPERVISION BAGI BANKBAGI BANK INDONESIA

INDONESIA Penerapan

Penerapan ririsk sk babasesed d susupepervrvisisioionn sesecacara ra kokonsnsisisteten n memenununtntutut dilakukannya perubahan dalam pola pengawasan perbankan. Aspek-aspek dilakukannya perubahan dalam pola pengawasan perbankan. Aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian adalah kerangka hukum dan pengaturan, yang perlu mendapat perhatian adalah kerangka hukum dan pengaturan, yang mencakup perundangan, peraturan, dan pedoman. Penerapan

yang mencakup perundangan, peraturan, dan pedoman. Penerapan risk risk  based supervision

based supervision memerlukan suatu landasan hukum, baik dalam bentukmemerlukan suatu landasan hukum, baik dalam bentuk per

perundundangangan an mamaupuupun n perperataturauran n yanyang g dapdapat at memmemberberikaikan n araarahan han bagbagii penga

pengawas was maupmaupun un perbaperbankan. Sebagaimnkan. Sebagaimana ana telah diuraikan diatas, telah diuraikan diatas, BankBank Indonesia telah mengeluarkan beberapa peraturan yang mewajibkan bank Indonesia telah mengeluarkan beberapa peraturan yang mewajibkan bank unt

untuk uk menmenyusuyusun n kebkebijaijakan kan dan dan pedpedomaoman n yanyang g menmengacgacu u padpada a stastandandar r  mi

mininimumum m yayang ng diditetetatapkpkan an BaBank nk InIndodonenesisia. a. NaNamumun, n, sesecacara ra spspesesififikik penga

pengaturan turan tersetersebut but belum belum sepensepenuhnya uhnya memmemuat uat mengmengenai enai pengepengelolaanlolaan ri

risisikoko-r-risisikiko o yayang ng teterkrkaiait t dedengngan an akaktitivivitatas s babanknk. . DeDengngan an dedemimikikianan,, dipandang perlu untuk mengembangkan atau membenahi pengaturan yang dipandang perlu untuk mengembangkan atau membenahi pengaturan yang dapat menunjang pelaksanaan

dapat menunjang pelaksanaan risk based supervisionrisk based supervision

V

V.. IIMMPPLLIIKKAASSI I PPEENNEERRAAPPAANN RIRISK SK BABASESED D SUSUPEPERVRVISISIOION N  BAGIBAGI PERBANKAN NASIONAL

PERBANKAN NASIONAL Penerapan

Penerapan risrisk k basbased ed supsupervervisiisionon oleh oleh BanBank k InIndondonesiesia a memembambawawa imp

impliklikasi asi bagbagi i dundunia ia perperbanbankankan, , khukhusussusnya nya daldalam am strstrateategi gi penpengelgelolaolaanan risiko

risiko. . MeninMenindakladaklanjuti njuti penepenerapanrapan risk risk manamanagemegement nt systemsystem, perbankan, perbankan ak

akan an didihahadadapkpkan an papada da “p“pekekererjajaan an rurumamah” h” yayang ng cucukukup p kokompmpleleks ks dadann memerlukan perhatian khusus, antara lain:

memerlukan perhatian khusus, antara lain: 1.

(13)

Dalam rangka penerapan manajemen risiko yang efektif, bank wajib Dalam rangka penerapan manajemen risiko yang efektif, bank wajib me

menynyususun un ststruruktktur ur ororgaganinisasasi si yayang ng memelilibabatktkan an tatangnggugungngjawjawabab ko

komimisasariris, s, didirereksksi, i, mamananajejememen n seseninior or lalaininnynya, a, sesertrta a memembmbenentutukk Komite Manajemen Risiko dan Unit Manajemen Risiko.

Komite Manajemen Risiko dan Unit Manajemen Risiko. 2.

2. SuSumbmber Der Dayaya Ma Mananususiaia

Kompetensi dan integritas manajemen merupakan faktor utama yang Kompetensi dan integritas manajemen merupakan faktor utama yang pe

perlrlu u didipeperhrhatatikikan an dadalalam m pepenenerarapapann ririsk sk mamananagegemement nt syssystetemm.. In

Indidikakatotor r pepeninilalaiaian n anantatara ra lalain in dadapapat t memengngacacu u papada da keketetentntuauann mengenai

mengenai FFiit t aannd d PPrrooppeer r TTeesst t . . DDiissaammppiinng g iittuu, ba, bannk k hhaarruuss mengembangkan sistem penerimaan pegawai, sistem pengembangan mengembangkan sistem penerimaan pegawai, sistem pengembangan dan pelatihan pegawai dan sistem remunerasi yang memadai untuk dan pelatihan pegawai dan sistem remunerasi yang memadai untuk me

menjnjamamin in didipeperorolelehnhnya ya pepegagawawai i yayang ng kokompmpeteten en dadan n mememimililikiki integritas.

integritas. 3.

3. PenyuPenyusunan sunan PedomPedoman an ManaManajemen jemen RisikoRisiko

Bank diwajibkan untuk menyusun Pedoman Manajemen Risiko yang Bank diwajibkan untuk menyusun Pedoman Manajemen Risiko yang disesu

disesuaikan dengan aikan dengan sifatsifat, , jumljumlah ah dan dan kompkompleksitleksitas as trantransaksi, sertasaksi, serta ditetapkan dengan berlandaskan pada prisip

ditetapkan dengan berlandaskan pada prisip kehati-hatian.kehati-hatian. 4.

4. SisSistem tem InInforformamasi Mansi Manajeajemenmen Seb

Sebagaagai i bagbagian ian dardari i proprosesses risk risk manamanagemengement t , , banbank k perperlu lu mememilmilikiiki sis

sistem tem infinformormasi asi manmanajeajemen men yanyang g terterpadpadu u yanyang g dapdapat at menmenjamjaminin bahwa seluruh exposure risiko telah diukur secara akurat, informatif  bahwa seluruh exposure risiko telah diukur secara akurat, informatif  dan tepat waktu.

dan tepat waktu. 5.

5. PengPengendalendalian Iian Interntern dan dan Audn Audit Iit Internternn

Bank diwajibkan memiliki sistem pengendalian intern untuk melakukan Bank diwajibkan memiliki sistem pengendalian intern untuk melakukan pencegahan sedini mungkin terhadap hal-hal yang dapat merugikan pencegahan sedini mungkin terhadap hal-hal yang dapat merugikan serta terjadinya praktek-praktek yang tidak sehat.

serta terjadinya praktek-praktek yang tidak sehat.

VI

VI.. IMIMPLPLIKIKASI ASI KEKEBIBIJAJAKAKAN KEN KEDEDEPAPANN Berka

Berkaitan itan dengdengan an pengepengembangmbangan an pengapengawasan wasan perbperbankan ankan di di masamasa men

mendatdatangang, , BanBank k IndIndoneonesia sia dihdihadaadapkapkan n padpada a bebbeberaerapa pa ageagenda nda yanyangg harus dipenuhi, diantaranya adalah:

harus dipenuhi, diantaranya adalah: 1

1.. PPeennggaattuurraan n PPeerrmmooddaallaan n BBaannkk Sebag

Sebagaimanaimana a telah telah dikemdikemukakan ukakan diatdiatas, as, ketenketentuan tuan permpermodalaodalan n bankbank mengacu pada Basel Capital Accord. Dalam prakteknya, Basel Capital mengacu pada Basel Capital Accord. Dalam prakteknya, Basel Capital Accord senantiasa mengembangkan prinsip-prinsip yang merupakan Accord senantiasa mengembangkan prinsip-prinsip yang merupakan bes

best t prapracticticesces babagi gi duduninia a peperbrbanankakan, n, dadan n hihingngga ga sasaat at inini i tetelalahh mengeluarkan 3 pilar sebagai acuan dalam pengaturan permodalan mengeluarkan 3 pilar sebagai acuan dalam pengaturan permodalan bank.

bank. Secara umumSecara umum, 3 pilar , 3 pilar tersebut mentersebut mencakup penghitungan cakup penghitungan modalmodal minimum dengan memasukkan unsur risiko operasional

minimum dengan memasukkan unsur risiko operasional (operational (operational  risk)

(14)

approach

approach maupunmaupun internal model internal model dalam pengukurandalam pengukuran market risk,market risk, dandan aspek pengawasan terhadap penggunaan model tersebut (supervisory aspek pengawasan terhadap penggunaan model tersebut (supervisory re

reviviewew), ), sesertrta a pepengngatatururan an memengngenenai ai pepengngunungkgkapapan an ininfoformrmasasii (inf

(informatormation ion disclodisclosure)sure). . PePengngatatururan an memengngenenai ai didiscsclolosusure re papadada pr

prininsisipnpnya ya diditutujujukakan n ununtutuk k memendndororonong g tetercrcipiptatanya nya didisipsiplilin n papasasar r  (mar

(market ket discipdiscipline)line),, yayang ng sesecacara ra titidadak k lalangngsunsung g dadapapat t memendndororonongg penerapan

penerapan risk management,risk management, karena bank dituntut untuk beroperasikarena bank dituntut untuk beroperasi dengan sehat dan aman.

dengan sehat dan aman. 2.

2. Peta PerbankanPeta Perbankan (Banking Landscape)(Banking Landscape) Heter

Heterogeniogenitas tas perbperbankan ankan nasionasional nal memmembutuhbutuhkan kan disusudisusunnya nnya suatsuatuu landscape

landscape peperbrbanankakan n yayang ng sesecacara ra prprininsisip p akakan an memembmbagagi i babanknk ke

keddalalaam m ststraratata-s-sttraratta a beberdrdaasasarrkakan n susuatatu u inindidikakattor or tteertrtenentutu (benchmark)

(benchmark). . DalDalam kaitam kaitannannya dengya dengan penyuan penyusunasunan n lanlandscdscape ini,ape ini, maka pengaturan dan pengawasan bank, khususnya penerapan

maka pengaturan dan pengawasan bank, khususnya penerapan risk risk  mana

managemengement t systemsystem dandan risrisk k basbased ed supsupervervisiisionon akan akan disesudisesuaikanaikan dengan strata perbankan tersebut.

dengan strata perbankan tersebut. 3.

3. Pengawasan secara konsolidasiPengawasan secara konsolidasi (Consolidated Supervision)(Consolidated Supervision) Conso

Consolidatlidated ed supersupervisionvision merupakanmerupakan tool tool  yayang ng esesenensisial al dadalalamm pe

pengngawaawasasan n peperbrbanankakan. n. PePenenerarapapann conconsolsolidaidated ted supsupervervisiisionon did

didoroorong ng oleoleh h memelualuasnya snya prapraktektek k perperbakbakan an yanyang g dildilakuakukan kan melmelalualuii an

anak ak peperurusahsahaaaann (subsidiaries)(subsidiaries) maupumaupun n perperusausahaahaan n terterafiafilialiasi.si. Di

Disasammppining g ititu, u, dadalalam m bbananyayak k kakasusus, s, susuatatu u bbanank k didimmililikiki i ololeehh perusahaan induk

perusahaan induk (holding company)(holding company) sehingga pengawasan juga perlusehingga pengawasan juga perlu menc

mencakup akup aktivaktivitas/itas/kegiatkegiatan an yang yang dilakdilakukan ukan oleholeh holdiholding ng compcompany any  ma

maupuupun n anaanak k perperusausahaahaan n banbank k untuntuk uk menmengetgetahuahui i proprofil fil risrisiko iko dardarii se

selulururuh h peperrususaahahaan an yayanng g teterkrkaiait t dedenngagan n babanknk.. Consolidated Consolidated  supervision

supervision mmeencncakakuup p ppenendedekakattan an yayanng g kokommprprehehenensisif f ununttukuk me

mengengevalvaluasuasi i selseluruuruh h kekkekuatuatan an grugrup p perperusausahaahaan, n, tertermamasuk suk risrisiko iko--ris

risiko iko yanyang g dapdapat at memempempengangaruhruhi i opeoperasrasionional al banbank, k, tantanpa pa memelihlihatat apakah risiko tersebut tercakup atau tidak dalam neraca bank.

apakah risiko tersebut tercakup atau tidak dalam neraca bank.

VI

VII.I. KEKESISIMPMPULULANAN Be

Berdrdasasararkakan n ururaiaian an tetersrsebebut ut didiatatasas, , dadapapat t didisisimpmpululkakan n babahwhwaa pe

pengngemembabangngan an pepengngawawasaasan n peperbrbanankakan n dadan n lalangngkakah-lh-lanangkgkah ah yayangng di

ditetempmpuh uh ololeh eh BaBank nk InIndodonenesisia a dadalalam m upupayaya a memenenerarapkpkanan ririsk sk babasesed d  supervision

supervision tidak semata ditujukan untuk kepentingan otoritas pengawasantidak semata ditujukan untuk kepentingan otoritas pengawasan per

perbanbankankan. . LebLebih dari itu, langih dari itu, langkahkah-la-langkngkah ah yanyang g dildilakuakukan oleh Bankkan oleh Bank In

Indodonenesisia a mememimililiki ki ororieientntasasi i yayang ng sasama ma dedengngan an peperbrbanankakan, n, yayaitituu mewujudkan lembaga keuangan yang dapat beroperasi secara sehat dan mewujudkan lembaga keuangan yang dapat beroperasi secara sehat dan efi

efisiesien n sehsehingingga ga dapdapat at menmeningingkatkatkankan shareshareholdeholder’s r’s valuevalue, , yayanng g ppadadaa gilirannya dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi

(15)

Keb

Keberherhasiasilan lan perperbanbankan kan untuntuk uk dapdapat at berberopeoperasrasi i secsecara ara sehsehat at dandan ef

efisisieien n sasanngagat t bebergrgaantntuung ng ppadada a kekemmamampupuan an mmenenererapapkakann risk risk  man

manageagemenment t systsystemem sesecacara ra kokonsnsisisteten, n, yayaititu u memencncakakup up ididenentitififikakasi,si, pengu

pengukuran, kuran, pemapemantauantauan, n, dan dan pengepengendaliandalian n risikorisiko, , baikbaik external external maupunmaupun

internal risks internal risks..

LAMPIRAN LAMPIRAN

25 Basle Core Principles for Effective Banking Supervision (25 BCPs) 25 Basle Core Principles for Effective Banking Supervision (25 BCPs)

Persyaratan untuk pengawasan Bank yang Efektif  Persyaratan untuk pengawasan Bank yang Efektif 

1.

1. TaTannggggunung jag jawawab dab dan tun tujujuan yaan yanng jeg jelalas bas baggi seti setiaiap lep lemmbabaga yaga yangng terkait dengan tugas-tugas pengawasan bank, antara lain meliputi : terkait dengan tugas-tugas pengawasan bank, antara lain meliputi : •• indeindeppenendedensnsi i opopererasasioionnal al ddan an kekecucukukupapan sn suummbeber r ddayayaa

•• kerranke anggka kka kererja yja yururididis (is (lelegagal frl fraammeweworork)k), te, termrmaasusuk pek pendndiririaiann bank, pengawasan, dan perlindungan bagi pengawas

bank, pengawasan, dan perlindungan bagi pengawas

•• ttuukkaar r mmeennuukkaar r iinnffoorrmmaassi i aannttaarr--ppeennggaawwaas s ddaan n ppeerrlliinndduunnggaann kerahasiaan informasi

kerahasiaan informasi

Pendirian dan Struktur  Pendirian dan Struktur 

2.

2. KeKegigiatatan yaan yang dng dipipererbobolelehkhkan baan bagi legi lembmbagaga yana yang dibg dibereri ijii ijin opn opererasasii da

dan n didiawawasasi i sesebabagagai i babank nk haharurus s dididedefifininisisikakan n sesecacara ra jejelalas, s, dadann penggunaan kata ‘bank’ dalam nama harus dikendalikan

penggunaan kata ‘bank’ dalam nama harus dikendalikan 3.

3. KeKewewenananngagan n mmenenetetapapkakan n krkrititeeriria a dadan n mmenenololaak k ususululaan n ppenenddiririaiann ba

bank nk yayang ng titidadak k memememenunuhi hi ststanandadar. r. PrPrososes es peperirijijinanan n mimininimamall m

meennccaakkup up ppeenniillaaiiaan n ssttrruukkttuur r kepkepeemmiilliikkaann, , oorrggaanniissaassi i ddaann m

mananajajememenen, , rrenencacana na kekerjrja a dadan n ppenengegendndaalilian an ininteternrn, , sesertrtaa rekomendasi otoritas negara asal untuk bank asing

rekomendasi otoritas negara asal untuk bank asing 4

4.. KKeewweennaannggaan n ppeennggaawwaas s uunnttuuk k mmeennggkkaajji i ddaan n mmeennoollaak k bbeerrbbaaggaaii proposal mengenai perubahan kepemilikan bank

proposal mengenai perubahan kepemilikan bank (controlling interest)(controlling interest) 5.

5. KeKewewenanangngan pean pengngawawas daas dalalam mem menenetatapkpkan kran krititereria unia untutuk mek mengngkakajiji akuisisi dan investasi yang dilakukan bank, serta memastikan bahwa akuisisi dan investasi yang dilakukan bank, serta memastikan bahwa afiliasi/struktur perusahaan tidak membawa bank pada risiko yang afiliasi/struktur perusahaan tidak membawa bank pada risiko yang tinggi dan/ mengaburkan efektivitas pengawasan

tinggi dan/ mengaburkan efektivitas pengawasan

Pengaturan dan Persyaratan Kehati-hatian Pengaturan dan Persyaratan Kehati-hatian

6.

6. PePengngawawas has hararus mus menenetetapapkakan ken kebubututuhahan mon modadal mil mininimumum (Km (KPMPMM)M),, dan khusus untuk bank-bank yang beroperasi dalam ruang lingkup dan khusus untuk bank-bank yang beroperasi dalam ruang lingkup in

inteternrnasasioionanal, l, pepersrsyayararatatan n sekusekurarangng-k-kururanangngnya ya sesebabagagaimimananaa ditetapkan Basle Capital Accord

Referensi

Dokumen terkait

dengan kredit yang memiliki nilai lebih rendah akan memburuk secara signifikan. selama krisis

Penelitian yang dilakukan oleh Cornett (2009) terhadap kepemilikan bank di negara-negara Asia termasuk Indonesia menyatakan bahwa bank kepemilikan pemerintah secara

3599 Perubahan sistem penilaian tingkat kesehatan bank umum dari metode CAMELS menjadi metode RGEC disebabkan oleh krisis keuangan global yang terjadi

"Pengaruh Dana Pihak Ketiga, BOPO, CAR, dan NPL, Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus Pada Sub Sektor Perbankan Umum Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode

Krisis keuangan dan moneter yang terjadi di Asia Timur pada tahun 1997 telah menyadarkan negara-negara di kawasan tersebut mengenai kerentanan kawasan tersebut terhadap efek

Kondisi ini membuktikan terjadi kenaikan yang signifikan keterkaitan dinamis jangka pendek antara pasar saham Indonesia dan Asia Pasifik lain- nya selama krisis keuangan global.

perbankan dan bahkan sistem perekonomian, hal ini juga terjadi pada saat krisis moneter tahun 1997 yang menjatuhkan ratusan bank nasional di

Di tengah krisis global yang melanda dunia tahun 2008-2009, Indonesia menjadi salah satu negara korban krisis global, walaupun kita telah belajar dari pengalaman sebelumnya