Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam terbitan (KDT) Literatur Ilmu Al-Quran Penulis : Ahmad Sarwat, Lc.,MA 32 hlm

32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam terbitan (KDT) Literatur Ilmu Al-Quran

Penulis : Ahmad Sarwat, Lc.,MA 32 hlm

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang. Dilarang

mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.

Judul Buku

Literatur Ilmu Al-Quran

Penulis

Ahmad Sarwat, Lc. MA

Editor

Fatih

Setting & Lay Out

Fayyad & Fawwaz

Desain Cover

Faqih

Penerbit

Rumah Fiqih Publishing Jalan Karet Pedurenan no. 53 Kuningan

(4)
(5)

Daftar Isi

Daftar Isi... 5

Mukaddimah ... 7

Bab 1 : Era Klasik ... 9

1. Karya Abad Pertama ... 9

a. Penulisan Hadits ... 9

b. Pemilahan Tafsir dari Hadits ... 9

2. Penulisan di Abad Ketiga ... 12

3. Penulisan di Abad Keempat ... 14

4. Karya di Abad Kelima ... 15

5. Karya Abad Keenam ... 16

6. Karya Abad Ketujuh ... 16

7. Karya Abad Kedelapan ... 17

8. Karya Abad Kesembilan ... 17

9. Karya Abad Kesepuluh ... 18

Bab 2 : Literatur Era Kontemporer ... 19

1. Mahasin at-Ta’wil ... 19

2. At-Tibyan ... 19

3. I’jazul Quran ... 20

(6)

5. Manahil Al-Irfan fi Ulum Al-Quran ... 21

6. An-Naba’ al-’Azhim ‘an Al-Quran Al-Karim ... 21

7. Azh-Zahirah Al-Quraniyah ... 21

8. at-Tashwir al-Fani fi Al-Quran ... 21

9. At-Tafsir wa al-Mufassirun ... 22

10. Mabahits fi ‘Ulum Al-Quran ... 23

11. Manhaj Al-Furqan fi ‘Ulum Al-Quran ... 23

12. Nazharat fi Al-Quran ... 23

13. Mabahits fi ‘Ulum Al-Quran ... 24

16. At-Tibyan fi ‘Ulum Al-Quran ... 24

14. Al-Madkhal li Dirasah Al-Quran Al-Karim ... 25

Bab 3 : Karya Anak Bangsa... 27

1. Prof. Dr. M. Quraish Shihab ... 27

2. KH. Ahsin Sakho Muhammad ... 28

(7)

Mukaddimah

Ada semacam trend di tengah umat Islam kalau ditanya buku apakah yang membahas tentang ilmu Al-Quran, maka jawabannya nyaris seragam dimana-mana, yaitu Mabahits fi Ulumil Quran karya Dr.

Manna’ Al-Qaththan. Seolah-olah hanya kitab itu sajalah yang ada di dunia ini terkait dengan Ilmu Al-Quran. Padahal buku ini hanya satu percikan air di samudera pustaka yang membahas ilmu Al-Quran.

Islam adalah agama ilmu dan wadah ilmu adalah buku. Mushaf Al-Quran sejak pertama kali dituliskan oleh para shahabat atas perintah dan bimbingan Nabi SAW merupakan wadah pertama dari ilmu-ilmu keislaman yang akan dilahirkan pada masa berikutnya.

Pada kajian ini kita akan menikmati tur singkat menelusuri karya agung para ulama ahli Al-Quran sepanjang zaman, sejak dari abad-abad pertama hingga masa sekarang ini.

Tentu tidak semua karya bisa direview disini, namun secara umum Penulis ingin membagi dua periode yaitu periode klasik dan peride modern. Dan

(8)

dikhususkan hanya yang terkenal dan fenomenal, dimana siapa pun orang yang ingin mendalami ilmu Al-Quran dan Tafsir mau tidak mau harus berkenalan dengan literaturnya yang fenomenal.

