• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Uji Spesimen Klinik-Feses

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Uji Spesimen Klinik-Feses"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Resmi Praktikum Uji Spesimen Klinik 

Laporan Resmi Praktikum Uji Spesimen Klinik 

Perhitungan Mikrobia dan Uji Biokimia Feses

Perhitungan Mikrobia dan Uji Biokimia Feses

Disusun oleh:

Disusun oleh:

1.

1. Nathalia

Nathalia Kalis

Kalis U.

U.

(31091194)

(31091194)

2.

2. Dewi

Dewi Andini

Andini

(31091197)

(31091197)

3.

3. Hutri

Hutri Catur

Catur S.W.

S.W.

(31091198)

(31091198)

4.

4. Siska

Siska Augusta

Augusta L.

L.

(31091205)

(31091205)

5.

5. Marcell

Marcella

a Indah

Indah K.

K. (31091209)

(31091209)

Fakultas Bioteknologi

Fakultas Bioteknologi

Universitas Kristen Duta Wacana

Universitas Kristen Duta Wacana

Yogyakarta

Yogyakarta

2012

2012

(2)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri pathogen dapat menyerang tubuh Penyakit yang disebabkan oleh bakteri pathogen dapat menyerang tubuh manusia, saat system imun dalam tubuh manusia menurun yang mengakibatkan manusia, saat system imun dalam tubuh manusia menurun yang mengakibatkan lemahnya daya tahan tubuh terhadap serangan suatu penyakit. Saat inilah

lemahnya daya tahan tubuh terhadap serangan suatu penyakit. Saat inilah bakteri yangbakteri yang bersifat pathogen maupun virus dan

bersifat pathogen maupun virus dan juga penyakit lainnya dapat masuk dengan mudahjuga penyakit lainnya dapat masuk dengan mudah dan menginfeksi tubuh manusia tersebut. Jika tubuh manusai sudah terinfeksi akan dan menginfeksi tubuh manusia tersebut. Jika tubuh manusai sudah terinfeksi akan ada tanda

ada tanda  –  –  tanda vital yang ditunjukkan tubuh untuk member tanda bahwa tubuhtanda vital yang ditunjukkan tubuh untuk member tanda bahwa tubuh tersebut sedang dalam proses memerangi makhluk asing yang ada didalam tubuh. tersebut sedang dalam proses memerangi makhluk asing yang ada didalam tubuh. Banyak cara untuk mengetahui suatu penyakit ataupun jenis bakteri

Banyak cara untuk mengetahui suatu penyakit ataupun jenis bakteri yang ada didalamyang ada didalam tubuh manusia, salah satunya dengan feses.

tubuh manusia, salah satunya dengan feses. Feses atau sisa dari metabolism

Feses atau sisa dari metabolism tubuh manusia yang berbentuk padat juga bisatubuh manusia yang berbentuk padat juga bisa menjadi salah satu media untuk mengetahui bakteri yang ada didalam tubuh kita dan menjadi salah satu media untuk mengetahui bakteri yang ada didalam tubuh kita dan membuat kita sakit, khususnya bakteri yang ada didalam pencernaan manusia. membuat kita sakit, khususnya bakteri yang ada didalam pencernaan manusia. Dengan membiakan dalam medium kemudian pemindahan ke media lain dengan Dengan membiakan dalam medium kemudian pemindahan ke media lain dengan masa penginkubasian tertentu akan membuat bakteri dalam tubuh khususnya masa penginkubasian tertentu akan membuat bakteri dalam tubuh khususnya pencernaa

pencernaan manusia n manusia mudah sekali diidentifikasi.mudah sekali diidentifikasi.

B.

B. TujuanTujuan

 Untuk mengetahui bakteri yang ada Untuk mengetahui bakteri yang ada didalam feses probandus.didalam feses probandus. 

(3)

BAB II BAB II DASAR TEORI DASAR TEORI

Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh yang Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh yang normal. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan normal. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain. Karena fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor, bagian tubuh yang lain. Karena fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor, pola eliminasi dan

pola eliminasi dan kebiasaan masing-masing orang berbeda.kebiasaan masing-masing orang berbeda.

Keadaan sakit dapat menghindari orang-orang sesuai dengan program yang teratur. Keadaan sakit dapat menghindari orang-orang sesuai dengan program yang teratur. Mereka menjadi tidak mempunyai kemampuan fisik untuk menggunakan fasilitas toilet yang Mereka menjadi tidak mempunyai kemampuan fisik untuk menggunakan fasilitas toilet yang normal ;

normal ; lingkungan rumah bisa menghadirkan hambatan untuk lingkungan rumah bisa menghadirkan hambatan untuk seseorang dengan perubahaseseorang dengan perubahann mobilitas, perubahan kebutuhan peralatan kamar mandi.

mobilitas, perubahan kebutuhan peralatan kamar mandi.

Saluran gastrointestinal adalah sebuah rentetan saluran membran mukosa. Tujuan Saluran gastrointestinal adalah sebuah rentetan saluran membran mukosa. Tujuan organ ini adalah untuk

organ ini adalah untuk mengabsomengabsorpsi cairan dan nutrisi, rpsi cairan dan nutrisi, menyiapkamenyiapkan makanan untuk absorpsin makanan untuk absorpsi dan digunakan oleh sel-sel tubuh, dan

dan digunakan oleh sel-sel tubuh, dan merupakan tempat feses sementara. Volume dari cairanmerupakan tempat feses sementara. Volume dari cairan yang diabsorpsi oleh gastrointestinal banyak, membuat keseimbangan cairan sebagai fungsi yang diabsorpsi oleh gastrointestinal banyak, membuat keseimbangan cairan sebagai fungsi utama dari sistem gastrointestinal. Pada pencernaan cairan dan makanan saluran utama dari sistem gastrointestinal. Pada pencernaan cairan dan makanan saluran gastrointestinal juga banyak mendapat sekresi dari organ-organ seperti kandung empedu dan gastrointestinal juga banyak mendapat sekresi dari organ-organ seperti kandung empedu dan pankreas.

pankreas.

Feses (tinja) adalah produk buangan saluran pencernaan dan merupakan indikator Feses (tinja) adalah produk buangan saluran pencernaan dan merupakan indikator sehat atau tidaknya kesehatan saluran pencernaan seseorang. Proses pembuangan kotoran sehat atau tidaknya kesehatan saluran pencernaan seseorang. Proses pembuangan kotoran (defekasi) dapat terjadi setiap satu atau dua hari, atau bahkan beberapa kali dalam sehari (defekasi) dapat terjadi setiap satu atau dua hari, atau bahkan beberapa kali dalam sehari bergantung kepada kondisi

bergantung kepada kondisi kesehatan seseorang.kesehatan seseorang.

Penyakit yang serius dapat mengganggu absorpsi dan sekresi yang normal dari Penyakit yang serius dapat mengganggu absorpsi dan sekresi yang normal dari saluran gastrointestinal, disebabkan karena

saluran gastrointestinal, disebabkan karena ketidakseimbangaketidakseimbangan cairan.n cairan. Faktor-faktor yang mempengaruhi defekasi:

Faktor-faktor yang mempengaruhi defekasi: 1. Umur

1. Umur

Umur tidak hanya mempengaruhi karakteristik feses, tapi juga Umur tidak hanya mempengaruhi karakteristik feses, tapi juga pengontrolannya. Anak-anak tidak mampu mengontrol eliminasinya sampai sistem pengontrolannya. Anak-anak tidak mampu mengontrol eliminasinya sampai sistem neuromuskular berkembang, biasanya antara umur 2

(4)

mengalami perubahan pengalaman yang dapat mempengaruhi proses pengosongan mengalami perubahan pengalaman yang dapat mempengaruhi proses pengosongan lambung. Di antaranya adalah atony (berkurangnya tonus otot yang normal) dari lambung. Di antaranya adalah atony (berkurangnya tonus otot yang normal) dari otot-otot polos colon

otot polos colon yang dapat berakibat pada melambatnya peristaltik dan yang dapat berakibat pada melambatnya peristaltik dan mengerasnymengerasnyaa (mengering) feses, dan menurunnya tonus dari otot-otot perut yagn juga menurunkan (mengering) feses, dan menurunnya tonus dari otot-otot perut yagn juga menurunkan tekanan selama proses pengosongan lambung. Beberapa orang dewasa juga tekanan selama proses pengosongan lambung. Beberapa orang dewasa juga mengalami penurunan kontrol terhadap muskulus spinkter ani yang dapat berdampak  mengalami penurunan kontrol terhadap muskulus spinkter ani yang dapat berdampak  pada proses defekasi.

