10 Modul Desain Pengelolaan Database

86 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Proses Informasi...1

Manajemen Data...4

2.1 Pendahuluan...4

2.2 Manajemen Data Individual...4

2.3 Manajemen Data Organisasi...6

2.4 Lingkaran Sistem Informasi...6

2.5 Atribut-atribut Data...7

2.5.1 Dapat di dibagi-bagi (shareable)...7

2.5.2 Dapat di pindahkan (Transportable)...7

2.5.3 Aman (Secure)...7

2.5.4 Akurat (Accurate)...7

2.5.5 Terkini ( Timely)...8

2.5.6 Relefan (Relevant)...8

2.6 Komponen dari Memori Organisasi...8

2.6.1 Anggota dalam Organisasi ( People)...9

2.6.2 Tabel-Tabel...10

2.6.3 Dokumen...11

2.6.4 Multimedia...11

2.6.5 Model...12

2.6.6 Knowledge...12

2.6.7 Keputusan...12

2.7 Permasalahan dengan Data Sistem Manajemen...12

2.7.1 Duplikasi Data ...12

2.7.2 Kurangnya Kontrol Terhadap Data...12

2.7.3 Kurangnya antar muka akses data...13

2.7.4 Respon yang Lama...13

2.7.5 Tidak Dapat menjawab permasalahan di dunia nyata...13

2.7.6 Kurangnya Integrasi Data...13

2.8 Data, Informasi dan Knowledge...14

2.9 Kesimpulan...15

Informasi...16

3.1 Pandangan Sejarah...16

3.1.1 Sejarah Sistem Informasi...17

3.1.2 Kelas Informasi...18

3.1.3 Informasi dan Perubahan Organisasi...19

3.1.4 Penentuan Target Informasi...19

Sistem Database...21

4.1 Pendahuluan...21

4.2 Aplikasi-aplikasi sistem database...21

4.3 Sistem Database vs Sistem File...22

4.4 Keunggulan DBMS...23

4.5 Bahasa Pengolah Database...23

4.5.1 Data Definition Language (DDL)...24

4.5.2 Data Manipulation Language (DML)...24

(2)

4.7 Pengguna Database...24

4.7.1 User database dan Antar muka...24

4.7.2 Administrator database ...25

4.8 Struktur Sistem Database...25

4.8.1 Storage Manager ...25

4.8.2 Query Processor...27

4.9 Arsitektur Aplikasi...28

4.10 Sejarah sistem database...28

Model Entity Relationship (E-R)...30

5.1 Pengenalan Desain Database...30

5.2 Entitas dan Atribut ...31

5.2.1 Primary Key...31

5.3 Relasi antar Entitas...31

5.4 Fitur-fitur lain dari Model E-R...33

5.4.1 Key Constraints...34

5.4.2 Partisipasi konstrain...34

5.4.3 Weak Entity...35

5.4.4 Entity vs Atribut...35

SQL dan Model Relasional Data...38

6.1 Pendahuluan...38

6.2 Structured Query Language (SQL)...38

6.2.1 Data Definition Language...39

6.2.2 Data Manipulation Language...39

6.2.3 Embedded and Dynamic SQL...39

6.2.4 Trigger ...39

6.3 Konstruksi Model Relasional...39

6.4 Perintah SQL...40

6.4.1 Mendefinisikan Table...40

6.4.2 Memasukan data kedalam table...41

6.4.3 Menampilkan data dari table...41

6.4.4 Lebih Jauh dengan penggunaan klausa WHERE...43

6.4.5 Menghasilkan data dari kolom yang ada pada table (derived data)...45

6.4.6 Klausa LIMIT dan OFFSET...45

6.4.7 Fungsi Aggregate...46

6.4.8 Sub Query...47

6.4.9 Klausa LIKE dan DISTINCT...47

6.4.10 Menghapus baris data...48

6.4.11 Mengubah baris data...48

Relasi dan Query antara Table...50

7.1 Relasi antara table...50

7.1.1 Relasi One To Many...50

7.1.2 Relasi Many To Many...51

7.1.3 Relasi One To One...53

7.1.4 Relasi Rekursif...54

7.2 Query Join Table...54

7.2.1 Join dua table...54

7.2.1.1 Inner Join...54

(3)

7.2.1.3 RIGHT JOIN...56

7.2.1.4 Klausa Group By dan HAVING...56

7.2.2 JOIN lebih dari 2 table...57

Normalisasi...59

8.1 Normalisasi Bentuk Pertama (1NF)...59

8.2 Normalisasi Bentuk Kedua (2NF)...60

8.3 Normalisasi Bentuk Ketiga (3NF)...61

8.3.1 Normalisasi Bentuk Keempat (4NF)...62

RDBMS dengan MySQL database...64

8.4 Fitur MySQL Database...64

8.4.1 Penyesuaian dengan standard-standard SQL...64

8.4.2 Program-program klien MySQL...64

8.4.2.1 Program klien mysql...64

8.4.2.2 Program klien mysqlimport...66

8.4.2.3 Program klien mysqldump...66

8.4.2.4 Program klien mysqlcheck dan myisamchk...67

8.4.3 Storage Engine dan Tipe-tipe tabel...67

8.5 Tipe-tipe kolom...68

8.5.1 NUMERIK (BILANGAN)...69

8.5.1.1 INT/INTEGER...69

8.5.1.2 TINYINT...69

8.5.1.3 MEDIUMINT...69

8.5.1.4 BIGINT...69

8.5.1.5 SMALLINT...70

8.5.1.6 FLOAT...70

8.5.1.7 DOUBLE...70

8.5.1.8 DECIMAL...70

8.5.2 String...70

8.5.2.1 BLOB...70

8.5.2.2 CHAR...71

8.5.2.3 LONGBLOB...71

8.5.2.4 LONGTEXT...71

8.5.2.5 MEDIUMBLOB...71

8.5.2.6 MEDIUMTEXT...71

8.5.2.7 TEXT...71

8.5.2.8 TINYBLOB...71

8.5.2.9 TINYTEXT...71

8.5.2.10 VARCHAR...72

8.5.3 Date...72

8.5.3.1 DATE...72

8.5.3.2 DATETIME...72

8.5.3.3 TIME...72

8.5.3.4 TIMESTAMP...72

8.5.3.5 YEAR...73

8.5.4 Tipe data Komplek...73

8.5.4.1 ENUM...73

8.5.4.2 SET...73

(4)

8.5.6 Operator...74

8.5.6.1 Operator Preceding...74

8.5.6.2 Operator Arithmatic...74

8.5.6.3 Operator Comparison...75

8.5.6.4 Operator Logical...75

8.5.7 Koneksi ke Server MySQL...76

8.5.8 Login ke prompt mysql...76

8.5.8.1 Keluar dari prompt mysql...76

8.5.9 Membuat dan menggunakan database...77

8.5.9.1 Membuat database...77

8.5.9.2 Membuat user pemilik database...78

8.5.10 Manipulasi tabel...78

8.5.10.1 Membuat tabel...78

8.5.10.2 Menghapus tabel...79

8.5.10.3 Merubah tabel...79

8.5.11 Index...80

8.5.11.1 Non-unique Index...81

8.5.11.2 Unique Index...81

8.5.11.3 Primary Key Index...81

(5)

Bab 1

Proses Informasi

Tujuan Pembelanjaran :

Setelah menamatkan bab ini, diharapkan Siswa :

● Dapat memahami akan pentingnya manajemen informasi.

● Dapat memahami model alur informasi pada manusia dan organisasi.

Organisasi atau perusahaan dapat dikatakan sebagai pengumpul terbesar dari data. Hal ini terjadi karena implementasi teknologi (contohnya: penggunaan bar code, scanner) yang membuat mudah dan murah dalam mengumpulkan data. Dunia data di estimasikan akan berlipat ganda setiap 20 bulan, dan saat ini banyak perusahan secara rutin melakukan manajemen data dalam jumlah terabytes (1012 bytes). Manajemen data menjadi fungsi kunci dari banyak organisasi.

Sebelum memahami bagaimana manajemen data dan informasi dalam suatu organisasi, pertama kita pahami terlebih dahulu proses informasi yang terjadi pada diri manusia, berdasarkan model Newell-Simon yang menggambarkan bagaimana manusia menerima input, memprosesnya, dan menghasilkan output. Sebuah alur proses dikerjakan oleh processor yang terhubung ke sebuah memory yang terbagi atas data dan proses. Processor mengambil kedua data dan proses dari memori.

Untuk memahami model ini, misalkan ada seseorang “kita beri nama Alissa” mendapatkan pesan untuk menelpon temannya. Pesan adalah input untuk diproses oleh sistem informasi Manusia, Alissa mendapatkan nomor telpon temannya dari memori dan juga mendapatkan sebuah proses atau instruksi untuk menelpon (angkat gagang telpon, tekan nomor, dan seterusnya). Alissa sekarang melakukan percakapan melalui telpon dengan teman, menelpon teman adalah output (Gambar 1.1). Kadang proses seperti ini sudah menyatu dalam diri kita, kita tidak pernah berfikir untuk mengambil data dan proses, semua kita lakukan secara otomatis.