(9)

Bab 1 : Era Klasik

Era klasik diawali dari sejak turunnya Al-Quran dan ditulis oleh tangan-tangan mulia para shahabat. Walaupun isi mushaf itu sendiri merupakan firman Allah SWT, namun apa yang mereka goreskan dengan alat tulis yang dikenal saat itu juga merupakan karya.

1. Karya Abad Pertama

Sebagaimana umumnya semua cabang ilmu dalam Islam, di masa kenabian dan masa para shahabat belum ada satu pun cabang ilmu yang dituliskan. Kalau pun ada, hanya mushaf Al-Quran saja yang ditulis menjadi satu bundel buku.

a. Penulisan Hadits

Setelah mushaf Al-Quran, maka yang dituliskan berikutnya adalah hadits-hadits nabi. Hadits itu berisi apapun perbuatan atau pun perkataan Rasulullah SAW. Dari sekian banyak perkataan Rasulullah, kemudian terdapat juga tema-tema yang terkait dengan penjelasan Beliau SAW atas ayat-ayat Al-Quran.

(10)

Dalam perkembangan selanjutnya tafsir dipisahkan dari kandungan kitab hadits dan menjadi kitab sendiri.

Para ulama seperti Ibn Majah (w. 273 H), Ibn Jarir at-Thabari (w. 310 H), Abu Bakar ibn Al-Munzir an-Naisaburi (w. 318 H) dan lain-lain mengumpulkan riwayat-riwayat yang berisi tafsir dari Nabi, sahabat

dan tabi’in dalam kitab sendiri.

Riwayat-riwayat yang dikumpulkan itu sudah mencakup keseluruhan ayat-ayat Al-Quran dan disusun sesuai dengan sistematika mushaf. Bentuk penafsiran yang dirintis Ibn Jarir dan mufassir lain pada masa awal pembukuan tafsir inilah yang kemudian di kenal dengan bentuk at-tafsir bi al-

ma’tsur.

Contoh adalah Tafsir Ath-Thabari karya Muhammad Ibn Jarir athThabari (w. 310 H). Nama asli kitab ini adalah Jami’ al-Bayan fi Tafsir Al-Quran (نآرقلا يآ ريسفت يف نايبلا عماج).

. Inilah karya tafsir paling klasik dan paling lengkap, dimana model penyampaiannya masih

(11)

sangat mendekati model penulisan hadits-hadits nabawi. Ciri utamanya adalah begitu banyak nama-nama perawi disebutkan, sebagaimana model kitab-kitab hadits nabawi, bahkan penulisan nama para perawi itu jauh melebihi dari panjang matannya itu sendiri.

Matannya sendiri adalah segala penjelasan baik dari Nabi SAW langsung, atau pun dari para

shahabat, bahkan juga dari para tabi’in, terkait

dengan ayat yang hendak ditafsirkannya. Bedanya dengan kitab hadits adalah susunannya mengikuti urut-urutan ayat di dalam Al-Quran. Sedangkan kitab hadits tentu disesuaikan dengan tema yang ingin disampaikan oleh penyusunnya, dimana biasanya kitab hadits disusun berdasarkan tema fiqih.

Selain itu juga ada contoh tafsir lainnya seperti Tafsir As-Samarqandi karya Abu al-Laits Nashir ibn Muhammad as-Samarqandi (w.373 H). Nama aslinya adalah tafsir Bahr al-‘Ulum.

Dan masih satu genre adalah Tafsir At-Tsa’labi

(12)

427 H). Nama asli kitab tafsir ini adalah al-Kasysyaf

wa al-Bayan ‘an Tafsir Al-Quran.

Kesimpulannya di masa itu belum ada kitab yang disusun secara khusus berisi ilmu Al-Quran. Kalau pun ada, sifatnya masih menyatu dalam penjelasan-penjelasan tafsir bir-ra’yi karya para ulama.

2. Penulisan di Abad Ketiga

Masuk di abad ketiga hijriyah, baru kita menemukan kitab yang secara khusus membahas ilmu Al-Quran sebagai dan terpisah sepenuhnya dari kitab tafsir. Namun tema pembahasannya masih bersifat tema-tema kecil tertentu dan belum bersifat merangkum semua tema dalam ilmu Al-Quran dan Tafsir.

