• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN WORKSHOP/SOSIALISASI PERLUASAN KUR - Palangka Raya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN WORKSHOP/SOSIALISASI PERLUASAN KUR - Palangka Raya"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN WORKSHOP/SOSIALISASI PERLUASAN KUR - Palangka Raya

[ Rabu, 16 November 2011 18:23:04 Oleh : admin]

800x600 Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt;

font-family:"Times New Roman","serif";}

LAPORAN WORKSHOP/SOSIALISASI PERLUASAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)

TIM PELAKSANA KOMITE KEBIJAKAN KUR

(2)

Ruang Aula Bappeda, Jl. Diponegoro

No. 60, Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

1. Kegiatan Koordinasi

dan Workshop/Sosialisasi Perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 9 Juni 2011 pukul 09.00 WIT s.d. selesai, bertempat di Aula Bappeda, Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Diponegoro No. 60, Palangka Raya. Koordinasi

dan Workshop/Sosialisasi Perluasan KUR tersebut dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah. (Bapak Agustin Teras Narang).

Adapun Keynotes Speaker oleh Deputi Bidang Keuangan dan Ekonomi Makro, Kementeriaan Koordinasi Bidang Perekonomian (Bapak Erlangga Mantik).

2. Kegiatan Workshop/Sosialisisasi Perluasan

KUR dihadiri oleh wakil-wakil dari instansi terkait yaitu: a. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; b. Kementerian Koperasi dan UKM;

c. Kementerian Pertanian; d. Kementerian Perindustrian; e. Kementerian Kelautan dan Perikanan; f. Badan Pengawas Keuangan Pemerintah (BPKP);

g. Instansi Pemerintah Daerah, Propinsi Kalimatan Tengah; h. Walikota Palangkaraya;

i. Dinas-dinas terkait Kalimantan Tengah;

j. Kantor Pusat dan Cabang Perum Jamkrindo Palangka Raya ;

k. Kantor Cabang PT Askrindo (Persero) Palangka Raya;

l. Bank Indonesia Pusat dan Kantor Bank Indonesia Palangka Raya;

m. Kantor Pusat dan kantor cabang Bank Pemberi Kredit yaitu: PT.BNI (Persero) Tbk, PT. BRI (Persero) Tbk, PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT

(3)

BTN, dan PT. Bank Syariah Mandiri; dan n. Kantor BPD Palangka Raya.

3. Agenda koordinasi dan workshop/sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pembukaan b. Sambutan dan Pengarahan 1. Direktur

Direktorat Kredit, Bank Perkreditan Rakyat dan UMKM Bank Indonesia (Bapak Edi Setiadi) 2.

Deputi

Bidang Keuangan dan Ekonomi Makro, Kementerian Koordinasi Bidang

Perekonomian (Bapak Erlangga Mantik). 3.

Gubernur

Provinsi Kalimantan Tengah ( Bapak Agustin Teras Narang); c. Penanda tangan akad KUR

d. Panel Diskusi

Pelaksana Tehnis Komite Kebijakan Program KUR dan Tanya Jawab e. Dialog Bank Pelaksana

dengan UKM calon Debitur KUR (diadakan di Foyer Ruang Rapat) 4. Dalam sambutannya,

Direktur Direktorat Kredit, Bank Perkreditan Rakyat dan UMKM Bank Indonesia (Bapak Edi Setiadi) menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

a. Kondisi perekonomian di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah secara umum sebagai wilayah pertanian, perkebunan dan kelautan mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). b. Realisasi penyaluran KUR di wilayah Kalimantan Tengah sampai April 2011 baru mencapai sebesar Rp 815,04 milyar atau sebesar 18,87 persen dari total realisasi KUR di Kalimantan. Jumlah tersebut hanya sebesar 1,89 persen dari total realisasi KUR secara nasional. Disamping

itu, kontribusi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Tengah di wilayah Kalteng masih relative kecil yaitu dibawah lima persen.

c. Secara nasional penyaluran KUR saat ini dilaksanakan melalui 6 (enam) Bank

(4)

