• Tidak ada hasil yang ditemukan

ETIKOLEGAL | D3 Kebidanan Poltekkes Gorontalo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ETIKOLEGAL | D3 Kebidanan Poltekkes Gorontalo"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

DISUSUN OLEH

TIM

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES GORONTALO

TAHUN 2013

(2)

DAFTAR ISI

Daftar Isi ... 2

Kegiatan Belajar : Issue Etik Dan Dilema Etik Dalam Pelayanan Kebidanan ... 3

Petunjuk Praktikum ... 18

Tes Formatif ... 19

Tugas I ... 21

Tugas II... 22

(3)

PENDAHULUAN

Derasnya arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial

masyarakat dunia, juga mempengaruhi munculnya masalah/penyimpangan etik

sebagai akibat kemajuan teknologi/ilmu pengetahuan yang menimbulkan konflik

terhadap nilai. Arus kesejahteraan ini tidak dapat dibendung, pasti akan

mempengaruhi pelayanan kebidanan. Dalam hal ini bidang yang praktek mandiri

menjadi pekerja yang bebas Mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan besar

sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan etik

Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai

manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah

penyelesaiannya baik atau salah (Jones, 1994). Penyimpangan mempunyai konotasi

yang negative yang berhubungan dengan hukum. Seseorang bidan dikatakan

professional bila ia mempunyai kekhususan. Sesuai dengan peran dan fungs inya

seorang bidan bertanggung jawab menolong persalinan. Dalam hal ini bidan

mempunyai hak untuk mengambil keputusan sendiri yang harus mempunya i

pengetahuan yang memadai dan harus selalu memperbaharui ilmunya dan mengert i

tentang etika yang berhubungan dengan ibu dan bayi.

Derasnya arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial

masyarakat dunia, juga mempengaruhi munculnya masalah/penyimpangan etik

sebagai akibat kemajuan teknologi/ilmu pengetahuan yang menimbulkan konflik

terhadap nilai. Arus kesejahteraan ini tidak dapat dibendung, pasti akan

mempengaruhi pelayanan kebidanan. Dengan demikian penyimpangan etik

Mungkin saja akan terjadi juga dalam praktek kebidanan misalnya dalam praktek

mandiri, tidak seperti bidan yang bekerja di RS, RB atau institusi Kesehatan

lainnya, mempertanggungjawabkan sendiri apa yang dilakukan. Dalam hal ini

bidang yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas Mengontrol dirinya ISSUE ETIK DAN DILEMA ETIK

(4)

sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya

penyimpangan etik.

KOMPETENSI DASAR

Setelah mempelajari kegiatan belajar ini anda di harapkan mampu memahami dan

menjelaskan issue etik dalam pelayanan kebidanan

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN 1. Diharapkan mampu memahami pengertian Issue Etik

2. Diharapkan mampu memahami bentuk-bentuk etik

3. Dihrapakan mahasiswa mampu memahami issue etik dalam pelayanan

kebidanan

4. Diharapakan mahasiswa mampu memahami issue moral dalam pelayanan

kebidanan

5. Diharapkan mahasiswa mampu memahami dilema dan konflik moral dalam

pelayanan kebidanan

STRATEGI PENCAPAIAN KOMPETENSI

a. Pencapaian kompetensi kognitif

Mahasiswa diwajibkan untuk melakukan pembelajaran mandiri (self

Directed Learning) untuk mencapai kompetensi kognitif yang diharapkan.