(13)

Abu ‘Ubaid al-Qasim ibn Salam Al-Harawi (w. 224 H) menulis kitab An-nasikh

wal mansukh fil quranil-aziz wa maa fiihi minal faraidhi was-sunan ( ضئارفلا نم هيف امو خوسنملاو خسانلا ننسلاو).

Kitab ini termasuk kitab yang paling awal ditulis terkait dengan masalah nasakh dan

mansukh dalam Al-quran,

mendahului rangkaian panjang kitab-kitab dengan judul dan tema yang sama berikutnya. Ditulis masih di paruh awal abad ketiga hijriyah sesuai dengan masa hidup penulisnya.

Lalu ada Ali ibn al-Madini (w. 234 H) yang menulis kitab berjudul Asbab an-Nuzul (لوزنلا بابسأ). Karya salah guru Imam Bukhari ini juga merupakan kitab yang termasuk paling awal dalam membahas sebab-sebab turunnya suatu ayat secara khusus.

Selain itu di abad ketiga juga ada Ibn Qutaibah

Ad-Dinawari (w. 276 H) menulis kitab berjudul

Gharibu Quran (نآرقلا بيرغ).

Kitab ini meski berjudul

gharibul quran, namun

sebenarnya bukan kajian khusus yang membahas tema itu. Namun ini lebih seperti kitab tafsir sebagaimana umumnya, diawali dengan surat Al-Hamd (Al-Fatihah) dan diakhiri dengan surat

(14)

An-Nas.

Namun metodenya menjelaskan kata per kata yang dianggap gharib atau banyak orang yang tidak tahu maknanya. Kira-kira mirip dengan tafsir Jalalain. Jumlah halamannya pun hanya berisar 500-an halaman saja.

3. Penulisan di Abad Keempat

Ibnu Mujahid (w. 324 H), salah satu ulama besar dalam ilmu qiraah menuliskan kitabnya yang fenomenal berjudul

Kitabus-sab’ah fil Qiraah (تاءارقلا يف ةعبسلا باتك).

Kitab ini menjadi rujukan seluruh umat Islam sepanjang zaman dalam masalah perbedaan

qiraat, sehingga dikenal dengan sebutan qiraah

sab’ah. Dan istilah inilah yang sering tertukar-tukar

dengan istilah sab’atu ahruf di kalangan masyarakat awam.

Abu Bakar as-Sijastani (w.330H) menulis kitab berjudul

Gharib Al-Quran atau disebut

juga Nuzhatul Qulub ( نآرقلا بيرغ

بولقلا ةهزنب ىمسملا), berisi hal-hal yang perlu penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana memahami Al-Quran.

(15)

al-Qasim al-Anbari (w. 328 H) menulis tentang Sab’ah

Ahruf, penulisan mushaf, jumlah bilangan surat dan ayat dalam Al-Quran,

‘Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Jaufi (w. 330 H), menulis kitab al-Burhan fi ‘Ulum Al-Quran ( مولع يف ناهربلا نآرقلا), terdiri dari 30 jilid, tetapi hanya ditemukan sampai sekarang 15 jilid saja.

Abu Ja’far An-Nahhas (w. 338 H) menulis kitab berjudul I’rabul Quran (نآرقلا بارعإ).

4. Karya di Abad Kelima

Di abad kelima ada beberapa karya ulama yang bisa kita lacak, antara lain :

Abu Bakar Al-Baqalani (w. 403 H) menyusun kitab yang berjudul

I’jazul Qur’an (نآرقلا زاجعإ)

Ibnu Hubaib (w. 406 H) termasuk ulama yang awal mula menuliskan ilmu Al-Quran, yaitu kitab yang berjudul At-tanbih ‘ala Fadhli Ulum Al-Quran (نآرقلا مولع لضف ىلع هيبنتلا).