pada proses defekasi. 2. Diet

2. Diet

Makanan adalah faktor utama yang mempengaruhi eliminasi feses. Cukupnya Makanan adalah faktor utama yang mempengaruhi eliminasi feses. Cukupnya selulosa, serat pada makanan, penting untuk memperbesar volume feses. Makanan selulosa, serat pada makanan, penting untuk memperbesar volume feses. Makanan tertentu pada beberapa orang sulit atau tidak bisa dicerna. Ketidakmampuan ini tertentu pada beberapa orang sulit atau tidak bisa dicerna. Ketidakmampuan ini berdampak pada gangguan pencernaa

berdampak pada gangguan pencernaan, di n, di beberapa bagian jalur dari beberapa bagian jalur dari pengairan feses.pengairan feses. Makan yang teratur mempengaruhi defekasi. Makan yang tidak teratur dapat Makan yang teratur mempengaruhi defekasi. Makan yang tidak teratur dapat mengganggu keteraturan pola defekasi. Individu yang makan pada waktu yang sama mengganggu keteraturan pola defekasi. Individu yang makan pada waktu yang sama setiap hari mempunyai suatu keteraturan waktu, respon fisiologi pada pemasukan setiap hari mempunyai suatu keteraturan waktu, respon fisiologi pada pemasukan makanan dan keteraturan pola aktivitas peristaltik di colon.

makanan dan keteraturan pola aktivitas peristaltik di colon. 3. Cairan

3. Cairan

Pemasukan cairan juga mempengaruhi eliminasi feses. Ketika pemasukan Pemasukan cairan juga mempengaruhi eliminasi feses. Ketika pemasukan cairan yang adekuat ataupun pengeluaran (cth: urine, muntah) yang berlebihan untuk  cairan yang adekuat ataupun pengeluaran (cth: urine, muntah) yang berlebihan untuk  beberapa alasan, tubuh melanjutkan untuk mereabso

beberapa alasan, tubuh melanjutkan untuk mereabsorbsi air rbsi air dari chyme ketika ia lewatdari chyme ketika ia lewat di sepanjang colon. Dampaknya chyme menjadi lebih kering dari normal, di sepanjang colon. Dampaknya chyme menjadi lebih kering dari normal, menghasilkan feses yang keras. Ditambah lagi berkurangnya pemasukan cairan menghasilkan feses yang keras. Ditambah lagi berkurangnya pemasukan cairan memperlambat perjalanan chyme di sepanjang intestinal, sehingga meningkatkan memperlambat perjalanan chyme di sepanjang intestinal, sehingga meningkatkan reabsorbsi cairan dari chyme.

reabsorbsi cairan dari chyme. 4.

4. Tonus Tonus otototot

Tonus perut, otot pelvik dan diafragma yang baik penting untuk defekasi. Tonus perut, otot pelvik dan diafragma yang baik penting untuk defekasi. Aktivitasnya juga merangsang peristaltik yang memfasilitasi pergerakan chyme Aktivitasnya juga merangsang peristaltik yang memfasilitasi pergerakan chyme sepanjang colon. Otot-otot yang lemah sering tidak efektif pada peningkatan tekanan sepanjang colon. Otot-otot yang lemah sering tidak efektif pada peningkatan tekanan intraabdominal selama proses defekasi atau pada pengontrolan defekasi. Otot-otot intraabdominal selama proses defekasi atau pada pengontrolan defekasi. Otot-otot yang lemah merupakan akibat dari berkurangnya latihan (exercise), imobilitas atau yang lemah merupakan akibat dari berkurangnya latihan (exercise), imobilitas atau gangguan fungsi syaraf.

(5)

5.

5. Faktor Faktor psikologipsikologi

Dapat dilihat bahwa stres dapat mempengaruhi defekasi. Penyakit-penyakit Dapat dilihat bahwa stres dapat mempengaruhi defekasi. Penyakit-penyakit tertentu termasuk diare kronik, seperti ulcus pada collitis, bisa jadi mempunyai tertentu termasuk diare kronik, seperti ulcus pada collitis, bisa jadi mempunyai komponen psikologi. Diketahui juga bahwa beberapa orang yagn cemas atau marah komponen psikologi. Diketahui juga bahwa beberapa orang yagn cemas atau marah dapat meningkatkan aktivitas peristaltik dan frekuensi diare. Ditambah lagi orang dapat meningkatkan aktivitas peristaltik dan frekuensi diare. Ditambah lagi orang yagn depresi bisa memperlambat motilitas intestinal, yang berdampak pada yagn depresi bisa memperlambat motilitas intestinal, yang berdampak pada konstipasi.

konstipasi.

6. Gaya hidup 6. Gaya hidup

Gaya hidup mempengaruhi eliminasi feses pada beberapa cara. Pelathan buang Gaya hidup mempengaruhi eliminasi feses pada beberapa cara. Pelathan buang air besar pada waktu dini

air besar pada waktu dini dapat memupuk kebiasaan defekasi pada waktu yang teratur,dapat memupuk kebiasaan defekasi pada waktu yang teratur, seperti setiap hari setelah sarapan, atau bisa juga digunakan pada pola defekasi yang seperti setiap hari setelah sarapan, atau bisa juga digunakan pada pola defekasi yang ireguler. Ketersediaan dari fasilitas toilet, kegelisahan tentang bau, dan kebutuhan ireguler. Ketersediaan dari fasilitas toilet, kegelisahan tentang bau, dan kebutuhan akan privacy juga mempengaruhi pola eliminasi feses. Klien yang berbagi satu akan privacy juga mempengaruhi pola eliminasi feses. Klien yang berbagi satu ruangan dengan orang lain pada suatu rumah sakit mungkin tidak ingin menggunakan ruangan dengan orang lain pada suatu rumah sakit mungkin tidak ingin menggunakan bedpan karena privacy dan kegelisahan akan baunya.

bedpan karena privacy dan kegelisahan akan baunya. 7. Obat

7. Obat –  – obatanobatan

Beberapa obat memiliki efek samping yang dapat berpengeruh terhadap Beberapa obat memiliki efek samping yang dapat berpengeruh terhadap eliminasi yang normal. Beberapa menyebabkan diare; yang lain seperti dosis yang eliminasi yang normal. Beberapa menyebabkan diare; yang lain seperti dosis yang besar dari tranquilizer tertentu dan diikuti dengan prosedur pemberian morphin dan besar dari tranquilizer tertentu dan diikuti dengan prosedur pemberian morphin dan codein, menyebabkan konstipasi.

codein, menyebabkan konstipasi.

Beberapa obat secara langsung mempengaruhi eliminasi.

Beberapa obat secara langsung mempengaruhi eliminasi. Laxative adalah obatLaxative adalah obat yang merangsang aktivitas usus dan memudahkan eliminasi feses. Obat-obatan ini yang merangsang aktivitas usus dan memudahkan eliminasi feses. Obat-obatan ini melunakkan feses, mempermudah defekasi. Obat-obatan tertentu seperti dicyclomine melunakkan feses, mempermudah defekasi. Obat-obatan tertentu seperti dicyclomine hydrochloride (Bentyl), menekan aktivitas peristaltik dan kadang-kadang digunakan hydrochloride (Bentyl), menekan aktivitas peristaltik dan kadang-kadang digunakan untuk mengobati diare.

untuk mengobati diare.

8. Prosedur diagnostik  8. Prosedur diagnostik 

Prosedur diagnostik tertentu, seperti sigmoidoscopy, membutuhkan agar tidak  Prosedur diagnostik tertentu, seperti sigmoidoscopy, membutuhkan agar tidak  ada makanan dan cairan setelah tengah malam sebagai persiapan pada pemeriksaan, ada makanan dan cairan setelah tengah malam sebagai persiapan pada pemeriksaan, dan sering melibatkan enema sebelum pemeriksaan. Pada tindakan ini klien biasanya dan sering melibatkan enema sebelum pemeriksaan. Pada tindakan ini klien biasanya tidak akan defekasi secara normal sampai ia diizinkan makan.

(6)

Barium (digunakan pada pemeriksaan radiologi) menghasilkan masalah yagn Barium (digunakan pada pemeriksaan radiologi) menghasilkan masalah yagn lebih jauh. Barium mengeraskan feses jika

lebih jauh. Barium mengeraskan feses jika tetap berada di colon, tetap berada di colon, akan mengakibatkanakan mengakibatkan konstipasi dan kadang-kadang suatu impaksi.

konstipasi dan kadang-kadang suatu impaksi. 9. Anastesi dan pembedahan

9. Anastesi dan pembedahan

Anastesi umum menyebabkan pergerakan colon yang normal menurun dengan Anastesi umum menyebabkan pergerakan colon yang normal menurun dengan penghambatan stimulus parasimpatik pada otot colon. Klien yang mendapat anastesi penghambatan stimulus parasimpatik pada otot colon. Klien yang mendapat anastesi lokal akan mengalami hal seperti itu

lokal akan mengalami hal seperti itu juga.juga.