Kompetensi kognitif yang diharapkan dalam pembelajaran praktikum aspek

hukum praktek kebidanan adalah :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Isue etik

2. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk etik

3. Mahasiswa mampu menjelaskan issue etik dalam pelayanan kebidanan

4. Mahasiswa mampu menjelaskan issue moral dalam pelayanan

kebidanan

5. Mahasiswa mampu menjelaskan dilema dan konflik moral dalam

(5)

b. Pencapaian kompetensi efektif

Penilaian pada aspek afektif akan dilakukan oleh pembimbing lahan praktek

secara terintegrasi pada setiap kegiatan pencapaian kompetensi kognit if

maupun pencapaia kompetensi psikomotor. Dalam penilaian kompetensi

afektif, atribut softskill yang nilai yaitu disiplin, percaya diri, partisipas i

aktif, dan komunikatif.

c. Pencapaian kompetensi psikomotor

Pencapaian kompetensi psikomotor di harapkan mampu :

1. Diharapkan mampu memahami pengertian Issue Etik

2. Diharapkan mampu memahami bentuk-bentuk etik

3. Dihrapakan mahasiswa mampu memahami issue etik dalam pelayanan

kebidanan

4. Diharapakan mahasiswa mampu memahami issue moral dalam

pelayanan kebidanan

5. Diharapkan mahasiswa mampu memahami dilema dan konflik moral

dalam pelayanan kebidanan

KEGIATAN BELAJAR : ISSUE ETIK DAN DILEMA ETIK DALAM PELAYANAN KEBIDANAN

URAIAN MATERI

Dalam praktik kebidanan seringkali bidan dihadapi oleh beberapa permasalaha n

yang dilematis, artinya pengambilan keputusan yang sulit berkaitan dengan kode

etik. Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin atau

pertentangan antara nilai- nilai yang diyakini bidan dalam kenyataan yang ada.

1. Pengertian Issue Etik

Isu adalah masalah pokok yang berkembang di masyarakat atau suatu

lingkungan yang belum tentu benar, serta membutuhkan pembuktian. Etika

diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam

hidupmanusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehandak

(6)

merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai manusia

dalm menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah

pernyataan itu baik atau buruk.

Sedangkan dalam konteks secara luas dinyatakan bahwa: Etik adalah aplikasi

dari proses dan teori filsafat moral terhadap kenyataan yang sebenarnya. Hal

ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dan konsep yang membimb i ng

makhluk hidup dalam berfikir dan bertidak serta menekankan nilai-ni la i

mereka. (Shirley R Jones – Ethics in Midewifery)

Issue etik dalam pelayanan kebidanan merupakan opic yang penting yang

berkembang di masyarakat tentang nilai manusia dalam menghargai suatu

tindakan yang berhubungan dengan segala aspek kebidanan yang

menyangkut baik dan buruknya.

2. Bentuk-bentuk Etik

a. Etika deskriptif, yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang

tingakh laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hai, ma na

yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh

masyarakat.

b. Etika Normatif, membahas dan mengkaji ukuran baik buruk tindakan

manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi:

a) Etika umum; yang membahas berbagai hal yang berhubunga n

dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengamb i l

kebijakan berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral.

b) Etika khusus; terdiri dari Etika sosial, Etika individu dan Etika

Terapan.

 Etika sosial menekankan tanggungjawab sosial dan

hubungan antarsesama manusia dalam aktivitasnya,

 Etika individu lebih menekankan pada kewajiban-kewajib a n

manusia sebagai pribadi,

(7)

Beberapa pembahasan masalah etik dalm kehidupan sehari hari adalah

sebagai berikut:

1. Persetujuan dalam proses melahirkan.

a. Memilih atau mengambil keputusan dalam persalinan.

b. Kegagalan dalam proses persalinan.

c. Pelaksanan USG dalam kehamilan.

d. Konsep normal pelayanan kebidanan.

e. Bidan dan pendidikan seks

2. Masalah etik yang berhubungan dengan tekhnologi

a. Perawatan intensif pada bayi.

b. Skreening bayi.

c. Transplantasi organ.

d. Teknik reproduksi dan kebidanan.

3. Masalah etik yang berhubungan dengan profesi

a. Pengambilan keputusan dan penggunaan etik.

b. Otonomi bidan dan kode etik profesional.

c. Etik dalam penelitian kebidanan.

d. Penelitian tentang masalah kebidanan yang sensitif.

3. Issue Etik Dalam Pelayanan Kebidanan

Sebelum melihat masalah etik yang Mungkin timbul dalam pelayanan

kebidanan, maka ada baiknya dipahami beberapa Istilah berikut ini :

1. Legislasi (Lieberman, 1970) Ketetapan hukum yang mengatur hak dan

kewajiban seseorang yang berhubungan erat dengan tindakan.

2. Lisensi Pemberian izin praktek sebelum diperkenankan melakukan

pekerjaan yang telah diterapkan. Tujuannya untuk membatasi

pemberian wewenang dan untuk meyakinkan klien.

3. Deontologi/Tugas Keputusan yang diambil berdasarkan

keserikatan/berhubungan dengan tugas. Dalam pengambilan keputusan,

perhatian utama pada tugas.

4. Hak Keputusan berdasarkan hak seseorang yang tidak dapat diganggu.

(8)

5. Instusioner Keputusan diambil berdasarkan pengkajian dari dilemma

etik dari kasus per kasus. Dalam teori ini ada beberapa kewajiban dan

peraturan yang sama pentingnnya.

6. Beneficience Keputusan yang diambil harus selalu menguntungkan.

7. Mal-efecience Keputusan yang diambil merugikan pasien

8. Malpraktek/Lalaia. Gagal melakukan tugas/kewajiban kepada klien.

Tidak melaksanakan tugas sesuai dengan standar. Melakukan tindakan

yang mencederai klien. Klien cedera karena kegagalan melaksanakan

tugas.

9. Malpraktek terjadi karena. Cerobohan. Lupa. Gagal

mengkomunikasikan. Bidan sebagai petugas Kesehatan sering

berhadapan dengan masalah etik yang berhubungan dengan hukum.

Sering masalah dapat diselesaikan dengan hukum, tetapi belum tentu

dapat diselesaikan berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai- nilai etik.

Banyak hal yang bisa membawa seorang bidan berhadapan dengan

masalah etik.

Contoh kasus :

Di sebuah desa terpencil seorang ibu mengalami pendarahan postpartum

setelah melahirkan bayinya yang pertama di rumah. Ibu tersebut menolak

untuk diberikan suntikkan uterotonika. Bila ditinjau dari hak pasien atas

keputusan yang menyangkut dirinya maka bidan bisa saja tidak

memberikan suntikkan karena kemauan pasien. Tetapi bidan akan

berhadapan dengan masalah yang lebih rumit bila terjadi pendarahan

hebat dan harus diupayakan pertolongan untuk merujuk pasien, dan yang

lebih patal lagi bila pasien akhirnya meninggal karena pendarahan.

Dalam hal ini bisa dikatakan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

Walapun bidan harus memaksa pasiennya untuk disuntik Mungkin itulah

(9)

Issue etik dalam pelayanan kebidanan merupakan topik yang penting yang

berkembang di masyarakat tentang nilai manusia dalam menghargai suatu

tindakan yang berhubungan dengan segala aspek kebidanan yang

menyangkut baik dan buruknya.

Issue etik yang terjadi antara Bidan dengan Klien, Kelurga, dan Masyarakat

Teman Sejawat,Teman kesehatan lainya, Organisasi profesi.

a. Issue etik yang terjadi antara bidan dengan klien,keluarga, masyarakat

Issue etik yang terjadi antara bidan dengan klien, keluarga dan

masyarakat mempunyai hubungan erat dengan nilai manusia dalam

menghargai suatu tindakan. Seorang bidan dikatakan profesional bila ia

mempunyai kekhususan sesuai dengan peran dan fungsinya yang

bertanggung jawab menolong persalinan. Dengan demikian

penyimpangan etik mungkin saja akan terjadi dalam praktek kebidanan

misalnya dalam praktek mandiri, bidan yang bekerja di RS, RB atau

institusi kesehatan lainnya. Dalam hal ini bidan yang praktek mandir i

menjadi pekerja yang bebas mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan

besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya

penyimpangan etik.

dilakukan VT, didapatkan hasil pembukaan 3 dan ternyata janin dalam

keadaan letak sungsang. Oleh karena itu bidan menyarankan agar di

Rujuk ke Rumah Sakit untuk melahirkan secara operasi SC. Namun

keluarga klien terutama suami menolak untuk di Rujuk dengan alasan

tidak punya biaya untuk membayar operasi. Tapi bidan tersebut berusaha

untuk memberi penjelasan bahwa tujuan di Rujuk demi keselamatan

(10)

membahayakan janin maupun ibunya. Tapi keluarga bersikeras agar

bidan mau menolong persalinan tersebut.

Sebenarnya, dalam hal ini bidan tidak yakin bisa berhasil menolong

persalinan dengan keadaan letak sungsang seperti ini karena pengalama n

bidan dalam hal ini masih belum begitu mendalam. Selain itu juga

dengan di Rujuk agar persalinan berjalan dengan lancar dan bukan

kewenangan bidan untuk menolong persalinan dalam keadaan letak

sungsang seperti ini. Karena keluarga tetap memaksa, akhirnya bidan pun

menuruti kemauan klien serta keluarga untuk menolong persalina n

tersebut. Persalinan berjalan sangat lama karena kepala janin tidak bisa

keluar. Setelah bayi lahir ternyata bayi sudah meninggal. Dalam hal ini

keluarga menyalahkan bidan bahwa bidan tidak bisa bekerja secara

profesional dan dalam masyarakatpun juga tersebar bahwa bidan tersebut

dalam melakukan tindakan sangat lambat dan tidak sesuai prosedur.

Konflik :

Keluarga terutama suami menolak untuk di rujuk ke Rumah sakit dan

melahirkan secara operasi SC dengan alasan tidak punya biaya untuk

membayar operasi.

Issue :

Di mata masyarakat, bidan tersebut dalam pelayanan atau melakukan

tindakan tidak sesuai prosedur dan tidak profesioanl. Selain itu juga

masyarakat menilai bahwa bidan tersebut dalam menangani pasien

dengan kelas ekonomi rendah sangat lambat atau membeda-bedakan

antara pasien yang ekonomi atas dengan ekonomi rendah.

Dilema :

Bidan merasa kesulitan untuk memutuskan tindakan yang tepat untuk

menolong persalinan Resiko Tinggi. Dalam hal ini letak sungsang

seharusnya tidak boleh dilakukan oleh bidan sendiri dengan keterbatasan

alat dan kemampuan medis. Seharusnya ditolong oleh Dokter Obgyn,

(11)

untuk menolong persalianan itu sendiri dengan alasan desakan dari

kelurga klien sehingga dalam hatinya merasa kesulitan untuk

memutuskan sesuai prosedur ataukah kenyataan di lapangan.

b. Issue Etik yang terjadi antara bidan dengan teman sejawat.

Issue etik adalah topic yang cukup penting untuk dibicarakan sehingga

mayoritas individu akan mengeluarkan opini terhadap masalah tersebut

sesuai dengan asas ataupun nilai yang berkenaan dengan akhlak, niali pemeriksaan ternyata pembukaan masih belum lengkap dan bidan “B”

menemukan letak sungsang dan bidan tersebut tetap akan menolong

persalinan tersebut meskipun mengetahui bahwa hal tersebut melanggar

wewenang sebagai seorang bidan demi mendapatkan banyak pasien

untuk bersaing dengan bidan “A”.Sedangkan bidan “A” mengetahui hal tersebut. Jika bidan “B” tetap akan menolong persalinan tersebut,bidan “A” akan melaporkan bidan “B” untuk menjatuhkan bidan “B” karena di

anggap melanggar wewenang profesi bidan.

Issu Moral:

seorang bidan melakukan pertolongan persalinan normal.

Konflik Moral:

menolong persalinan sungsang untuk nendapatkan pasien demi

persaingan atau dilaporkan oleh bidan “A”.

Dilema Moral:

a. Bidan “B” tidak melakukan pertolongan persalinan sungsang

(12)

b. Bidan “B” menolong persalinan tersebut tapi akan dijatuhkan oleh

bidan “A” dengan di laporkan ke lembaga yang berwewenang

c. Issu Etik Bidan dengan Team Kesehatan Lainnya

Yaitu perbedaan sikap etika yang terjadi pada bidan dengan tenaga medis

lainnya. Sehingga menimbulkan ketidaksepahaman atau kerengganga n

social.

Kasus :

Disuatu desa yang ada sebuah BPS, suatu hari ada seorang Ibu berusia

35 Tahun keadaannya sudah lemah. bidan menanyakan kepada keluarga

pasien apa yang terjadi pada pasien. Dan suami pasien menjawab ketika

dirumah Px jatuh & terjad iperdarahan hebat. Setelahitu bidan

memberikan pertolongan , memberikan infuse dst…. Bidan menjelaska n

pada keluarga, agar istrinya di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan

curretase.Kemudian keluarga pxmenolak saran bidan tsb, dan meminta

bidan yang melakukan currentase. selang waktu 2 hari pxmenga la m i

perdarahan lagi kemudian keluarga merujuk ke RS.Dokter menanyaka n

kapeda suami px, apa yang sebenarnya terjadi dan suami px menjelaska n

bahwa 3 hari yang lalu istrinya mengalami keguguran & di currentase

bidan didesany. dokter mendatangi bidan terebut. Maka Terjadila h

konflik antara bidan & dokter.

Issue Etik :

Mall Praktek Bidan melakukan tindakan diluar wewenangnya.

Konflik :

bidan melakukan currentase diluar wewenangnya sehingga terjadilah

konflik antara bidan & dokter.

Dilema :

jika tidak segera dilakukan tindakan takutnya merenggut nyawa px

karena BPS jauh dari RS. Dan jika dilakukan tindakan bidan merasa

melanggar kode etik kebidanan & merasa melakukan tindakan diluar

(13)

adalah suatu topic masalah yang menjadi bahan pembicaraan antara

bidan dengan organisasi profesi karena terjadinya suatu hal-hal yang

menyimpang dari aturan-aturan yang telah ditetapkan.

Kasus

Seorang ibu yang ingin bersalin di BPS pada bidan A sejak awal

kehamilan ibutersebut memang sudah sering memeriksaka n

kehamilannya. Menurut hasil pemeriksaanbidan Ibu tersebut mempunya i

riwayat hipertensi. Maka kemungkinan lahir pervaginanyasa ngat

beresiko Saat persalinan tiba. Tekanan darah ibu menjadi tinggi. Jik

atidak dirujuk maka beresiko terhadap janin dan kondisi si Ibu itu sendiri.

Resiko pada janin bisa terjadigawat janin dan perdarahan pada ibu. Bidan

A sudah mengerti resiko yang akan terjadi. Tapiia ebih memntingka n

egonya sendiri karena takut kehilangan komisinya dari pada dirujuk

kermah sakit. Setelah janin lahir Ibu mengalami perdarahan hebat,

sehingga kejang-kejang danmeninggal. Saaat berita itu terdengar

organisasi profesi ( IBI ), maka IBI memberikan sanksiyang setimpal

bahwa dari kecerobohannya sudah merugikan orang lain. Sebagai

gantinya,ijin praktek (BPS) bidan A dicabut dan dikenakan denda sesuai

dengan pelanggaranterseb ut.

Issue etik :

1. Terjadi malpraktek

2. Pelangaran wewenang Bidan

Dilema etik

Warga yang mengetahui hal tersebut segera melaporkan kepada

organisasi profesi dan diberikan penangan

Biasanyan beberapa contoh mengenai isu etik dalm pelayananan kebidanan

adalah berhubungan dengan masalah-masalah sebagai berikut:

1. Agama / kepercayaan.

2. Hubungan dengan pasien.

3. Hubungan dokter dengan bidan.

(14)

5. Pengambilan keputusan.

Bidan dituntut untuk berprilaku hati-hati dalm setiap tindakannya dalam

memberikan asuhan kebidanan dengan menampilkan perilaku yang etis dan

profesional.

4. Issue Moral dalam praktek kebidanan

Moral merupakan pengetahuan atau keyakian tentang adanya hal yang baik

dan buruk yang mempengaruhi siakap seseorang. Kesadaran tentang

adanya baik buruk berkembang pada diri seseorang seiring dengan pengaruh

lingkungan, pendidikan, sosial budaya, agama, dll. Hali ini yang disebut

kesadaran moral.

Isu moral dalam pelayanan kebidanan merupakan topik yang penting yang

berhubungan dengan benar dan salah sebagai contoh nilai-nilai yang

berhubungan dalam kehidupan sehari-hari yang ada kaitannya dengan

pelayanan kebidanan menyangkut kasus abortus, euthanasia, keputusan

untuk terminasi kehamilan.

Beberapa contoh isu moral dalam kehidupan sehari-hari:

1. Kasus abortus.

2. Euthanansia.

3. Keputusan untuk terminasi kehamialn.

4. Isu moral juga berhubungan dengan kejadian luar biasa dalam

kehidupan sehari-hari, seperti yang menyangkut konflik dan perang.

5. Dilema dan Konflik Moral

Dilema moral menurut Campbell adalah suatu keadaan dimana

(15)

kaitannya dengan nilai- nilai, keyakinan seseorang dan pada prinsipnya

semua manusia dewasa tahu akan hal yang baik dan buruk, inilah ynag

disebut suara hati. Perkembanan ilmu pengetahuan dan tehnologi

berdampak pada perubahan pola pikir manusia Masyarakat semakin kritis

sehingga terjadi penguatan tuntutan terhadap mutu pelayanan kebidanan.

Mutu pelayanan kebidanan yang baik butuh landasan komitmen yang kuat

dengan basik etik dan moral yang baik.

Dalam praktik kebidanan seringkali bidan dihadapkan pada beberapa

permasalahan yang dilematis, artinya pengambilan keputusan yang sulit

berkaitan dengan etik. Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral,

pertentangan batin atau pertentangan antara nilai-nilai yang iyakini bidan

dengan kenyataan yang ada.

Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin,

atau pertentangan antara nilai- nilai yang diyakini bidan dengan kenyataan

yang ada.

Ketika mencari solusi atau pemecahan masalah harus mengingat akan

tanggung jawab profesional,yaitu :

1. Tindakan selalu ditujukan untuk peningkatan kenyamana n

kesejahteraan pasien atau klien.

2. Menjamin bahwa tidak ada tindakan yang menghilangkan sesuatu

bagian [omission], disertai ras tanggung jawab memperhat ika n

kondisi dan keamanan pasien atau klien.

Tuntukan bahwa etik adalah hal penting dalam kebidanan salah satunya

adalah karena bidan merupakan profesi yang bertanggung jawab terhadap

keputusan yang dibuat berhubungan dengan klien serta harus mempunya i

tanggung jawab moral terhadap keputusan yang di ambil. Untuk dapat

menjalankan praktik kebidanan dengan baik tidak hanya dibutuhka n

pengetahuan klinik yang baik, serta pengetahuan yang up to date, tetapi

bidan juga harus mempunyai pemahaman isu etik dalam pelayanan

(16)

Konflik moral menurut Johnson adalah bahwa konflik atau dilema pada

dasarnya sama , kenyataannya konflik berada diantara prinsip moral dan

tugas yang mana sering menyebabkan dilema.