Gambar 1.1. Model Newell-Simon dari Alur proses informasi pada manusia

Informasi sistem yang dimiliki manusia adalah mudah untuk “overload” hingga mengakibatkan lupa, memori kita terbatas dan kemampuan kita untuk memproses data adalah juga terbatas, karenanya kita butuh tool eksternal untuk bisa melakukan semua ini. Buku telpon adalah contoh data eksternal dari memori. Resep makanan dan penjelasan tata cara memasaknya adalah contoh dari proses eksternal dari memori. Kalkulator dan Komputer adalah contoh

(6)

eksternal memori yang kita gunakan untuk mengatasi keterbatasan kita.

Model asli dari proses sistem informasi manusia dapat dikembangkan dengan menambahkan eksternal memori untuk menyimpan data dan proses (instruksi-instruksi) dan eksternal processor untuk mengeksekusi proses (Gambar 1.2) .

Gambar 1.2. Sebuah Pengembangan dari model sistem informasi manusia.

Model pada proses sistem informasi manusia dapat juga diterapkan dalam proses sistem informasi organisasi. Sebuah organisasi (misal: perusahaan) mendapatkan input-input dari lingkungannya: riset pasar, komplain dari pelanggan, dan aksi dari kompetitor. Perusahaan memproses data ini dan menghasilkan output-output: kampanye penjualan, produk-produk baru, perubahan harga dan sebagainya. Bisa dilihat pada Gambar 1.3 bagaimana sebuah organisasi memproses data.

(7)
(8)

Bab 2

Manajemen Data

Tujuan Pembelanjaran

Setelah menamatkan bab ini, diharapkan Siswa :

● Mengerti konsep dari manajemen data

● Mengenal komponen-komponen dari memori organisasi

● Memahami masalah dengan keberadaan sistem manajemen data

● Menyadari bahwa kesuksesan dari manajemen data membutuhkan pemahaman terintegrasi dari perilaku organisasi dan teknologi informasi.

2.1 Pendahuluan

Bayangkan bagaimana apabila terjadi pada bank yang lupa siapa yang telah meminjam uang, pada sebuah majalah yang kehilangan nama dan alamat dari pelanggannya. Kedua contoh tadi adalah masalah sangat serius, karenanya jika terjadi bisnis tidak akan bisa berjalan. Organisasi memiliki sistem manajemen data untuk mencatat milyaran detail data transaksi bisnis dan membuat beberapa keputusan.

Manajemen dari organisasi data, secara umum dikenal sebagai manajemen data, membutuhkan skill dalam desain, menggunakan, mengatur sistem memori dari suatu organisasi modern. Manager yang bertanggung jawab atas data harus melihat organisasi sebagai sebuah sistem sosial dan memahami teknologi manajemen data. Integrasi dari keduanya (sosial dan teknologi) adalah persyaratan dari suksesnya sebuah organisasi.

2.2 Manajemen Data Individual

Sebagai manusia, kita menyadari bahwa kita mempunyai keterbatasan dalam kapasitas mengingat sesuatu hal. Otak kita sebagai memori internal, dapat saja overload dengan terlalu banyak mengingat hal detil, seiring waktu memori atau daya ingat akan mengalami penurunan. Kita menyimpan sesuatu hal dalam internal memori : nomor telpon rumah atau kantor, dimana kita parkir terakhir kendaraan kita, dan bagaiman raut muka orang-orang yang kita temui terakhir kali. Kita dapat menggunakan memori eksternal untuk tetap mengingat banyak hal yang seharusnya kita selalu ingat. Memori eksternal terdapat dalam banyak macam bentuk.

Kita gunakan kalendar kegiatan untuk tetap mengingat akan kegiatan sehari-hari yang kita lakukan, rapat, catatan pekerjaan, janji dengan seseorang. Kita gunakan catatan kegiatan sehari-hari / pekanan untuk tetap mengingat apa yang harus kita kerjakan sehari-hari ini, esok atau lusa.

19 Juli 2007

7.20

Antar Rosa Sekolah

(9)

10.30 Ke Bank

12.00 Makan Siang di Margonda

13.00 Cek Email

13.20 Ngoprek Cake PHP

16.00 Buat Laporan Rihlah

17.00 Buat Soal UAS PHP PPST

18.30 Ujian PPST

21.00 Sampe Rumah

22.30 Buat Modul Basis Data

Gambar 2.1: Kalendar Kegiatan

Gambar 2.2: Lembaran Buku Alamat

Pada dua contoh dari sistem memori individual yaitu, Kalendar kegiatan dan Buku Alamat mengilustrasikan fitur yang dimiliki dari sebuah sistem manajemen data :

● Terdapat media penyimpan : Data ditulis pada lembaran kertas.

● Terdapat struktur dalam penyimpanan data ( Data nama ditempatkan pada label Name, dan alamat ditempatkan pada label address ).

● Penyimpanan data terorganisir dalam tiap baris datanya. (Data kalendar kegiatan terurut sesuai urutan waktu, sehingga data dapat ditemukan dengan mudah dan cepat).

(10)

2.3 Manajemen Data Organisasi

Organisasi, sebagaimana orang, membutuhkan daya ingat akan segala sesuatu hal, jika anda perhatikan di sekeliling sebuah kantor akan anda temui alat-alat dari memori organisasi: karyawan, filling cabinet, aturan kerja atau kebijakan kantor, papan tulis beirisi rencana kerja dan komputer-komputer. Dalam komputer terdapat media penyimpanan (Hardisk). Disket, flash disk, CD dapat digunakan untuk menyimpan file atau data. Hal yang sama ditemukan pada memori individual terjadi pula pada memori organisasi.

Sebuah tabel biasaya dibuat untuk menyimpan struktur data, sebagai contoh jika kita ingin menyimpan data pelanggan, kita dapat membuat tabel dimana tiap kolom mewakili informasi tertentu dari pelanggan. Semua informasi tersimpan dalam media penyimpanan, media penyimpanan harus tertata dengan rapi, terorganisir dengan baik dan dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang dicari. Pelanggan ingin cepat dilayani dalam mendapatkan informasi dan proses yang cepat dari transaksi yang dilaksanakan. Kecepatan akses data menjadi kunci dari seluruh sistem manajemen data, pada akhirnya dibutuhkan biaya atau harga untuk merealisasikannya. Kecepatan akses memori berarti menambah biaya.

Tabel 2.1 : Tipe dari sistem informasi

Tipe dari sistem informasi Tujuan sistem

Transaction Processing System (TPS) Mengumpulkan dan menyimpan data dari rutinitas transaksi Management Information System (MIS) Mengubah data dari sebuah TPS menjadi informasi untuk

perencanaan, kontrol, dan manajemen organisasi.

Decision Support System (DSS) Mendukung manager pengambil keputusan dalam menyediakan model-model untuk memproses dan analisa data

Executive Information System (EIS) Menyediakan manajemen senior dengan informasi yang relefan untuk memonitor performance dari organisasi dan mengembangkan dan mengimplementasikan strategi-strategi

Online Analytical Processing (OLAP) Menampilkan sebuah tampilan multi dimensi dan logika dari data Data Mining Digunakan untuk analisa statistik dan teknik artificial intelligence

untuk mengidentifikasi relasi yang tersembunyi dari data

2.4 Lingkaran Sistem Informasi

Bermacam sistem dan teknologi ditemukan dalam sebuah organisasi dan terhubung dalam sebuah lingkaran (Gambar 1.6 ). Rutinitas bisnis yang berjalan dari sebuah organisasi di proses dengan TPS, sistem ini meng-handle data terkini (present). Koleksi data pada TPS disimpan dalam database, menyimpan data-data masa lalu (the past), sejarah organisasi dan interaksi yang terjadi didalamnya dalam menjalankan roda bisnis. Data-data ini dikonversi menjadi informasi dengan berbagai macam software analisis (DSS). Teknologi-teknologi ini digunakan oleh organisasi untuk menyiapkan masa depan (future). Sebuah sistem bisnis diciptakan untuk menyiapkan bagaimana transaksi pada perusahaan akan diproses dan bagaimana data dikumpulkan. Dan proses berulang dan berlanjut.

(11)

2.5 Atribut-atribut Data

2.5.1 Dapat di dibagi-bagi (

shareable

)

Dalam suatu organisasi mungkin terdapat banyak individu pengambil keputusan, dalam suatu saat mungkin terjadi seseorang mengambil / mengakses data yang sama dalam waktu yang sama. Sebagai contoh dalam suatu bank adalah kejadian biasa pada saat bersamaan customer secara simultan mengakses informasi mengenai suku bunga deposito.

2.5.2 Dapat di pindahkan (Transportable)

Data harus bisa dipindahkan dari media penyimpanan kepada pengambil keputusan. Telepon, mesin fax, email, komputer sharing adalah salah satu cara memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lain atau dari satu personal ke personal lain. Pada intinya pengambil keputusan harus dapat mengakses data manakala dibutuhkan pada saat pengambilan keputusan.

