Perspektif asas diskresi dalam kehidupan (1)
Teks penuh
Dokumen terkait
Dengan dimasukannya asas legalitas ke dalam RUU KUHP memberikan pengertian bahwa sumber hukum yang utama untuk menentukan apakah suatu perbuatan sebagai
dipilah tujuh aspek asas legalitas dalam Pasal 1 KUHP Peftama, tidak dapat dipidana kecuali berdasarkan ketentuan pidana menurut undang-undang. Kedua, tidak ada
Pemberlakunya asas retroaktif di pengadilan Hak Asasi Manusia bertentang dengan Asas Legalitas yang dianut dalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia..
Secara teoritis asas legalitas terdiri dari dari dua jenis, yaitu: pertama , asas legalitas formal menetapkan dasar untuk menentukan suatu perbuatan bersifat melawan hukum
Asas Legalitas merupakan suatu asas yang menentukan bahwa tidak ada suatu perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana jika tidak ditentukan terlebih dahulu dalam
Mengenai teori Ne Bis In Idem hanya ditemukan dalam Pasal 76 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi : "Kecuali dalam hal putusan Hakim masih mungkin
Ketentuan Pasal 1 ayat (1) RUU KUHP Tahun 2008 menyebutkan asas legalitas dengan redaksional sebagai, “Tiada seorangpun dapat dipidana atau dikenakan tindakan, kecuali perbuatan
Ketentuan Pasal 1 ayat (1) RUU KUHP Tahun 2008 menyebutkan asas legalitas dengan redaksional sebagai, “Tiada seorangpun dapat dipidana atau dikenakan tindakan, kecuali perbuatan