Ada 2 tipe konflik:

1. Konflik yang berhubungan dengan prinsip.

2. Konflik yang berhubungan dengan otonomi.

Dua tipe konflik ini merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan.

contoh :

Issue Moral

seorang bidan melakukan pertolongan persalinan normal.

Konflik Moral:

menolong persalinan sungsang untuk mendapatkan pasien demi persaingan

atau dilaporkan oleh bidan “A”.

Dilema Moral:

1. Bidan “B” tidak melakukan pertolongan persalinan sungsang tersebut

namun bidan kehilangan satu pasien.

2. Bidan “B” menolong persalinan tersebut tapi akan dijatuhkan oleh

(17)

RANGKUMAN

Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nila i

manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah

penyelesaiannya baik atau salah (Jones, 1994).

Issue Etik yang terjadi antara bidan dengan klien, keluarga dan

masyarakat mempunyai hubungan erat dengan nilai manusia dengan menghar ga i

suatu tindakan. Seorang bidan dikatakan professional bila ia mempunya i

kekhususan sesuai dengan peran dan fungsinya yang bertanggung jawab menolong

persalinan. Dengan demikina penyimpangan etik mungkin saja akan terjadi dalam

praktik kebidanan misalnya dalam praktek mandiri, bidan yang bekerja di RS, RB

atau institusi kesehatan lainnya. Dalam hal ini bidan yang praktek mandiri menjadi

pekerja yang bebas mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan besar sekali

pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan etik.

Isu moral juga berhubungan dengan kejadian yang luar biasa dalam

kehidupan sehari-hari seperti menyangkut konflik malpraktik perang dan

sebagainya. Dilema moral menurut Campbell adalah suatu keadaan dimana

dihadapkan pada dua alternative pilihan, yang kelihatannya sama atau hampir sama

(18)

PETUNJUK PRAKTIKUM

1. Pelaksanaan praktikum dilakukan dengan metode observasi langsung, praktek

di institusi kesehatan yaitu, puskesmas, rumah sakit, dan Bidan praktek

mandiri sesuai dengan tempat kerja mahasiswa.

2. Setiap mahasiswa wajib menaati peraturan yang berlaku di institusi

3. Mahasiswa wajib memberikan laporan berupa makalah atas observasi yang

telah dilakukan.

(19)

TES FORMATIF

1. Memilih atau mengambil keputusan dalam persalinan adalah salah satu contoh dari :

a. Persetujuan dalam tindakan

b. Masalah etik yang berhungan dengan profesi c. Masalah etik yang berhubungan dengan teknologi d. Isue etik

e. Dilema moral

2. Transpalasi organ merupakan salah satu contoh dari : a. Persetujuan dalam tindakan

b. Masalah etik yang berhubungan dengan profesi c. Masalah etik yang berhubungan dengan teknologi d. Isue etik

e. Dilema moral

3. Otonomi bidan dan kode etik professional adalah salah satu contoh dari a. Persetujuan dalam tindakan

b. Masalah etik yang berhubungan dengan profesi c. Masalah etik yang berhubungan dengan teknologi d. Isue etik

e. Dilema moral

4. Aborsi merupakan contoh dari a. Persetujuan dalam tindakan

b. Masalah etik yang berhubungan dengan profesi c. Masalah etik yang berhubungan dengan teknolgi d. Isue etik

e. Dilema moral

5. Kematian bayi karena imunisasi merupakan contoh dari a. Persetujuan dalam tindakan

b. Masalah etik yang berhubungan dengan profesi c. Masalah etik yang berhubungan dengan teknologi d. Issue Etik

(20)

TUGAS I

Sesudah anda mempelajari dan mendalami kegiatan belajar dalam modul,

coba lakukan :