2.5.3 Aman (Secure)

Dalam era industri saat ini, data menjadi barang yang sangat berharga pada suatu organisasi / perusahaan. Sebagaimana kita pelajari sebelumnya bahwa data men-support bisnis transaksi dari hari ke hari, karena pentingnya data maka perusahaan melindungi/memproteksi dari akses yang tidak diinginkan. Terdapat beberapa cara untuk melindungi data dari kehilangan, sabotase atau pencurian. Biasanya data di copy dan disimpan dalam lokasi yang berbeda, teknik ini populer dengan menyimpan data ke dalam sistem komputer (aplikasi program), dimana akses data kadang dibatasi secara fisik dengan harus memasukan nama user dan password.

2.5.4 Akurat (Accurate)

Anda pasti memahami bahwa mahasiswa lulus dalam ujian salah satunya adalah karena mempunyai daya ingat (memori) yang baik. Hal yang sama juga berlaku pada organisasi, organisasi yang mempunyai memori yang akurat akan bekerja lebih baik dari pada kompetitor yang mempunyai banyak informasi namun tidak akurat.

Sebagai contoh perusahaan penerbangan harus mengetahui secara akurat data untuk memprediksi permintaan (jumlah penumpang) dalam tiap tujuan penerbangan setiap tahunnya. Konsekwensi dari ketidak akuratan data akan mengakibatkan pengeluaran atau biaya operasional yang tinggi, pelayanan yang tidak baik (delivery delays). Karena data yang akurat sangatlah penting, organisasi perlu memperhatikan dalam mendapatkan data, data harus dipilah dan dianalisasi sehingga didapat data yang akurat, dan tidak didapatkan data yang rentan atau tidak jelas (vulnerable).

2.5.5 Terkini ( Timely)

Nilai dari kumpulan data terkadang didefinisikan dari usia data, anda bisa berimaginasi seandainya anda mengetahui bahwa nilai suatu saham besok akan naik atau dollar akan menguat secara significant. Dengan mengetahui data lebih awal (real time data) maka manager operasional dapat melakukan pengambilan keputusan dan melakukan proses transaksi bisnis lebih cepat dari pada pesaing. Berbeda dengan manager perencanaan strategis, dalam mengambil Ia akan menganalisa data dari bulan-bulan lalu karena lebih cenderung mendeteksi bagaimana bentuk tren jangka panjang dari data.

(12)

2.5.6 Relefan (Relevant)

Organisasi harus menjaga agar data selalu relefan terhadap proses transaksi dan pengambilan keputusan. Ketika memproses pengajuan aplikasi kredit seorang nasabah, perusahaan harus mengetahui sejarah calon nasabah bagaimana kondisi keuangan (pemasukan dan pengeluaran) bulanan, apakah data nasabah relefan sehingga dapat disetujui aplikasinya. Ketika manager penjualan ingin mengetahui apakah suatu produk sukses di pasaran, maka manager harus mendapatkan data yang relefan tentang produk bagaimana laporan penjualan yang terjadi dalam suatu daerah tertentu.

Data yang relefan adalah kunci dari men-desain sistem manajemen data. User harus memutuskan apakah data harus disimpan saat ini atau ditunda, karena belum relefan atau belum sesuai aturan. Relefansi data juga penting pada saat mengambil atau memproses data dari sebuah sistem manajemen data.

2.6 Komponen dari Memori Organisasi

Memori-memori organisasi tersedia dalam bermacam-macam bentuk media dan berbagai macam cara, yaitu bisa dalam bentuk personal dalam organisasi (people), SOP (Standard Operation Procedures), aturan-aturan, kultur organisasi, peralatan penyimpanan secara fisik dan perangkat elektronik. Untuk lebih memahami bermacam memori organisasi yang terdapat dalam suatu organisasi, berikut adalah komponen dari memori organisasi.

(13)

2.6.1

Anggota

dalam Organisasi ( People)

Anggota dalam organisasi merupakan komponen utama dari memori organisasi karena mereka mengetahui bagaimana menggunakan semua komponen memori organisasi, mereka mengambil keputusan dan melakukan aksi-aksi bisnis, mereka membuat, me-maintain, melakukan perubahan dan menggunakan sistem manajemen data. Anggota dalam organisasi (people) mengumpulkan data dari beraneka komponen memori organisasi untuk mendapatkan sebuah gambaran yang jelas dari situasi yang terjadi.

Setiap personal dalam organisasi memiliki peran (role) dan posisi (position) dalam struktur hirarki organisasi. Peran dan posisi adalah dua alat untuk mengingat bagaimana fungsi-fungsi organisasi berjalan dan bagaimana data diproses.

Budaya organisasi (culture) adalah kepercayaan, nilai-nilai, perilaku-perilaku dan norma-norma yang mempengaruhi tingkah laku dan harapan-harapan dari tiap personal dalam organisasi. Pengalaman, kestabilan sistem memori, budaya atau perilaku dari ketentuan-ketentuan yang diterima dan pengaruh dari pengambilan keputusan.

Jaringan sosial (social network), terkadang dibutuhkan waktu lama untuk membentuknya : adalah digunakan untuk membuat segala sesuatu berjalan dan bagaimana mempelajari tentang lingkungan bisnis. Biasanya anggota jaringan sosial terdokumentasi dengan baik, paling tidak tercatat dalam buku alamat.

Standard operating procedures (SOP) ada pada banyak tugas kerja organisasi. Sebagai contoh, memproses penerimaan pendaftaran, persiapan penyelenggaran suatu kelas, proses penerimaan karyawan baru dan proses pengajuan aplikasi kredit, semuanya adalah prosedur-prosedur yang telah jelas didefinisikan oleh banyak organisasi. SOP di uraikan dalam manual / aturan kantor, program komputer dan rincian kerja (job description). SOP adalah cara sebuah organisasi mengingat akan rutinitas dan aktifitas bekerja dengan baik.

2.6.2 Tabel-Tabel

Tabel adalah format umum yang digunakan untuk mengorganisasikan data. Tabel 2.2 menggambarkan sebuah list harga dalam format tabular, biasanya baris pertama mendefinisikan arti dari baris-baris data dibawahnya.

Tabel 2.2: list harga

Produk Harga

Bubur Kacang Ijo 3500 Bubur Ayam 5000 Mie Baso 4500 Mie Ayam 4500 Mie Ayam + Baso 6000

Sebuah tabel adalah bentuk keseluruhan dimana mendiskripsikan bermacam struktur yang digunakan untuk menyimpan data. Struktur file pada komputer adalah tabel, hal yang sama untuk spreadsheet , general ledgers dan worksheet adalah tabel. Pada sistem akuntansi sering menggunakan tabel. Kartu order produk dapat ditransformasikan kedalam bentuk tabel.

(14)

Produk Kode Produk No.Order Jumlah Order Supplier Kode Supplier

... ... ... ... ... ...

Gambar 2.5: Tranformasi sebuah kartu file menjadi format tabel.

Data tersimpan dalam sebuah tabel mempunyai karakteristik :

● Data dalam satu kolom adalah bertipe sama. Sebagai contoh, setiap cell dalam coloum dengan header harga adalah sebuah angka.

● Data dibatasi dengan panjang dari alokasi tempat. Sebagai contoh, data dengan header nama dibatasi dengan maksimum 50 karakter.

Keuntungan dari penggunaan tabel adalah kecepatan dalam pencarian data, jika data diurutkan dengan harga produk anda akan cepat menemukan harga dari setiap produk.

Tabel adalah bentuk umum dari organisasi penyimpanan data karena strukturnya mudah dibaca dan dimengerti.

2.6.3 Dokumen

Dokumen –laporan,aturan-aturan tertulis, brosur dan catatan– adalah secara umum digunakan untuk menyimpan data organisasi. Sebagian besar dokumen-dokumen saat ini tersimpan secara elektronik, file text .

Hypertext, adalah dokumen yang digunakan dalam teknologi web. Sebuah dokumen hypertext dapat terhubung ke dokumen lain melalui link sebuah text, sehingga pembaca bisa berpindah-pindah dalam menelusuri dokumen yang dibacanya dengan cepat.

2.6.4 Multimedia

Mulai dikenalkannya era web, telah mendorong penyimpanan media kedalam bentuk objek multimedia, seperti suara (sound) dan klip vidio (video clips). Sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri otomotif menggunakan klip vidio tentang produk mobil yang dipasarkan, toko musik menyimpan lagu terbaru dalam bentuk suara dan sebuah toko elektronik menampilkan gambar-gambar produk yang dijual didalam websitenya. Menjaga website dengan data berbentuk multimedia menjadi salah satu masalah tersendiri dalam mengorganisasikan data.