‘Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Hufi (w. 430 H) menulis berjudul

‘Irab Al-Quran (نآرقلا بارعإ).

Abu ‘Amr ad-Dani (w. 444 H) menulis kitab masih terkait dengan ilmu qiraat sebagaimana Ibnu Mujahid pendahulunya yang berjudul Jam’ul Bayan fi

(16)

عبسلا).

Abul Ma'ali (w. 494 H) menulis kitab berjudul

Al-Burhan fi Musykilat Al-Quran (نآرقلا تلاكشم يف ناهربلا).

Alamudin As-Sakhawi (w. 643 H), menyusun

Aqsamul Quran (نآرقلا ماسقأ).

5. Karya Abad Keenam

Abu al-Qasim ibn Abd ar-Rahman as-Subaili (w. 581 H) menulis kitab berjudul Mubhamatu Al-Quran (نآرقلا تامهبم).

Abul Farraj Abdurrahman bin Ali Ibnul Jauzi (w. 597 H) menyusun

kitab yang amat legendaris berjudul Funun Al-Afnan

fi 'Uyun Ulum Al-Quran ( نآرقلا مولع نويع يف نانفلأا نونف) dan juga

yang berjudul ‘Ajaibu Al-Quran (نآرقلا بئاجع).

6. Karya Abad Ketujuh

Abul Hasan Ali bin Muhammad As-Sakhawi (w. 643 H) menulis kitab tentang ilmu Al-Quran berjudul Jamal Al-Qurra' wa Kamal Al-Iqra’. (ءارقلإا لامكو ءآرقلا لامج)

Ibn ‘Abd as-Salam (w. 660 H) menulis kitab berjudul Majazu Al-Quran (نآرقلا زاجم).

Abu Syamah Abdurrahman bin Ismail Al-Maqdisi (w. 665 H) menyusun kitab berjudul Mursyid

Al-Wajiz fi Ulum Tata'allaqu bil Quran Al-Aziz ( زيجولا دشرملا

(17)

7. Karya Abad Kedelapan

Abu Ar-Rabi’ Sulaiman bin Abdul Qawi Ath-Thufi Al-Hambali (w. 716 H) menulis kitab Al-Iksir fi Qawaid At-Tafsir (ريسفتلا دعاوق يف ريسكلإا). Kitab dengan tema kaidah tafir ini selain termasuk kitab yang pertama ditulis, juga merupakan tema

kitab yang amat jarang ditulis ulama.

Di dalamnya Ath-Thufi menuliskan setidaknya 60 tema dasar terkait dengan kaidah tafsir.

Al-Imam Badruddin

Muhammad bin Abdillah Az-Zarkasyi (w. 764 H) menyusun kitab fenomenal yang berjudul

Al-Burhan fi Ulum Al-Quran ( يف ناهربلا

نآرقلا مولع).

Kitab ini bisa dibilang menjadi kitab induk terkait dengan penjelasan cabang-cabang ilmu Quran, sebelum dituliskannya

Al-Itqan oleh As-Suyuthi. Az-Zarkasyi telah menuliskan sekitar 48 cabang ilmu Al-Quran di dalam kitabnya ini.

8. Karya Abad Kesembilan

Abul Fadhl Abdurrahman bin Umar Al-Bulqini (w. 824 H) menulis kitab berjudul Mawaqi’ Al-Ulum min

Mawaqi’ An-Nujum (موجنلا عقاوم نم مولعلا عقاوم). Kitab ini

(18)

temukan lagi naskahnya di masa sekarang.

Abu Abdullah Muhammad bin Sulaiman Al-Kafiyaji (w. 879 H) menulis kitab berjudul At-Taysir fi Qawaid Ilm At-Tafsir (ريسفتلا ملع دعاوق يف ريسيتلا).

9. Karya Abad Kesepuluh

Al-Hafizh Jalal ad-Din Abd Ar-Rahman As-Suyuthi (849- 911 H). Pada tahun 872 H beliau selesai menulis kitab at-Tahbir fi ‘Ulum Al-Quran ( نآرقلا مولع يف ريبحتلا). Dalam buku ini as-Suyuthi membahas 102 masalah Ulumul Quran.

Tetapi rupanya as-Suyuthi

belum puas sehingga beliau menyusun kembali sebuah buku yang lebih mendalam dan sistematis pembahasannya, diberi judul AlItqan fi ‘Ulum

Al-Quran ( نآرقلا مولع يف ناقتلإا). Suyuthi membahas 80 tema

dimulai dengan Makki Madani, Awal ma Nuzila Akhir ma Nuzila, Asbabun Nuzul, I’jaz Al-Quran, Thabaqat al-Mufassirin dan lain-lainnya.

(19)

Bab 2 : Literatur Era Kontemporer

Setidaknya ada lebih dari duapuluhan kitab terkait ilmu Al-Quran dan Tafsir yang disusun oleh para ulama kontemporer. Diantaranya adalah kitab-kitab berikut ini :

1. Mahasin at-Ta’wil

Jamaluddin Al-Qasimy (w. 1332 H) menyusun kitab tafsir berjudul Tafsir Al-Qasimi. Nama asli tafsir ini adalah Mahasin at-Ta’wil (ليوأتلا نساحم). Tebalnya sekitar 18 juz. Kajian terkait Ilmu Al-Quran dan Tafsir terdapat pada juz pertama kitab ini yang mengkhususkan untuk pembicaraan Ulumul Quran.

2. At-Tibyan

Syeikh Thahir Al-Jazairi Ad-Dimasyqi (w. 1338 H) menulis kitab berjudul at-Tibyan li ba’dhi al

-mabahits al-muta’alliqah bil-Quran

‘ala thariqil Itqan ( ةقلعتملا ثحابملا ضعبل نايبتلا

ناقتلإا قيرط ىلع نآرقلاب).

Kitab ini masih ada kaitannya

dengan kitab Al-Itqan fi Ulumil Quran karya As-Suyuti, karena mengomentari beberapa tema

(20)

penting dalam Al-Itqan. 3. I’jazul Quran

Musthafa Shadiq Ar-Rafi’i (w. 1356 H) menyusun kitab I’jazu Al-Quran (نآرقلا زاجعإ).

Beliau membahas tentang sejarah penyusunan Al-Quran dan penulisannya, qiraat dan perbedaannya, bahasa Al-Quran,

sab’atu ahruf, mufradat Al-Quran,

ta’tsir Al-Quran dalam bahasa,

kebangsaan Arab dalam Al-Quran, sastra Al-Quran, quran dan ilmu pengetahuan, rahasia-rahasia Al-Quran, I’jazul quran serta karya para ulama terkait

I’jazul quran, hakikat I’jaz, uslub Al-Quran, balaghah,

dan lainnya.

4. Al-Jawahir fi Tafsir Al-Quran

Syeikh Tanthawi Jauhari (w. 1358 H) menyusun kitab al-Jawahir fi Tafsir Al-Quran (ريسفت يف رهاوجلا) dan satu lagi karya beliau yang berjudul Al-Quran wa

(21)

5. Manahil Irfan fi Ulum Al-Quran

Muhammad ‘Abd al-Azhim

az-Zarqani (w. 1367 H), ulama

besar Al-Azhar yang

sepsialisasinya ilmu Al-Quran dan ilmu hadits ini menyusun kitab legendari terkait dengan ilmu Al-Quran.

Judulnya Manahil Al-Irfan fi Ulum Al-Quran ( لهانم

نافرعلا) sebanyak dua jilid atau sekitara 800-an

halaman. Para mahasiswa ilmu Al-Quran sulit untuk tidak merujuk pada kitab beliau ini.

6. An-Naba’ al-’Azhim ‘an Al -Quran Al-Karim

Syeikh Muhammad

Abdullah Darraz (w. 1377 H) menulis kitab berjudul

An-Naba’ al-’Azhim ‘an Al-Quran

Al-Karim: Nazharat Jadidah fi Al-Quran (ميركلا نآرقلا نع ميظعلا أبنلا).

7. Azh-Zahirah Al-Quraniyah

Malik bin Nabi (w. 1393 H) menulis kitab berjudul Azh-Zahirah Al-Quraniyah (ةينآرقلا ةريهظلا). Kitab ini sangat penting dan banyak bicara mengenai wahyu.

(22)

Sayyid Quthub (w. 1386 H) menulis kitab berjudul at-Tashwir al-Fani fi

Al-Quran ( نآرقلا يف ينفلا ريوصتلا).

Karyanya yang satu ini berbeda dibandingkan dengan karya lainnya

seperti Ma’alim fi Ath-Thariq atau pun juga Fi zhilalil Quran yang kental nuansa semangat jihad dan pergerakan. Di kitab ini Sayyid Quthub

lebih banyak mengeksplorasi sisi-sisi keindahan Al-Quran.

Hal ini ditunjang oleh sisi keahlian Beliau sebagai seorang sastrawan dan pujangga, khususnya dalam bahasa Arab. Maka sisi keindahan Al-Quran mendapatkan tempat tersendiri dalam karya yang satu ini.

9. At-Tafsir wa al-Mufassirun

Muhammad Husain Adz-Dzahabi (w. 1398 H), menulis kitab yang mereview begitu banyak kitab tafsir sejak dari sejarah paling awal di abad-abad pertama hingga di abad ke-14 hijriyah di masa modern sekarang ini.

Sebuah review yang bikin kita merasa cukup hanya dengan buku

ini saja, tanpa harus melihat langsung kitab-kitab tafsir para ulama. Judulnya adalah At-Tafsir wa

al-Mufassirun (نورسفملاو ريسفتلا). Tebalnya 3 jilid atau sekitar

(23)

10. Mabahits fi ‘Ulum Al-Quran

Shubhi As-Shalih (w. 1407 H), Guru Besar Islamic Studies dan

Fiqhu Lugah pada Fakultas Adab

Universitas Libanon, menulis kitab

berjudul Mabahits fi ‘Ulum Al

-Quran (نآرقلا مولع يف ثحابم).

Judul kitabnya sama persis

dengan judul karya Dr. Manna’

Khalil Al-Qatthan, namun isinya

tetap berbeda. Dan masing-masing memiliki kelebihan dan keistimewaannya sendiri-sendiri. Secara angka tahun wafat, Shubhi Shalih wafat lebih

daulu dari Manna’ Khalil Al-Qaththan.

11. Manhaj Al-Furqan fi ‘Ulum Al-Quran Muhammad ‘Ali Salamah (w. 1411 H) menyusun dua jilid kitab penting berjudul Manhaj Al-Furqan fi

‘Ulum Al-Quran (نآرقلا مولع يف ناقرفلا جهنم). Isinya merupakan pemikiran-pemikiran penulis yang terkait dengan dasar-dasar untuk memahami ilmu Al-Quran.

Setidaknya Beliau menuliskan ada 15 tema penting terkait dengan ilmu Al-Quran.

(24)

Muhammad Al-Ghazali (w. 1416 H) ulama kenamaan Mesir dan juga guru

besar di Al-Azhar ini menulis kitab terkait dengan Al-Quran yang berjudul Nazharat fi Al-Quran (نآرقلا يف تارظن).

Isinya kebanyakan merupakan kajian tematik seperti manusia dalam

pandangan Al-Quran, Ketuhanan Kehidupan umum, kekayaan, nubuwah, pahala, kehancuran bangsa, kisah Al-Quran, i’jaz Al-Quran, Al-Quran dan Ahli kitab, hajat dunia terhadap Al-Quran, tentang nasakh dan terakhir bicara tentang bagaimana turunnya Al-Quran.

13. Mabahits fi ‘Ulum Al-Quran

Manna’ Khalil al-Qaththan (w. 1420 H), menulis kitab yang amat legendaris berjudul Mabahits fi

‘Ulum Al-Quran (نآرلا مولع يف ثحابم).

Beliau adalah satu guru besar di Universitas Islam Muhammad Ibnu Suud Kerajaan Saudi Arabia.

Bukunya ini saking populernya di dunia Islam, sehingga banyak orang yang mengira inilah satu-satunya kitab rujukan bagi mereka yang ingin belajar Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

16. At-Tibyan fi ‘Ulum Al-Quran

Muhammad ‘Ali Ash-Shabuni, guru besar pada Fakultas Syariah dan Dirasat Islamiyah Universitas

(25)

Ummul Qura di Mekkah Al-Mukarramah Kerajaan Saudi Arabia.

Belliau menulis kitab At-Tibyan fi ‘Ulum Al-Quran (نآرقلا مولع يف نايبتلا). Beliau juga tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Tafsir pada Fakultas Ilmu Pendidikan Islam Universitas King Abdul Aziz.

Selain kitab ini kita mengenal

Beliau sebagai penulis dua kitab tafsir terkenal yaitu Shafwatu At-Tafasir (ريسافتلا ةوفص) dan Rawai’ul Bayan

Tafsir Ayatil Ahkam (نأرقلا ةيآ ريسفت نايبلا عئاور)

14. Al-Madkhal li Dirasah Al-Quran Al-Karim

Muhammad Abu Syahbah (w. 1403 H) menulis kitab al-Madkhal li

Dirasah Al-Quran Al-Karim ( ةساردل لخدملا

ميركلا نآرقلا).

Kitab ini setidaknya membahas

sepuluh point penting terkait dengan ilmu Al-Quran yaitu makna ulumul Quran, nuzulul Quran, yang pertama dan terakhir turun, asbabun nuzul, sab’atu ahruf, makki madani, jam’ul quran, tartibul ayah wa

suwar, kitabatul quran, dan tsubutul quran

bit-tawatur.

Semakin kesini ternta gairah para pencinta Al-Quran untuk melahirkan karya di bidang ulumul Quran nampaknya semakin banyak. Di antaranya

(26)

▪ Dirasat fi Ulumil Quranil Karim, Dr. Fahd bin Abdurrahman bin Sulaiman Ar-Rumi.

▪ Qawaid at-Tafsir Jam’an wa Dirasatan : Khalid bin Utsman as-Sabt

▪ Ushul al-Tafsir wa Qaw'iduhu : Khalid al-Akk

▪ Ilmu Ushul al-Tafsir : Maulay Umar bin Hammad

▪ Fushul fi llm al-Tafsir : Dr. Musaid Sulaiman

bin Nashir Ath-Thayyar.Tahrir fi Ushuli

At-Tafsir : Dr. Musaid Sulaiman bin Nashir Ath-Thayyar.

▪ Al-Muharrar fi Ulumil Quran, Dr. Musaid Sulaiman bin Nashir Ath-Thayyar.

▪ Dalalatus-siyaq Al-Qurani wa Atsaruha : Abdul Hakim Al-Qasim

▪ Muhadharat fi Ulumil Quran : Dr. Ghanim

Al-Quduri.

▪ Rasmul Mushaf : Dirasah Lughawiyah Tarikhiyah : Dr. Ghanim Al-Quduri.

▪ Dirasah Shautiyah Inda Ulamait-Tajwid : Dr.

Ghanim Al-Quduri.

▪ Manhajun Naqdi fi At-Tafsir : Dr. Ihsan Al-Amin

(27)

Bab 3 : Karya Anak Bangsa

Kurang lengkap rasanya kalau tulisan ini tidak disertai juga dengan karya anak bangsa. Beberapa tokoh di Indonesia memang cukup produktif menuliskan ilmunya dalam bentuk buku, di antaranya adalah :

1. Prof. Dr. M. Quraish Shihab

Prof. Dr. M. Quraish Shihab adalah satu satu ikon ulama ahli Al-Quran di Indonesia, yang telah banyak menulis tentang Al-Quran. Di luar tema Al-Quran beliau juga banyak menulis. Padahal yang khusus bertema Al-Quran saja sudah sedemikian banyak, diantaranya :

▪ Mukjizat Al-Qur’an (1997),

▪ Wawasan Al-Quran tentang Dzikir dan Doa (2006),

▪ Wawasan Al-Qur’an, Tafsir Maudhu`i atas

Pelbagai Persoalan (2005),

▪ Ayat-ayat Fitna (2008),

▪ Rasionalitas Al-Qur’an (2008), ▪ Pengantin Al-Qur’an (2009),

(28)

▪ Al-Lubab : Makna, Tujuan dan Pelajaran dari Surah-Surah al-Qur’an (2008),

▪ Membumikan Al-Qur’an (2009), ▪ Membumikan Al-Qur’an 2 (2010), ▪ Malaikat dalam Al-Qur’an (2010), ▪ Jin dalam Al-Qur’an (2010),

▪ Setan dalam Al-Qur’an (2010),

▪ Al-Qur’an dan Maknanya (2013), Kaidah

Tafsir (2013),

▪ Al-Maidah 51; Satu Firman Beragam Penafsiran (2019), dan lainnya.

2. KH. Ahsin Sakho Muhammad

KH. Ahsin Sakho Muhammad juga banyak menulis terkait ilmu Al-Quran, diantaranya :

▪ Bunga Rampai Mutiara Al-Qur’an 1- 2

▪ Mambaul Barakat

▪ Renungan Kalam Mulia

▪ Oase Al-Qur'an Untuk Haji & Umrah

(29)

▪ Membumikan Ulumul Qur`An

▪ Oase Al Qur'an 1 : Penyejuk Kehidupan

▪ Oase Al Qur'an 2 : Pencerah Kehidupan

▪ Renungan Kalam Langit

▪ Keberkahan Al-Qur`An

▪ Perempuan Dan Al-Qur’an : Membincang

Wanita Dalam Terang Kitabullah

3. Dr. Faizah Ali Syibromalisi

Merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi anggota Lajnah Pentashih Al-Quran Kementrian Agama. Menyelesaikan seluruh studi jenjang sarjana, magister, dan doktor di Universitas Al-Azhar Kairo dalam bidang Ilmu Tafsir. Saat ini, beliau merupakan dosen tetap pengampu mata kuliah tafsir di IIQ dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dewan Pakar di Pusat Studi Al-Quran (PSQ). Beberapa karya beliau antara lain adalah :

▪ Membahas Kitab Tafsir Klasik Modern

(30)

▪ Tafsir Aqidah

▪ Homoseksusal, Gay, Dan Lesbian Dalam Perspektif Al-Quran

▪ Perempuan Dalam Tradisi Tafsir Kontemporer Di Indonesa

▪ Pengaruh Qiraat Terhadap Penafsiran

▪ Wasthiyyah Quran Fi Akhlaq

Al-Waqi’iyyah

▪ Buku Panduan Tafsir Bahasa Inggris Bagi Peserta Dki Pada Mtq Ke-25

Selain itu masih banyak lagi karya para anak bangsa di bidang ilmu Al-Quran, antaralain :

▪ Metodologi Studi Al-Qur’an, Penulis: Dr. Abd.

Moqsith, MA dkk

▪ Penerbit: Gramedia, 2009

▪ Tafsir Ayat-ayat Ahkam, Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA & Dr. Abd. Moqsith, MA Penerbit: Jakarta: UIN Press, 2015

▪ Ulumul Qur'an: Pengantar Ilmu-ilmu

Al-Qur’an, Prof. Dr. H. Amroeni Drajat, M.Ag. ▪ Metode Tafsir Maqasidi : Memahami

Pendekatan Baru Penafsrian Al-Qur’an, Dr.

Wasfi ‘Asyur Abu Zayd

▪ KAIDAH-KAIDAH TAFSIR, Bekal Mendasar untuk Memahami Makna Al-Qur’an dan

(31)

Mengurangi Kesalahan Pemahaman : Prof. Dr. H. Salman Harun, dkk.

(32)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :