• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN PENGADAAN

BARANG/JASA PEMERINTAH

Direktorat Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi Pengadaan

(2)

Peraturan Lembaga Nomor 7 Tahun 2018

Tentang Pedoman Perencanaan Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018

Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

(3)

Mewujudkan kesamaan pemahaman dalam Perencanaan Pengadaan;

Menjadi acuan bagi Pelaku Pengadaan di

Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah dalam Pengadaan Barang/Jasa;

Mewujudkan pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan tujuan, kebijakan, prinsip, dan etika Pengadaan barang/jasa.

TUJUAN

Pasal

(4)

RUANG

LINGKUP

Pasal

3

1. Penyusunan Perencanaan Pengadaan 2. Identifikasi Kebutuhan 3. Penetapan Barang/Jasa 4. Cara Pengadaan Barang/Jasa 5. Jadwal Pengadaan Barang/Jasa 6. Anggaran Pengadaan Barang 7. RUP

Pasal 18

ayat (1)

(5)

• menetapkan Perencanaan Pengadaan • menetapkan dan mengumumkan RUP • konsolidasi pengadaan

Pengguna Anggaran/

Kuasa Pengguna Anggaran

menyusun Perencanaan Pengadaan sesuai kebutuhan K/L/PD untuk tahun

anggaran berikutnya sebelum berakhirnya tahun anggaran berjalan dan dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh Pengelola Pengadaan Barang/Jasa.

Pejabat Pembuat Komitmen

PA KPA

Delegasi tugas & kewenangan

KPA melaksanakan tugas & kewenangan sesuai pelimpahan PA

PARA PIHAK

Pasal 9dan

Pasal 11

Pasal 4 dan Pasal 5

(6)

KEGIATAN

PERENCANAAN

PENGADAAN K/L/PD

Pasal 6 ayat (1), (2)

Perencanaan pengadaan DIMULAI DARI identifikasi kebutuhan

barang/jasa berdasarkan Renja K/L/PD

Untuk

PENGADAAN STRATEGIS y

ang sudah teridentifikasi

dalam RENSTRA K/L/PD, identifikasi kebutuhan dapat

dilakukan

SEBELUM

penetapan

Pagu Indikatif/Nota

Kesepakatan KUA-PPAS

Pasal 7 ayat (3)

Perencanaan Pengadaan menjadi MASUKAN dalam

penyusunan

(7)

dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan Renja K/L

setelah penetapan Pagu Indikatif.

Kementerian/

Lembaga

(Dana APBN)

Arah Kebijakan dan Prioritas Pembangunan Nasional Perencanaan Pengadaan Penyusunan dan Penetapan Pagu Indikatif Penyusunan Renja K/L Penyusunan RKA K/L Penetapan Alokasi Anggaran Pengumuman RUP Penyusunan Perencanaan Pengadaan

JANUARI - MARET APRIL - JUNI JULI - DESEMBER

KEGIATAN

PERENCANAAN

PENGADAAN K/L

Pasal 6 ayat (3)

Pasal 18

ayat (2)

Penyusunan

RKA-K/L

Bahan masukan

(8)

KEGIATAN PERENCANAAN

PENGADAAN PERANGKAT

DAERAH

Pasal 6 ayat (4)

Pasal 18

ayat (3)

Perangkat Daerah

(Dana APBD)

RPJMD Perencanaan Pengadaan RKPD KUA-PPAS Penyusunan RKA Perangkat Daerah Persetujuan Raperda tentang APBD Pengumuman RUP

JANUARI - MEI JUNI - JULI AGUSTUS - DESEMBER dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan RKA Perangkat Daerah setelah nota kesepakatan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)

Penyusunan Perencanaan Pengadaan Penyusunan RKA-Perangkat Daerah Bahan masukan

(9)

• Dilakukan berdasarkan rencana kegiatan yang ada di dalam Renja K/L/PD

• Identifikasi kebutuhan T.A. berikutnya dilakukan pada T.A. berjalan

• Dilakukan dengan memperhatikan : a) prinsip efisien dan efektif

b) aspek pengadaan berkelanjutan c) penilaian prioritas kebutuhan d) katalog elektronik

e) konsolidasi

f) barang/jasa yang telah tersedia/dimiliki/ dikuasai

• Bertujuan untuk menunjang tusi organisasi, maka jumlah kebutuhan barang/jasa mempertimbangkan :

a) besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi b) beban tugas serta tanggungjawabnya

c) barang/jasa yang telah tersedia/dimiliki/dikuasai

IDENTIFIKASI

KEBUTUHAN

Pasal

7

• database Barang Milik Negara/Daerah (BMN/BMD); dan/atau • riwayat rencana kebutuhan barang/jasa dari masing-masing unit/satker K/L/PD.

(10)

Dengan memperhatikan

pasokan (supply) Barang seperti : a. Kemudahan mendapatkan Barang di pasaran Indonesia b. TKDN c. Jumlah produsen

dan/atau jumlah Pelaku Usaha

d. Produk dalam negeri atau barang impor, pabrikan atau produk kerajinan tangan

a. Jenis, fungsi/kegunaan, ukuran/kapasitas, serta jumlah Barang yang diperlukan

b. Status kelayakan Barang c. Dapat segera digunakan

d. Pihak yang memerlukan (pengelola/pengguna) e. Persyaratan lain, namun tidak terbatas pada :

- Cara pengangkutan

- Penimbunan/penyimpanan

- Pengoperasian/penggunaan

- Pemeliharaan dan pelatihan

IDENTIFIKASI

KEBUTUHAN

BARANG

Pasal 8 dan Pasal 9

(11)

a. Jenis, fungsi/kegunaan, target/sasaran yang akan dicapai

b. Dapat dilaksanakan oleh Usaha Kecil c. Waktu penyelesaian

d. Barang/material dari dalam negeri atau luar negeri

e. Persentase bagian/komponen dalam negeri

f. Studi kelayakan sebelum pelaksanaan desain

g. Pelaksanaan desain paling lambat 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan

IDENTIFIKASI

KEBUTUHAN

PEKERJAAN KONSTRUKSI

Pasal

10

h. Apabila kontrak tahun jamak :

• Penyelesaian pekerjaan lebih dari 12 bulan/lebih dari 1 Tahun Anggaran

• Pekerjaan yang memberikan manfaat lebih apabila dikontrakkan untuk jangka waktu 1-3 Tahun Anggaran

• Dimulai setelah mendapat persetujuan dari pejabat berwenang

i. Apabila memerlukan lahan, sebelum SPPBJ diterbitkan harus menyelesaikan :

• Pembebasan lahan

(12)

a. Jenis, fungsi/manfaat, target yang diharapkan b. Pihak yang akan menggunakan

c. Waktu pelaksanaan

d. Ketersediaan Pelaku Usaha yang sesuai

e. Apabila desain konstruksi dan Pekerjaan Konstruksi dilaksanakan pada tahun tunggal :

• Desain bersifat standar, risiko kecil, tidak memerlukan waktu yang lama, tidak memerlukan penelitian laboratorium yang memerlukan waktu lama

• Desain bersifat mendesak dan biaya sudah dialokasikan i. Apabila jasa pengawasan pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi :

• Waktu mulai dan penyelesaian Pekerjaan Konstruksi • Jumlah tenaga ahli pengawasan sesuai bidang keahlian

IDENTIFIKASI

KEBUTUHAN

JASA KONSULTANSI

Pasal

11

(13)

a. Jenis, fungsi/manfaat, target yang diharapkan b. Waktu pelaksanaan

c. Apabila bersifat rutin, maka dapat ditetapkan sebagai kebutuhan prioritas yang harus diadakan setiap Tahun Anggaran

d. Apabila bersifat rutin dan tidak ada peningkatan jumlah/volume/kapasitas/waktu pengadaan, maka dapat ditetapkan besarnya kebutuhan sama dengan tahun

sebelumnya.

IDENTIFIKASI

KEBUTUHAN

JASA LAINNYA

Pasal

12

(14)

a. Jenis pengadaan yang akan dilaksanakan

b. Jenis, fungsi/manfaat, target/sasaran yang akan dicapai

c. Waktu penyelesaian pekerjaan

d. Barang/material dari dalam negeri atau luar negeri

e. Persentase bagian/komponen dalam negeri

IDENTIFIKASI

KEBUTUHAN

PEKERJAAN TERINTEGRASI

Pasal

13

(15)

Identifikasi kebutuhan dituangkan ke dalam dokumen penetapan barang/jasa dengan

memperhatikan kodefikasi pada :

- Klasifikasi Baku Komoditas Indonesia (KBKI)

- Kodefikasi yang dikeluarkan Kementerian teknis terkait

Penetapan Jenis Pengadaan

Barang

Pekerjaan

Konstruksi

Konsultansi

Jasa

Lainnya

Jasa

Terintegrasi

Pekerjaan

PENETAPAN

BARANG/JASA

Pasal 14 dan Pasal 15 Pasal 3 ayat (1), (2)

(16)

SWAKELOLA

PENYEDIA

PERENCANAAN

PENGADAAN

Pasal

16

Pasal 18

ayat (4)

(17)

barang/jasa yang pelaksanaan pengadaannya memerlukan partisipasi masyarakat

penyelenggaraan pendidikan dan/atau pelatihan, kursus, penataran, seminar, lokakarya atau penyuluhan

barang/jasa yang dilihat dari segi nilai, lokasi, dan/atau sifatnya tidak diminati oleh Penyedia

barang/jasa yang dihasilkan oleh usaha ekonomi kreatif dan budaya dalam negeri untuk kegiatan

pengadaan festival, parade seni/budaya

sensus, survei, pemrosesan/pengolahan data,

perumusan kebijakan publik, pengujian laboratorium dan pengembangan sistem, aplikasi, tata kelola, atau standar mutu tertentu

barang/jasa yang masih dalam pengembangan

sehingga belum dapat disediakan atau diminati oleh penyedia

barang/jasa yang dihasilkan oleh organisasi kemasyarakatan, kelompok masyarakat, atau masyarakat

(18)

Perencanaan Pengadaan Melalui Swakelola meliputi kegiatan :

a. Penetapan tipe Swakelola

b. Penyusunan spesifikasi teknis/KAK

c. Penyusunan perkiraan biaya/RAB

Dalam hal pada kegiatan Swakelola memerlukan Penyedia, pengadaannya mengacu pada peraturan tentang Swakelola

PERENCANAAN

PENGADAAN MELALUI

SWAKELOLA

Pasal 17 ayat (2), (3)

Pasal 18

ayat (5)

(19)
(20)

PENYELENGGARA

SWAKELOLA

Pasal

18

Pasal 18

ayat (6)

Tipe

Swakelola

Penetapan

Tim Persiapan

Tim Pengawas

Tim Pelaksana

Tipe I

PA/KPA Penanggung Jawab Anggaran

Tipe II

PA/KPA

Penanggung Jawab Anggaran

Pimpinan K/L/PD Pelaksana

Swakelola

Tipe III

Penanggung Jawab

Organisasi Masyarakat

(21)

TAHAPAN UNTUK

NOTA KESEPAHAMAN

Pasal

19

NOTA KESEPAHAMAN

Antara PA/KPA dengan pelaksana Swakelola

Swakelola Tipe II

1. PA/KPA menyampaikan permohonan kerjasama kepada K/L/P/D lain untuk menyediakan barang/jasa yang

dibutuhkan T.A. berikutnya

2. penandatanganan Nota Kesepahaman pelaksanaan Swakelola

Swakelola Tipe III

1. PA/KPA melakukan survei terhadap Ormas yang mampu dan terdekat dengan lokasi pelaksanaan Swakelola

• bila hanya 1 (satu) Ormas yang memenuhi syarat, maka PA/KPA menyampaikan undangan kepada Ormas sebagai pelaksana Swakelola dan Penanggungjawab Ormas menyampaikan surat pernyataan minat

• bila ada beberapa Ormas yang memenuhi syarat, maka PA/KPA melaksanakan Sayembara

2. penandatanganan Nota Kesepahaman pelaksanaan Swakelola

Swakelola Tipe IV

1. PA/KPA menyampaikan

undangan kepada Pokmas untuk melaksanakan Swakelola 2. penanggungjawab Pokmas menyampaikan surat pernyataan kesediaan 3. penandatanganan Nota Kesepahaman pelaksanaan Swakelola

4. dalam hal Swakelola

dilaksanakan berdasarkan usulan Pokmas, PA/KPA menandatangani nota

kesepahaman setelah menerima usulan

(22)

TINDAKLANJUT SETELAH

NOTA KESEPAHAMAN

Pasal

20

Swakelola Tipe II 1. K/L/PD pelaksana Swakelola

menyampaikan proposal yang memuat rencana kerja dan RAB kepada PA/KPA penanggungjawab anggaran

2. PPK pada K/L/PD

penanggungjawab anggaran

menyusun Perencanaan Pengadaan sebagai dasar pengusulan dan penyusunan RKA-K/L atau RKA Perangkat Daerah

Swakelola Tipe III

1. Penanggungjawab Ormas

menyampaikan proposal dan RAB kepada PA/KPA penanggungjawab anggaran

2. PPK pada K/L/PD

penanggungjawab anggaran

menyusun Perencanaan Pengadaan sebagai dasar pengusulan dan penyusunan RKA-K/L atau RKA Perangkat Daerah

Swakelola Tipe IV

1. Pokmas menyampaikan proposal

memuat rencana kerja dan RAB kepada PA/KPA penanggungjawab anggaran

2. PPK pada K/L/PD

penanggungjawab anggaran

menyusun Perencanaan Pengadaan sebagai dasar pengusulan dan penyusunan RKA-K/L atau RKA Perangkat Daerah

(23)

a. Dalam hal pekerjaan Swakelola membutuhkan Penyedia, maka

dilampirkan spesifikasi teknis/KAK Penyedia

b. Dalam hal pekerjaan Swakelola membutuhkan pengadaan

Pekerjaan Konstruksi, dilampirkan gambar rencana kerja dan

spesifikasi teknis

c. Dalam hal pekerjaan Swakelola membutuhkan pengadaan Jasa

Konsultansi, dilampirkan KAK Jasa Konsultansi

SPESIFIKASI TEKNIS/KAK

SWAKELOLA

Pasal

21

(24)

a. Penyusunan spesifikasi teknis/KAK

b. Penyusunan perkiraan biaya/RAB

c. Pemaketan pengadaan

d. Konsolidasi pengadaan

e. Biaya pendukung

PERENCANAAN

PENGADAAN MELALUI

PENYEDIA

Pasal

22

Pasal 18

ayat (7)

(25)

Spesifikasi teknis/KAK disusun dengan memperhatikan :

a. Menggunakan produk dalam negeri, sepanjang tersedia dan mencukupi b. Menggunakan produk bersertifikat SNI, sepanjang tersedia dan mencukupi c. Memaksimalkan penggunaan produk industri hijau

d. Aspek pengadaan berkelanjutan

e. Tidak mengarah pada merek/produk tertentu, kecuali :

• Pengadaan komponen barang/jasa

• Suku cadang

• Bagian dari 1 (satu) sistem yang sudah ada • Barang/jasa dalam katalog elektronik

• Barang/jasa melalui Tender Cepat

Spesifikasi teknis/KAK dibuat berdasarkan

kebutuhan

barang/jasa dari K/L/PD

masing-masing

SPESIFIKASI

TEKNIS/KAK

PENYEDIA

Pasal 23 ayat (1), (4)

Pasal

19

(26)

SPESIFIKASI TEKNIS, paling sedikit berisi : - Spesifikasi mutu/kualitas - Spesifikasi jumlah - Spesifikasi waktu - Spesifikasi pelayanan Barang Pekerjaan Konstruksi Jasa Lainnya

KERANGKA ACUAN KERJA, paling sedikit berisi : • Uraian pekerjaan

a. Latar belakang b. Maksud dan tujuan c. Lokasi pekerjaan

d. Produk yang dihasilkan (output) • Waktu pelaksanaan yang diperlukan

• Spesifikasi teknis Jasa Konsultansi (kompetensi tenaga ahli dan badan usaha)

• Sumber pendanaan dan total perkiraan biaya pekerjaan Jasa Konsultan

SPESIFIKASI

TEKNIS/KAK

PENYEDIA

Pasal 23 ayat (2), (3), (5), (6)

(27)

Dilakukan dengan berorientasi pada :

a. Keluaran atau hasil yang mengacu pada kinerja dan kebutuhan K/L/PD;

b. Volume barang/jasa berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan barang/jasa di K/L/PD;

c. Ketersediaan barang/jasa di pasar;

d. Kemampuan Pelaku Usaha dalam memenuhi spesifikasi teknis/KAK yang dibutuhkan K/L/PD; dan/atau

e. Ketersediaan anggaran pada K/L/PD.

(28)

a. Dilarang menyatukan paket yang dari sifat pekerjaan dan tingkat efisiensi seharusnya dilakukan di beberapa lokasi/daerah masing-masing;

b. Dilarang menyatukan paket yang menurut sifat dan jenis pekerjaannya harus dipisahkan untuk mendapatkan penyedia yang sesuai

c. Dilarang menyatukan paket yang nilainya seharusnya dilakukan oleh Usaha Kecil

d. Dilarang memecah paket untuk menghindari Tender/Seleksi

e. Menetapkan sebanyak-banyaknya paket untuk Usaha Kecil (s.d. Rp. 2,5 M) tanpa mengabaikan prinsip efisiensi, persaingan sehat, kesatuan sistem, dan kualitas kemampuan teknis,

kecuali yang menuntut kompetensi teknis yang tidak dapat dipenuhi Usaha Kecil

PEMAKETAN

Pasal 24 ayat (2),

(3)

Pasal 20

ayat (2)

(29)

Konsolidasi paket dapat dilakukan oleh :

PA

KPA

PPK

Paket antar KPA dan/atau antar PPK

Paket antar PPK

Paket di area kerjanya masing-masing

Konsolidasi dapat dilakukan : - Sebelum/sesudah pengumuman RUP - Pada kegiatan pemaketan atau perubahan RUP - Dengan memperhatikan kebijakan pemaketan

(30)

SWAKELOLA

PERSIAPAN

- Penetapan sasaran

- Penetapan penyelenggara Swakelola

- Penetapan rencana kegiatan - Penetapan spesifikasi teknis/KAK - Penetapan RAB

- Finalisasi dan penandatanganan kontrak Swakelola (kecuali Tipe I)

PELAKSANAAN

- Pelaksanaan Swakelola sesuai rencana/kontrak

- Penyusunan laporan

- Penyerahan hasil kepada PPK

PENYEDIA

PERSIAPAN

- Persiapan

pengadaan oleh PPK - Persiapan pemilihan oleh Pokja Pemilihan

PELAKSANAAN

- Pelaksanaan

pemilihan Penyedia - Pelaksanaan kontrak - Serah terima hasil

pekerjaan

Dalam menyusun jadwal, mempertimbangkan : a. Jenis/karakteristik

barang/jasa

b. Metode dan waktu pengiriman

c. Waktu pemanfaatan

barang/jasa

d. Metode pemilihan e. Jangka waktu proses

pemilihan Penyedia f. Ketersediaan barang/jasa di pasar

JADWAL

PENGADAAN

Pasal

26

(31)

Anggaran pengadaan merupakan SELURUH BIAYA yang dikeluarkan oleh K/L/PD untuk memperoleh barang/jasa

BIAYA BARANG/JASA

a. Harga barang b. Biaya pengiriman

c. Biaya suku cadang/purna jual

d. Biaya personil e. Biaya non personil f. Biaya material/bahan g. Biaya peralatan h. Biaya pemasangan i. Biaya sewa BIAYA PENDUKUNG a. Biaya pelatihan b. Biaya instalasi/testing

c. Biaya administrasi (untuk T.A.

berjalan/T.A. yang akan datang)

• Biaya pengumuman • Biaya survei lapangan • Biaya survei pasar • Honorarium para pihak • Penggandaan dokumen d. Biaya lainnya

• Biaya pendapat ahli hukum kontrak

• Biaya uji coba • Biaya sewa • Biaya rapat • Biaya komunikasi

ANGGARAN

PENGADAAN

Pasal

27

(32)

Perencanaan pengadaan dituangkan ke dalam RUP

oleh PPK

RUP Swakelola memuat paling sedikit : a. Nama dan alamat PA/KPA

b. Nama paket Swakelola c. Tipe Swakelola

d. Nama penyelenggara Swakelola e. Uraian pekerjaan

f. Volume pekerjaan g. Lokasi pekerjaan h. Sumber dana

i. Total perkiraan biaya Swakelola

j. Perkiraan jadwal pengadaan barang/jasa

RUP Penyediamemuat paling sedikit : a. Nama dan alamat PA/KPA

b. Nama paket Penyedia

c. Kebutuhan penggunaan produk dalam negeri d. Peruntukan paket untuk Usaha Kecil/Non Kecil e. Uraian pekerjaan

f. Volume pekerjaan g. Lokasi pekerjaan h. Sumber dana

i. Total perkiraan biaya pekerjaan j. Spesifikasi teknis/KAK

k. Metode pemilihan

l. Perkiraan jadwal pengadaan barang/jasa

RENCANA UMUM

PENGADAAN

Pasal

28

Pasal 18

ayat (8)

(33)

Pengumuman RUP dilakukan

setelah penetapan alokasi

anggaran

Kementerian/

Lembaga

Perangkat

Daerah

Pengumuman RUP dilakukan

setelah Rancangan Perda tentang

APBD disetujui oleh Pemda dan DPRD

RUP

diumumkan kembali

apabila terdapat :

- Perubahan/revisi paket

- Perubahan/revisi DIPA/DPA

Tata cara penggunaan aplikasi SiRUP ditetapkan dalam Keputusan Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi

Pasal

29

Pasal

22

* Dapat ditambahkan dalam situs web K/L/PD, papan pengumuman resmi, surat

(34)

Pasal

30

Petunjuk Teknis Perencanaan Pengadaan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi

Pasal

31

Pasal

32

Dengan berlakunya Peraturan Lembaga ini, maka Perka LKPP Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Perencanaan PBJP dan Perka LKPP Nomor 13 Tahun 2012 tentang

Pengumuman RUP BJP dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

Peraturan Lembaga ini berlaku pada tanggal diundangkan

(8 Juni 2018)

(35)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.. Kegiatan

Kepala mempunyai tugas membantu kepala dinas dalam melaksanakan kegiatan teknis operasional dinas di bidang teknik penataan ruang bangunan, gedung, perumahan,

Beban belajar yang diatur pada ketentuan ini adalah beban belajar sistem paket pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh padat tebar tinggi terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan untuk menentukan padat tebar maksimal ikan lele dumbo dengan

Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian Pengaruh Esktrak Annona Muricata Linn (daun sirsak) terhadap Sel Inflamasi dan COX-2 (studi invivo pada Adenokarsinoma

Puji syukur Alhamdulillah Penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan karunia dan nikmat sehingga Penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum

Bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya dengan melakukan pembiaran tidak bertindak pada situasi yang terjadi, aparat polisi dan militer

Penelitian lainnya dilakukan Wirastuti (2013) dengan topik “Analisis Kesalahan Berbahasa pada Penulisan Latar Belakang Skripsi Mahasiswa Non Bahasa dan