• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KRED (14)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KRED (14)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KREDIT

DAN INSTRUMENT DERIVATIF PADA

PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk.

Muhammad Dhimas Ramadhan Universitas Trilogi

2018

1. Latar Belakang

Pada saat kini para bank menyadari bahwa dalam menjalankan fungsi jasa-jasa keuangan, bank harus dapat mengelola berbagai jenis risiko keuangan secara efektif,

agar dampak negatif tidak dapat terjadi dan menghindari atau menghilangkan kerugian

yang besar akibat dari tidak dijalankannya manajemen risiko yang efektif dan disiplin.

Risiko yang diterima oleh sebuah bank diakibatkan terjadinya sebuah atau serangkaian

peristiwa bersifat negatif dan tidak diinginkan terjadi yang dapat mengakibatkan

kegagalan atau kerugian dan bukannya menguntungkan bank. Risiko terkait dengan aktivitas perbankan, tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi..

Namun kegiatan berisiko tersebut harus diambil untuk mendapatkan peluang bank

untuk mendapatkan keuntungan, dengan cara meminimalkan risiko yang akan timbul

dengan manajemen risiko. Kegagalan sebuah bank akan berdampak kepada sistem

perbankan dan bahkan sistem perekonomian, hal ini juga terjadi pada saat krisis moneter tahun 1997 yang menjatuhkan ratusan bank nasional di Indonesia. Klasifikasi

risiko yang sering dahadapi oleh bank diantaranya adalah risiko kredit, risiko pasar,

risiko likuiditas, risiko operasional. Risiko kredit adalah eksposur yang timbul sebagai

akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi kewajibannya.

Salah satu kegiatan utama bank adalah menyalurkan dana kepada masyarakat dalam

bentuk kredit. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa perkreditan merupakan

aktivitas terbesar pada perbankan. Besarnya jumlah kredit yang disalurkan akan menentukan keuntungan bank. Data Bank Indonesia menunjukan bahwa total kredit

yang di salurkan perbankan selama Februari 2018 tumbuh sebesar 8% secara tahunan

(yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Januari 2018 yang

(2)

Kredit disamping memberikan sumbangan terbesar terhadap laba, kredit juga

merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rapuhnya usaha perbankan yaitu

dengan tingginya risiko kredit.

Risiko terkait dengan adanya ketidakpastian Pengendalian pada Risiko kredit tentu dilakukan oleh setiap bank. PT Bank Negara Indonesia Tbk merupakan salah satu

penyalur Kredit Modal Kerja bagi masyarakat atau pengusaha kecil sampai pengusaha

besar. PT Bank Negara Indonesia Tbk, tidak bisa terlepas dari risiko kredit. Dari

penjabaran diatas penulis menarik judul “Analisis Penerapan Manajemen Risiko Kredit dan Instrument Derivatif pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk.”

2. Tujuan Penulisan

Untuk menentukan dan menganalisis instrument instrument derivatif untuk mengatasi risiko pada Bank Negara Indonesia Tbk.

3. Isi / Pembahasan

Risiko perbankan adalah berfokus pada masalah financial karena bisnis perbankan

adalah bisnis yang bergerak di bidang jasa keuangan. Bank menyediakan fasilitas yang

mampu memberikan kemudahan kepada public sebagai nasabahnya untuk

memperlancar segala urusan-urusan yang menyangkut dengan masalah keuangan. PT

Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat NPL tinggi pada pertambangan.

Misalnya, kredit korporasi bisnis pada pertambangan memiliki NPL 8,5% per

semester 2017, meski sudah turun 300 bps dibandingkan posisi 11,5% di semester

I-2016. Kemudian, kredit menengah bisnis di pertambangan mencatat NPL 5,8% di

semester 2017 atau turun 220 bps dibandingkan posisi 8,0% di semester

I-2016.Sedangkan, kredit kecil bisnis pada pertambangan mengalami kenaikan NPL

menjadi 4,7% per semester I-2017 atau naik 280 bps dibandingkan posisi 1,9% di

semester I-2016.

Direktur Operasional dan Perencanaan BNI, Bob T Ananta menyampaikan, kenaikan

NPL pada sektor komoditas karena harga minyak sempat turun tajam hingga di bawah

US$ 30 per barrel pada tahun 2015. "Jadi itu merupakan dampak ikutan dari penurunan

harga minyak," Bank berlogo 46 ini akan terus memperbaiki portofolio kredit di

pertambangan dengan cara menyelesaikan restrukturisasi kredit, serta selektif dalam

menambah kredit baru di sektor tersebut. Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta

(3)

Secara keseluruhan BNI akan menjaga NPL di bawah 3%.Sebelumnya, Analis

Eksekutif Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK Aslan

Lubis mengatakan, sektor tambang masih menjadi penyumbang NPL terbesar untuk

industri perbankan.

Rasio NPL tambang pada lima bulan pertama tahun 2017 sebesar 7,72%.NPL sektor

pertambangan yang menginjak kepala tujuh adalah angka tertinggi sejak lima tahun

terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun KONTAN, sejak lima tahun terakhir tren

NPL sektor pertambangan terus mendaki mulai dari 1,51% di akhir tahun 2013 hingga

7,72% pada Mei 2017.

Rico Rizal Budidarmo, Direktur Keuangan dan Risiko Kredit BNI bilang biaya kredit bank mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015, biaya kredit bank sebesar 2,3%. Pada tahun 2016 turun menjadi 2,0%. "Dan di akhir tahun 2017 terus

membaik, menjadi sebesar 1,6%,"PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat,

dalam tiga tahun terakhir, credit cost (biaya kredit) bank mengalami penurunan.

Melandainya biaya kredit bisa berefek positif ke kinerja bank. Selain biaya kredit, biaya

provisi bank tahun lalu juga turun signifikan dibanding sebelumnya.

Kondisi ini didukung berbagai perbaikan proses bisnis kredit, mitigasi risiko dan

upaya perbaikan kualitas kredit. Contohnya seperti proses restrukturisasi berdasarkan prospek usaha dan keberlanjutan. Kedepannya, BNI akan terus melanjutkan perbaikan

kualitas debitur dalam mengimbangi ekspansi kredit yang baik sehingga biaya provisi

akan dapat terus ditekan.

Untuk menangkal risiko atas kredit yang bermasalah, BNI pun telah mengganggarkan

cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar 147 persen. "Dengan melihat

sinyal-sinyal baik rasio NPL, profitabilitas, dan CKPN 147 (persen) dibarengi

penurunan NPL menjadi 2,8 persen itu menunjukkan indikasi perbaikan kualitas

pinjaman BNI yang semakin baik," kata Direktur Keuangan BNI Rico Budidarmo dalam konferensi pers di Jakarta).

Rico menyebut, ada beberapa upaya yang dilakukan BNI guna menekan rasio NPL.

Beberapa kredit, kata dia, ada yang masuk ke tahap penyehatan. Selain itu, BNI juga

melakukan write off alias penghapusbukuan untuk debitur-debitur yang dipandang tidak

(4)

BNI juga memperbaiki kredit-kredit bermasalah dengan memberikan sejumlah solusi

bisnis bagi debitur. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Menengah BNI

Putrama Wahju Setyawan menyatakan, BNI menargetkan rasio NPL hingga akhir tahun

tidak melebihi posisi saat ini, yakni 2,8 persen. Bahkan, BNI menargetkan untuk menekan NPL hingga berada di bawah angka tersebut. "Strategi kami pertama, ekspansi

pada sektor-sektor ekonomi yang diyakini dan terbukti memiliki risiko cukup rendah

dengan angka NPL yang cukup baik.

Di situ kami akan ekspansi," jelas Putrama. Strategi lainnya adalah dengan

penanganan kredit-kredit bermasalah dengan beragam upaya. Salah satu upayanya

adalah dengan menunjuk executive vice president (EVP) baru untuk menangani

kredit-kredit bermasalah.

4. Rekomendasi

Bagian Kontrol atau Risk suatu perusahaan perlu meningkatkan pemahaman kepada

seluruh karyawan atas prinsip ini terutama kepada bagian pelaksana dan sekaligus juga

membangun kemampuan untuk mendeteksi jika proses ini dilanggar. Kemampuan

mendeteksi dini ini perlu dimiliki oleh pelaksana, supervisor, unit control, unit audit dan unit risk dalam suatu organisasi

5. Kesimpulan

PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. siap menghadapi risiko kredit perbankan

dan mampu untuk mengurangi risiko kredit yang dihadapi. Dilihat dari NPL PT. Bank

Negara Indonesia (Persero) Tbk, dari tahun 2017 ke akhir tahun mengalami penurunan,

ini menyatakan bahwa Bank BNI mampu mengatasi risiko yang dihadapi. Pengelolaan

manajemen risiko pada Bank BNI dapat dilakukan dengan empat cara,yaitu

mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko.

Krisis likuditas yang terjadi pada wholesale markets dapat ditekan dampaknya dengan

beberapa cara, antara lain dengan meningkatkan kewaspadaan, reaksi yang cepat dari

bank sentral, dan pengawasan oleh manajemen bank. BNI juga memperbaiki

kredit-kredit bermasalah dengan memberikan sejumlah solusi bisnis bagi debitur. Dengan

ekspansi pada sektor-sektor ekonomi yang diyakini dan terbukti memiliki risiko cukup

(5)

6. Referensi

1. Kisman, Z. Model For Overcoming Decline in Credit Growth (Case Study of

Indonesia with Time Series Data 2012M1-2016M12). Journal of Internet Banking and Commerce.Vol.22, No. 3,2017.

2. Kisman, Z., & Shintabelle Restiyanita, M. The Validity of Capital Asset Pricing Model (CAPM) and Arbitrage Pricing Theory (APT) in Predicting the Return of

Stocks in Indonesia Stock Exchange. American Journal of Economics, Finance and

Management Vol. 1, No. 3, 2015, pp. 184-189

3. Kisman, Z. Disappearing Dividend Phenomenon: A Review of Theories and

Evidence. Transylvanian Review. Vol XXIV, No. 08,2016

4. Penerapan Manajemen Risiko Kredit Bank BNI tahun 2013 di akses di

http://bankernote.com/penerapan-manajemen-risiko-kredit-bank-bni/

pada tanggal 17 Januari 2018. Pukul 20.00 Dharma Setiawan,

5. ANALISIS TERHADAP PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KREDIT PADA

Referensi

Dokumen terkait

Rancangan pemikiran penelitian yang tergambar dalam hubungan keterkaitn antara variabel di atas, merupakan model hubungan ganda dengan dua variabel independen X 1 ,yaitu

Stakeholders perspective on the efficiency of the virtual laboratory in the development of students scientific research skills in science.. The predictive

Risiko- risiko yang dihadapi bagi mahasiswa yang tidak mengerti fiqih muamalah adalah: (1) ilmu akuntansi syariah hanya dapat digunakan nanti setelah lulus, itupun

Hasil running dengan fungsi kernel polinomial, parameter kernel 1, upperbound 10 dan loss function kuadratik dari lampiran 6 menunjukkan bahwa waktu komputasi yang

Albrecht (2010) menyatakan bahwa keterikatan karyawan adalah suatu kondisi psikologis dimana seseorang memiliki hubungan yang positif dengan pekerjaannya (yang

Bila diketahui suatu switching network mempunyai group inlet dan outlet = 100, jumlah inlet dan outletnya 1000 se-dangkan jumlah array tengahnya = 10, hi- tung jumlah matrik

Adapun pengaruh atau dampak yang ditimbulkan terhadap suatu proyek sistem informasi dapat berpengaruh kepada a) nilai unjuk kerja dari sistem yang dikembangkan,

Analisis alur sistem ini menjelaskan bagaimana proses yang dilakukan aplikasi Augmented Reality (AR) multi marker yang dikembangkan oleh penulis dalam pengolahan data