Pembedahan yang langsung melibatkan intestinal dapat menyebabkan Pembedahan yang langsung melibatkan intestinal dapat menyebabkan penghentian dari pergerakan intestinal sementara. Hal ini

penghentian dari pergerakan intestinal sementara. Hal ini disebut paralytic ileus, suatudisebut paralytic ileus, suatu kondisi yang biasanya berakhir 24

kondisi yang biasanya berakhir 24  –  –  48 jam. Mendengar suara usus yang48 jam. Mendengar suara usus yang mencerminkan otilitas intestinal adalah suatu hal yang penting pada manajemen mencerminkan otilitas intestinal adalah suatu hal yang penting pada manajemen keperawatan pasca bedah.

keperawatan pasca bedah. 10.Nyeri

10.Nyeri

Klien yang mengalami ketidaknyamanan defekasi seperti pasca bedah Klien yang mengalami ketidaknyamanan defekasi seperti pasca bedah hemorhoid biasanya sering menekan keinginan untuk defekasi guna menghindari hemorhoid biasanya sering menekan keinginan untuk defekasi guna menghindari nyeri. Klien seperti ini

nyeri. Klien seperti ini akan mengalami konstipasi sebagai akibatnyakan mengalami konstipasi sebagai akibatnya.a. 11.Iritan

11.Iritan

Zat seperti makanan pedas, toxin baklteri dan racun dapat mengiritasi saluran Zat seperti makanan pedas, toxin baklteri dan racun dapat mengiritasi saluran intestinal dan menyebabkan diare dan sering

intestinal dan menyebabkan diare dan sering menyebabkamenyebabkan flatusn flatus 12.Ganggua

12.Gangguan syaraf sensorik n syaraf sensorik dan motorik dan motorik 

Cedera pada sumsum tulang belakan dan kepala dapat menurunkan stimulus Cedera pada sumsum tulang belakan dan kepala dapat menurunkan stimulus sensori untuk defekasi. Gangguan mobilitas bisamembatasi kemampuan klien untuk  sensori untuk defekasi. Gangguan mobilitas bisamembatasi kemampuan klien untuk  merespon terhadap keinginan defekasi ketika dia tidak dapat menemukan toilet atau merespon terhadap keinginan defekasi ketika dia tidak dapat menemukan toilet atau mendapat bantuan. Akibatnya, klien bisa mengalami konstipasi. Atau seorang klien mendapat bantuan. Akibatnya, klien bisa mengalami konstipasi. Atau seorang klien bisa mengalami fecal inkontinentia karena sangat berkurangnya fungsi dari spinkter bisa mengalami fecal inkontinentia karena sangat berkurangnya fungsi dari spinkter ani.

(7)

Masalah-masa

Masalah-masalah umum lah umum pada eliminasi feses:pada eliminasi feses: 1.

1. KonstipasiKonstipasi

Konstipasi berhubungan dengan jalan yang kecil, kering, kotoran yang keras, Konstipasi berhubungan dengan jalan yang kecil, kering, kotoran yang keras, atau tidak ada lewatnya kotoran di usus untuk beberapa waktu. Ini terjadi ketika atau tidak ada lewatnya kotoran di usus untuk beberapa waktu. Ini terjadi ketika pergerakan feses melalui usus besar lambat, hal ini ditambah lagi dengan reabsorbsi pergerakan feses melalui usus besar lambat, hal ini ditambah lagi dengan reabsorbsi cairan di usus besar.

cairan di usus besar. Konstipasi berhubungan dengan pengosongKonstipasi berhubungan dengan pengosongan kotoran yang sulitan kotoran yang sulit dan meningkatnya usaha atau tegangan dari otot-otot volunter pada proses defekasi. dan meningkatnya usaha atau tegangan dari otot-otot volunter pada proses defekasi.

Konstipasi bisa jadi beresiko pada klien, regangan ketika BAB dapat Konstipasi bisa jadi beresiko pada klien, regangan ketika BAB dapat menyebabkan stres pada abdomen atau luka pada perineum (post operasi). Ruptur menyebabkan stres pada abdomen atau luka pada perineum (post operasi). Ruptur merusak mereka jika tekanan cukup besar. Ditambah lagi peregangan sering merusak mereka jika tekanan cukup besar. Ditambah lagi peregangan sering bersamaan dengan tertahannya napas. Gerakan ini dapat menciptakan masalah yagn bersamaan dengan tertahannya napas. Gerakan ini dapat menciptakan masalah yagn serius pada orang dengan sakit jantung, trauma otak, atau penyakit pada pernapasan. serius pada orang dengan sakit jantung, trauma otak, atau penyakit pada pernapasan. Tertahannya napas meningkatkan tekanan intratorakan dan intrakranial. Pada Tertahannya napas meningkatkan tekanan intratorakan dan intrakranial. Pada beberapa tingkatan, tingkatan ini dapat dikurangi jika seseorang mengeluarkan napas beberapa tingkatan, tingkatan ini dapat dikurangi jika seseorang mengeluarkan napas melalui mulut ketika regangan terjadi.

melalui mulut ketika regangan terjadi. 2.

2. Impaksi fesesImpaksi feses

Impaksi feses dapat didefenisikan sebagai suatu massa atau kumpulan yang Impaksi feses dapat didefenisikan sebagai suatu massa atau kumpulan yang mengeras, feses seperti dempul pada lipatan rektum. Impaksi terjadi pada retensi yang mengeras, feses seperti dempul pada lipatan rektum. Impaksi terjadi pada retensi yang lama dan akumulasi dari bahan-bahan feses. Pada impaksi yagn gawat feses lama dan akumulasi dari bahan-bahan feses. Pada impaksi yagn gawat feses terkumpul dan ada di dalam colon sigmoid. Impaksi feses ditandai dengan adanya terkumpul dan ada di dalam colon sigmoid. Impaksi feses ditandai dengan adanya diare dan kotoran yagn tidak normal. Cairan merembes keluar feses sekeliling dari diare dan kotoran yagn tidak normal. Cairan merembes keluar feses sekeliling dari massa yang tertahan. Impaksi dapat juga dinilai dengan pemeriksaan digital pada massa yang tertahan. Impaksi dapat juga dinilai dengan pemeriksaan digital pada rektum, selama impaksi massa yang mengeras sering juga dapat dipalpasi.

rektum, selama impaksi massa yang mengeras sering juga dapat dipalpasi.

Diare yan gbersama dengan konstipasi, termasuk gejala yang sering tetapi Diare yan gbersama dengan konstipasi, termasuk gejala yang sering tetapi tidak ada keinginan untuk defekasi dan nyeri pada rektum. Hadirnya tanda-tanda tidak ada keinginan untuk defekasi dan nyeri pada rektum. Hadirnya tanda-tanda umum dari terjadinya penyakit ; klien menjadi anoreksia, abdomen menjadi regang umum dari terjadinya penyakit ; klien menjadi anoreksia, abdomen menjadi regang dan bisa juga terjadi muntah.

dan bisa juga terjadi muntah.

Penyebab dari impaksi feses biasanya kebiasaan buan gair besar yang jarang Penyebab dari impaksi feses biasanya kebiasaan buan gair besar yang jarang dan konstipasi. Obat-obat tertentu juga berperan serta pada impaksi.

dan konstipasi. Obat-obat tertentu juga berperan serta pada impaksi. 3.

3. DiareDiare

Diare berhubungan dengan pengeluaran feses yang cair dan meningkatnya Diare berhubungan dengan pengeluaran feses yang cair dan meningkatnya frekuensi dari proses defekasi. Ini adalah lawan dari konstipasi dan dampak dari frekuensi dari proses defekasi. Ini adalah lawan dari konstipasi dan dampak dari

(8)

cepatnya perjalanan feses melalui

cepatnya perjalanan feses melalui usus besar. Cepatnya perjalanan chyme usus besar. Cepatnya perjalanan chyme mengurangimengurangi waktu untuk usus besar mereabsorbsi air dan elektrolit.

waktu untuk usus besar mereabsorbsi air dan elektrolit. Sebagian orang mengeluarkanSebagian orang mengeluarkan kotoran dengan frekuensi yang meningkat, tetapi bukan diare, dikatakan diare jika kotoran dengan frekuensi yang meningkat, tetapi bukan diare, dikatakan diare jika kotoran tidak berbentuk dan cair sekali. Pada orang dengan diare dijumpai kesulitan kotoran tidak berbentuk dan cair sekali. Pada orang dengan diare dijumpai kesulitan dan ketidakmungkinan untuk mengontrol keinginan defekasi dalam waktu

dan ketidakmungkinan untuk mengontrol keinginan defekasi dalam waktu yang lama.yang lama. Diare dengan ancaman tidak terkontrolnya buang

Diare dengan ancaman tidak terkontrolnya buang air besar merupakan sumberair besar merupakan sumber dari perhatian dan rasa malu. Sering, spasmodik dan kram abdomen yang sangat sakit dari perhatian dan rasa malu. Sering, spasmodik dan kram abdomen yang sangat sakit berhubunga

berhubungan dengan diare. n dengan diare. Kadang-kadang klien mengeluarkan darah dan lendir Kadang-kadang klien mengeluarkan darah dan lendir yangyang banyak ; mual dan muntah juga bisa terjadi. Pada diare persisten,secara umum bisa banyak ; mual dan muntah juga bisa terjadi. Pada diare persisten,secara umum bisa terjadi perluasan iritasi pada daerah anus ke daerah perineum dan bokong. Fatique, terjadi perluasan iritasi pada daerah anus ke daerah perineum dan bokong. Fatique, kelemahan, malaise dan berat badan yang berkuran gmerupakan dampak dari diare kelemahan, malaise dan berat badan yang berkuran gmerupakan dampak dari diare yang berkepanjangan.

yang berkepanjangan.

Ketika penyebab diare adalah iritasi pada saluran intestinal, diare diperkirakan Ketika penyebab diare adalah iritasi pada saluran intestinal, diare diperkirakan sebagai mekanisme pembilasan sebagai perlindungan. Itu bisa menyebabkan sebagai mekanisme pembilasan sebagai perlindungan. Itu bisa menyebabkan hilangnya cairan dan elektrolit dalam tubuh, bagaimanapun, itu bisa berkembang hilangnya cairan dan elektrolit dalam tubuh, bagaimanapun, itu bisa berkembang menjadi sesuatu yang menakutkan dalam waktu yang singkat, terutama pada bayi dan menjadi sesuatu yang menakutkan dalam waktu yang singkat, terutama pada bayi dan anak kecil.

anak kecil. 4.

4. Fecal inkontinentiaFecal inkontinentia

Inkontinen berhubungan dengan berkurangnya kemampuan voluntar untuk  Inkontinen berhubungan dengan berkurangnya kemampuan voluntar untuk  untuk mengontrol feses dan keluarnya gas melalui spinkter ani. Inkontinen bisa juga untuk mengontrol feses dan keluarnya gas melalui spinkter ani. Inkontinen bisa juga terjadi pada waktu yagn spesifik, seperti setelah makan, atau bisa

terjadi pada waktu yagn spesifik, seperti setelah makan, atau bisa juga terjadi ireguler.juga terjadi ireguler. Fecal inkontinen secara umum berhubungan dengan terganggunya fungsi Fecal inkontinen secara umum berhubungan dengan terganggunya fungsi spinkter ani atau suplai syarafnya, seperti pada beberapa penyakit neuromuskular, spinkter ani atau suplai syarafnya, seperti pada beberapa penyakit neuromuskular, trauma sumsum tulang belakang, dan tumor pada otot

trauma sumsum tulang belakang, dan tumor pada otot spinkter ani external.spinkter ani external. Fecal inkontinen merupakan suatu masalah distres

Fecal inkontinen merupakan suatu masalah distres emosional yang akhirnyaemosional yang akhirnya dapat mengarah pada isolasi sosial.

dapat mengarah pada isolasi sosial. 5.

5. FlatulenceFlatulence

Udara atau gas di saluran gastrointestinal disebut

Udara atau gas di saluran gastrointestinal disebut  flatus flatus. Ada 3 sebab utama. Ada 3 sebab utama flatus :

flatus :

1. Kerja dari bakteri dalam chyme di usus besar 1. Kerja dari bakteri dalam chyme di usus besar 2. Udara yang tertelan

2. Udara yang tertelan 3. Gas yang berdifusi dari

3. Gas yang berdifusi dari pembuluh darah ke dalam intestinalpembuluh darah ke dalam intestinal

Ketiga hal di atas normal, tapi 0,6 liter dari gas ini diabsorbsi ke dalam kepiler Ketiga hal di atas normal, tapi 0,6 liter dari gas ini diabsorbsi ke dalam kepiler kapiler intestinal.

(9)

Flatulence adanya flatus yang banyak pada intestinal mengarah pada Flatulence adanya flatus yang banyak pada intestinal mengarah pada peregangan dan pemompaan pada intestinal. Kondisi ini disebut juga

peregangan dan pemompaan pada intestinal. Kondisi ini disebut juga timpanitestimpanites.. Jumlah udara yang besar dan gas-gas lainnya juga dapat berkumpul di perut, Jumlah udara yang besar dan gas-gas lainnya juga dapat berkumpul di perut, dampaknya pada distensi gaster.

dampaknya pada distensi gaster.

Pada orang dewasa biasanya terbentuk 7-10 liter flatus pada usus besar setiap Pada orang dewasa biasanya terbentuk 7-10 liter flatus pada usus besar setiap 24 jam. Gas-gas tersebut termasuk ; CO

24 jam. Gas-gas tersebut termasuk ; CO22, H, H22, N, N22. Beberapa gas yang ditelan sebagian. Beberapa gas yang ditelan sebagian

besar dihembuskan melalui mulut dengan

besar dihembuskan melalui mulut dengan erutcationerutcation (bersendawa). Gas-gas yang(bersendawa). Gas-gas yang terbentuk pada usus besar sangat sedikit diabsorbsi, melalui kapiler-kapiler intestinal terbentuk pada usus besar sangat sedikit diabsorbsi, melalui kapiler-kapiler intestinal ke dalam sirkulasi. Flatulence dapat terjadi pada colon, bagaimanapun bisa juga dari ke dalam sirkulasi. Flatulence dapat terjadi pada colon, bagaimanapun bisa juga dari beragam penyebab yang lain seperti ; pembedahan abdomen, anastesi dan narkotika. beragam penyebab yang lain seperti ; pembedahan abdomen, anastesi dan narkotika. Jika gas tidak dapat dikeluarkan dari anus mungkin penting untuk memasukkan Jika gas tidak dapat dikeluarkan dari anus mungkin penting untuk memasukkan sebuah rectal tube atau menyediakan suatu enema yang dapat mengalirkan kembali sebuah rectal tube atau menyediakan suatu enema yang dapat mengalirkan kembali untuk menggerakkan gas tersebut.

untuk menggerakkan gas tersebut.

Penyebab umum dari flatulence dan distensi adalah konstipasi. Codein, Penyebab umum dari flatulence dan distensi adalah konstipasi. Codein, barbiturat dan obat-obat lain yang dapat menurunkan motilitas intestinal dan tingkat barbiturat dan obat-obat lain yang dapat menurunkan motilitas intestinal dan tingkat kecemasan sehubungan dengan besarnya jumlah udara yang tertelan. Sebagian besar kecemasan sehubungan dengan besarnya jumlah udara yang tertelan. Sebagian besar orang mempunyai pengalaman dengan flatilence dan distensi setelah memakan orang mempunyai pengalaman dengan flatilence dan distensi setelah memakan makanan tertentu yang mengandung gas seperti kacang buncis,

makanan tertentu yang mengandung gas seperti kacang buncis, kol.kol. Distensi post operasi setelah

Distensi post operasi setelah pembedahapembedahan abdomen sering secara n abdomen sering secara umumumum dijumpai di rumah sakit. Tipe distensi ini secara umum terjadi sekitar 3 hari post dijumpai di rumah sakit. Tipe distensi ini secara umum terjadi sekitar 3 hari post operasi dan disebabkan oleh efek dari anastesi, narkotika, perubahan diet, dan operasi dan disebabkan oleh efek dari anastesi, narkotika, perubahan diet, dan berkurangny

berkurangnya a aktifitas.aktifitas. 6.

6. HemorhoidHemorhoid

Hemorhoid sering juga disebut

Hemorhoid sering juga disebut wasir wasir , yaitu adanya pelebaran pembuluh darah, yaitu adanya pelebaran pembuluh darah vena di anus, dapat terjadi secara internal dan eksternal. Internal terjadi pada canal vena di anus, dapat terjadi secara internal dan eksternal. Internal terjadi pada canal anus, dimana venanya berada. Eksternal hemorhoid prolapsus melalui pembukaan anus, dimana venanya berada. Eksternal hemorhoid prolapsus melalui pembukaan anus dan dapat dilihat di sana. Hemorhoid dapat terjadi dari dampak meningkatnya anus dan dapat dilihat di sana. Hemorhoid dapat terjadi dari dampak meningkatnya tekanan pada daerah anus, sering terjadi karena konstipasi kronik, peregangan selama tekanan pada daerah anus, sering terjadi karena konstipasi kronik, peregangan selama defekasi, kehamilan dan

defekasi, kehamilan dan obesitas.obesitas.

Beberapa hemorhoid tidak mempunyai gejala, pada lainnya dapat juga Beberapa hemorhoid tidak mempunyai gejala, pada lainnya dapat juga menyebabk

(10)

BAB III BAB III METODOLOGI PENELITIAN METODOLOGI PENELITIAN A. A. AlatAlat a. a. ErlenmeyerErlenmeyer b.

b. Mikro pipetMikro pipet c.

c. Cawan petriCawan petri d.

d. Tabung reaksiTabung reaksi

e. e. OseOse f. f. BunsenBunsen g. g. KapasKapas B. B. BahanBahan a.

a. ± 10 gram feses± 10 gram feses b.

b. Air pepton 1%Air pepton 1% C.

C. Cara KerjaCara Kerja

Diambil feses ± 10 gram Diambil feses ± 10 gram

 

Dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi 90 ml

Dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi 90 ml air pepton 1% dan digojogair pepton 1% dan digojog

 

Diambil secara aseptis, seperti berikut: Diambil secara aseptis, seperti berikut:

10

10-1-1 1010-2-2 1010-3-3 0,1

0,1 ml ml sampel sampel 1 1 ml ml sampel sampel diambil diambil 1 1 ml ml sampelsampel

 

Dimasukkan ke medium: Dimasukkan ke medium:

SSA dan CCA SSA dan CCA

Berisi 9 ml air pepton 1% Berisi 9 ml air pepton 1%

  Divortex Divortex  

Dimasukkan ke mesium SSA dan CCA Dimasukkan ke mesium SSA dan CCA

(11)

BAB IV BAB IV HASIL dan

HASIL dan PEMBAHASANPEMBAHASAN

Hasil Hasil

Perhitungan jumlah mikrobia Perhitungan jumlah mikrobia

Kelompok

Kelompok Penyakit Penyakit Warna Warna fesesfeses

Jumlah koloni (CFU/ml) Jumlah koloni (CFU/ml) Medium Medium SSA SSA Medium CCA Medium CCA Enterobacter

Enterobacter  E.coli E.coli

Salmonella, Salmonella, Shigella, Shigella, Yersinia Yersinia 1

1 Tipes Tipes Hijau Hijau 2,8.102,8.10 2,2,2121.1.10 0 1,1,9.9.10 10 1,1,9.9.1010 2

2 PanaPanas s CoklaCoklat t ± ± 0,3.0,3.10 10 0,6.0,6.10 10 Spr Spr 0,2.100,2.10 3

3 DiaDiare re CokCoklat lat 1,61,6.10 .10 ± ± < < 10 10 8,18,1.10 .10 1,01,08.18.100 4

4 Tipes Tipes dandan diare diare

Hij

Hijau au Spr Spr 1,7.10 1,7.10 1,9.10 1,9.10 SprSpr 5

5 TipTipes es HijHijau au 3,7 3,7 x x 10 10 4 4 x x 10 10 3,3 3,3 x x 10 10 2,7 2,7 x x 1010 6

6 Tipes Tipes dandan diare diare Hijau Hijau 7,2.17,2.10 0 - - - - 2,08.2,08.1010 Uji biokimia Uji biokimia Sampel

Sampel KIA KIA TSIA TSIA LIA LIA MIO MIO SIM SIM PRG PRG PRA PRA PRX PRX MR MR VP VP UreaUrea S.S. Sitrat Sitrat A A A,A, Alk  Alk  A, Alk  A, Alk  + + + + + + + + + + + + + + - - + + --B B A,A, Alk  Alk  A, Alk  A, Alk  + + + + + + + + + + + + + + - - + + --C C A,A, Alk  Alk  Tidak  Tidak  tumbuh tumbuh + + + + + + + + + + + + + + - - + + --D D A,A, Alk  Alk  A, Alk 

A, Alk  LysinLysin

(-) (-) + + + + + + + + + + + + - - - - --E E A,A, Alk  Alk  A, Alk  A, Alk  + + + + + + + + + + + + + + - - - - --F F A,A, Alk  Alk  A, Alk  A, Alk  + + + + + + + + + + - - + + - - + + --Pembahasan Pembahasan

Pada perhitungan mikrobia sample feses, didapatkan beberapa jenis feses dari Pada perhitungan mikrobia sample feses, didapatkan beberapa jenis feses dari probandus yang menderita suatu penyakit yang berbeda, sehingga mengakibatkan warna probandus yang menderita suatu penyakit yang berbeda, sehingga mengakibatkan warna feses yang berbeda pula. Warna feses

feses yang berbeda pula. Warna feses orang dewasa yang normal adalah berwarna coklat orang dewasa yang normal adalah berwarna coklat dandan berbentuk silinder dan bersifat lunak.

(12)

Dari sample yang diambil, probandus yang menderita sakit panas dan diare memiliki Dari sample yang diambil, probandus yang menderita sakit panas dan diare memiliki warna feses yang normal, yaitu coklat,dan probandus penderita tipes dan tipes-diare memiliki warna feses yang normal, yaitu coklat,dan probandus penderita tipes dan tipes-diare memiliki warna feses abnormal, yaitu hijau. Kemungkinan warna feses yang normal pada penderita warna feses abnormal, yaitu hijau. Kemungkinan warna feses yang normal pada penderita diare ini adalah penderita hampir sembuh ataupun hanya terjadi kelainan pada saluran diare ini adalah penderita hampir sembuh ataupun hanya terjadi kelainan pada saluran pencernaan yang biasa.

pencernaan yang biasa.

Pada feses yang berwarna hijau ini dapat terjadi kemungkinan disebabkan karena Pada feses yang berwarna hijau ini dapat terjadi kemungkinan disebabkan karena adanya perdarahan pada bagian saluran pencernaan dan infeksi usus, yang dapat disebabkan adanya perdarahan pada bagian saluran pencernaan dan infeksi usus, yang dapat disebabkan karena adanya bakteri

karena adanya bakteri patogen.patogen.

Bakteri yang umum ditemukan pada feses adalah bakteri kelompok coliform (

Bakteri yang umum ditemukan pada feses adalah bakteri kelompok coliform ( E.coli E.coli)) dan kel Streptococcus (Enterococcus) fekal. Dan mikrobia yang tidak umum berada di feses dan kel Streptococcus (Enterococcus) fekal. Dan mikrobia yang tidak umum berada di feses manusia normal antara lain:

manusia normal antara lain: Salmonella, Shigella, Yersinia, Vibrio cholerae, Bacillus cereus,Salmonella, Shigella, Yersinia, Vibrio cholerae, Bacillus cereus,  E.

 E. coli coli O O 157 157 : : H7, H7, Rotavirus, Rotavirus, Parasit, Parasit, Clostridium Clostridium difficiledifficile. Bakteri yang benar-benar. Bakteri yang benar-benar patogen adalah

patogen adalah Salmonella, Shigella, Yersinia, E. coli O 157 : H7 Salmonella, Shigella, Yersinia, E. coli O 157 : H7 

Dari sample feses yang dianalisa, ditemukan adanya bakteri golongan Enterobacter, Dari sample feses yang dianalisa, ditemukan adanya bakteri golongan Enterobacter,  E.coli

 E.coli, dan Salmonella-Shigella-Yersinia., dan Salmonella-Shigella-Yersinia.  E.coli E.coli merupakan bakteri normal yang memangmerupakan bakteri normal yang memang ada pada feses manusia. Semua kadar

ada pada feses manusia. Semua kadar  E.coli E.coli yang ditemukan ada pada ambang batas normal,yang ditemukan ada pada ambang batas normal, karena jumlah

karena jumlah E.coli E.coli yang dapat menyebabkan sakit apabila >10yang dapat menyebabkan sakit apabila >1066..

Selain itu, ditemukan juga bakteri patogen yaitu Salmonella-Shigella-Yersinia pada Selain itu, ditemukan juga bakteri patogen yaitu Salmonella-Shigella-Yersinia pada feses. Bakteri ini merupakan bakteri gram negatif yang patogen yang dapat disebabkan feses. Bakteri ini merupakan bakteri gram negatif yang patogen yang dapat disebabkan karena ke

karena ketidakhigienis nytidakhigienis nya makanan a makanan yang dimakyang dimakan, dan an, dan dapat tersebar meladapat tersebar melalui makananlui makanan yang terkontaminasi dan peredaran darah. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang terkontaminasi dan peredaran darah. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit gastroenteritis dan bahkan diare akut. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian antibiotik  gastroenteritis dan bahkan diare akut. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian antibiotik  tetracyclin, chloramphenicol, atau

tetracyclin, chloramphenicol, atau trimethorphim/sulfametoxazole.trimethorphim/sulfametoxazole.

Tahap selanjutnya adalah tahapan konfirmasi dimana tahap ini dilakukan untuk  Tahap selanjutnya adalah tahapan konfirmasi dimana tahap ini dilakukan untuk  mengidentifikasi genus dari isolat

mengidentifikasi genus dari isolat  Enterobacteriacea Enterobacteriaceaee dengan melakukan uji biokimia. Sifatdengan melakukan uji biokimia. Sifat metabolisme bakteri dalam uji biokimia biasanya dilihat dari interaksi metabolit-metabolit metabolisme bakteri dalam uji biokimia biasanya dilihat dari interaksi metabolit-metabolit yang dihasilkan dengan reagen-reagen kimia. Selain itu

yang dihasilkan dengan reagen-reagen kimia. Selain itu dilihat kemampuannya menggunadilihat kemampuannya menggunakankan senyawa tertentu sebagai sumber karbon dan sumber energi (Waluyo, 2004). Uji biokimia senyawa tertentu sebagai sumber karbon dan sumber energi (Waluyo, 2004). Uji biokimia bakteri yang dilakukan kali ini dengan menumbuhkan bakteri tersebut pada medium KIA bakteri yang dilakukan kali ini dengan menumbuhkan bakteri tersebut pada medium KIA (Kligler Iron agar), TSIA (Triple Sugar Iron Agar), LIA (Lysine Iron Agar), MIO (Motility (Kligler Iron agar), TSIA (Triple Sugar Iron Agar), LIA (Lysine Iron Agar), MIO (Motility indole ornithine medium), SIM (sulfide indole motility), Phenol red glucose, Phenol red indole ornithine medium), SIM (sulfide indole motility), Phenol red glucose, Phenol red

(13)

xylose, Phenol red arachbinosa, MR-VP (Methyl Red and Voges Proskauer), Urea broth dan xylose, Phenol red arachbinosa, MR-VP (Methyl Red and Voges Proskauer), Urea broth dan Simmon sitrate.

Simmon sitrate.

Media KIA (Kliger Iron Agar) merupakan media diferensiasi yang digunakan Media KIA (Kliger Iron Agar) merupakan media diferensiasi yang digunakan menentukan fermentasi karbohidrat dan gas yang diproduksi dari

menentukan fermentasi karbohidrat dan gas yang diproduksi dari fermentasi. KIA sangat baik fermentasi. KIA sangat baik  digunakan untuk menentukan bakteri gram negatif berbentuk batang dari famili digunakan untuk menentukan bakteri gram negatif berbentuk batang dari famili  Enteribacteraceae

 Enteribacteraceae. Yang mengalami fermentasi adalah glukosa dan menghasilkan produk . Yang mengalami fermentasi adalah glukosa dan menghasilkan produk  yang asam. Di dalam media KIA mengandung gula atau karbohidrat yang akan direaksikan yang asam. Di dalam media KIA mengandung gula atau karbohidrat yang akan direaksikan oleh bakteri membentuk suasana asam yang ditandai dengan adanya warna kuning, bakteri oleh bakteri membentuk suasana asam yang ditandai dengan adanya warna kuning, bakteri lebih mudah mengurai pada media bagian dasar. Warna kuning terbentuk karena di dalam lebih mudah mengurai pada media bagian dasar. Warna kuning terbentuk karena di dalam media mengandung indikator Phenol Red dimana

media mengandung indikator Phenol Red dimana dalam suasana asam akan berubah menjadidalam suasana asam akan berubah menjadi kuning. Basa atau alkali pada medium KIA, ditandai dengan warna media yang tetap merah, kuning. Basa atau alkali pada medium KIA, ditandai dengan warna media yang tetap merah, atau tidak terjadi perubahan warna. Hal ini terjadi karena karbohidrat atau gula dalam media atau tidak terjadi perubahan warna. Hal ini terjadi karena karbohidrat atau gula dalam media tidak terurai sehingga suasananya tidak menjadi asam. Gas pada medium ini ditandai dengan tidak terurai sehingga suasananya tidak menjadi asam. Gas pada medium ini ditandai dengan adanya bagian yang kosong dari media, atau bahkan kadang media dapat terangkat ke atas. adanya bagian yang kosong dari media, atau bahkan kadang media dapat terangkat ke atas. Hal in terjadi karena adanya metabolisme dari bakteri yang menghasilkan gas, misal CO Hal in terjadi karena adanya metabolisme dari bakteri yang menghasilkan gas, misal CO22

sehingga media akan tedesak oleh gas dan menghasilkan suatu ruangan

sehingga media akan tedesak oleh gas dan menghasilkan suatu ruangan yang berongga udarayang berongga udara atau bahkan bila gas yang dibentuk banyak akan terangkat ke atas. KIA tegak untuk  atau bahkan bila gas yang dibentuk banyak akan terangkat ke atas. KIA tegak untuk  mengetahui kemampuan bakteri dalam menghasilkan H

mengetahui kemampuan bakteri dalam menghasilkan H22S, sedangkan KIA miring untuk S, sedangkan KIA miring untuk 

mengetahui aktivitas fermentasi dari bakteri (Diana, 2012). mengetahui aktivitas fermentasi dari bakteri (Diana, 2012).

Media LIA (Lysine Iron Agar) merupakan media diferensiasi yang digunakan untuk  Media LIA (Lysine Iron Agar) merupakan media diferensiasi yang digunakan untuk  mengetahui kemampuan mikroorganisme dalam mendekarboksilasi atau mendeaminasi lisin mengetahui kemampuan mikroorganisme dalam mendekarboksilasi atau mendeaminasi lisin dan untuk pembentukan hidrogen sulfida. Media ini digunakan untuk menumbuhkan dan untuk pembentukan hidrogen sulfida. Media ini digunakan untuk menumbuhkan Salmonella

Salmonella dandan  Enterobactericeae Enterobactericeae. Media ini mengandung dextrose yang digunakan dalam. Media ini mengandung dextrose yang digunakan dalam fermentasi karbohidrat. Indikator positif dari tumbuhnya bakteri adalah pH media di bawah fermentasi karbohidrat. Indikator positif dari tumbuhnya bakteri adalah pH media di bawah 5.2 dan terjadi perubahan warna media dari ungu menjadi kuning. Kultur memproduksi 5.2 dan terjadi perubahan warna media dari ungu menjadi kuning. Kultur memproduksi hidrogen sulfat sehingga menyebabkan hitam, hal ini juga disebabkan media menjadi hidrogen sulfat sehingga menyebabkan hitam, hal ini juga disebabkan media menjadi mengandung besi sulfida. LIA tegak untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam mengandung besi sulfida. LIA tegak untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam menghasilkan H

menghasilkan H22S, sedangkan LIA miring digunakan untuk mengetahui kemampuan bakteriS, sedangkan LIA miring digunakan untuk mengetahui kemampuan bakteri

dalam melakukan dekarboksilas

dalam melakukan dekarboksilasi dan aminasi lii dan aminasi lisin (Anonim, 2012).sin (Anonim, 2012).

Medium TSIA (Triple Sugar Iron Agar), digunakan untuk melihat kemampuan Medium TSIA (Triple Sugar Iron Agar), digunakan untuk melihat kemampuan mikroorganisme

mikroorganisme dalam dalam memfermentasikamemfermentasikann gula.gula. Medium TSIA mengandung 3 macam gula,Medium TSIA mengandung 3 macam gula, yaitu glukosa, laktosa, dan sukrosa, terdapat juga

(14)

memperlihatkan pembentukan H

memperlihatkan pembentukan H22S yang ditunjukkan dengan adanyaS yang ditunjukkan dengan adanya endapanendapan hitam. Bilahitam. Bila

mikroorganisme hanya dapat memfermentasikan

mikroorganisme hanya dapat memfermentasikan glukosa,glukosa, maka bagian butt (dasar) mediamaka bagian butt (dasar) media akan berwarna kuning (bersifat asam) dan bagian slant-nya (permukaan) akan berwarna akan berwarna kuning (bersifat asam) dan bagian slant-nya (permukaan) akan berwarna merah (bersifat basa). Bila mikroorganisme dapat memfermentasikan

merah (bersifat basa). Bila mikroorganisme dapat memfermentasikan laktosalaktosa atauatau sukrosasukrosa atau keduanya, maka bagian slant dan butt media akan berwarna kuning (bersifat asam) serta atau keduanya, maka bagian slant dan butt media akan berwarna kuning (bersifat asam) serta bagian butt media kadangkala terpecah akibat pembentukan gas seperti H

bagian butt media kadangkala terpecah akibat pembentukan gas seperti H22 dan COdan CO22. Bila. Bila

slant dan butt merah (alkali) atau tidak terjadi perubahan warna maka tidak terjadi fermentasi slant dan butt merah (alkali) atau tidak terjadi perubahan warna maka tidak terjadi fermentasi karbohidrat. Bila butt berwarna kehitaman maka terdapat gas H

karbohidrat. Bila butt berwarna kehitaman maka terdapat gas H22S yang bereaksi denganS yang bereaksi dengan

senyawa besi FeSO

senyawa besi FeSO44pada media menghasilkan FeS yang berwarna kehitampada media menghasilkan FeS yang berwarna kehitam-hitaman. H-hitaman. H22S iniS ini

merupakan hasil dari metabolisme protein. Media yang pecah atau terangkat menandakan merupakan hasil dari metabolisme protein. Media yang pecah atau terangkat menandakan timbul gas sebagai hasil samping fermentasi (Anonim,

timbul gas sebagai hasil samping fermentasi (Anonim, 2012).2012).

Media MIO (Motility indole ornithine) merupakan media yang digunakan untuk  Media MIO (Motility indole ornithine) merupakan media yang digunakan untuk  pergerakan bakteri atau menunjukkan motilitas, kemampuan bakteri dalam memproduksi pergerakan bakteri atau menunjukkan motilitas, kemampuan bakteri dalam memproduksi indole dan aktivitas dekarboksilase ornithine untuk

indole dan aktivitas dekarboksilase ornithine untuk diferensiasidiferensiasi Enterobacteriac Enterobacteriaceaeeae. Motilitas. Motilitas ditunjukkan oleh pertumbuhan menyebar dari baris suntikan. Pemecahan ornithine ditunjukkan oleh pertumbuhan menyebar dari baris suntikan. Pemecahan ornithine ditunjukkan oleh warna ungu. Produksi indol ditunjukan oleh pembentukan warna merah ditunjukkan oleh warna ungu. Produksi indol ditunjukan oleh pembentukan warna merah pada

pada permukaan medium setelah penambahan reagen ko permukaan medium setelah penambahan reagen kovac’s.vac’s.

Medium SIM (sulfide indole motility) merupakan media yang berfungsi untuk  Medium SIM (sulfide indole motility) merupakan media yang berfungsi untuk  mengetahui terbentunya sulfide, indol dan mengetahui pergerakan kuman. Perubahan atau mengetahui terbentunya sulfide, indol dan mengetahui pergerakan kuman. Perubahan atau reaksi yang terlihat adalah H

reaksi yang terlihat adalah H22S ditunjukkan dengan terbentuknya warna hitam pada mediaS ditunjukkan dengan terbentuknya warna hitam pada media

sebagai hasil reaksi H

sebagai hasil reaksi H22S dengan Fe menjadi Fes, terbentuknya indol dari tryptophan diujiS dengan Fe menjadi Fes, terbentuknya indol dari tryptophan diuji

dengan penambahan reagen Kovac dan adanya indol terlihat berupa cincin merah pada dengan penambahan reagen Kovac dan adanya indol terlihat berupa cincin merah pada lapisan atas media, motilitas terlihat dengan adanya penyebaran pertumbuhan kuman pada lapisan atas media, motilitas terlihat dengan adanya penyebaran pertumbuhan kuman pada tempat tusukan atau media tampak berkabut (Inayati, 2012).

tempat tusukan atau media tampak berkabut (Inayati, 2012).

Medium Metil Red and Voges Proskauer (MR-VP Medium) merupakan media yang Medium Metil Red and Voges Proskauer (MR-VP Medium) merupakan media yang digunakan untuk mengetahui terbentuknya asam setelah ditetesi dengan reagen MR, digunakan untuk mengetahui terbentuknya asam setelah ditetesi dengan reagen MR, sedangkan test VP digunakan untuk mengetahui terbentuknya asetil metil karbonil sebagai sedangkan test VP digunakan untuk mengetahui terbentuknya asetil metil karbonil sebagai produk-antara (intermediate product) dari proses metabolisme karbohidrat. Medium MR produk-antara (intermediate product) dari proses metabolisme karbohidrat. Medium MR (Methyl Red) digunakan untuk mengetahui bakteri yang mampu memproduksi asam kuat (Methyl Red) digunakan untuk mengetahui bakteri yang mampu memproduksi asam kuat sebagai hasil fermentasi glukosa. Hasilnya positif jika terjadi perubahan warna menjadi sebagai hasil fermentasi glukosa. Hasilnya positif jika terjadi perubahan warna menjadi merah setelah ditambahkan methyl red. Artinya, bakteri menghasilkan asam campuran merah setelah ditambahkan methyl red. Artinya, bakteri menghasilkan asam campuran (metilen glikon) dari proses fermentasi glukosa yang terkandung dalam medium MR-VP. (metilen glikon) dari proses fermentasi glukosa yang terkandung dalam medium MR-VP.

(15)

Sedangkan medium VP (Voges Proskauer) mengandung 2,3 butanadiol yang apabila Sedangkan medium VP (Voges Proskauer) mengandung 2,3 butanadiol yang apabila ditambahkan alfanaftol dan KOH akan menghasilkan warna pink yang mengandung asetil ditambahkan alfanaftol dan KOH akan menghasilkan warna pink yang mengandung asetil metil karbinol. Hasil uji

metil karbinol. Hasil uji positif apabila pada media tersebut terbentuk warna pink (Helmich etpositif apabila pada media tersebut terbentuk warna pink (Helmich et al., 2001).

al., 2001).

Medium Urea Broth digunakan untuk menguji aktivitas urease. Urease merupakan Medium Urea Broth digunakan untuk menguji aktivitas urease. Urease merupakan enzim hidrolitik yang menyerang ikatan nitrogen dan karbon pada komponen amida misalnya enzim hidrolitik yang menyerang ikatan nitrogen dan karbon pada komponen amida misalnya urea dan membentuk alkaline yang produk akhirnya adalah amonia. Adanya amonia dalam urea dan membentuk alkaline yang produk akhirnya adalah amonia. Adanya amonia dalam media akan menyebabkan warna indikator berubah menjadi pink tua yang menandakan media akan menyebabkan warna indikator berubah menjadi pink tua yang menandakan bahwa bakteri uji memiliki enzim urease sehingga dapat dikatakan reaksi ini menunjukkan bahwa bakteri uji memiliki enzim urease sehingga dapat dikatakan reaksi ini menunjukkan hasil uji positif.

hasil uji positif.

Medium Simmon sitrate merupakan media yang berfungsi untuk mengetahui Medium Simmon sitrate merupakan media yang berfungsi untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam memanfaatkan natrium citrate sebagai sumber karbon untuk  kemampuan bakteri dalam memanfaatkan natrium citrate sebagai sumber karbon untuk  keperluan hidupnya. Tanda adanya pertumbuhan bakteri pada medium ini adalah adanya keperluan hidupnya. Tanda adanya pertumbuhan bakteri pada medium ini adalah adanya perubahan warna dari hijau menjadi biru dengan adanya indikator Brom thymol blue perubahan warna dari hijau menjadi biru dengan adanya indikator Brom thymol blue (Anonim, 2012).

(Anonim, 2012).

Dari uji biokimia

Dari uji biokimia yang telah dilakukan didapatkan hasil :yang telah dilakukan didapatkan hasil :

Sampel Genus Sampel Genus A A  Escherichia Escherichia B B  Escherichia Escherichia C C  Escherichia Escherichia D

D  Escherichia Escherichia / /  Rahnella Rahnella E

E  Escherichia / Klebsiella Escherichia / Klebsiella F

F  Escherichia / Klebsiella Escherichia / Klebsiella

Tyfoid disebabkan oleh jenis

Tyfoid disebabkan oleh jenis SalmonellaSalmonella tertentu yaitutertentu yaitu S. typhi, S. paratyphiS. typhi, S. paratyphi A, danA, dan S.S.  paratyphi

 paratyphi B dan kadang-kadang jenisB dan kadang-kadang jenis SalmonellaSalmonella yang lain. yang lain. Sampel Sampel feses tyfoid feses tyfoid A, B dan A, B dan CC yang diperoleh setelah dilakukan identifikasi bakteri tersebut merupakan bakteri dari genus yang diperoleh setelah dilakukan identifikasi bakteri tersebut merupakan bakteri dari genus

(16)

 Escherichia

 Escherichia dan bukandan bukan SalmonellaSalmonella. Hal ini terbukti pada uji lysine, motil, indole, L-. Hal ini terbukti pada uji lysine, motil, indole, L-arachbinosa, D-xylose, methyl red dan urea yang menghasilkan hasil positif. Perbedaan arachbinosa, D-xylose, methyl red dan urea yang menghasilkan hasil positif. Perbedaan karakteristik keduanya berdasarkan hasil uji biokimia yang dilakukan terletak pada sitrat, karakteristik keduanya berdasarkan hasil uji biokimia yang dilakukan terletak pada sitrat, urea dan indole. Pada

urea dan indole. Pada SalmonellaSalmonella tidak mampu mendegradasi urea dan membentuk indole,tidak mampu mendegradasi urea dan membentuk indole, tetapi dapat tumbuh pada medium simmon sitrate yang memanfaatkan natrium sitrat sebagai tetapi dapat tumbuh pada medium simmon sitrate yang memanfaatkan natrium sitrat sebagai sumber karbon untuk keperluan hidupnya. Sedangkan

sumber karbon untuk keperluan hidupnya. Sedangkan  Escherichia Escherichia dapat mendegradasi ureadapat mendegradasi urea dan membentuk indole tetapi tidak menggunakan sitrat sebagai sumber karbon untuk  dan membentuk indole tetapi tidak menggunakan sitrat sebagai sumber karbon untuk  keperluan hidupnya. Pada medium simmon sitrat, pH terlalu basa karena menggunakan keperluan hidupnya. Pada medium simmon sitrat, pH terlalu basa karena menggunakan NaOH 10% sehingga dimungkinkan bakteri

NaOH 10% sehingga dimungkinkan bakteri SalmonellaSalmonella tidak tumbuh sehingga hasilnyatidak tumbuh sehingga hasilnya negatif. Hal inilah yang dimungkinkan terdeteksinya bakteri dari genus

negatif. Hal inilah yang dimungkinkan terdeteksinya bakteri dari genus  Escherichia Escherichia padapada sampel feses thyfoid.

sampel feses thyfoid.

Pada sampel feses tyfoid D tidak bisa ditemukan genus yang pasti dari bakteri tersebut. Pada sampel feses tyfoid D tidak bisa ditemukan genus yang pasti dari bakteri tersebut. Tetapi dari hasil

Tetapi dari hasil yang didapatkan, sampel feses D memiliki yang didapatkan, sampel feses D memiliki kesamaan dengkesamaan dengan genusan genus  Rahnella Rahnella dan

dan  Escherichia Escherichia. Perbedaan pada genus. Perbedaan pada genus  Rahnella Rahnella menurut tabel Holt, 1994 dengan hasilmenurut tabel Holt, 1994 dengan hasil sampel yang didapat terletak pada uji indole. Pada tabel Holt, 1994 uji indole pada genus sampel yang didapat terletak pada uji indole. Pada tabel Holt, 1994 uji indole pada genus  Rahnella

 Rahnella adalah negatif (-) sedangkan pada sampel uji indole didapat nilai positif (+).adalah negatif (-) sedangkan pada sampel uji indole didapat nilai positif (+). Perbedaan pada genus

Perbedaan pada genus  Escherichia Escherichia menurut tabel Holt, 1994 dengan hasil sampel yangmenurut tabel Holt, 1994 dengan hasil sampel yang didapat terletak pada uji lisin dan urea. Pada tabel Holt, 1994 uji terhadap lisin menghasilkan didapat terletak pada uji lisin dan urea. Pada tabel Holt, 1994 uji terhadap lisin menghasilkan nilai positif (+) sedangkan pada sampel uji lisin menghasilkan nilai negatif (-). Uji urea pada nilai positif (+) sedangkan pada sampel uji lisin menghasilkan nilai negatif (-). Uji urea pada tabel Holt hasilnya positif (+) sedangkan pada sampel negatif (-).

tabel Holt hasilnya positif (+) sedangkan pada sampel negatif (-).

Pada sampel E dan F juga tidak bisa ditemukan genus yang pasti dari bakteri tersebut. Pada sampel E dan F juga tidak bisa ditemukan genus yang pasti dari bakteri tersebut. Tetapi dari hasil yang didapat, karakteristik dominan dari bakteri tersebut merupakan bakteri Tetapi dari hasil yang didapat, karakteristik dominan dari bakteri tersebut merupakan bakteri dengan genus

dengan genus  Escherichia Escherichia dandan KlebsiellaKlebsiella. Sampel E memiliki 8 karakteristik yang sama. Sampel E memiliki 8 karakteristik yang sama dengan genus

dengan genus  Escherichia Escherichia dan 7 karakteristik yang sama dengan genusdan 7 karakteristik yang sama dengan genus KlebsiellaKlebsiella. Ke-8. Ke-8 karaktersitik yang sama dengan genus

karaktersitik yang sama dengan genus  Escherichia Escherichia adalah pada uji lisin, motil, indole,adalah pada uji lisin, motil, indole, arachbinosa, xylose, MR, VP dan si

arachbinosa, xylose, MR, VP dan sitrat. Perbedaan terletak pada uji trat. Perbedaan terletak pada uji urea dimana berdasarkanurea dimana berdasarkan tabel Holt genus

tabel Holt genus Escherichia Escherichia bernilai positif (+) sedangkan hasil dari sampel bernilai negatif bernilai positif (+) sedangkan hasil dari sampel bernilai negatif  (-). Karakteristik yang sama dengan genus

(-). Karakteristik yang sama dengan genus KlebsiellaKlebsiella terletak pada uji sitrat, VP, MR, lisin,terletak pada uji sitrat, VP, MR, lisin, arachbinosa, xylose dan indole. Perbedaan tabel Holt dengan sampel terletak pada uji motil arachbinosa, xylose dan indole. Perbedaan tabel Holt dengan sampel terletak pada uji motil dan urea dimana pada tabel Holt motil bernilai negatif (-) dan urea positif (+), sedangkan dan urea dimana pada tabel Holt motil bernilai negatif (-) dan urea positif (+), sedangkan pada sampel motil bernilai positif (+) dan urea bernilai negatif (-). Pada sampel F bakteri pada sampel motil bernilai positif (+) dan urea bernilai negatif (-). Pada sampel F bakteri tersebut memiliki 9 karakteristik yang sama dengan genus

tersebut memiliki 9 karakteristik yang sama dengan genus  Escherichia Escherichia dan 8 karakteristik dan 8 karakteristik  yang sama dengan genus

(17)

BAB V BAB V KESIMPULAN KESIMPULAN

Bakteri yang ada didalam feses probandus melalui uji biokimia adalah

Bakteri yang ada didalam feses probandus melalui uji biokimia adalah  Escherichia Escherichia.. Sedangkan pada perhitungan mikrobia, didapatkan jenis bakteri dari kelompok Enterobacter, Sedangkan pada perhitungan mikrobia, didapatkan jenis bakteri dari kelompok Enterobacter,  E.coli

(18)

Daftar Pustaka Daftar Pustaka

Anonim. 2012.

Anonim. 2012. http://www.scribd.com/doc/48146758/Modul-II-spesies-final.http://www.scribd.com/doc/48146758/Modul-II-spesies-final. Diakses padaDiakses pada tanggal 11 Mei 2012.

tanggal 11 Mei 2012. Anonim, 2012.

Anonim, 2012. http://www.scribd.com/doc/59281955/Proposal-Rio-2.http://www.scribd.com/doc/59281955/Proposal-Rio-2. Diakses pada tanggalDiakses pada tanggal 11 Mei 2012.

11 Mei 2012.

Anonim. 2012. Uji Biokimia Mikroba.

Anonim. 2012. Uji Biokimia Mikroba. http://www.scribd.com/doc/22086106/Uji-Biokimia- http://www.scribd.com/doc/22086106/Uji-Biokimia-Mikroba.

Mikroba. Diakses pada tanggal 11 Mei 2012.Diakses pada tanggal 11 Mei 2012. Diana, Martha.

Diana, Martha. http://martha-diana-pizyokohttp://martha-diana-pizyoko.blogspot.com/20.blogspot.com/2012/04/mekanisme-me12/04/mekanisme-media- dia-kia.html.

kia.html. Diakses pada tanggal 11 Mei 2012.Diakses pada tanggal 11 Mei 2012. Fundamenta

Fundamental Of l Of Nursing, Carol Taylor Et All, Nursing, Carol Taylor Et All, 1997, Lippincott Raven Washington.1997, Lippincott Raven Washington.

Fundamental Of Nursing, Concepts Process & Practice, Patricia A. Potter Et All. Third Fundamental Of Nursing, Concepts Process & Practice, Patricia A. Potter Et All. Third

Edition, 1992, Mosby Year

Edition, 1992, Mosby Year Book Washington.Book Washington.

Grahatika, Rio. 2009. Identifikasi Dan Pemeriksaan Jumlah Total Bakteri Pada Susu Sapi Di Grahatika, Rio. 2009. Identifikasi Dan Pemeriksaan Jumlah Total Bakteri Pada Susu Sapi Di

Kabupaten Karanganyar.

Kabupaten Karanganyar. http://etd.eprints.ums.achttp://etd.eprints.ums.ac.id/6073/1/K100050.id/6073/1/K100050035.pdf.035.pdf. DiaksesDiakses pada tanggal 11 Mei 2012.

pada tanggal 11 Mei 2012.

Inayati, anis, dkk. 2010. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Saluran Pencernaan Ayam. Inayati, anis, dkk. 2010. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Saluran Pencernaan Ayam.

http://www.scribd.com/d

http://www.scribd.com/doc/85122821/saoc/85122821/sal-pencernaan-bal-pencernaan-bakmi.kmi. Diakses pada tanggal 11Diakses pada tanggal 11 Mei 2012.

(19)

LAMPIRAN LAMPIRAN

(20)

Referensi

Dokumen terkait