(15)

Format data dari multimedia diantaranya :

Images, adalah data visual: foto, sketsa. Media images digunakan untuk menyimpan data

dengan berbagai macam alasan :

1. Images digunakan untuk data identifikasi dan keamanan. Contohnya gambar sidik jari digunakan pada kepolisian.

2. Images digunakan sebagai barang bukti. Contohnya foto berlian digunakan sebagai barang bukti pada persidangan.

3. Images digunakan sebagai alat iklan dan alat promosi.

4. Images digunakan sebagai komoditas untuk dijual, clipart dan foto banyak ditemukan di internet dan dijual.

Graphics, peta dan gambar mesin adalah salah satu contoh data yang tersimpan dalam

bentuk graphics. Sebuah organisasi memiliki data peta dari area bagian penjualan dan pelanggannya. Perusahaan manufaktur telah mengumpulkan data graphics dalam perpustakan untuk menyimpan data gambar desain teknik (mesin, arsitektur). Graphics berbeda dengan images, graphics memiliki detail dan dimensi gambar yang lebih eksplisit. Saat ini telah terdapat sistem informasi geographic (GISs) untuk menyimpan data geographic, yang berisi peta daerah atau wilayah, jalan dan tempat pada suatu area.

Audio, format multimedia ini biasnya digunakan pada industri musik. Format audio juga

digunakan untuk menyimpan percakapan bisnis atau deal transaksi melalui pesawat telpon.

Video, Sebuah klip vidio bisa menjadi alat yang sangat potensial dalam mendapatkan

customer, calon customer akan lebih tertarik melihat vidio tentang produk yang akan dibeli dan akan mendapatkan informasi atau gambar real dari produk.

2.6.5 Model

Organisasi (Perusahaan) membuat model matematika dalam mendiskripsikan bisnis mereka. Model-model matematika - ini dikategorikan dalam DSS – digunakan untuk menganalisa masalah terkini dan ramalan akan kondisi bisnis kedepan. Model matematika seringkali mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi organisasi.

2.6.6 Knowledge

Organisasi dapat membuat sistem untuk menangkap knowledge dari pengalaman para pengambil keputusan dan masalah-masalah yang terselesaikan. Knowledge adalah satu satu bentuk dari memori organisasi.

2.6.7 Keputusan

Pengambilan keputusan adalah pusat kegiatan dari organisasi yang modern. Beberapa organisasi bahkan telah memiliki suatu sistem untuk mencatat keputusan-keputusan yang telah diambil.

2.7 Permasalahan dengan Data Sistem Manajemen

Terdapat bermacam masalah yang terjadi pada manajemen data di hampir semua perusahaan :

(16)

2.7.1 Duplikasi Data

Dalam banyak kasus, data pada sistem manajemen berkembang dengan pesatnya. Karenanya, seringkali terjadi data yang sama di simpan lebih dari satu kali pada alamat memori yang berbeda. Contoh kasus, misalnya sebuah alamat customer mungkin saja tersimpan dalam sistem pelaporan sales, sistem akuntansi pembayaran dan buku telpon sales. Bahayanya adalah ketika customer telah berpindah alamat, pencatatan perubahan tidak terjadi pada semua sistem. Duplikasi data menyebabkan pekerjaan tambahan, karena item yang sama harus di masukan beberapa kali. Duplikasi data juga menyebabkan kebingungan mengapa item yang sebenarnya sama memiliki nilai yang berbeda.

2.7.2 Kurangnya Kontrol Terhadap Data

Terjadinya duplikasi data menyebabkan masalah pada kontrol terhadap data. Walaupun data adalah sumber yang sangat penting bagi organisasi, seringkali terjadi data tersebar dan tersimpan dalam beberapa tempat dalam organisasi ( data tersimpan dalam tiap komputer pegawai), karenanya terjadi kurangnya kontrol terhadap data.

2.7.3 Kurangnya antar muka akses data

Sering terjadi pula, user dari data sistem manajemen dihadapi pada antar muka (user interface) yang tidak user friendly. User susah dalam mengakses penyimpanan data. User menjadi frustasi bahkan menyerah karena permintaan data selalu ditolak dan terjadi pesan error yang tidak diperhitungkan, Untungnya seiring perkembangan teknologi, dengan mengadopsi teknologi web browser yang digunakan sebagai antar muka untuk banyak aplikasi, masalah kurangnya antar muka (UI) terpecahkan.

2.7.4 Respon yang Lama

Globalisasi dan teknologi mempercepat perubahan bisnis yang tejadi dewasa ini, seorang manajer harus banyak mengambil keputusan dengan cepat. Para manajer tidak perlu menunggu programmer membuat program untuk mendapatkan data dan format laporan. Mereka berharap pertanyaan yang diajukan dapat segera dijawab dengan cepat, kurang dari sehari bahkan lebih cepat. Manajer dan tim support memerlukan bahasa query yang menyediakan kecepatan akses ke dalam data sesuai dengan yang dibutuhkan, dalam format yang diinginkan.

2.7.5 Tidak Dapat menjawab permasalahan di dunia nyata

Media penyimpanan data organisasi harus merefleksikan realitas dan kompleksitas dalam dunia nyata. Sebagai contoh, data manajemen sistem dari kampus/sekolah menyimpan data mahasiswa, matakuliah yang diikuti beserta, jadwal matakuliah yang diikuti, nilai matakuliah, pembayaran kuliah. Ketika ada permintaan untuk data keseluruhan aktifitas seorang mahasiswa dalam hanya sekali input (atau sekali dilakukan query), maka seringkali terjadi kasus, karena data manajemen sistem tidak selalu menggambarkan realitas sebenarnya.

Pada contoh ini, data mahasiswa,matakuliahi,jadwal matakuliahi,nilai matakuliah dan data pembayaran kuliah tidak saling terhubung (tidak ada relationship antar data), karenanya tidak mungkin dengan sekali query atau query yang sederhana akan didapatkan keselurahan data.

Data sistem manajemen harus sesuai dengan pengambilan kebijakan yang dibutuhkan oleh manajer. Agar berjalan secara efektif maka data manajemen sistem harus merefleksikan keadaan

(17)

dalam dunia nyata, data secara jelas didefinisikan keterhubungannya dengan data data lainnya.

2.7.6 Kurangnya Integrasi Data

Sering terjadi kurangnya integrasi data dalam banyak organisasi. Data tidak hanya tersebar dan tersimpan dalam beberapa format bentuk memori organisasi, bahkan didalam satu media penyimpanan terjadi kurangnya integrasi. Sebagai contoh data mahasiswa yang tersimpan dalam sistem penilaian tidak terhubung dengan data yang tersimpan dalam sistem pembayaran.

Hal ini terjadi karena, pertama, komputer yang menyimpan data tidak saling terhubung dikarenakan hambatan dan ketersediaan teknologi. Dimana organisasi hanya membuat sistem yang sederhana untuk satu fungsi saja. Kedua, Integrasi data adalah tujuan jangka panjang. Sebuah sistem baru dikembangkan dan sistem lama dibuat ulang, karenanya diperlukan waktu yang lama untuk mengintegrasikan beberapa sistem dan memerlukan biaya yang cukup tinggi untuk memecahkan masalah integrasi dalam sekali jalan.

2.8 Data, Informasi dan Knowledge

Seringkali ditemukan penggunaan kata data dan informasi saling bergantian, sesungguhnya memiliki arti yang berbeda. Data adalah suatu berita yang bersipat kasar, belum disarikan dan belum dianalisasi fakta-faktanya. Sedangkan Informasi adalah data yang telah diproses menjadi sesuatu bentuk yang berarti.

List angka-angka yang tercatat pada rapor sekolah adalah data bukan informasi, karena terlalu detail untuk digunakan untuk menyatakan seorang siswa berprestasi. Kesimpulan yang didapat dari nilai-nilai berupa indeks prestasi atau tentang kelulusan siswa adalah informasi.

Data adalah selalu data, tapi satu informasi yang dimiliki seseorang dapat menjadi data bagi seseorang lainnya (bukan informasi bagi dirinya). Informasi yang sangat berarti bagi seseorang dapat menjadi sesuatu yang terlalu detail bagi orang lain (orang lain hanya menganggap sebagai data saja). Ketika suatu masalah teridentifikasi manajer membutuhkan detail data untuk mengambil keputusan, pada saat itu data berubah menjadi informasi karena data dibutuhkan atau membantu dalam pengambilan keputusan. Ketika masalah telah terselesaikan, informasi berubah menjadi data. Karenanya dibutuhkan sistem informasi yang dapat membantu manajer dalam memproses data sehingga selalu didapat informasi yang dibutuhkan manakala akan diambil suatu keputusan.

Knowledge adalah kapasitas untuk menggunakan informasi. Pendidikan dan pengalaman yang manajer miliki membuat menjadi begitu tanggap dan cermat akan informasi yang diterima. Knowledge disini berarti bahwa manajer dapat meng-interprestasikan informasi dan digunakan sebagai pengambilan keputusan, atau dengan kata lain Knowledge adalah kapasitas untuk mengetahui apakah informasi akan berguna untuk membuat keputusan. Seorang wali murid atau orang tua ketika membaca nilai-nilai rapor anaknya akan mendapatkan informasi bahwa anaknya sebaiknya ia akan sekolahkan ke jurusan IPA karena telah mendapatkan informasi bahwa anaknya pandai dalam mata pelajaran IPA.