1. Observasi di tempat pelayanan kesehatan tentang aktivitas bidan dalam

pemberian pelayanan di tinjau dari perspektif etik moral yang meliputi :

a. Nilai-Nilai (Value)

Apakah nilai- nilai yang di terapkan bidan dalam memberikan pelayanan

pada klien telah sesuai dengan prinsip etik dan moral ?

b. Norma

Apakah dalam memberikan pelayanan kebidanan, bidan mematuhi norma

yang berlaku di masyarakat ? Berikan contohnya .

c. Sosial bidaya

1. Apakah dalam memberikan pelayanan kebidanan, bidan menghormati

social budaya masyarakat setempat ?

2. Apakah bidan menerapkan prinsip pendekatan pada masyarakat

sesuai dengan kondisi social dan budaya masyarakat setempat ?

d. Religius

Apakah dalam memberikan pelayanan kebidanan, bidan menerapkan

sikap dan sifat religious baik pada klien maupun dirinya sendiri ?

e. Kebijakan atau policy maker

1. Apakah dalam memberikan pelayanan kebidanan, bidan mematuhi

kebijakan yang telah di terapkan?

2. Apakah bidan memiliki kebijakan lain terikat dengan pelayanan yang

di berikan pada klien?

2. Lakukan observasi layanan kebidanan yang dilakukan oleh bidan di sarana

pelayanan ditinjau dari sudut etika dan kode etik profesi.

3. Buatlah laporan tertulis sesuai petunjuk penulisan dan dipresentasikan pada

(21)

TUGAS II

Studi Kasus

Adik anda mengaku hamil di luar nikah. Keluarga mendesak anda untuk

menggugurkan kandungannya.

1. Apa yang akan anda lakukan terhadap hal tersebut bila dilihat dari kode etik

kebidanan?

a. Bila Anda membantu adik anda menggugurkan kandungan, bagaimana

hal tersebut bila dilihat dari kode etik kebidanan?

b. Bila anda tidak membantu adik anda dalam menggugurkan kandungan,

bagaimana hal tersebut dilihat dari segi kode etik dan kekeluargaan?

c. Bagaimana kaitan kasus tersebut bila dilihat dari nilai, norma, hak,

kewajiban, tugas dan tanggung jawab anda sebagai seorang bidan?

2. Bagaimana kaitan kasus tersebut bila dilihat dari nilai, norma, hak, kewajiban,

tugas dan tanggung jawab anda sebagai seorang bidan ?

3. Lakukan analisis dan jelaskan jawaban anda dalam laporan seperti yang telah

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Hariningsih W, Nurmayawati D. (2010) Bidan Etika Profesi dan Hukum Kesehatan.

Irsyad Baitus Salam, Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

Alat pemindahan bahan ( material handling equipment ) adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan yang berat dari satu tempat ke tempat lain dalam jarak yang tidak

Terjadinya kadar TNF-α yang normal bahkan rendah pada kusta tipe MB dengan ENL pada penelitian ini dapat disebabkan karena pasien telah mendapatkan terapi kortikosteroid

The resulting responsive image features ( srcset and sizes attributes as well as the picture element) have been incorporated into the HTML 5.1 specification, and browser

Konsistensi diri akan lebih maksimal jika pemahaman konsep tertata dengan baik, hal ini menuntut prestasi belajar matematika yang merupakan salah satu potensi yang

serta masyarakat, PSM menjelaskan bahwa : “Peranan masyarakat / komite sekolah dalam kegiatan pengambilan. keputusan di Sekolah meliputi

Terdapat sebagian manajer lebih agresif dari yang lain, sehingga sebagian perusahaan lebih cenderung menggunakan hutang untuk meningkatkan laba, di.. mana hal ini tidak

Kepercayaan adalah kemauan suatu pihak untuk rentan terhadap tindakan pihak lain dengan harapan pihak lain akan melakukan sesuatu yang penting bagi pihak tersebut

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor