BAB II
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
TINJAUAN TEORITIS
A.
A. KOKONSENSEP DAP DASASAR MER MEDIDISS
Dalam penulisa
Dalam penulisan n landaslandasan an teori tentang Batu teori tentang Batu UretUreter er banyak referenbanyak referensi- si-ref
refereerensi nsi yanyang g dapdapat at diadiambimbil l untuntuk uk dapdapat at memmemudaudahkan hkan pempemahaahaman man daldalamam pemberian asuhan keperawatan, adapun konsep dasar ini terdiri dari: Pengertian, pemberian asuhan keperawatan, adapun konsep dasar ini terdiri dari: Pengertian,
ana
anatomtomi i fisfisioliologiogi, , PemPemerieriksaksaan an diadiagnognostistik, k, penpenataatalaklaksansanaan aan dan dan komkompliplikaskasi.i. Untuk klien dengan Batu Ureter.
Untuk klien dengan Batu Ureter.
1
1.. AAnnaattoommi i ddaan n FFiissiioollooggii
aa.. GGiinnjjaall
Suatu kelenjar yang terletak dibagian belakang peritoneum pada Suatu kelenjar yang terletak dibagian belakang peritoneum pada kedua sisi vertebral lumbalis III, melekat langsung pada dinding belakang kedua sisi vertebral lumbalis III, melekat langsung pada dinding belakang abd
abdomeomen. n. BenBentuktuknya nya sepseperterti i bijbiji i kackacang, ang, jumjumlahlahnya nya ada ada dua dua kirkiri i dandan kanan.
kanan.
Fungsi ginjal terdiri dari: Fungsi ginjal terdiri dari:
Memegang peranan penting dalam mengeluarkan zat-zat toksis atau racun..Memegang peranan penting dalam mengeluarkan zat-zat toksis atau racun..
Mempertahankan keseimbangan cairan.Mempertahankan keseimbangan cairan.
Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.
Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari protein, ureum,Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari protein, ureum,
kreatinin amoniak. kreatinin amoniak. b
b.. UUrreetteer r
Ureter terdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dari Ureter terdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal kekandung kemih vesika urinaria panjangnya ± 25-30 cm, dengan ginjal kekandung kemih vesika urinaria panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang ± 0,5 cm. ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan penampang ± 0,5 cm. ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan
sebagian terletak dalam rongga pelvis. sebagian terletak dalam rongga pelvis. Lapisan dinding ureter terdiri dari: Lapisan dinding ureter terdiri dari:
Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
Lapisa tengah lapisan otot polos.Lapisa tengah lapisan otot polos.
Lap
Lapisaisan n dindindinding g ureureter ter menmenimbimbulkulkan an gergerakanakan-ger-gerakaakan n perperististaltaltik ik tiatiapp 5x/menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk kedalam kandung 5x/menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk kedalam kandung kemih.
kemih.
Ureter berjalan hampir pertikal dibawah sepanjang fasia muskulus Ureter berjalan hampir pertikal dibawah sepanjang fasia muskulus psoa dan dilapisi oleh peritoneum. Penyempitan ureter terjadi pada tempat psoa dan dilapisi oleh peritoneum. Penyempitan ureter terjadi pada tempat
urete
ureter r meninmeninggalkaggalkan n pelvipelvis s renalrenalis, is, pembulpembuluh uh darah, saraf darah, saraf dan dan pembulpembuluhuh limfe berasal dari pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik.
limfe berasal dari pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik. c.
c. VesVesika ika uriurinarnaria ia (ka(kandundung ng kemkemih)ih)
Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet, terletak dibelakang simfisis pubis didalam rongga panggul. Bentuk karet, terletak dibelakang simfisis pubis didalam rongga panggul. Bentuk kandung kemih seprti kerucut dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan kandung kemih seprti kerucut dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikus medius.
dengan ligamentum vesika umbilikus medius. d
d.. UUrreettrraa
Merupa
Merupakan saluran kan saluran sempisempit t yang berpangkal pada yang berpangkal pada kandung kemihkandung kemih dan
dan berberfunfungsi gsi menmenyalyalurkurkan an air air kemkemih ih kelkeluaruar. . PadPada a laklaki-li-laki aki berberjaljalanan ber
berkelkelok-ok-kelkelok ok melmelalualui i tentengahgah-te-tengah ngah proprostastat t kemkemudiudian an menmenembembusus lapisan fibrosa y
lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis ang menembus tulang pubis kebagian kebagian penis panjangnya ±penis panjangnya ± 20
20 cm. cm. ureuretra tra pada pada waniwanita ta terterletletak ak dibdibelaelakang kang simsimfisfisis is pubipubis s berberjaljalanan miring sedikit kearah atas, panjangnya ± 3-4 cm (Syafudin,1992).
miring sedikit kearah atas, panjangnya ± 3-4 cm (Syafudin,1992).
2
2.. DDeeffiinniissii
Batu ureter adalah keadaan dimana terdapat batu saluran kencing, batu Batu ureter adalah keadaan dimana terdapat batu saluran kencing, batu yang terbentuk ketika konsentrasi substansi tertentu seperti kalium, oksalat, yang terbentuk ketika konsentrasi substansi tertentu seperti kalium, oksalat, kalium fosfat, dan asam urat meningkat (Sudarth &
kalium fosfat, dan asam urat meningkat (Sudarth & Brunner, 1997).Brunner, 1997).
Batu ureter adalah suatu keadaan terdapatnya batu disaluran kemih Batu ureter adalah suatu keadaan terdapatnya batu disaluran kemih (Manjoer, 2000).
(Manjoer, 2000).
Batu ureter adalah bentuk deposit mineral paling umum oksalat kalsium Batu ureter adalah bentuk deposit mineral paling umum oksalat kalsium dan oksalat fosfat, namun asam urat dan lainya juga penyebab pembentukan dan oksalat fosfat, namun asam urat dan lainya juga penyebab pembentukan batu (Doenges,2000)
batu (Doenges,2000)
Definisi operasional; batu ureter adalah terdapat batu disaluran ureter. Definisi operasional; batu ureter adalah terdapat batu disaluran ureter.
3
aa)) IImmoobbiilliissaassi i tteerrllaallu u llaammaa b
b)) DDeehhiiddrraassii
cc)) NNeeffrroolliittiiaassiiss
d
d)) KKeerruussaakkaan n eeffiitteel l ggiinnjjaall ee)) OObbssttrruukkssi i aalliirraan n lliimmffe e ggiinnjjaall
ff)) HHiiffeerrkkaasseemmiiaa
g
g)) HHiippeerrkkaallssiiuurraa
h
h)) PPeennyyaakkiit t mmiieelloopprroolliiffeerraattiiff, , yyaanng g mmeennyyeebbaabbkkaann priliferasi abnornormal sel darah merah dari sum-sum tulang.
priliferasi abnornormal sel darah merah dari sum-sum tulang.
ii)) PPeerruubbaahhaan n pph h uurriinne e ((SSuuddaarrtth h & & BBrruunnnneerr, , 11999977))..
4
4.. PPaattooffiissiioollooggii
Batu terbentuk ditraktus urinarius ketika konsentrasi substansi tertentu Batu terbentuk ditraktus urinarius ketika konsentrasi substansi tertentu seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat meningkat. Batu juga seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat meningkat. Batu juga dapat terbentuk ketika terdapat defisiensi substansi tertentu, seperti sitrat yang dapat terbentuk ketika terdapat defisiensi substansi tertentu, seperti sitrat yang se
secacara ra nonormrmal al memencncegegah ah krkrisistatalilisasasi si dadalalam m ururinin. . KoKondndisisi i lalain in yayangng memperlaju pembentukan batu mencakup ph urin dan status cairan pasien memperlaju pembentukan batu mencakup ph urin dan status cairan pasien (batu cenderung terjadi pada
(batu cenderung terjadi pada pasien (dehidrasi).pasien (dehidrasi).
Batu dapat ditemukan disetiap bagian ginjal sampai kekandungvkemih, Batu dapat ditemukan disetiap bagian ginjal sampai kekandungvkemih, fak
faktor tor tertertententu tu yanyang g memmempenpengargaruhi uhi pempembenbentuktukan an batbatu u menmencakucakup p infinfekseksi,i, statis urine, periode imobilitas.
statis urine, periode imobilitas.
Batu yang terjebak di ureter menyebabkan gelombang nyeri yang luar Batu yang terjebak di ureter menyebabkan gelombang nyeri yang luar biasa, akut dan kolik yang menyebar kepaha dan genetalia. Pasien sering biasa, akut dan kolik yang menyebar kepaha dan genetalia. Pasien sering merasa ingin berkemih, namun hanya sedikit urine yang keluar, dan biasanya merasa ingin berkemih, namun hanya sedikit urine yang keluar, dan biasanya men
mengandgandung ung dardarah ah akiakibat bat aksaksi i abrabrasiasive ve batbatu u (ko(kolik lik uriuriterteral)al). . UmuUmumnymnya,a, pasien akan mengeluarkan batu dengan diameter 0,5 sampai 1 cm secara pasien akan mengeluarkan batu dengan diameter 0,5 sampai 1 cm secara spontan. Batu dengan diameter lebih dari cm biasanya harus diangkat atau spontan. Batu dengan diameter lebih dari cm biasanya harus diangkat atau dikeluarkan secara spontan (Sudarth & Brunner, 1997)
(Sumber: Brunner & sudarth, 1997) (Sumber: Brunner & sudarth, 1997)
GGA GGA Infeksi Infeksi Infeksi Infeksi Insisi bedah Insisi bedah Obtruksi Obtruksi Refluk diginjal Refluk diginjal
Menekan syaraf sekitar Menekan syaraf sekitar
Batu ureter Batu ureter
info yang adekuat info yang adekuat
Salah persepsi tentang Salah persepsi tentang
penyakit penyakit
kurang imformasi kurang imformasi Gangguan rasa nyaman
Gangguan rasa nyaman
Kristalisasi Kristalisasi K
Keerruussaakkaan n eeffiitteell IImmoobbiilliissaassi i llaammaa
Nyeri Nyeri Dehidrasi Dehidrasi Kerusakan intergritas Kerusakan intergritas kulit kulit Kurang haluaran Kurang haluaran urine urine Gangguan pola Gangguan pola eliminasi eliminasi
Batu terjebak di ureter Batu terjebak di ureter Formasi batu di ginjal Formasi batu di ginjal
8 8
5
5.. MMaanniiffeessttaassi i KKlliinniiss
Gelombang nyeri yang luar biasa, kolik, akut, yang menyebar kepaha dan genetalia.Gelombang nyeri yang luar biasa, kolik, akut, yang menyebar kepaha dan genetalia.
Rasa panas dan terbakar dipinggang.Rasa panas dan terbakar dipinggang.
Nyeri ketok ginjal. Nyeri ketok ginjal.
Rasa ingin berkemih namun hanya sedikit urine yang keluar Rasa ingin berkemih namun hanya sedikit urine yang keluar
Hematuria (Suddarth & Brunner, 1997).Hematuria (Suddarth & Brunner, 1997).
6
6.. PPeemmeerriikkssaaaan n DDiiaaggnnoossttiik k
a.
a. LaLaboborratatororiiumum
Terjadi hematuria secara makroskopik atau mikroskopik.Terjadi hematuria secara makroskopik atau mikroskopik.
Sendimen urine mengandung eritrosit dan leokosit.Sendimen urine mengandung eritrosit dan leokosit.
Proteinuria ringan.Proteinuria ringan.
b
b.. RRaadidioollogogii
Foto polos abdomen untuk melihat batu radiopak, pielografi intravena untuk Foto polos abdomen untuk melihat batu radiopak, pielografi intravena untuk melihat batu radiolusen dan menilai sekresi ginjal..
melihat batu radiolusen dan menilai sekresi ginjal.. c.
c. UltraUltrasonogrsonografi/ afi/ USG USG (Sudd(Suddarth arth & B& Brunnerrunner, 19, 1997).97).
7
7.. PPeennaattaallaakkssaannaaaan n MMeeddiiss
a.
a. Atasi Atasi nyerinyeri, mand, mandi hangi hangat diat diarea parea panggul anggul dapat dapat bermabermanfaatnfaat.. b.
b. TerTerapi nutrapi nutrisi dan mediisi dan medikaskasi, masuki, masukan cairaan cairan n yanyang g adeadekuakuat t dan mengdan menghinhindardarii makanan tertentu dalam diet yang merupakan bahan utama pembentukan batu (mis: makanan tertentu dalam diet yang merupakan bahan utama pembentukan batu (mis: Kalsium)
Kalsium) c.
c. LithoLithotriptripsi Gelomsi Gelombang Kejubang Kejut Ekstrt Ekstrakarpaakarpareal, mereal, merupakarupakan prosedun prosedur non invar non invasif sif yang digunakan untuk menghancurkan batu dan kaliks ginjal. Setelah batu tersebut yang digunakan untuk menghancurkan batu dan kaliks ginjal. Setelah batu tersebut pecah menjadi bagian yang kecil seperti pasir, sisa batu-batu tersebut dikeluarkan pecah menjadi bagian yang kecil seperti pasir, sisa batu-batu tersebut dikeluarkan
secara spontan. secara spontan. d.
d. UreUreterteroliolitottotomiomi, , pempembedabedahan pengahan pengangkngkataatan n batbatu.u. e.
e. PePenynyululuhuhanan, , kakarerena na reresisiko ko kakambmbuh uh yayang ng titingnggigi, , perperawawat at harharus us memembmbererikikanan pelajaran mengenai batu ureter dan mencegah kekambuhan (Suddarth & Brunner, pelajaran mengenai batu ureter dan mencegah kekambuhan (Suddarth & Brunner,
1997). 1997). 8 8.. KKoommpplliikkaassii HidronefrosisHidronefrosis
PionefrosisPionefrosis
UremiaUremia
Gagal ginjal (Mansjoer,2000).Gagal ginjal (Mansjoer,2000).
B.
B. KONSEP DASAR KEPERAWATANKONSEP DASAR KEPERAWATAN 1
1.. PPeennggkkaajjiiaann
Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu p
proroseses s yayang ng sisiststemematatis is dadalalam m penpengugumpmpululan an datdata a beberbrbagaagai i susumbmber er datdata a untuntuk uk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien (Nursalam, 2000).
mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien (Nursalam, 2000).
Sumber data diperoleh dari pasien sendiri, dari keluarga dan orang terdekat, Sumber data diperoleh dari pasien sendiri, dari keluarga dan orang terdekat, status pasien/catatan kondisi pasien dan informasi dari tim kesehatan yang merawat status pasien/catatan kondisi pasien dan informasi dari tim kesehatan yang merawat pasien (Nursalam, 2001)
pasien (Nursalam, 2001)
Dalam tahap pengkajian dilakukan pengumpul
Dalam tahap pengkajian dilakukan pengumpulan an data dengan data dengan cara wawancara,cara wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan dengan cara membaca ststus kesehatan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan dengan cara membaca ststus kesehatan
klien (Taylor et all, 1996) klien (Taylor et all, 1996)
Setel
Setelah ah pengumpengumpulan data pulan data langkalangkah h berikberikutnya dalam utnya dalam pengkajpengkajian ian adalahadalah pengelompokan data yang terdiri dari: data fisiologi, psikologis, sosial dan spiritual. pengelompokan data yang terdiri dari: data fisiologi, psikologis, sosial dan spiritual.
Pen
Pengelgelompompokan okan datdata a akan akan memmemudahudahkan kan perperawaawat t daldalam am penpengelgelompompokaokan n masmasalaalahh keperawatan klien. Untuk kasus post Op Batu ureter pengkajian yang dilakukan adalah: keperawatan klien. Untuk kasus post Op Batu ureter pengkajian yang dilakukan adalah:
a.
a. IdIdenentitittas kas kllieienn
Meliputi nama, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, suku, pendidikan, Meliputi nama, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, suku, pendidikan, pekerjaan dan jumlah anak.
pekerjaan dan jumlah anak. b
b.. RiRiwawayayat kest kesehehatatanan 1
1)) RRiiwwaayyaat t ppeennyyaakkiit t sseekkaarraanngg
Kaji mengenai perkembangan penyakit dari tanda dan gejala pertama sampai Kaji mengenai perkembangan penyakit dari tanda dan gejala pertama sampai sekarang termasuk upaya mencari pertolongan
sekarang termasuk upaya mencari pertolongan 2
2)) RRiiwwaayyaat pt peennyyaakkiit dt daahhuulluu
Kaji riwayat penyakit yang pernah diderita, pengalaman operasi yang pernah Kaji riwayat penyakit yang pernah diderita, pengalaman operasi yang pernah dialami ataupun riwayat cidera yang pernah dialami.
dialami ataupun riwayat cidera yang pernah dialami. c.
c. PePengngkakajijian an fifisisik k 1
Gejala: kelemahan, merasa gelisah dan ansietas, pembatasan aktivitas atau kerja Gejala: kelemahan, merasa gelisah dan ansietas, pembatasan aktivitas atau kerja
sehubungan dengan efek pembedahan. sehubungan dengan efek pembedahan. 2
2)) SSiirrkkuullaassii
Tanda: takikardia (respon terhadap demam, dehidrasi, proses inflamasi dan Tanda: takikardia (respon terhadap demam, dehidrasi, proses inflamasi dan
nyeri). Tekanan darah
nyeri). Tekanan darah hipotensi/termasuk Postural.hipotensi/termasuk Postural. 3
3)) IInntteeggrriittaas s kkuulliitt
Peka terhadap tanda-tanda dan gejala komplikasi. Peka terhadap tanda-tanda dan gejala komplikasi. 4
4)) EElliimmiinnaassii
Gejala: Ketidakmampuan defekasi atau flatus Gejala: Ketidakmampuan defekasi atau flatus Tan
Tanda: da: DisDistentensi si abdoabdomenmen, , penupenurunrunan an halhaluaruaran an uriurine, ne, penupenurunrunan an ataatau u tidtidak ak adanya bising usus (ileus), kekacauan abdomen.
adanya bising usus (ileus), kekacauan abdomen. 5
5)) MMaakkaannaann//ccaaiirraann Gejala: Haus
Gejala: Haus
Tanda: : Membran mukosa kering,
Tanda: : Membran mukosa kering, turgor kulit buruk turgor kulit buruk 6
6)) NNyyeerrii//KKeennyyaammaannaann Gejala: nyeri abdomen, Gejala: nyeri abdomen,
Tanda: nyeri tekan, otot tegang (abdomen), Tanda: nyeri tekan, otot tegang (abdomen), 7
7)) PPeerrnnaaffaassaann Tanda: Takipnea. Tanda: Takipnea. d
d.. PPeemmeerriikkssaaaan dn diiaaggnnoossttiik k
UriUrinalnalisaisa, , warwarna na kunkuninging, , cokcoklat lat gelgelap, ap, berberdardarah: ah: secsecara ara umuumum m menmenunjunjukaukann
SDM, SDP, kristal (sistin, asam urat, kalsium oksalat ), sepihan, mineral, bakteri, pus; ph SDM, SDP, kristal (sistin, asam urat, kalsium oksalat ), sepihan, mineral, bakteri, pus; ph mungkin asam meningkatkan sistin dan asam urat ) atau alkalin ( meningkatkan magnesium, mungkin asam meningkatkan sistin dan asam urat ) atau alkalin ( meningkatkan magnesium, fosfat, amonium, atau batu kalsium fosfat ).
fosfat, amonium, atau batu kalsium fosfat ).
Hb/Ht, abnormal bila pasien dehidrasi berat atau politemia terjadi (mendorongHb/Ht, abnormal bila pasien dehidrasi berat atau politemia terjadi (mendorong
prepitasi pemadatan ) atau anemia ( p
prepitasi pemadatan ) atau anemia ( pendarahan, disfungsi/gagal ginjal).endarahan, disfungsi/gagal ginjal).
Foto Rongsent KUB, menunjukan adanya kalkuli dan/perubahan anatomik padaFoto Rongsent KUB, menunjukan adanya kalkuli dan/perubahan anatomik pada
area ginjal dan sepanjang ureter. area ginjal dan sepanjang ureter.
SiSiststouourereteterorokokopipi, , vivisusualalisisasasi i lalangsngsunung g kakandndung ung kemkemih ih dadan n urureteter er dadapapatt
menunjukan batu dan/atau efek obstruksi. menunjukan batu dan/atau efek obstruksi.
Scan CT, mengidentifikasi/mengambarkan kalkuli dan masa lain: ginjal, ureter,Scan CT, mengidentifikasi/mengambarkan kalkuli dan masa lain: ginjal, ureter,
distensi kandung kemih. distensi kandung kemih.
UlUltatararasosound und giginjnjalal, , untuntuk uk memenenentntukukan an peperurubahbahan an obobststruruksksi, i, lolokakasi si babatutu
(Doenges, 2000). (Doenges, 2000).
2
2.. DDiiaaggnnoossa a KKeeppeerraawwaattaann
Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respon manusia Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respon manusia da
dari ri kekelolommpopok k atatau au inindidivividu du didimamana na peperrawawat at sesecacarra a akakununttababiililitatas s dadapapatt men
mengidgidententifiifikasi kasi dan dan memmemberberikan ikan intintervervensensi i secsecara ara paspasti ti untuntuk uk menmenjagjaga a stastatustus kesehatan, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah (Carpenito, 2000).
kesehatan, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah (Carpenito, 2000).
Diagnosa keperawatan adalah pernyataan atau kesimpulan yang diambil dari Diagnosa keperawatan adalah pernyataan atau kesimpulan yang diambil dari pengkajian tentang status kesehatan klien atau pasien (Effendy Nasrul,1995).
pengkajian tentang status kesehatan klien atau pasien (Effendy Nasrul,1995).
Sedangkan yang dikutif dari Gordon, 1976 (Nursalam, 2001) mendefinisikan Sedangkan yang dikutif dari Gordon, 1976 (Nursalam, 2001) mendefinisikan b
bahwahwa a didiagagnonosa sa kepkepererawaawatatan n adadalalah ah mamasasalalah h keskesehaehatatan n yayang ng popotetensnsiaial l didimamanana b
bererdadasasarkrkan an pependindididikan kan dan dan pepengangalalamamannnnyaya, , didiagagnosnosa a mamampmpu u dadan n memempmpununyayaii wewenang untuk memberikan tindakan keperawatan. Pernyataan diagnosa keperawatan wewenang untuk memberikan tindakan keperawatan. Pernyataan diagnosa keperawatan aktual terdiri dari tiga bagian yang meliputi PES (problem, etiologi, dan symptom). aktual terdiri dari tiga bagian yang meliputi PES (problem, etiologi, dan symptom).
Adapun diagnosa keperawatan yang sering muncul pada klien dengan kanker Adapun diagnosa keperawatan yang sering muncul pada klien dengan kanker kolon adalah sebagai berikut:
kolon adalah sebagai berikut: 1
1.. GGaanngggguuaan n rraassa a nnyyaammaann: : NNyyeerri i bbeerrhhuubbuunnggaan n ddeennggaan n iinnssiissi i bbeeddaahh 2.
2. GangguaGangguan mobin mobilisalisasi fisi fisik bsik berhubunerhubungan degan dengan kengan kelemahlemahan.an. 3.
3. KuKurarang ng peperarawawatatan n didiri ri beberhrhububungungan an dedengangan n inintotoleleraransnsi i akaktitififitatas: s: PePenurnurununanan kekuatan dan ketahanan nyeri / ketidaknyamanan.
kekuatan dan ketahanan nyeri / ketidaknyamanan. 4.
4. Kurang peKurang pengetahngetahuan (kebutuan (kebutuhan belauhan belajar) konjar) kondisi dan pdisi dan prognosrognosis penyis penyakit danakit dan kebutu
kebutuhan han pengobapengobatan tan berhububerhubungan dengan ngan dengan kurang imformakurang imformasi si yang adekuatyang adekuat (Doenges, 2000).
(Doenges, 2000).
3.
3. PePererencncananaaaann
Setel
Setelah ah merummerumuskan uskan diagnodiagnosa sa keperakeperawatan watan langkalangkah h berikberikutnya adalahutnya adalah menentukan perencanaan keperawatan. Perencanaan meliputi perkembangan strategi menentukan perencanaan keperawatan. Perencanaan meliputi perkembangan strategi de
desasain in untuntuk uk memencencegagah, h, memengungurarangngi, i, dadan n memengngororekeksi si mamasasalalah-mh-masasalalah ah yayangng di
me
menennentutukan kan didiagagnonosa sa kekepeperarawawatatan n dadan n memenynyimimpupulkalkan n rerencncanana a dodokumkumenentatasisi (Nursalam, 2001).
(Nursalam, 2001). Tah
Tahap ap perperencaencanaanaan n kepkeperaerawatwatan an adaadalah lah penepenentuntuan an pripriorioritas tas diadiagnognosasa keperawatan, penetapan tujuan, penetapan kriteria evaluasi dan merumuskan intervensi keperawatan, penetapan tujuan, penetapan kriteria evaluasi dan merumuskan intervensi keperawatan. Dikutip dari iyer, et al, 1996 dalam (Nursalam, 2001).
keperawatan. Dikutip dari iyer, et al, 1996 dalam (Nursalam, 2001).
Terdapat tiga rencana tindakan dalam tahap perencanaan yaitu rencana tindakan Terdapat tiga rencana tindakan dalam tahap perencanaan yaitu rencana tindakan perawat, rencana tindakan pelimpahan (medis dan tim kesehatan lain) dan program perawat, rencana tindakan pelimpahan (medis dan tim kesehatan lain) dan program
medis untuk klien
medis untuk klien yang dalam yang dalam pelakspelaksanaannyanaannya a dibantdibantu u perawaperawat t (Caper(Capernito, 2000).nito, 2000). Untuk menentukan prioritas kebutuhan dalam intervensi keperawatan, ada dua hirarki Untuk menentukan prioritas kebutuhan dalam intervensi keperawatan, ada dua hirarki yang ada digunakan, yaitu:
yang ada digunakan, yaitu: a.
a. HiHirararkrki “ Mai “ Maslslow “ (ow “ (1961960) d0) dalalam (am (NuNursrsalalamam, 20, 2001) 01) memembmbagagi kebi kebututuhuhan dan dalalamam lima tahap yaitu: kebutuhan fisiologis, rasa aman dan
lima tahap yaitu: kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, sosial dan harga dirinyaman, sosial dan harga diri Contoh hirarki yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas diagnosa Contoh hirarki yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas diagnosa keperawatan adalah:
keperawatan adalah:
Keterangan: Keterangan:
a.
a. KebKebututuhauhan n FiFisisiolologiogiss
Contoh: udara segar, air, cairan elektrolit, makanan, dan sex Contoh: udara segar, air, cairan elektrolit, makanan, dan sex b
b.. RaRasa asa amaman dan dan nyn nyamamanan
Contoh: terhindar dari penyakit, pencurian dan perlindungan hukum Contoh: terhindar dari penyakit, pencurian dan perlindungan hukum c.
c. MeMencincintntai ai dadan n DiDicicintntaiai
Contoh: kasih sayang, mencintai, dicintai, diterima kelompok Contoh: kasih sayang, mencintai, dicintai, diterima kelompok
Aktualisa Aktualisa si Diri si Diri Harga Diri Harga Diri
Mencintai dan Dicintai Mencintai dan Dicintai
Rasa aman dan nyaman Rasa aman dan nyaman
Kebutuhan Fisiologis O2, H2O, Elektrolit, Makanan, Sex Kebutuhan Fisiologis O2, H2O, Elektrolit, Makanan, Sex
d
d.. HHaarrgga Da Diirrii
Contoh: dihargai, menghargai (respek dan toleransi) Contoh: dihargai, menghargai (respek dan toleransi) e.
e. AkAktutualalisisasasi i DiDiriri
Contoh: ingin diakui, berhasil dan menonjol. Contoh: ingin diakui, berhasil dan menonjol. b.
b. HirHirarkarki i “Ka“Kalislish” h” (19(1983)83), , menmenjeljelaskaskan an kebukebutuhtuhan an masmaslow lebilow lebih h menmendaldalam am dengdenganan mem
membagbagi i kebkebutuutuhan fisihan fisioloologis menjgis menjadi kebutuadi kebutuhan untuk bertahan untuk bertahan han hidhidup up dandan stimulasi. Dikutip dari iyet, et al, 1996 dalam (Nursalam, 2000)
stimulasi. Dikutip dari iyet, et al, 1996 dalam (Nursalam, 2000)
Setelah penyusunan prioritas perencanaan diatas maka makalah selanjutnya Setelah penyusunan prioritas perencanaan diatas maka makalah selanjutnya adalah penyusunan rencana tindakan dari diagnosa keperawatan yang muncul pada adalah penyusunan rencana tindakan dari diagnosa keperawatan yang muncul pada klien dengan Batu Ureter adalah sebagai berikut:
N
NOO DDiiaaggnnoossa a kkeeppeerraawwaattaann TTuujjuuaan n ddaan n kkrriitteerriia a hhaassiill IInntteerrvveennssii 1
1 GGaanngggguuaan n rraassa a nnyyaammaann:: Nyeri berhubungan Nyeri berhubungan dengan insisi bedah dengan insisi bedah
Tujuan: Menyatakan/ Tujuan: Menyatakan/ menunjukan nyeri hilang. menunjukan nyeri hilang. Kriteria hasil: Kriteria hasil: --Menunjukan kenyamanan. Menunjukan kenyamanan. --Mampu untuk
Mampu untuk tidur/istirahtidur/istirahat.at.
..
Mandiri: Mandiri:
1.
1. Kaji skala nyeri,Kaji skala nyeri, misalnya lokasi, frekwensi, misalnya lokasi, frekwensi, durasi, dan intensitas (skala durasi, dan intensitas (skala 0-10)
10)
2.
2. JeJelalaskskaan pen penynyebebaab nyb nyeeriri..
3.
3. Dorong pasien menyatakanDorong pasien menyatakan masalah, mendengar dengan masalah, mendengar dengan aktif pada masalah ini dan aktif pada masalah ini dan berikan dukungan dengan berikan dukungan dengan menerima, tinggal dengan menerima, tinggal dengan pasien berikan imformasi pasien berikan imformasi
yang tepat. yang tepat.
4.
4. Dorong penggunaan tehnik Dorong penggunaan tehnik relaksasi, (imajinasi, relaksasi, (imajinasi, visualisasi, aktivitas visualisasi, aktivitas terapeutik). terapeutik). 5.
5. Berikan tindakan kenyamananBerikan tindakan kenyamanan contoh pijat punggung,
contoh pijat punggung, penguatan posisi (penggunaan penguatan posisi (penggunaan
tindakan dukungan sesuai tindakan dukungan sesuai kebutuhan) kebutuhan) Kolaborasi: Kolaborasi: 1. 1. derajat ke derajat ke analgesik analgesik komplikas komplikas ada secara ada secara ke-4 pasc ke-4 pasc 2. 2. data dasar data dasar kebutuha kebutuha (Doenges, (Doenges, 3. 3. takut men takut men kenyaman kenyaman 4. 4. Menurunk Menurunk meningka meningka meningka meningka menurunk menurunk ketidakan ketidakan 5. 5. meningka meningka meningka meningka dalam me dalam me nyeri. (Do nyeri. (Do
contoh analgesik.
contoh analgesik. meningkameningka
meningka meningka 2
2 GGaanngggguuaan n mmoobbiilliissaassii fisik berhubungan fisik berhubungan dengan kelemahan. dengan kelemahan. Tujuan: Tujuan: Mempertahankan Mempertahankan mobilitas/fungsi optimal. mobilitas/fungsi optimal. Kriteria hasil: Kriteria hasil: -
- Menunjukan Menunjukan peningkatanpeningkatan kekuatan dan bebas dari kekuatan dan bebas dari komplikasi (kontraktur, komplikasi (kontraktur, dekubitus) dekubitus) Mandiri: Mandiri: 1.
1. Kaji keterbatasan aktivitas,Kaji keterbatasan aktivitas, perhatikan perhatikan adanya/derajat/keterbatasan/ adanya/derajat/keterbatasan/ kemampuan. kemampuan. 2.
2. JelJelaskaskan an penpenyeyebab bab kelkelemaemahanhan..
3
3.. UUbbaah h ppoossiissi i sseettiiaap p 2 2 jjaamm bila tirah baring: dukung bagian bila tirah baring: dukung bagian
tubuh yang sakit/sendi dengan tubuh yang sakit/sendi dengan bantal, gulungan, kulit domba, bantal, gulungan, kulit domba, bantalan siku/tumit sesuai bantalan siku/tumit sesuai
indikasi. indikasi.
4
4.. BBaannttu u ddaallaam m llaattiihhaann rentang gerak
rentang gerak aktif/pasif.aktif/pasif.
5
5.. BBeerriikkaan pn piijjaattaan kn kuulliitt,, pertahankan kebersihan dan pertahankan kebersihan dan
kekeringan kulit. pertahankan kekeringan kulit. pertahankan linen kering dan bebas kerutan. linen kering dan bebas kerutan.
6
6.. BBeerriikkaan n tteemmppaat t ttiidduur r busa/kapuk. busa/kapuk. 1. 1. intervensi. intervensi. 2. 2. meningka meningka (Doenges, (Doenges, 3. 3. ketidakn ketidakn kekuatan kekuatan meningk meningk kerusaka kerusaka 4. 4. sendi, me sendi, me membant membant keteganga keteganga 5. 5. mencega mencega 2000). 2000). 6. 6. dan dapat dan dapat
iskemia/k iskemia/k 2000) 2000) 3
3 KKuurraanng g ppeerraawwaattaan n ddiirrii berhubungan dengan berhubungan dengan intoleransi aktifitas: intoleransi aktifitas: Penurunan kekuatan dan Penurunan kekuatan dan ketahanan nyeri / ketahanan nyeri / kenyamanan. kenyamanan. Tujuan: Tujuan:
Berpartisipasi pada aktivitas Berpartisipasi pada aktivitas sehari-hari dalam tingkat sehari-hari dalam tingkat perawatan diri.
perawatan diri. Kriteria hasil: Kriteria hasil: -
- Penampilan Penampilan rapi.rapi. - Tidak bau badan - Tidak bau badan
Mandiri: Mandiri:
1
1.. KKaajjii
kemampuan klien untuk kemampuan klien untuk berpartisipasi dalam aktivitas berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri.
perawatan diri.
2.
2. JelaskanJelaskan
pentingnya higiene personal. pentingnya higiene personal. Buat tujuan aktivitas realitas Buat tujuan aktivitas realitas dengan klien.
dengan klien.
3
3.. DDoorroonngg
atau gunakan tehnik atau gunakan tehnik penghemat energi, contoh penghemat energi, contoh duduk, tidak berdiri, mandi duduk, tidak berdiri, mandi duduk; melakukan tugas duduk; melakukan tugas dalam peningkatan bertahap. dalam peningkatan bertahap.
4
4.. AAnnjjuurrkkaann
untuk perawatan mandi untuk perawatan mandi ditempat tidur.
ditempat tidur.
5.
5. JaJadwdwalalkakan akn aktitivivitatas yas yangng memungkinkan pasien cukup memungkinkan pasien cukup waktu untuk
waktu untuk menyelesaikamenyelesaikann tugas pada kemampuan paling tugas pada kemampuan paling baik. baik. 1. 1. kondisi dakondisi da kekuranga kekuranga 2000). 2000). 2
2.. MMeenniinnggkkaatt melakukan melakukan 3 3.. MMeenngghheemm dan menin dan menin untuk mel untuk mel 4. 4. MempertaMemperta (Doenges, (Doenges, 5. 5. PendekataPendekata frustasi, m frustasi, m pasien, m pasien, m (Doenges, (Doenges, 4
4 KKuurraanng g ppeennggeettaahhuuaann tteennttaanng g kkoonnddiissii,, prognosis, dan kebutuhan prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan pengobatan berhubungan
d
deennggaan n kkuurraanngg imformasi adekuat. imformasi adekuat.
T
Tuujjuuaann: : MMeenngguuttaarraakkaann pemahaman proses penyakit. pemahaman proses penyakit.
Kriteria hasil: Kriteria hasil:
- Melakukan prosedur yang - Melakukan prosedur yang
diperlukan. diperlukan.
- Memulai perubahan gaya - Memulai perubahan gaya
hidup. hidup.
Mandiri: Mandiri:
1
1.. KKaajji i ppeennggeettaahhuuaan n kklliieenn tentang penyakit dan harapan tentang penyakit dan harapan masa datang.
masa datang.
1.
1. MemMemberberikaika d
daappaat t mmee informasi informasi menjelaska menjelaska situasi indi situasi indi
..
k
keeppeerraawwaattaann.. 22.. KKaajji i pprrooggrraam m ddiieet t sseessuuaaii individual.
individual.
3
3.. JJeellaasskkaan n sseeccaarra a ssiinnggkkaat t ddaann sederhana mengenai:
sederhana mengenai: Pengertian batu ureter Pengertian batu ureter Penyebab batu ureter Penyebab batu ureter Tanda dan gejala Tanda dan gejala
Penanganan batu ureter Penanganan batu ureter Pencegahan batu ureter Pencegahan batu ureter
4
4.. DDiisskkuussiikkaan n pprrooggrraam m oobbaatt obatan hindari obat yang dijual obatan hindari obat yang dijual bebas dan membaca semua bebas dan membaca semua label produk/kandungan dalam label produk/kandungan dalam makanan.
makanan.
5
5.. DDiieet t rreennddaah h ookkssaallaatt, , ccoonnttoohh pe
pembambatastasan an cokcoklatlat, , minminumaumann me
mengnganandudung ng kakafefeinin, , bibit t dadann bayam. bayam. kesempata kesempata batu. batu. cairan/dehi cairan/dehi tambahan d tambahan d (Doenges, 2 (Doenges, 2 3. Imformasi 3. Imformasi kerjasama kerjasama proses kepe proses kepe 4. Obat-obatan 4. Obat-obatan at atau au memengng pada pada penypenyee
makanan makanan secara indiv secara indiv (Doenges, (Doenges, 5.
5. MenurMenurunkaunka oksalat. oksalat. (Doenges, 2 (Doenges, 2
4.
4. PPeellaaksksananaaaann
Pelak
Pelaksanaan tindakan keperawatan adalah sanaan tindakan keperawatan adalah inisiinisiatif dari atif dari rencanrencana a tindaktindakan an untuk untuk mencapai tujuan yang spesifik (Nursalam, 2000). Implementasi sebaiknya dibuat sesuai mencapai tujuan yang spesifik (Nursalam, 2000). Implementasi sebaiknya dibuat sesuai dengan situasi klien dan peralatan rumah sakit
dengan situasi klien dan peralatan rumah sakit
Pelaksanaan atau implementasi merupakan aplikasi keperawatan oleh perawat dan Pelaksanaan atau implementasi merupakan aplikasi keperawatan oleh perawat dan klien
klien. . Hal-hHal-hal al yang harus yang harus kita perhatikkita perhatikan an ketikketika a akan melakukan implemenakan melakukan implementasi adalahtasi adalah in
intetervrvenensi si yayang ng didilalakukkukan an sesesusuai ai dedengangan n rerencncanaana. . SeSetetelalah h didilalakukukan kan vavalilididitastas,, pengasahan keterampilan interpersonal, intelektual, dan psikologi individu. Terakhir pengasahan keterampilan interpersonal, intelektual, dan psikologi individu. Terakhir
me
melalakukukan kan penpendodokumkumententasasiaian n kepkepererawawatatan an beberurupa pa pepencncatatatatan an dan dan pepelalaporporanan (Nursalam, 2001).
(Nursalam, 2001).
Dalam tahap implementasi ini, perawat berperan sebagai pelaksana keperawatan, Dalam tahap implementasi ini, perawat berperan sebagai pelaksana keperawatan, me
membmbereri i susupppporort, t, pependndididikik, , adadvovokakasisi, , dadan n pepencncatatatatanan/p/penenghghimimpupunanan n dadatata (Carpenito,1999).
(Carpenito,1999).
5
5.. EEvvaalluuaassii
Evaluasi adalah tindakan yang intelektual untuk melengkapi proses keperawatan Evaluasi adalah tindakan yang intelektual untuk melengkapi proses keperawatan ya
yang ng memenanandandakakan n seseberberapapa a jajauh uh didiagnagnososa a kepkepererawaawatatan, n, rerencncana ana titindndakakan an dadann pelaksanaannya sudah berhasil dicapai (Nursalam,2001).
pelaksanaannya sudah berhasil dicapai (Nursalam,2001). Evaluasi terdiri dari dua jenis yaitu Formatif dan Sumatif: Evaluasi terdiri dari dua jenis yaitu Formatif dan Sumatif:
a.
a. EvEvalaluauasi si FoFormrmatatif if Eva
Evalualuasi si ForFormatmatif if disdisebut ebut jugjuga a evaevalualuasi si proprosesses, , evalevaluasuasi i janjangka gka pendpendek, ek, ataatauu ev
evalaluasuasi i berberjajalalan, n, didimamana na evevalaluasuasi i didilalakukukan kan sesececepatpatnynya a sesetetelalah h titindandakakann keperawatan dilakukan sampai tujuan tercapai.
keperawatan dilakukan sampai tujuan tercapai. b
b.. EvEvalaluauasi Ssi Sumumatatif if
Evaluasi Sumatif biasanya disebut evaluasi hasil, evaluasi akhir, evaluasi jangka Evaluasi Sumatif biasanya disebut evaluasi hasil, evaluasi akhir, evaluasi jangka pa
panjanjang. ng. EvaEvalualuasi si ini ini dildilakukakukan an pada pada akhakhir ir titindakndakan an kepkeperaerawatwatan an parparipuipurnarna dil
dilakuakukan kan dan dan menmenjadjadi i suasuatu tu metmetode ode daldalam am memmemonionitor tor kuakualitlitas as dan dan efiefisiesiensinsi ti
tindakndakan an yanyang g dibdiberierikan. kan. BenBentuk tuk evalevaluasuasi i ini ini lazlazimnimnya ya menmengguggunakanakan n forformatmat “SOAP” (Nursalam, 2001).
“SOAP” (Nursalam, 2001).
Tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan kembali umpan balik rencana Tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan kembali umpan balik rencana kep
keperaerawatwatan, an, nilnilai ai serserta ta menmeningingkatkatkan kan mutmutu u asuasuhan han kepekeperawrawataatan n melmelalualui i hashasilil perbandingan standar yang telah ditentukan
Ada empat
Ada empat kemungkemungkinan yang dapat kinan yang dapat terjterjadi dalam adi dalam tahap evaluasi ini, yaitu:tahap evaluasi ini, yaitu: masalah teratasi seluruhnya, masalah teratasi sebagian, masalah belum teratasi, dan masalah teratasi seluruhnya, masalah teratasi sebagian, masalah belum teratasi, dan masalah baru.
masalah baru.
6.
6. PePererencncananaaaan Pn Pululanangg
a.
a. NyeNyeri hilri hilang/ang/terterkontkontrolrol b.
b. KeseimKeseimbangan cairbangan cairan elektran elektrolit dipeolit dipertahartahankannkan c.
c. KomKompliplikaskasi i dicdicegaegah/mh/miniinimalmal d.