(18)

Gambar 2.6: Hubungan antara data, informasi dan knowledge

Knowledge yang dimiliki seseorang akan meminta informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Sebagai hasilnya, data dikonversi menjadi informasi. Knowledge yang dimiliki seseorang (personal knowledge) adalah kemudian digunakan untuk menginterprestasikan informasi yang didapat dan kemudian didapatkan kesimpulan. Sudah tentu alur ini dapat terjadi berulang-ulang jika informasi diperlukan sebelum keputusan diambil.

2.9 Kesimpulan

Organisasi harus menjaga (me-maintain) memori untuk memproses transaksi-transaksi dan membuat keputusan-keputusan. Pengorganisasian data haruslah dapat di bagi-bagikan, dapat dipindah-pindahkan, aman dan akurat, selalu terkini, data relefan. Komponen-komponen esensial dari Organisasi adalah yang terpenting adalah people (anggota organisasi), text, model-model dan knowledge.

Aneka dan bermacam teknologi dapat digunakan untuk memanajemen data. Memori eksternal memperbesar jangkauan dari ketersedian data untuk sebuah organisasi. Data manajemen sistem sering menghadapi berbagai masalah: duplikasi data, kurangnya kontrol data, kurang baiknya antar muka, lambat dalam merespon query, ketidak mampuan menjawab pertanyaan yang dilakukan oleh manajer, dan kurangnya integrasi data. Data adalah fakta-fakta kasar, informasi adalah data yang telah diproses menjadi sesuatu bentuk yang berarti. Knowledge adalah kapasitas untuk menggunakan informasi.

(19)

Bab 3

Informasi

Tujuan Pembelanjaran

Setelah menamatkan bab ini, diharapkan Siswa :

● Mengerti pentingnya akan informasi bagi masyarakat dan organisasi

● Mampu menjelaskan bermacam peran informasi pada organisasi

● Mengetahui bagaimana pengambil keputusan (manager) menggunakan informasi

3.1 Pandangan Sejarah

Ada tiga fase sejarah telah diidentifikasi dalam peradaban manusia, dan saat ini memasuki fase ke empat. Fase pertama, Masyarakat Pertanian (Agriculture), era sekitar 3000 SM Dikenal dengan penggunaan besi dan alat-alat pertanian, tercatat output yang dihasilkan adalah alat timbangan (takaran) yang digunakan untuk mengukur hasil panen. Pelopor dari jaman ini adalah bangsa Cina dan Mesir. Fase kedua, Masyarakat Industri, Fase ini dimulai dengan revolusi industri di daratan inggris pada abad 18, dengan hasil pemanfaat energi, diawali dengan adanya mesin uap atau yang dikenal sebagai energi pembakaran. Fase ketiga, Masyarakat Informasi, Fase ini dipelopori oleh Amerika Serikat pada awal kemunculan abad 20, dimana keberadaan jalur komunikasi terintegrasi sebagai pengerak masyarakat, dengan berbasis komputer dan teknologi informasi dalam manipulasi dan pengiriman data. Kata kunci dari masyarakat informasi adalah data. Diperkirakan bahwa abad 21 akan menjadi saksi perkembangan dari masyarakat berdasarkan kreasi. Kata kunci pada pada abad ini adalah gagasan atau ide. Teknologi akan menjadi ide rancang bangun (idea engineering) dan produktivitas akan diukur dalam bentuk keluaran / output kreatifitas, dan saat kita berada dalam fase ini.

Gambar 3.1 Awal mulai sistem penulisan

Dari sejarah yang telah berjalan ini yang patut diperhatikan adalah perkembangan memori organisasi. Alat tulis dan kertas berkembang pada saat yang sama pada era masyarakat pertanian. Awal mula sistem penulisan (limited writing system) muncul pada 30.000 tahun yang lalu, kemudian berevolusi menjadi sistem penulisan yang penuh (full writing system) pada 5.000 tahun yang lalu, yang memungkinkan terjadi transfer teknologi pada umat manusia dari kehidupan berburu dan berkelompok menjadi kehidupan menetap dan bercocok tanam (pertanian). Menulis

(20)

memungkinkan pencatatan knowledge, dan informasi dapat di akumulasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebelum era menulis, knowledge hanya terkungkung/tersimpan dalam memori manusia yang terbatas.

Dibutuhkan teknologi untuk menyimpan suatu knowledge untuk bisa bertahan dalam selang waktu tertentu dan mendukung pengiriman informasi yang tertulis. Media penyimpanan mulai dari batu atau gerabah tanah liat (4.000 SM) hingga dalam bentuk lontar (3.500) dan kertas perkamen (2.000 SM) dan kertas (100 M). Teknologi penulisan membawa hasil dengan daya dorong besar dari gutenberg, dengan penemuan sistem pencetakan meliputi media metal alat cetak, tinta, kertas dan pencetakan. Dalam kurun waktu 50 tahun teknologi pencetakan berkembang melalui eropa. Pada akhir abad, media penyimpan baru muncul seperti photographic, magnetic dan optical.

Memori organisasi berkembang terus sesuai dengan perkembangan organisasi di pemerintahan, militer, perusahaan dagang dan organisasi lainnya. Pertumbuhan dari organisasi pada jaman revolusi industri terlihat mempercepat kenaikan baik berupa angka atau ukuran dari memori organisasi.

Teknologi web memungkinkan kita hidup tanpa batas negara. Disana tersedia informasi yang didapat di peroleh dengan cuma-cuma, aliran investasi dan industri telah melewati batas. Pelanggan telah bisa mengindahkan batas negara untuk bertransaksi jasa maupun barang. Pada batas akhir era informasi, telah tercipta hasil karya yang berharga berupa intelegensi, marketing, jangkauan global dan pendidikan.

Table 3.1: Hasil Karya Cipta

Masa lampau Masa Kini Kekuatan Militer Intelegen Hasil Alam Pemasaran Penduduk Jangkauang global Industri Pendidikan

3.1.1 Sejarah Sistem Informasi

Sistem informasi dibagi atas 3 era. Era pertama, Kerja informasi telah ditransformasikan kedalam komputer. Sebagai contoh, ketika terjadi transaksi pembayaran dengan menggunakan credit card, informasi terkirim ke pusat komputer, informasi diolah dan diproses dan menghasilkan output fisik berupa printout hasil transaksi.

Table 3.2 : Era sistem informasi

Era Fokus Periode Teknologi Jaringan

1 Informasi dikerjakan oleh komputer

1950 s/d mid 1970 Batch Data terbatas pada jaringan

2 Informasi dikerjakan oleh pegawai Mid 1970 s/d mid 1990

Host/terminal Client/Server

menyebar dan dalam jaringan internal 3 Informasi dikerjakan oleh

customer dan orang lain yang berkepentingan

Mid 1990 s/d sekarang

Browser/Server Jaringan publik (internet)

(21)

Era kedua, jaringan internal digunakan untuk kerja informasi oleh pegawai. Sharing informasi terjadi antara server dengan client (Host/Terminal). Departemen Sistem Informasi bertanggung jawab membuat sistem untuk digunakan oleh pegawai pada organisasi/perusahaan untuk berinteraksi dengan customer (sistem pemesanan hotel ketika calon customer memesan kamar lewat telpon) atau pegawai dari perusahaan lain untuk berinteraksi bisnis (pegawai rumah sakit ketika order obat kepada supplier).

Era ketiga, diawali dengan diketemukan (diciptakannya) web browser pada pertengahan tahun 1990. Browser dapat digunakan dalam era internet yang mengglobal, layanan-layanan yang disediakan oleh perusahaan untuk kerja informasi dapat dilakukan oleh customer langsung maupun oleh individu yang berkepentingan. Sekarang customer mengerjakan sendiri proses yang sebelumnya dilakukan oleh pegawai perusahaan, contohnya pemesanan tiket pesawat online lewat internet, customer langsung berinteraksi dengan sistem yang dimiliki oleh perusahaan pada saat mengisi form pemesanan tiket. Pada era ini, Web dan Email digunakan oleh individu yang berkepentingan pada perusahaan untuk alat komunikasi dalam mengelola informasi, sehingga kerja informasi benar-benar telah menggunakan jaringan internet global.

3.1.2 Kelas Informasi

Informasi dapat dikelompokan kedalam empat kelas: content, form, behavior, dan action. Table 3.3 Kelas-kelas Informasi

Class Description

Content (isi) Kuantitas, lokasi dan tipe dari item Form Bentuk dan komposisi dari sebuah objek Behavior (perilaku) Simulasi dari sebuah objek secara fisik Action (aksi) Hasil kreasi dari aksi

Content Information (isi informasi) merekam detaik kuantitas, lokasi dan tipe-tipe dari item

didalamnya. Kecenderungan sejarah dalam dunia nyata kelas-kelas informasi dikumpulkan dan di simpan oleh organisasi. Konten informasi dari sebuah mobil mendeskripsikan nomor model, warna, harga, chasis dan sebagainya. Ribuan byte data mungkin diperlukan untuk menyimpan secara lengkap konten informasi dari sebuah mobil.

Form Information (format informasi) menjelaskan Bentuk dan komposisi dari sebuah

objek, sebagai contoh bentuk informasi dari sebuah mobil mendefinisikan dimensi dan komposisi setiap komponen dari mobil. Jutaan byte data mungkin diperlukan untuk menyimpan bentuk-bentuk dari mobil.

Behavior Information (perilaku informasi) digunakan untuk memprediksi perilaku objek

secara fisik dengan menggunakan teknik-teknik simulasi, dimana membutuhkan format informasi sebagai inputan. Dalam jumlah besar perhitungan setiap detiknya dibutuhkan untuk simulasi perilaku informasi. Contohnya simulasi penerbangan sebuah pesawat rancangan baru membutuhkan milayaran perhitungan komputasi. Perilaku Informasi biasanya disajikan dalam bentuk visual karena data milyaran hasil simulasi dalam bentuk angka yang dihasilkan tidak begitu mudah di akses oleh manusia.

Action Information (aksi informasi) memungkinkan sebuah instan hasil kreasi dihasilkan

(22)

membuat komponen produk industri.

3.1.3 Informasi dan Perubahan Organisasi

Dalam organisasi pencapaian tujuan atau target diarahkan. Organisasi berjalan dan mengalami perubahan dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki, anggota organisasi (pegawai perusahaan), teknologi dan aset-aset keuangan untuk mencapai masa depan yang diinginkan. Target biasanya telah ditetapkan, seperti target keuntungan 500 juta, memenangkan kompetisi sepak bola, atau mengurangi defisit keuangan dari lembaga pemerintah sampai 25 persen dalam waktu 5 tahun. Terkadang target tidak mudah untuk dicapai, walaupun demikian organisasi secara kontinu mencari informasi yang dapat men-support pencapaian target. Informasi yang dicari terbagi atas tiga kategori : penentuan sasaran, kesenjangan dan perubahan.

Gambar 3.2: Pengorganisasian Kategori Informasi

3.1.4 Penentuan Target Informasi

Organisasi menentukan target-target atau level dari kinerja yang diinginkan. Manager selaku pengambil keputusan membutuhkan informasi untuk mencapai target-target yang menantang dan realistik. Sebagai contoh sebuah perusahaan yang telah mencapai 15% nilai kembali dari hasil investasi (ROI) mungkin akan men-set target baru pada 17% ROI. Teknik ini dinamakan “anchoring an adjusting”.

Perencanaan / Planning

Perencanaan adalah tugas penting untuk seorang pengambil keputusan. Untuk men-set arah perusahaan, pengambil keputusan memerlukan informasi tentang apa yang diinginkan oleh customer, keadaan sosial, ekonomi, hal-hal teknik dan kondisi politik. Mereka menggunakan informasi untuk menghadapi peluang dan ancaman pada organisasi, sehingga dapat diambil keuntungan dari peluang dan menghindari ancaman.

Benchmarking / Membandingkan

Benchmarking digunakan oleh organisasi sebagai alat untuk mencapai penentuan target informasi. Benchmarking akan menentukan keberhasilan target berdasarkan praktek di industri. Benchmarking ditemukan pada konsep Jepang yaitu dantotsu, berjuang untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik (best of the best). Benchmarking dijalankan dengan menggunakan metode pembelajaran, dokumentasi dan selalu menggunakan setingan / target dan selalu mendesain ulang praktek yang dilakukan saat ini dibandingkan dengan kinerja yang diharapkan.

(23)

Organisasi membutuhkan informasi untuk mengidentifikasi segala yang mungkin, motivasi dan perubahan target. Pada saat target sudah tercapai, organisasi memerlukan informasi untuk mendefinisikan ulang target-target yang akan dicapai selanjutnya.

(24)

Bab 4

Sistem Database

Tujuan Pembelanjaran

Setelah menamatkan bab ini, diharapkan Siswa :

● Dapat memahami konsep sistem database.

● Dapat menyebutkan penerapan sistem aplikasi database.

● Dapat mengerti keunggulan dan pemanfaatan dari DBMS.

● Dapat mengenal konsep bahasa pengolah database (SQL).

● Dapat memahami struktur sistem database.

● Dapat mengenal arsitektur aplikasi program menggunakan database.

4.1 Pendahuluan

Pada saat ini, kesuksesan sebuah organisasi (perusahaan) bergantung pada kemapuan untuk mengumpulkan data yang akurat dan terkini serta bagaimana cara mengoperasikannya, kemampuan untuk mengatur (management) data secara efektif, dan kemampuan untuk menggunakan data serta sebagai panduan untuk melakukan aktivitas bisnis.

Sebuah database adalah kumpulan data, secara khusus menggambarkan aktifitas-aktifitas satu atau lebih yang berhubungan dengan organisasi atau menggambarkan informasi yang terjadi pada organisasi. Sebagai contoh database perguruan tinggi mungkin saja mengandung beberapa informasi sebagai berikut :

● Entitas seperti siswa, jurusan, matakuliah, dosen, kelas

● Relasi diantara entitas seperti, siswa mengambil matakuliah tertentu, dosen mengajar matakuliah dalam suatu kelas tertentu.

Sistem Manajemen Database (database-management system) atau dikenal dengan DBMS adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan dan sebuah kumpulan dari program-program yang digunakan untuk mengakses data-data tersebut. Tujuan utama dari DBMS adalah untuk menyediakan sebuah cara menyimpan data dan mengambil informasi database dimana kedua hal tersebut dilakukan dengan baik sekali dan efisien.

Sistem-sistem database didesain untuk me-manajemen informasi dalam skala besar. Manajemen dari data meliputi dua hal yaitu bagaimana mendefinisikan struktur untuk menyimpan informasi dan menyediakan mekanisme untuk memanipulasi informasi. Tambahan lagi, sistem database haruslah menjamin keamanan atas informasi yang tersimpan, meskipun terjadi crash pada sistem atau ada usaha yang tidak berkepentingan untuk meng-akses sistem. Jika data digunakan untuk saling berbagi oleh beberapa user, sistem harus memastikan tidak terjadi kemungkinan anomali atau pembiasan dari data yang dihasilkan.

4.2 Aplikasi-aplikasi sistem database

Database telah banyak digunakan oleh berbagai organisasi, berikut contoh aplikasi yang telah menggunakan database :

(25)

Banking (Perbankan) : Digunakan untuk informasi customer, account, peminjaman dan

transaksi perbankan.

Airlines (Penerbangan) : Digunakan untuk reservasi dan informasi jadwal penerbangan.

Penerbangan adalah salah satu diantara yang pertama kali menggunakan database yang terdistribusi secara geografis, Terminal-terminal di berbagai belahan dunia mengakses satu pusat sistem database melalui jaringan kabel telpon secara online dan lewat jaringan data lainnya.

Universities (Perguruan Tinggi) : Digunakan untuk informasi siswa, pendaftaran dan

penilaian

Credit Card Transaction (Transaksi kartu kredit) : Digunakan untuk pembayaran kartu

kredit dan membuat pencatatan transaksi bulanan.

Telecommunication (Telekomunikasi) : Digunakan untuk menyimpan percakapan yang

terjadi, menghasilkan tagihan bulanan, dan menyimpan informasi tentang jaringan komunikasi.

Finance (Keuangan) : Digunakan untuk menyimpan data kepemilikan perusahaan,

penjualan, pembayaran instrumen-instrumen keuangan seperti saham dan obligasi.

Sales (Penjualan) : Digunakan untuk menyimpan data customer, produk-produk dan

informasi pembayaran

Manufacturing (Manufaktur) : Digunakan untuk manajemen pengadaan dan melacak

suatu produk dari suatu pabrik, pergudangan dan order suatu item produk

Human Resources (Personalia) : Digunakan untuk pencatatan tentang pegawai, gaji,

pembayaran pajak, keuntungan.

Penggunaan database semakin berkembang di era abad 21, dengan adanya revolusi internet pada akhir tahun 1990 mempertajam kenaikan user yang mengakses database secara langsung. Organisasi mengubah aplikasi mereka yang semula menggunakan telepon dalam bertransaksi menjadi menggunakan web sebagai antar muka aplikasi. Sebagai contoh ketika anda mengakses sebuah toko buku online lewat internet, ketika itu anda telah terhubung ke database dalam mendapatkan katalog dan informasi buku-buku yang akan dibeli.

4.3 Sistem Database vs Sistem File

Dalam memahami kebutuhan akan DBMS, berikut diilustrasikan sebuah skenario: Sebuah perusahaan mempunyai koleksi data (diasumsikan besar data 500 GB) dari pegawai, departemen, produk-produk dan penjualan dan data lainnya. Data ini diakses oleh oleh beberapa pegawai. Pertanyaannya, sistem harus merespon/memberikan jawaban yang cepat, perubahan data oleh beberapa orang pegawai harus tetap konsisten pada saat penggunaan dan akses untuk data tertentu (misal gaji) harus dibatasi.

Dari skenario diatas, ketika dicoba untuk me-manajemen data dimana data disimpan dalam sistem operasi file. Diketemukan beberapa kelemahan diantaranya adalah hal berikut ini :

● Tidak diketemukan memori dengan kapasitas 500 GB untuk menyimpan seluruh data, karenanya diperlukan penyimpan data (storage device) seperti media disk atau tape dan terhubung ke memori utama untuk melakukan proses yang diperlukan.

● Walaupun kita memiliki memori utama 500 GB, dan sistem komputer 32 bit, kita tidak dapat mengacu secara langsung untuk data yang lebih dari 4 GB, kita harus membuat sebuah program untuk mengidentifikasikan seluruh item data.

● Kita harus membuat program spesial untuk mendapatkan jawaban dari apa yang user inginkan dari data. Program diperkirakan akan kompleks karena volume data yang besar untuk pencarian.

(26)

berbeda ketika akses dalam waktu bersamaan.

● Kita harus memastikan data tersimpan ulang konsistensi manaka sistem crash, dan telah terjadi perubahan data.

● Sistem operasi hanya mempunyai sistem user dan password dalam mekanisme keamanan sistem. Hal ini tidak cukup fleksibel dalam kebijakan keamanan ketika user yang berbeda mempunyai izin akses berbagai macam bagian data.

DBMS adalah sebuah piranti lunak (software) yang didesain untuk melakukan tugas-tugas yang disebutkan diatas menjadi lebih mudah. Dengan menyimpan data dalam DBMS dibandingkan dengan menyimpan sistem operasi file, kita dapat menggunakan fitur-fitur DBMS untuk manajemen data dengan baik dan efisien. Seiring dengan bertambahnya volume data dan jumlah user –ribuan gegabyte data dan ribuan user adalah hal biasa pada database perusahaan– support DBMS menjadi sangat diperlukan.

4.4 Keunggulan DBMS

Menggunakan DBMS dalam manajemen data mempunyai beberapa keuntungan :

Independensi data : Program aplikasi seharusnya berdiri sendiri (independen) tidak tercampur dengan detail data yang diwakili oleh media penyimpanan data. DBMS dapat digunakan sebagai lapisan abstract untuk menampilkan data dan terisolasi dengan aplikasi yang diwakili oleh kode program.

Efisiensi dalam akses data: Utilitas DBMS mempunyai banyak cara / teknik dalam menyimpan dan mengambil data secara efisien. Fitur ini sangatlah penting manakala data disimpan dalam media penyimpanan eksternal.

Integritas dan Keamanan data: Jika data selalu diakses melalui DBMS, DBMS dapat menjaga integritas data. Sebagai contoh, sebelum memasukan informasi gaji seorang karyawan, DBMS dapat mengecek/memastikan budget masih tersedia. Dan juga DBMS dapat memaksa suatu akses kontrol terhadap data, sehingga data hanya bisa diakses oleh user tertentu.

Administrasi data: Ketika beberapa user saling membagi data, administrasi yang terpusat dari data sangat diperlukan. Data yang terpusat membuat tidak terjadi duplikasi data, sebagai contoh data pegawai yang diakses oleh bagian keuangan dan personalia adalah data yang sama. Dan hal ini memudahkan dalam proses tuning database agar data dapat diakses dengan efisien.

Akses bersamaan dan Recovery data : DBMS menjadwal akses bersamaan terhadap data sehingga database bisa tetap reliable untuk diakses banyak user. Penjadwalan proses backup bisa direncanakan, sehingga proses recovery data jika terjadi hal yang membuat database tidak berjalan dengan semestinya bisa berjalan, dan database akan pulih seperti kondisi semula.

Mereduksi waktu pengembangan aplikasi: DBMS juga dapat mempercepat proses pembuatan aplikasi program, dimana proses bisnis sebagian bisa ditangani oleh database dengan menggunakan fitur trigger dan function.

4.5 Bahasa Pengolah Database

Sebuah sistem database memiliki cara bagaimana skema dari data didefinisikan (data definition language / DDL) dan cara bagaimana memanipulasi data (data manipulation language / DML) untuk melakukan query dan perubahan data. Dalam prakteknya DDL dan DML bukanlah dua bahasa yang terpisah, melainkan adalah satu yaitu Structure Query Language (SQL).

(27)

4.5.1 Data Definition Language (DDL)

Skema database di definisikan dengan bahasa yang disebut Data Definition Language (DDL), perintah SQL yang termasuk DDL diantaranya :

● CREATE : Digunakan untuk mendefinisikan skema database, seperti nama database, nama table, constrain

● DROP : Digunakan untuk menghapus skema database yang telah didefinisikan

● ALTER : Digunakan untuk mengedit skema database

4.5.2 Data Manipulation Language (DML)

Perintah SQL yang digunakan untuk manipulasi data/informasi pada database diantaranya :

● SELECT : Digunakan untuk mengambil informasi yang tersimpan dalam database

● INSERT : Digunakan untuk menambahkan informasi baru ke dalam database

● DELETE : Digunakan untuk menghapus informasi dari database

● UPDATE : Digunakan untuk mengubah informasi yang tersimpan dalam database

4.6 Akses database dari Aplikasi Program

Aplikasi program adalah sekumpulan program yang digunakan untuk berinteraksi dengan database. Aplikasi program biasanya ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti Cobol, C, C++ atau Java.

Untuk mengakses database pada aplikasi, perintah DML harus dieksekusi dengan bahasa pemrograman. Ada dua cara untuk melakukan hal ini :

1. Dengan menyediakan sebuah antar muka yang berisi kumpulan procedures yang dapat digunakan untuk mengirim perintah DML dan DDL ke database, dan menangkap hasil perintah.

ODBC (Open Database Connectivity) adalah standar yang telah ditetapkan oleh Microsoft yang digunakan sebagai program antar muka akses database (Application Program Interface / API).

JDBC (Java Database Connectivity) API yang disediakan oleh bahasa pemrograman Java.

2. Dengan menggunakan vendor bahasa pemrograman dan menyatu dengan perintah DML, dan nanti dipanggil oleh bahasa pemrograman .

4.7 Pengguna Database

Tujuan utama sistem database adalah untuk mengambil informasi dan menyimpan informasi ke dalam database. Orang yang bekerja dengan database dapat dikategorikan sebagai user database atau administrator database.

4.7.1 User database dan Antar muka

Terdapat beberapa user dari sistem database, dibedakan oleh cara bagaiman berinteraksi dengan sistem database.

1. User biasa (naive user) : user yang berinteraksi dengan sistem database dengan cara mengakses sebuah aplikasi yang terhubung ke sistem database. Sebagai contoh ketika kita mengakses situs berita melalui internet, dimana data / berita yang kita baca tersimpan

(28)

dalam database, kita adalah naive user.

2. Programmer Aplikasi : adalah seorang yang bekerja membuat program aplikasi. Seorang programmer dapat memilih tools yang tersedia untuk membuat antarmuka aplikasi ke database, Tools aplikasi disebut RAD (Rapid Application Development), dimana tools ini dapat menghasilkan aplikasi seperti form-form atau list berbentuk tabel yang terhubung ke database, contoh RAD: NetBeans, Visual Basic.

3. User berpengalaman : user yang langsung berinteraksi dengan sistem database tanpa menulis program. User ini langsung menggunakan perintah SQL dalam berkomunikasi dengan database.

4.7.2 Administrator database

Salah satu alasan menggunakan DBMS adalah sentralisasi data atau data terpusat dan mudah dalam me-maintan data. Sistem database terpisah dari aplikasi program yang mengaksesnya. Seseorang yang bertanggung jawab terhadap kontrol dari sistem database di sebut database administrator (DBA). Fungsi dari seorang DBA diantaranya :

● Schema Definition. DBA membuat skema database dengan menggunakan perintah DDL

● Database Tuning. DBA bertanggung jawab dalam memodifikasi database, khususnya dalam konsep skema sehingga performa database dapat ditingkatkan.

● Recovery from Failure. DBA mampu dan memastikan sistem database berjalan sedia kala manakala terjadi kerusakan pada server. Backup database harus dilakukan oleh DBA, dan menentukan proses backup yang tepat untuk database.

● Autorisasi hak akses user. DBA menentukan user-user yang berhak untuk mengakses database, dan menentukan privilege dari user dalam akses ke table-table dalam database. Biasanya DBA bekerjasama dengan Programmer untuk menentukan hak akses dan peran (role) dari seorang user aplikasi.

4.8 Struktur Sistem Database

Sebuah sistem database terbagi atas beberapa modul (unit kerja) yang tiap bagiannya bertanggung jawab atas keseluruhan sistem. Komponen fungsional dari database dapat dibagi menjadi yang bertanggung jawab terhadap penyimpan data “storage manager” dan komponen query yang dilakukan oleh processor (query processor).

4.8.1

Storage Manager

Storage manager adalah modul program yang menyediakan antar muka antara level rendah pada penyimpanan data pada database dengan program aplikasi dan query yang dikirim ke sistem. Storage manager bertanggung jawab untuk interaksi dengan file manager. Data tersimpan dalam media disk menggunakan sistem file, yang disediakan oleh Sistem Operasi. Manager storage menterjemahkan berbagai perintah DML kedalam level rendah dari perintah sistem file. Karenanya storage manager bertanggung jawab untuk penyimpanan, pengambilan dan pengubahan data dalam database.

Komponen storage manager diantaranya :

Manager autorisasi dan Integritas, bertugas menguji keabsahan dari integeritas data

terhadap constrain dan autoritas user mengakses data.

Manager Transaksi , bertugas untuk memastikan bahwa database tetap konsisten atau

(29)

transaksi tanpa terjad konflik/permasalahan.

Manager file, bertugas mengatur alokasi ruang yang tersedia pada media penyimpan

(disk) dan struktur data yang digunakan mewakili informasi tersimpan dalam media disk.

Manager Buffer, bertanggung jawab pada saat pengambilan data dari media penyimpanan

ke dalam memori utama, dan memutuskan data mana yang akan di cache dalam memori utama. Manager Buffer adalah bagian kritikal dari sistem database, dikarenakan database memungkinkan memuat sejumlah ukuran data dimana ukuran data lebih besar dari ukuran memori utama.

Manager storage mengimplementasikan beberapa struktur data bagian dari implementasi fisik dari sistem :

● Data files, dimana database disimpan

● Data dictionary, dimana metadata disimpan yang meliputi struktur dari database khususnya skema database

(30)

Gambar 2.1: Struktur sistem database

4.8.2 Query Processor

Komponen query processor adalah :

DDL interpreter, yang menginterprestasikan perintah DDL dan difinisi record dalam data

dictionary.

DML compiler, yang menterjemahkan perintah DML dalam perintah query dan

mengevaluasi sesuai menjadi kumpulan perintah-perintah low-level yang akan dievaluasi oleh mesin. DML compiler dapat melakukan optimasi perintah query, yaitu proses memilih biaya yang terendah dalam eksekusi query diantara alternatif query lainnya.

(31)

Query Evaluation Engine, yang mengeksekusi perintah-perintah low-level yang dihasilkan

oleh DML.

4.9 Arsitektur Aplikasi

Sebagian pengguna sistem database saat ini tidak langsung berada dalam sistem database, melainkan terkoneksi melalui jaringan. Karenanya kita dapat bedakan menjadi komputer client, dimana user mengakses sistem database secara jarak jauh (remote), komputer server dimana sistem database berjalan.

Gambar 2.2: Arsitektur two-tier

Gambar 2.3: Arsitektur three-tier

Dalam arsitektur two-tier, aplikasi terbagi atas komponen yang berada di komputer client, yang akan berhubungan dengan fungsionalitas sistem database di server database melalui perintah query (SQL). Antar muka program aplikasi (API) seperti ODBC dan JDBC digunakan sebagai antar muka interaksi antara client dengan server.

Berlainan dengan, arsitektur three-tier, komputer client berlaku sebagaimana antarmuka yang tidak langsung terhubung ke database, melainkan client akan berkomunikasi dengan server aplikasi (application server), biasanya melewati antar muka form. Server aplikasi berkomunikasi dengan sistem database untuk mengakses data. Logika bisnis dari aplikasi menyatu dalam server aplikasi. Arsitektur three-tier cocok untuk aplikasi dengan skala besar dan aplikasi yang berjalan di web (WWW).

4.10 Sejarah sistem database

Proses data berkembang melalui komputer, dari awal dikenalnya komputer hingga era komersialisasi komputer. Kartu tekan (dianalogikan sebagai scanner pada saat ini), diketemukan oleh Hollerith digunakan pertama kali pada awal abad ke duapuluh untuk mencatat sensus data di amerika serikat, dan sistem mekanik digunakan untuk memproses kartu dan menghasilkan tabulasi data. Kartu tekan sekarang digunakan luas sebagai alat untuk memasukan data ke dalam komputer.

(32)

Teknik untuk menyimpan data dan memproses data berevolusi dari tahun ke tahun :

● 1950 an dan awal 1960 an : Tape magnetik dikembangkan untuk menyimpan data. Tugas-tugas pemrosesan data seperti otomatisasi pembayaran dengan data tersimpan kedalam tape. Data juga bisa diinput melalui kartu tekan dan output dari printer.Tape hanya bisa dibaca secara sequensial dan ukuran data lebih besar dari pada memori utama.

● Akhir 1960an dan 1970an : Penggunaan secara meluas hard disk diakhir 1960an merubah skenario dalam memproses data lebih baik, dikarenakan hard disk memungkinkan untuk mengakses data secara langsung.

Di era ini pula muncul tulisan Codd (1970) yang memperkenalkan difinisi model relasi dan procedure untuk melakukan query pada model relasi, dan terlahirlah model relasional. Kemudahan model relasi dan kemampuan dalam menyembunyikan implementasi yang rumit dari programmmer yang menggunakannya. Codd memenangkan penghargaan yang prestisius dari Association of Computing Machinery Turing Award dari hasil kerjanya.

● 1980an : Walaupun ketertarikan para akademisi pada model relasional, Model relasional tidak digunakan pada dunia praktis, karena kurangnya performa yang bagus pada jaringan dan database secara hirarki. Penelititan pada perusahaan IBM mengembangkan teknik dan konstruksi yang lebih efisien relational pada sistem database. Prototipe sistem R dikembangkan oleh IBM untuk menghasilkan produk database. Produk database komersial seperti IBM DB2, Oracle, Ingres dan DEC Rdb menggunakan teknik-teknik terbaru yang lebih efisen dalam melakukan query. Pada awal tahun 1980an, database relasional telah dapat bekerja dengan baik pada jaringan dan hirarki sistem database. Pada awal 1980an juga dimulai penelitian pada penggunaan database pararel dan terdistribusi dan juga penelitian object-oriented database.

● Awal 1990an : bahasa SQL didesain dengan tujuan utama sebagai bahasa pendukung pada pengembangan aplikasi.

● Akhir 1990am : Kejadian terbesar adalah diperkenalkannya era dunia web. Database telah digunakan secara ekstensif dan meluas dari pada sebelumnya. Sistem database saat ini telah mampu men-support transaksi dengan rata-rata yang tinggi. Sistem database juga telah mendukung antar muka untuk aplikasi web.

(33)

Bab 5

Model Entity Relationship (E-R)

Tujuan Pembelanjaran

Setelah menamatkan bab ini, diharapkan Siswa :

● Dapat mengerti proses desain database.

● Dapat mengerti konsep entitas dan atribut.

● Mampu menjelaskan relasi antara entitas.

● Dapat memahami diagram E-R.

Model data adalah kumpulan dari alat konseptual untuk mendeskrispsikan data, relasi antar data, dan simantik data dan konstrain.

Model Entity-Relationship (E-R) adalah model yang berdasarkan persepsi-persepsi di dunia nyata yang didalamnya termasuk koleksi dari object-object yang disebut entity dan relasi diantara object-object.

5.1 Pengenalan Desain Database

Proses desain database dapat dibagi menjadi 6 tahapan :

1. Analisa Kebutuhan (Requirements Analysis) : Step pertama dalam men-desain aplikasi database adalah untuk mengerti data apa yang akan di simpan ke dalam database, apa yang harus aplikasi lakukan terhadap data, dan apa yang user inginkan terhadap data. Biasanya informasi yang dikumpulkan menyangkut proses bisnis yang akan diterjemahkan kedalam aplikasi database.

2. Desain konseptual database (Conceptual Database Design): Informasi yang telah dikumpulkan kemudian di analisa untuk dikembangkan menjadi diskripsi high-level untuk disimpan ke database, bersamaan dengan konstrain yang telah diketahui dari keseluruhan database. Pendefinisian dapat dilakukan dengan model E-R.

3. Desain logikal database (Logical Database Design): Kita harus memilih sebuah DBMS untuk mengimplementasikan desain database kita, dan mengubah desain konseptual database menjadi skema database dalam data model dari DBMS yang kita pilih.

4. Penyempurnaan Skema (Schema Refinement): Step ini menganalisa koleksi dari relasi yang terdapat dalam skema database dan mengidentifikasi masalah-masalah potensial dan membetulkannya. Salah satu cara menyempurnakan skema database adalah dengan teori Normalisasi.

5. Desain fisik database (Physical Database Design) : dalam tahap ini diperhatikan beban kerja dari database yang digunakan, database harus men-support dan dapat dikoreksi desain database dan pastikan sesuai dengan keinginan. Dalam tahap ini diantaranya adalah proses index dari beberapa tabel untuk mempercepat proses query, bahkan dalam proses ini desain dapat dibuat ulang untuk mendapatkan desain database yang sempurna 6. Desain keamanan database (Security Design): Dalam step ini diidentifikasi grup user

dan role-role yang dimainkan oleh bermacam user. Untuk setiap role dan grup user kita harus meng-identifikasi bagian database mana yang boleh diakses dan tidak boleh diakses

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :