BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Berdasarkan nilai CR hasil analisis menggunakan metode GSCA menunjukkan bahwa model struktural ketiga kualitas yaitu kualitas sistem, informasi dan layanan yang diterapkan di PT Pertamina UPMS V Surabaya tidak bersignifikan terhadap kepuasan pengguna aplikasi Fuel Distribution dengan beberapa analisis yang diuraikan di bawah ini:
Berdasarkan nilai FIT atau varian total dari semua variabel yang dapat dijelaskan oleh model suatu penelitian, nilai FIT berkisar dari 0 sampai 1. Untuk model struktural pada penelitian ini hanya dapat menjelaskan semua variabel yang ada sebesar 0,441. Dengan kata lain keragaman variabel kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan serta kepuasan pengguna yang dapat dijelaskan oleh model hanya sebesar 44,1% untuk sisanya 55,9% dapat dijelaskan oleh variabel lain. Hal ini mengartikan bahwa dengan melihat nilai FIT, model masih kurang sempurna untuk digunakan sebagai model yang tepat atau model struktural yang digunakan kurang mewakili untuk menjelaskan fenomena yang dikaji pada penelitian dalam tugas akhir ini yaitu ingin mengetahui sejauh mana kesuksesan aplikasi telah terpenuhi.
Model struktural tidak mencapai batas signifikansi T Statistik (> 1,96) atau tingkat kepercayaan 95% pada nilai CR Path Coefficient setelah di jalankan di SEM- GSCA sehingga cenderung model struktural kurang sempurna menggambarkan hubungan antar variabel. Namun karena penelitian ini merupakan riset positivis sehingga berdasarkan dugaan hipotesis yang dibuat hasilnya menyatakan beberapa kondisi yaitu:
Menolak H1 yaitu kualitas sistem
berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Menolak H2 yaitu kualitas informasi
berpengaruh terhadap kepuasan pengguna
Menolak H3 yaitu kualitas layanan
berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Dari penolakan hipotesis tersebut dapat dinyatakan bahwa ketiga kualitas memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna aplikasi Fuel Distribution. Karena walaupun tidak bersignifikan namun untuk kualitas sistem dan layanan memiliki hubungan positif sedangkan kualitas informasi memiliki hubungan negatif terhadap kepuasan pengguna dan pada penelitian ini belum dapat membuktikan apa yang menjadi penyebab bahwa kualitas informasi ini diterima negatif oleh pengguna aplikasi Fuel Distribution tersebut.
Adapun beberapa rekomendasi untuk Tim IT PT Pertamina UPMS V Surabaya guna meningkatkan kualitas pada aplikasi Fuel Distribution ini berdasarkan hasil analisis deskriptif kuisioner yaitu jawaban responden pada skala 1 atau 2 yang menyatakan jawaban ketidaksetuju-an terhadap beberapa pernyataan kepuasan yang diajukan dalam penelitian ini mencapai prosentase lebih dari 10%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan beberapa
indikator antara lain 1) indikator ketersediaan sistem
yaitu mengenai jadwal maintenance atau
pemeliharaan aplikasi, 2) indikator respon waktu sistem yaitu kecepatan upload dan download aplikasi, 3) indikator kemudahan beradaptasi sistem di seluruh lokasi TBBM dan DPPU se-Jatim Balinus, 4) indikator kemudahan dimengerti yaitu penyampaian pesan admin, definisi item-item setiap fitur aplikasi, 5) indikator keamanan informasi yaitu keamanan akun atau username setiap pengguna, 6) indikator kesesuaian informasi laporan yang ditampilkan pada aplikasi, 7) indikator ketanggapan yaitu penanganan tim IT terhadap kebutuhan teknis yang terdesak, penyampaian info penyelesaian permasalahan dari tim IT kepada pengguna, dan 8) indikator empati yaitu kebersamaan Tim IT untuk membangun aplikasi yang familier bagi pengguna.
Oleh karena itu, ada baiknya Tim IT di Pertamina UPMS V Surabaya dapat mempertimbangkan hal-hal yang mencangkup kualitas sistem, informasi dan
layanan tersebut untuk melakukan tindakan
SARAN
Saran untuk perbaikan Tugas Akhir ini:
Seperti yang telah dibahas pada bab 4, perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal-hal apa saja yang membuat ketiga kualitas yaitu kualitas sistem, informasi dan layanan tidak bersignifikansi
terhadap kepuasan pengguna aplikasi Fuel
Distribution. Caranya adalah dengan menganalisis kembali beberapa hal, antara lain:
Menganalisis kembali jumlah data responden. Menganalisis kembali item pernyataan yang
mungkin kurang tepat, terutama indikator- indikator yang membentuk variabel kualitas sistem, informasi dan layanan agar lebih disesuaikan lagi dengan penggunanya.
Setelah melihat pengaruh antara ketiga kualitas yang tidak bersignifikan terhadap kepuasan pengguna aplikasi Fuel Distribution, dilihat juga hubungan masing-masing kualitas. Salah satu diantara kedua kualitas yaitu kualitas informasi yang berhubungan negatif terhadap kepuasan pengguna aplikasi Fuel Distribution mengartikan bahwa ketika dilakukan peningkatan kualitas informasi, ternyata berpengaruh negatif terhadap kepuasan pengguna aplikasi Fuel Distribution. Oleh karena itu, tim TI di PT Pertamina UPMS V Surabaya perlu melakukan analisis yang mendalam terhadap behaviour pengguna aplikasi tersebut untuk mengetahui apa yang menjadi
penyebab ketika dilakukan peningkatan kualitas informasi, penggunanya malah menerima negatif hal tersebut.
Nilai FIT yang dicapai dari 32 responden menunjukkan bahwa evaluasi model secara keseluruhan mencapai 44,1% yang berarti bahwa model pada penelitian kurang bisa menjelaskan fenomena yang dikaji dalam penelitian ini. Sisanya yakni 55,9% mengindikasikan bahwa ada faktor- faktor lain di luar model yang kemungkinan memliki pengaruh lebih besar terhadap kepuasan pengguna. Kemungkinan faktor lain ini merupakan indikator- indikator yang memiliki nilai CR paling tinggi pada evaluasi model pengukuran. Indikator-indikator tersebut dapat dijadikan sebagai variabel untuk riset ke depan. Dalam kasus ini item indikator yang memiliki mean paling tinggi yang dapat dianggap sebagai faktor paling mempengaruhi peningkatan kualitas sistem, informasi dan layanan adalah: 1) kemudahan aplikasi dioperasikan, 2) keakuratan informasi yang ditampilkan, dan 3) kebutuhan operasional pengguna yang terpenuhi.