Umum dan 13 (tiga belas) BPD, telah melampaui target batas bawah sebesar Rp 13 trilliun dan batas atas Rp 18 trilliun pada tahun 2010. Penyerapan KUR

tertinngi di sector perdagangan yang mencapai 63 persen, sementara di sektor

pertanian penyerapannya berkisar antara 19 hingga 21 persen. Padahal sektor pertanian mempunyai peran strategis dan dominan dalam perekonomian dan juga sangat penting dalam

menunjang pertumbuhan daerah yang berkelanjutan.

d. Disamping itu, sector pertanian sebagai pendukung ketahanan pangan

sekaligus merupakan sector yang dominan dalam penciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu, upaya untuk mendorongsektor pertanian

akan berdampak pada peningkatan kesejahrteraan msayarakat, khususnya di daerah pedesaan.

e. Hingga Berdasarkan rencana pengembangan, wilayah Kalimantan Tengah dijadikan sebagai Ibukota Negara telah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan kegiatan

pemerintahan telah berkembang walaupun masih harus mengejar ketinggalan

pertumbuhan dari wilayah-wilayah lain khususnya pulau Jawa. Hal ini menunjukkan potensi wilayah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai wilayah penopang dan

pengembangan ekonomi di Indonesia dimasa depan.

5. Dalam Key Notes Speakernya, Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan

selaku Ketua Tim Pelaksana Komite Kebijakan KUR (Bapak Erlanga Mantik) menyampaikan hal-hal antara lain sebagai

berikut:

a. Perlunya pemahaman yang sama atas pengertian Kredit Usaha Rakyat (KUR) antara instansi pemerintah, perbankan dan penjaminan dalam implementasinya

dilapangan sehingga diharapkan tidak ada perbedaan persepsi kebijakan KUR. Dalam penyaluran KUR tahun 2010

- 2014 ditargetkan yaitu sebesar Rp 20 trilliun per tahun dengan penyertaan modal pemerintah sebesar Rp. 2 trilliun setiap tahunnya. Pencapaian target tersebut bukan hal yang mudah sehingga perlu kerjasama semua pihak termasuk kerjasama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Disamping itu, pemerintah mencanangkan agar penyaluran diluar sector perdagangan yaitu sektor pertanian, perindustrian, kelautan dan perikanan serta sektor kehutanan dapat mencapai sebesar 25 % pada akhir tahun 2011.

b. Provinsi

Kalimantan Tengah sebagai provinsi yang mempunyai wilayah daratan yang sangat luas dan sangat potensial di Indonesia

dengan penduduk yang relatip sedikit, maka pengembangan perekonomiannya sangat potensial namun penyerapan KUR sampai

dengan 30 Desember 2010 masih relative kecil baru mencapai sebesar Rp 232,8 milyar ( 0,9 % dari penyaluran KUR secara Nasional), dengan jumlah debitur 10.539 (0,3%

dari jumlah debitur Nasional). Saat ini BPD Kalteng sebagai salah satu bank penyalur KUR peranannya masih relative kecil dibawah 5 persen, oleh karena itu diharapkan

dimasa mendatang BPD Kalteng dapat lebih meningkatkan perannya salah satu bank

penyalur KUR dapat mendorong meningkatkan penyaluran KUR di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

(5)

dilakukan perubahan dan relaksasi peraturan pelaksanaan KUR sampai perubahan Addendum III MoU KUR yaitu antara lain:

1. Meningkatkan

plafon KUR Mikro yang semula Rp. 5 juta menjadi Rp. 20 juta; 2. Meningkatkan

penjaminan Pemerintah untuk sektor pertanian, kelautan,dan perikanan, kehutanan serta industri kecil yang semula 70% menjadi 80%;

3. Memberikan

skema KUR untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan penjaminan pemerintah sebesar 80%;

4. Meningkatkan

plafon KUR untuk program linkage executing (penyaluran KUR tidak langsung) dari semula Rp 1 milyar menjadi Rp 2 milyar;

5. Memberikan

jangka waktu kredit/pembiayaan investasi untuk perkebunan tanaman keras langsung 13 tahun

d. Disamping

itu kedepan Pemda Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan dapat segera mengimplementasikan Tim Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan KUR, sebagai

amanah dari Inpres No. 3 ahun 2010. Dalam Inpres tersebut, antara lain diatur mengenai tugas-tugas pemerintah daerah terutama menyiapkan calon-calon debitur baru yang bisa mendapatkan KUR dan menyusun rencana tindak perluasan KUR pada tahun 2011 - 2012. Berdasarkan hasil rakor Penyusunan Rencana Tindak Perluasan KUR tahun 2011-2012 pada tanggal 14 April 2011 di Jakarta, Pemda Kalimantan Tengah telah menyusun dan menyerahkan Matrix Rencana Tindak Tahun 2011. e. Dengan kegiatan Koordinasi dan workshop/sosialisasi perluasan KUR ini

diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman berbagai pihak sehingga tidak terjadi adanya salah penafsiran/pemahaman atas pelaksana program

perluasan KUR di daerah. Di samping itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan penyaluran KUR di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah di tahun-tahun mendatang. 6. Dalam Pegarahannya, Gubernur Kalimantan Tengah ( Bapak Agustin Teras Narang) menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi dan potensi perekonomian di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang dapat digunakan sebagai bahan diskusi dan pekerjaan rumah kita bersama antara lain sbb:

a. Wilayah

Provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar merupakan tanah dataran yang berbentuk hutan dan perkebunan yang sangat

luas bagi suatu wilayah Provinsi dengan penduduk yang relative sedikit sekitar 3-4 juta. Rasio panduduk dan luas wilayah yang sangat kecil ini merupakan suatu potensi yang dapat dikembangkan dimasa mendatang. b. Potensi

(6)

ekonomi karakyatan di Kalteng sangat besar, namun terkendala sumberdaya produktif seperti permodalan, tehnologi dan pemasaran. Khusus dalam hal permodalan, sector perbankan sector perbankan merupakan salah satu sumber pembiayaan untuk mewujudkan bertumbuhnya salah satu bagian dari ekonomi kerakyatan yaitu sector UMKM yang produktif.

c. Wilayah

Kalimantan Tengah bagian Timur juga mempuyaI wilayah lautan yang berada di bagian timur Kalimantan Barat. Oleh karena luas wilayah Kalimantan Tengah perlu peningkatan Sosialisasi KUR di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan

Tengah sehingga dapat

meningkatkan pemahaman KUR serta meningkatkan jumlah penyaluran KUR serta distribusinya pada sektor-sektor pertanian, perindustrian, perikanan dan

kelautan serta sektor kehutanan. d. Perkembangan

penyaluran dan debitur KUR di Provinsi Kalimantan Tengah masih relatip kecil namun masih dapat meningkat seiring dengan peningkatan pemahaman dan keikutsertaan BPD Kalteng sebagai

salah satu bank pelaksana KUR.

e. Pemda Provinsi Kalimantan Tengah akan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam program KUR di wilayah kabupaten/kota dalam rangka meningkatkan fasilitasi pembiayaan terhadap UMKMK.

f. Terima

kasih kepada semua pihak dan mengharapkan melalui upaya sosialisasi

dan peningkatan koordinasi secara konsisten mampu mendukung pengembangan UMKM di Kalteng. Diharapkan pula, melalui upaya positip ini, dapat berjalan secara berkelanjutan untuk mengoptimalkan pembangunan di Kalteng.

g. Disaping itu,

diharapkan perbankan dapat mengedepankan

penyaluran KUR di Kateng, agar lebih efisien dan efektif, pengetahuan perbankan dan SKPD akan program KUR harus dalam satu visi, sehingga eksekusi

penyalurannya dapat lebih mengena sasaran dan bermanfaat khususnya dalam rangka peningkatan penyaluran KUR di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan

Tengah.

7. Dalam

acara penanda tanganan akad kredit KUR, ditampilkan 6 (enam) orang debitur yang berasal dari masing-masing Bank Pelaksana sebagai wakil-wakil debitur yang

mendapatkan kredit dari masing-masing bank pelaksana KUR. Adapun masing-masing debitur tersebut sebagai berikut:

a. Bapak

Anang Sapto, debitur dari BSM dengan

(7)

b. Ibu

Kemala Mutia, debitur dari Bank BRI dengan jumlah KUR Modal Kerja sebesar Rp. 20 juta sektor perdagangan

c. Bapak

Muhammad Efendi, nasabah dari Bank BNI dengan jumlah KUR sebesar Rp 50 juta sektor perdagangan d.

Bapak

Sahiman, debitur Bank BTN dengan jumlah

KUR sebesar Rp 40 juta sektor perdagangan sembako. e.

Bapak

Budi Santoso, debitur Bank Syariah

Mandiri, dengan jumlah KUR sebesar Rp 75 juta sektor perdagangan ; f.

Bapak

Hamba Allah, nasabah dari BPD Kalteng dengan jumlah KUR Modal Kerja sebesar Rp. 30 Juta untuk sektor pertanian.

8. Panel

Diskusi Pelaksana Teknis Komite Kebijakan Program KUR dengan pembicara: Bapak Djoko Waluyo (Asdep Urusan Pasar Modal, Perbankan dan LKBB) yang didampingi dari

wakil Kementerian Teknis yaitu Kementerian Pertanian (Ibu Sumarmi), Kementerian Kelautan dan Perikanan (Ibu Pamuji Lestari) dan wakil dari Bank Mandiri (Bapak Agus Fuad). Sedangkan moderator diskusi adalah: Bapak Herry Suhermawan (Direktur Pemberdayaan UKM, Bappenas).

9. Dalam

presentasinya, Ibu Sumarni dari Kementerian Pertanian, menjelaskan tentang

program-program kementerian dalam rangka peningkatan penyaluran KUR tahun 2011 yang dapat dikaitkan dengan program perluasan KUR oleh Pemda di seluruh Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

10. Ibu

Puji Lestari, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam presentasinya menjelaskan tentang program-program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka peningkatan penyaluran KUR tahun 2011 yang dapat dikaitkan dengan program perluasan KUR oleh Pemda di seluruh Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

11.

(8)

itu, dalam presentasinya, Bapak Agus Fuad, dari Bank Mandiri, menjelaskan

tentang pengalaman Bank Mandiri dalam pelaksanaan perluasan KUR melalui program linkage perkebunan di wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan pengalaman Bank Mandiri tersebut, maaka keterlibatan Dinas-dinas dan instansi terkait dalam

menyediakan calon debitur dan pembinaannya akan dapat membantu bank dalam menyalurkan KUR lebih optimal sehingga pada giliranya akan dapat meningkatkan penyaluran KUR tahun 2011 yang dapat dikaitkan dengan program perluasan KUR oleh Pemda di seluruh Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah

12. Asisten

Deputi Urusan Pasar Modal, Perbankan dan LKBB ( Bapak Djoko Waluyo) menyampaikan pokok-pokok substansi kebijakan Kredit Usaha Rakyat antara lain: a.

Latar

belakang KUR dan potensi UMKM b.

Pengertian

dan Sumber dana KUR c.

Ruang

lingkup, maksud dan tujuan KUR d.

Skema

dan pihak-pihak yang terkait KUR e.

Struktur

dan Sasaran Debitur KUR f.

Kriteria

debitur dan mekanisme penyaluran KUR g.

Pola

penyaluran KUR melalui Lembaga Linkage (Executing dan Channeling) h.

Ketentuan

Suplesi dan Restrukturisasi KUR i.

Relaksasi

Pelaksanaan KUR terutama setelah ditandatangani Addendum III Kesepakatan Bersama (Mou) KUR

(9)

j. Kewajiban

Kementerian Teknis k.

Peran

Pemerintah Daerah dalam menyusun Rencana Kerja Pendukung Pelaksanaan KUR 13.

Disamping

itu, dalam kesempatan tersebut dijelaskan pula mengenai kewajiban Pemerintah Daerah Dalam Menyusun Rencana

Tindak Perluasan KUR tahun 2011-2012 sebagaimana diamanatkan dalam Inpress No. 3 Tahun 2010 yang harus disusun oleh

Pemerintah Daerah. Dalam Inpres tersebut, antara lain

diatur mengenai tugas-tugas pemerintah daerah terutama menyiapkan calon-calon debitur baru yang bisa mendapatkan KUR dan menyusun program kerja dinas-dinas terkait dalam rencana tindak perluasan

KUR pada tahun 2011 - 2012. Berdasarkan hasil rakor Penyusunan Rencana Tindak Perluasan KUR tahun 2011-2012 pada tanggal 14 April 2011 di Jakarta, Pemda Kalimantan

Tengah telah menyusun dan menyerahkan Matrix Rencana Tindak Tahun 2011 tinggal melengkapi program kerja yang akan dilakukan oleh Pemda dan dinas-dinas terkait pada tahun 2011 dan 2012.

14.

Berdasarkan

hasil diskusi dan tanya jawab dalam panel diskusi tersebut dapat dilaporkan hal-hal sebagai berikut:

a. Pada prinsipnya kegiatan

sosialisasi pada instansi terkait dan lembaga di daerah sangat diperlukan agar

tidak terjadi perbedaan pemahaman pelaksanaan KUR, sehingga diharapkan dapat meningkatkan penyerapan KUR di Provinsi Kalimantan Tengah;

b. Pelaksanaan

sosialisasi di Provinsi Kalimantan Tengah akan dikembangkan sampai menjangkau seluruh Kota/Kabupaten Dati II di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah

bersedia memfasilitasi kegiatan tersebut, c. Keterlibatan BPD Provinsi

Kalteng sebagai Bank milik Pemerintah Daerah dan Bank Pelaksana KUR harus ditingkatkan dan segera dilakukan

upaya-upaya konkrit dalam penyaluran KUR dan dilakukan sosialisasi di seluruh cabang BPD agar segara dapat meningkatkan

pencapaian penyaluran KUR tersebut. d. Agar efektip

pelaksanaan penyaluran KUR di daerah Provinsi Kalteng, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala secara menyeluruh diputar dari wilayah kabupaten/ kotamadya satu ke wilayah kabupaten yang lain. Disamping itu, perlu

(10)

dipikirkan peningkatan pasar yang dapat mendorong peningkatan pangsa pasar. e. Bagi debitur yang

ingin mendapatkan KUR dengan skema linkage program dapat dilayani oleh Bank Mandiri dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di bank mandiri.

15. Dialog dengan UKM

calon Debitur KUR dengan Bank Pelaksana dipandu oleh Bapak A. Heri Susanto dari Kementerian Koordinator Bidang

Perekonomian. Dalam pelaksanakan kegiatan dialog ini dilakukan wawancara secara langsung antara calon debitur dengan perbankan berkenaan dengan masalah

criteria debitur KUR, syarat-syarat pengambilan KUR, tata cara pinjaman KUR, jangka waktu pinjaman, angsuran, agunan dan lain-lain sesuai permasalahan dari masing-masing debitur. Bank Pelaksana yang menyiapkan stand antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN, BSM serta Bank Kalteng.

16. Tindak lanjut dari hasil sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pemda dan perbankan akan melakukan koordinasi dalam Tim Monitoring dan Evaluasi KUR secara tersendiri diseluruh wilayah Provinsi Kalteng melalui dinas-dinas terkait untuk meningkatkan penyaluran

maupun distribusi pada sektor-sektor prioritas yaitu pertanian, perindustrian, perikanan dan kelautan serta kehutanan.

b. Diharapkan dengan dilaksanakannya rapat-rapat koordinasi di daerah terkait penyaluran KUR di Provinsi

Kalimantan Tengah secara periodik dan membuat

langkah-langkah tindak lanjut yang akan dikoordinir Pemda .Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Bank Indonesia Palangka Raya akan dapat meningkatkan perluasan penyaluran KUR di wilayah Provinsi Kalteng,

Referensi

Dokumen terkait

Kendala lainnya adalah mahasiswa tidak dapat membantu secara optimal dalam permasalahan ekonomi dari Bapak Gusti Putu Tama karena keterbatasan dana dan juga pengalaman akan

Bekal pengalaman yang telah diperoleh di kampus diharapkan dapat dipakai sebagai modal untuk mengembangakan diri sebagai calon guru/tenaga kependidikan yang sadar akan tugas

Analisis sistem informasi ini dapat membantu pihak Sekolah SMK-YPSEI Palangka Raya dalam mempermudah masyarakat luas untuk mendapatkan inormasi tentang sekolah tersebut