• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Diabetes Mellitus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Diabetes Mellitus"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MELLITUS DENGAN METODE NAÏVE

DIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MELLITUS DENGAN METODE NAÏVE

BAYES BERBASIS DESKTOP APPLICATION

BAYES BERBASIS DESKTOP APPLICATION

Al

Al mirmir a Sa Syayawli wli 1 1 , Gopi Yudoyo , Gopi Yudoyo 2 2 , M. Ali F, M. Ali F aahmi hmi 3 3 , S, Silil via Arvia Ar i Santhy i Santhy 4 4 , Zulkar, Zulkar naenaein in 55 1.

1. Teknik Informatika, Program Teknologi Informasi dan Ilmu Teknik Informatika, Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya,Komputer, Universitas Brawijaya,  Malang, 65145, Indone

 Malang, 65145, Indonesiasia 2.

2.  Program Tek Program Teknologi Informasi dan nologi Informasi dan Ilmu Komputer, UIlmu Komputer, Universitas Bniversitas Brawijaya, Malang, 65145rawijaya, Malang, 65145,,  Indonesia

 Indonesia  Email:

 Email: [email protected]@gmail.com11 , ,  [email protected] [email protected] , , [email protected]@gmail.com33 , ,  silvia.aska@gma

 [email protected] , , zulkhafourze@ [email protected]

Abstrak Abstrak Bidang kesehatan merupakan

Bidang kesehatan merupakan salah satu salah satu bidang yang bidang yang sudah menerapkan berbagai sudah menerapkan berbagai teknoloteknologi komputer.gi komputer. Untuk melakukan diagnosa penyakit yang diderita pasien pun sudah dilakukan dengan bantuan Untuk melakukan diagnosa penyakit yang diderita pasien pun sudah dilakukan dengan bantuan komputer. Salah satunya adalah untuk mendiagnosa penyakit diabetes mellitus yang dapat terjadi pada komputer. Salah satunya adalah untuk mendiagnosa penyakit diabetes mellitus yang dapat terjadi pada siapa pun. Penyakit diabetes mellitus merupakan salah satu jenis penyakit yang

siapa pun. Penyakit diabetes mellitus merupakan salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan padasering ditemukan pada masyarakat. Penyakit ini juga merupakan penyebab kematian terbesar keempat di dunia, dan di masyarakat. Penyakit ini juga merupakan penyebab kematian terbesar keempat di dunia, dan di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sudah hampir 10 persen Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sudah hampir 10 persen  penduduknya mengidap

 penduduknya mengidap diabetes. diabetes. Oleh Oleh karena itu, karena itu, penelitian penelitian ini ini bertujuan bertujuan untuk untuk mencegmencegah ah masalamasalahh tersebut dengan bantuan sistem pakar. Dalam hal ini, pasien dapat memasukkan berbagai gejala yang tersebut dengan bantuan sistem pakar. Dalam hal ini, pasien dapat memasukkan berbagai gejala yang mengindikasi penyakit Diabetes Mellitus. Dari gejala yang dimasukkan, dapat diketahui prediksi mengindikasi penyakit Diabetes Mellitus. Dari gejala yang dimasukkan, dapat diketahui prediksi  bahwa

 bahwa pasien pasien terkena terkena atau atau tidak tidak terkena terkena Diabetes Diabetes Mellitus Mellitus dengan dengan metode metode Naive Naive Bayes. Bayes. MetodeMetode  Naïve Bayes ini

 Naïve Bayes ini membamembantu kita ntu kita dalam menentukan probabilitas seorang pasien dengan gejala tertentudalam menentukan probabilitas seorang pasien dengan gejala tertentu dapat dikatakan terkena Diabetes mellitus atau tidak terkena Diabetes mellitus berdasarkan dari 22 dapat dikatakan terkena Diabetes mellitus atau tidak terkena Diabetes mellitus berdasarkan dari 22 gejala sebagai indikator kunci dari Diabetes Mellitus. Dari masukan tersebut akan dibandingkan gejala sebagai indikator kunci dari Diabetes Mellitus. Dari masukan tersebut akan dibandingkan dengan data training yang

dengan data training yang telah tervalidasi.telah tervalidasi.  Kata Kunci

 Kata Kunci : Diabetes mellitus, Teorema Bayes, Metode Naïve Bayes, Sistem Pakar : Diabetes mellitus, Teorema Bayes, Metode Naïve Bayes, Sistem Pakar

Abstract Abstract The health sector is

The health sector is one area that has one area that has been implementing a variety of computer technologies. To makebeen implementing a variety of computer technologies. To make a diagnosis of the patient's illness was already done with the help of computers. One is to diagnose a diagnosis of the patient's illness was already done with the help of computers. One is to diagnose diabetes mellitus that can be happened to anyone. Diabetes mellitus is a disease that is oftenly found diabetes mellitus that can be happened to anyone. Diabetes mellitus is a disease that is oftenly found in the community. This disease is also the fourth

in the community. This disease is also the fourth largest cause of death in the world, and ilargest cause of death in the world, and i n Indonesia,n Indonesia, especially in big cities such as Jakarta and Surabaya which are nearly 10 percent of the population especially in big cities such as Jakarta and Surabaya which are nearly 10 percent of the population have diabetes. Therefore, this study aims to avoid t

have diabetes. Therefore, this study aims to avoid t hese problems with the help of an hese problems with the help of an expert system. Inexpert system. In this case, the patient may enter a variety of symptoms that indicate Diabetes Mellitus disease. From this case, the patient may enter a variety of symptoms that indicate Diabetes Mellitus disease. From that symptoms, it can be seen the predictions of patients that exposed or not exposed to Diabetes that symptoms, it can be seen the predictions of patients that exposed or not exposed to Diabetes  Mellitus with the

 Mellitus with the Naive Bayes method. Naive Bayes method helps us in Naive Bayes method. Naive Bayes method helps us in determining the probability ofdetermining the probability of a patient with certain symptoms that can be said exposed or not exposed based on 22 symptoms as a a patient with certain symptoms that can be said exposed or not exposed based on 22 symptoms as a key indicator of Diabetes Mellitus. Furthermore, the input will be compared with training data that key indicator of Diabetes Mellitus. Furthermore, the input will be compared with training data that has been validated.

has been validated.  Keywords: Dia

(2)

PENDAHULUAN

Diabetes Mellitus (DM) adalah  penyakit yang akhir-akhir ini semakin banyak dijumpai. Penyakit Diabetes Melitus juga sering kita sebut dengan istilah kencing manis atau penyakit gula darah. Penyakit yang satu ini termasuk jenis penyakit kronis yang tanda awalnya yaitu meningkatnya kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh. Organ tubuh yang terganggu adalah pankreas yang mana sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pankreas sudah tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam memenuhi kebutuhan tubuh. Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menderita penyakit diabetes, yaitu [3] :

1) Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula

2) Kurang tidur

3) Makan terlalu banyak karbohidrat dari nasi atau roti

4) Merokok

5) Kurangnya Aktivitas Fisik 6) Faktor Keturunan

Penentuan mengenai terkena penyakit Diabetes Mellitus, dapat dikenali melalui beberapa gejala yang dirasakan seperti banyak kencing, dehidrasi, berat badan turun, penglihatan kabur, dan sebagainya. Prediksi seseorang mengidap penyakit ini dapat diketahui dari  perhitungan probabilitas menggunakan metode  Naïve Bayes. Metode ini memanfaatkan

teorema Bayes.

Teorema Bayes adalah sebuah  pendekatan untuk sebuah ketidaktentuan yang diukur dengan probabilitas. Pendekatan bayes  pada saat klasifikasi adalah mencari  probabilitas tertinggi (VMAP) dengan masukan

atribut (a1, a2, a3, ..., an) seperti tampak pada

 persamaan 1 berikut [2] :

VMAP = arg max P(v j |a1,a2,a3,...,an) (1)

v j

V

Teorema Bayes sendiri berawal dari rumus  persamaan 2 berikut :

P(A|B) =





(2)

Dimana P(A|B) artinya peluang A jika diketahui keadaan B. Kemudian dari  persamaan rumus 2 diatas didapat persamaan 3

seperti berikut :

P(B

A) = P( B | A) P(A) (3) Sehingga didapatkan teorema bayes seperti  persamaan 4 berikut :

P(A | B) =

 | 



(4)

Yang mana :

 A adalah hipotesis data A (class spesifik)  B adalah data dengan class yang belum

(3)

 P(A|B) adalah probabilitas hipotesis A

 berdasar kondisi B (posterior |  probability)

 P(B|A) adalah probabilitas B berdasar

kondisi pada hipotesis A

 P(A) adalah probabilitas hipotesis A

(prior probability)

 P(B) adalah probabilitas dari B

Menggunakan teorema bayes ini, persamaan diatas dapat ditulis menjadi persamaan 5  berikut ini :

Vmap=arg max









|











(5)

Karena nilai P(a1, a2, a3, ..., an) konstan untuk

semua v j, maka persamaan ini dapat ditulis

menjadi persamaan 6 berikut ini :

VMAP = arg max P(a1,a2,a3,...,an | v j)P(v j)

v j

V

(6)

Untuk menghitung P(a1, a2, a3, ..., an | v j) bisa

 jadi semakin sulit karena jumlah term P(a1, a2,

a3, ..., an | v j) bisa jadi sangat besar [2]. Hal ini

disebabkan jumlah term tersebut

Permasalahannya adalah bagaimana cara memprediksikan bahwa seseorang terkena Diabetes Mellitus dengan menggunakan metode Naïve Bayes. Prediksi ini dapat menggunakan masukan berupa gejala  –  gejala Diabetes Mellitus yang dirasakan oleh pasien

seperti banyak kencing, dehidrasi, berat badan turun, penglihatan kabur, dan sebagainya.

Dalam prosesnya, diperlukan beberapa tahapan untuk menjadikan data mentah sebagai knowledge based  bagi sistem pakar. Aktivitas yang dilakukan untuk memindahkan kepakaran adalah [3] :

1.  Knowledge Acquistion (dari pakar atau sumber lainnya)

2.  Knowledeg Representation (ke dalam komputer)

3.  Knowledge Inferencing  4.  Knowledge Transfering 

Akuisisi pengetahun dilakukan sepanjang  proses pembangunan sistem. Proses akuisisi  pengetahuan dibagi kedalam enam tahap, yaitu

[5] :

1. Tahap Identifikasi

Tahap identifikasi meliputi penentuan komponen-komponen kunci dalam sistem yang sedang dibangun. Komponen kunci ini adalah knowledge

engineer , pakar, karakteristik masalah, sumber daya dan tujuan.

2. Tahap Konseptualisas

Tahap ini, memperjelas konsep  –   konsep kunci dan hubungannya yang telah didtemtukan pada tahap sebelumnya.

3. Tahap Formalisasi

Tahap ini, memetakan seluruh konsep  –  kosenp pengatahuan sebelumnya ke dalam representasi formal yang sesuai dengan  permasalahan.

4. Tahap Implementasi

(4)

 pengetahuan yang dipilih kemudian dibuatlah prototype dari sisem.

5. Tahap Pengujian

Tahap ini, melakukan pengujian terhadap sistem dengan memasukkan berbagai sampel masalah.

6. Revisi Protoype

METODE PENELITIAN

Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode klasifikasi dengan  Naïve Bayes. Naïve Bayes menyederhanakan teorema bayes dengan asumsi bahwa fitur-fitur yang terdapat didalamnya saling tidak tergantung atau independen, setiap kata independen satu sama lain. Seperti tampak  pada persamaan 7 berikut ini :

P(a1,a2,a3,...,an | v j) =

∏ 

| 

  (7)

Dengan mensubstitusikan persamaan ini dengan persamaan diatas maka akan dihasilkan rumus seperti persamaan 8 berikut ini :

VMAP = arg max P(v j)

∏ 

| 

  (8)

v j

V

 Naïve Bayes adalah model penyederhanaan dari metode bayes. Dimana:

 VMAP = Nilai output hasil klasifikasi

 Naïve Bayes

 P(a1, a2, a3, …, an) = Peluang A  Vj = Keadaan atau kategori j

Perancangan Sistem

Prosedur perancangan sistem secara umum terdiri atas beberapa tahap antara lain  perancangan data, perancangan proses dan  perancangan interface.

Tahap pertama adalah perancangan data meliputi data input, data output dan data training. Data training yang akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan data output yang dihasilkan oleh sistem, diperoleh dari Departemen kesehatan dan kesejahteraan sosial RI 2001 sebanyak 18 data [4].

Tahap kedua adalah perancangan  proses implementasi Naïve Bayes ke dalam

sistem. Pada tahap ini akan dijelaskan cara kerja sistem (perhitungan) dan proses-proses yang akan digunakan, mulai dari masuknya data input yang kemudian akan diproses oleh sistem hingga menjadi data output.

Pada tahap ini diambil beberapa data training untuk di tes. Kemudian diambil  probabilitas kemunculan setiap nilai

masing-masing fitur per kelasnya.

Langkah pertama adalah dengan meng-generate data training yang telah diperoleh sebanyak 18 dataset. Dari data training yang diperoleh, kemudian dilakukan analisa mengenai gejala (fitur) dari penyakit Diabetes Mellitus. Setelah menganalisa, didapatkan 22 indikasi (bersifat diskrit) dari Diabetes Mellitus, yaitu :

a. Polituria  b. Polidipsia

c. Polipagia d. Kesemutan e. Rasa tebal

(5)

f. Berat badan turun g. Kulit h. Gatal i. Bisul  j. Infeksi k. Keputihan l. Luka m. Lapar n. Gemetar o. Lemah  p. Konsentrasi q. Keringat r. Berdebar s. Pusing t. Gelisah u. Koma

Serta dua kelas utama yaitu kelas Ya (terkena Diabetes Mellitus) dan kelas Tidak (tidak terkena Diabetes Mellitus).

Langkah kedua yaitu melakukan testing dengan diberikan data sample. Dengan  begitu dapat dihitung peluang terkena atau tidak terkena Diabetes Mellitus menggunakan  Naïve Bayes. Dalam proses perhitungannnya dibutuhkan Prior yang merupakan probabilitas kemunculan kejadian tiap kelas yang tidak diketahui dengan pasti tetapi dapat diestimasi dari data yang tersedia. Prior dinyatakan dengan (P(h j)).

Variabel random diskrit yang didistribusikan bergantung pada kemunculan objek dan dinyatakan dengan P(x|h) yang menyatakan peluang muncul x jika diketahui h. Fungsi peluang P(x|h j) ini disebut juga dengan

istilah fungsi likelihood dari h j terhadap x.

Dari kedua fungsi diatas, dapat dilakukan perhitungan dengan metode Naïve Bayes seperti pada persamaan 9 berikut :

  (

)∏ 

|

  (9)

Dimana j adalah jumlah kelas dan i adalah  jumlah fitur yang ada.

Aturan bayes itu sendiri bisa ditetapkan sebagai berikut:

Misalkan terdapat kategori dua kelas P(h1) dan

P(h2).



|

<



|

  , maka x diklasifikasikan sebagai h2.

Pada pengamatan nilai x tertentu, ketika mengambil suatu keputusan maka  probabilitas errornya seperti pada persamaan

10 berikut :

|  {



| 

| 

(10)

Jadi jelasnya peluang error bisa diminimalkan  jika diberikan nilai x dengan memutuskan h1

 jika



|

>



|

dan memutuskan h2

 jika



|

>



|

[1]. Maka untuk memutuskan sesuatu atau decide dengan memilih nilai posterior yang paling besar.

Tahap ketiga adalah perancangan interface. Tahap ini merupakan tahap  pembuatan user interface  sebagai fasilitator dalam berkomunikasi antar sistem dengan user .

(6)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Eksperimen dilakukan untuk menguji kinerja sistem penentuan terkena Diabetes Mellitus. Pada proses pengujian ini, digunakan metode klasifikasi Naïve Bayes.

Langkah pertama yaitu menghitung  probabilitas kemunculan dari setiap fitur (gejala) terhadap kelasnya. Berdasarkan  perhitungan tersebut, diperoleh hasil seperti  pada tabel 1 berikut :

Tabel 1. Likelihood tiap fitur dari semua kelas

Fitur

Kondisi

Diabetes Mellitus

Ya

Tidak

1 Poliuria Ya 7/10 3/8 Tidak 3/10 5/8 2 Polidipsia Ya 8/10 3/8 Tidak 1/10 5/8 3 Polipagia Ya 9/10 1/8 Tidak 1/10 7/8 4 Kram Ya 5/10 4/8 Tidak 5/10 4/8 5 Kesemutan Ya 6/10 2/8 Tidak 4/10 6/8 6 Rasa Tebal Ya 2/10 7/8 Tidak 8/10 1/8 7 Berat Badan Turun Ya 4/10 6/8 Tidak 6/10 2/8 8 Kulit Ya 2/10 7/8 Tidak 8/10 1/8 9 Gatal Ya 3/10 6/8 Tidak 7/10 2/8 10 Bisul Ya 1/10 6/8 Tidak 9/10 2/8 11 Infeksi Ya 2/10 7/8 Tidak 8/10 1/8 12 Keputihan Ya 4/10 5/8 Tidak 6/10 3/8 13 Luka Ya 7/10 1/8 Tidak 3/10 7/8 14 Lapar Ya 2/10 4/8 Tidak 8/10 4/8 15 Gemetar Ya 4/10 3/8 Tidak 6/10 5/8 16 Lemah Ya 9/10 2/8 Tidak 1/10 6/8 17 Konsentrasi Ya 2/10 5/8 Tidak 8/10 3/8 18 Keringat Ya 9/10 2/8 Tidak 1/10 6/8 19 Berdebar Ya 2/10 7/8 Tidak 8/10 1/8 20 Pusing Ya 5/10 4/8 Tidak 5/10 4/8 21 Gelisah Ya 5/10 5/8 Tidak 5/10 3/8 22 Koma Ya 2/10 5/8 Tidak 8/10 3/8

Kemudian dilakukan analisis keakuratan data dengan memasukkan data sample melalui sistem seperti pada gambar 1 dan 2 berikut.

Gambar 1. Form input data user

(7)

Pengujian keakuratan dilakukan dengan memasukkan masalah yang sama dengan data training sebelumnya. Dari hasil  pengujian tersebut, dapat dihitung tingkat keakuratan dengan cara pada persamaan 11  berikut :

Akurasi =

  

  

  

(11)

Adapun hasil pengujian dari setiap data training ditunjukkan pada tabel 2 berikut :

Tabel 2. Hasil pengujian

Data ke -Data Training Data Output (Hasil Pengujian) 1 ya ya 2 ya ya 3 tidak tidak 4 tidak tidak 5 tidak tidak 6 ya ya 7 ya ya 8 ya ya 9 tidak tidak 10 tidak tidak 11 ya ya 12 tidak tidak 13 ya ya 14 tidak ya 15 ya ya 16 ya ya 17 ya ya 18 tidak tidak

Dari pengujian tersebut, dapat diketahui tingkat keakurasiannya adalah :

Akurasi =





  

= 94,4%

KESIMPULAN

Pada penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa semakin banyak jumlah data yang digunakan untuk training maka semakin tinggi keakuratannya. Selain itu, semakin sering juga dilakukan learning atau penambahan knowledge  maka akan semakin cepat mendapatkan klasifikasi dengan benar.

Untuk langkah selanjutnya, akan  berkonsentrasi pada pengembangan aplikasi seperti dapat menentukan nilai variasi konstanta bayes secara otomatis untuk mendapatkan akurasi yang tinggi dengan  berapapun jumlah data trainingnya. Aplikasi  juga dapat disempurnakan untuk meminimalisir waktu pemrosesan pada saat learning.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Basuki, Achmad. 2006.  Metode Bayes. Pens, Institut Teknologi Sepuluh  November.

[2] Ferry Febrian, ” Analisis Komparasi Algoritma Klasifikasi Data Mining Pada Akseptasi Data Fakultatif Reasuransi Jiwa”, Tesis, Program Studi Teknik Informatika, Program Pasca Sarjana (S2) Magister Komputer, 2011. URL : http://edp.stmikpasim.ac.id/agoenthea/pub

(8)

-mp/01%20-%20research%20fields/data%20mining/th

esis/Ferry%20-%20Komparasi%20Klasifikasi%20DM% 20untuk%20Akseptasi%20Reas.pdf  diakses tanggal 4 januari 2012.

[3] Suardin Yakub, “Sistem Pakar Deteksi Penyakit Diabetes Mellitus Dengan Menggunakan Pendekatan Naïve Bayesian Berbasis Web”, Skripsi, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Sains Dan Teknologi, 2008. URL : http://lib.uin- malang.ac.id/thesis/fullchapter/04550034-suardin-yakub.ps diakses tanggal 4 Oktober 2012.

[4] DEPKES RI. 2001. Pedoman  Pengobatan Dasar Di Puskesmas  Berdasarkan Gejala. Jakarta :

DEPKES.

[5] Firebaugh M.W., 1989,  Artificial  Intelligence: A knowledge-Based  Approach, PWS-Kent Publishing

Gambar

Gambar 1 .  Form input data user
Tabel 2. Hasil pengujian Data ke  -Data Training Data Output (Hasil Pengujian) 1  ya  ya 2  ya  ya 3  tidak  tidak 4  tidak  tidak 5  tidak  tidak 6  ya  ya 7  ya  ya 8  ya  ya 9  tidak  tidak 10  tidak  tidak 11  ya  ya 12  tidak  tidak 13  ya  ya 14  tid

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya agroindustri keripik pisang di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, (2) besarnya

Dari analisis bivariat di atas didapatkan bahwa variabel lokasi latihan, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan memakai handuk bersama mempunyai nilai p yang signifikan (p

Bahan penting yang terkandung dalam kelompak bunga Rosella adalah Gossy peptin anthocyanin dan glucoside hibiscin yang mempunyai efek  diuretic dan choleretic, memperlancar

 Siswa dapat membedakan antara soal yang menggunakan konsep permutasi dan kombinasi.. Diberikan dua permasalahan berikut. Ada berapa banyak cara memilih pengurus kelas

Pemeriksaan mata untuk tanda-tanda klinis dari trakoma meliputi pemeriksaan yang teliti terhadap bulu mata, kornea dan limbus, kemudian eversi palpebra atas, dan inspeksi

Rendemen yang dihasilkan pada proses pembuatan bioetanol dari ubi kayu sangat tergantung pada kemampuan proses hidrolisis komponen-komponen ubi kayu terutama pati menjadi

Sebagai alasan, faktor yang menyebabkan ijma' dapat dijadi­ kan hujjah adalah terletak pada sifatnya yang qoth'i, yaitu bahwa ijma' tersebut disandarkan pada para

Pada siklus kedua materi yang diajarkan adalah Fluida Dinamis dalam 2 pertemuan, setiap pertemuan dilaksanakan dengan model pembelajaran berbasis masalah sesuai